p-Index From 2021 - 2026
11.049
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : Variabel

Profil Konsepsi Siswa pada Materi Energi Berdasarkan Analisis Four-Tier Diagnostic Test Haratua Tiur Maria Silitonga; Erwina Oktavianty; Hamdani Hamdani; Dendodi Dendodi
Variabel Vol 4, No 1 (2021): APRIL 2021
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/var.v4i1.2545

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemahaman konseptual siswa tentang energi berdasarkan analisis instrumen tes empat tingkat. Sampel penelitian ini sebanyak 91 siswa yang diambil melalui teknik purposive sampling dari kelas X tiga SMA Negeri di Pontianak. Data dikumpulkan dengan menggunakan tes diagnostik empat tingkat yang terdiri dari 12 pertanyaan pilihan ganda. Hasil validasi ahli menunjukkan bahwa indeks Aiken-v adalah 0,73. Reliabilitas instrumen sebesar 0,783 dan memiliki tingkat keterbacaan soal 0,63. Hasil yang diperoleh berdasarkan analisis uji diagnostik empat tingkat terdiri dari Siswa Paham konsep (33,2%), Paham sebagian (8,7%), Tidak paham konsep (12,6%), dan Miskonsepsi (45,4%).
Pengembangan Tes Diagnostik Menggunakan Model Teslet untuk Mengidentifikasi Kesulitan Belajar Peserta didik SMA pada Materi Momentum dan Impuls Fenny Trinovitasari; Haratua Tiur Maria S.; Muhammad Musa Syarif Hidayatullah
Variabel Vol 5, No 2 (2022): OCTOBER 2022
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/var.v5i2.3091

Abstract

Penelitian ini bertujuan menghasilkan tes diagnostik menggunakan model teslet pada materi momentum dan impuls untuk mengidentifikasi kesulitan belajar peserta didik SMA Negeri di Pontianak. Secara khusus bertujuan untuk: (1) mengidentifikasi karakteristik butir tes diagnostik menggunakan model teslet disusun pada materi momentum dan impuls. (2) mengetahui kelayakan tes diagnostik menggunakan model teslet pada materi momentum dan impuls. Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan (Research and Development) dikembangkan dengan model Four-D menggunakan 9 langkah pengembangan tes diagnostik menurut Mardapi. Tes tediri dari 12 soal pokok yang masing-masing terdiri dari 3 subsoal, total keseluruhan 36 soal. Data kualitatif didapatkan dari validasi tim ahli yang merupakan guru mata pelajaran fisika dan dosen Pendidikan Fisika FKIP UNTAN. Uji skala kecil dengan subjek peserta didik kelas XI IPA 6 SMA Negeri 3 melibatkan 23 peserta didik, dan uji skala besar di kelas XI IPA 3 SMA Negeri 3, XI IPA 1 SMA Negeri 7, dan XI IPA 1 SMA Negeri 5 melibatkan 98 peserta didik. Karakteristik yang digunakan adalah karakteristik menurut Sutrisno. Berdasarkan analisis data, didapat tes diagnostik yang dikembangkan dengan model teslet dapat digunakan untuk mengidentifikasi kesulitan belajar peserta didik, yaitu: (1) tingkat validitas isi tinggi sebesar 0,94, (2) validitas butir soal lebih dari 0,413 dan 0,195 dengan jumlah soal valid sebanyak 36 soal, (3) reliabilitas tinggi sebesar 0,893, (4) tingkat kesukaran soal kategori sedang, (5) soal dibuat dengan bahasa yang sederhana dengan tingkat keterbacaan 7,05, sehingga soal yang dapat digunakan sebanyak 36 soal.Kata Kunci: Kesulitan Belajar; Tes Diagnostik; Teslet; Momentum dan ImpulsDevelopment of Diagnostic Tests Using Teslet Models to Identify High School Students' Learning Difficulties on Momentum and ImpulseABSTRACTThis study aims to produce diagnostic tests using a teslet model on momentum and impulse to identify learning difficulties for state high school students in Pontianak. It specifically aims to: (1) identify the characteristics of diagnostic test items using a teslet model composed on momentum and impulse materials. (2) knowing the feasibility of diagnostic tests using a teslet model on momentum and impulse materials. This research was a research and development developed with the Four-D model using 9 steps of diagnostic test development according to Mardapi. The test consisted of 12 main questions, each consisting of 3 sub-questions, a total of 36 questions. Qualitative data was obtained from the validation of a team of experts who are physics teachers and lecturers of Physics Education FKIP UNTAN. The small-scale test with the subjects of class XI science 6 SMA Negeri 3 students involved 23 students, and the large-scale test in class XI IPA 3 SMA Negeri 3, XI IPA 1 SMA Negeri 7, and XI IPA 1 SMA Negeri 5 involved 98 students. The characteristics used were those according to Sutrisno. Based on data analysis, diagnostic tests developed with a teslet model could be used to identify students' learning difficulties, namely: (1) a high content validity level of 0.94, (2) the validity of question items of more than 0.413 and 0.195 with a total of 36 valid questions, (3) high reliability of 0.893, (4) difficulty level of medium category questions, (5) questions made in simple language with a readability level of 7.05, so that the questions that could be used were as many as 36 questions.
Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Moodle untuk Materi Momentum dan Impuls di Kelas X SMA Mutiara Chelsiyanti; Haratua Tiur Maria Silitonga; Hamdani Hamdani
Variabel Vol 5, No 2 (2022): OCTOBER 2022
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/var.v5i2.3639

Abstract

Menghasilkan media pembelajaran berbasis moodle yang layak dan mengidentifikasi apakah terdapat peningkatan pada hasil belajar peserta didik setelah menggunakan media pembelajaran berbasis moodle merupakan tujuan dari penelitian ini. Untuk merealisasikan tujuan penelitian, digunakan metode penelitian dan pengembangan atau research and development (R&D). Model pengembangan yang digunakan adalah model ADDIE, memiliki 5 tahap yaitu analysis, design, development, implementation dan evaluation. Instrumen yang digunakan untuk menilai kelayakan produk berupa lembar validasi dan angket respon peserta didik. Data penelitian dianalisis dengan teknik analisis deskriptif kuantitatif. Peserta didik diberikan soal pretest dan posttest sebanyak 15 soal pilihan ganda, untuk melihat apakah terdapat peningkatan pada hasil belajar mereka. Hasil validasi materi dan validasi media masuk dalam kriteria sangat baik, dengan skor rata-rata sebesar 4,37 dan 4,375. Berdasarkan hasil uji coba terbatas dan uji coba lapangan diperoleh persentase total sebesar 96,42% dan 86,76% dengan kriteria sangat layak. Sehingga, dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran berbasis moodle untuk materi momentum dan impuls sudah valid dan layak. Berdasarkan hasil analisis data uji wilcoxon didapatkan bahwa terdapat peningkatan pada hasil belajar peserta didik.Kata Kunci: Pengembangan Media Pembelajaran; Moodle; Momentum dan ImpulsDevelopment of Moodle-Based Learning Media for Momentum and Impulse in Class X SMAABSTRACTProduce Moodle-based learning media that are feasible and identifying whether there is an increase in student learning outcomes after using Moodle-based learning media were the goal of this study. To realize the research objectives, research and development (R&D) methods are used. The development model used was ADDIE, which have 5 stages, namely analysis, design, development, implementation, and evaluation. The instrument used for evaluating appropriateness of product was validation sheet and student response questionnaire. The research data were analyzed by using the quantitative descriptive analysis techniques. The students were given a pretest and posttest questions as many as 15 multiple choice questions, to see if there is an improvement in their learning outcomes. The results of the material validation and media validation were included in the very good criteria, with an average score of 4.37 and 4.375. Based on the results of limited trials and field trials, the total percentages were 96.42% and 86.76% with very feasible criteria. So, it can be concluded that the Moodle-based learning media for momentum and impulse materials is valid and feasible. Based on the results of the Wilcoxon test data analysis, it was found that there was an increase in student learning outcomes.
Analisis Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi Peserta Didik dalam Menyelesaikan Soal Suhu dan Kalor Muhammad Nizam; Tomo Djudin; Hamdani Hamdani; Haratua Tiur Maria Silitonga; Firdaus Firdaus
Variabel Vol 6, No 1 (2023): APRIL 2023
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/var.v6i1.4252

Abstract

Mendeskripsikan profil kemampuan berpikir tingkat tinggi peserta didik dalam menyelesaikan soal suhu dan kalor berdasarkan aspek kemandirian belajar (rendah, sedang, dan tinggi) merupakan tujuan dari penelitian ini. Jenis penelitian ini yaitu penelitian survei tanpa kelompok pembanding. Pengumpulan data dilakukan dengan memberikan angket kemandirian belajar dan tes kemampuan berpikir tingkat tinggi kepada 126 peserta didik kelas XI MIA di SMA Negeri 1 Sungai Raya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan berpikir tingkat tinggi peserta didik dalam menyelesaikan soal suhu dan kalor tergolong rendah dengan rata-rata 34,08. Profil kemampuan berpikir tinggi peserta didik pada level menganalisis (C4), mengevaluasi (C5), mencipta (C6) berturut-turut  33,6%, 34,0%, 34,4% dari skor ideal. Uji One-Way ANOVA menunjukkan ada perbedaan kemampuan berpikir tingkat tinggi peserta didik antara kelompok kemandirian belajar rendah, sedang, dan tinggi karena nilai Fhitung > Ftabel (9,98 > 3,07). Kesimpulan penelitian ini yaitu kemandirian belajar yang dimiliki peserta didik berpengaruh positif terhadap kemampuan berpikir tingkat tinggi. Kata Kunci:Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi; Suhu dan Kalor; Kemandirian Belajar Analysis of Student’s Higher Order Thinking Ability in Solving Temperature and Heat ProblemsABSTRACTTo describe the higher-order thinking ability profile of students in solving temperature and heat problems based on aspects of learning independence (low, medium, and high) was the aim of this study. This research was survey research without a comparison group. The data was collected through a learning independence questionnaire and a higher-order thinking ability test on 126 students of class XI MIA at SMA Negeri 1 Sungai Raya. The results of this study indicated that the higher-order thinking ability of students in solving temperature and heat problems was low with an average of 34.08. The higher-order thinking ability profile of students at the level of analyzing (C4), evaluating (C5), and creating (C6) were respectively 33.6%, 34.0%, 34.4% from the ideal score. The One-Way ANOVA test showed that there was a difference in the higher-order thinking ability profile of students in the low learning independence group, the medium learning independence group, and the high learning independence groups because the value of Fvalue > Fdistribution (9.98 > 3.07). It was concluded that the learning independence of students had a positive effect on higher order thinking ability.
Analisis Kemampuan Representasi Diagram Gaya pada Siswa SMA di Kota Pontianak Ricky, Patrick; Sirait, Judyanto; Hamdani, Hamdani; Silitonga, Haratua Tiur Maria; Oktavianty, Erwina
Variabel Vol 7, No 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/var.v7i1.5320

Abstract

Diagram gaya merupakan salah satu dari representasi visual yang dipelajari oleh siswa jenjang menengah atas maupun perguruan tinggi. Diagram gaya dilibatkan dalam penyelesaian soal sehingga cara menggunakan diagram gaya menjadi sesuatu yang perlu dikuasai oleh siswa. Hal ini menjadi tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui profil kemampuan representasi diagram gaya siswa SMA di kota Pontianak. Penelitian ini dilaksanakan secara survei dan melibatkan 205 siswa dari tiga sekolah negeri yang berbeda di kota Pontianak. Siswa diuji menggunakan tes representasi diagram gaya yang terdiri dari 8 butir soal dimana masing-masing konteks diujikan dua jenis situasi diantaranya situasi diam dan situasi percepatan konstan. Data dianalisis secara kuantitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa skor rata-rata kemampuan representasi diagram gaya siswa sebesar 48.78 untuk kategori menengah (intermediate). Kemudian, skor rata-rata siswa yang berhasil menyelesaikan soal untuk konteks bidang horizontal sebesar 57.32, konteks bidang miring sebesar 69.51, konteks objek menggantung sebesar 36.83, dan konteks sistem Atwood sebesar 31.46. Hal ini mengindikasikan bahwa sebagian siswa mengalami kesulitan dalam memvisualisasikan permasalahan kedalam diagram gaya dan menjadi perhatian bagi pendidik untuk memberikan pembelajaran kepada siswa tentang representasi ini.Kata Kunci: Profil; Representasi Visual; Diagram GayaAnalysis of Force Diagram Representation Ability in High School Students in Pontianak CityABSTRACTForce diagrams are one of the visual representations studied by high school and college students. Force diagrams are involved in solving problems so how to use force diagrams is something that students need to master. This is the aim of this research to determine the profile of style diagram representation abilities of high school students in the city of Pontianak. This research was carried out by survey and involved 205 students from three different state schools in the city of Pontianak. Students were tested using a force diagram representation test which consisted of 8 questions where in each context two types of situations were tested, including a stationary situation and a constant acceleration situation. The data was analyzed quantitatively descriptively. The results showed that the average score of students' style diagram representation ability was 48.78 for the intermediate category. Then, the average score of students who completed the questions for the horizontal plane context was 57.32, the inclined plane context was 69.51, the hanging object context was 36.83, and the Atwood system context was 31.46. This indicates that some students have difficulty visualizing problems in force diagrams and it is a concern for educators to provide lessons to students about this representation.
Deskripsi Miskonsepsi Siswa tentang Materi Mekanika Menggunakan Four-Tier Diagnostic Test Hidayatullah, Muhammad Musa Syarif; Silitonga, Haratua Tiur Maria; Habellia, Ray Chintiya
Variabel Vol 7, No 2 (2024): OCTOBER 2024
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/var.v7i2.6240

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan miskonsepsi siswa pada materi mekanika menggunakan four-tier diagnostic test. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan desain studi kasus. Subjek penelitian berjumlah 342 orang siswa SMA kelas X di kalimantan barat. Instrumen four-tier diagnostic test yang digunakan berbentuk pilihan ganda dengan penalaran tertutup dan berjumlah 40 nomor soal. Data miskonsepsi diperoleh dengan mengelompokkan ke dalam 4 kategori, sesuai konsep sains, kurang pengetahuan, false negatif, false positive dan miskonsepsi. Selanjutnya miskonsepsi tiap submateri dan tiap item dianalisis kemudian dipersentasekan ke dalam kategori tinggi, sedang dan rendah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa siswa mengalami miskonsepsi sebesar 30,4% pada submateri gerak lurus (kategori sedang), gerak melingkar sebesar 28,3% (kategori rendah), gerak parabola sebesar 19,4% (kategori rendah), hukum-hukum Newton sebesar 17,3% (kategori rendah), serta usaha dan energi sebesar 22.1% (kategori rendah). Akan tetapi, terdapat data yang menunjukkan miskonsepsi tinggi pada salah satu item soal gerak lurus beraturan dengan persentase sebesar 54,67% yaitu menjelaskan grafik posisi dan waktu gerak lurus.Kata Kunci: Four-Tier Diagnostic Test; Mekanika; Miskonsepsi Description of Students' Misconceptions about Mechanics Material Using the Four-Tier Diagnostic TestABSTRACTThis study aims to describe students' misconceptions in mechanics material using a four-tier diagnostic test. This study was descriptive with a case study design. The subjects of the study were 342 high school students in grade X in West Kalimantan. The four-tier diagnostic test instrument used was in the form of multiple choices with closed reasoning and consisted of 40 questions. Misconception data were obtained by grouping them into 4 categories, according to the concept of science, lack of knowledge, false negative, false positive and misconception. Furthermore, the misconceptions of each sub-material and each item were analysed and then presented as a percentage into high, medium, and low categories. The results of this study indicated that students experienced misconceptions of 30.4% in the sub-material of straight motion (medium category), circular motion of 28.3% (low category), parabolic motion of 19.4% (low category), Newton's laws of 17.3% (low category), and work and energy of 22.1% (low category). However, there was data that showed a high level of misconception in one of the questions on uniform straight motion with a percentage of 54.67%, namely explaining the position and time graphs of straight motion.
Co-Authors . Tajudin, . ., Vegisari A.A. Ketut Agung Cahyawan W Adhitya Rahardhian Afandi Afandi Afriani, Erika Ahmad Yani T Ainley , Janet Ajerin Karim Ampah, Lusia Suwanti Andriono, Eko Apriyanti, Mia Ariastya, Ribkah Melia Ariza Fitriani Safira Arjuna, Arjuna Arman, Daly Ashshiddiq, Hasbi Astuty, Dwi Puji Atika Sari F03110036 Aunurrahman Aunurrahman Aunurrahman . Aunurrahman Aunurrahman Aunurrahman Aunurrahman Aunurrahman Aunurrahman AYU LESTARI Ayu Pratiwi, Ayu Baehaqi Citra Leonie Citra Leonie Damaiyanti, Alvina Darnia, Neli Darwin Dede Suratman Dendodi Dendodi Dendodi Dendodi Dendodi Dendodi Desfhie Yolenta F03110031 Desi Meliarti, Desi Devi Hardiyanti Dewi Fajaryati Dewi Wulandari Diah Mahmuda Dwi Ria Ibti Disma Efadhani Mareta Paskaria Marbun Effendy, Suapri Elfi Husniwati Elfina, Nur Elpin, Agus Elsiaulavita Gracia Eny Enawaty Erni Sustiyani Erwina Octavianty Erwina Oktavianty Falaqawati, Desty Fenny Trinovitasari Feriyadi, Deri Firdaus Firdaus Firdaus Firdaus Fitri , Sulistika Rahayu Fitri Pratiwi fitri pratiwi, fitri Fitri Sulistyaningrum H, Muhammad Musa Syarif Habellia, Ray Chintiya Habellia, Ray Cinthya Hafif Assulamy Hamdani . Hamdani Hamdani Hamdani Hamdani Hardi Safrianto Harfina, Lely HARYADI F03110014 Herry Sujaini Herwinda, Herwinda Holyness Nurdin Singadimedja Ibti Disma, Dwi Ria Iin Indriani Kulata Indri Astuti Indri Astuti Indri Astuty Ishmah, Syarifah Amalia Islami, Fadhilah Hidayati Iwan Ramadhan Jamilah Jamilah Jamilah Jamilah Jati Laksono Jaya, Fitra Cipta Jihandris, Egidius Elvin JOKO SUSANTO Joni Haryadi, Joni Judyanto Sirait Karolina , Venny Karolina, Venny Krisida Krisida Kristiana Renny Kristiani, Yulmen leo sutrisno Lestari, Auliasyura Liana Liana Mahmudah, Diah Masti Panjaitan Maulidiansyah, Deka Meftahudin, Meftahudin Megawati - Meri, Meri Mindariati Mindariati Muhammad Afif Muhammad Musa Syarif Hidayatullah Muhammad Najamuddin Muhammad Nizam Mursyid, Syukran Syukran Mutiara Chelsiyanti Nada Liah Nadia, Sovia Natalia, Devi Clarisa Ngia Masta Nila Ratna Dewi Nina Mardiana (F01108057) Novi Maulidia Sandra Novithania, Chindy Aurellia Nuraini, Debora Nurdiana Nurdiana Nurhasanah . Nurida Ramayanti Oktavianus Liyu Panjaitan, Masti Permatasari, Melani Piyona, Piyona Prabaningtias, Dea Arsi Prima Senja Sis Ha Abadi Prima Senja Sis Ha Abadi Putra, Yoga Harisyah Putri, Agus Setyawati Rakhmawati Rakhmawati Ramona Ramona Ray Cinthya Habellia Ray Cinthya Habellia Rezkizohana, . Rezza Akbar Thoyip Ricky, Patrick Riska Yayang Fitri Ramadani Risti Wulandari Rizka Sari, Dwi Jumiah Rooshardini . RR. Ella Evrita Hestiandari Rusmini . Sandra, Novi Maulidia Sapira Sapira Sapna Yulianti Sari’ani Sari’ani Senja Senja, Senja SILVIANTY, ALVIONITA Simaremare, Togihon Josia Paber Simarona, Nuri Siti Fatimah SITI FATIMAH SITORUS, RAMITHA SHARA Sovia Nadia, Sovia Sri Oktaviani Sri Wahyu Ningsih Stepanus S. Sitompul Stepanus Sahala Stepanus Sahala Sitompul Stepanus Sahala Sitompul Stevanus Sahala Suapri Effendy Suci Wulandhari Sudiar, Sabila Suhardi Suhardi Sulistyaningrum, Fitri Sutiana Sutiana, Sutiana Swastika Rhea Zivanka Syaiful . Syaiful B Arsyid Syaiful B Arsyid Syukran Mursid Syukran Mursyid Syukran Mursyid Syukran Mursyid Syukran Mursyid Taufan Untung Wibowo Silitonga Teguh Firmansyah Tiara Nur Fadilah Tomo Djudin Tomo Djudin Toni, Toni Tursina Tursina Ulviani, Nur urai salam Uray Salam Valentin Minarti Agata Venny Karolina Venny Karolina Venny Karolina Venny Karolina Verona, Roswita Wahyuni, Novi Sri Warneri . Winanda, Nita Windi Oktaviani Putri yarso, Sarinah Yayuk Dwi Astuti Yohanes Bahari Yudi Kurniawan Yulia Yulia Yuliarni, Ulfa Yunita, Mariana Zairi, Alfi