Claim Missing Document
Check
Articles

AKTIVITAS ANTIDIABETES EKSTRAK ETANOL DAUN SIRIH MERAH (Piper crocatum) PADA TIKUS PUTIH RETINOPATI DIABETIK: ANTIDIABETIC ACTIVITY ETHANOL EXTRACT OF RED BETEL LEAVES (Piper crocatum) IN DIABETIC RETINOPATHY WHITE RATS Madyo Adrianto; Gunawan Pamudji widodo; Rina Herowati
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 8 No 1 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v8i1.719

Abstract

Salah satu komplikasi mikrovaskuler pada kondisi diabetes yakni retinopati diabetik dimana terjadi akibat kerusakan sel endotel pada pasien diabetes yang dapat meningkatkan ekspresi VEGF. VEGF mampu menginduksi adhesi leukosit sel endotel retina yang mengakibatkan kerusakan retina. Penelitian ini bertujuan guna mengetahui aktivitas ekstrak etanol daun sirih merah (EDDSM) dalam menurunkan kadar glukosa darah serta aktivitasnya pada kadar VEGF plasma tikus putih retinopati diabetik. Daun sirih merah dikeringkan dan dibuat serbuk halus lalu diekstraksi menggunakan pelarut etanol 70% dengan metode remaserasi. Pengujian dilakukan pada 35 ekor tikus yang terbagi dalam 5 kelompok perlakuan yakni kelompok kontrol negatif, kontrol positif (Glibenklamid), EEDSM dosis 50, 100 dan 200 mg/kgBB. Metode uji antidiabetes menggunakan induksi STZ-NA secara intraperitonial kemudian mengukur kadar glukosa, VEGF awal dan setelah perlakuan pada setiap kelompok kemudian dilakukan analisa menggunakan uji oneway Anova. Berdasarkan hasil pengukuran kadar glukosa darah dan VEGF plasma diperoleh perbedaan yang bermakna diantara kelompok kontrol negatif dengan kontrol positif serta EEDSM dengan nilai signifikan (p<0,05). Hasil penelitian diperoleh EEDSM dosis 100 mg/kgBB ialah dosis efektif dalam menurunkan kadar glukosa darah dengan % PKGD yaitu 18,22%. EEDSM dosis 200 mg/kgBB ialah dosis efektif guna menurunan VEGF plasma tikus retinopati diabetik sebesar 31,20%.
AKTIVITAS ANTI-INFLAMASI FRAKSI-FRAKSI EKSTRAK ETANOL DAUN GANDARUSSA (Justicia gendarussa Burm. F) PADA TIKUS PUTIH Rosa Juwita Hesturini; Rina Herowati; Gunawan Pamudji Widodo
JURNAL PHARMA BHAKTA Vol 2 No 1 (2022): Juni 2022
Publisher : FAKULTAS FARMASI, INSTITUT ILMU KESEHATAN BHAKTI WIYATA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Salah satu tanaman potensial Indonesia yang telah diketahui kegunaannya sebagai analgetika dan anti-inflamasi dengan penggunaan secara empiris adalah Gandarusa (Justicia gendarussa). Gandarusa diketahui mengandung steroid, terpenoid, alkaloid, dan flavonoid. Tujuan: Mengetahui aktivitas anti-inflamasi fraksi-fraksi ekstrak etanol gandarusa dengan penginduksi λ-karagenan. Metode: Ekstrak etanol daun gendarussa difraksinasi dengan pelarut n-heksana, etil asetat dan air. Uji anti-inflamasi dilakukan dengan induksi λ-karagenan pada bagian subplantar kaki belakang dan diamati pembengkakan dengan plestimometer. Dosis ekstrak dan fraksi daun gandarusa berturut-turut yaitu 250 mg/kgbb, 500 mg/kgbb, fraksi n-heksana 314 mg/kgbb, fraksi etil asetat 41,05 mg/kgbb dan fraksi air 144,8 mg/kgbb dengan kontrol negatif CMC 0,5% dan kontrol positif asetosal 360 mg/kgbb. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan aktivitas anti-inflamasi dimunculkan pada ekstrak etanol, fraksi n-heksana, fraksi etil asetat dan fraksi air. Fraksi etil asetat 144,8 mg/kgbb menunjukkan aktivitas anti-inflamasi yang sebanding dengan asetosal. Analisa kandungan senyawa pada penelitian sebelumnya menunjukkan adanya kandungan fitokimia aktif yaitu flavonoid, alkaloid, saponin, steroid dan tanin yang diduga bertanggung jawab sebagai anti-inflamasi dengan mekanisme yaitu merangsang biosintesis protein lipomodulin yang menghambat kerja enzimatik fosfolipase yang mempengaruhi aktivitas metabolisme enzim asam arakhidonat. Simpulan: Aktivitas optimal ditunjukkan oleh fraksi etil asetat 41,05 mg/kgbb dengan penurunan udema pada kaki tikus.
Pencegahan Stunting Melalui Media Informasi Di Posyandu Widuri Wilayah Puskkesmas Nusukan, Banjarsari, Surakarta Widodo, Gunawan Pamudji; Siswanto, Didik; Hasbrianti, Armayanti Rindiarko; Srini, Dwi; Wahdah, Rismaul; Lestari, Rizkia Putri; Latief, Aprilianti A.
Majalah Cendekia Mengabdi Vol 2 No 1 (2024): Majalah Cendekia Mengabdi
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/mcm.v2i1.366

Abstract

Pendahuluan: Kondisi tinggi badan balita lebih pendek dibanding tinggi badan balita pada umumnya atau yang seusia disebut dengan stunting. Pencegahan stunting penting dilakukan sedini mungkin untuk menghindari dampak jangka panjang yang merugikan. Upaya pencegahan stunting secara dini harus dilakukan supaya wanita usia subur yang akan mempersiapkan kehamilan hingga 1000 hari pertama kehidupan (HPK) anak berhasil dipersiapkan dengan baik. Salah satu upaya mencegah stunting yaitu melakukan edukasi kesehatan. Bentuk dari kegiatan ini adalah pelayanan informasi kesehatan berupa pembagian brosur dan penyuluhan langsung kepada masyarakat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilakukan dengan memberikan informasi berupa penyuluhan kesehatan kepada masyarakat, melakukan pendekatan kepada masyarakat melalui Posyandu balita, membuat media informasi berupa brosur, dan banner.Tujuan: Memberikan informasi pencegahan stunting sejak dini, meningkatkan pemahaman terkait pencegahan stunting kepada masyarakat di Posyandu Widuri wilayah kerja Puskesmas Nusukan.Metode: Metode pelaksanaan yang dilakukan yaitu observasi, persiapan, pelaksanaan tindakan dan evaluasi terhadap kegiatan.Hasil: Hasil uji statistik menunjukkan peningkatan pemahaman tentang pencegahan stunting kepada masyarakat diperoleh rata-rata hasil pre-test sebesar 59,6 dan post-test sebesar 70,8.Simpulan: Kesimpulan dari kegiatan ini adalah melalui penyuluhan kepada orang tua atau wali balita dapat meningkatkan pengetahuan terkait pencegahan stunting.
Neuroprotector Effects of Moringa Leaf (Moringa Oleifera Lamk) Ethanol Extract on Type Two Diabetes Rats Induced by Streptozotocin-Nicotinamid Widodo, Gunawan Pamudji; Hastuti, Nita; Herowati, Rina
Health Information : Jurnal Penelitian Vol 14 No 2 (2022): Juli-Desember
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36990/hijp.v14i2.719

Abstract

Daun kelor (Moringa Oleifera Lamk) telah banyak digunakan sebagai terapi alternatif untuk diabetes melitus, didukung oleh bukti ilmiah. Namun, efek daun kelor pada neuropati diabetes belum diteliti. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui waktu terjadinya neuropati diabetik dan aktivitas neuroprotektif ekstrak daun kelor terhadap induksi streptozotocin-nicotinamide (STZ-NA). STZ-NA diinduksi intra peritoneal selama tiga hari untuk mendapatkan kondisi hiperglikemik pada tikus, sedangkan pengurangan jumlah makanan pada hewan uji dilakukan untuk mendapatkan kekurangan nutrisi yang akan mempercepat terjadinya neuropati diabetes. Injeksi intra peritoneal 65 mg/kg bb STZ dan 150 mg/kg bb NA dilakukan dan diamati sampai terjadi neuropati diabetik. Ekstrak etanol daun kelor diberikan secara oral setelah hewan uji mengalami neuropati diabetik pada hari ke-28 dengan dosis 50.100 dan 150 mg/kg bb. Glibenclamide, Vitamin B6, Glibenclamide + vitamin B6 digunakan sebagai kontrol obat. Akibatnya, kekurangan nutrisi dapat mempercepat terjadinya neuropati diabetik. Ekstrak etanol daun kelor dosis 100, 150 mg/kg bb memberikan aktivitas yang lebih baik dari glibenclamide, tetapi tidak lebih baik dari glibenclamide + vitamin B6. Neuropati diabetik pada tikus malnutrisi terjadi pada hari ke 28 setelah induksi STZ-NA. Dosis paling ampuh dari ekstrak etanol daun kelor yang akan dikembangkan sebagai neuroprotektor adalah dosis 150 mg / kg bb.
EQ-5D-5L untuk Pengukuran Biaya dan Indeks Utilitas pada Pasien Gagal Ginjal Kronik dengan Hemodialisis Sinaga, Clara Ritawany; Widodo, Gunawan Pamudji; Andayani, Tri Murti
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 14, No 2 (2023): April 2023
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf14210

Abstract

Treatment of chronic kidney failure requires a large amount of money, especially if the patient has complications, so cost analysis and utility index measurements are needed. This study aimed to determine the effect of complications on cost and utility index in patients with chronic kidney failure on hemodialysis. This research was an observational study that applied a cross-sectional design from the perspective of the service provider. The subjects of the study were 76 outpatients with chronic kidney failure who underwent hemodialysis at the Hemodialysis Unit at the Abdoel Wahab Sjahranie Regional General Hospital, Samarinda from October to November 2020. Complication data were obtained from medical records, financing data were obtained from the finance department, and data on complications the utility index were obtained through direct interviews with patients using the EQ-5D-5L questionnaire. Data were analyzed using the Kruskal-Wallis test. The results of the research showed that the real cost for one month was Rp. 972,540,696 with an average cost of Rp. 12,796,588±120,241. Meanwhile, the real cost per episode of hemodialysis was Rp. 119,582,312 with an average cost of IDR 1,573,451 ± 77,506. The patient utility index was 0.645±0.210. The p-value for the impact of complications on the utility index was 0.012 (<0.05), while the p-value for the impact of complications on costs was 0.095 (>0.05). Thus it could be concluded that complications in chronic renal failure patients had an impact on the utility index.Keywords: chronic kidney failure; hemodialysis; complications; utility index ABSTRAK Penanganan gagal ginjal kronis membutuhkan biaya yang besar, terutama apabila pasien mengalami komplikasi, sehingga diperlukan analisis biaya dan pengukuran indeks utilitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh komplikasi terhadap biaya dan indeks utilitas pada pasien dengan gagal ginjal kronis dengan hemodialisis. Penelitian ini merupakan studi observasional yang menerapkan rancangan cross-sectional menurut perspektif pemberi layanan. Subyek penelitian adalah 76 pasien rawat jalan dengan gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisis di Unit Hemodialisis Rumah Sakit Umum Daerah Abdoel Wahab Sjahranie, Samarinda pada bulan Oktober sampai November 2020. Data komplikasi diperoleh dari rekam medik, data pembiayaan di peroleh dari bagian keuangan, dan data indeks utilitas diperoleh melalui wawancara secara langsung dengan pasien menggunakan kuesioner EQ-5D-5L. Data dianalisis menggunakan uji Kruskal-Wallis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biaya riil selama satu bulan adalah Rp. 972.540.696 dengan biaya rata-rata Rp. 12.796.588±120.241. Sedangkan biaya riil per episode hemodialisis adalah Rp. 119.582.312 dengan biaya rata-rata Rp.1.573.451±77.506. Indeks utilitas pasien adalah 0,645±0,210. Nilai p untuk dampak komplikasi terhadap indeks utilitas adalah 0,012 (<0,05), sedangkan nilai p untuk dampak komplikasi terhadap biaya adalah 0,095 (>0,05). Dengan demikian bisa disimpulkan bahwa komplikasi pada pasien gagal ginjal kronis berdampak pada indeks utilitas.Kata kunci: gagal ginjal kronis; hemodialisis; komplikasi; indeks utilitas 
Test on the effectiveness of the utilization of binahong leaf extract (Anredera cordifolia (Ten.) Steenis) as an anti-aging cream Theedens, Maria Theodora; Widodo, Gunawan Pamudji; Astuti, Santi Dwi
Journal of Health Management and Pharmacy Exploration Vol. 2 No. 2 (2024): August 2024
Publisher : Surya Hijau Manfaat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52465/johmpe.v2i2.445

Abstract

Binahong leaves (Anredera cordifolia (Ten.) Steenis) contain flavonoids, essential oils, saponins, alkaloids and steroids/terpenoids. Antioxidant compounds derived from flavonoid function as protection for the skin from direct exposure to sunlight. This research was conducted to determine the stability and physical quality characteristics of the binahong leaf extract cream preparation and the effectiveness of binahong leaf extract as an anti-aging agent. Binahong leaf powder was extracted using the maceration method using 96% ethanol solvent. Formulations of binahong leaf ethanol extract is based on a concentration ratio of 3% (F1), 5% (F2) and 10% (F3). The resulting cream is of the vanishing cream (O/A) type. The irritation test was carried out on the back of a rabbit test animal which had first been shaved. Testing the effectiveness of anti-aging cream on the skin was experimental, by inducing UV-A light using light from the Exoterra® daylight basking spot and followed by skin analysis of anti-aging parameters (moisture, skin elasticity and percentage (%) of collagen) using the Skin tool Analyzer EH-900U. Analysis used the paired t-Test, one way ANOVA and Tukey test methods to examine the comparative effectiveness of treatments F1, F2 and F3 as anti-aging creams. The results of the research show that the average stability and physical quality of all anti-aging cream preparations of binahong leaf extract (Anredera cordifolia (Ten.) Steenis) have good results and fall within the established standard requirements. The concentration of binahong leaf extract which has the greatest influence on anti-aging effectiveness of F3 (10%), has the best effect compared to other formulas which is characterized by an increase in the parameters of moisture is 19,05%, elasticity is 27,17% and percent (%) collagen is 20,77%.
Aktivitas Antiasma Nigella sativa L. Dan Amomum cardamomum Terhadap Otot Polos Bronkus, Epitel Bronkiolus, Jumlah Sel Mast, Eosinophil Mencit Asma Gunawan Firmansyah; Gunawan Pamudji Widodo; Tri Wijayanti
Jurnal Ilmu Farmasi dan Farmasi Klinik No 1 (2024): JIFFK Special Edition Suppl. 2
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/jiffk.v2i1.9438

Abstract

Asthma is a chronic respiratory inflammation that limits expiratory air flow. Black cumin reduces the infiltration of inflammatory cells in the respiratory tract comparable to class III antihistamines, cardamom suppresses the formation of a Th2 immune response and has the potential to be therapeutic for allergic asthma. This study aims to determine the profile of black cumin & cardamom essential oils using GC-MS, the effect of the combination of black cumin & cardamom in reducing the thickness of bronchial smooth muscle, bronchiolar epithelium, number of mast cells, and eosinophils in asthmatic mice. This research is an experimental Post-test Only Control Group Design, creating an OVA-induced asthma test animal model of 30 Balb/C mice divided into 6 normal groups (N), asthma control (N-), positive control (P+) and 3 treatment groups with dose variations (K1, K2, K3). Day 7 desensitization OVA 10μg+1 mg Al(OH)3 0.5mL NaCl intraperitoneally, day 14 re-desensitization OVA 20μg+2 mg Al(OH)3 1 mL NaCl. On the 21st, 23rd and 25th days, 1% OVA was inhaled. Days 26 to 39 (K1), (K2), (K3) were given a combination of black cumin oil & cardamom. On the 40th day, histopathology was terminated. The results of the study showed that in 3 groups of dose variations with (P+) the thickness of bronchial smooth muscle, bronchiolar epithelium, mast cells and eosinophils was significantly greater (p>0.05), meaning that there was no statistically significant difference as an anti-asthma, the combination of black cumin & cardamom was proven. reducing the thickness of bronchial smooth muscle, bronchiolar epithelium, number of mast cells and eosinophils in asthmatic mice with optimal doses of a combination of black cumin oil and cardamom oil in a ratio of 75:25 (K2) showed better antiasthmatic potential, compared to K1 (50:50) and K3 (25 :75).
Pengaruh Interaksi Simvastatin dan Perasan Buah Jeruk Bali (Citrus maxima Merr.) Terhadap Efek Antikolesterol Mencit Jantan Humaidah, Daffa; Widodo, Gunawan Pamudji; Widyasti, Jena Hayu
Jurnal Farmasi & Sains Indonesia Vol 5 No 2 (2022)
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Nusaputera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52216/jfsi.vol5no2p7-13

Abstract

Consumption of drugs together with herbal medicine at the same time can affect its efficacy. Cholesterol can be treated with simvastatin and herbal medicine such as grapefruit (Citrus maxima Merr.) which contains phenols and flavonoids as anticholesterol and furanocoumarins. This study aims to determine whether the consumption of simvastatin and grapefruit together will affect the anticholesterol effect. Male mice of 35 Swiss strains were divided into 7 groups, each consisting of 5 mice. Without treatment, negative control Na-CMC 0.5%, positive control I simvastatin 5.2 mg/kgBW mice, positive control II grapefruit juice 26 mL/kgBW mice, interaction I, II and III simvastatin 5.2 mg/ kgBW of mice and grapefruit juice were 13 mL/kgBW, 19.5 mL/kgBW, and 26 mL/kgBW of mice, respectively. All groups except without treatment were given a high-fat diet consisting of lard, duck egg yolk, and chicken liver and were induced with 0.1% propylthiouracil solution for 28 days before treatment. Total cholesterol levels were measured after 28 days of induction and 35 and 42 days after treatment. The interaction of simvastatin and grapefruit juice can affect the anticholesterol effect in the form of increasing the effect of reducing total cholesterol levels in the blood of mice. The effective interaction dose was the interaction dose I (simvastatin 5.2 mg/kg BW of mice and grapefruit juice 13 mL/kg BW of mice) which had an anticholesterol effect compared to the single dose group of simvastatin and grapefruit juice.
Efectiveness of kenitu leaf extract (chyrysophyllum cainito l.) on bone density and histopathology osteoblast-osteoklast in female mice Pare, Nurdiana Tandi; Widodo, Gunawan Pamudji; Iswandi, Iswandi
Science Midwifery Vol 13 No 2 (2025): June: Health Sciences and related fields
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/midwifery.v13i2.1950

Abstract

Osteoporosis is a systemic bone disease characterized by a decrease in bone density and deterioration of bone microarchitecture so that bones become brittle and break easily. Osteoporosis due to long-term use of glucocorticoids causes osteoporosis. There is a lot of clinical evidence about the role of phytoestrogens in the treatment of osteoporosis. Kenitu (Chrysophyllum cainito) contains isoflavone phytoestrogen compounds. The aim of this research was to determine the anti-osteoporosis effect of ethanol extract of kenitu leaves (Chrysophyllum cainito L.), by looking at the increase in bone density as well as the number of osteoblast cells and the number of osteoclast cells in the femur trabecular bone of female mice induced by dexamethasone. In this study, 49 female mice were grouped into 7 groups, namely normal control, negative control, positive control with cabone naturindo, and groups treated using 70% ethanol extract of kenitu leaves with varying doses of 100 mg/kg BW, 200 mg/kg BW, 400 mg/kg BW and 800 mg/kg BW. An increase in femur trabecular bone density, the number of osteoblast cells and the number of osteoclast cells were observed using the Histomorphometry method. The results showed that the ethanol extract of kenitu leaves has anti-osteoporosis activity. The ethanol extract of kenitu leaves has a dose of 400 mg/kg BW which is the optimal dose as anti-osteoporosis which is indicated by an increase in bone density, an increase in the number of osteoblast cells and a decrease in the number of osteoclast cells.
Identifikasi Senyawa Metabolit Sekunder pada Ekstrak dan Fraksi Ekstrak Daun Kelor (Moringa oleifera) dengan Metode Kromatografi Lapis Tipis (KLT) Khairi, Widayatul; Widodo, Gunawan Pamudji; Harmastuti, Nuraini; Safwan, Safwan; Wahid, Abdul Rahman; Hendriyani, Irmatika; Ittiqo, Dzun Haryadi
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 6, No 2 (2025): Juli
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/lf.v6i2.30257

Abstract

AbstrakMoringa oleifera yang dikenal di Indonesia dengan nama kelor dan dikatakan sebagai “the miracle tree” atau pohon ajaib karena secara alamiah sebagai sumber gizi dan obat.Komponenekstrak daun kelor yang ditemukan memiliki golongan flavonoid. Sebagai antioksidan, antidiabetes, antiinflamasi, dan antimikroba, senyawa ini memiliki gugus -OH yang terikat pada cincin benzena. Tujuannya adalah untuk mengidentifikasi senyawa metabolit sekunder pada daun kelor. Ini akan dilakukan dengan menggunakan teknik kromatografi lapis tipis (KLT). Hasil ekstrak dan fraksi daun kelor, termasuk air, etil asetat, dan n-heksan, terdapat senyawa flavonoid, tanin, alkaloid, dan saponin pada fraksi etil asetat sedangkan pada ekstrak dan fraksi air terdapat senyawa tanin, pada fraksi n-heksan terdapat senyawa steroid. Kesimpulan terdapat senyawa metabolit sekunder pada daun kelor (Moringa oleifera).AbstractMoringa oleifera, known in Indonesia as "kelor," is referred to as “the miracle tree” due to its natural nutritional and medicinal properties. The components found in the Moringa leaf extract belong to the flavonoid group. As antioxidants, antidiabetic, anti-inflammatory, and antimicrobial agents, these compounds contain -OH groups attached to a benzene ring. The aim is to identify the secondary metabolites present in Moringa leaves using thin-layer chromatography (TLC) techniques. The study includes extracts and fractions of Moringa leaves, specifically water, ethyl acetate, and n-hexane, showed the presence of flavonoids, tannins, alkaloids, and saponins in the ethyl acetate fraction, while tannins were found in both the extract and water fraction. Additionally, steroids were detected in the n-hexane fraction. In conclusion, Moringa oleifera leaves contain secondary metabolites.
Co-Authors Abdul Mahmud Yumassik abdul rofiq Achmad Fudholi Achmad Fudholi Ade Sukma Hamdani Adrianto, Madyo Agnes Christina Budiwati Agung Endro Nugroho Agung Endro Nugroho Agung Endro Nugroho Andayani, Tri Murti Aneng Ardiya Sukmawanti Anggun Setya Wibawa, Anggun Setya Arief Nurrochmad arikha ayu susilowati Arisma Nuri Pebryana Aslam, Astri Asri Laksmi Riani Asri Laksmi Riani Astri Aslam Aswandi Aswandi Ayu Wulandari Ayudia Cipta Khairani BETA K. PRAMUDYAWARDHANI Chairun Wiedyaningsih Chandra Arifin Clara Ritawany Sinaga Dan Mona Aprilia Daniel Maharai Daniel Maharai Dedent Eka Bimmaharyanto.s Dewi, Lucia VIta Inandha Dian Marlina Dini Okyaviani Dwi Ningsih Eko Yudha Prasetyo Elin Yulinah Sukandar Elina Endang Sulistyowati Endang Diyah Endang Diyah Endang Dyah Ikasari endey, joverly Ercis Ercis Ercis, Ercis Fauziyyah Al Hasanah Fendy Prasetyawan FEOLISTIN MIENCE POBAS Ferdinan Jalung Ferdinan Jalung Fitrianingsih, Sri Fridly Manawan Gunawan Firmansyah Gusti Ayu Rai Saputri Handayani, Sri Rejeki Handi Mukti Fahrizal Handi Mukti Fahrizal Haris Maspekeh Hartih, Nur Aeni Hartono Hartono Hasbrianti, Armayanti Rindiarko Hastuti, Nita Hasty Martha Wijaya Hierowat, Rina Humaidah, Daffa I Ketut Adnyana Ika Purwidyaningrum INDRAWATI FITRIANA Irmatika Hendriyani Islamiati , Utami Ismi Rahmawati Isna Nur Khasanah Iswandi Iswandi Iswandi Iswandi Ittiqo, Dzun Haryadi Iwan Yuwindry Jason Merari Peranginangin Junagsti Bermalam Kartini Nur Wulandari Latief, Aprilianti A. Lestari, Rizkia Putri Madyo Adrianto Madyo Adrianto Mamik Ponco Rahayu MARIA E.D.O. HUREK MAKING MARIA YANGSYE LENGGU Marlina, Dian Milda Rianty Lakoan Milda Rianty Lakoan Muhamad Aulia Putra Tawakal Muhammad Syukri Mukti, Yusuf Anggoro Naha Ndjurumbaha, Echa Malinda Noval Noval Noval Noval Nugroho , Agung Endro Nugroho Wisnu Putro Nur Aeni Hartih Nuraini Harmastuti NURAINI HARMASTUTI Nuraini Harmastuti Oetari Oetari Oetari Oetari Pare, Nurdiana Tandi Poppy Dwi Citra Jaluri Purwidyaningrum, Ika Ika Puspitasari, Ismi R, Herowati R., Wirdah Wati R.A. Oetari R.A. Oetari R.A. Oetari, R.A. Rahmadani . Rahmawati, Ismi Ranowijaya Ranowijaya Recky Patala Rika Arfiana Safitri Risny Oklyan Rosa Juwita Hesturini Ruly Anggrayni Safwan Safwan, Safwan Santi Dwi Astuti Satibi Satibi . Satibi Satibi Satibi Satibi Satibi Satibi Siswanto, Didik Sri Fitrianingsih Srini, Dwi Sukoharjanti, Bintari Tri Sukrasno Sukrasno Suryono Suryono Teodhora, Teodhora Teuku Nanda Saifullah Sulaiman Theedens, Maria Theodora Toding, Ficanata Adhiguna Tri Murti Andayani Tri Murti Andayani Tri Wijayanti Tri Wijayanti Valiandri Puspadina Wahdah, Rismaul Wahid, Abdul Rahman Widayatul Khairi Widia Wati Widyasti, Jena Hayu Windi Astuti Wirdah Wati R. Yeli Trimayanti Yul Mariyah Yuwindry, Iwan Zamzani, Irfan