Articles
GAMBARAN PENGETAHUAN DAN UPAYA PENCEGAHAN TERHADAP PENYALAHGUNAAN NARKOBA PADA REMAJA DI SMK NEGERI 2 SRAGEN KABUPATEN SRAGEN
Putri Eka Hidayati;
. Indarwati
Gaster Vol 9 No 1 (2012): FEBRUARI
Publisher : P3M Universitas 'Aisyiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (173.772 KB)
Latar Belakang : penyalahgunaan narkoba merupakan suatu pemakaian narkoba di luar indikasi medis tanpa petunjuk atau resep dokter. Penyalahgunaan narkotika, alkohol, psikotropika dan zat adiktif lainnya mulai meningkat dan meluas, khususnya di lingkungan sekolah atau di kalangan pelajar dari sekolah dasar sampai tingkat perguruan tinggi, bahkan sasaran penyalahgunaan narkoba saat ini adalah lingkungan Sekolah Menengah Atas (SMA) dan perguruan tinggi. Tahun 2009-2010 kasus penyalahgunaan narkoba di kabupaten Sragen mengalami peningkatan yaitu dari 9 menjadi 10 tersangka. Tujuan : Mengetahui gambaran pengetahuan dan upaya pencegahan terhadap penyalahgunaan narkoba pada remaja di SMK Negeri 2 Sragen. Metode : Penelitian deskriptif. Pengambilan sampel mengunakan teknik stratifikasi random sampling, jumlah sampel sebanyak 144 responden. Hasil : Hasil analisa univariat menunjukkan bahwa sebagian besar responden berpengetahuan tinggi (59%), dengan sebagian besar memiliki upaya pencegahan yang baik (64,6%). simpulan : Responden di SMK Negeri 2 Sragen memiliki pengetahuan tinggi terhadap penyalahgunaan narkoba dan memiliki upaya pencegahan yang baik terhadap penyalahgunaan narkoba.  Kata Kunci : Pengetahuan, upaya pencegahan, penyalahgunaan narkoba, remaja.
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU TENTANG KANKER SERVIKS DENGAN KEIKUTSERTAAN IBU MELAKUKAN IVA TEST DI KELURAHAN JEBRES SURAKARTA
Lesse Maharsie;
. Indarwati
Gaster Vol 9 No 2 (2012): AGUSTUS
Publisher : P3M Universitas 'Aisyiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (259.885 KB)
Latar belakang: Kanker  leher rahim (serviks) merupakan ancaman penyakit yang menakutkan bagi wanita. Pasien kanker rahim di seluruh dunia diperkirakan terjadi sekitar 500 ribu kasus baru, 270 ribu diantaranya meninggal setiap tahunnya. Kanker serviks dapat dicegah, salah satunya dengan Metode Inspeksi Visual dengan Asam Asetat (IVA), yaitu metode screening yang praktis, murah, dan memungkinkan dilakukan di  Indonesia. Pada  tahun 2009-2011  terdapat tiga orang meninggal  karena kanker  serviks di Kelurahan Jebres, namun dari 1207 wanita usia  produktif  hanya  enam  orang  yang mengikuti  IVA  test  diadakan  oleh Puskesmas  pada bulan Mei 2011.Tujuan: Menganalisis hubungan antara pengetahuan tentang kanker serviks dengan keikutsetaan ibu melakukan IVA Test di Kelurahan Jebres Surakarta. Metode: Penelitian observasional analitik menggunakan pendekatan cross sectional. Subjek penelitian adalah ibu usia 30-50  tahun sebanyak 66 responden dengan pengambilan sampel menggunakan cluster random sampling. Hasil: Hasil uji Chi Square dengan taraf signiï¬kansi (α=0,05) didapatkan nilai hitung (13.073) >  tabel (5.991) dengan Pvalue = 0,000 (p<0,05) sehingga  Ho ditolak dan Ha diterima. Simpulan: Terdapat hubungan antara pengetahuan  tentang kanker serviks dengan keikutsertaan ibu melakukan IVA Test di Kelurahan Jebres Surakarta.Kata Kunci: Pengetahuan, Kanker Serviks, IVA Test
PERAN ORANG TUA DAN PENGETAHUAN REMAJA TENTANG PUBERTAS DI SALAH SATU SMP NEGERI BOYOLALI
, Suprapti;
, Indarwati
Gaster Vol 10 No 1 (2013): FEBRUARI
Publisher : P3M Universitas 'Aisyiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (190.32 KB)
Pendahuluan; Masa remaja adalah suatu fase perkembangan yang dinamis dalam kehidupan seorang individu. Masa ini merupakan periode transisi dari masa anak ke masa dewasa yang ditandai dengan kecepatan pertumbuhan dan perkembangan ï¬sik, mental, emosional serta sosial. Tujuan; Mengetahui hubungan peran dan tingkat pendidikan orang tua dengan pengetahuan pubertas remaja SMP Negeri 2 Andong Boyolali. Metode; penelitian analitik dengan rancangan cross sectional.pengambilan sampel dengan menggunakan teknik stratiï¬ed random sampling,dengan jumlah sampel penelitian 86 responden, sedangkan instrument penelitian menggunakan kuisioner . Analisa data yang digunakan untuk bivariat dan multivariate yaitu regresi logistik. Hasil; Hasil uji bivariate dengan regresi logistic membuktikan bahwa ada hubungan antara peran dengan pengetahuan pubertas remaja (p value:0.000) dan ada hubungan antara tingkat pendidikan orang tua dengan pengetahuan pubertas remaja (p value: 0.006 untuk tingkat pendidikan orang tua dalam kategori tinggi dan 0.008 untuk tingkat pendidikan orang tua dalam kategori menengah). Hasil multivariate dengan regresi logistic membuktikan bahwa ada hubungan peran dan tingkat pendidikan orang tua denganpengetahuan pubertas remaja SMP Negeri 2 Andong Boyolali dengan signiï¬kansi 0.000. Kesimpulan; Ada hubungan peran orang tua dengan pengetahuan pubertas remaja, ada hubungan tingkat pendidikan orang tua dengan pengetahuan pubertas remaja, ada hubungan peran dan tingkat pendidikan orang tua dengan pengetahuan pubertas remaja di SMP Negeri 2 Andong Boyolali. Saran: diharapkan bagi sekolahan dan orang tua ada komunikasi untuk lebih meningkatkan pengetahuan pubertas serta kesehaatan reproduksi remaja. Kata Kunci: Peran orang tua, Tingkat pendidikan orang tua, Pengetahuan pubertas
TINGKAT KECEMASAN SUAMI SAAT MENGHADAPI PERSALINAN ISTRI DI RSU ASY-SYIFA SAMBI BOYOLALI
Siti Nurjanah;
- Indarwati
Gaster Vol 10 No 2 (2013): AGUSTUS
Publisher : P3M Universitas 'Aisyiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (99.675 KB)
Pendahuluan; Persalinan adalah proses keluarnya bayi, plasenta, dan selaput ketuban keluar dari dalam rahim.  Persalinan merupakan pengalaman yang penuh dengan kecemasan baik bagi ibu bersalin maupun keluarga, terutama suami sebagai orang terdekat ibu bersalin. Kecemasan suami timbul akibat koping suami  yang tidak efektif, yang dapat dipengaruhi oleh: usia, tingkat pendidikan, pekerjaan, parietas, dll, yang terbagi dalam beberapa tingkatan kecemasan. Tujuan; Mengetahui tingkat kecemasan suami saat mengadapi persalinan istri di RSU ASY-SYIFA Sambi Boyolali. Metode; Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik Purposive Sampling dengan jumlah sampel penelitian 90 responden, instrumen penelitian menggunakan lembar kuesioner HARS (Hamilton Anxiety Rating Scale). Penelitian ini menggunakan analisa univariate. Hasil; Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kecemasan suami saat menghadapi persalinan istri sebagian besar mengalami kecemasan ringan. Berdasarkan karakteristiknya sebagian besar  mengalami kecemasan ringan pada usia menengah, pendidikan rendah, bekerja, dan suami multigravida. Sebagian besar suami mengalami kecemasan ringan pada persalinan istri normal dan kecemasan sedang pada persalinan istri sectio caesarea. Gejala kecemasan suami yang sering dialami adalah sukar konsentrasi, merasa tegang, dan gelisah. Kesimpulan;Tingkat kecemasan suami saat menghadapi persalinan istri di RSU ASY-SYIFA Sambi Boyolali sebagian besar mengalami kecemasan ringan.Kata Kunci : Tingkat Kecemasan Suami, Persalinan Istri
PELAKSANAAN SISTEM RUJUKAN DI RSUD BANYUDONO
Arindika Puspitaningtyas;
, Indarwati;
Dewi Kartikasari
Gaster Vol 11 No 2 (2014): AGUSTUS
Publisher : P3M Universitas 'Aisyiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (403.227 KB)
Latar belakang: Sistem rujukan merupakan permasalahan yang belum terselesaikan dalam sistem kesehatan kita. Salah satu kelemahan pelayanan kesehatan adalah pelaksanaan rujukan yang kurang cepat dan tepat. Hal ini merupakan permasalahan yang tidak saja merugikan secara finansial tetapi juga akan berdampak pada kualitas pelayanan kesehatan serta akan berpengaruh terhadap pencapaian kinerja dibidang kesehatan. Tujuan Penelitian: Mengetahui gambaran pelaksanaan sistem rujukan di RSUD Banyudono. Metode: Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif. Jumlah sampel sebanyak 59 responden dengan teknik pengambilan sampel jenuh. Instrumen dalam penelitian ini berupa kuesioner disertai dengan wawancara. Hasil: Analisa univariat menunjukkan bahwa sebanyak 31 responden (52,5%) melakukan rujukan sesuai prosedur sistem rujukan, sebanyak 40 responden (67,8%) melakukan rujukan sesuai mekanisme sistem rujukan, sebanyak 34 responden (57,6%) melakukan persiapan rujukan sesuai dengan pelaksanaan sistem rujukan, dan sebanyak 36 responden (61,0%) tidak menjumpai kendala selama pelaksanaan rujukan. Kesimpulan: Sebagian besar perawat di RSUD Banyudono sudah melakukan rujukan sesuai prosedur pelaksanaan sistem rujukan dengan baik, mekanisme sistem rujukan disana juga sudah dilaksanakan dengan baik, untuk persiapan perawat sebelum melakukan rujukan sudah sesuai standar operasional yang ada, dan kendala perawat dalam merujuk pasien tidak ada. Kata Kunci: Sistem Rujukan, Perawat
PELAKSANAAN PERSETUJUAN RUJUKAN PERSALINAN DI SURAKARTA
, Indarwati;
, Wahyuni
Gaster Vol 12 No 1 (2015): FEBRUARI
Publisher : P3M Universitas 'Aisyiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (670.895 KB)
Latarbelakang, kematian ibu khususnya di Jawa tengah terlihat cukup tinggi, yaitu 347/100.000 kelahiran hidup. Dan tahun 2013 berdasarkan buku saku tri wulan ke tiga tercatat 515 kematian. Kematian ibu selama ini ada hubungannya dengan proses rujukan  dari pelayanan kesehatan dasar ke Rumah Sakit. Hasil penelitian yang mendahului terkait dengan pelaksanaan rujukan pasien persalinan, ditemukan bahwa; sebagian besar kasus persalinan yang di rujuk bidan menggunakan fasilitas JAMPERSAL dan tidak semua bidan dalam melakukan rujukan persalinan melaksanakan persetujuan merujuk secara. Berdasarkan fenomena tersebut, peneliti tertarik melakukan study pelaksanaan persetujuan rujukan persalinan di Rumah Sakit Umum Daerah Surakarta. Tujuan Penelitian adalah mendapatkan gambaran jenis kasus persalinan yang dirujuk dan pelaksanaan persetujuan rujukan yang dilaksanakan, serta kendala bidan atau tenaga kesehatan dalam proses persetujuan rujukan persalinan Metode untuk menjawab permasalahan tersebut akan dilakukan penelitian survey dengan pendekatan cros sectional. Responden penelitian ini adalah pasien atau keluarga pasien bersalin yang dirujuk ke RS dan bidan yang pernah melakukan rujukan pasien. Pengumpulan data dengan kuesioner dan dengan indept interview . Sedangkan Analisa data secara deskriptif dilakukan sesuai dengan tujuan penelitian ini. Hasil penelitian, menunjukkan bahwa sebagian besar kasus persalinan adalah rujukan karena penyulit kehamilan, dan persalinan atas kemauan sendiri untuk bersalin di RS juga cukuptinggi, rujukan berjenjang belum sepenuhnya dapat  berjalan semestinya karena alasan kegawatan, Penandatangan persetujuan merujuk sebagian besar pasien atau keluarga tidak menandatangani, tidak ditemukan kendala yang cukup berarti oleh bidan atau tenaga kesehatan ketika melaksanakan persetujuan merujuk pasien. Simpulan Persetujuan merujuk pasien belum bisa dilakukan secara berjenjang sesuai dengan system rujukan sebagaimana yang telah ditetapkan oleh menteri kesehatan karena alasan kegawatan, masyarakat yang secara langsung atas kemauan sendiri bukan karena dirujuk bidan ingin melahirkan di RS cukup banyak. Sebagian besar kasus bersalin yang dirujuk ke RS adalah penyulit kehamilan. Tidak ditemukan kendala dalam melaksanakan persetujuan merujuk pasien bersalin Key word: prevalensi , persalinan, rujukan
KARAKTERISTIK WANITA MENOPOUSE DAN PERUBAHAN POLA SEKSUALITAS DI DESA KEDUNGAN
I. Indarwati;
M. Maryatun
Gaster Vol 17 No 1 (2019): FEBRUARI
Publisher : P3M Universitas 'Aisyiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (557.965 KB)
|
DOI: 10.30787/gaster.v17i1.293
Pendahuluan, Menopause dini menjadi satu permasalahan tersendiri bagi wanita, kecemasan  yang muncul berpengaruh terhadap keharmonisan pasangan. Masih banyak wanita menopause mengalami gejala-gejala   yang cukup parah sehingga mempengaruhi aktivitas mereka sehari-hari, dan selanjutnya akan menurunkan kualitas hidup wanita. Fenomena majunya usia menopause yang semakin meningkat, dan perubahan fisik serta psikologis wanita menopause yang mengalami gangguan kualitas hidup meningkat pula. Hasil wawancara yang dilakukan selama melakukan studi pendahuluan ditemukan bahwa masih ada wanita menopause yang mulai males dan nafsu berkurang melakukan aktifitas seksual. Tujuan penelitian ini untuk mengkaji karakteristik wanita menopause dini, mengkaji aktifitas seksual serta motifnya pada wanita menopause di kecamatan Pedan. Metode penelitian survey deskriptif kualitatif dilakukan untuk menjawab tujuan penelitian. Pengumpulan data dilakukan dengan indept interview terhadap ibu premenopouse. Hasil penelitian karakteristik informan kunci berdasarkan usia pertama kali menstruasi sebagian besar menstruasi diantara usia 12 – 13 tahun, sedangkan usia menopause sebagian besar berusia antara 45 – 50 tahun, berdasarkan status pekerjaan informan kunci sebagian besar swasta, berdasarkan jumlah anak yang dilahirkan sebagian besar mempunyai 2-3 anak, sebagian besar informan kunci menggunakan kontrasepsi hormonal sebelum menopause dan sebagian besar informan kunci dikategorikan obesitas. Sebagian besar mengalami  perubahan   fisik seperti ; 1) berat badan mulai naik, 2) mudah capek, dan 3) kulit sudah mengendur. Perubahan psikologis pada penelitian ini, ditemukan ibu ibu  sudah merasakan tidak secantik dulu, merasa takut kalau pasangannya tertarik wanita lain. Kesimpulan didapatkan hasil bahwa motivasi wanita melakukan hubungan intim suami istri, karena kewajiban bukan karena kebutuhan. Dan terdapat perubahan pola seksualitas pada wanita usia menopause dini Di Wilayah Kerja Puskesmas Pedan
Characteristics and Levels of Mothers’ Knowledge about Management of Postpartum Blues Mental Disorder
I. Indarwati;
M. Maryatun
Gaster Vol 19 No 1 (2021): FEBRUARI
Publisher : P3M Universitas 'Aisyiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (995.927 KB)
|
DOI: 10.30787/gaster.v19i1.664
Background: Postpartum blues is a kind of mental disorder that often experienced by postpartum mothers and it is considered to be fine and believed to resolve itself after a few months.  Because it does not bring a problematic case, it will be at risk of becoming depression which has more fatal consequences. The disorder can be resolved immediately if the family members understand the signs of symptom and the treatments that must be conducted. Goal: The study is aimed to know the characteristics and level knowledge of mothers about the treatment of postpartum blues disorder. Method: This study is conducted by cross sectional design and the subject is the mothers who have given birth yet or not yet or the family members. The technique of collecting data uses the android application that completed with questionnaire which designed specifically. The respondents are allowed to fill its online questionnaire with the gadget. Result: The result shows that most of respondents who are in 20 until 35 years old with the highly educated category, and most of them or 96.5% are as the housewife. Most of those mothers do not understand about the treatment of postpartum blues disorder. The mothers in highly educated category are mostly office employee. Recommendation: the KIE activity about the postpartum blues mental disorder should be held through the Integrated Healthcare Center (Posyandu) or Empowerment of Family Welfare (PKK) activities which collaborated with the Health Care Center in Jetis area. Thus, the further study must be conducted to investigate the difference on both of employee and housewife mothers about the treatment of postpartum blues.
Contribution of Premature Baby (the Low Birth Weigh) towards Postpartum Depressed Mother
M. Maryatun;
I. Indarwati;
W. Widaryati
Gaster Vol 20 No 1 (2022): FEBRUARI
Publisher : P3M Universitas 'Aisyiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (644.567 KB)
|
DOI: 10.30787/gaster.v20i1.727
Postpartum depression is a common phenomenon and has the complexities which bringing on adverse consequence for mother, baby, and family. The reference of this research provides an overview of the various risk factors for postpartum depression. This research is aimed to identify various risk factors such as level of depression, postpartum type, husband’s support, baby weight, parity and number of children. Those factors can be the cause of postpartum. Women with postpartum depression who have the baby in low weight can be identified as the strongly predictor factor of postpartum depression cause. The method applied in this research is an observational research with cross sectional design which involving 75 postpartum mothers who having live babies. Data analysis is conducted by chi-square that presents the correlation of baby in low weight and the incidence of depression indicated on p value less than 0,05. Data are collected at once time. Result shows that there is a correlation of childbirth type, social support, baby weight, and parity toward the incidence of postpartum depression. This research provides a crucial reference about mother with postpartum depression that can be caused by the birth of low baby weigh. For further researchers, it can be an insight for analysis as the effort of baby and mother care in case to prevent the postpartum depression.
Family Emotional Support in Efforts to Improve Self-Esteem of Thlassemia Patients in Adolescent
Sri Handayani;
Laylatul Choiriyah;
Supardi Supardi;
Indarwati Indarwati
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 4 No 4 (2022): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (135.519 KB)
|
DOI: 10.37287/ijghr.v4i4.1321
The incidence of early marriage in Muaro Jambi Regency has increased. No studies have been done on the distribution pattern and the relationship between education level and early marriage in Muaro Jambi Regency. This study aimed to identify the hotspots and low spots of early marriage, and the relationship between low education level with early marriage in Muaro Jambi regency in 2021. Global and Local Analysis Moran Index is used in this study to map hotspots and low spots for early marriage. Spatial regression is used to determine the relationship between education level and cases of early marriage. This study used an ecological study approach with the unit of analysis of 155 villages in Muaro Jambi Regency. Data on early marriage was obtained from the Mauro Jambi Regency Health and Family Planning Agency (BKKBN) report. The percentage of early marriage in Muaro Jambi Regency is 22.49%. This study found a positive autocorrelation of early marriage in 14 villages that fall into the hotspots area and 11 villages that fall into the low spots area. Using the SAR model, this study also found a relationship between education level and early marriage in Muaro Jambi Regency.