Articles
ANALYSIS OF THE NEED FOR HYPERMEDIA E-MODULES IN DIFFERENTIATED SOCIAL STUDIES LEARNING: A CASE STUDY IN ELEMENTARY SCHOOL
Haryanti, Yuyun Dwi;
Guntur, Mochamad;
Dewi, Sinta Maria;
Sumantri, Syarif;
Mahpudin, Mahpudin;
Santika, Okeu;
Nurhadiansyah, Lutvi
Prima Magistra: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol. 6 No. 4 (2025): Volume 6 Number 4 (October 2025)
Publisher : Program Studi PGSD Universitas Flores
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37478/jpm.v6i4.5650
Differentiated social studies learning is the right solution according to the learning needs of students, but there are still limited digital teaching modules that can meet the diverse needs of students in heterogeneous classrooms. This study aims to analyze the need for the development of hypermedia-based e-modules in Social Sciences (IPS) learning that applies a differentiated approach at the elementary school level. The method used is qualitative descriptive with a case study approach in several elementary schools in Indonesia. Data was collected through questionnaires, teacher and student interviews, and classroom observations to identify gaps between current learning conditions and actual needs in the field. The results of the analysis showed that teachers experienced obstacles in delivering social studies materials effectively to students with different abilities and learning styles. In addition, the available learning media has not been able to stimulate students' creative thinking skills optimally. Therefore, it is necessary to develop hypermedia e-modules that are interactive, adaptive, and able to support differentiation strategies and encourage students' creative thinking skills. These findings provide an empirical basis for designing digital learning modules that are contextual and responsive to the needs of the 21st century in primary schools.
Upaya Peningkatan Kompetensi Pendidik dalam Implementasi Kurikulum Merdeka dan Pembelajaran Abad 21 di Kelompok Kerja Guru Raudhatul Athfal (KKG) Kota Pekanbaru
Utami, Dian Tri;
Taufik Hidayatulloh;
Yunita, Yenni;
Syarif Sumantri;
Febrian, Rojja
Hawa : Jurnal Pemberdayaan Dan Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 3 (2023): Desember 2023 Hawa : Jurnal Pemberdayaan Dan Pengabdian Masyarakat (HAWAJPPM)
Publisher : Yayasan Wayan Marwan Pulungan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.69745/hawajppm.v1i3.13
ABSTRAK Peran Pendidikan dalam pembangunan nasional terutama dalam menghadapi abad 21 telah diakui sejak lahirnya UUD 1945. Pada alinea keempat UUD 1945 tercantum tujuan memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa. Abad 21, kehidupan manusia mengalami perubahan, terutama perubahan dalam berpikir. Diperlukan pelopor berpikir, menyusun konsep serta bertindak. Optimalisasi pendidikan harus cepat dilakukan guna mewujudkan generasi bangsa yang cerdas dan tangguh, tidak tertinggal arus global yang meroket. Hal ini menunjukkan sector pendidikan berpengaruh besar pada pembelajaran abad 21. Peningkatan SDM melalui jalur pendidikan mulai dari pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar sampai perguruan tinggi. Perubahan globalisasi memerlukan visi misi pendidikan yang terarah. Kemendikbudristek sebagai ledding sector pendidikan nasional memiliki tugas penting mewujudkan SDM melalui kebijakan kurikulum. Tahun 2022 pemerintah merilis “Kurikulum Merdeka” berdasarkan Keputusan Mendikbudristek Nomor 56/M/2022 dan Keputusan Kepala BSKAP Nomor 008/KR/2022 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah pada Kurikulum Merdeka. Konten kurikulum merdeka PAUD “kurikulum operasional satuan pendidikan” terdapat kegiatan intrakurikuler dan profil pelajar Pancasila. Tantangan nyata pengembangan profesional muncul setelah proses implementasi dari kebijakan dimulai. Penting bagi pendidik untuk memiliki pengalaman pendidikan yang berkualitas dan memperoleh banyak teknik instruksional yang inovatif untuk memastikan bahwa kebijakan diimplementasikan ke dalam kelas.
WORKSHOP IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA DAN PENYUSUNAN MODUL AJAR PADA GURU PAUD DI KECAMATAN KAMPAR
Rizka, Nelti;
Mansoer, Zahrati;
Sumantri, Syarif
Hawa : Jurnal Pemberdayaan Dan Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2023): Agustus 2023 Hawa : Jurnal Pemberdayaan Dan Pengabdian Masyarakat (HAWAJPPM)
Publisher : Yayasan Wayan Marwan Pulungan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.69745/hawajppm.v1i2.17
The independent curriculum is one of the efforts to restore learning after the Covid-19 pandemic. The teacher's ability to implement the curriculum will be a benchmark in the successful implementation of the ongoing curriculum. The purpose of this community service is to provide a solution to the problem of teachers' lack of understanding regarding the implementation of the independent curriculum and the preparation of teaching modules in the Early Childhood Education unit (PAUD). Participants in this activity were 44 PAUD teachers in Kampar District. Activities carried out through four stages, namely First; made direct observations regarding the Implementation of the Independent Curriculum in one of the schools that have implemented the independent sharing curriculum, namely Mutiara Bunda Kindergarten Bangkinang Kota, Second; to reflect and discuss the results of observations, Third; presentation of the independent curriculum concept, Fourth; assisting in the preparation of teaching modules, and Fifth; Practice and Simulation of the Implementation of the Independent Curriculum with workshop participants. The results obtained from this activity were in the form of increasing teachers' understanding of the implementation of the independent curriculum after the workshop was held. Increased understanding of participants related to the concept of an independent curriculum, preparation of KOSP, preparation of teaching modules, Project for Strengthening Pancasila Student Profiles, Learning Assessments, and Implementation Practices of Independent Curriculum Workshop participants responded that this activity was very useful so that they would soon apply the independent curriculum in their respective schools accordance with the concept and practice that has been done.
Guru sebagai Agen of Change dalam Pendidikan Anak
Damayanti, Rd. Ranie;
Sumantri, M Syarif;
Dhieni, Nurbiana;
Karnadi, Karnadi
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 6 No. 2 (2022)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/obsesi.v6i2.1602
Guru yang berperan sebagai agent of change berupaya membentuk dan menghasilkan generasi yang potensial dan unggul dengan kompetensi professionalnya. Setiap guru perlu melakukan upaya refleksi diri untuk menilai sejauh mana kompetensi yang ia miliki diimplementasikan selama mengajar. Oleh karena itu, studi ini bertujuan untuk mendeskripsikan pandangan guru mengenai perannya sebagi agent of change serta bagaimana mereka mengimplementasikannya. Pendekatan studi kasus digunakan dalam studi ini dengan teknik pengambilan data wawancara terbuka secara online. Penelitian ini menemukan lima tema yang menjadi fokus utama peran guru sebagai agent of change: (1) guru professional memiliki peran sentral dan ujung tombak pendidikan; (2) peran agent of change dalam diri guru; (3) upaya guru meningkatkan peran sebagai agent of change; (4) faktor penghambat peran guru sebagai agent of change; dan (5) strategi guru mengatasi hambatan sebagai agent of change. Implikasi hasil penelitian dibahas lebih lanjut dalam artikel ini.
Guru Profesional: Mengintegrasikan Informations And Communication Technologies (ICT) dalam Pembelajaran PAUD
Misyana, Misyana;
Sumantri, Mohamad Syarif;
Dhieni, Nurbiana;
Karnadi, Karnadi
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 6 No. 2 (2022)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/obsesi.v6i2.1606
Bukan hanya karena masa pandemi pembelajaran berbasis ICT (Teknologi Informasi dan Komunikasi) dipergunakan oleh guru dalam proses pembelajaran, tetapi sebuah keniscayaan yang harus dilakukan pada masa pembelajaran abad 21. Tujuan penelitian yaitu untuk mendapatkan informasi bagaimana guru profesional dalam proses pembelajaran dapat mengintegrasikan ICT pada komponen langkah-langkah pembelajaran dalam RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran). Jenis penelitian yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara dan dokumentasi untuk diobservasi. Wawancara dilakukan pada 10 guru yang sudah tersertifikasi PAUD, menunjukkan bahwa guru profesional mengintegrasikan ICT dalam komponen RPP yang terdapat pada rumusan tujuan pembelajaran, penggunaan media pembelajaran atau sumber belajar. Walaupun tidak semua guru yang sudah tersertifikasi dapat melakukan kegiatan mengintegrasikan ICT tersebut dalam rencana pelaksanaan pembelajaran dikarenakan faktor usia yang mereka sebutkan gaptek (gagap teknologi).
Model Implementasi Pendidikan Nilai Karakter Profil Pelajar Pancasila di Kelas Empat Sekolah Dasar
Yusup, Muhamad;
Sumantri, Mohamad Syarif;
Lestari, Ika
Cetta: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol 7 No 1 (2024)
Publisher : Jayapangus Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37329/cetta.v7i1.3130
The aim of this research is to describe the implementation model of the independent curriculum at the SDIT Irsyadul 'Ibad School, Pandeglang Regency as a school driving the first generation in forming the character profile of Pancasila students. This research method is descriptive qualitative. Data was collected through interviews with school principals, deputy principals, teachers and parents. Data was obtained from documentation, observation and literature study. The data obtained is then analyzed through reduction, presentation and conclusions. The research results showed that the implementation of the Pancasila student profile character was not only through intracurricular, extracurricular activities and the Pancasila Student Profile Strengthening Project but also through school habits/culture. Apart from that, the success of implementing the Pancasila student profile character is influenced by the creativity and competence of teachers in differentiated learning as well as the absolute prohibition of smoking for teachers. Schools have the freedom to prepare learning plans that refer to learning outcomes based on student characteristics. Collaboration between school principals, teachers, students, parents and the community is an important factor in implementing the independent curriculum.
PENGADAAN POJOK BACA SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN MINAT BACA SISWA SEKOLAH DASAR
Nuraini, Tiara;
Linda Zakiah;
M. Syarif Sumantri
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 9 No. 01 (2024): Volume 09 No. 01 Maret 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23969/jp.v9i1.13145
Minat baca adalah kecenderungan individu untuk memiliki keinginan atau ketertarikan yang kuat dalam melakukan kegiatan membaca, yang juga diiringi dengan usaha yang berkelanjutan. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh minat baca individu siswa yang masih rendah khususnya tingkat sekolah dasar. Tujuan dari penelitian ini untuk mengumpulkan data dan menggambarkan pengadaan pojok baca dalam meningkatkan minat baca siswa sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan metode penelitian menggunakan teknik survei dan kuesioner dengan pendekatan kuantitatif. Hasil pada penelitian ini menunjukkan bahwa minat baca siswa sekolah dasar dengan adanya pojok baca di sekolah masih dalam kriteria cukup dengan rata-rata skor 58,7%. Kesimpulan penelitian ini secara keseluruhan menunjukkan bahwa pengadaan pojok baca dapat menjadi salah satu langkah yang efektif dalam meningkatkan minat baca siswa sekolah dasar, namun masih ada sebagian yang membutuhkan perhatian khusus dalam meningkatkan minat baca mereka. Upaya-upaya tambahan dapat dilakukan untuk terus meningkatkan minat baca siswa, seperti obsevasi berulang untuk memahami perubahan dalam minat baca siswa seiring waktu setelah penerapan pojok baca.Kata Kunci: Minat Baca, Pojok Baca, Sekolah Dasar
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA INTERAKTIF BERBASIS SAINTFIK PADA MATERI ATURAN DAN NORMA DI KELAS IV SEKOLAH DASAR
Kurnia Marifatul Latifah;
Otib Satibi Hidayat;
M. Syarif Sumantri
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 9 No. 03 (2024): Volume 09, Nomor 03, September 2024 In Progres
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
This research aims to develop and produce a product in the form of scientifically based interactive multimedia to support the learning of Pancasila Education regarding rules and norms for class IV elementary schools and to determine the feasibility of the product that has been developed. The research was carried out at Gunung Putri Elementary School with a total of 33 respondents, class IV elementary school students. The method used in this research is Research and Development (R & D) with a 4D development model, namely Defune, Design, Develop, and Dessiminate. However, this research was carried out only up to the third stage. Data collection techniques use observation, interviews and questionnaires. This research produces a product in the form of a scientifically based interactive multimedia application. The development of scientifically based interactive multimedia products received evaluations carried out by expert reviews, namely media experts, language experts and material experts. The results of the validation assessment from media experts obtained a feasibility percentage of 96.4% in the very good category. The results of the validation assessment from language experts obtained a feasibility percentage of 97.5% with a very good category. The assessment results from material experts were based on obtaining a percentage of 90.9% in the very good category. The results of the one-to-one trial obtained feasibility of 89.6% in the very good category. The results of the small group trial obtained feasibility of 93.5% in the very good category. The results of the field test obtained a feasibility of 92.1% in the very good category. Thus, the objectives of this research and development have been achieved and are suitable for use by fourth grade elementary school students. Keywords: Ineractive Multimedia, Scientific Based, Pancasila Education Learning
HUBUNGAN PEMAHAMAN NILAI-NILAI PANCASILA DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA DENGAN SIKAP TOLERANSI SISWA KELAS V SEKOLAH DASAR
Febriana, Vina;
Sumantri, Mohamad Syarif;
Dallion, Engga
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 02 (2025): Volume 10 No. 02 Juni 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23969/jp.v10i02.25569
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pemahaman tentang nilai-nilai Pancasila dengan sikap toleransi yang dimiliki oleh siswa kelas V di sekolah dasar. Latar belakang penelitian ini adalah minimnya Sikap Toleransi siswa seperti, masih banyak siswa yang mengejek teman, tidak menghormati dan menghargai perbedaan antar teman, serta masih ada siswa yang sering memaksakan kehendaknya, maka dari itu pentingnya meningkatkan pemahaman nilai-nilai pancasila kepada siswa untuk menumbuhkan sikap toleransi yang tinggi, seperti saling menghargai dan menghormati antar teman. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Penelitian ini dilaksanakan di SDN Pegangsaan Dua 05 pada kelas V dengan Jumlah sampel sebanyak 60 siswa. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan total sumpling. Teknik pengumpulan data menggunakan tes pilihan ganda untuk Variebal X (Pemahaman Nilai-nilai Pancasila) dan angket kuesioner untuk Variabel Y (Sikap Toleransi), dengan jumlah masing-masing instrumen sebanyak 15 item. Data dianalisis menggunakan Uji Korelasi Pearson. Hasil analisis menunjukkan terdapat hubungan yang cukup signifikan antara Pemahaman Nilai-nilai Pancasila dengan toleransi Sikap, dimana hasil Koefisien Korelasi yang ditandai dengan nilai r sebesar 0,599. Dengan demikian, semakin tinggi pemahaman nilai-nilai pancasila siswa, maka semakin tinggi pula sikap toleransi yang ditunjukan siswa dalam kehidupan yang beragam. Maka guru diharapkan memberikan nilai-nilai pancasila secara bermakna.
IMPLEMENTASI ICE BREAKING DALAM MENUMBUHKAN ANTUSIASME BELAJAR PADA PESERTA DIDIK KELAS 3 SEKOLAH DASAR
Nursyifa Hidayat, Lintang;
Syarif Sumantri, Mohamad;
Dallion EW, Engga
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 02 (2025): Volume 10 No. 02 Juni 2025 In Build
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23969/jp.v10i02.25571
Antusiasme belajar peserta didik di jenjang Sekolah Dasar kerap mengalami fluktuasi akibat kejenuhan dan kurangnya variasi dalam proses pembelajaran. Kondisi ini menjadi tantangan bagi para guru, terutama dalam menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan dan memotivasi peserta didik untuk terlibat aktif dalam pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana implementasi kegiatan ice breaking dapat menumbuhkan antusiasme belajar pada peserta didik kelas 3 di SD Avicenna Gemilang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek dalam penelitian ini meliputi peserta didik kelas 3 dan guru kelas, sedangkan fokus penelitiannya adalah pelaksanaan kegiatan ice breaking yang dilakukan dalam proses pembelajaran. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kegiatan ice breaking memberikan pengaruh positifterhadap peningkatan antusiasme dan keterlibatan belajar peserta didik. Selain berperan sebagai penyegar suasana, kegiatan ice breaking juga mampu mempererat hubungan sosial antara guru dan peserta didik, menciptakan lingkungan kelas yang lebih nyaman, serta membantu peserta didik untuk lebih fokus dan berkonsentrasi. Peserta didik menjadi lebih aktif, ceria, dan termotivasisetelah mengikuti sesi ice breaking dilakukan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ice breaking merupakan strategi pembelajaran yang efektif dalam meningkatkan antusiasme belajar peserta didik Sekolah Dasar. Penggunaan metode ini direkomendasikan sebagai bagian dari pendekatan pembelajaran yang memperhatikan kebutuhan emosional dan psikologis peserta didik secara holistik.