Dalam kehidupan spiritual umat Islam, raja', atau berharap kepada Allah, merupakan konsep penting yang mencerminkan optimisme ilahi, terutama dalam menghadapi cobaan hidup. Sayangnya, dalam berbagai kajian literatur keagamaan, pembahasan raja' cenderung terpinggirkan dan lebih berfokus pada aspek moralitas, keimanan, rasa takut, dan sebagainya. Padahal, raja' berperan fundamental dalam membangun hubungan emosional dan spiritual antara seorang hamba dengan Tuhannya. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengisi celah tersebut dengan mengkaji secara mendalam representasi nilai raja' dalam novel Assalamu'alaikum Baitullah karya Asma Nadia. Novel ini dipilih karena secara naratif menggambarkan perjalanan spiritual tokoh utama, Amira, dalam melaksanakan ibadah haji yang penuh dengan refleksi dan pergulatan batin. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif-analitis dengan pendekatan literatur keagamaan. Sumber data diambil dari kutipan-kutipan dalam teks yang mencerminkan sikap raja' tokoh utama. Hasil penelitian menunjukkan enam bentuk representasi raja’: (1) harapan akan kebaikan Tuhan, (2) keyakinan bahwa orang baik akan dilindungi, (3) harapan akan rahmat-Nya, (4) harapan akan diterimanya ibadah, (5) harapan akan kesembuhan, dan (6) harapan akan bimbingan hidup. Temuan-temuan ini menegaskan bahwa karya sastra dapat menjadi media reflektif dalam menanamkan nilai-nilai keagamaan, khususnya raja’, sebagai kekuatan spiritual yang memperkuat keimanan, menumbuhkan keikhlasan, dan membimbing individu menuju kedekatan dengan Tuhan. Representasi-representasi ini menunjukkan bahwa novel ini tidak hanya menyajikan kisah perjalanan spiritual, tetapi juga menyampaikan pesan moral yang kuat mengenai pentingnya raja’ dalam memperkuat keimanan dan kesabaran. Temuan-temuan ini memperkaya kajian sastra Islam dengan menunjukkan peran sastra dalam membangun kesadaran spiritual pembaca melalui narasi-narasi keagamaan yang mendalam.