Claim Missing Document
Check
Articles

Korelasi Indeks Adipositas Viseral dengan Vitamin D pada Penyandang Obesitas Yessi Yestiani; Rismawati Yaswir; Syofiati Syofiati; Efrida Efrida
Majalah Kedokteran Andalas Vol 46, No 2 (2023): Online April 2023
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/mka.v46.i2.p295-300.2023

Abstract

Tujuan Penelitian: Mengetahui hubungan antara IAV dengan vitamin D pada penyandang obes. Metode: Penelitian analitik dengan rancang potong lintang dilakukuan terhadap 50 penyandang obes di RSUP Dr. M. Djamil Padang Januari 2021 hingga Oktober 2021. Pemeriksaan kadar vitamin D menggunakan metode CMIA. Pemeriksaan kadar trigliserida (TG) dan kolesterol high density lipoprotein (K-HDL) puasa menggunakan metode enzimatik. Nilai IAV dikalkulasi dengan rumus matematika berdasarkan indeks antropometri berupa indeks massa tubuh, lingkar pinggang, TG dan K-HDL. Data dianalisis dengan uji korelasi Spearman, bermakna jika p <0,05, selanjutnya dilakukan analisis regresi linear bivariat. Hasil: Rerata usia subjek penelitian 28(18-60) tahun. Rerata kadar vitamin D perempuan 12,8(6,8–28,7) ng/mL. Rerata kadar vitamin D laki-laki 17,6(9,8-26,3)ng/mL. Rerata nilai IAV perempuan 3,06(1,28-9,12). Rerata nilai IAV laki-laki adalah 2,06(0,5-4,21). Uji statistik menunjukkan korelasi tidak bermakna IAV dan vitamin D pada perempuan (r = -0,110 p= 0,599) dan pada laki-laki(r = 0,129 p= 0,537). Pembahasan: Nilai rerata IAV perempuan lebih tinggi dibandingkan laki-laki. Rerata kadar vitamin D laki-laki lebih tinggi dari perempuan. Keterbatasan penelitian ini jumlah sampel sedikit. Simpulan: Nilai IAV tidak berkorelasi dengan vitamin D pada penyandang obes. Diperlukan penelitian lebih lanjut mengenai hubungan IAV dengan defisiensi vitamin D pada penyandang obes.Kata kunci: IAV, vitamin D, obes. 
Korelasi Rasio Trigliserida/High Density Lipoprotein dengan HOMA-IR pada Penyandang Obesitas Raisa Putri Secioria; Rismawati Yaswir; Desywar Desywar; Efrida Efrida
Majalah Kedokteran Andalas Vol 46, No 2 (2023): Online April 2023
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/mka.v46.i2.p260-266.2023

Abstract

Tujuan: Mengetahui korelasi rasio trigliserida (TG)/high density lipoprotein (HDL) dengan homeostasis model assessment of insulin resistance (HOMA-IR) pada penyandang obesitas.Metode: Penelitian analitik dengan rancangan potong lintang dilakukan terhadap 65 penyandang obesitas (indeks massa tubuh (IMT) ≥ 25,0 kg/m2)  dewasa non-diabetes di RSUP Dr. M. Djamil Padang sejak Januari hingga September 2022. Pemeriksaan TG menggunakan metode glycerol phosphate oxidase, HDL dengan kolorimetri enzimatik homogen, glukosa dengan heksokinase, dan insulin dengan chemiluminescent microparticle immunoassay. Nilai HOMA-IR dihitung menggunakan kadar glukosa darah puasa (mg/dL) x insulin puasa (µU/mL)/405. Data dianalisis dengan uji korelasi Pearson, bermakna jika p<0,05.Hasil: Subjek penelitian sebagian besar perempuan (60,0%). Median umur 28 tahun dan rerata IMT 31,9 kg/m2. Median kadar TG 117 mg/dL, HDL 42 mg/dL, glukosa darah puasa 83 mg/dL, insulin puasa 10,6 µU/mL, rasio TG/HDL 2,9, dan HOMA-IR 2,3. Uji korelasi menunjukkan rasio TG/HDL berkorelasi dengan HOMA-IR (r=0,290; p=0,019).Simpulan: Terdapat korelasi positif lemah antara rasio TG/HDL dengan HOMA-IR pada penyandang obesitas. Penelitian lebih lanjut diperlukan dengan merekrut subjek berdasarkan persentase lemak tubuh, derajat dan lama obesitas, aktifitas fisik, dan jenis kelamin.
Perbedaan Nilai HOMA-B pada Penyandang Obes dan Non-Obes Dewasa Non-Diabetes Franesia - Dwirahmana; Syofiati Syofiati; Efrida Efrida
Majalah Kedokteran Andalas Vol 46, No 2 (2023): Online April 2023
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/mka.v46.i2.p267-272.2023

Abstract

Latar Belakang: Obesitas merupakan faktor risiko diabetes melitus tipe 2 (DMT2). Hiperinsulinemia adalah mekanisme kompensasi sel beta pankreas untuk mempertahankan keadaan euglikemia. Homeostasis model assessment of beta cell function (HOMA-B) dilakukan untuk menilai fungsi sel beta pankreas. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan HOMA-B pada penyandang obes dan non obes. Metode: Penelitian analitik dengan rancangan potong lintang dilakukan terhadap 123 obes dan non-obes dewasa non-diabetes di RSUP Dr. M. Djamil Padang mulai Januari hingga Oktober 2021. Data dianalisis dengan uji Mann Whitney, dinyatakan bermakna jika p<0,05. Hasil: Sebanyak 58,5% subjek adalah perempuan, median umur 28 tahun, rerata indeks massa tubuh pada obes 31,23%, rerata IMT pada non-obes  22,09%. Median nilai HOMA-B 162,95% dengan nilai terendah 27,0% dan tertinggi 570,9%. Median nilai HOMA-B penyandang obes 180% dan median nilai HOMA-B non-obes 99,86%. Uji statistik menunjukkan perbedaan rerata yang bermakna antara 2 kelompok (p=0,000). Pembahasan: Nilai HOMA-B pada penyandang obes lebih tinggi dibandingkan dengan non-obes. Median nilai HOMA-B pada penyandang obes >150% artinya berada pada keadaan hiperinsulinemia. Simpulan: Perbedaan nilai HOMA-B ditemukan pada penyandang obes dan non-obes dewasa non-diabetes. Pemeriksaan HOMA-B dapat menjadi skrining awal penyandang obes sebagai kelompok risiko tinggi DMT2.
Leukositosis, Neutrofilia, Radiologi Pneumonia, dan Usia Lanjut sebagai Faktor Risiko Derajat Kritis Pasien COVID-19 di Rumah Sakit Semen Padang : Studi Kasus Kontrol Efrida Efrida
Majalah Kedokteran Andalas Vol 46, No 5 (2023): Supplementary July 2023
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/mka.v46.i5.p805-812.2023

Abstract

Latar Belakang: Pandemi Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) disebabkan oleh Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-CoV-2), telah menyebabkan morbiditas dan mortalitas yang tinggi di seluruh dunia. Banyaknya kasus terkonfirmasi di seluruh dunia mendorong pemahaman komprehensif tentang faktor risiko COVID-19, sehingga dapat membantu pencegahan penyakit, perkembangan penyakit, dan hasil yang dapat merugikan pasien. Tujuan: Menganalisis faktor risiko yang berhubungan dengan derajat keparahan penyakit pasien COVID-19 di Rumah Sakit Semen Padang. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan pendekatan case-control menggunakan 100 data rekam medis pasien COVID-19 yang dirawat di Rumah Sakit Semen Padang pada tahun 2021. Parameter yang diperiksa berupa komorbid, rontgen foto toraks, dan parameter labor yaitu leukosit, neutrofil, limfosit, RNL, dan D-dimer. Teknik pengambilan sampel adalah consecutive sampling. Analisis bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil dianggap bermakna jika nilai p<0,05. Hasil: Karakteristik pasien rawatan COVID-19: laki-laki sebanyak 51% dan perempuan 49%, kelompok umur lansia (>60 tahun) sebanyak 45%, 65% pasien memiliki komorbid, 63% pasien memiliki hasil pemeriksaan radiologi pneumonia. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat hubungan antara kelompok umur, hasil pemeriksaan radiologi, jumlah leukosit, dan jumlah neutrofil dengan derajat keparahan pasien COVID-19. Simpulan: Kelompok umur lansia, radiologi pneumonia, leukositosis, dan neutrofilia menjadi faktor risiko pasien COVID-19 derajat kritis di Rumah Sakit Semen Padang tahun 2021.
Effect of Dadih Probiotics on Malondialdehyde Levels in Diabetic Mellitus Rats With Alloxan Induction Indah Fitriani; Efrida Efrida
Majalah Kedokteran Andalas Vol 46, No 4 (2023): Online Juli 2023
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/mka.v46.i4.p517-525.2023

Abstract

Objective : This research aims to analyze the effect of dadih probiotics on MDA levels in alloxan-induced diabetic rats. Methods : This study used an experimental design with a post-test-only control group. Wistar strain white rat samples were divided into 4 groups. The negative group was not given any treatment, K(+), P1, and P2 were induced by alloxan 150 mg/kg BW on the first day. Groups P1 and P2 were given dadih probiotic doses of 1.87 g/200 gBW and 3.74 g/200 gBW on days 4 to 17. Results : Measurement of MDA levels was carried out on the 18th day. Data were analyzed with One Way Anova and a post-hoc test. The research results are statistically significant if p-value <0.05. The average levels of MDA K- 2.29 nmol/mL, K+ 3.77 nmol/mL, P1 2.97 nmol/mL, and P2 2.53 nmol/mL. Based on statistical tests, there was an effect of dadih probiotics on MDA levels as evidenced by a p-value < 0,05. Conclusion : Dadih probiotic doses of 1.87 g/200gBW and 3.74 g/200gBW can reduce MDA levels in rats.
Hubungan Antara Jenis Paparan Radiasi Sinar-X dan Masa Kerja Dengan Kadar SGOT, SGPT, Ureum, dan Kreatinin Pada Pekerja Radiasi RSUP Dr. M. Djamil Padang Endang Primawaty Harahap; Efrida Efrida
Majalah Kedokteran Andalas Vol 46, No 4 (2023): Online Juli 2023
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/mka.v46.i4.p560-566.2023

Abstract

Latar Belakang: Interaksi radiasi sinar-X berupa ionisasi dan eksitasi terhadap materi yang dilewatinya,     menyebabkan perubahan DNA, sel, jaringan, dan organ. Jenis paparan (langsung, tidak langsung) dan masa kerja (5 tahun) memengaruhi efek paparan yang terjadi. Tujuan: Mengetahui hubungan antara jenis paparan radiasi sinar-X dan masa kerja dengan kadar SGOT, SGPT, ureum, dan kreatinin pekerja radiasi. Metode: Penelitian analitik rancangan potong lintang 56 pekerja radiasi RSUP Dr. M. Djamil Padang yang melakukan pemeriksaan SGOT, SGPT, ureum, dan kreatinin (Maret 2022). Data dianalisis dengan uji parametrik t tidak berpasangan, bermakna jika p<0,05. Hasil: Subjek penelitian 30 laki-laki (53,6%), 26 perempuan (46,4%), rerata umur 34 tahun (23-55 tahun). Distribusi frekuensi paparan langsung 32(57,1%), tidak langsung 24(42,9%). Kadar SGOT, SGPT, ureum, kreatinin paparan langsung berturut-turut 19,6U/L; 25,5U/L; 28,8mg/dL; 0,8mg/dL, paparan tidak langsung 18,3U/L; 20,9U/L; 27,8mg/dL; 0,8mg/dL. Tidak ditemukan perbedaan bermakna antar 2 kelompok (p>0,05). Pembahasan: Tidak terdapat hubungan paparan radiasi sinar-X dengan kadar SGOT, SGPT, ureum, dan kreatinin disebabkan dosis paparan dalam nilai batas dosis dan penerapan proteksi radiasi sesuai standar. Simpulan: Tidak terdapat perbedaan bermakna kadar SGOT, SGPT, ureum, dan kreatinin antara pekerja radiasi yang terpapar langsung dengan yang tidak terpapar langsung.
Rasio Neutrofil Limfosit dan Kadar D-Dimer berdasarkan Derajat Keparahan Pasien COVID-19 di Rumah Sakit Semen Padang : Studi Kasus Kontrol Besri, Hanifa Zahra; Efrida, Efrida; Jurnalis, Yusri Dianne; Putra, Andani Eka; Fitrina, Dewi Wahyu; Husni, Husni
Jurnal Penyakit Dalam Indonesia Vol. 10, No. 2
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Introduction. Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) is caused by Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus-2 (SARS-CoV-2) which in 2020 was declared a global pandemic. In the management of COVID-19, patients are classified according to the severity. Identifying prognostic factors at an early stage helps assess severity risks. Abnormal hematological parameters were present in COVID-19 patients such as the elevation of neutrophil lymphocyte ratio (NLR) and D-dimer patients. This study aimed to determine the NLR and D-dimer levels based on the severity of COVID-19 patients. Methods. This study was an observational analytical study that used a case-control approach using 100 medical records of COVID-19 patients who were treated at Semen Padang Hospital in 2021. Consecutive sampling was used in this study. ANOVA test and the Kruskal-Wallis test were used for bivariate analysis. The results were considered significant if the p-value <0.05. Results. Characteristics of patients treated for COVID-19 were: 51% male and 49% female, mean age 57.79 (SD 13.5) years. NLR values based on the severity (mild, moderate, severe, and critical) were 3.12 (SD 2.04), 3.51 (SD 2.87), 6.89 (SD 3.6), 12.57 (SD 10.34) respectively; p<0.05. The median value of D-dimer (ng/mL) based on the severity (mild, moderate, severe, and critical) were 444, 791, 1,610, 2,135; p<0.05. The results of this study showed that there were significant differences in the NLR values and D-dimer levels based on severity. Conclusion. RNL value and D-dimer levels increase the most in the critical degree group and shows a significant relationship in COVID-19 patients.
IDENTIFIKASI DAN KLASIFIKASI UMKM DI KABUPATEN ROKAN HULU MENGGUNAKAN METODE K-MEANS Rouza, Erni; Basorudin; Efrida
RJOCS (Riau Journal of Computer Science) Vol. 7 No. 1 (2021): RJOCS (Riau Journal of Computer Science)
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Pasir Pengaraian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/rjocs.v7i1.1819

Abstract

Saat ini Dinas Koperasi UKM sudah memiliki Websitepemetaan UMKM berbasis GIS.Namun pada websiteUMKM saat ini hanya menampilkan titik lokasi UMKM di peta saja dan tidak menampilkan jumlah usaha mikro, kecil, dan menengah yang tersebar disetiap Kecamatan yang ada Kabupaten Rokan Hulu. Berdasarkan website pemetaan UMKM berbasis GIS tersebut Saya ingin mengembangkan website tersebut dengan menambahkan metode penetilian data mining dengan menggunakan algoritma K-Means.K-Means merupakan salah satu metode data clusteringnon hirarki yang mengelompokan data dalam bentuk satu atau lebih cluster/kelompok. Data-data yang memiliki karakteristik yang sama dikelompokan dalam satu clusteratau kelompok dan data yang memiliki karakteristik yang berbeda dikelompokan dengan clusteratau kelompok yang lain sehingga data yang berada dalam satu clusteratau kelompok memiliki tingkat variasi yang kecil. Inputan pada penelitian ini adalaha UMKM dengan variabel penilaian berdasarkan nilai aset dan nilai omset pertahunya yang kemudian diproses menggunakan algoritma K-Meanssehingga menghasilkan outputnya beru clusteratau pengelompokan UMKM itu sendiri. Terdapat 3 clusterpada penelitian ini yaitu cluster 1 Usaha Mikro, cluster2 Usaha Kecil dan cluster3 Usaha Menengah. Pada pengujian 14 data usaha, penelitian ini berhasil menerapan metode K-Means untuk identifikasi dan klasifikasi UMKM dengan hasil pengujian 29% data ke cluster1 sebanyak 4 data, 42% data ke cluster2 sebanyak 6 data dan 29% data ke cluster3 sebanyak 4 data.
Hubungan Kadar Enzim Transaminase Pasien COVID-19 dengan Derajat Keparahan Penyakit di RSUP Dr. M. Djamil Padang Rahmadina, Rahmadina; Herman, Deddy; Efrida, Efrida; Almurdi, Almurdi; Russilawati, Russilawati; Elvira, Dwitya
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 13, No 1 (2024): March 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v13i1.2205

Abstract

Liver injury can be caused by coronavirus disease 2019 (COVID-19), characterized by increased levels of transaminase enzymes (aspartate aminotransferase/AST and alanine aminotransferase/ALT). Objective: To determined the correlation between transaminase enzyme levels and the severity of COVID-19 in Dr. M. Djamil Central Public Hospital, Padang. Methods: This was an observational analytic study with a cross-sectional design. Data were obtained randomly from medical records of confirmed COVID-19 patients hospitalized in Dr. M. Djamil Hospital from June to August 2021, with moderate, severe, and critical severity based on Indonesian Ministry of Health criteria. Data were analyzed using the Chi-square test to examine the distribution and correlation between variables and a simple logistic regression test to assess the level of risk between variables. Results: 57,80% had abnormal AST, and 44,95% had abnormal ALT. The median AST was highest in the critical group, while the median ALT was highest in the severe group. The distribution of sex and age group were significantly different based on AST and ALT levels, and the distribution of patients with coronary heart disease was significantly different based on ALT levels. Transaminase enzyme levels had a significant correlation with the severity of COVID-19 (p-value = 0,00). Patients with critical degrees had the highest risk for abnormal AST and severe degrees had the highest risk for abnormal ALT. Conclusion: Transaminase enzymes have a significant correlation with the severity of COVID-19.Keywords:  COVID-19, liver injury, transaminases, disease severity
HUBUNGAN KADAR D-DIMER DENGAN DERAJAT KEPARAHAN PENYAKIT DAN ANGKA KEMATIAN PASIEN CORONAVIRUS DISEASE 2019 Trisuliandre, Muhammad Rizki; Herman, Deddy; Yulistini, Yulistini; Efrida, Efrida; Meinapuri, Malinda; Hasmiwati, Hasmiwati
EMPIRIS : Jurnal Sains, Teknologi dan Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2025): EMPIRIS : Jurnal Sains, Teknologi dan Kesehatan, Maret 2025
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/empiris.v2i1.973

Abstract

Objective: This study aims to determine the relationship between D-dimer levels and the severity of the disease and the mortality rate of Coronavirus Disease 2019 patients treated at Dr. M. Djamil Padang General Hospital for the period June-August 2021. Method: This type of research is observational analytic using a retrospective cohort study design by taking a sample of 75 people through medical record data. Results: Most of the characteristics of the Coronavirus Disease 2019  patients were found in the age group of 56-65 years, male sex, most of them had an increased D-dimer value, and most of the patients did not die. This study found that there is a relationship between D-dimer levels and the severity of the disease and the mortality rate of Coronavirus Disease 2019 patients. Based on the Odd Ratio value obtained of 2.04 (1.53-2.71), it can be interpreted that people who have D -dimer increases have a risk of dying 2 times. Conclusion: There is a relationship between D-dimer levels and the severity of the disease and the mortality rate of 2019 Coronavirus Disease patients at Dr. M. Djamil Padang for the June-August 2021 period.
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W Ade Asyari Afdal Afdal Afriwardi Afriwardi Aghnia Jolanda Putri Akmal M. Hanif Al Hafiz Al Hafiz Alifah Amirah Almurdi Almurdi Alya Binti Azmi Amanda, Dela Sasqia Amirah Zatil Izzah Andani E Putra Andani Eka Putra Angela Lovena Anggia Perdana Harmen Anggun Hatika Riska Arnelis Arnelis Arni Amir Asman Manaf Asterina Asterina Atika Indah Sari Bakma, Isphandra Basorudin Besri, Hanifa Zahra Bestari Jaka Budiman Budi Setyastuti Cindi Aulia Ali Desmawati Desmawati Deswita Sari Desywar Desywar Desywar Desywar Desywar Desywar Desywar Desywar Desywar Desywar Desywar, Desywar Devi Gusmaiyanto Devi Gusmaiyanto Dhea Syapira Dia Rofinda, Zelly Dia Dian Eka Putri Dian Eka Putri, Dian Eka Dian Pertiwi Dian Pertiwi Doan Atrya Dolly Irfandy Dona Mirsa Putri Donaliazarti Donaliazarti Dwi Amelisa Edwina Dwi Yulia Dwi yulia Dwitya Elvira Dwitya Elvira, Dwitya Effy Huriyati Efiariza, Nurul Navela Ega Purnamasari Eka Musmita Sabebegen Eka Nofita Elfira Yusri Elfira Yusri Elisda Yusra Ellyza Nasrul Ellyza Nasrul Elmatris Sy Elvinawaty Elvinawaty Endang Primawaty Harahap Endrinaldi Erni Rouza Erni Rouza, Erni Eryati Darwin Eryati Darwin Eti Yerizel Ety Yerizel Ety Yerizel Eugeny Alia Eva Chundrayetti Fachzi Fitri Fadhilaturrizqie Siregar Fadil Oenzil Fathiyyatul Khaira, Fathiyyatul Febria Prima Utari Fika Tri Anggraini Finny Fitry Yani Fiona Septi Mulya Firdawati Firdawati Fitrina, Dewi Wahyu Franesia - Dwirahmana Gestina Aliska Ghina Zartin Hanifah Maani Hanny Hafiar Harahap, Endang Primawaty Hardisman Harun Harnavi Hasibuan, Sukriadi Hasmiwati Hendra Permana Herman, Deddy Hidayat, Hedo Husni Husni Husni Husni Husni Husnil Kadri Ida Parwati Ida Rahmah Burhan Ihsan, Rafiq Ike Sri Redjeki Ikhsan Marzony Ilhamifithri Ilhamifithri Ilmiawati, Ilmiawati Ima Septia Indah Fitriani Indah Fitriani Indah Sulastuti, Katarina Indra Ihsan Isphandra Bakma Jacky Munilson Jacky Munilson Jamsari Jamsari Johannas Kartika Aulia Sari Kenny Lestari, Rahmi Lillah Lillah M. Daffa Almuzaki Malinda Meinapuri Mamik Widyastuti Masrul Basyar Masrul Basyar Masrul Syafri Mayetti Mayetti Mega Redha Putri Meri Wulandari Mira Purwinanty Mohamad Reza Mulya, Fiona Septi Nanda Oktavia Nanda Oktavia Nanda Oktavia Narlis Narlis Nasution, Irfan Sazali Nayla Raihani Malau Netti Suharti Nirza Warto Novialdi . Nur Afrainin Syah Nur Indrawati Lipoeto Nur Indrawaty Lipoeto Nuryanto Nuzulia Irawati Oktavia, Nanda Prihandani, Tuty Prima O Damhuri Puja, Annisa Fitria Putri Yuriandini Yulsam Putri, Andina Ayu Rahmadina, Rahmadina Rahmadina, Rahmadina Rahmatini . Raisa Putri Secioria Ramadhani, Jihan Rara Aulia Alzazira Raveinal Regina Ivanovna Rendi Dwi Prasetyo Reni Asprilia Reni Lenggogeni Reza , Mohamad Rikarni Rikarni Rike Puspasari Rismawati Yaswir Rismawati Yaswir Rismawati Yaswir Rizanda Machmud Rizqy Auliya Lubis Rossy Rosalinda Roza Kurniati Rudy Afriant Russilawati, Russilawati Sabebegen, Eka Musmita Saptino Miro Saputra, Riyadi Sari, Kartika Aulia Selfi Renita Rusjdi Setya Widyawati Silvia Rega Siti Nurhajjah Sofitri Sofitri Sri Vanny Suhirman Suchi Ilmi Herman Sukri Rahman Sunardi Susmiati Susmiati Syarifah Tridani Fitria Syofiati Syofiati Syofiati Syofiati Syofiati Syofiati Syofiati Trisuliandre, Muhammad Rizki Tuty Prihandani Ulti, Zifa Amanda Ulya Uti Fasrini Vanny Syafitri Vika Rahma Velina Wahid , Irza Yan Edward Yanni, Mefri Yessi Yestiani Yhosie Anto Chicamy Yosa, Nelvia Okta Yulia, Dwi Yulistini, Yulistini Yusrawati Yusrawati Yusri Dianne Jurnalis Yustini Alioes Zahira, Aisyah Dhia Zelly Dia Rofinda Zhuhra, Rahma Tsania Zurayya Fadila