This Author published in this journals
All Journal JURNAL KIMIA SAINS DAN APLIKASI Journal of Mathematical and Fundamental Sciences Jurnal Ilmu Farmasi dan Farmasi Klinik (Journal of Pharmaceutical Science and Clinical Pharmacy) INDONESIAN JOURNAL OF PHARMACY JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Jurnal Penelitian Kesehatan Suara Forikes Jurnal Surya Medika JURNAL MANAJEMEN DAN PELAYANAN FARMASI (Journal of Management and Pharmacy Practice) Majalah Farmaseutik Jurnal Farmasi Medica (Pharmacy Medical Journal) PMJ JPSCR : Journal of Pharmaceutical Science and Clinical Research FITOFARMAKA: Jurnal Ilmiah Farmasi Jurnal Ilmiah Mandala Education (JIME) Jurnal Farmasi Indonesia JISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan JFIOnline Jurnal Ilmu Kefarmasian Indonesia Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia ADI Journal on Recent Innovation (AJRI) Health Information : Jurnal Penelitian Science Midwifery Lumbung Farmasi : Jurnal Ilmu Kefarmasian Sainstech Farma: Jurnal Ilmu Kefarmasian Jurnal Farmasi dan Sains Indonesia (JFSI) Open Access Indonesian Journal of Medical Reviews Archives of The Medicine and Case Reports Jurnal Ilmiah Kesehatan (JIKA) Jurnal Ilmiah Ibnu Sina (JIIS): Ilmu Farmasi dan Kesehatan Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Jurnal Katalisator Majalah Cendekia Mengabdi Journal of Pharmaceutical and Sciences. Journal of Health Management and Pharmacy Exploration (JOHMPE) Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Jurnal Pharma Bhakta International Journal of Contemporary Sciences (IJCS)
Claim Missing Document
Check
Articles

AKTIVITAS ANTIARTRITIS KOMBINASI EKSTRAK ETANOL BATANG BROTOWALI (Tinospora cordifolia W) DAN TANAMAN CIPLUKAN (Physallis angulata L) TERHADAP TIKUS YANG DIINDUKSI COMPLETE FREUND’S ADJUVANT (CFA) Milda Rianty Lakoan; Gunawan Pamudji Widodo; Rina Herowati
Jurnal Farmasi & Sains Indonesia Vol 3 No 1 (2020)
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Nusaputera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artritis adalah istilah umum bagi peradangan (inflamasi) dan pembengkakan di daerah persendian. Rheumatoid arthritis merupakan penyakit autoimun (penyakit yang terjadi pada saat tubuh diserang oleh sistem kekebalan tubuhnya sendiri) yang mengakibatkan peradangan dalam waktu lama pada sendi. Batang brotowali dan tanaman ciplukan diduga mempunyai khasiat sebagai antiartritis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efek antiartritis ekstrak etanol batang brotowali, ekstrak etanol tanaman ciplukan dan kombinasi kedua tanaman ini pada tikus putih jantan. Pengujian efek antiartritis dibagi dalam 5 kelompok perlakuan, tiap kelompok diinduksi Complete freund’s adjuvant. Kelompok pertama diberi perlakuan ekstrak batang brotowali (40 mg/200 g BB), kelompok kedua diberi ekstrak tanaman ciplukan (50 mg/200 g BB), kelompok ketiga diberi kombinasi ekstrak batang brotowali dan tanaman ciplukan (0,5:0,5), kelompok keempat diberi triamsinolon (0,072 mg/200 g BB), dan kelompok kelima diberi CMC 1 %. Parameter yang digunakan dalam penelitian ini adalah peningkatan berat badan dan penurunan volume udema yang diukur dari hari ke-0 sampai hari ke-7, parameter lain yang digunakan adalah dengan melihat adanya penurunan jumlah leukosit dan uji histopatologi yang diamati pada hari ke-12, dimana hewan uji dikorbankan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak batang brotowali, ekstrak tanaman ciplukan dan kombinasi ekstrak batang brotowali dan tanaman ciplukan memberikan efek antiartritis bila dibandingkan dengan kontrol negatif. Kelompok kombinasi ekstrak batang brotowali dan tanaman ciplukan yang paling efektif sebagai antiartritis ditunjukkan dengan parameter penurunan volume udema, penurunan jumlah leukosit dan adanya perbaikan profil histopatologi. Berdasarkan uji statistik ANOVA dua jalan aktivitas antiartitis yang ditunjukkan sebanding dengan efek triamsinolon (P>0,05).
ANALISIS BIAYA DAN OUTCOME TERAPI PENGGUNAAN OBAT MOOD STABILIZER PADA PASIEN GANGGUAN BIPOLAR RAWAT INAP DI RSJD SURAKARTA TAHUN 2017 Ferdinan Jalung; Tri Murti Andayani; Gunawan Pamudji Widodo
Jurnal Farmasi & Sains Indonesia Vol 3 No 1 (2020)
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Nusaputera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gangguan afektif bipolar adalah salah satu gangguan otak yang menyebabkan ketidakstabilan suasana hati, energi, tingkat aktivitas, dan kemampuan untuk melaksanakan kegiatan sehari-hari yang disebut juga dengan manik-depresi, dimana gangguan kronik dari regulasi mood yang dihasilkan pada episode depresi dan manik yang dapat terjadi selama seumur hidup seseorang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penggunaan mood stabilizer, untuk mengetahui biaya rata-rata pengobatan pasien bipolar yang menjalani rawat inap dan untuk melihat outcome terapi penggunaan mood stabilizer pada pasien bipolar di Rumah sakit Jiwa Daerah Surakarta. Penelitian ini merupakan penelitian observasi deskriptif dan pengambilan data diambil secara retrospektif dari berkas rekam medik untuk memperoleh biaya dan outcome terapi penggunaan mood stabilizer pada pasien gangguan bipolar rawat inap di RSJD Surakarta. Subyek dalam penelitian ini adalah pasien bipolar rawat inap yang di diagnosa dengan gangguan bipolar yang mendapatkan terapi mood stabilizer golongan antipsikotika. Biaya yang dihitung meliputi, biaya obat mood stabilizer golongan antipsikotika, ruang perawatan, asupan gizi, penunjang, tindakan medis, obat dan alkes. Outcome yang diukur meliputi skor PANSS, perubahan berat badan dan frekuensi kejadian ekstrapiramidal. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pasien yang memenuhi kriteria inklusi sebanyak 60 orang. Rata-rata total biaya terapi bipolar adalah Rp 8.018.974 untuk satu episode rawat inap. Biaya rata-rata tertinggi yaitu kelompok antipsikotik tipikal (Rp. 6.406.123), kelompok antipsikotik kombinasi (Rp. 5.357.665), kelompok antipsikotik atipikal (Rp. 3.890.713). Outcome terapi penggunaan mood stabilizer antipsikotik atipikal skor PANSS rata-rata 46.2, perubahan berat badan 0,0 kg dan kejadian EPS sebesar 10%, kelompok tipikal skor PANSS 38.87, perubahan berat badan 0,53 kg dan kejadian EPS 0 %, sedangkan kombinasi atipikal-tipikal skor PANSS 41,38, berat badan 0,95 kg dengan kejadian EPS 2,38%. Berdasarkan hasil dapat disimpulkan mood stabilizer atipikal lebih efektif dalam penurunan skor PANSS, tetapi memiliki kecenderungan terjadinya kejadian ekstrapiramidal.
AKTIVITAS ANTIDIABETES EKSTRAK ETANOL DAUN SIRIH MERAH (Piper crocatum) PADA TIKUS PUTIH RETINOPATI DIABETIK: ANTIDIABETIC ACTIVITY ETHANOL EXTRACT OF RED BETEL LEAVES (Piper crocatum) IN DIABETIC RETINOPATHY WHITE RATS Madyo Adrianto; Gunawan Pamudji widodo; Rina Herowati
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 8 No 1 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v8i1.719

Abstract

Salah satu komplikasi mikrovaskuler pada kondisi diabetes yakni retinopati diabetik dimana terjadi akibat kerusakan sel endotel pada pasien diabetes yang dapat meningkatkan ekspresi VEGF. VEGF mampu menginduksi adhesi leukosit sel endotel retina yang mengakibatkan kerusakan retina. Penelitian ini bertujuan guna mengetahui aktivitas ekstrak etanol daun sirih merah (EDDSM) dalam menurunkan kadar glukosa darah serta aktivitasnya pada kadar VEGF plasma tikus putih retinopati diabetik. Daun sirih merah dikeringkan dan dibuat serbuk halus lalu diekstraksi menggunakan pelarut etanol 70% dengan metode remaserasi. Pengujian dilakukan pada 35 ekor tikus yang terbagi dalam 5 kelompok perlakuan yakni kelompok kontrol negatif, kontrol positif (Glibenklamid), EEDSM dosis 50, 100 dan 200 mg/kgBB. Metode uji antidiabetes menggunakan induksi STZ-NA secara intraperitonial kemudian mengukur kadar glukosa, VEGF awal dan setelah perlakuan pada setiap kelompok kemudian dilakukan analisa menggunakan uji oneway Anova. Berdasarkan hasil pengukuran kadar glukosa darah dan VEGF plasma diperoleh perbedaan yang bermakna diantara kelompok kontrol negatif dengan kontrol positif serta EEDSM dengan nilai signifikan (p<0,05). Hasil penelitian diperoleh EEDSM dosis 100 mg/kgBB ialah dosis efektif dalam menurunkan kadar glukosa darah dengan % PKGD yaitu 18,22%. EEDSM dosis 200 mg/kgBB ialah dosis efektif guna menurunan VEGF plasma tikus retinopati diabetik sebesar 31,20%.
AKTIVITAS ANTI-INFLAMASI FRAKSI-FRAKSI EKSTRAK ETANOL DAUN GANDARUSSA (Justicia gendarussa Burm. F) PADA TIKUS PUTIH Rosa Juwita Hesturini; Rina Herowati; Gunawan Pamudji Widodo
JURNAL PHARMA BHAKTA Vol 2 No 1 (2022): Juni 2022
Publisher : FAKULTAS FARMASI, INSTITUT ILMU KESEHATAN BHAKTI WIYATA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Salah satu tanaman potensial Indonesia yang telah diketahui kegunaannya sebagai analgetika dan anti-inflamasi dengan penggunaan secara empiris adalah Gandarusa (Justicia gendarussa). Gandarusa diketahui mengandung steroid, terpenoid, alkaloid, dan flavonoid. Tujuan: Mengetahui aktivitas anti-inflamasi fraksi-fraksi ekstrak etanol gandarusa dengan penginduksi λ-karagenan. Metode: Ekstrak etanol daun gendarussa difraksinasi dengan pelarut n-heksana, etil asetat dan air. Uji anti-inflamasi dilakukan dengan induksi λ-karagenan pada bagian subplantar kaki belakang dan diamati pembengkakan dengan plestimometer. Dosis ekstrak dan fraksi daun gandarusa berturut-turut yaitu 250 mg/kgbb, 500 mg/kgbb, fraksi n-heksana 314 mg/kgbb, fraksi etil asetat 41,05 mg/kgbb dan fraksi air 144,8 mg/kgbb dengan kontrol negatif CMC 0,5% dan kontrol positif asetosal 360 mg/kgbb. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan aktivitas anti-inflamasi dimunculkan pada ekstrak etanol, fraksi n-heksana, fraksi etil asetat dan fraksi air. Fraksi etil asetat 144,8 mg/kgbb menunjukkan aktivitas anti-inflamasi yang sebanding dengan asetosal. Analisa kandungan senyawa pada penelitian sebelumnya menunjukkan adanya kandungan fitokimia aktif yaitu flavonoid, alkaloid, saponin, steroid dan tanin yang diduga bertanggung jawab sebagai anti-inflamasi dengan mekanisme yaitu merangsang biosintesis protein lipomodulin yang menghambat kerja enzimatik fosfolipase yang mempengaruhi aktivitas metabolisme enzim asam arakhidonat. Simpulan: Aktivitas optimal ditunjukkan oleh fraksi etil asetat 41,05 mg/kgbb dengan penurunan udema pada kaki tikus.
Pencegahan Stunting Melalui Media Informasi Di Posyandu Widuri Wilayah Puskkesmas Nusukan, Banjarsari, Surakarta Widodo, Gunawan Pamudji; Siswanto, Didik; Hasbrianti, Armayanti Rindiarko; Srini, Dwi; Wahdah, Rismaul; Lestari, Rizkia Putri; Latief, Aprilianti A.
Majalah Cendekia Mengabdi Vol 2 No 1 (2024): Majalah Cendekia Mengabdi
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/mcm.v2i1.366

Abstract

Pendahuluan: Kondisi tinggi badan balita lebih pendek dibanding tinggi badan balita pada umumnya atau yang seusia disebut dengan stunting. Pencegahan stunting penting dilakukan sedini mungkin untuk menghindari dampak jangka panjang yang merugikan. Upaya pencegahan stunting secara dini harus dilakukan supaya wanita usia subur yang akan mempersiapkan kehamilan hingga 1000 hari pertama kehidupan (HPK) anak berhasil dipersiapkan dengan baik. Salah satu upaya mencegah stunting yaitu melakukan edukasi kesehatan. Bentuk dari kegiatan ini adalah pelayanan informasi kesehatan berupa pembagian brosur dan penyuluhan langsung kepada masyarakat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilakukan dengan memberikan informasi berupa penyuluhan kesehatan kepada masyarakat, melakukan pendekatan kepada masyarakat melalui Posyandu balita, membuat media informasi berupa brosur, dan banner.Tujuan: Memberikan informasi pencegahan stunting sejak dini, meningkatkan pemahaman terkait pencegahan stunting kepada masyarakat di Posyandu Widuri wilayah kerja Puskesmas Nusukan.Metode: Metode pelaksanaan yang dilakukan yaitu observasi, persiapan, pelaksanaan tindakan dan evaluasi terhadap kegiatan.Hasil: Hasil uji statistik menunjukkan peningkatan pemahaman tentang pencegahan stunting kepada masyarakat diperoleh rata-rata hasil pre-test sebesar 59,6 dan post-test sebesar 70,8.Simpulan: Kesimpulan dari kegiatan ini adalah melalui penyuluhan kepada orang tua atau wali balita dapat meningkatkan pengetahuan terkait pencegahan stunting.
Neuroprotector Effects of Moringa Leaf (Moringa Oleifera Lamk) Ethanol Extract on Type Two Diabetes Rats Induced by Streptozotocin-Nicotinamid Widodo, Gunawan Pamudji; Hastuti, Nita; Herowati, Rina
Health Information : Jurnal Penelitian Vol 14 No 2 (2022): Juli-Desember
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36990/hijp.v14i2.719

Abstract

Daun kelor (Moringa Oleifera Lamk) telah banyak digunakan sebagai terapi alternatif untuk diabetes melitus, didukung oleh bukti ilmiah. Namun, efek daun kelor pada neuropati diabetes belum diteliti. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui waktu terjadinya neuropati diabetik dan aktivitas neuroprotektif ekstrak daun kelor terhadap induksi streptozotocin-nicotinamide (STZ-NA). STZ-NA diinduksi intra peritoneal selama tiga hari untuk mendapatkan kondisi hiperglikemik pada tikus, sedangkan pengurangan jumlah makanan pada hewan uji dilakukan untuk mendapatkan kekurangan nutrisi yang akan mempercepat terjadinya neuropati diabetes. Injeksi intra peritoneal 65 mg/kg bb STZ dan 150 mg/kg bb NA dilakukan dan diamati sampai terjadi neuropati diabetik. Ekstrak etanol daun kelor diberikan secara oral setelah hewan uji mengalami neuropati diabetik pada hari ke-28 dengan dosis 50.100 dan 150 mg/kg bb. Glibenclamide, Vitamin B6, Glibenclamide + vitamin B6 digunakan sebagai kontrol obat. Akibatnya, kekurangan nutrisi dapat mempercepat terjadinya neuropati diabetik. Ekstrak etanol daun kelor dosis 100, 150 mg/kg bb memberikan aktivitas yang lebih baik dari glibenclamide, tetapi tidak lebih baik dari glibenclamide + vitamin B6. Neuropati diabetik pada tikus malnutrisi terjadi pada hari ke 28 setelah induksi STZ-NA. Dosis paling ampuh dari ekstrak etanol daun kelor yang akan dikembangkan sebagai neuroprotektor adalah dosis 150 mg / kg bb.
EQ-5D-5L untuk Pengukuran Biaya dan Indeks Utilitas pada Pasien Gagal Ginjal Kronik dengan Hemodialisis Sinaga, Clara Ritawany; Widodo, Gunawan Pamudji; Andayani, Tri Murti
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 14, No 2 (2023): April 2023
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf14210

Abstract

Treatment of chronic kidney failure requires a large amount of money, especially if the patient has complications, so cost analysis and utility index measurements are needed. This study aimed to determine the effect of complications on cost and utility index in patients with chronic kidney failure on hemodialysis. This research was an observational study that applied a cross-sectional design from the perspective of the service provider. The subjects of the study were 76 outpatients with chronic kidney failure who underwent hemodialysis at the Hemodialysis Unit at the Abdoel Wahab Sjahranie Regional General Hospital, Samarinda from October to November 2020. Complication data were obtained from medical records, financing data were obtained from the finance department, and data on complications the utility index were obtained through direct interviews with patients using the EQ-5D-5L questionnaire. Data were analyzed using the Kruskal-Wallis test. The results of the research showed that the real cost for one month was Rp. 972,540,696 with an average cost of Rp. 12,796,588±120,241. Meanwhile, the real cost per episode of hemodialysis was Rp. 119,582,312 with an average cost of IDR 1,573,451 ± 77,506. The patient utility index was 0.645±0.210. The p-value for the impact of complications on the utility index was 0.012 (<0.05), while the p-value for the impact of complications on costs was 0.095 (>0.05). Thus it could be concluded that complications in chronic renal failure patients had an impact on the utility index.Keywords: chronic kidney failure; hemodialysis; complications; utility index ABSTRAK Penanganan gagal ginjal kronis membutuhkan biaya yang besar, terutama apabila pasien mengalami komplikasi, sehingga diperlukan analisis biaya dan pengukuran indeks utilitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh komplikasi terhadap biaya dan indeks utilitas pada pasien dengan gagal ginjal kronis dengan hemodialisis. Penelitian ini merupakan studi observasional yang menerapkan rancangan cross-sectional menurut perspektif pemberi layanan. Subyek penelitian adalah 76 pasien rawat jalan dengan gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisis di Unit Hemodialisis Rumah Sakit Umum Daerah Abdoel Wahab Sjahranie, Samarinda pada bulan Oktober sampai November 2020. Data komplikasi diperoleh dari rekam medik, data pembiayaan di peroleh dari bagian keuangan, dan data indeks utilitas diperoleh melalui wawancara secara langsung dengan pasien menggunakan kuesioner EQ-5D-5L. Data dianalisis menggunakan uji Kruskal-Wallis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biaya riil selama satu bulan adalah Rp. 972.540.696 dengan biaya rata-rata Rp. 12.796.588±120.241. Sedangkan biaya riil per episode hemodialisis adalah Rp. 119.582.312 dengan biaya rata-rata Rp.1.573.451±77.506. Indeks utilitas pasien adalah 0,645±0,210. Nilai p untuk dampak komplikasi terhadap indeks utilitas adalah 0,012 (<0,05), sedangkan nilai p untuk dampak komplikasi terhadap biaya adalah 0,095 (>0,05). Dengan demikian bisa disimpulkan bahwa komplikasi pada pasien gagal ginjal kronis berdampak pada indeks utilitas.Kata kunci: gagal ginjal kronis; hemodialisis; komplikasi; indeks utilitas 
Test on the effectiveness of the utilization of binahong leaf extract (Anredera cordifolia (Ten.) Steenis) as an anti-aging cream Theedens, Maria Theodora; Widodo, Gunawan Pamudji; Astuti, Santi Dwi
Journal of Health Management and Pharmacy Exploration Vol. 2 No. 2 (2024): August 2024
Publisher : Surya Hijau Manfaat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52465/johmpe.v2i2.445

Abstract

Binahong leaves (Anredera cordifolia (Ten.) Steenis) contain flavonoids, essential oils, saponins, alkaloids and steroids/terpenoids. Antioxidant compounds derived from flavonoid function as protection for the skin from direct exposure to sunlight. This research was conducted to determine the stability and physical quality characteristics of the binahong leaf extract cream preparation and the effectiveness of binahong leaf extract as an anti-aging agent. Binahong leaf powder was extracted using the maceration method using 96% ethanol solvent. Formulations of binahong leaf ethanol extract is based on a concentration ratio of 3% (F1), 5% (F2) and 10% (F3). The resulting cream is of the vanishing cream (O/A) type. The irritation test was carried out on the back of a rabbit test animal which had first been shaved. Testing the effectiveness of anti-aging cream on the skin was experimental, by inducing UV-A light using light from the Exoterra® daylight basking spot and followed by skin analysis of anti-aging parameters (moisture, skin elasticity and percentage (%) of collagen) using the Skin tool Analyzer EH-900U. Analysis used the paired t-Test, one way ANOVA and Tukey test methods to examine the comparative effectiveness of treatments F1, F2 and F3 as anti-aging creams. The results of the research show that the average stability and physical quality of all anti-aging cream preparations of binahong leaf extract (Anredera cordifolia (Ten.) Steenis) have good results and fall within the established standard requirements. The concentration of binahong leaf extract which has the greatest influence on anti-aging effectiveness of F3 (10%), has the best effect compared to other formulas which is characterized by an increase in the parameters of moisture is 19,05%, elasticity is 27,17% and percent (%) collagen is 20,77%.
Aktivitas Antiasma Nigella sativa L. Dan Amomum cardamomum Terhadap Otot Polos Bronkus, Epitel Bronkiolus, Jumlah Sel Mast, Eosinophil Mencit Asma Gunawan Firmansyah; Gunawan Pamudji Widodo; Tri Wijayanti
Jurnal Ilmu Farmasi dan Farmasi Klinik No 1 (2024): JIFFK Special Edition Suppl. 2
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/jiffk.v2i1.9438

Abstract

Asthma is a chronic respiratory inflammation that limits expiratory air flow. Black cumin reduces the infiltration of inflammatory cells in the respiratory tract comparable to class III antihistamines, cardamom suppresses the formation of a Th2 immune response and has the potential to be therapeutic for allergic asthma. This study aims to determine the profile of black cumin & cardamom essential oils using GC-MS, the effect of the combination of black cumin & cardamom in reducing the thickness of bronchial smooth muscle, bronchiolar epithelium, number of mast cells, and eosinophils in asthmatic mice. This research is an experimental Post-test Only Control Group Design, creating an OVA-induced asthma test animal model of 30 Balb/C mice divided into 6 normal groups (N), asthma control (N-), positive control (P+) and 3 treatment groups with dose variations (K1, K2, K3). Day 7 desensitization OVA 10μg+1 mg Al(OH)3 0.5mL NaCl intraperitoneally, day 14 re-desensitization OVA 20μg+2 mg Al(OH)3 1 mL NaCl. On the 21st, 23rd and 25th days, 1% OVA was inhaled. Days 26 to 39 (K1), (K2), (K3) were given a combination of black cumin oil & cardamom. On the 40th day, histopathology was terminated. The results of the study showed that in 3 groups of dose variations with (P+) the thickness of bronchial smooth muscle, bronchiolar epithelium, mast cells and eosinophils was significantly greater (p>0.05), meaning that there was no statistically significant difference as an anti-asthma, the combination of black cumin & cardamom was proven. reducing the thickness of bronchial smooth muscle, bronchiolar epithelium, number of mast cells and eosinophils in asthmatic mice with optimal doses of a combination of black cumin oil and cardamom oil in a ratio of 75:25 (K2) showed better antiasthmatic potential, compared to K1 (50:50) and K3 (25 :75).
Pengaruh Interaksi Simvastatin dan Perasan Buah Jeruk Bali (Citrus maxima Merr.) Terhadap Efek Antikolesterol Mencit Jantan Humaidah, Daffa; Widodo, Gunawan Pamudji; Widyasti, Jena Hayu
Jurnal Farmasi & Sains Indonesia Vol 5 No 2 (2022)
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Nusaputera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52216/jfsi.vol5no2p7-13

Abstract

Consumption of drugs together with herbal medicine at the same time can affect its efficacy. Cholesterol can be treated with simvastatin and herbal medicine such as grapefruit (Citrus maxima Merr.) which contains phenols and flavonoids as anticholesterol and furanocoumarins. This study aims to determine whether the consumption of simvastatin and grapefruit together will affect the anticholesterol effect. Male mice of 35 Swiss strains were divided into 7 groups, each consisting of 5 mice. Without treatment, negative control Na-CMC 0.5%, positive control I simvastatin 5.2 mg/kgBW mice, positive control II grapefruit juice 26 mL/kgBW mice, interaction I, II and III simvastatin 5.2 mg/ kgBW of mice and grapefruit juice were 13 mL/kgBW, 19.5 mL/kgBW, and 26 mL/kgBW of mice, respectively. All groups except without treatment were given a high-fat diet consisting of lard, duck egg yolk, and chicken liver and were induced with 0.1% propylthiouracil solution for 28 days before treatment. Total cholesterol levels were measured after 28 days of induction and 35 and 42 days after treatment. The interaction of simvastatin and grapefruit juice can affect the anticholesterol effect in the form of increasing the effect of reducing total cholesterol levels in the blood of mice. The effective interaction dose was the interaction dose I (simvastatin 5.2 mg/kg BW of mice and grapefruit juice 13 mL/kg BW of mice) which had an anticholesterol effect compared to the single dose group of simvastatin and grapefruit juice.
Co-Authors Abdul Mahmud Yumassik abdul rofiq Achmad Fudholi Achmad Fudholi Ade Sukma Hamdani Adrianto, Madyo Agnes Christina Budiwati Agung Endro Nugroho Agung Endro Nugroho Agung Endro Nugroho Andayani, Tri Murti Aneng Ardiya Sukmawanti Anggun Setya Wibawa, Anggun Setya Arief Nurrochmad arikha ayu susilowati Arisma Nuri Pebryana Aslam, Astri Asri Laksmi Riani Asri Laksmi Riani Astri Aslam Aswandi Aswandi Ayu Wulandari Ayudia Cipta Khairani BETA K. PRAMUDYAWARDHANI Chairun Wiedyaningsih Chandra Arifin Clara Ritawany Sinaga Dan Mona Aprilia Daniel Maharai Daniel Maharai Dedent Eka Bimmaharyanto.s Dewi, Lucia VIta Inandha Dian Marlina Dini Okyaviani Dwi Ningsih Eko Yudha Prasetyo Elin Yulinah Sukandar Elina Endang Sulistyowati Endang Diyah Endang Diyah Endang Dyah Ikasari endey, joverly Ercis Ercis Ercis, Ercis Fauziyyah Al Hasanah Fendy Prasetyawan FEOLISTIN MIENCE POBAS Ferdinan Jalung Ferdinan Jalung Fitrianingsih, Sri Fridly Manawan Gunawan Firmansyah Gusti Ayu Rai Saputri Handayani, Sri Rejeki Handi Mukti Fahrizal Handi Mukti Fahrizal Haris Maspekeh Hartih, Nur Aeni Hartono Hartono Hasbrianti, Armayanti Rindiarko Hastuti, Nita Hasty Martha Wijaya Hierowat, Rina Humaidah, Daffa I Ketut Adnyana Ika Purwidyaningrum INDRAWATI FITRIANA Irmatika Hendriyani Islamiati , Utami Ismi Rahmawati Isna Nur Khasanah Iswandi Iswandi Iswandi Iswandi Ittiqo, Dzun Haryadi Iwan Yuwindry Jason Merari Peranginangin Junagsti Bermalam Kartini Nur Wulandari Latief, Aprilianti A. Lestari, Rizkia Putri Madyo Adrianto Madyo Adrianto Mamik Ponco Rahayu MARIA E.D.O. HUREK MAKING MARIA YANGSYE LENGGU Marlina, Dian Milda Rianty Lakoan Milda Rianty Lakoan Muhamad Aulia Putra Tawakal Muhammad Syukri Mukti, Yusuf Anggoro Naha Ndjurumbaha, Echa Malinda Noval Noval Noval Noval Nugroho , Agung Endro Nugroho Wisnu Putro Nur Aeni Hartih NURAINI HARMASTUTI Nuraini Harmastuti Nuraini Harmastuti Oetari Oetari Oetari Oetari Pare, Nurdiana Tandi Poppy Dwi Citra Jaluri Purwidyaningrum, Ika Ika Puspitasari, Ismi R, Herowati R., Wirdah Wati R.A. Oetari R.A. Oetari R.A. Oetari, R.A. Rahmadani . Rahmawati, Ismi Ranowijaya Ranowijaya Recky Patala Rika Arfiana Safitri Risny Oklyan Rosa Juwita Hesturini Ruly Anggrayni Safwan Safwan, Safwan Santi Dwi Astuti Satibi Satibi . Satibi Satibi Satibi Satibi Satibi Satibi Siswanto, Didik Sri Fitrianingsih Srini, Dwi Sukoharjanti, Bintari Tri Sukrasno Sukrasno Suryono Suryono Teodhora, Teodhora Teuku Nanda Saifullah Sulaiman Theedens, Maria Theodora Toding, Ficanata Adhiguna Tri Murti Andayani Tri Murti Andayani Tri Wijayanti Tri Wijayanti Valiandri Puspadina Wahdah, Rismaul Wahid, Abdul Rahman Widayatul Khairi Widia Wati Widyasti, Jena Hayu Windi Astuti Wirdah Wati R. Yeli Trimayanti Yul Mariyah Yuwindry, Iwan Zamzani, Irfan