p-Index From 2021 - 2026
8.952
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan e-Jurnal Perspektif Ekonomi dan Pembangunan Daerah Jurnal Sendratasik El-HARAKAH : Jurnal Budaya Islam Pendidikan Ekonomi Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Jurnal Promosi Pendidikan Ekonomi Agrokreatif Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Jurnal Pengabdian UntukMu NegeRI AGRIKAN Jurnal Ilmiah Agribisnis dan Perikanan Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia Techne : Jurnal Ilmiah Elektroteknika Journal Of Holistic Nursing Science JURNAL AGRIBISAINS Logista: Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Hilirisasi IPTEKS (JHI) Jurnal Pendidikan Jurnal Literasiologi Satwika : Kajian Ilmu Budaya dan Perubahan Sosial EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Menara Ilmu GERAM (GERAKAN AKTIF MENULIS) Al Ahkam Politea : Jurnal Politik Islam FOKUS : Kajian Bimbingan dan Konseling dalam Pendidikan Journal of Islamic Law International Journal of Computer and Information System (IJCIS) Nusantara Hasana Journal Kutubkhanah Jurnal Penelitian Sosial Keagamaan Shautuna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Perbandingan Mazhab Jurnal Bina Komputer Sajak: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Sastra, Bahasa, dan Pendidikan Langgam International Journal of Social Science Education, Art and Culture Jurnal Akuntansi, Manajemen dan Perbankan Syariah Jurnal Pembangunan Perikanan dan Agribisnis ANTHOR: Education and Learning Journal SEUNEUBOK LADA: Jurnal ilmu-ilmu Sejarah, Sosial, Budaya dan Kependidikan Jurnal Ilmiah Teknik Informatika dan Komunikasi Innovative: Journal Of Social Science Research Madani: Multidisciplinary Scientific Journal JPLED Consensus : Jurnal Ilmu Hukum Solo International Collaboration and Publication of Social Sciences and Humanities Journal of Socio Economics on Tropical Agriculture (Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian Tropis) (JOSETA) Neraca Manajemen, Akuntansi, dan Ekonomi Jurnal Multidisiplin Indonesia Unizar Recht Journal International Journal of Sustainable Building, Infrastructure and Environment Jurnal Kewirausahaan dan Bisnis Jurnal Sains Materi Indonesia TADIB: Jurnal Pendidikan Agama Islam Journal on Pustaka Cendekia Informatika PESHUM ANTHOR: Education and Learning Journal CHI JOURNAL OF Community Health Issues Business Management and Entrepreneurship Journal
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Pemetaan Komoditi Unggulan Sektor Pertanian di Provinsi Sumatera Barat Nova Suryani; Cipta Budiman; Rian Hidayat
Journal of Socio-economics on Tropical Agriculture (Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian Tropis) (JOSETA) Vol 1, No 2 (2019): August
Publisher : UNIVERSITAS ANDALAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/joseta.v1i2.152

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui Kabupaten/Kota yang basis terhadap sektor pertanian di Provinsi Sumatera Barat serta mengetahui komoditi unggulan masing-masing Kabupaten/Kota di Provinsi Sumatera Barat. Metode analisis yang digunakan adalah metode deskripstif kuantitatif dengan  menggunakan analisis  Location Quotient  (LQ)  dan  shift-share  analisis  (SSA)  untuk  mengetahui  Kabupaten/Kota  yang  basis  terhadap  sektor pertanian  serta  mengetahui  komoditi  unggulan  masing-masing  Kabupaten/Kota  yang  basis  terhadap  sektor pertanian. Hasil analisis menunjukkan bahwa dari 19 Kabupaten/Kota di Sumatera Barat   terdapat 11 Kabupaten yang basis terhadap sektor pertanian yang kemudian dapat diketahui komodi unggulan masing-masing Kabupaten. Komoditi yang masuk dalam prioritas utama di Kabupaten Kepulauan Mentawai adalah Jambu biji dan nangka. Kabupaten Pesisir Selatan yaitu jagung, belimbing, jengkol, gambir dan kelapa sawit. Kabupaten Solok adalah ubi jalar, alpokat, kayu manis dan cengkeh. Kabupaten Sijunjung adalah durian, duku, rambutan, manggis, nangka, dan pinang. Kabupaten Tanah Datar adalah ubi jalar, kayu manis dan cengkeh. Kabupaten Agam adalah jeruk, durian dan pinang. Kabupaten Lima puluh adalah cabe  merah,  kacang panjang, jeruk, rambutan,  sirsak dan pinang. Kabupaten Pasaman adalah sawo, belimbing, manggis, dan salak. Kabupaten Solok Selatan adalah jagung, cabe rawit, jambu air, dan kelapa sawit. Kabupaten Dharmasraya adalah pisang dan sawo. Kabupaten Pasaman Barat adalah  mangga,  jambu  biji,  salak,  dan  kelapa  sawit.  Sehingga  Pemerintah  Provinsi  Sumatera  Barat,  perlu menetapkan kebijakan dalam pembangunan dan pengembangan sektor perekonomian daerah yang mengacu pada sektor basis pada masing-masing Kabupaten dan Kota di Provinsi Sumatera Barat, terutama pada sektor pertanian yang menjadi sektor basis dan penyumbang sebagian besar pendapatan daerah pada Kabupatem dan Kota di Sumatera Barat.Kata Kunci: sektor pertanian, sektor basis, komoditi unggulanThis study aims to determine the district / city base on the agricultural sector in West Sumatra Province and find out the superior commodities of each regency / city in West Sumatra Province. The analytical method used is descriptive quantitative method using Location Quotient (LQ) and shift-share analysis (SSA) to find out the Regency / City base on the agricultural sector and know the superior commodities of each Regency / City based on the agricultural sector. The results of the analysis show that from 19 regencies / cities in West Sumatra there are 11 districts which are based on the agricultural sector which can then be identified as superior commodities in each district. Commodities included in the main priority in the Mentawai Islands Regency are Guava and Jackfruit. Pesisir Selatan Regency is corn, star fruit, jengkol, gambier and oil palm. Solok Regency is sweet potato, avocado, cinnamon and clove. Sijunjung Regency is durian, duku, rambutan, mangosteen, jackfruit and areca nut. Tanah Datar Regency is sweet potato, cinnamon and cloves. Agam Regency is oranges, durian and areca nut. Limay Regency is red chili, long beans, oranges, rambutan, soursop and areca nut. Pasaman Regency is sapodilla, star fruit, mangosteen, and salak. South Solok Regency is corn, cayenne, water guava, and oil palm. Dharmasraya Regency is banana and sapodilla. West Pasaman Regency is mango, guava, zalacca, and oil palm. So that the West Sumatra Provincial Government needs to establish policies in the development and development of the regional economic sector which refers to the sector basis in each Regency and City in West Sumatra Province, especially in the agricultural sector which is the base sector and contributes most of the regional income to Regency and City in West Sumatra.Keywords: agriculture sector, base sector, superior commodity
Analisis Nilai Tambah dan Profitabilitas Usaha Tahu Alami Di Kecamatan Koto Tangah Kota Padang Nurul Azmita; Vonny Indah Mutiara; Rian Hidayat
Journal of Socio-economics on Tropical Agriculture (Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian Tropis) (JOSETA) Vol 1, No 3 (2019): December
Publisher : UNIVERSITAS ANDALAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/joseta.v1i3.179

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pengolahan kedelai menjadi tahu dan untuk mengetahui nilai tambah serta distribusi dari nilai tambah tersebut dan profitabilitas dari kegiatan produksi tahu yang diproduksi oleh Usaha Tahu Alami. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus, dan analisis data dalam penelitian ini adalah kuantitatif. Untuk menjelaskan mengenai nilai tambah usaha, metode analisis yang digunakan adalah metode nilai tambah Hayami. Hasil analisis tersebut menunjukkan bahwa nilai tambah yang dihasilkan dari kegiatan produksi tahu di Usaha Tahu Alami tergolong tinggi. Nilai tambah yang dihasilkan yaitu sebesar Rp 9.104 per kilogram bahan baku kedelai dengan rasio nilai tambah sebesar 50,58 persen. Margin yang dihasilkan yaitu sebesar Rp 10.600 dan kemudian didistribusikan untuk pendapatan tenaga kerja sebanyak 32,7 persen, untuk sumbangan input lain sebesar 14,11 persen dan untuk keuntungan usaha sebesar 53,19 persen. Profitabilitas yang dihasilkan adalah 27 persen yang menunjukkan bahwa dari kegiatan produksi tahu periode Juli 2019, Usaha Tahu Alami mampu menghasilkan keuntungan sebesar 27 persen. Berdasarkan hasil tersebut, dapat direkomendasikan kepada Usaha Tahu Alami agar tetap mempertahankan usahanya, karena nilai tambah yang dihasilkan tergolong tinggi dan mampu memberikan keuntungan dari kegiatan produksi tersebut.Kata kunci : nilai tambah, profitabilitas, tahuThis research aims to know the process of the processing the soybean into a tofu and to find out the value added and to examine the distribution of the value added and the profitability of the tofu production in Usaha Tahu Alami. The research used case study method, and the data were analyzed quantitatively. In order to obtain the value added, data were analyzed using Hayami method. The result shows that the value added generated by Usaha Tahu Alami was high. Based on the analysis, the study found the value added tofu was IDR 9,104,- per kilogram of raw material and the ratio of value added was 50.58 percent. The margin was obtained IDR 10,600 and was distributed for labour income of 32.7 percent, for other current input of 14.11 percent and for company profit of 53.19 percent. The profitability of Usaha Tahu Alami was 27 percent, this shows that tofu production in July 2019, Usaha Tahu Alami able to make profit of 27 percent. Based on the findings the company should maintain its performance. Keywords : value added, profitability, tofu
Analisis Faktor-faktor yang Mempengaruhi Produksi Kopi Bubuk di Nagari Koto Tuo Kecamatan Sungai Tarab Kabupaten Tanah Datar Ninda Novita; Nofialdi Nofialdi; Rian Hidayat
Journal of Socio-economics on Tropical Agriculture (Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian Tropis) (JOSETA) Vol 3, No 2 (2021): August
Publisher : UNIVERSITAS ANDALAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/joseta.v3i2.414

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mendeskripsikan usaha agroindustri kopibubuk di Nagari Koto Tuo, Kecamatan Sungai Tarab, Kabupaten Tanah Datar (2)Mengetahui pengaruh faktor-faktor produksi kopi bubuk di Nagari Koto Tuo,Kecamatan Sungai Tarab, Kabupaten Tanah Datar. Penelitian ini dilakukan diNagari Koto Tuo Kecamatan Sungai Tarab Kabupaten Tanah Datar. Pemilihanlokasi penelitian dilakukan dengan cara Purposive Sampling. Metode penelitianyang digunakan adalah metode kuantitatif dengan menggunakan amalisis regresilinearBerganda.Hasilpenelitianmenunjukkanbahwafaktor-faktoryangmempengaruhi produksi kopi bubuk adalah biji kopi, mesin roasting, kayu bakardantenagakerja.Sedangkanfaktoryangsecarasignifikanmempengaruhiproduksi kopi bubuk adalah bahan baku kopi. Fungsi produksi kopi bubuk diNagariKotoTuoberadadalamkeadaanskalahasilyangnaikdengannilaikoefisienregresi sebesar1,157.
Analisis Peran Modal Sosial Dalam Pengembalian Kredit di LKM-A Pincuran Bonjo Kelurahan Padang Alai Bodi Kecamatan Payakumbuh Timur Kota Payakumbuh Provinsi Sumatera Barat Utari Puspita Sari; Rian Hidayat
Journal of Socio-economics on Tropical Agriculture (Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian Tropis) (JOSETA) Vol 4, No 1 (2022): April
Publisher : UNIVERSITAS ANDALAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/joseta.v4i1.439

Abstract

Lembaga Keuangan Mikro Agribisnis (LKMA) adalah lembaga keuangan milik petani dan dikelola oleh petani, sebagai salah satu alternatif membantu petani dalam memudahkan akses ke sumber modal. Pembiayaan LKMA fokus untuk pengembangan usaha produktif sektor pertanian dari dana Pengembangan Usaha Agribisnis Pedesaan (PUAP). Salah satu LKMA yang menerima dana PUAP adalah LKMA Pincuran Bonjo. Dilihat dari prestasi yangtelah didapatkan oleh LKMA Pincuran Bonjo, serta LKMA ini juga dapat bertahan hingga saat ini, disaat banyak pula LKMA yang tidak dapat mengelola dana PUAP dengan baik hingga tidak dapat bertahan. Namun dalam pengelolaan dana PUAP yang dipinjamkan kepada para anggota LKMA, masih ada pinjaman yang macet dalam pengembaliannya. Maka penelitian ini bertujuan untuk melihat peran modal sosial dalam pengembalian kredit di LKMA Pincuran Bonjo. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kuantitatif. Untuk menentukan responden dipilih dengan simple random sampling yang dilakukan dengan undian dengan jumlah sampel sebanyak 30 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Berdasarkan uji T diketahui bahwa variabel nilai-nilai (X5) dan variabel tindakan proaktif (X6) memberikan peran positif secara parsial terhadap kelancaran pengembalian kredit (Y) di LKMA Pincuran Bonjo. Sedangkan jika dilihat dari nilai R Square diketahui bahwa variabel-variabel modal sosial mampu menjelaskan perubahan variabel dependent sebesar 88,3%. Disarankan kepada pihak LKMA Pincuran Bonjo untuk dapat meningkatkan modal sosial sesama anggota, juga agar LKMA dapat menjalin kerjasama dengan pihak-pihak lain yang bisa membantu perkembangan dan kemajuan LKMA Pincuran Bonjo.
Analisis Tataniaga Bawang Putih (Allium sativum L.) di Kecamatan Salayo Tanang Bukik Silih Kecamatan Lembang Jaya Kabupaten Solok Indah Sari; Yusri Usman; Rian Hidayat
Journal of Socio-economics on Tropical Agriculture (Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian Tropis) (JOSETA) Vol 4, No 2 (2022): August
Publisher : UNIVERSITAS ANDALAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/joseta.v4i2.441

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan saluran tataniaga, fungsi-fungsi tataniaga bawang putih (2) menganalisis margin tataniaga, bagian yang diterima masing-masing lembaga, dan efisiensi tataniaga bawang putih di Nagari Salayo Tanang Bukik Sileh Kecamatan Lembang Jaya Kabupaten Solok. Penelitian ini dilaksanakan dengan metode survei dengan teknik pengambilan sampel secara sengaja (purposive), dimana sampel terdiri atas petani, pedagang pengumpul, pedagang antar daerah, dan pedagang pengecer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada dua kelompok saluran tataniaga, kelompok 1; saluran I: petani - pedagang pengumpul (gudang pembibitan) - konsumen bibit, kelompok 2 ; saluran II : petani - pedagang pengumpul - pedagang antar daerah - pedagang pengecer - konsumen akhir, saluran III : petani - pedagang antar daerah - pedagang pengecer - konsumen akhir, saluran IV : petani - pedagang pengecer -konsumen akhir. Fungsi tataniaga yang dilakukan oleh petani dan lembaga tataniaga bawang putih yaitu fungsi pertukaran, fungsi fisik, dan fungsi fasilitas. Margin tataniaga pada saluran tataniaga kelompok 1 (saluran I) sebesar Rp 49.000,00. Pada saluran tataniaga kelompok 2, saluran IV yang memiliki margin tataniaga paling kecil. Berdasarkan analisis farmer’s share, bagian yang diterima petani pada pola saluran tataniaga kelompok 1 (saluran I) adalah 18,33%. Pada saluran tataniaga kelompok 2, yang lebih menguntungkan bagi petani bawang putih adalah saluran IV. Berdasarkanefisiensi tataniaga, saluran tataniaga kelompok I (saluran I) memiliki persentase EP sebesar 9,38 %. Saluran tataniaga kelompok II, saluran II merupakan saluran yang paling efisien.
Strategi Pengembangan Usaha Kecil Kafe Kopmil Ijo di Kecamatan Payakumbuh Barat Kota Payakumbuh Provinsi Sumatera Barat Debby Okti Maharani; Yonariza Yonariza; Rian Hidayat
Journal of Socio-economics on Tropical Agriculture (Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian Tropis) (JOSETA) Vol 3, No 3 (2021): December
Publisher : UNIVERSITAS ANDALAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/joseta.v3i3.428

Abstract

Jumlah UKM di Kota Payakumbuh selalu mengalami peningkatan sehingga membuat tingginya tingkat persaingan. Hal tersebut mengharuskan UMKM mengambil keputusan yang tepat dalam meraih pangsa pasar dan mengembangkan usahanya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis lingkungan strategis internal dan eksternal dalam pengembangan usaha Kafe Kopmil Ijo dan merumuskan strategi pengembangan usaha yang dapat diterapkan oleh Kafe Kopmil Ijo. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan metode studi kasus. Analisis data penelitian ini bersifat kualitatif dan kuantitatif. Analisis deskriptif kualitatif untuk mengetahui lingkungan perusahaan baik lingkungan internal maupun lingkungan eksternal. Sedangkan analisis kuantitatif digunakan pada matriks IFE dan EFE, matriks SWOT dan Matriks QSPM. Tujuan dari pengembangan yang ingin dicapai adalah untuk meningkatkan pendapatan dan bertahan pada tingkat persaingan yang tinggi. Dirumuskan beberapa strategi untuk mencapai tujuan sebagai berikut:  (1) Meningkatkan  kualitas pelayanan  (2) Melakukan  pengembangan  lokasi usaha (3) Pengembangan produk (4) Meningkatkan  inovasi usaha. Strategi terbaik yang harus dilakukan saat ini berdasarkan hasil analisis yaitu Kafe Kopmil Ijo disarankan untuk menggunakan strategi penetrasi pasar
Analisis Faktor-faktor yang Mempengaruhi Produksi Kopi Bubuk di Nagari Koto Tuo Kecamatan Sungai Tarab Kabupaten Tanah Datar Ninda Novita; Nofialdi Nofialdi; Rian Hidayat
Journal of Socio-economics on Tropical Agriculture Vol. 3 No. 2 (2021): August
Publisher : UNIVERSITAS ANDALAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/joseta.v3i2.414

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mendeskripsikan usaha agroindustri kopibubuk di Nagari Koto Tuo, Kecamatan Sungai Tarab, Kabupaten Tanah Datar (2)Mengetahui pengaruh faktor-faktor produksi kopi bubuk di Nagari Koto Tuo,Kecamatan Sungai Tarab, Kabupaten Tanah Datar. Penelitian ini dilakukan diNagari Koto Tuo Kecamatan Sungai Tarab Kabupaten Tanah Datar. Pemilihanlokasi penelitian dilakukan dengan cara Purposive Sampling. Metode penelitianyang digunakan adalah metode kuantitatif dengan menggunakan amalisis regresilinearBerganda.Hasilpenelitianmenunjukkanbahwafaktor-faktoryangmempengaruhi produksi kopi bubuk adalah biji kopi, mesin roasting, kayu bakardantenagakerja.Sedangkanfaktoryangsecarasignifikanmempengaruhiproduksi kopi bubuk adalah bahan baku kopi. Fungsi produksi kopi bubuk diNagariKotoTuoberadadalamkeadaanskalahasilyangnaikdengannilaikoefisienregresi sebesar1,157.
Strategi Pengembangan Usaha Kecil Kafe Kopmil Ijo di Kecamatan Payakumbuh Barat Kota Payakumbuh Provinsi Sumatera Barat Debby Okti Maharani; Yonariza Yonariza; Rian Hidayat
Journal of Socio-economics on Tropical Agriculture Vol. 3 No. 3 (2021): December
Publisher : UNIVERSITAS ANDALAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/joseta.v3i3.428

Abstract

Jumlah UKM di Kota Payakumbuh selalu mengalami peningkatan sehingga membuat tingginya tingkat persaingan. Hal tersebut mengharuskan UMKM mengambil keputusan yang tepat dalam meraih pangsa pasar dan mengembangkan usahanya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis lingkungan strategis internal dan eksternal dalam pengembangan usaha Kafe Kopmil Ijo dan merumuskan strategi pengembangan usaha yang dapat diterapkan oleh Kafe Kopmil Ijo. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan metode studi kasus. Analisis data penelitian ini bersifat kualitatif dan kuantitatif. Analisis deskriptif kualitatif untuk mengetahui lingkungan perusahaan baik lingkungan internal maupun lingkungan eksternal. Sedangkan analisis kuantitatif digunakan pada matriks IFE dan EFE, matriks SWOT dan Matriks QSPM. Tujuan dari pengembangan yang ingin dicapai adalah untuk meningkatkan pendapatan dan bertahan pada tingkat persaingan yang tinggi. Dirumuskan beberapa strategi untuk mencapai tujuan sebagai berikut:  (1) Meningkatkan  kualitas pelayanan  (2) Melakukan  pengembangan  lokasi usaha (3) Pengembangan produk (4) Meningkatkan  inovasi usaha. Strategi terbaik yang harus dilakukan saat ini berdasarkan hasil analisis yaitu Kafe Kopmil Ijo disarankan untuk menggunakan strategi penetrasi pasar
Analisis Peran Modal Sosial Dalam Pengembalian Kredit di LKM-A Pincuran Bonjo Kelurahan Padang Alai Bodi Kecamatan Payakumbuh Timur Kota Payakumbuh Provinsi Sumatera Barat Utari Puspita Sari; Rian Hidayat
Journal of Socio-economics on Tropical Agriculture Vol. 4 No. 1 (2022): April
Publisher : UNIVERSITAS ANDALAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/joseta.v4i1.439

Abstract

Lembaga Keuangan Mikro Agribisnis (LKMA) adalah lembaga keuangan milik petani dan dikelola oleh petani, sebagai salah satu alternatif membantu petani dalam memudahkan akses ke sumber modal. Pembiayaan LKMA fokus untuk pengembangan usaha produktif sektor pertanian dari dana Pengembangan Usaha Agribisnis Pedesaan (PUAP). Salah satu LKMA yang menerima dana PUAP adalah LKMA Pincuran Bonjo. Dilihat dari prestasi yangtelah didapatkan oleh LKMA Pincuran Bonjo, serta LKMA ini juga dapat bertahan hingga saat ini, disaat banyak pula LKMA yang tidak dapat mengelola dana PUAP dengan baik hingga tidak dapat bertahan. Namun dalam pengelolaan dana PUAP yang dipinjamkan kepada para anggota LKMA, masih ada pinjaman yang macet dalam pengembaliannya. Maka penelitian ini bertujuan untuk melihat peran modal sosial dalam pengembalian kredit di LKMA Pincuran Bonjo. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kuantitatif. Untuk menentukan responden dipilih dengan simple random sampling yang dilakukan dengan undian dengan jumlah sampel sebanyak 30 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Berdasarkan uji T diketahui bahwa variabel nilai-nilai (X5) dan variabel tindakan proaktif (X6) memberikan peran positif secara parsial terhadap kelancaran pengembalian kredit (Y) di LKMA Pincuran Bonjo. Sedangkan jika dilihat dari nilai R Square diketahui bahwa variabel-variabel modal sosial mampu menjelaskan perubahan variabel dependent sebesar 88,3%. Disarankan kepada pihak LKMA Pincuran Bonjo untuk dapat meningkatkan modal sosial sesama anggota, juga agar LKMA dapat menjalin kerjasama dengan pihak-pihak lain yang bisa membantu perkembangan dan kemajuan LKMA Pincuran Bonjo.
Analisis Tataniaga Bawang Putih (Allium sativum L.) di Kecamatan Salayo Tanang Bukik Silih Kecamatan Lembang Jaya Kabupaten Solok Indah Sari; Yusri Usman; Rian Hidayat
Journal of Socio-economics on Tropical Agriculture Vol. 4 No. 2 (2022): August
Publisher : UNIVERSITAS ANDALAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/joseta.v4i2.441

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan saluran tataniaga, fungsi-fungsi tataniaga bawang putih (2) menganalisis margin tataniaga, bagian yang diterima masing-masing lembaga, dan efisiensi tataniaga bawang putih di Nagari Salayo Tanang Bukik Sileh Kecamatan Lembang Jaya Kabupaten Solok. Penelitian ini dilaksanakan dengan metode survei dengan teknik pengambilan sampel secara sengaja (purposive), dimana sampel terdiri atas petani, pedagang pengumpul, pedagang antar daerah, dan pedagang pengecer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada dua kelompok saluran tataniaga, kelompok 1; saluran I: petani - pedagang pengumpul (gudang pembibitan) - konsumen bibit, kelompok 2 ; saluran II : petani - pedagang pengumpul - pedagang antar daerah - pedagang pengecer - konsumen akhir, saluran III : petani - pedagang antar daerah - pedagang pengecer - konsumen akhir, saluran IV : petani - pedagang pengecer -konsumen akhir. Fungsi tataniaga yang dilakukan oleh petani dan lembaga tataniaga bawang putih yaitu fungsi pertukaran, fungsi fisik, dan fungsi fasilitas. Margin tataniaga pada saluran tataniaga kelompok 1 (saluran I) sebesar Rp 49.000,00. Pada saluran tataniaga kelompok 2, saluran IV yang memiliki margin tataniaga paling kecil. Berdasarkan analisis farmer’s share, bagian yang diterima petani pada pola saluran tataniaga kelompok 1 (saluran I) adalah 18,33%. Pada saluran tataniaga kelompok 2, yang lebih menguntungkan bagi petani bawang putih adalah saluran IV. Berdasarkanefisiensi tataniaga, saluran tataniaga kelompok I (saluran I) memiliki persentase EP sebesar 9,38 %. Saluran tataniaga kelompok II, saluran II merupakan saluran yang paling efisien.
Co-Authors 3Mareta Kemala Sari Abu Tholib Achmad Rivai Syahputra Achmad, M. Djanib Adi Purnama Agianto Agus Subekti Agustin, Hilda Ahmad Safei aida ningsih, nur Ali Yusri aliya setiyani, metty Amrizal Anas Amry, Ary Dean anda restu, delpa Andi Supriansyah Anggi, Febbinur Anggraini, Syatia Duwi Anisa, Sofi Apendi Arsyad Arti Yoesdiarti Aryastuti, Nurul Asni Asni Astuti, Nuraini Budi Aulia, Andini Destri Aulia, Windi Auliya, Rizki 〖Desmar Rodian Afandi Budiman, Cipta chaniago, alfi Damayanti, Elisa Debby Okti Maharani Desi, Erawati Desmar Rodian Afandi Dina Dwi Nuryani Dwi Krisbiantoro Dwiyanti, Rosyidah Ediset, Ediset Eko Sri Wiyono Fathur Rismansyah Fatmawati F, Fatmawati Firges, Hega Hegia fitriyasari Gilar Budi Pratama Hasirun, Hasirun Hayatun Nufus Heri Purwanto Hesti Asriwandari HL, Rahmatiah I. L, Stefanus Ibnu Romadhon Iin Solihin Imam Budiawan Imran Anwar Kuba Indah Sari Indra Masrin Indra Suharman Indra Susila Iqbal, Nabiha Amaliah Islami, M. Fiqri Al Jamin, Awaluddin Juaidah Agustina, Juaidah Julyani, Dahliya Kader, Mukhtar Abdul Kadori Haidar Khairani Putri, Khairani Kinanti Azani, Fauzia Kudrat Sunandar Kurniati Kusumo, Haryono La Ode Ismail Ahmad, La Ode Ismail Liana Mulkufya Lomba Sultan M. Abie Rafdi Fauzy M. Cece Ariwirdana M. Trihudiyatmanto Mahda, Mahda Majid, Anugrah Makhrup , Abdul Gani Maprasit, Lateefah Martini Djamhur, Martini MilaFikriyah, MilaFikriyah Misriyah, Kiki Nur Missriani Missriani, Missriani Muhammad Basir Muhammad Firdaus Muhammad Saleh Ridwan Muslim Afandi Mustafa, Zulhas'ari Nasution, Zubeir Ahmad Nelfita, Yulia Ninda Novita Ninik Hasanah Nofialdi, Nofialdi Noor Ellyawati nopika, depi Nova Suryani Nur Alia Sumanti Nurani Khoerunnisa Nurdiana, Lela Nurfebrian, Adji Nurfiqih, Nurfiqih Nurrokhim, Dendy Nurul Azmita Pindarwati, Atut Qadir Gassing Rahman, Ashari Ramli, Rosmini Ranggi Praharaningtyas Aji RATNAWATI Ray H, Bobby Restu Rahmat Fajri Reva Deviana Reza Reza Rida Purnama Sari Rika Hariance Rina Susanti Rini Hakimi Riri Lovita Rismia Agustina Roida Pakpahan Roza Yusfiandayani S Siswanto Safitri, Fidyah Salfen Hasri Salsabila Rosnie Salsabillah, Al Mahira Sarbani Sepsol Voni Septian, Reza Simbolon, Dasinto Siti Rukiyah, Siti Sohiron Subhanjaya Angga Atmaja Sukarno Sukomo Sukomo Sumanto, Sumanto Suparno Suparno Supriyadi Supriyadi Supriyadi Susanto, Yohanes Syafwandi, Syafwandi Syarah Khairat Syuryani Syuryani Taufiq Ihsan Tawaqal, Ridwan Thomas Aldi Fikri Tita Rosita Usman, Yusri Utari Puspita Sari Violeta Inayah Pama Vivi Febria Purwasih Vonny Indah Mutiara Wahyudin Wahyudin Wardaya, Muhari Ilham Weriantoni, Weriantoni Winda Dwi Yanthi Wulandari, Mona Pitri Yahya Yahya Yola Malinda Yolamalinda Yolamalinda Yonariza Yonariza Yos Sudarman Yuerlita Yulantomo, Aris Yulianingsih, Evi Yulinda Yulinda Yulmitra Handayani Zainal Arifin Zamzami Zamzami Zubeir Ahmad Nasution