Claim Missing Document
Check
Articles

ALUR PROSES KOGNITIF DAN REAKSI NON-VERBAL KETIKA BERBOHONG Hutahaean, Erik Saut H; Supriyadi, Tugimin; Anifah, Anifah; Putra, Trias Fachman
PSIKOSAINS (Jurnal Penelitian dan Pemikiran Psikologi) Vol 14 No 1 (2019)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (168.338 KB) | DOI: 10.30587/psikosains.v14i1.932

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui cara proses kognitif yang terjadi ketika seseorang memodifikasi informasi dan mengenali reaksi non-verbal yang muncul secara bersamaan ketika individu berbohong. Subjek dari penelitian ini terbagi menjadi dua, yang pertama adalah 25 orang dewasa dengan jenis kelamin pria dan wanita kami libatkan untuk mendapatkan sistematika proses kognitif berbohong, serta 20 orang dewasa yang kemudian dibagi menjadi 2 kelompok untuk melihat reaksi-reaksi yang muncul saat seseorang berbohong, yakni kelompok eksperimen dan kelompok control. Metode analisis yang kami gunakan adalah koefisien reprodisibilitas model skala Guttman, Serta metode eksperimen laboratorium untuk menganalisa reaksi-reaksi yang muncul saat seseorang berbohong. Hasil hitung koefisien reprodisibilitas mendapatkan ada lima tahapan kognitif yang sistematis. Hasil hitung komparasi antara kelompok yang mengatakan sebenarnya, dan yang tidak mengatakan sebenarnya, menunjukan adanya perbedaan yang signifikan dalam kemunculan reaksi alis, mata yang mengarah ke sebelah kiri, reaksi menarik bibir, muncul senyuman, dan terjadi jeda sebelum melontarkan jawaban.
ANALISIS BEBAN KERJA DAN STRES TRAUMATIK PADA ANGGOTA POLISI UNIT KRIMINAL Supriyadi, Tugimin; Hutahaean, Erik Saut H; Adetya, Sandra; Anifah, Anifah
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 10, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jptt.v10n2.p105-113

Abstract

The police officers working at the crime units often face a heavy workload due to the uncertainty of their work hours and the difficult situations they should deal with during their duties in solving criminal cases. This can cause them being prone to experience stress due to their exposure to situations that can cause trauma. This study aims to analyze the workload and traumatic stress in police officers serving in the crime units. Subjects involved in this study were 73 officers from eight crime divisions. All subjects were male and are serving their duties in Jakarta. Data were collected using a survey method and analyzed using correlation and a simple linear regression tests. The result shows that most subjects have  workload and stress levels in the medium category. The correlation test shows that there is a positive relationship between workload and traumatic among subjects, while the simple linear regression test shows that workload has a significant contribution in predicting the participants? traumatic stress. This result confirms previous studies which conclude that the workload experienced by police officers impacts on their stress.   Keywords: Workload, traumatic stress, police officersAbstrak: Anggota kepolisian yang bertugas di bagian unit kriminal sering menghadapi beban kerja yang berat karena harus mengalami ketidakpastian jam kerja dan situasi sulit yang tidak jarang melampaui ambang batas mereka ketika menyelesaikan kasus-kasus kriminal. Hal ini dapat berimplikasi pada kemungkinan terpaparnya para personel polisi dengan situasi traumatik. Hal tersebut menyebabkan polisi yang bertugas di bagian ini rawan mengalami stres. Penelitian ini bertujuan untuk menguji beban kerja dan stres traumatik pada anggota kepolisian yang bertugas di unit kriminal. Subjek yang terlibat berjumlah 73 orang berasal dari delapan divisi kriminal. Semua subjek berjenis kelamin laki-laki dan bertugas di Jakarta. Data dikumpulkan menggunakan metode survei dengan menyebarkan angket dan dianalisis menggunakan uji korelasi dan uji regresi linier sederhana. Hasil menunjukkan rata-rata subjek memiliki beban kerja dan tingkat stres dalam kategori sedang. Hasil uji korelasi menunjukkan terdapat hubungan yang positif antara beban kerja dan stres traumatik pada subjek, sedangkan hasil uji regresi linier sederhana menunjukkan bahwa beban kerja berkontribusi secara signifikan terhadap stres traumatik subjek. Hasil penelitian ini mengonfirmasi penelitian sebelumnya yang menyimpulkan bahwa beban kerja anggota berdampak pada stres yang dialami.
Variabel Forgiveness Ditinjau Dari Religiusitas Pada Remaja Supriyadi , Tugimin; Rahman , Zahra Afifah; Perdini, Tiara Anggita
Jurnal Kajian Ilmiah Vol. 21 No. 1 (2021): Januari 2021
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengabdian Kepada Masyarakat dan Publikasi (LPPMP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (255.192 KB) | DOI: 10.31599/jki.v21i1.306

Abstract

Every day individuals must carry out social activities such as communicating with each other. The communication process makes individuals more mature in dealing with problems, as well as adolescents. Communication carried out sometimes does not run smoothly and causes disappointment between individuals. This disappointment can disappear with a sense of sincerity and forgiveness that is done. One of the forgiveness factors is religiosity. Individuals can do forgiveness based on their belief in religion as a basis for behavior. Through this research, the researcher wanted to analyze the forgiveness through survey study research. The research data were obtained from the distribution of the forgiveness variable scale and the religiosity variable scale. Taking research subjects here using a stratified random sampling technique, in which the subject is taken randomly based on class level. This study involved as many as 150 adolescents, 118 women and 32 men. The results of this study showed that the variable of religiosity was proven to affect the forgiveness variable. In addition, empirical facts were also found, namely the difference in the level of forgiveness in the class groups. As for the level of religiosity in the class group, there was no difference. Likewise with the level of forgiveness in the gender group and the level of religiosity in the gender group. For future research, it is necessary to analyze the forgiveness variable in subjects with adult age vulnerability. This is necessary to see the process of forgiveness development in terms of age. Keywords: Adolscent, Forgiveness, Religious Abstrak Setiap harinya individu pasti melakukan aktivitas sosial seperti berkomunikasi satu sama lain. Proses komunikasi menjadikan individu lebih dewasa dalam menyikapi permasalahan, begitu juga dengan remaja. komunikasi yang dilakukan terkadang tidak berjalan lancer dan menyebabkan kekecewaan antar individu. Kekec ewaan tersebut dapat menghilang dengan adanya rasa ikhlas dan forgiveness yang dilakukan. Salah satu faktor forgiveness adalah religiusitas. Individu dapat melakukan forgiveness berdasarkan dengan keyakinannya terhadap agama sebagai dasar bertingkah laku. Melalui penelitian ini, peneliti ingin menganalisis terkait mengenai forgiveness melalui penelitian studi survey. Data penelitian didapatkan dari penyebaran skala variabel forgiveness dan skala variabel religiusitas. Pengambilan subjek penelitian disini menggunakan teknik stratified random sampling, yang dimana subjek diambil secara random berdasarkan tingkatan kelasnya. Penelitian ini melibatkan sebanyak 150 remaja, 118 perempuan dan 32 laki-laki. Hasil penelitian ini mendapatkan hasil yaitu bahwa variabel religiusitas terbukti dapat mempengaruhi variabel forgiveness. Selain itu, ditemukan juga fakta empiris yaitu adanya perbedaan tingkat forgiveness pada kelompok kelas. Sedangkan untuk tingkat religiusitas pada kelompok kelas, tidak ditemukan perbedaan. Begitu juga dengan tingkat forgiveness pada kelompok jenis kelamin dan tingkat religiusitas pada kelompok jenis kelamin. Untuk penelitian kedepannya perlu untuk menganalisis variabel forgiveness pada subjek dengan rentan usia dewasa. Hal ini diperlukan untuk melihat proses perkembangan forgiveness dari segi usia. Kata kunci: Remaja, Forgiveness, Religiusitas
Cyberloafing Ditinjau Dari Kontrol Diri Dan Kepuasan Kerja Sofyanty, Devy; Supriyadi , Tugimin
Jurnal Kajian Ilmiah Vol. 21 No. 2 (2021): Mei 2021
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengabdian Kepada Masyarakat dan Publikasi (LPPMP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (303.803 KB) | DOI: 10.31599/jki.v21i2.514

Abstract

Abstract Cyberloafing is the behavior of employees to use the company or private internet, for activities that have nothing to do with work and are carried out during working hours. Studying cyberloafing behavior is considered very important considering the internet is a daily necessity in carrying out daily tasks so it becomes important to minimize, prevent or even eliminate the factors that cause cyberloafing behavior. This study aims to empirically analyze the effect of self control and job satisfaction on cyberloafing behavior. This research was conducted at the Ministry of Manpower of the Republic of Indonesia. This type of research is quantitative, sampling in this study using purposive sampling techniques. Methods of data collection using questionnaires and interviews. Data were analyzed using multiple linear regression. Based on the analysis results, the following findings are obtained: (1) simultaneously self control and job satisfaction have a negative and significant effect on cyberloafing behavior, (2) partially self control has a negative and significant effect on cyberloafing behavior, (3) partial satisfaction work has a negative and significant effect on cyberloafing. Keywords: Self Control, Job Satisfaction, Cyberloafing Abstrak Cyberloafing adalah perilaku karyawan dalam menggunakan fasilitas internet perusahaan atau pribadi, untuk aktivitas yang tidak ada kaitannya dengan pekerjaan dan dilakukan selama jam kerja. Mempelajari perilaku Cyberloafing dinilai sangat penting mengingat internet merupakan kebutuhan sehari-hari dalam menjalankan tugas sehingga menjadi penting untuk meminimalkan, mencegah atau bahkan menghilangkan faktor-faktor penyebab perilaku Cyberloafing. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara empiris pengaruh pengendalian diri dan kepuasan kerja terhadap perilaku Cyberloafing. Penelitian ini dilakukan di Kementerian Tenaga Kerja Republik Indonesia. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif, teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner dan wawancara. Analisis data menggunakan regresi linier berganda. Berdasarkan hasil analisis diperoleh temuan sebagai berikut: (1) secara bersama-sama kontrol diri dan kepuasan kerja berpengaruh negatif dan signifikan terhadap perilaku cyberloafing, (2) secara parsial kontrol diri berpengaruh negatif dan signifikan terhadap perilaku cyberloafing, (3) kepuasan kerja secara parsial berpengaruh negatif dan signifikan terhadap cyberloafing. Kata Kunci: Kontrol Diri, Kepuasan Kerja, Cyberloafing
Analisis Beban Kerja dan Stres Traumatik pada Anggota Polisi Unit Kriminal Supriyadi, Tugimin; Hutahaean, Erik Saut H; Adetya, Sandra; Anifah, Anifah
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 10, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jptt.v10n2.p105-113

Abstract

The police officers working at the crime units often face a heavy workload due to the uncertainty of their work hours and the difficult situations they should deal with during their duties in solving criminal cases. This can cause them being prone to experience stress due to their exposure to situations that can cause trauma. This study aims to analyze the workload and traumatic stress in police officers serving in the crime units. Subjects involved in this study were 73 officers from eight crime divisions. All subjects were male and are serving their duties in Jakarta. Data were collected using a survey method and analyzed using correlation and a simple linear regression tests. The result shows that most subjects have  workload and stress levels in the medium category. The correlation test shows that there is a positive relationship between workload and traumatic among subjects, while the simple linear regression test shows that workload has a significant contribution in predicting the participants’ traumatic stress. This result confirms previous studies which conclude that the workload experienced by police officers impacts on their stress.   Keywords: Workload, traumatic stress, police officersAbstrak: Anggota kepolisian yang bertugas di bagian unit kriminal sering menghadapi beban kerja yang berat karena harus mengalami ketidakpastian jam kerja dan situasi sulit yang tidak jarang melampaui ambang batas mereka ketika menyelesaikan kasus-kasus kriminal. Hal ini dapat berimplikasi pada kemungkinan terpaparnya para personel polisi dengan situasi traumatik. Hal tersebut menyebabkan polisi yang bertugas di bagian ini rawan mengalami stres. Penelitian ini bertujuan untuk menguji beban kerja dan stres traumatik pada anggota kepolisian yang bertugas di unit kriminal. Subjek yang terlibat berjumlah 73 orang berasal dari delapan divisi kriminal. Semua subjek berjenis kelamin laki-laki dan bertugas di Jakarta. Data dikumpulkan menggunakan metode survei dengan menyebarkan angket dan dianalisis menggunakan uji korelasi dan uji regresi linier sederhana. Hasil menunjukkan rata-rata subjek memiliki beban kerja dan tingkat stres dalam kategori sedang. Hasil uji korelasi menunjukkan terdapat hubungan yang positif antara beban kerja dan stres traumatik pada subjek, sedangkan hasil uji regresi linier sederhana menunjukkan bahwa beban kerja berkontribusi secara signifikan terhadap stres traumatik subjek. Hasil penelitian ini mengonfirmasi penelitian sebelumnya yang menyimpulkan bahwa beban kerja anggota berdampak pada stres yang dialami.
Variabel Forgiveness Ditinjau Dari Religiusitas Pada Remaja Tugimin Supriyadi; Zahra Afifah Rahman; Tiara Anggita Perdini
Jurnal Kajian Ilmiah Vol. 21 No. 1 (2021): Januari 2021
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengabdian Kepada Masyarakat dan Publikasi (LPPMP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (255.192 KB) | DOI: 10.31599/jki.v21i1.306

Abstract

Every day individuals must carry out social activities such as communicating with each other. The communication process makes individuals more mature in dealing with problems, as well as adolescents. Communication carried out sometimes does not run smoothly and causes disappointment between individuals. This disappointment can disappear with a sense of sincerity and forgiveness that is done. One of the forgiveness factors is religiosity. Individuals can do forgiveness based on their belief in religion as a basis for behavior. Through this research, the researcher wanted to analyze the forgiveness through survey study research. The research data were obtained from the distribution of the forgiveness variable scale and the religiosity variable scale. Taking research subjects here using a stratified random sampling technique, in which the subject is taken randomly based on class level. This study involved as many as 150 adolescents, 118 women and 32 men. The results of this study showed that the variable of religiosity was proven to affect the forgiveness variable. In addition, empirical facts were also found, namely the difference in the level of forgiveness in the class groups. As for the level of religiosity in the class group, there was no difference. Likewise with the level of forgiveness in the gender group and the level of religiosity in the gender group. For future research, it is necessary to analyze the forgiveness variable in subjects with adult age vulnerability. This is necessary to see the process of forgiveness development in terms of age. Keywords: Adolscent, Forgiveness, Religious Abstrak Setiap harinya individu pasti melakukan aktivitas sosial seperti berkomunikasi satu sama lain. Proses komunikasi menjadikan individu lebih dewasa dalam menyikapi permasalahan, begitu juga dengan remaja. komunikasi yang dilakukan terkadang tidak berjalan lancer dan menyebabkan kekecewaan antar individu. Kekec ewaan tersebut dapat menghilang dengan adanya rasa ikhlas dan forgiveness yang dilakukan. Salah satu faktor forgiveness adalah religiusitas. Individu dapat melakukan forgiveness berdasarkan dengan keyakinannya terhadap agama sebagai dasar bertingkah laku. Melalui penelitian ini, peneliti ingin menganalisis terkait mengenai forgiveness melalui penelitian studi survey. Data penelitian didapatkan dari penyebaran skala variabel forgiveness dan skala variabel religiusitas. Pengambilan subjek penelitian disini menggunakan teknik stratified random sampling, yang dimana subjek diambil secara random berdasarkan tingkatan kelasnya. Penelitian ini melibatkan sebanyak 150 remaja, 118 perempuan dan 32 laki-laki. Hasil penelitian ini mendapatkan hasil yaitu bahwa variabel religiusitas terbukti dapat mempengaruhi variabel forgiveness. Selain itu, ditemukan juga fakta empiris yaitu adanya perbedaan tingkat forgiveness pada kelompok kelas. Sedangkan untuk tingkat religiusitas pada kelompok kelas, tidak ditemukan perbedaan. Begitu juga dengan tingkat forgiveness pada kelompok jenis kelamin dan tingkat religiusitas pada kelompok jenis kelamin. Untuk penelitian kedepannya perlu untuk menganalisis variabel forgiveness pada subjek dengan rentan usia dewasa. Hal ini diperlukan untuk melihat proses perkembangan forgiveness dari segi usia. Kata kunci: Remaja, Forgiveness, Religiusitas
Analisis Beban Kerja dan Stres Traumatik pada Anggota Polisi Unit Kriminal Tugimin Supriyadi; Erik Saut H Hutahaean; Sandra Adetya; Anifah Anifah
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 10 No. 2 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (133.169 KB) | DOI: 10.26740/jptt.v10n2.p105-113

Abstract

The police officers working at the crime units often face a heavy workload due to the uncertainty of their work hours and the difficult situations they should deal with during their duties in solving criminal cases. This can cause them being prone to experience stress due to their exposure to situations that can cause trauma. This study aims to analyze the workload and traumatic stress in police officers serving in the crime units. Subjects involved in this study were 73 officers from eight crime divisions. All subjects were male and are serving their duties in Jakarta. Data were collected using a survey method and analyzed using correlation and a simple linear regression tests. The result shows that most subjects have  workload and stress levels in the medium category. The correlation test shows that there is a positive relationship between workload and traumatic among subjects, while the simple linear regression test shows that workload has a significant contribution in predicting the participants traumatic stress. This result confirms previous studies which conclude that the workload experienced by police officers impacts on their stress.   Keywords: Workload, traumatic stress, police officersAbstrak: Anggota kepolisian yang bertugas di bagian unit kriminal sering menghadapi beban kerja yang berat karena harus mengalami ketidakpastian jam kerja dan situasi sulit yang tidak jarang melampaui ambang batas mereka ketika menyelesaikan kasus-kasus kriminal. Hal ini dapat berimplikasi pada kemungkinan terpaparnya para personel polisi dengan situasi traumatik. Hal tersebut menyebabkan polisi yang bertugas di bagian ini rawan mengalami stres. Penelitian ini bertujuan untuk menguji beban kerja dan stres traumatik pada anggota kepolisian yang bertugas di unit kriminal. Subjek yang terlibat berjumlah 73 orang berasal dari delapan divisi kriminal. Semua subjek berjenis kelamin laki-laki dan bertugas di Jakarta. Data dikumpulkan menggunakan metode survei dengan menyebarkan angket dan dianalisis menggunakan uji korelasi dan uji regresi linier sederhana. Hasil menunjukkan rata-rata subjek memiliki beban kerja dan tingkat stres dalam kategori sedang. Hasil uji korelasi menunjukkan terdapat hubungan yang positif antara beban kerja dan stres traumatik pada subjek, sedangkan hasil uji regresi linier sederhana menunjukkan bahwa beban kerja berkontribusi secara signifikan terhadap stres traumatik subjek. Hasil penelitian ini mengonfirmasi penelitian sebelumnya yang menyimpulkan bahwa beban kerja anggota berdampak pada stres yang dialami.
Analisis Kecerdasan Emosional dan Penyesuaian Diri Siswa SMK X di Bekasi: Tugimin Supriyadi, Fitri Febriani Fitri Febriani; Tugimin Supriyadi
Social Philanthropic Vol. 2 No. 1 (2023): Dinamika Perilaku Sosial Pada Generasi Z
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Bhayangkara Jakarta Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31599/sp.v2i1.2738

Abstract

The purpose of this study was to determine the relationship between emotional intelligence and self-adjustment in class X SMK Mandalahayu 1 Bekasi. The sampling technique used in this study was probability sampling with 137 respondents who were students from SMK Mandalaayu 1 Bekasi. The measuring instrument used is the emotional intelligence scale and the self-adjustment scale. The results of this study indicate that the coefficient value between emotional intelligence variables and self- adjustment variables is 0.620 with a significance level (p) of 0.000 (p>0.05), so it is stated that there is a relationship between emotional intelligence variables and self- adjustment variables for SMK Mandalahayu 1 Bekasi students.
KELEBIHAN BEBAN KERJA DAN STRES DAPAT MENYEBABKAN POLISI MEMBUNUH DAN BUNUH DIRI Tugimin Supriyadi; Nadiya Alfira; Octo Iskandar
Jurnal Salome : Multidisipliner Keilmuan Vol. 2 No. 1 (2024): Januari
Publisher : CV. ADIBA AISHA AMIRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The National Police of the Republic of Indonesia is a service organization that has the responsibility to maintain order and peace in the country by enforcing the law and reducing criminal activities. Working as a police officer is closely related to discipline. As state servants, police officers are required to have discipline in carrying out their duties. The police have quite heavy duties and responsibilities, and there are stress triggers due to having to deal with traumatic events that have a physical and mental impact, such as violence, murder, suicide, situations of abuse, and seeing corpses. Police killings and suicides are certainly a serious concern for the police and society. Stress is the body's reaction to changes that require physical, psychological and emotional response, regulation and/or adaptation. Stress can originate from situations, conditions, thoughts, and/or cause frustration, anger, nervousness, and anxiety. Pressure that comes from ourselves and the external environment that is beyond our control or exceeds the limits of our internal ability to handle. Stress usually shows feelings when someone is stuck with a problem that they cannot overcome. Work stress is a person's condition when faced with opportunities/opportunities, obstacles or demands which become a dynamic condition for a person. The trigger factors are work stress, including environmental, organizational and workload. This is inseparable from the fact that police have high work demands, so it is not uncommon for them to desert or take extreme measures, such as committing suicide.
Menuju Kepolisian yang Ideal: Peran Unit Kerja dalam Membentuk Karakter Polisi yang Profesional Aura Nasywa Alifia; Keisya Putri Nur Hasanah; Layla Jasmine Saipul; Sasky Mulia Dewi; Tugimin Supriyadi
MISTER: Journal of Multidisciplinary Inquiry in Science, Technology and Educational Research Vol. 1 No. 3b (2024): JULI (Tambahan)
Publisher : UNIVERSITAS SERAMBI MEKKAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/mister.v1i3b.1747

Abstract

Unit kerja memiliki peranan penting dalam pembentukan karakter polisi. Mereka tidak hanya menjadi tempat untuk melaksanakan tugas operasional, tetapi juga sebagai lingkungan di mana nilai-nilai etika dan moral ditanamkan. Kolaborasi, komunikasi yang efektif, dan pengembangan keterampilan profesional menjadi fokus utama dalam unit kerja yang ideal. Penelitian ini menjelaskan langkah-langkah menuju pencapaian kepolisian yang ideal dengan menggarisbawahi peranan unit kerja dalam membentuk karakter polisi yang profesional. Kepolisian ideal ditandai dengan integritas, kompetensi, dan pelayanan yang berkualitas terhadap masyarakat. Namun, pencapaian tersebut membutuhkan kontribusi yang signifikan dari unit kerja di dalam lembaga kepolisian. Penelitian ini mengevaluasi praktik terbaik dari unit kerja di berbagai kepolisian di seluruh dunia. Temuan menunjukkan bahwa penggunaan pelatihan berkelanjutan, supervisi yang tepat, dan promosi berdasarkan kinerja merupakan strategi yang efektif dalam membentuk karakter polisi yang profesional. Temuan dari penelitian ini memberikan sumbangan dalam pengembangan pedoman dan saran bagi kepolisian untuk meningkatkan kinerja unit kerja dalam membentuk karakter polisi yang profesional. Dengan demikian, kepolisian dapat lebih efektif dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, meningkatkan kepercayaan publik, dan mencapai tujuan utama dalam perlindungan dan pencegahan kejahatan.
Co-Authors Abdilah, Rijal Abiyadh Raissa Ramadhan Ade Saputra ADELIA ANANDA PUTRI Adelia Citra Adelia Citra Erlansyah Adelia Khoirunnisa Andari Adetya, Sandra Adinda Dhiya Hanan Adinda Khoirunnisa Nur Adinda Nur Oktafia Adinda Nur Oktafia Rosadi Adinda Putri Dewi Adinda Rokhimatul Adinda Rokhimatul Fatikhah Adinda Rokhimatul Fatilhah, Adinda Rokhimatul Fatilhah Adinda Zahra Septiany Rusdiono Aditya Fathi Ahmad Agrefina Damayanti Agrefina Damayanti Siahaan Aigal Akira Sunarya Aini, Annisa Khurrotul Luthfil Ainu Lailla Syawa Aisyah Shinta Balkhis Aisyah Shinta Balkhis, Annisa Rahmawati, Gefira Adias Permata, Najla alifah Ajeng Cahya Lestari Al Kariim, Muhammad Rafli Alfarizy, Achmad Zhai Elhaq Alfira, Nadiya Aliffiah Novi Ramadhini Alphany Dyah Eka Putri Alya Meylinda Putri Alyaa Mahira Amanda Eliza Fitriani Amanda Putriasha Amelia Fitri Indarti Amelinda, Thalia Ananda Septia Azahra Anargya Asjad Maelafaezza Andriyani Andriyani Anggara, Irfan Zhikri Anifah Anifah Anifah Anifah Anisa Ayu Febrianti Anisa Ramadani Anisa Ramadani, Ade Saputra, M. Fathul Kamal Annaas Bahtyar Roby Annisa Darmaji Putri Annisa Erniyanti Annisa Frizki Maharani Annisa Khurrotul Luthfil Aini ANNISA RAHMAWATI Aprilia, Jihan Aqshal Sallim, Muhammad Arinda Nasywa Fadillah Arisanti Salsabila Putri Arjun Rojalio Hibrizi Artika Cesar Aura Devi Asla Hanifah Putri Aulia, Nurhaliza Nazwa Aura Islamyazizah Aura Nasywa Alifia Aura, Raissa Rahma Ayu Aulia Rahmayanti Azahra, Sandra Aisyah Azzahra Rahmita A’isy, Putri Nabila Belina, Marshela Bella Aisyah Dinah Caesa Rinjani Caroline Maryam Cartisa Salsabila Chardelia Penggalih, Chardelia Penggalih Christiano Ronaldo Suseno Chyntia Martini Citra Nabilah Dayita, Hema Deva Alina Saputri Devi, Chyntia Devy Sofyanty Dhela Gusti Octavia Dhimas Petrik Simanjuntak Dian Anggraeni Rachmawati Dian Anggraini Rahmawati Diana Ayu Lestari Diani, Virza Ratna Difani Cahya Prastiwi Dimas Elfian Nazar Dimas Elfian Nazar Nur Dinah, Bella Aisyah Dinda Novita Dona Sephia Selawati Dyah Arum Kinanti Eha Amelya Suherman Eka Faiz Rabbani Eka Resmawati Elen Nofitasari Elisabet Mediana Putri Eliza Agustina Erik Saut H Hutahaean, Erik Saut H Fadillah Nurul Fitriani Fadillah, Firly Fahira, Alsa Zahra Fahsa, Putri Cinta Maulida Fajar Herlambang Pratama Fajar Saputra Farah Syaufika Farhan Saputra Fauzan Aly, Fauzan Aly Fauzi Triastianto Fauzi Tristianto Fauzi, Ananda Khoirunisa Putri Febriani, Fitri Febrina Pinkan Ferlyadi Ramadhan Putra Firman Purnomo Fitri Febriani Fitri, Nadia Khalishah Fitriani, Fadillah Nurul Fransisca Adline Mlati Dewi Gefira Adias Permata Ghina Rizkirabbani Labibah Halima Igfiru Romadona Haniffah Maharani Azahra Hanna Aqeela Humayra Hansen Hasiholan Zain Helta Puspasari Hendra Rizki Taruna Henny Sanulita Hermita, Zaky Eka Hiero, M. Virgie Rivaldo Hildegardis Patricia Loko Wewa Hilmi, Adikana Rusyda I Made Mahendra Wijaya Putra I Putu Kreshna Fiyanda Putra Ika Rahayu Satyaninrum Intan Fadilah Nasution Intan Ratna Sari Ira Dinanti Hariyanto Ivan Fahrozi Jeranah Jesyinda Putri Wibowo Jovanka Judijanto, Loso Juliyanti, Alya Shalsabilla Kayla Rahayu Putri Keisya Putri Nur Hasanah Keyzia Zachwa Rachmadhina Khairunisa, Nabila Khatrina Bine Matongan Kinanti, Safira Putri Larasati, Titik Layla Jasmine Saipul Levia, Nazwa Alva Lulu Latifah Lulu Latifah, Lulu Lumbantoruan, Jitu Halomoan Lutfiyani, Mawarda Lutifyani, Mawarda M. Al Afif Annasai M. Aqsa Pradipta M. Fathul Kamal M. Gani Gynastiar Manik, Samantha Petricia Martono, Sigit Maryam, Caroline Maulitya, Tannya Athalla Merdiaty, Netty Mochamad Widjanarko Muhamad Bathi Zannethi Muhammad Fakhri Ramadhan Muhammad Farhan Muhammad Farid Alifianto Muhammad Luthfi Muhammad Rizki Muhammad Saefuddin Muhammmad Farhan Mukhammad Bintang Juliano Muthia Mutmainah Salsabilah Muthia Mutmainah Salsabilah, Nabila Salsabila Heryani, Thaliani Karina Sevi Nabila Salsabila Heryani Nabila, Milani Nadia Karin Nadia Maharani Santosa Nadiya Alfira Nafika Meisya putri Najla Alifah Noer Aini Eldi Noer Mutiara Ningsih Noviany, Tasya Novita, Dinda Novitrisani, Yulinda Nur Haliza Nur Haliza Putri Rahmad Nurfath, Al Fachri Nurul Janah Octo Iskandar Perdini, Tiara Anggita Permatasari, Wahyuning Tyas Pikir Wisnu Wijayanto Pingkan Visionari Prasetyaningtyas Prameswari, Audria Sharon Pratama, Fajar Herlambang Puspita, Vani Putra, Trias Fachman Putri Adelia Anjani Putri Anggraini Putri Fairuz Hidayat Putri Fauziyyah Putri Najzwa Maulida Putri Nur Amaliya Sariman Putri Nur Ramdhani PUTRI WULANDARI Putri, Alya Meylinda Putri, Ayeshia Adilla Putri, Kania Annisa Rahman , Zahra Afifah Rahmawati, Rina Dwi Raihan Pamungkas Rama Maulana Nurwahyudin Ramadhanti, Nabiilah Ratu Dwinov Putri Rijal Abdillah Rinjani, Caesa Risma Ayu Sulistyowati Risma Febrina Folasimo Risma Febrina Folasimo, Risma Febrina Folasimo Rizka Octavia Aura Putri Roger Clinton P Sabrina Zahwa Salsa Desembriyanti Salsabila Citra Dwi Salsabilla Citra Salsabilla, Aulia Yasmin Salwa Azzahrah Salwa Tazkia F Sandora Afita Sandra Adetya Sandrina Nazwa Salsabila Sasky Mulia Dewi Sausan Salsabila Selly Dwining Maulidina Sesya Surya Safira Shabrina Shabrina Sheldio Balvas Vadilla Shinta Rizki Febriana Sholikhah, Dianita Mar’atus Silviyana, Radita Sirlani, Mahdav Viqiyan Siti Aisyah Siti Faedattusyahadah Siti Fatimah Azzahraa Siti Nuriah Siti Nuriya Hikma Siti Nurmala Suci Adelia Salma Suci Hidayah Suci Larosathy Putri Syachrizal Farhan Syahrani, Amelia Indri Talitha Fairuz Marsya Nugraha Tasya Noviany Thaliani Karina Sevi Tiara Anggita Perdini Tiara Hasanah Munandar Tiara Salsabilla Tri Wahyuni Trisnawati, Novita Ananda Trisnawati, Vania Tyo Hendryan Vania Trisnawati Wahyuning Tyas Permatasari Wanda Fitri Berliana Widaderevi Tryanthamie Najla Ufairah Widyastuti, Mega Yasmine Wafa Wardani Yohanes, Hendra Yuliana Putri Yusuf, Muhammad Fachri Zahira, Zalfa Hulwah Zahra Afifah Rahman Zahra Permata Sari Zahwa Kania Putri Zefanya Muri Putri Kristianti Zetta Zhafira