Claim Missing Document
Check
Articles

PENETAPAN KADAR GARAM PADA IKAN TERI MEDAN DENGAN VARIASI METODE DAN SUHU PERENDAMAN Nasution, Nur Sahadah; Daulay, Anny Sartika; Dalimunthe, Gabena Indrayani; Nasution, Haris Munandar
FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS, dan KESEHATAN Vol. 4 No. 2 (2025): FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS dan KESEHATAN
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/farmasainkes.v4i2.4148

Abstract

Pendahuluan: Ikan teri Medan adalah jenis teri berwarna putih berukuran kecil yang sangat populer di Indonesia, dan dibuat dengan cara penggaraman dan pengeringan, yang menghasilkan produk teri kering. Garam dalam ikan teri Medan dapat menjadi pertimbangan bagi konsumen. Tujuan: Tujuan penelitian adalah menentukan kadar garam ikan teri Medan harga termahal dan termurah berdasarkan suhu perendaman serta perbandingan metode penetapan kandungan garam NaCl. Metode: Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Argentometri yaitu metode Kohman dan metode Volhard. Titrasi metode Kohman ditandai terbentuknya endapan merah bata, titik akhir titrasi ditandai dengan terbentuknya endapan merah bata AgCrO4. Sedangkan metode Volhard merupakan titrasi tidak langsung dengan indikator FeCl3 dan terbentuk warna salmon (merah). Suhu perendaman air panas adalah 90-92 ºC dan air dingin pada T= 29 ºC. Hasil: Hasil kadar garam pada ikan teri Medan harga termahal metode Kohman pada perendaman air panas (T= 90-920C) dan air dingin (T=290C) masing-masing adalah 0,9472<µ<0,1073 mg/g dan 1,01099<µ<1,2892 mg/g, pada ikan teri termurah 0,0798<µ<0,1026 mg/g dan 0,4925<µ<0,6235 mg/g. Dengan metode Volhard pada ikan teri termahal maing-masing adalah 5,0043<µ<5,0658 mg/g dan 5,0281<µ<5,0319 mg/g pada ikan teri termurah 5,05267 <x<5,06071mg/g dan 5,0465<µ<5,0630 mg/g. Kata kunci: kadar garam NaCl, metode Kohman, metode Volhard
FORMULASI DAN UJI AKTIVITAS DEODORANT STICK EKSTRAK ETANOL DAUN SIRIH MERAH (Piper ornantum N.E.BR ) TERHADAP BAKTERI staphylococcus epidermidis Fitri, Nurul; Rani, Zulmai; Lubis, Minda Sari; Nasution, Haris Munandar
FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS, dan KESEHATAN Vol. 4 No. 2 (2025): FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS dan KESEHATAN
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/farmasainkes.v4i2.4163

Abstract

Red betel leaf (Piper ornatum N.E.Br) is one of several plants that have antibacterial properties so that it can be selected as an active ingredient in deodorants because of its effectiveness as an antibacterial. Red betel leaf contains secondary metabolites, namely alkaloids, flavonoids, tannins and essential oils. The purpose of this study was to determine the formulation of ethanol extract of red betel leaf (Piper ornatum N.E.Br) made in the form of a deodorant stick preparation with good characteristics and to determine the concentration of the deodorant stick preparation in inhibiting Staphylococcus epidermidis bacteria. The study was conducted experimentally including the manufacture of extracts by the maceration method. In this study, ethanol extract of red betel leaf with concentration variations of 1, 2 and 3%. The preparation was tested for organoleptic, homogeneity, pH, melting time, melting point, and antibacterial activity. The content of the phytochemical screening results of the ethanol extract of red betel leaf showed that there were flavonoids, alkaloids, tannins, saponins, and triterpenoids so that they have the potential to inhibit bacteria. The resulting deodorant stick meets the requirements of pH test, melting time test, melting point test and has bacterial inhibitory activity. At a concentration of 1% it is categorized as moderate with an inhibition zone of 6-10 while for a concentration of 2% and 3% it is categorized as strong with an inhibition zone of 10-20 mm.
FORMULASI, EVALUASI, DAN AKTIVITAS ANTIBAKTERI SABUN PADAT NANOEKSTRAK BONGGOL NANAS (Ananas comosus (L.) Merr) TERHADAP Staphylococcus aureus Widya, Rizka; Lubis, Minda Sari; Zulmai Rani; Nasution, Haris Munandar
FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS, dan KESEHATAN Vol. 4 No. 2 (2025): FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS dan KESEHATAN
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/farmasainkes.v4i2.4164

Abstract

Nanopartikel merupakan salah satu hasil dari teknologi nano yang berkembang pesat. Sabun dapat digunakan untuk mengatasi penyakit, seperti penyakit kulit yang disebabkan oleh bakteri dan jamur. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memutus ikatan protein pada bakteri sehingga dapat menghambat pertumbuhan dan aktivitas antibakteri sediaan sabun padat terhadap Staphylococcus aureus. Penelitian ini menggunakan rancangan True Experimental Design. Tahapan penelitian meliputi pembuatan ekstrak, pembuatan nano ekstrak, skrining fitokimia, pembuatan sabun padat, dan evaluasi mutu fisik sabun padat yang terdiri dari uji organoleptik, uji pH, uji stabilitas, uji kekerasan, dan uji daya bersih. Serta uji aktivitas antibakteri sabun padat terhadap Staphylococcus aureus dengan masing-masing konsentrasi yaitu F1 (Blanko), F2 (1,25%), dan F3 (12,5%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak mahkota nanas mengandung senyawa kimia berupa alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, steroid, dan glikosida. Hasil pengujian ukuran partikel menunjukkan bahwa nano ekstrak memiliki ukuran 76 nm. Aktivitas antibakteri sabun padat terhadap Staphylococcus aureus menunjukkan bahwa pada konsentrasi F1 memiliki efektivitas yang kuat dengan diameter zona hambat sebesar 13,61 mm; pada konsentrasi F2 juga menunjukkan efektivitas yang kuat dengan diameter zona hambat sebesar 16,46 mm; dan pada konsentrasi F3 menunjukkan efektivitas yang kuat dengan diameter zona hambat sebesar 19,38 mm dalam menghambat pertumbuhan Staphylococcus aureus. Kata kunci: Nano ekstrak, Mahkota Nanas, Antibakteri, Sabun Padat
PROFIL KONSUMEN OBAT TRADISIONAL DAN TINGKAT PENGETAHUAN TERHADAP KETANGGAPAN AKAN ADANYA EFEK SAMPING OBAT TRADISIONAL DI DESA PERTAHANAN KABUPATEN ASAHAN sahrianti, Hikmah; Syilvi Rinda Sari; Nasution, Haris Munandar; Dalimunthe, Gabena Indrayani
FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS, dan KESEHATAN Vol. 4 No. 2 (2025): FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS dan KESEHATAN
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/farmasainkes.v4i2.4165

Abstract

Obat tradisional merupakan sediaan tradisional atau produk tradisional terdiri dari komponen aktif, bagian tanaman, bahan tanaman tambahan, atau campuran dari bahan hewan dan mineral. Umumnya masyarakat Indonesia lebih mengetahui dan mengenal jamu dibandingkan dengan obat tradisional terstandar dan fitofarmaka. Sebagian masyarakat juga percaya bahwa obat tradisional memiliki efek samping yang relatif lebih rendah dibandingkan dengan obat konvensional. Tujuan penelitian ini yaitu melihat gambaran profil konsumen, tingkat pengetahuan masyarakat terhadap efek samping penggunaan obat tradisional di wilayah Kabupaten Asahan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan metode kualitatif. Instrumen penelitian yang digunakan berupa kuesioner dalam bentuk kertas. Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu teknik purposive sampling. Jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 352 responden. Teknik analisa data pada penelitian ini menggunakan Microsoft Excell. Hasil penelitian didapatkan bahwa mayoritas responden memiliki pengetahuan baik (51%). Persentase responden yang tidak merasakan efek samping sebanyak 76% dan sebanyak 24% responden merasakan efek samping. Efek samping yang banyak dirasakan oleh responden yaitu gangguan sistem pencernaan. Profil konsumen obat tradisional terbanyak di desa pertahanan adalah berjenis kelamin Perempuan (56,9%). usia terbanyak 17-45 tahun. Mayoritas responden memiliki tingkat pengetahuan yang baik yaitu 180 responden dengan persentase (51%). Mayoritas konsumen memiliki tingkat pengetahuan yang cukup yaitu dengan jumlah responden 174 dengan persentase (49%).
KARAKTERISTIK DAN KANDUNGAN METABOLIT SEKUNDER TUMBUHAN ENDEMIK KAYU RARU (Cotylelobium lanceolatum Craib) Daulay, Anny Sartika; Ridwanto; Ihsan Fadhilah; Nasution, Haris Munandar
FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS, dan KESEHATAN Vol. 4 No. 2 (2025): FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS dan KESEHATAN
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/farmasainkes.v4i2.4236

Abstract

Tanaman raru (Cotylelobium lanceolatum Craib) berasal dari familia Dipterocarpaceae. Kulit kayu raru diyakini oleh masyarakat daerah Sumatera Utara sebagai bahan yang memiliki kandungan senyawa yang berkhasiat sebagai antidiabetes yang dapat menurunkan kadar gula didalam darah. Tujuan penelitian ini yaitu menentukan karakteristik dan kandungan metabolit sekunder ekstrak etanol dan methanol kulit kayu Raru (Cotylelobium lanceolatum Craib) sebagai langkah awal dalam penentuan senyawa kimia bahan alam yang berkhasiat obat anti diabetes. Dalam penelitian ini dilakukan karakterisasi makroskopik. Kemudian dilakukan ekstraksi pada sampel simplisia dengan metode maserasi. Variasi pelarut yang digunakan adalah etanol 96%, 70%, 50% dan metanol 95%, 70%, dan 50%. Karakterisasi terhadap organoleptis dilakukan pada kulit kayu raru segar dan simplisia. Pengujian metabolit sekunder dilakukan pada hasil ekstrak etanol dan metanol. Karakteristik organoleptis kulit kayu raru (Cotylelobium lanceolatum Craib) segar adalah : Bentuk Kulit silinder, tekstur keras dan tebal berkisar 3 mm; Berwana Coklat kehitaman; berbau khas kayu pada umumnya; Rasa: sangat pahit. Sedangkan simplisia kulit kayu raru yaitu berbentuk serbuk halus; Berwarna coklat kemerahan; berbau khas; Rasa sangat pahit. Hasil Skrining Fitokimia Simplisia dan ekstrak kulit kayu raru dilakukan untuk menentukan metabolit sekunder. Pada Serbuk simplisia dengan pelarut metanol dan Ekstrak metanol keduanya mempunyai kandungan metabolit sekunder yang sama yaitu: (+) Alkaloid, (+) Flavonoid, (+) Saponin, (+) Tanin, (+) Steroid/triterpenoid dan (-) glikosida. Sedangkan Ekstrak Etanol kulit kayu raru yaitu (-) Alkaloid, (+) Flavonoid, (+) Saponin, (+) Tanin, (+) Steroid/triterpenoid dan (-) glikosida. Ekstrak kulit kayu raru dengan pelarut methanol mengandung metabolit sekunder yang lengkap termasuk alkaloid tetapi tanpa glikosida.
Kajian Interaksi Obat Pasien Kanker Paru-Paru Di RSUD Dr. Pirngadi Kota Medan Tahun 2023 Widya Sari; Sri Wahyuni; Gabena Indrayani Dalimunthe; Haris Munandar Nasution
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 4 No. 1: Desember 2024
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v4i1.5975

Abstract

Kanker paru merupakan salah satu jenis kanker dengan angka kematian tertinggi di dunia. Di Indonesia, kanker paru juga menjadi penyebab utama kematian. Pasien kanker paru sering kali menggunakan beberapa obat secara bersamaan, baik untuk kanker itu sendiri maupun untuk komorbiditas sehingga risiko terjadinya interaksi obat menjadi meningkat. Interaksi obat ini dapat menimbulkan berbagai masalah antara lain penurunan kemanjuran terapetik, peningkatan toksisitas dan efek farmakologis yang tidak terduga. Tujuan dilakukan penelitian ini untuk mengidentifikasi potensi interaksi obat pada pasien kanker paru-paru di RSUD Dr. Pirngadi Kota Medan. Penelitian ini merupakan penelitian non eksperimental, dilakukan secara observasional dengan desain cros sectional. Pengambilan data dilakukan secara retrospektif menggunakan resep pasien. Pengumpulan resep pasien diambil dari periode Januari-Desember 2023 sebanyak 42 resep. Berdasarkan hasil identifikasi, terdapat 10 resep (24 %) pasien mengalami kejadian interaksi obat dan 32 pasien (76%) tidak mengalami kejadian interaksi obat. Hasil penelitian juga menunjukkan interaksi obat dengan tingkat keparahan mayor terjadi sebanyak 2 kejadian dan tingkat keparahan moderate terjadi sebanyak 8 kejadian. Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan terdapat 24% kejadian interaksi obat dengan tingkat keparahan terbanyak moderat dengan jumlah 8 kejadian.
Kajian Interaksi Obat Pasien Kanker Paru-Paru Di RSUD Dr. Pirngadi Kota Medan Tahun 2023 Widya Sari; Sri Wahyuni; Gabena Indrayani Dalimunthe; Haris Munandar Nasution
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 4 No. 1: Desember 2024
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v4i1.5975

Abstract

Kanker paru merupakan salah satu jenis kanker dengan angka kematian tertinggi di dunia. Di Indonesia, kanker paru juga menjadi penyebab utama kematian. Pasien kanker paru sering kali menggunakan beberapa obat secara bersamaan, baik untuk kanker itu sendiri maupun untuk komorbiditas sehingga risiko terjadinya interaksi obat menjadi meningkat. Interaksi obat ini dapat menimbulkan berbagai masalah antara lain penurunan kemanjuran terapetik, peningkatan toksisitas dan efek farmakologis yang tidak terduga. Tujuan dilakukan penelitian ini untuk mengidentifikasi potensi interaksi obat pada pasien kanker paru-paru di RSUD Dr. Pirngadi Kota Medan. Penelitian ini merupakan penelitian non eksperimental, dilakukan secara observasional dengan desain cros sectional. Pengambilan data dilakukan secara retrospektif menggunakan resep pasien. Pengumpulan resep pasien diambil dari periode Januari-Desember 2023 sebanyak 42 resep. Berdasarkan hasil identifikasi, terdapat 10 resep (24 %) pasien mengalami kejadian interaksi obat dan 32 pasien (76%) tidak mengalami kejadian interaksi obat. Hasil penelitian juga menunjukkan interaksi obat dengan tingkat keparahan mayor terjadi sebanyak 2 kejadian dan tingkat keparahan moderate terjadi sebanyak 8 kejadian. Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan terdapat 24% kejadian interaksi obat dengan tingkat keparahan terbanyak moderat dengan jumlah 8 kejadian.
Detection and Quantification of Rhodamine B in Loose Powder and Blush Cosmetic Products Munthe, Herlina; Sartika Daulay, Anny; Ridwanto, Ridwanto; Munandar Nasution, Haris
Indonesian Journal of Pharmaceutical Education Vol 5, No 2 (2025): May–August 2025
Publisher : Jurusan Farmasi Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37311/ijpe.v5i2.30832

Abstract

The use of decorative cosmetics such as loose powder and blush is increasingly widespread, raising concerns regarding the safety of the coloring agents used, particularly Rhodamine B. This study aimed to identify the presence and determine the levels of Rhodamine B in loose powder and blush cosmetic products using Thin Layer Chromatography (TLC) for qualitative analysis and High-Performance Liquid Chromatography (HPLC) for quantitative analysis. The HPLC method applied in this study was validated and showed good linearity, precision, and sensitivity in accordance with ICH guidelines. A total of 16 cosmetic samples were analyzed, and 3 samples were confirmed to contain Rhodamine B. The highest Rhodamine B level was found in sample X at 66.54 µg/g, followed by sample Z at 21.03 µg/g, and sample Y at 0.83 µg/g. These findings indicate that the presence of Rhodamine B in cosmetic products remains a concern. Therefore, it is necessary to strengthen regulatory supervision and increase public awareness to select safe cosmetic products that are officially registered by BPOM.
Edukasi Pemilihan Makanan Fast Food Ayam Krispi Lokal Sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI) dan Halal di Kelurahan Kwala Bekala Kecamatan Medan Johor Healthy Aldriany Prasetyo; Yayuk Putri Rahayu; Haris Munandar Nasution; Supiyani Supiyani
Madaniya Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53696/27214834.1122

Abstract

Kegiatan tim PKM kolaborasi ini dilakukan pada kelompok ibu-ibu pengajian PWBI (Persatuan Wirid Batak Islam) di Kelurahan Kwala Bekala Kecamatan Medan Johor. Objek yang menjadi materi penyuluhan dalam PKM ini adalah memberikan edukasi pemilihan makanan fast food ayam krispi local yang sesuai dengan Standar Nasional Indones-ia (SNI) dan Halal. Tujuan utama memberikan edukasi dan sosialisasi supaya masyarakat mendapat pengetahuan memilih makanan yang sesuai standar SNI dan Halal sehingga layak untuk dikonsumsi. Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini adalah sosialisasi melalui ceramah edukasi tentang pentingnya memilih makanan fast food ayam krispi lokal dan memberikan pengetahuan contoh cara memilih makanan ayam krispi yang sesuai standar SNI dan Halal. Hasil pengabdian kepada masyarakat ini adalah produk peningkatan layanan masyarakat dalam bidang kesehatan adalah terbentuknya edukasi dan sosialisasi tentang pentingnya memilih makanan fast food ayam krispi lokal yang sesuai standar SNI dan Halal untuk menjaga kesehatan serta pengetahuan pelatihan cara memilih makanan fast food ayam krispi lokal yang sesuai dengan standar SNI dan Halal. Kesimpulannya dari hasil PKM ini adalah meningkatnya pengetahuan, motivasi, kesadaran akan pentingnya pemilihan makanan yang sesuai SNI dan Halal.
AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN TOKSISITAS EKSTRAK ETANOL DAUN KOPI LIBERIKA (COFFEA LIBERICA W. BULL EX HIERN) Linda, Rosa; Rahayu, Yayuk Putri; Dalimunthe, Gabena Indrayani; Nasution, Haris Munandar
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.36810

Abstract

Daun kopi liberika (Coffea liberica W. Bull ex Hiern) mengandung senyawa flavonoid, alkaloid, saponin, polifenol dan lainya yang memiliki bioaktivitas sebagai antioksidan, antibiotik, dan antiinflamasi. Senyawa fenolik (flavonoid) berkorelasi dengan aktivitas antioksidan. Antioksidan dapat menstabilkan kekurangan elektron dari radikal bebas sehingga sel-sel terlindungi dari senyawa reaktif. Banyaknya radikal bebas didalam tubuh dapat mengakibatkan berbagai penyakit seperti kanker. Penelitian ini bertujuan untuk melihat kadar total fenolik, flavonoid, aktivitas antioksidan dan toksisitas daun kopi liberika. Penelitian dilakukan secara eksperimental. Data yang dikumpulkan merupakan data kuantitatif dan kualitatif yang mana diambil dari hasil pengumpulan sampel, karakteristik simplisia, skrining fitokimia, penetapan kadar fenolik dan flavonoid, uji aktivitas antioksidan menggunakan metode 1,1-Diphenyl-2-Picrylhidrazyl (DPPH), uji toksisitas menggunakan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) pada larva udang Artemia salina Leach. Metode BSLT merupakan metode uji pendahuluan toksisitas senyawa antikanker. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak dan simplisia daun kopi liberika mengandung senyawa kimia yaitu alkaloid, fenolik, flavonoid, saponin, tanin, glikosida dan steroid. Simplisia daun kopi liberika memiliki karakteristik sesuai persyaratan mutu MMI Edisi 5. Hasil penetapan kadar total fenolik yaitu 227,21 mgGAE/g ekstrak dan flavonoid 85,66 mgQE/g ekstrak. Hasil uji aktivitas antioksidan diperoleh nilai IC50 = 48,56 µg/mL dengan kategori sangat kuat, dan hasil uji toksisitas diperoleh nilai LC50 = 143,208 µg/mL dengan kategori sangat toksik. Hal ini menunjukkan bahwa daun kopi liberika memiliki potensi sebagai antikanker karena memiliki antioksidan yang sangat kuat dan toksisitas yang sangat tosik.
Co-Authors Adelia Ramadani Adjelie, Tiara Adyani Maulinda Ahmad Rasyid Ridho Alaina, Nadila Alfi Wahyudi Nasution Amaliana, Amaliana Ananda , Nadia Andjelie, Tiara Anny Sartika Daulay Anny Sartika Daulay Anny Sartika Daulay Anny Sartika Daulay Anny Sartika Daulay Apmarja, Sarah Utami Aris Munandar Aryunda, Divia Asep Trizaldi Asmarani, Asmarani Aulia Fitri, Aulia Aulia Sari Auza , Maharani Ayu , Tri Indah Pagar Azhar, Gustika Barutu, Liza Anisa Shevia Basaniah Basaniah BJ Sutrisna Cici Andriani Cindy Priscilia Cindy Widya Rosa Br Simarmata Cut Dian Mala Luthfia Cut Erika Maulydya D Elysa Putri Mambang D Elysa Putri Mambang D. Elysa Putri Mambang D. Elysa Putri Mambang D. Elysa Putri Mambang D. Elysa Putri Mambang Daeng Elysa Putri Mambang Daulay , Anny Sartika Delvi Amira Hutagaol Dikki Miswanda Dina Agustia Parlin Dina Suciati Saragih Dinda Sari Utami Dini Rahmadani Ellyza, Chella Emmy Wiriandini Ercha Minanda Farida Yani Fathur Rahman Fatimah, Cut Fatma Dwi Jati fatur Rahman, fatur Febiyani, Rica Fithri Pulungan, Ainil Fitri Mulyani, Fitri Fitri, Nurul Fitri, Raissa Friyani, Lilah Gabena Indrayani Dalimunthe Gultom, Syarifah Elena Hafizha, Putri Hasanah, Qori Hasibuan , Nabila Hasim Hasibuan, Supia Indah Hastri Kholifah Hutagalung , Septi Ratna Cempaka Hutagalung, Riris Br Hutagaol, Delvi Amira Huzeila Nisa Siregar Ihsan Fadhilah Ika Yeni Siahaan Ilmi Widya Sari Imelda Natasia Br S Meliala Indah Nasution Indah Triutami Harahap Indrayani, Gabena Junia Fitri Hayani Khofifah , Nur Kiki Rawitri Krisna Juniharta Napitupulu Leni Safriani Lestari, Sri Indah Linda, Rosa Lubis, Minda Sari Lubis, Nadya Frestika Luthfianida, Arifna M Pandapotan Nasution M Pandapotan Nasution M Pandapotan Nasution M. Alfaruqi M. Pandapotan Nasution M. Pandapotan Nasution M. Pandapotan Nasution M. Pandapotan Nasution Mambang , D.Elysa Putri Mambang, D. Elsya Putri Mambang, Elysa Putri Maya Syafira Meutia, Cut Miftahul Jannah Minda Sar Lubis Mohd. Bilal Muhammad Amin Nasution Muhammad Amin Nasution Muhammad Ari Mukhtizar Muhammad Hizbullah Muhammad Pandapotan Nasution Muhammad Wahyu Ikhsan Muhammad Wahyu Ikhsan Munaziatul Jannah Munthe, Herlina Nasution , Muhammad Amin Nasution, Kartika Zsaskia Nasution, M. Pandapotan Nasution, Nur Sahadah Natasya, Siti Adinda Nazirah, Nazirah Nazuhra, Oca Nelsa Fahira Ningtias, Anggitha Niswa, Khairun Nofa Lismandaria Novika Utami Nur Hanifah Nuraida Nuraida Nuratika, Eli Nurliansyah, Nurliansyah Nurul Hasanah Ovalina Sylvia Br. Ginting Pertiwi, Rahma Prasetyo , Healthy Aldriany Purba , Intan Sabila Putri Puteri, Cut Intan Annisa Putri , Adilla Putri Intan Sari Putri Khairani Putri Mambang, D. Elysa Putri Rahayu, Yayuk Putri, Nadya Iwani Rafika, Intan Maya Rafita Yuniari Rafita Yuniart Rafita Yuniarti Rafliza , Rista Rahayu , Yayuk Putri Rahmadani , Adevika Rapita Yuniarti Rati , Yuliandini Rati Satri Situmorang Rawitri, Kiki Ridho, Ahmad Rasyid Ridwanto Ridwanto Ridwanto Ridwanto Ridwanto Rina Azhari Ritonga , Septi Ani Riza Syafira RR. Ella Evrita Hestiandari Rukmana, Siti Sabila , Anisa Safira , Liyuza Safitri , Nurhaliza sahrianti, Hikmah Sari, Syilvi Rinda Sarmadansyah Sarmadansyah Sartika Daulay, Anny Sasnita, Merida Selfia Lestary Sepriani, Ananda Sinaga, Novita Yulianti Siregar , Anisah Siti Aisyah Jamil Situmorang, Lusi Grasia Situmorang, Rati Satri Sony , Suyefri Sri Harti Sri Natalia Saragih Sri Ria Ranti Sri Wahyuni Sri Wahyuni Sri Wahyuni Sulwiyatul K Sani Supiyani, Supiyani Syafira, Nona Syalsabila Putri Syara, Nurdiani Syarifah Elena Gultom Tawir Rina Rezeki Tri Damaiyanti Ummi Khairani Rambe Wahdaniati , Tri Widya Sari Widya Sari Widya, Rizka Yanti, Rahma Yayuk Putri Rahayu Yayuk Putri Rahayu Yayuk Putri Rahayu Yayuk Putri Rahayu Yuli Apriani Br.Lubis Yuniarti , Rafita Yuniarti, Rafita Zannah , Muhamad Zikra Maqfirah Ziza Putri Aisyia Fauzi Zulmai Rani