Claim Missing Document
Check
Articles

Penerapan Sistem Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP) pada Produk Banana Cake di Aerofood ACS Surabaya Annisa Salsabila Setya Budi; Trias Mahmudiono
Amerta Nutrition Vol. 5 No. 3 (2021): AMERTA NUTRITION
Publisher : Universitas Airlangga, Kampus C, Mulyorejo, Surabaya-60115, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/amnt.v5i3.2021.211-222

Abstract

ABSTRACTBackground: Aerofood ACS Surabaya as an international inflight catering service is required to have good food safety standards to ensure the quality of the products. The food safety system implemented by Aerofood ACS Surabaya on all its product is Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP), including the banana cake. HACCP needs to be applied to prevent the possibility of physical, chemical, and biological contamination on food product that can cause foodborne disease.Objectives: The purpose of this research is to identify the application of HACCP system to banana cake in Aerofood ACS Surabaya.Methode: The method of this research is a qualitative descriptive method including field observation, interviews, and analyzes HACCP documents of aerofood ACS Surabaya.Result: There are 18 steps to produce banana cake until it can distributed to airlines and can be consumed by consumers: receiving of eggs, receiving of banana, receiving of dry goods (flour, sugar, baking soda, and oil), eggs storage, banana storage, dry goods storage, egg cracking, flour sifting, weighing, mixing, baking, chilling, shaping, packaging, storage of banana cake, setting in the tray, holding room, and delivery to plane. From 18 steps to produce banana cake, there are six critical control points: receiving of eggs, eggs storage, baking, cooling, storage of banana cake, and holding room.Conclusions: Physical, chemical, and biological contamination on banana cake can be prevented by paying attention to each steps, especially the critical control point. Aerofood ACS Surabaya has implemented the HACCP system properly and accordance with the established HACCP plan.Keywords: HACCP, food safety, airlines catering service, foodborne diseaseABSTRAKLatar Belakang: Aerofood ACS Surabaya sebagai perusahaan jasa boga penerbangan bertaraf internasional diharuskan memiliki standar keamanan pangan yang baik untuk menjamin mutu produk yang dihasilkan. Sistem keamanan pangan yang diterapkan oleh Aerofood ACS Surabaya pada semua produknya adalah Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP), termasuk pada banana cake. HACCP perlu diterapkan untuk mencegah kemungkinan kontaminasi fisik, kimia, dan biologi pada produk pangan yang dapat menyebabkan foodborne disease.Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi penerapan sistem HACCP pada produk banana cake di Aerofood ACS Surabaya.Metode: Metode dari penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif yang meliputi observasi lapangan, wawancara, dan menganalisis dokumen HACCP Aerofood ACS Surabaya.Hasil: Terdapat 18 tahap produksi banana cake hingga produk dapat didistribusikan ke peswat dan dapat dinikmati oleh konsumen, yaitu penerimaan telur, penerimaan buah pisang, penerimaan bahan baku kering (tepung, gula, baking soda, dan minyak), penyimpanan telur, penyimpanan buah pisang, penyimpanan bahan baku kering, pemecahan telur, pengayakan tepung, penimbangan, mixing, baking, pendinginan, pembentukan, pengemasan, penyimpanan banana cake, penataan pada tray, penyimpanan pada holding room, dan delivery ke pesawat. Dari 18 tahap produksi banana cake, terdapat enam titik kritis yaitu penerimaan telur, penyimpanan telur, baking, pendinginan, penyimpanan banana cake, dan penyimpanan pada holding room.Kesimpulan: Kontaminasi fisik, kimia, dan biologi pada produk banana cake dapat dicegah dengan memerhatikan setiap langkah terutama titik kritis. Aerofood ACS Surabaya telah melaksanakan sistem HACCP dengan baik dan sesuai dengan HACCP plan yang telah ditetapkan.Kata Kunci: HACCP, keamanan pangan, jasa boga penerbangan, foodborne disease
Faktor Risiko Terjadinya Komplikasi Kronis Diabetes Melitus Tipe 2 pada Pra Lansia Chatarina Anugrah Ambar Purwandari; Bambang Wirjatmadi; Trias Mahmudiono
Amerta Nutrition Vol. 6 No. 3 (2022): AMERTA NUTRITION
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/amnt.v6i3.2022.262-271

Abstract

Latar Belakang:  Diabetes Melitus(DM)  adalah kelompok penyakit metabolik dengan hiperglikemia karena kelainan sekresi insulin, kerja insulin atau keduanya. Faktor risiko terjadinya komplikasi kronis Diabetes Melitus yaitu usia, jenis kelamin, lama menderita, konsumsi obat, dan BMI. Tujuan: Menganalisis faktor risiko yang mempengaruhi terjadinya komplikasi kronis Diabetes Melitus Tipe 2 pada pra lansia di Puskesmas Klampis Ngasem Kota Surabaya. Metode:  Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan desain case control. Populasi adalah pasien yang terdaftar pada rawat jalan dan anggota Posyandu Lansia. Besar sampel 30 pra lansia usia 45-59 tahun, 15 kasus dan 15 kontrol. Kriteria kelompok kasus adalah terdiagnosa komplikasi Diabetes Melitus Tipe 2 berdasarkan data medis sedangkan kriteria kelompok kontrol adalah terdiagnosa Diabetes Melitus Tipe 2 tanpa komplikasi berdasarkan data medis. Variabel independent berupa usia, jenis kelamin, lama menderita DM, aktivitas fisik (recall aktivitas fisik 2x24 jam), status gizi, konsumsi makanan (food recall 2x24 jam), dan konsumsi obat (form MMAS-8) dengan wawancara langsung dan melalui telepon. Variabel dependent berupa data medis. Analisis data menggunakan uji regresi logistik. Hasil: Faktor risiko komplikasi yaitu lama menderita (p=0,046; OR=2,274), aktivitas fisik (p=1,000; OR=0,000), status gizi (p=0,029; OR=1,911), konsumsi karbohidrat (p=0,999; OR=1,389), konsumsi lemak (p=0,999; OR=0,412), dan konsumsi obat (p=0,990; OR=0,000). Kesimpulan: Lama menderita dan status gizi menjadi faktor risiko terjadinya komplikasi kronis pada pra lansia. Bagi peneliti selanjutnya, menambahkan indikator biokimia untuk menjelaskan mekanisme terjadinya stres oksidatif terhadap kejadian komplikasi kronis.
Jenis dan Durasi Olahraga untuk Mencegah Premenstrual Syndrome: Sistematik Review Helen Alvia Clarita; Fatqiatul Wulandari; Trias Mahmudiono; Stefania Widya Setyaningtyas
Amerta Nutrition Vol. 6 No. 3 (2022): AMERTA NUTRITION
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/amnt.v6i3.2022.315-325

Abstract

Latar Belakang: Premenstrual syndrome (PMS) merupakan kumpulan gejala fisik, emosi, dan perilaku pada wanita usia produktif, biasanya terjadi pada fase luteal sebelum mentruasi. Gejala yang parah dapat menggangu aktivitas harian seorang wanita Hal ini terjadi akibat adanya beberapa faktor penyebab seperti hormon yang fluktuatif, status gizi wanita dan gaya hidup termasuk olahraga yang teratur. Pada kondisi mengalami PMS dengan melakukan olahraga mampu melepaskan senyawa dalam tubuh yang memberikan perbaikan gejala PMS sehingga menjadikan olahraga sebagai salah satu terapi yang direkomendasi dalam managemen gejala PMS. Tujuan: Systematic review ini bertujuan untuk mengetahui berbagai jenis olahraga dan durasi olahraga yang dapat digunakan dalam pencegahan kejadian PMS. Ulasan: Sebanyak 749 artikel berhasil diidentifikasi dari tiga database yaitu Pubmed, Science Direct, dan Scopus. Didapatkan 12 penelitian berdasarkan kriteria inklusi untuk diikutsertakan kedalam systematic review. Hasil telaah dari 12 artikel menunjukkan bahwa wanita dengan PMS memiliki gejala PMS yang lebih rendah setelah melakukan olahraga ringan, sedang, hingga berat. Beberapa jenis olahraga yang terbukti menurunkan PMS adalah berbagai olahraga aerobik seperti senam, zumba, bersepeda, lari, renang, latihan relaksasi, yoga, latihan beban, whole body vibration. Durasi minimal untuk merasakan manfaat olahraga dilakukan selama 4 minggu. Durasi yang lebih lama menunjukkan hasil yang efektif. Kesimpulan: Berbagai jenis olahraga dari olahraga ringan hingga berat serta durasi yang bervariasi minimal dilakukan selama 4 minggu terbukti menurunkan gejala PMS pada wanita. Hal ini membuktikan bahwa olahraga dapat digunakan sebagai salah satu rekomendasi terapi PMS bagi wanita. 
Front Matter September 2022 Trias Mahmudiono
Amerta Nutrition Vol. 6 No. 3 (2022): AMERTA NUTRITION
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Front Matter Vol 6 No 4, 2022 Trias Mahmudiono
Amerta Nutrition Vol. 6 No. 4 (2022): AMERTA NUTRITION
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Back Matter Vol 6 No 4, 2022 Trias Mahmudiono
Amerta Nutrition Vol. 6 No. 4 (2022): AMERTA NUTRITION
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengetahuan Ibu Hamil Pendek Tentang Tugas Kader Kesehatan : Studi Kualitatif: Knowledge of Short Pregnant Women About the Duties of Health Cadre : Qualitative Study Zuriati Muhamad; Bagong Suyanto; Trias Mahmudiono
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 5 No. 11: NOVEMBER 2022 -Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v5i11.2992

Abstract

Latar belakang: Kader merupakan sosok insan yang menarik perhatian khalayak, kesederhanaannya dan asalnya dari masyarakat setempat, telah membuat kader begitu dekat dengan masyarakat sehingga kader dianggap perpanjangan tangan antara petugas kesehatan dan masyarakat. Peran kader sangat diharapkan dalam meningkatkan pelayanan kesehatan termasuk dalam peningkatan pengetahuan dan sikap ibu hamil dalam pelayanan kehamilan (ANC). Ibu hamil diberikan pengetahuan dan pemahaman dalam menjalankan kehamilannya maka diharapkan ibu hamil dapat menjalankan kehamilannya dengan sehat dan berdampak bagi ibu dan janinnya. Tujuan: penelitian ini bertujuan untuk menganalisa sejauh mana peran kader kesehatan dalam mendampingi dan memberikan pelayanan kehamilan pada ibu hamil pendek. Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian Kualitatif dengan pendekatan Fenomenologi yaitu untuk melihat fenomena pengalaman ibu hamil pendek pada saat pelayanan kehamilan yang diberikan oleh kader kesehatan. Informan pada penelitian ini adalah Ibu Hamil Pendek sebanyak 12 orang, bidan desa sebanyak 9 orang serta kader 6 orang. Pengumpulan data dilakukan melalui indepth interview dan observasi. Data di analisis dengan menggunakan Interpretasi Fenomenology Analysis (IFA). Hasil: Dari wawancara mendalam dengan para informan tentang peran (tugas) kader dalam mendampingi ibu hamil pendek diperoleh hasil bahwa pengetahuan ibu hamil pendek tentang tugas kader sebagai pendamping berkaitan erat dengan keaktifan melakukan kunjungan ke posyandu dan interaksinya dengan kader dan bidan, dimana membuka pendaftaran posyandu, mengukur berat badan, tinggi badan, megukur tekanan darah, mengukur Lila, mencatat hasil pemeriksaan kehamilan. Kesimpulan: Pendampingan kader kesehatan dapat meningkatkan pengetahuan ibu hamil dalam pelayanan ANC hal ini terlihat dengan meningkatnya kunjungan Posyandu oleh ibu hamil setiap bulannya.
Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap Minimum Acceptable Diet pada anak usia 6-23 bulan di Indonesia Muh. Guntur Sunarjono Putra; Mira Dewi; Lilik Kustiyah; Trias Mahmudiono; Cindra Tri Yuniar; Siti Helmyati
AcTion: Aceh Nutrition Journal Vol 7, No 2 (2022): November
Publisher : Department of Nutrition at the Health Polytechnic of Aceh, Ministry of Health

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/action.v7i2.766

Abstract

Indonesia is one of the countries with high nutritional problems caused by inadequate feeding practices. A minimum acceptable diet (MAD) is used to assess feeding practices in children with low achievement (53,6%) aged 6-23 months. This study aimed to determine the factors influencing MAD in children aged 6-23 months in Indonesia. This study uses a cross-sectional study design to use secondary data from the 2017 IDHS. The subjects in this study were 4.783 children aged 6-23 months. Data were collected using the 2017 IDHS and WHO UNICEF 2010 questionnaires in assessing feeding practices. Statistical tests used were Chi-square, Spearman, and Multiple logistic regression. This study showed that the prevalence of MAD was 53.7%. Factors influencing MAD were the location of residence (p= 0,001), wealth index (p<0,001), mother's occupation (p= 0,007), father's education level (p= 0,022), mother's education (p= 0,003), media exposure (p= 0,012), geographic area (p<0,05), child's age (p<0,001), and birth order (p<0,05). The dominant factor influencing MAD is the education level of mothers who do not attend school. In conclusion, there is an influence between socio-demographic and economic characteristics and the characteristics of children with MAD in Indonesia.
The association of sanitation, birth history, and nutritional status on the incidence of diarrhea among children under five in Zambia, South Africa Wizara Salisa; Trias Mahmudiono; Mahmudah
Media Gizi Indonesia Vol. 17 No. 1SP (2022): Media Gizi Indonesia (National Nutrition Journal) Special Issue: Internation
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/mgi.v17i1SP.153-160

Abstract

Negara sub-sahara dikenal memiliki pasokan sumber air bersih dan sanitasi yang belum mumpuni, sehihngga mempengaruhi peningkatan risiko kejadian diare. Diketahui bahwa masalah gizi juga menjadi penyebab diare. Lalu bagaimana pengaruh faktor risiko tersebut di negara sub-sahara? Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan sanitasi, riwayat kelahiran, dan status gizi terhadap kejadian diare pada balita di Zambia dan besaran risikonya. Desain studi yang digunakan adalah cross sectional dengan memanfaatkan data sekunder Zambia Demographic and Health Survey tahun 2018 yang tersedia dari DHS program. Total sampel sebanyak 6504 balita dengan data lengkap meliputi diare, karakteristik sosio ekonomi, riwayat kelahiran, status anemia, serta antropometri (BB dan TB). Hasilnya, sebanyak 15,6% balita mengalami diare (2 minggu terakhir). Berdasarkan sosio ekonomi, tingkat pendidikan berhubungan signifikan (p=0,000) dengan diare dimana ibu yang tidak bersekolah berisiko hingga 1,542 kali. Sumber air minum berhubungan signifikan terhadap kejadian diare (p=0,001), dengan risiko 1,297 kali. Pada status gizi, hanya variabel BB/U (underweight) yang ditemukan berhubungan signifikan (p=0,000), dengan besar risiko 1,413 kali. Temuan menarik pada riwayat kelahiran balita, yaitu balita yang diberi ASI eksklusif meningkatkan kejadian diare hingga 2,5 kali (p=0,000). Penelitian ini mengkonfirmasi hipotesis bahwa kejadian diare pada balita di Zambia dipengaruhi secara signifikan oleh sumber air minum, tingkat pendidikan ibu, riwayat IMD, dan status gizi BB/U atau underweight. Namun pada riwayat pemberian ASI eksklusif, diare lebih banyak terjadi pada balita yang mendapat ASI eksklusif.
DETERMINANT OF STUNTING AMONG CHILDREN 15-49 MONTHS IN ZAMBIA (ZAMBIA DHS ANALYSIS 2018) Ulfa Al Uluf; Trias Mahmudiono; Mahmudah Mahmudah; Soenarnatalina Melaniani
Jurnal Biometrika dan Kependudukan (Journal of Biometrics and Population) Vol. 11 No. 02 (2022): JURNAL BIOMETRIKA DAN KEPENDUDUKAN
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jbk.v11i02.2022.194-202

Abstract

One of the countries with a high prevalence of stunting in East Africa is Zambia. Globally, 22% of children under 5 years old are stunted or 149.2 million children in 2020. Stunting prevalence in Zambia remains above 35% in children under 5 years old at the national level. Research in Zambia about determine of stunting is still few and limited. The aim of this study was to identify determine with stunting in children aged 0-59 months in Zambia. The method used is observational in secondary data from the 2018 Demographic and Health Survey (DHS) in Zambia. Mothers of toddlers are Respondents aged 15 - 49 years and having toddlers aged 15 - 49 months. The sample size used in this study was 3804 mothers with children under five. Bivariate analysis using Chi-Square test and multivariate analysis using Multiple Logistic Regression. The results showed that the factors related to stunting were maternal age (p=0.164), marital status (p=0.187), wealth index (p=0.149), age of children under five (p=0.164) and order of children (p=0.077). Marital status OR 2.724 (0.846-8.769) the most influence the occurrence of stunting in children under five. The implication of this study is the more mothers who never married, the greater the risk of stunting.
Co-Authors 'Arifah, Dzakiyyatul Fikrah Abd Rahim, Nurul Ain binti Abdul Rohim Tualeka Abdullah Al Mamun Abdullah Al Mamun Afifah Desi Natasya Agus Sri Wardoyo Agus Sri Wardoyo Agus Sri Wardoyo Agustin, Asri Meidyah Alfadhila Khairil Sinatrya Allyra Himawati Amanda Fharadita Olivia Rakhmad Amanda Fharadita Olivia Rakhmad Amiini, Annisa Nur Andamarai, Natasya Ayu Andi Nugroho Andini, Niken Andriani, Merryana Anggiat Manahan Anggono, Felicia Anggraini, Sulvy Dwi Anisa Nindyasari Annas Buanasita Annis Catur Adi Annisa Salsabila Setya Budi Antonius Yansen Suryadarma Ardian Nurdianto Firman Ariza, Nahya Rahmatul Arum Sekar Rahayuning Putri Atika Anif Prameswari Atin Nurmayasanti Audina, Angelina Aulia Jauharun Nisak Aulidina Dwi Mustafyani Azhar, Mohamad Azmy, Ulul Azzahra, Callista Naurah Bagong Suyanto Bambang Wirjatmadi Bekti Krisdyana Bella Kartini Rochmania Budi Utomo Callista Naurah Azzahra Charles Frans Chatarina Anugrah Ambar Purwandari Christy, Aprillia Betany Chrysoprase Thasya Abihail Chrysoprase Thasya Abihail Cindra Tri Yuniar Cindra Tri Yuniar Cindra Tri Yuniar Cindra Tri Yuniar Cita Rosita Sigit Prakoeswa Cristanti, Fera Feheliani Damai Arum Pratiwi Daniel Andi Kristanto Danik Iga Prasiska Deandra Ardya Regitasari Sutoyo Dhiflatul Frista Anani Diah Indriani Dicky Andhyka Priambudi Dominikus Raditya Atmaka Dwi Putri Pangesti Suryo Andadari Dzulkifli, Achmad Edna Elkarima Edy Purwanto Tertius Eka Anisah Yusryana Eka Anisah Yusryana Elya Sugianti Erfiana Eriza Wahyuhandani Ernadila Diasmarani Hargiyanto Erwanda Anugrah Permatasari Estuningsih, Yayuk Farah Mumtaz Suwandiman Farah Mumtaz Suwandiman Farapti Farapti Farida, Bunga Fathrizqita Aghnia Raudhany Fatqiatul Wulandari Fatqiatul Wulandari Fauzi, Annisa Yumna Febrianto, Eka Cahya Fikri, Muhammad Nabil Fitria Nurus Sakinah Flora Ramona Sigit Prakoeswa Fransiska Sabatini Setiawati Fransiska Sabatini Setiawati Fuad Zulkarnain Rozaq Sugeha Fuad Zulkarnain Rozaq Sugeha Furoidah, Nida Asni Gunawan Yoga Pratama Halim, Mohamad Hargiyanto, Ernadila Diasmarani Hario Megatsari Haryati, Aisya Cici Putri Hasanah Ayuningtyas Helen Alvia Clarita Hibatullah, Faiz Nur Iin Zulaiha Tuasikal Ikeu Ekayanti Ilyu Ainun Najie Imaniar Mahdiya Izati Indah Dwi Utami Ira Suarilah Isaura, Emyr Reisha Isma Nur Amalia Ismail, Wan Ismahanisa Isnaniyanti Fajrin Arifin Jaminah Jaminah Jaminah, Jaminah Kamila Dwi Febrianti Keah, Lee Siew Khairina Fadiah Hidayati Khairina Fadiah Hidayati Khanif, Ashlikhatul Khoiriyah, Riza Krispul, Adriana Kusuma, Ardyanisa Raihan Larasati, Destania Kinthan Lilik Kustiyah Lina Ali Baraja loriza, sufi jihaan Loriza, Sufi Jihan Luki Mundiastuti Maharani, Dinda Maulidya Putri Maharani, Faizah Putri Mahmud Aditya Rifqi Mahmudah Mahmudah Mahmudah Mahmudah Mahmudah Mahmudah Mahmudah Mahmudah Mahmudah Wati Sugito Martina Puspa Wangi Martina Puspa Wangi Martina Puspa Wangi Mat Yasin, Azwa binti Maya Fernandya Siahaan Melaniani, RR Soenarnatalina Melaniani, Soenartalina Mengistu, Assaye Girma Merryana Andriani Mira Dewi Mohamad Shariff, Mohamad Halim bin Mohd Fitri, Muhammad Firdaus bin Mohd Noor, Mohamad Azhar bin Muh. Guntur Sunarjono Putra Mulia, Shinta Arta Nadia Ramadhani Nadia Ramadhani Nafijah Muliah Ninda, Gina Fitri Nining Tyas Triatmaja Nuka, Ni Made Ayu Rachel Rasheeta Nur Alifia Hera Nur Hasanah Nur Mufida Wulan Sari Nur Mufida Wulan Sari Nur Mufidah Wulan Sari Nur Sahila Nur Sahila Nur Sahila Nur, Zilvi Fuadiyah Nurdini, Erike Duwi octarine, Sabitha Wina Oktaviani, Elma Mutiara Padella Dian Julia Armadita Pangestuti, Ayu Permatasari, Fitiara Indah Pininfarina, Virghina Bintang Pratiwi, Azizah Ajeng Pristyna, Greena Putri Ramadhani Putri, Dian Utama Pratiwi Qotrunnada, Miranda Zannuba Qurrota A’yun Febrina Triwindiyanti Rachma, Rizky Aulia Rachmah, Qonita Rachmahnia Pratiwi Ragil, Meisya Risky Puspitasari Rahmani, Alinda Rahmatika, Auni Rakhmad, Amanda Fharadita Olivia Ramadhan, Sasha Anggita Rao, Rishan Rao al Morgan Rasyidi, Mohammad Fahmi Ratanika, Marcellina Tania Ratna Dwi Puji Astuti Ravi, Bagas Alifiyan Relawantria Harlianti Renata Saskia Rifa Juliana Kartika Rifqi, Niken Yunia Ririn Kristiani Rizaldy Fathur Rachman Rohmah, Amirah Maulida Roseprilla, Adamina Dinda Roudhotul Jannah Rozlan, Muhammad Syahmi bin RR Soenarnatalina Sabri, Nurhidayah binti Safaryna, Alifia Merza Sahila, Nur Sajida, Jasmine Hanida Sakinah Ramadhani Saleem, Haitam Thaleb Salim, Lutfi A. Salsabila, Dhia Qatrunnada Noor Salsabila, Jihan Zahwa Santi Martini Santoso, Audia Fijratullah Santoso, Kohar Hari Santoso Hari Sari, Nur Mufida Wulan Sari, Nur MW. Sari, Yuyun Eka Sasha Anggita Ramadhan Sasha Anggita Ramadhan Simangunsong, Tiara Tivany Siti Helmyati Siti Nur Husnul Yusmiati Siti Rahayu Nadhiroh Soares, Ivo Da Costa Soenarnatalina Melaniani Soenarnatalina Soenarnatalina Sokvy, Ma Sri Sumarmi Sri Sumarmi Sri Sumarmi Sri Wahyuni Stefani Verona Indi Andani Stefani Verona Indi Andani Stefania Widya Setyaningtyas Suarilah, Ira Suci Handayani Susi Hidayah Sutrisno, Mauline Afifah Putri Suwardi Suwardi Suzanna Primadona Suzanna Primadona Syafi’atur Rosyidah Syahdana, Achidah Nur Syahfitri Wulandari Syahid Kinayung Widyaji Tajuddin, Rosnida binti Talib, Siti Salwa binti Thinni Nurul Rochmah Tulus Ervina Lindayanti Ulfa Al Uluf Utari Gita Setyawati Valentin, Valling Wadi'ah Hasna Nurramadhani Wadi'ah Hasna Nurramadhani Wardatul Raihan Werdaningtyas, Rizky Widadari Intan Rujaby Widati Fatmaningrum Widayani, Soraya Tri Wilis Cahyaning Ayu Wilis Cahyaning Ayu Wizara Salisa Wuri Rizki Handarbeny Yayuk Estuningsih Yuniar, Aida Verdy Kumala Yurike Adhela Yurike D Adhela Yurike Dhika Adhela Yurike Dhika Adhela Yusmiati, Siti Nur Husnul Yusrita Anidha Yusryana, Eka Anisah Yuwana, Noki Rieke Diah Ayu Zahidatul Rizkah Zainurrahmah, Nadia Syfa Zebadia, Eurika Zeni Firginingtyas Zuriati Muhamad