Claim Missing Document
Check
Articles

PELATIHAN PEMBUATAN ECO ENZYME SEBAGAI UPAYA PEMANFAATAN SAMPAH RUMAH TANGGA DI DESA SIDOMULYO Fatma Dwi Jati; Dikki Miswanda; Bambang Hermanto; Zulmai Rani; Moondra Zubir; Siti Rahmah
AMALIAH: JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 6 No. 2 (2022): Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM UMN AL WASHLIYAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/ajpkm.v6i2.1829

Abstract

Kegiatan pengabdian ini dilatarbelakangi oleh banyaknya timbunan sampah rumah tangga yang disebabkan rendahnya pengetahuan masyarakat Desa Sidomulyo, Kecamatan Sibiru – Biru, Kabupaten Deli Serdang, tentang pengelolaan sampah rumah tangga. Sampah rumah tangga seperti sayur dan buah dapat dimanfaatkan menjadi produk eco enzyme yang mempunyai banyak manfaat. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan masyarakat dalam mengolah sampah organik rumah tangga menjadi eco enzyme dan lebih lanjut lagi dapat meningkatkan penghasilan masyarakat dengan komersialisasi produk eco enzyme yang dihasilkan. Metode pelaksanaan kegiatan ini adalah ceramah, diskusi, demonstrasi, dan praktek. Sosialisasi tentang pengelolaan dan pemanfaatan sampah organik rumah tangga menjadi produk eco enzyme, serta pemasaran produk eco enzyme dilaksanakan dengan metode ceramah dan diskusi. Cara pembuatan eco enzyme dari sampah organik rumah tangga dilaksanakan dengan metode demonstrasi dan praktek oleh peserta kegiatan. Setelah kegiatan pengabdian ini dilaksanakan, pemahaman peserta tentang materi kegiatan, meningkat sebesar 72.25% dibandingkan sebelum mengikuti kegiatan. Adanya peningkatan pemahaman peserta membuktikan kegiatan pelatihan pembuatan eco enzyme dari sampah organik rumah tangga telah berhasil dilakukan pada masyarakat mitra.
Mekanisme Antibakteri Ekstrak Etanol Daun Kemangi (Ocimum basilicum L.) terhadap Salmonella typhi Nasri Nasri; Vera Estefania Kaban; Denny Satria; Hariyadi Dharmawan Syahputra; Zulmai Rani
Journal of Pharmaceutical and Health Research Vol 4 No 1 (2023): February 2023
Publisher : Forum Kerjasama Pendidikan Tinggi (FKPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47065/jharma.v4i1.3176

Abstract

Infectious diseases are conditions that can be brought on by a variety of different organisms, including bacteria, viruses, fungi, and parasites. Typhoid fever is an example of an infectious disease that frequently causes the body's defenses to come under attack. The fever associated with typhoid is a leading cause of death around the world. Infection with the bacterium Salmonella typhi is considered to be one of the potential causes of typhoid fever. When antibiotics are used to treat bacterial infections, there is a risk that the bacteria will become resistant to the medication. In day-to-day life, basil leaves are utilized both as a cooked vegetable and as a fresh vegetable. The antibacterial properties of kemangi leaves have yet to be fully uncovered. The purpose of this study was to investigate the various mechanisms that are involved in antibacterial activity. These mechanisms include cell leakage, minimum inhibitory concentration, minimum killing concentration, and antibiofilm activity. The minimum inhibitory concentration (MIC) was determined with the agar diffusion method, the minimum biofilm forming concentration (MBC) was determined with the staining method, and cell leakage was determined with UV-VIS spectrophotometry at wavelengths of 260 nm (DNA) and 280 nm (protein). Additionally, the formation of anti-biofilms was determined with microtiter plates and gentian violet staining. In the moderate category, the MIC value tests showed a concentration of 0.3125% with an inhibition zone value of 6.80 0.05 mm. These results were obtained from the MIC value. Because there was no detectable bacterial growth on the streaked medium, KBM was obtained at a concentration of 10%. At wavelengths of 260 and 280 nanometers, leakage cells show absorbance absorption. The percentage of biofilm activity that is measured when the concentration is increased to 25% is 44.82%. In conclusion, the ethanol extract of basil leaves possesses a possible antibacterial mechanism against Salmonella typhi. This was discovered through testing.
PEMANFAATAN LIMBAH MINYAK GORENG SEBAGAI SABUN NATURAL ECO ENZYM DI DESA KOLAM PASAR 13 KECAMATAN PERCUT SEI TUAN Anggitha Ningtias; Zulmai Rani; Kiki Rawitri
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2023): Volume 4 Nomor 2 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan berupa edukasi kepada masyarakat. Pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat dilakukan dengan penyuluhan terlebih dahulu kemudian baru melakukan pendampingan praktek penyuluhan tersebut. Pemanfaatan minyak jelantah menjadi sabun cuci juga bisa meningkatkan kesejahteraan karena bisa menghemat pengeluaran keluarga dan bisa dikembangkan lebih lanjut bukan tidak mungkin bisa dijadikan salah satu sumber pendapatan keuarga. Selain mengedukasi kepada ibu-ibu di Desa Kolam Pasar 13 Kecamatan Percut Sei Tuan tentang pengelolaan minyak jelantah sebagai sabun padat untuk mencuci piring, Tim Dosen UMN Al-Washliyah juga mengedukasi pembuatan larutan eco enzyme yang juga memiliki banyak manfaat yaitu sebagai larutan pembersih serbaguna, pupuk tanaman dan melestarikan lingkungan. Larutan pembersih komersial yang ada sekarang berpotensi mencemari udara, tanah, air, sungai, dan laut. Penggunaan cairan organik ini sebagai larutan pembersih alami sangat membantu menjaga lingkungan.Pada kegiatan tersebut dihadiri sekitar 25 PKK dari Desa Kolam Pasar 13, dan pada kesempatan tersebut disampaikan kepada seluruh PKK untuk selalu menjaga kelestarian lingkungan dari limbah rumah tangga, salah satunya adalah dengan mengelolah limbah minyak jelantah menjadi sabun cuci piring dan mengelolah limbah kulit buah, dan sisa sayuran menjadi larutan eco enzyme yang kaya akan manfaat. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat tersebut mendapat sambutan yang luar biasa dari seluruh pihak terkait. Tim pengabdian mengucapkan terima kasih kepada Ibu Kadus Desa Kolam, Kader PKK Desa Kolam sehingga kegiatan pengabdian tersebut berjalan dengan sukses dan lancar.
Formulasi Sediaan Gel dari Ekstrak Metanol Biji Alpukat (Persea americana Mill.) Sebagai Penyembuh Luka Sayat Pada Tikus Jantan (Rattus norvegicus) Vera Estefania Kaban; Nasri Nasri; Hariyadi Dharmawan Syahputra; Raissa Fitri; Zulmai Rani; Muhammad Fauzan Lubis
Herbal Medicine Journal Vol 5 No 2 (2022): Herbal Medicine Journal
Publisher : Program Studi S1 Farmasi, STIKES Senior, Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (373.901 KB) | DOI: 10.58996/hmj.v5i2.50

Abstract

The avocado (Persea americana Mill.) is a fruit that is often found. This versatile fruit has many benefits for humans. The benefits of avocado are as anti-hyperlipidemic, analgesic, anti-inflammatory, anticonvulsant, hypoglycemic, hypercholesterolemic, wound healing and prevent cancer. The aims of this study was to make avocado seed methanol extract into a gel preparation and to determine the effect of avocado seed methanol extract gel and at what concentration the effective treatment for wounds in mice and its comparison with Star Ag gel as a positive control. The research was conducted using an experimental method. The manufacture of avocado seed methanol exstract was carried out by maceration method using methanol as a solvent. The result of the study were statistically analyzed using One Way Anova. The result of the data analysis at a concentration of 5% obtained a sig value <0,05. Based on One Way Anova analysis of the five treatments, the most effective was avocado seed methanol extract gel with a concentration of 5%.
Pendampingan Pemeriksaan Kadar Gula Darah Sebagai Upaya Pencegahan Komplikasi Diabetes Melitus Tipe 2 Kiki Rawitri; Dikki Miswanda; Zulmai Rani; Anggitha Ningtias; Sri Wahyuni; Syilvi Rinda Sari; Cut Intan Annisa Puteri
Jukeshum: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2023): Edisi Juli 2023
Publisher : Universitas Haji Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51771/jukeshum.v3i2.618

Abstract

Penyakit degeneratif saat ini telah menjadi ancaman serius kesehatan global, salah satu diantara penyakit degeneratif tersebut adalah Diabetes Melitus (DM). Perhatian pada penyakit DM semakin tinggi karena prevalensinya semakin meningkat pada masyarakat. Salah satunya terjadi pada masyarakat Desa Kolam, Kecamatan Percut Sei Tuan, dimana kesadaran terhadap pentingnya pemeriksaan kesehatan khususnya pemeriksaan kadar gula darah (KGD) masih rendah. Hal ini disebabkan karena kurangnya pengetahuan dan masalah ekonomi masyarakat. Pemeriksaan ini perlu dilakukan untuk mengetahui kadar gula darah dalam tubuh apakah dalam batas normal, kurang, atau melebihi batas normal dan sebagai deteksi dini penyakit DM. Guna mengatasi masalah tersebut dilakukan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat dengan tujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat Desa Kolam mengenai penyakit DM melalui edukasi, penyuluhan kesehatan, dan pemeriksaan gula darah sewaktu. Metode yang digunakan dalam edukasi dan penyuluhan adalah ceramah dan diskusi, serta untuk melihat tingkat pengetahuan masyarakat dilakukan pre test dan post test dengan memberikan kuesioner berisi pertanyaan terkait DM sesuai dengan materi yang akan dipaparkan. Data dianalisis menggunakan uji Paired T Test pada program SPSS. Pemeriksaan gula darah acak dilakukan menggunakan glucometer. Kegiatan ini dilakukan terhadap masyarakat, dibantu oleh kader posyandu dan pihak terkait di wilayah Dusun I Desa Kolam, Kecamatan Percut Sei Tuan.Hasil kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta tentang penyakit DM tipe 2, gejala/ tanda, pencegahan, faktor risiko, pola hidup sehat, komplikasi yang ditimbulkan apabila kadar gula darah tidak terkontrol, dan kepatuhan dalam minum obat. Pemeriksaan kadar gula darah sewaktu pada masyarakat dilakukan sebagai upaya deteksi dini dan skrining penyakit DM tipe 2.
Edukasi dan Penyuluhan Kesehatan Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat dan Khitanan Massal Masyarakat Desa Marendal II Robiatun Rambe; Evi Depiana Gultom; Zulmai Rani; Yuliatil Adawiyah Harahap; Ovalina Sylvia Br. Ginting
Jukeshum: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2023): Edisi Juli 2023
Publisher : Universitas Haji Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51771/jukeshum.v3i2.656

Abstract

Penggunaan berbagai jenis obat-obatan secara mandiri banyak dilakukan oleh masyarakat di Indonesia untuk menyembuhkan penyakit menimbulkan efek negatif bagi pasien. Berdasarkan hasil observasi dilapangan banyak ditemukan masyarakat yang belum mengetahui cara mendapatkan, menggunakan, penyimpanan dan membuang obat yang benar. Upaya yang dilakukan untuk memberikan informasi yang benar dan akurat tentang penggunaan obat diantaranya melalui sosialisasi ke masyarakat Sosialisasi dilakukan pada kegiatan Sunat Massal . Pengukuran tingkat pengetahuan masyarakat dilakukan sebelum dan sesudah sosialisasi menggunakan instrumen kuesioner. Perhitungan skor kuesioner dilakukan dengan memberi nilai 1 untuk jawaban yang benar dan nilai 0 untuk jawaban yang salah. Hasil perhitungan skor kuesioner setelah diolah kemudian dianalisis menggunakan SPSS.Sebanyak 30 warga masyarakat ikut berpartisipasi. Berdasarkan hasil pre-test tingkat pengetahuan masyarakat tentang penggunaan obat sebelum penyuluhan dan pemberian brosur dilakukan adalah sebanyak 20 (66%) orang memiliki pengetahuan kurang, dan sebanyak 7 (23%) orang memiliki pengetahuan sedang, dan hanya 3 (11%) orang yang memiliki pengetahuan baik. Sedangkan perubahan tingkat pengetahuan setelah sosialisasi, diketahui terjadi peningkatan pada kategori baik sebesar 77% dari yang sebelumnya 12%.7,14% menunjukkan kompabilitas secara fisik, Berdasarkan hasil tersebut terlihat bahwa setelah sosialisasi dilakukakan terdapat perubahan tingkat pengetahuan warga tentang penggunaan obat yang benar. Saran terhadap kegiatan ini, agar kegiatan sosialisasi penggunaan obat yang benar lebih masif dilaksanakan agar meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai cara penggunaan obat yang benar, perubahanan warna dan inkompabilitas.
EVALUASI DISPENSING SEDIAAN STERIL ANTIBIOTIK PADA PASIEN PEDIATRI DI RUMAH SAKIT X Robiatun Rambe; Evi Depiana Gultom; Zulfikri Zulfikri; Zulmai Rani; Erma Susanti; Athaillah Athaillah
FORTE JOURNAL Vol 3 No 2 (2023): Edisi Juli 2023
Publisher : Universitas Haji Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51771/fj.v3i2.636

Abstract

Rumah sakit adalah salah satu dari sarana kesehatan tempat menyelenggarakan upaya kesehatan. Dispensing sediaan steril merupakan layanan kefarmasian yang dilaksanakan di rumah sakit. Pencampuran sediaan steril parenteral harus dilakukan secara terpusat di instalasi farmasi rumah sakit untuk menghindari terjadinya kesalahan pemberian obat. Untuk menghindari adanya zat-zat berbahaya dalam sediaan steril diperlukan teknik aseptic dispesing agar tidak menimbulkan efek negatif bagi pasien. Desain penelitian yang dilakukan adalah observasional dengan Analisa deskriptif kuantitatif dan pendekatan cross sectional. Penelitian observasional merupakan penelitian yang tidak melakukan perlakuan/ intervensi apapun terhadap variabel penelitian. Penelitian ini di lakukan di instalasi farmasi ruang dispensing di Rumah Sakit X. Peneliti melakukan observasi pada personil peracik sediaan steril, sarana dan prasarana yang mendukung, prosedur peracikan sediaan steril serta hasil racikan sediaan steril.Tahap penyiapan yang dilakukan peneliti di RS. X sebesar 58,92%, peracikan sediaan untuk pasien pediatri, peracikan dilakukan oleh tenaga kefarmasian dengan menerapkan prosedur aseptis. Hasil observasi 70 racikan sediaan steril, terdapat sekitar 2 peracikan sediaan steril (2,85%) yaitu ceftriaxone yang dihasilkan tidak jernih melainkan mengalami perubahan warna dan menjadi keruh. Keseluruhan sampel menunjukkan sekitar 97,14% menunjukkan kompabilitas secara fisik. Dari hasil observasi dan penelitian yang dilakukan peneliti di Rumah Sakit X menunjukkan bahwa personel peracik, sarana dan prasarana serta prosedur pencampuran sediaan steril injeksi sudah hampir sesuai dengan Pedoman Obat Suntik dan Dispensing Sediaan Steril Depkes RI Tahun 2009. Hanya perlu diperhatikan dalam teknik peracikan bagi personil peracikan agar tidak terjadi perubahan warna dan inkompabilitas.
Determination Of Total Flavonoid Content Of Yellow Wood (Arcangelisia Flava (L.) Merr) Extract And Antibacterial Activity Against Staphylococcus aureus Maryanti Yuza; Ridwanto Ridwanto; Zulmai Rani
Journal of Agromedicine and Medical Sciences Vol 9 No 3 (2023)
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/ams.v9i3.42614

Abstract

Yellow wood (Arcangelisia flava) is a medicinal plant that has received little attention. Merr and (L.). Yellow wood has antibacterial, antioxidant, anti-hyperlipidemic, and anti-cancer properties. Furthermore, yellow wood is known to contain a range of flavonoid compounds, such as hydroxylarcangelicin, which has broad antibacterial activity. The purpose of this research is to investigate the total flavonoid content of yellowwood extract as well as its antibacterial activity against Staphylococcus aureus bacteria. The manufacturing of methanol extract, characterization of simplisia, phytochemical screening, and determination of the total flavonoid levels of the yellow wood methanol extract by a visible spectroscopic approach were all part of this stage of research. Next, use chloramphenicol as a positive control and dimethyl sulfoxide (DMSO) as a negative control to test antibacterial activity against Staphylococcus aureus. The results of this study can be concluded to show that the total flavonoid levels in the methanol extract of yellow wood at a metanol concentration of 80% were 228,314 ± 5,4171 mg QE/g. At a 90% concentration of 245.993 ± 6.7626 mg QE/g and a 100% concentration of 265.953 3.0853 mg QE/g. Keywords: Yellow wood; Flavonoids; Spektrofotometri Visible; Stphylococcus aureus;
Uji sitotoksisitas ekstrak etanol daun sirih cina (Peperomia pellucida [L.] Kunth) dengan metode brine Shrimp lethality test Fadhlah Al-Uyun Nasution; Ridwanto Ridwanto; Zulmai Rani
Journal of Pharmaceutical and Sciences JPS Volume 6 Nomor 4 (2023)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Tjut Nyak Dhien

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36490/journal-jps.com.v6i4.260

Abstract

The degree of harm a drug inflicts on cells, for instance, cancer cells, is known as its cytotoxicity. Cytotoxic substances can stop cancer cell proliferation, making anticancer medications possible. Plant extracts or active chemicals derived from plants can be used as herbal plants' anticancer agents. Among these is Chinese betel, a plant with numerous health benefits despite being frequently regarded as a weed. This study looked at the LC50 value using the BSLT method to identify the type of secondary metabolite chemicals and the cytotoxicity of Chinese betel leaf ethanol extract. This study looks at the number of Artemia salina deaths to characterise, screen for phytochemicals, and determine the cytotoxicity of Chinese betel leaves using the BSLT method- leaf larvae with LC50 values expressed. In the phytochemical screening test, Chinese betel leaves exhibited positive results for saponin, flavonoid, alkaloid, tannins, and steroids. The findings of the cytotoxicity test utilising probit analysis demonstrated that the ethanol extract of Chinese betel leaves is poisonous and may have anticancer properties, with an LC50 value of 335.7376 µg/mL.
Isolasi Dan Identifikasi Kitosan Dari Cangkang Kerang Bulu (Anadara antiquata) Dewi Rizki; Ridwanto; Zulmai Rani
Media Farmasi Vol 19 No 2 (2023): Media Farmasi
Publisher : Jurusan Farmasi Poltekkes kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/mf.v19i2.174

Abstract

Chitosan is a polysaccharide formed via deacetylation of chitin. In general, chitosan is made from waste products from the fishing industry, such as shrimp, crabs, shells of feather clams, snails, and so on. The chitosan comes from the head, skin, and carapace. The development of chitosan applications has great potential because the production of shrimp, crab, and feather clam shells continues to increase. Chitosan is a bioactive substance with use in the fishing industry. This research aims to isolate and characterize chitosan from feather clam shells (Anadara antiquata) to convert feather clam shells into chitin and deacetylate it into chitosan then to determine the functional groups and characteristics of chitosan using Fourier infrared (FTIR). The isolation methods used were deproteination using 4% NaOH solvent, demineralization with a 1:5 ratio of 2N HCl solvent, depigmentation with a 1:10 ratio of 4% NaOCl solvent and deacetylation with a 1:20 ratio of 50% NaOH solvent. and chitosan characterization. According to the study's findings, the degree of deacetylation obtained in the form of a white powder was 75%, odorless fine powder. Chitosan dissolves in acetic acid, according to the solubility test. The obtained water content was 3.81% and the ash content obtained was 0.7%. Feather clam shell waste is declared to be well isolated and meets the requirements by SNI with a degree of deacetylation value of 75%. Kitosan merupakan polisakarida dari deasetilasi kitin; biasanya dibuat dari limbah produk industri perikanan seperti bekicot, kepiting, udang, bulu kerang, dan cangkang kerang. Kitosan berasal dari kulit, karapas, dan bagian kepala. Karena produksi udang, kepiting, dan cangkang kerang bulu yang terus meningkat, pengembangan aplikasi kitosan sangat potensial. Kitosan merupakan bahan bioaktif memiliki manfaat untuk industri perikanan. Tujuan studi ini adalah untuk mengidentifikasi, menggambarkan kitosan yang ditemukan dalam cangkang kerang bulu (Anadara antiquata) agar merubah cangkang kerang bulu menjadi kitin dan di deasetilasi menjadi kitosan kemudian untuk mengetahui gugus fungsi dan karakteristik kitosan menggunakan fourier infrared (FTIR). Metode isolasi yang dilakukan yaitu  deproteinasi menggunakan pelarut NaOH 4%, demineralisasi menggunakan pelarut HCl 2N dengan perbandingan 1:5, depigmentasi menggunakan pelarut NaOCl 4% (1:10), deasetilasi dengan pelarut NaOH 50% (1:20) dan karakterisasi kitosan. Hasil penelitian menunjukkan derajat deasetilasi yang di peroleh yaitu 75% berbentuk serbuk halus berwarna putih dan  tidak berbau. Menurut uji kelarutan, kitosan larut dalam asam asetat. Kadar air yang diperoleh 3,81% dan kadar abu yang diperoleh 0,7%. Limbah cangkang kerang bulu dinyatakan terisolasi dengan baik dan telah memenuhi syarat sesuai dengan SNI dengan nilai derajat deasetilasi sebesar 75%.
Co-Authors A'dilah, Nur Abadi, Hafizhatul Adjelie, Tiara Adli Nuzula Rahmah Adyani Maulinda Afriati, Nelsi Afridah, Nurul Ilmi Ahmad Rasyid Ridho Alviana, Liya Amelia Kudadiri Andi Syahputra, Ricky Andjelie, Tiara Ani Sutiani Ani Sutiani Anny Sartika Daulay Anny Sartika Daulay Anny Sartika Daulay Aprilia, Hijjatun Arifin, Khairil Fikri Arrosty, Muflizah Athaillah, Athaillah Audry Pratiwi Aulia Fitri Aulia Fitri, Aulia Auza , Maharani Azhar, Gustika Bambang Hermanto Bambang Hermanto Beby Noplya Wulandari BJ Sutrisna Chandra, Putra Dama Yanti, Fradilla Daulay, Anny S. Dea Anggreini Denny Satria Dewi, Sri Harti Dikki Miswanda Dinda Sari Utami Dwi Jati, Fatma Erma Susanti Evi Depiana Gultom Evi Depiana Gultom Fadhlah Al-Uyun Nasution Fahmi Fahmi Fajri, Fajrilda Aqilah Fauziah Erna Witular Panggabean Ferendina, Imelda Fithri Pulungan, Ainil Fitri, Nurul Fitri, Raissa Gabena Indrayani Dalimunthe Ginting, Grace Anastasia br Ginting, Ovalina Sylvia Br Ginting, Ovalina Sylvia Br. Gultom, Evi Depiana Hanafis Sastra Winata Harahap, Sumiyarni Haris Munandar Nasution Hariyadi Dharmawan Syahputra Hariyadi Dharmawan Syahputra Hariyadi Dharmawan Syahputra Hasibuan , Fika Miah Sasmitha Hasibuan , Nabila Hasim Hasibuan, Zulfiana Ramadhani Hindri Syahputri Humaira, Annisa Husna, Miftahul Hutagalung, Victor H Indrayani, Gabena Inna Myesha Julia Reveny Karo Sekali, Elva Swandi Kasta Gurning Khairunnisa , Ardina Khan, Sahrani Nazwa Kiki Rawitri Kiki Rawitri Lestari, Amanda Putri Lestari, Kurnia Dwi Lilik Septiana Lilik Septiana Linda, Rosa Lubis, Asira Lubis, Minda Sari lubis, muhammad fauzan Lubis, Nurazizah M. Alfaruqi Maghfirah, Dini Mainal Furqan Malahayati Malahayati Maryanti Yuza Matondang , Fikriyah Hafni Maulana Putri, Yasinta Mira Febrina, Mira Monica Suryani Moondra Zubir Muhammad Agus Muljanto Muhammad Amin Nasution Muhammad Fauzan Lubis Muhammad Yunus Muhammad Yunus Mukti, Ridho Munandar, Verissa Nadila Indra Sepvina Nasri Nasri Nasri Nasri Nasri Nasri, Nasri Nasution, Wardah Nazuhra, Oca Nia Novranda Pertiwi Nindya Indah Damayanti Ningtias, Anggita Ningtias, Anggitha Nomi Noviani Nur Ain Thomas Nur, Hijrotun Nurdalilah, Nurdalilah Nurhayati Nurhayati Nurmazela, Virda Nursyafira, Arini Ovalina Sylvia Br. Ginting Ovalina Sylvia Br. Ginting Ovalina Sylvia Br. Ginting Paramitha, Ratih Parapat , Anjarlit Romiyuliana Br Pasar Maulim Silitonga Pertiwi, Rahma Pitaloka, Syifa Amilia Puspita, Dinda Dila Puteri, Cut Intan Annisa Putra, Andhika Dharma Putri Khairani Rahma Dona, Rahma Raissa Fitri Rambe, Robiatun Rawitri, Kiki Reza Irma Ricky Andi Syahputra Ridho, Ahmad Rasyid Ridwanto Ridwanto Ridwanto Rinda Sari, Syilvi Rinda Sari, Sylvi Ritonga , Nur Sakina Rizki, Dewi Rizki, Vitri Dea Robiatun Rambe Robiatun, Robiatun Rambe Ronapadua Musyirna Rahmah Nasution Sahara dan Emma Susanti Rukmana, Siti Sagala, Hasel Untung Bersinar Samran, Samran Sari Lubis, Winda Sari, Farida Sari, Syilvi Rinda Sari, Sylvi Rinda Sartika Daulay, Anny Savitri, Novia Herma Septiana, Lilik silalahi, zahra salsabila Sindi, Sindi Sipahutar, Rizki Anjani Siregar , Misbah Siti Anisa Siti Rahmah Siti Rahmi Ningrum Sony , Suyefri Sri Wahyuni Sri Wahyuni Suci, Nurul Sulwiyatul K Sani Supiyani, Supiyani SURBAKTI, CHRISTICA ILSANNA Syafa Nadira Ashiilah Syahputra, Ricky Andi Syarifah Nadia Syilfia Hasti Tania, Chyntia Glori Tarigan, Eni Surabini Trizaldi, Asep Urip Harahap Uswatun Nisa, Uswatun Vera Estefania Kaban Widya, Rizka Yayuk Putri Rahayu Yayuk Putri Rahayu Yuli Haryani Yuliatil Adawiyah Harahap Yuniarti , Rafita Yuniarti, Rafita Zahira Ahmad, Madani Ziza Putri Aisyia Fauzi Zulfikri Zulfikri Zulhij, Fizrya