p-Index From 2021 - 2026
10.31
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

Persepsi Masyarakat Kampung Baru terhadap Etika dalam Berpakaian Siswa/I Tsanawiyah Kampung Baru Jorong VII Nagari Taruang-Taruang Kecamatan Rao Kabupaten Pasaman Jahroida Jahroida; Iswantir M; Arifmiboy Arifmiboy; Muhiddinur Kamal
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 5 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v4i5.7764

Abstract

Penelitian ini dilakukan karena adanya fenomena di lingkungan masyarakat Kampung Baru bahwa siswa Tsanawiyah terindikasi memakai pakaian yang tidak sesuai dengan syari’at Islam. Memakai baju ketat,memakai baju tidur yang transparan, memakai celana jeans atau levis, celana boxer bagi yang kaum laki-laki dan celana yang sengaja di bolong-bolongkan. Memakai jilbab/hijab pendek ketika keluar dari rumah maupun dari lingkungan masyarakat. Tujuan penelitian untuk mengetahui persepsi masyarakat Kampung Baru terhadap etika dalam berpakaian siswa/i Tsanawiyah Kampung Baru Jorong VII Nagari Taruang-Taruang Kecamatan Rao Kabupaten Pasaman tahun 2020/2021. Penelitian ini adalah merupakan penelitian lapangan (field research) atau jenis penelitian survey dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini masyarakat Kampung Baru Jorong VII yang berjumlah 500 0rang. Hasil penelitian persepsi masyarakat Kampung Baru terhadap etika dalam berpakaian siswa/i Tsanawiyah Kampung Baru Jorong VII Nagari Taruang-Taruang Kecamaran Rao tahun 2020/2021 dapat dilihat dari hasil olahan angket penelitian yang telah disebarkan kepada masyarakat Kampung Baru Jorong VII. Menutup aurat bahwa dari 75 orang menjawab angket yang disebarkan secara acak 49% (26%-49%) sebagaian kecil siswa/i Tsanawiyah yang memakai pakaian yang sesuai dengan syariat islam. Dan 69% (51%-75%) sebagian besar siswa/i Tsanawiyah belum memiliki kepantasan dalam memakainya (pakaian), dan dari segi kesederhanaan 75% (51%-75%) sebagian besar belum memakainnya dalam bentuk yang sesederhananya. Dan dari tidak menyalahi ketentuan adat dan syariat, 57% (51%-75%) (sebagian besar belum memakai sesuai yang ditentukan oleh syariat islam.
PERSEKUSI VESUS EGALITER LOKALITAS MASYARAKAT SUMATERA BARAT Hilma Pami Putri; Nofri Andy N; Silfia Hanani; Muhiddinur Kamal
Penamas Vol 34 No 1 (2021): Volume 34, Nomor 1, Januari-Juni 2021
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31330/penamas.v34i1.389

Abstract

Filosofi Adat Basandi Syara’ Syara’ Basandi Kitabullah (ABS-SBK) yang dipegang teguh oleh masyarakat Sumatera Barat terciderai dengan terjadinya persekusi yang dilakukan sekelompok orang. Runtuhnya adat sebagai basis kultural orang Minang disebabkan menguatnya politik identitas dan pemahaman yang minim masyarakat terhadap peran media. Tujuan dari penelitian ini adalah mengungkap dan menganalis fenomena menguatnya politik identitas pasca aksi 212 serta pengaruhnya terhadap pembungkaman kebebasan berpendapat dalam media sosial di Sumatera Barat. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif melalui pengumpulan data dengan metode wawancara dan observasi. Hasil dari penelitian adalah: (1) hilangnya tradisi musyawarah dalam memutuskan suatu kesepakatan di Sumatera Barat disebabkan opini yang keliru di media (2) politik identitas menguat di Minangkabau juga disebabkan oleh cara pandang masyarakat yang lebih kepada akar geografis serta adat yang dikolaborasikan dengan nilai-nilai agama (3) semangat paderi juga menginspirasi masyarakat dalam konstruksi pemikiran masyarakat Sumatera Barat.
Pelaksanaan Konseling Lintas Budaya Oleh Guru Bimbingan Dan Konseling Melalui Bimbingan Kelompok Di SMKN 1 Pulau Punjung Kabupaten Dharmasraya Yelnita Putri; Dodi Pasila Putra; Muhiddinur Kamal; Darul Ilmi
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 5 No. 1 (2023): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v5i1.11430

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh hasil wawancara penulis dengan guru Bimbingan dan Konseling sebagai informan kunci dan guru wali kelas sebagai informan pendukung serta 2 orang siswa yang memiliki kebudayaan yang berbeda. Kebudayaan yang dimiliki siswa (A) kebudayaan Jawa dan kebudayaan yang dimiliki oleh siswa (M) kebudayaan Minang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pendekatan konseling lintas budaya oleh guru bimbingan dan konseling di smkn 1 Pulau Punjung Kabupaten Dharmasraya. Penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif yang merupakan penelitian yang didasarkan pada pengumpulan, analisis, dan interpretasi data berbentuk narasi serta visual (bukan angka) untuk memperoleh pemahaman mendalam dari fenomena tertentu yang diamati. Jenis penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif, yaitu dengan mengambarkan kejadian yang terjadi dilapangan. Sesuai dengan informasi yang diperoleh atau penelitian yang berusaha untuk mengumpulkan data-data menyajikan data dan menganalisis data, mengambarkan pemecahan masalah yang ada. Data didapatkan dari observasi , wawancara yang dilakukan di sekolah smkn 1 Pulau Punjung. Adapun informan dari penelitian ini adalah informan kunci guru bimbingan dan konseling, wali kelas dan informan pendukung yaitu siswa kelas X AKL inisial (A) dan inisial (M). Hasil dari penelitian ini adalah pendekatan konseling lintas budaya oleh guru bimbingan dan konseling melalui bimbingan kelompok di smkn 1 Pulau Punjung yaitu pendekatan yang berfokus pada universalitas dari sebuah budaya sehingga sebuah budaya dapat diterima oleh semua kalangan. Siswa berbaur dengan kelompok yang memiliki kebudayaan yang sama dengannya. Pendekatan emik yaitu pendekatan yang diperhatikan ciri khas dari budaya yang ada dan menyesuaikan dengan kebutuhan saat proses bimbingan dan konseling. Siswa lebih nyaman untuk menceritakan permasalahannya kepada teman yang memiliki kebudayaan yang sama dari pada ke guru bimbingan dan konseling. Pendekatan inklusif yaitu pendekatan yang menekankan keterlibatan konselor dalam proses bimbingan dan konseling yang sedang berlangsung.
PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PENYELENGGARAAN SHALAT JENAZAH DI DUSUN HARAPAN MAJU JORONG AMPANG GADANG KECAMATAN PANTI KABUPATEN PASAMAN Kartina; Muhiddinur Kamal; Wedra Aprison; Charles
KOLONI Vol. 1 No. 1 (2022): MARET 2022
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (494.528 KB) | DOI: 10.31004/koloni.v1i1.15

Abstract

The background of the problems found, the community just stood outside the mosque without participating in praying the corpse, and some of them thought that the funeral prayer was not too important because they saw from the law that the funeral prayer was fardu kifayah. In addition, people often ask for help from religious leaders to become prayer priests because the deceased's family cannot perform the funeral prayer, because according to them the reading of the funeral prayer is difficult to memorize. This study aims to see how the forms of community participation and the inhibiting factors of community participation in organizing the funeral prayer. The approach used in this study is a qualitative approach, meaning that researchers will see phenomena that occur in society. In this study using a form of qualitative descriptive research. Based on the findings of data analysis, several conclusions can be drawn, namely the form of community participation in the implementation of the funeral prayer is still low, caused by work, laziness and lack of knowledge about reading the funeral prayer. Although religious leaders have provided motivation in the form of recitations every Sunday. The inhibiting factors for community participation in the implementation of the funeral prayer are the feeling of laziness caused by being tired of working, considering the funeral prayer to be unimportant, and not being too close to the person who died. Keywords: Society participation, funeral prayer
HUBUNGAN SELF-CONTROL DENGAN HASIL BELAJAR SISWA DI MAN 2 PADANG PANJANG MASA PANDEMI Lili Sri Diana Rkt; Muhiddinur Kamal; Afrinaldi; Budi Santosa
KOLONI Vol. 1 No. 1 (2022): MARET 2022
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (432.967 KB) | DOI: 10.31004/koloni.v1i1.19

Abstract

This research departs from the phenomenon where it is seen that most of the students at school in self-control are very weak for the learning process. Students who cannot control themselves in learning become lazy to take part in learning such as not participating in the online learning process, just busy with other sites, lazy to do the assignments given by the subject teacher and students assume that online learning is trivial. So many student learning outcomes decreased drastically because they could not control themselves. This research is classified as a correlational quantitative research. The population is all students of MAN 2 Padang Panjang class X IPS, XI IPS, XII IPS. However, the researcher only took the population from class XI IPS 1 with a sample of 30 students. Here the researcher uses a questionnaire because this research is a quantitative research. The data analysis technique uses simple statistics, and in correlating research variables using Statiscal Product and Service Solution (SPSS) 2024. Based on the calculation results, it can be seen that rcount 0.436 <rtable 0.361, it can be concluded that there is a correlation between variable X and Variable Y, namely between self- control of student learning outcomes. Meanwhile, Fcount is 4.226 while Ftable is equal to, meaning 4.226 > 3.64. Based on the calculation of the criteria above, it can be concluded that Ho is rejected and Ha is accepted, meaning that there is the effect of self-control on student learning outcomes at MAN 2 Padang Panjang. The coefficient of determination shows that the contribution of self-control to student learning outcomes is 19% and 81% is influenced by other factors that are not included in the author's research variables. Based on the research findings, there is a relationship between self-control and learning outcomes where both have a positive and significant relationship. Thus, the better self-control in students, the better student learning outcomes, on the contrary, the less self-control in students, the lower student learning outcomes. Keywords:Self-Control, Learning Outcomes
HUBUNGAN BIMBINGAN ORANG TUA DENGAN HASIL BELAJAR (KOGNITIF) SISWA PADA MATA PELAJARAN PAI DI SMPN 2 TIGO NAGARI KABUPATEN PASAMAN Aisyah Syafitri; Muhiddinur Kamal; Salmi Wati; Charles
KOLONI Vol. 1 No. 2 (2022): JUNI 2022
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (407.035 KB) | DOI: 10.31004/koloni.v1i2.49

Abstract

This research is motivated by the phenomenon of the author's observations about students who indicated that they had received parental guidance but had low learning outcomes. This study uses a quantitative correlation approach. Collecting data in this study the authors obtained through questionnaires and documentation. This study used 294 students as the population and as many as 44 students as samples taken from 15 people at each level of class VIII, IX and 14 people in class VII. The data analysis technique that the author uses is a prerequisite analysis test in the form of a data normality test and a linearity test. Then the final data analysis the author uses is correlation analysis. Based on the results of the study, it can be understood that the significance level between the parental guidance variable (X) and student learning outcomes (Y) students is tcount = 7.52 with rcount = 0.610, then the hypothesis is accepted which states that there is a significant positive relationship between parental guidance and student learning outcomes (cognitive) on PAI subjects, it means H0 is rejected. This is due to = 0.610 which is in the coefficient interval 0.60-0.799 so that the level of correlation between the two variables is included in the strong category. Keyword: Parental Guidance, Learning Outcomes
PENGGUNAAN MEDIA AUDIO VISUAL DALAM RANGKA PENANAMAN NILAI-NILAI KEAGAMAAN ANAK USIA DINI PADA MASA NEW NORMAL DI TK BUNDO KANDUANG KELURAHAN NAPAR Windha; Muhiddinur Kamal; Supratman; Arifmiboy
KOLONI Vol. 1 No. 2 (2022): JUNI 2022
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (518.802 KB) | DOI: 10.31004/koloni.v1i2.56

Abstract

This research departs from the phenomenon experienced by teachers at Bundo Kanduang Kindergarten, Napar Village, in general, teachers in kindergarten have not paid attention to modern Audio Visual Media in instilling religious values ​​in early childhood, and when demonstrating learning media the teacher only focuses on demonstrating media, so that the class is less conducive and does not choose effective and efficient media. In the process of instilling religious values ​​in early childhood, schools have not used interesting learning using audio-visual media in the classroom so that children feel happy and comfortable both in terms of attitudes, actions, and train children's memory. This study aims to reveal: the use of audio-visual media in the context of inculcating religious values ​​for early childhood in TK Bundo Kanduang, Napar Village. This research is a qualitative descriptive study that aims to describe, analyze the existing and ongoing conditions in verbal language. The data were collected using observations, interviews, and documentation. In carrying out purpose sampling interviews, namely sampling techniques with certain considerations. Based on the results of the research that the author has done using audio-visual media in the context of instilling religious values ​​in early childhood during the new normal period at Bundo Kanduang Kindergarten, it can be concluded that teachers have used audio-visual media in learning but only use laptops, TV, laptops. , tabe, so it's not good, because it only uses a laptop, TV with a small screen and the picture is not clear enough for students to see. But in learning achievement, students are able to read and memorize short verses, prayer movements. Before watching the teacher's video, adjust the sitting position and prepare the tools that will be needed, and invite children to listen from the video, and the last step is the new teacher evaluating learning.  Keyword: Audio Visual Media, Early Childhood Religious Values, New Normal
UPAYA GURU PAI DALAM MENGEMBANGKAN KETERAMPILAN BERFIKIR TINGKAT TINGGI DI SMA N 1 KINALI Dewita Purnama Sari; Muhiddinur Kamal; Wedra Aprison; Charles
KOLONI Vol. 1 No. 3 (2022): SEPTEMBER 2022
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (523.735 KB) | DOI: 10.31004/koloni.v1i3.104

Abstract

This research was motivated by the author's curiosity from the efforts of PAI teachers in implementing HOTS at SMA N 1 Kinali. Because SMA N 1 Kinali already uses the 2013 curriculum, it is possible that the school does not implement HOTS-based learning or apply students' higher-order thinking skills. Because high-level thinking skills can be interpreted as an effort made by the teacher in improving students' thinking patterns to a higher level, able to think critically, creatively and able to solve a problem. Based on the author's observations that 1) students are still passive in the learning process and class activities are only dominated by smart children, 2) in making questions the teacher uses more questions that are applying or just writing so that the questions are analytical, evaluation and creative. rarely appears, 3) students' ability to think critically and creatively is still lacking, this can be seen when students carry out discussions depending on one person who is able to answer in their group. However, in terms of student scores, the category is sufficient. The type of research that the author does is descriptive qualitative. Methods of data collection is done by observation, interviews, and documentation. Informants in this study focused on PAI teachers as key informants while students and their surroundings as supporting informants. The results of this study indicate that the forms of PAI teachers' efforts in developing HOTS at SMA N 1 Kinali can be seen from the planning, implementation and evaluation forms applied in the school. lesson plans that must be prepared by the teacher are preparing materials/materials and formulating lesson plans. In the RPP there are several HOTS indicators such as analyzing, evaluating and creating, the application of these indicators can be seen from the learning objectives and the steps of the learning activities used. Furthermore, the implementation of learning is carried out using HOTS learning activities including the application of strategies such as models, methods and media that support various kinds such as critical thinking, creative thinking, collaboration, communication and literacy used by teachers when carrying out the learning process. Meanwhile, teacher evaluation uses various forms of questions and the assessment also varies. So the conclusion is, PAI teachers at SMA N 1 Kinali have been able to fully develop HOTS as desired in the 2013 and 21st century curriculum.  Keyword: PAI Teachers' Business Forms in Developing HOTS
Pelaksanaan Program Magrib Mengaji di Mesjid Raya Desa Sungai Pasak Kec. Pariaman Timur Kota Pariaman Nita Ervita; Junaidi Junaidi; Arifmiboy Arifmiboy; Muhiddinur Kamal
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2023): Agustus 2023
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh arus zaman modrenisasi dan perkembangan media elektronik menyebab terjadinya prergeseran baik dalam nilai, budaya dan tradisi. Pergeseran budaya mengaji yang biasa di lakukan sehabis magrib telah mulai ditinggalkan oleh sebagian anak-anak yang disibukan dengan dunia maya. Perubahan terjadi dengan sangat cepat dan efek negatifnya pun sangat besar di lingkungan masyarakat. Adapun di Desa Sungai Pasak anak-anak yang mengikuti magrib mengaji masih ada anak-anak yang belum fasih dalam membaca alqu'an dengan baik dan benar dan kurangnya tenaga pengajar dalam dalam kegiatan magrib mengaji. Maka yang menjadi rumusan masalah adalah bagaimana pelaksanaan program magrib mengaji dan apa upaya yang dapat dilakukan oleh pengelola program magrib mengaji dalam meningkatkan pelaksanaan program magrib mengaji di Mesjid Raya Desa Sungai Pasak Kecamatan Pariaman Timur Kota Pariaman.Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) yang bersifat deskriptif kualitatif.Peneliti melakukan penelitian di mesjid raya Desa Sungai Pasak Kecamatan Pariaman Timur Kota Pariaman, dengan informen kunci yaitu pengelola magrib mengaji, sedangkan informen pendukungnya yaitu guru-guru, orang tua, serta anak-anak. Dalam pengumpulan data penulis menggunakan teknik observasi, wawancara serta dokumentasi. Kemudian dalam menganalisis data peneliti peneliti melakukan beberapa langkah yaitu memilih data, menyajikan data, dan menarik kesimpulan.Untuk menguji kredibilitas data dan kevalidan data dilakukan dengan pengecekan data dari berbagai sumber kemudia dipilih dan disajikan dari sumber yang berbeda di deskripsikan dikstegorikan mana pandangan yang sama, berbeda dan mana yang lebih spesifik. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan program magrib mengaji di Mesjid Raya Desa Sungai Pasak sudah berjalan cukup baik dan dilakukan secara rutin sesuai waktu yang telah di tentukan. Dalam pelaksanaannya telah dilakukan berbagai bentuk kegiatan dalam program magrib mengaji yaitu membaca dan menulis al-qur'an, menghafal surat-surat pendek dan mengkhatam al-qur'an, serta belajar memahami arti dan terjemahan al-qur'an, dan belajar tilawatil qur'an. Kemudian adapun upaya yang dapat dilakukan pengelola dalam meningkatkan pelaksanaan magrib mengaji yaitu menjadikan kegiatan membaca al-qur'an kegiatan utama, kemudian adanya setoran ayat dan penargetan khatamul qur'an serta memahami arti dan terjemahan dengan menggunakan alqur'an yang langsung memiliki terjemahan dan juga belajar tilawatil qur'an sebagai kegiatan tambahan. Dari kegiatan magrib mengaji ini mampu untuk meningkatkan pelaksanaan magrib mengaji agar dapat meningkatkan kualitas anak-anak yang bagus untuk kedepannya.
Pengaruh Media Puzzle Dalam Bimbingan Kelompok Terhadap Interaksi Sosial Remaja Di Kelurahan Sawah Padang Aua Kuniang Kota Payakumbuh Aldila Rani; Alfi Rahmi; Fadhilla Yusri; Muhiddinur Kamal
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 4 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v3i4.4267

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena adanya remaja merasa kurang bisa berinteraksi didalam lingkungan karena bergaul dengan teman yang itu-itu saja, tidak mementingkan tanggung jawabnya sebagai pelajar, dan lebih senang bermain handphonenya dari pada bermain dengan teman-temannya. Metode penelitian yang dilakukan adalah Pre Eksperimen model One Group Pretest Posttest Design. Populasi penelitian ini adalah remaja di kelurahan Sawah Padang Aua Kuniang yang berjumlah 40 orang dan jumlah 10 orang yang diambil dengan menggunakan teknik random sampling. Instrumen penelitian ini adalah kuesioner atau angket. Data diolah dengan menggunakan skala likert. Data diolah dengan program Statistical Product and Service Solutin (SPSS) versi 25, serta teknik analisis data menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian yang telah diketahui dari hasil nilai uji Z (wilcoxon) menunjukkan perbedaan antara nilai pretest dan postest. Dari hasil perhitungan uji wilcoxon diperoleh signifikan p-value sebesar 0,005. Berdasarkan ketentuan yang berlaku. Diketahui hasil uji Wilcoxon sig p-value sebesar 0,005 < α (α =0,05) yang artinya Ha diterima dan Ho ditolak. Dari hasil perhitungan uji wilcoxon dapat disimpulkan bahwa interaksi sosial berpengaruh setelah diberikan perlakuan yaitu dengan Media Puzzle Dalam Bimbingan Kelompok Terhadap Interaksi Sosial Remaja Di Kelurahan Sawah Padang Aua Kuniang Kota Payakumbuh.
Co-Authors Adilman, Adilman Afrinaldi Afrinaldi Afrinaldi Aisyah Syafitri Aldila Rani Alfi Rahmi Alfi Rahmi, Alfi Alfionamora, Cindy Alif Rila Alimir, Alimir Amelia, Suci Riska Ananda, Arifan Andy Riski Pratama Arifmiboy, Arifmiboy Arman Husni Arriafdi, Muhammad Zainuddin bin Arrifaldi, Muhammad Zainuddin bin Asrina Mulyati Ayani, Misda Ayu Putri Ningsih Aziza, Nur Budi Santosa Budi Santosa Budi Santosa C, Charles Charles Charles Charles Charles Charles Charles Dafirsam, Dafirsam Darfius Darul Ilmi Darul Ilmi Desi Syafriani Dewita Purnama Sari Dinovia Fannil Kher Dodi Pasila Putra Dodi Pasila Putra Erfina, Sariaji Lina Fadhilla Yusri Fatmawati, Fatmawati Firman Firman Firman Firman Fitri Yatul Janah Fuadi, Hannah Gazali Gazali Gina Yuliani Haida Fitri Halomoan Ritonga, Cipto Hasan, Rahmat Hidayat Hawla, Nur Afni Hayati, Kasih Hayati, Mirna Hendrizal Hendrizal Hermaiza, Lisa Hilma Pami Putri Insany, M Habil Iswandi Iswandi Iswantir M Jahroida Jahroida Januar, Januar Jasmienti, Jasmienti Juliandari, Raisa Junaidi Junaidi Junaidi Junaidi Kartina Kartina Kartina Khairah, Tahnia Mafatihul Khairina, Jamila Latifa, Maysa Lidia Putri Lili Sri Diana Rkt M. Imamuddin Maryani, Eka Mitri Safrianti Muaddyl Akhyar Muhammad Ridho Muharani, Aulia Muharani, Riri musnaini musnaini Nelmaya Nelmaya Nita Ervita Nofita, Elsa Nofri Andy Nofri Andy N Nova Yanti Novel, Ismail Nur Annisa Nuraisyah Nuraisyah Nurul Fajri Oktavia, Titin Pendi Hasibuan Penmardianto Pratiwi, Desi Dwi Putri, Etiya Putri, Yesi Eka Qori Maulida, Gusti Rahayu, Kiki Silvia Rahayu, Nuraini Putri Rahma Dona, Rahma Rahmiati Rahmiati Ramadani, Hani Ramadani, Rezki Rasyidah, Hani Refina Oktavianda Rezi, Muhamad Ririta, Ririta Rizal, Eka Rizki, Arif Aulia Rkt, Lili Sri Diana Rohdi, Nur Ulfa Salmi Wati Salmi Wati Salmiwati , Salmiwati Salmiwati Salmiwati Salmiwati, Salmiwati Sandi, Ahmad Egil Saputri, Silvia Sari, Dewita Purnama Sari, Monica Didola Sari, Novia Eka Sarwo Derta Septianto, Dio Shafra Shafra Silfia Hanani Silvia Angraini Fauzi Siregar, Agung Darmawan Siregar, Nurmawarni Siti Nurfatirah Sulong, Abdul Ramae Supratman Supratman Supratman, Supratman Syafitri, Aisyah Syafrin, Yulia Syafrio Roni Wirdayat Syafrudin Syafrudin Syafwan Rozi Taufik, Muhammad Taufina Taufik Uswatul Hasanah Vina Hermawati Wati, Salmi Wati, Sri Nadia Wedra Aprison Winanda, Tri Windha WINDHA WINDHA Yanti, Rahma Yarni, Linda Yelnita Putri Z. Mawardi Effendi Zakir, Supratman Zubir, Muhammad Zulfani Sesmiarni