Claim Missing Document
Check
Articles

PENGUATAN KOMPETENSI GURU SEKOLAH DASAR MELALUI IMPLEMENTASI MODEL NGULAM SIKUT DAN WAK SAI LIMA UNTUK MENDUKUNG REVITALISASI BAHASA LAMPUNG Yinda Dwi Gustira; Siti Samhati; Mulyanto Widodo; Rahmat Prayogi; Septia Uswatun Hasanah; Mei Fatmila Sari; Sandika Ali; Siska Meirita; Andriansyah
Education, Language, and Arts: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 1 (2026): Education, Language, and Arts: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/ela.v5i1.2135

Abstract

This community service program aimed to strengthen elementary school teachers' competencies through the implementation of two innovative instructional models: NGULAM SIKUT (Ngunut Pengalaman Sai Likut), developed based on the Experiential Learning approach, and WAK SAI LIMA (Nawak Sai Diliyak Mata), which emphasizes modeling within the framework of Active, Creative, Effective, and Joyful Learning (PAKEM). The program was conducted through five stages: needs assessment, workshop, instructional material development, implementation mentoring, and evaluation. Data were collected using pretest-posttest assessments, classroom observation, instructional product evaluation, and participant response questionnaires. The findings demonstrated significant improvements in teachers' pedagogical knowledge, instructional skills, and professional attitudes. Participants also expressed highly positive responses toward the program, indicating that both models were practical and applicable in elementary school settings. The program contributes not only to improving the quality of Lampung language instruction but also to supporting regional language revitalization through strengthening teachers' instructional capacity.   Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat kompetensi guru sekolah dasar melalui implementasi dua model pembelajaran inovatif: NGULAM SIKUT (Ngunut Pengalaman Sai Likut), yang dikembangkan berdasarkan pendekatan Experiential Learning, dan WAK SAI LIMA (Nawak Sai Diliyak Mata), yang menekankan pada pemodelan dalam kerangka Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan (PAKEM). Program ini dilaksanakan melalui lima tahapan: analisis kebutuhan, lokakarya (workshop), pengembangan materi pembelajaran, pendampingan implementasi, dan evaluasi. Data dikumpulkan menggunakan penilaian pretest-posttest, observasi kelas, evaluasi produk pembelajaran, dan angket respons peserta. Temuan menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada pengetahuan pedagogis, keterampilan instruksional, dan sikap profesional guru. Peserta juga menyampaikan respons yang sangat positif terhadap program ini, yang menunjukkan bahwa kedua model tersebut praktis dan dapat diterapkan di lingkungan sekolah dasar. Program ini tidak hanya berkontribusi pada peningkatan kualitas pembelajaran bahasa Lampung, tetapi juga mendukung revitalisasi bahasa daerah melalui penguatan kapasitas instruksional guru.
Pengaruh Model Cooperative Integrated Reading And Composition (CIRC) Terhadap Kemampuan Berkolaborasi Pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Kelas II SD Negeri 4 Metro Barat Cicili Arici Rafistri; Dwi Yulianti; Mulyanto Widodo; Destiani Destiani
Pedagogi: Jurnal Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/pedagogi.vol.11i.2.666

Abstract

Permasalahan dalam penelitian adalah rendahnya kemampuan berkolaborasi peserta didk di kelas II SD Negeri 4 Metro Barat. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh yang signifikan pada penerapan model Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC). Metode penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Desain penelitian yang digunakan non-equivalent control group design. Penelitian ini menggunakan teknik sampel jenuh dengan jumlah 34 peserta didik. Instrumen yang digunakan adalah instrument tes dan non tes. Hasil pengujian hipotesis diperoleh data nilai signifikan < ttabel (taraf signifikansi 5%, α = 0,05) dengan rincian 0,02 < 0,05, maka Ha diterima dan Ho ditolak. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan model Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) terhadap kemampuan berkolaborasi pada mata pelajaran bahasa Indonesia kelas II SD Negeri 4 Metro Barat.
Audiovisual Media and Indonesian Language Learning Outcomes in an Islamic Elementary School Hanna Wahyu Aruming Tyas; Muhammad Fuad; Mulyanto Widodo; Destiani
SUJANA: Education and Learning Review Vol. 4 Issue 4 (2025)
Publisher : JF Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56943/sujana.v4i4.1031

Abstract

This study examined the effect of audiovisual media on the Indonesian language learning outcomes of fourth-grade students at an Islamic integrated elementary school in Metro, Lampung, focusing on the listening-and-viewing competency under the Merdeka Curriculum. Low mastery of Indonesian language material had been observed among fourth-grade students, with most of the fifty students failing to reach the school's minimum mastery criterion. A quantitative approach was applied using a quasi-experimental method with a nonequivalent control group design. The fifty students were divided into an experimental class taught with audiovisual media and a control class taught conventionally, using a saturated sampling technique. Data were collected through a fifteen-item multiple-choice pretest and posttest and analyzed using chi-square normality testing, F-test homogeneity testing, and simple linear regression. The data met the assumptions of normality and homogeneity for both administrations. The regression analysis produced the equation Ŷ = 58.66 + 0.333X with a significance value of 0.005, below the alpha level of 0.05, leading to rejection of the null hypothesis. The experimental group's mean score increased by 18.40 points, from 56.64 to 75.04, compared with a gain of only 5.22 points in the control group, despite starting from a lower baseline. These findings indicate that audiovisual media significantly improved Indonesian language learning outcomes, although the size of the effect appeared to depend on factors such as student attendance and teachers' readiness to use the medium.
Kesalahan Berbahasa Indonesia pada Penulisan Media Luar Ruang di Kecamatan Mesuji Makmur Mulyanto Widodo; Dedi Febriyanto
ESTETIK : Jurnal Bahasa Indonesia Vol. 5 No. 1 (2022): Mei
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Curup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29240/estetik.v5i1.4000

Abstract

Facts on the ground show that there are still many mistakes in the practice of speaking Indonesian in the community. The Indonesian language errors in question include errors in the oral and written realms. In the realm of writing, Indonesian language errors are often found in outdoor media, such as posters and bulletin boards. This study aims to describe errors in Indonesian in writing outdoor media in Mesuji Makmur District. The research was conducted using a qualitative descriptive method. The data in this study are in the form of words, sentences, or discourses that are obtained directly in the field through various outdoor media, such as posters, bulletin boards, stretch cloth, and similar media in the Mesuji Makmur sub-district. As for analyzing the data, the following steps were used; (1) data reduction, (2) data presentation, (3) temporary conclusion drawing, and (4) verification. The results showed various forms of language errors were found in the writing of outdoor media in the Mesuji Makmur sub-district. The errors in question include; (1) spelling errors, (2) word choice errors, (3) morphological errors, and (4) errors in the use of prepositions
Efektivitas E-LKPD Berdiferensiasi dalam Pembelajaran Menulis Teks Prosedur Berbasis Project Based pada Siswa Kelas VII SMP Dede Putri; Siti Samhati; Mulyanto Widodo; Farida Ariyani; Nurlaksana Eko Rusminto
ESTETIK : Jurnal Bahasa Indonesia Vol. 8 No. 1 (2025): Mei
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Curup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29240/estetik.v8i1.12683

Abstract

Abstrak Artikel ini membahas efektivitas penggunaan e-LKPD berbasis Project-Based Learning (PjBL) yang dikombinasikan dengan pendekatan berdiferensiasi dalam meningkatkan keterampilan menulis teks prosedur pada siswa kelas VII SMP. PjBL menawarkan pengalaman belajar yang lebih kontekstual dan relevan, sementara pendekatan berdiferensiasi memungkinkan guru untuk menyesuaikan pembelajaran dengan kebutuhan, minat, dan gaya belajar siswa. Penelitian menunjukkan bahwa kombinasi e-LKPD berbasis PjBL dan pendekatan berdiferensiasi tidak hanya meningkatkan keterampilan menulis tetapi juga partisipasi dan pemahaman siswa terhadap struktur teks prosedur. Meskipun terdapat tantangan seperti keterbatasan akses teknologi dan kesiapan guru, solusi berupa penyediaan fasilitas teknologi dan pelatihan guru diusulkan sebagai langkah mitigasi. Hasil penelitian ini menekankan pentingnya dukungan kebijakan pendidikan dan pengembangan lebih lanjut dalam implementasi metode ini untuk keberlanjutan pembelajaran yang efektif. Metode ini berpotensi besar dalam meningkatkan hasil belajar dan motivasi siswa dalam menulis teks prosedur, sehingga dapat menjadi strategi yang adaptif dan inovatif dalam pendidikan bahasa Indonesia di SMP. Kata Kunci: e-LKPD berbasis PjBL; keterampilan menulis teks; prosedur pendekatan berdiferensiasi
Mengupas Kritik Sosial pada Kumpulan Puisi Mbeling Karya Remy Shylado melalui Rima, Tipografi, dan Enjambemen Salwa Pramesti Maharani; Munaris; Mulyanto Widodo; Edi Suyanto; Siti Samhati
ESTETIK : Jurnal Bahasa Indonesia Vol. 8 No. 2 (2025): November
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Curup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29240/estetik.v8i2.13041

Abstract

Research on social criticism in the collection of Puisi Mbeling by Remy Sylado is important because these aspects emerged as a response to the repression of the Orde Baru through the use of rhymes, spontaneous line breaks, and typography that deviates from conventions to become a symbol of rebellion against the oppressive social and political system. This study aims to examine social criticism in the collection of Puisi Mbeling by Remy Shylado through rhyme, typography, and enjambment. Qualitative methods were used in this study on 5 data sources on poetry that best represent social criticism, such as 1) Dendam pada Imperialisme-Kolonialisme, 2) Cintaku Tati, 3) Pelestarian Tradisi Birokrasi, 4) Atas Nama Rakyat, and 5) Catatan Kaki. These poems are included in the book Puisi Mbeling by Remy Shylado published by Kepustakaan Populer Gramedia in 2023 (second printing). The data collection and analysis techniques were carried out in several ways, namely 1) reading carefully, 2) collecting by marking data, and 3) presenting the results of data analysis in each line and stanza of the poem. The results of the study showed that the poet succeeded in peeling away social criticism in the collection of Puisi Mbeling through analysis of rhyme, typography, and enjambment in a brilliant and interesting way.
Nilai Simbolik Budaya Masyarakat Lampung dalam Puisi Tapis Berseri Jauza Najla Naufalia; Mulyanto Widodo; Nurlaksana Eko Rusminto; Sumarti; Siti Samhati
ESTETIK : Jurnal Bahasa Indonesia Vol. 8 No. 2 (2025): November
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Curup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29240/estetik.v8i2.13127

Abstract

Abstrak: Sastra lisan, khususnya dalam genre puisi, memiliki peran penting dalam menjaga dan mewariskan nilai-nilai budaya masyarakat Lampung. Salah satu bentuknya adalah puisi “Tapis Berseri” yang sarat dengan pesan moral dan simbolik tentang kehidupan sosial budaya masyarakat Lampung. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana nilai-nilai simbolik budaya masyarakat Lampung direpresentasikan dalam puisi “T apis Berseri” serta makna yang terkandung di balik simbol-simbol budaya tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap dan menganalisis nilai simbolik budaya yang termuat dalam puisi tersebut. Metode yang digunakan adalah deskriptif-analitis dengan pendekatan kualitatif, melalui analisis terhadap struktur teks dan nilai-nilai budaya yang dihadirkan dalam karya sastra tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa puisi “Tapis Berseri” mengandung ajakan untuk melestarikan dan mengembangkan budaya Lampung melalui prinsip-prinsip seperti sakai sambayan (gotong royong), nemui nyimah (sopan santun), dan nengah nyappur (kerja keras dengan tenggang rasa). Selain itu, puisi ini juga mencerminkan keragaman masyarakat Lampung yang terdiri atas penduduk asli dan pendatang, serta menekankan pentingnya kerja sama antar lapisan masyarakat untuk mewujudkan cita-cita bersama dalam memajukan budaya.
Maksim Kuantitas pada Dialog Karakter dalam Film Pendek “Limau Tahluy” Pada Saluran Youtube Naila Agustin; Fena Audy Yena Freskela; Rahmat Prayogi; Mulyanto Widodo
Edukasi Lingua Sastra Vol 24 No 1 (2026): Edukasi Lingua Sastra
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kotabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47637/elsa.v24i1.2088

Abstract

This study aims to describe the application of the maxim of quantity in the character dialogue in the short film Limau Tahluy which is broadcast on the YouTube channel. The maxim of quantity is one of Grice's cooperative principles that applies so that speakers provide sufficient, clear and appropriate information, without excess or deficiency. The research method used is descriptive qualitative with data collection techniques through the method of free listening and conversation (SBLC). The data are in the form of character speech in the film that shows compliance and violation of the maxim of quantity. The results show that the dialogue in the film Limau Tahluy shows two forms of the application of the maxim of quantity, namely compliance and violation. Compliance occurs when the speaker provides relevant and sufficient information, while violation occurs when the information conveyed is too little, excessive, or irrelevant. These violations do not always have a negative impact, because they are often used to express emotions, familiarity, and character of the characters. Overall, the application of the maxim of quantity in the film Limau Tahluy shows the polite, expressive, and contextual way of communication of the Lampung people in accordance with local cultural values. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan maksim kuantitas dalam dialok karakter pada film pendek Limau Tahluy yang di tayangkan di saluran YouTube. Maksim kuantitas merupakan salah satu prinsip kerja sama Grice yang menerapkan agar penutur memberikan informasi yang cukup, jelas dan sesuai kebutuhan, tanpa berlebihan dan kekurangan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui metode simak bebas libat cakap (SBLC). Data berupa tuturan tokoh dalam film yang menunjukkan kepatuhan dan pelanggaran terhadap maksim kuantitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dialog dalam film Limau Tahluy memperlihatkan dua bentuk penerapan maksim kuantitas, yaitu kepatuhan dan pelanggaran. Kepatuhan muncul ketika penutur memberikan informasi yang relevan dan secukupnya, sedangkan pelanggran terjadi ketika informasi yang di sampaikan terlalu sedikit, berlebihan , atau tidak relevan. Pelanggaran tersebut tidak selalu berdampak negatif, karena sering digunakan antuk mengekspresikan emosi, keakraban, dan karakter tokoh. Secara keseluruhan, penerapan maksim kuantitas dalam film Limau Tahluy menujukkan cara komunikasi masyarakat lampung yang sopan, ekspresif, dan kontesktual sesuaidengan nilai budaya lokal.
REPRESENTASI RENDAHNYA LITERASI DI INDONESIA: KAJIAN METAFUNGSI IDEASIONAL, INTERPERSONAL, DAN TEKSTUAL DALAM ARTIKEL BERITA DETIKEDU Oktaviana, Irma Bela; Sumarti, Sumarti; Widodo, Mulyanto; Sumarta, I Wayan Ardi
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 9 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v9i1.1452

Abstract

Isu literasi di Indonesia sering diberitakan di media massa dan masih tergolong rendah dibandingkan negara lain. Literasi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca, tetapi juga memahami dan menggunakan informasi secara efektif. Media massa berperan menyampaikan isu ini kepada publik melalui teks berita dengan sudut pandang tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis teks berita menggunakan pendekatan Linguistik Sistemik Fungsional dengan menelaah metafungsi ideasional, interpersonal, dan tekstual. Terlebih, penelitian ini berusaha memahami bagaimana bahasa mengonstruksi makna dalam wacana media, mengingat teks berita memiliki peran strategis dalam membentuk persepsi publik. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik dokumentasi berdasarkan klausa-klausa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ideasional didominasi oleh proses material yang merepresentasikan tindakan nyata, didukung oleh proses relasional, mental, verbal, dan eksistensial. Pada interpersonal, seluruh klausa berbentuk deklaratif yang menunjukkan bahwa teks berfungsi sebagai sarana penyampaian informasi, dengan penggunaan modalitas yang mencerminkan tingkat kepastian dan sikap penulis. Sementara itu, tekstual menunjukkan pola temma-rema yang konsisten dengan dominasi topical theme berupa subjek, sehingga mendukung keteraturan teks. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap kajian linguistik dengan menunjukkan bagaimana metafungsi bekerja dalam membangun makna pada teks berita, serta dapat menjadi referensi dalam analisis wacana media. Namun, penelitian ini memiliki keterbatasan pada jumlah data yang hanya berfokus pada satu teks, sehingga untuk penelitian selanjutnya disarankan menggunakan data yang lebih beragam serta mengombinasikan dengan pendekatan lain seperti analisis wacana kritis agar hasil lebih mendalam.
ANALISIS KESALAHAN PENGGUNAAN KONJUNGSI SUBORDINATIF PADA TAKARIR AKUN INSTAGRAM @PERPUSNAS.GO.ID Safitri, Dwi Rahma; Sumarti, Sumarti; Widodo, Mulyanto; Sumarta, I Wayan Ardi
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 9 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v9i1.1455

Abstract

Penggunaan bahasa pada media sosial institusi resmi perlu memperhatikan kaidah bahasa Indonesia yang baik dan benar karena media sosial menjadi sarana komunikasi publik yang bersifat informatif dan edukatif. Salah satu aspek kebahasaan yang penting dalam membangun keterpaduan kalimat adalah penggunaan konjungsi subordinatif. Namun, dalam praktiknya masih ditemukan ketidaktepatan penggunaan konjungsi yang dapat memengaruhi kejelasan informasi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesalahan penggunaan konjungsi subordinatif pada takarir akun Instagram @perpusnas.go.id. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data berupa takarir yang mengandung konjungsi subordinatif dikumpulkan melalui teknik simak dan catat, kemudian dianalisis menggunakan teknik padan ekstralingual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum penggunaan konjungsi subordinatif seperti untuk, yang, dan kalau telah digunakan dengan tepat sesuai kaidah bahasa Indonesia. Namun, ditemukan beberapa kesalahan, yaitu penggunaan konjungsi karena yang menyebabkan fragmen kalimat serta penggunaan konjungsi biar yang termasuk ragam bahasa informal dan kurang sesuai dalam konteks bahasa resmi. Kesalahan struktur klausa ditemukan pada tiga data, sedangkan ketidaktepatan ragam bahasa ditemukan pada dua data. Temuan ini menunjukkan bahwa penggunaan konjungsi subordinatif dalam media sosial institusi sudah cukup baik, tetapi masih perlu perbaikan dalam hal kelengkapan struktur kalimat dan pemilihan ragam bahasa baku. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam pembelajaran bahasa Indonesia serta evaluasi penggunaan bahasa pada media sosial resmi.
Co-Authors Abdan Syakur Febrianjaya Ade Frimayanti Adelina Harry Santi Ag Bambang Setiyadi Agung Agung Agustina , Dhita Aulia Agustinus Bambang Setiyadi Aji Marhaban Bidzikrillah MSK Albet Maydiantoro Ali Mustofa Ali Mustofa Ali Mustofa Alpionita, Dela Amelia Saputri Amy Sabila Andriansyah Anggraini, Tia Anista, Eka Anita Febriani Arham Habibi Arini Wastiti Asmaul Husna, Siti Atik Kartika Atik Kartika Ayu Setiyo Putri Bambang Riadi Bayu Andi Mardlona Bina Rosdanti Sahdan Bryan Tioro Gisri chelistya eryesma anwar cici widiawati Cicili Arici Rafistri Cindi Yolanda Citra Winda Ulvia Dede Putri Dedi Febriyanto Deni Yuniardi Deris Astriawan Desi Indah Lestari Desti Setia Herawati Destiani , Destiani Destiani Destiani Deta Aulia Detia Aulia Oktarina Devi Novitasari Devi Rosfantina Devitalisa M, Wulan Dhini, Maudy Sukma Dian Azmiyati Diana Rosita Dinda Ayu Annisa Diyah Berta Alpina Dwi Suciani Alkafisa Dwi Yulianti DWI YULIANTI Edi Saputro Edi Suyanto Eka Putri Rahayu Eka Sofia Agustina Eka Sofia Agustina Eka Susanti Eko Rusminto, Nurlaksana Elsa Oktavia Emi Rismawati ENDANG PURWANINGSIH Endang Sumarsih Engrid Septa Reni Fadira, Laudya Fajar Aprian, Figo Farida Ariyani Farida Ariyani Fatia Maulina Faturrohman, Aji Febra Anjar Kusuma, Febra Anjar Febriyanto, Dedi Fena Audy Yena Freskela Feni Setianingsih Firman Septihadi Fitayah Fatimah Ramadhani Fitri Kurnia Fitria Asmawati Flora Flora, Flora Hana Riana Hanna Wahyu Aruming Tyas Hanny Hafiar Hardiyanti Hardiyanti Hasan Hariri Heny Hartawati Herga , Rafa Maritza Heri Prihartono Heriza Nevisi Yanda Putri Herlambang, Agung Putra Heru Prasetyo Heryanti Heryanti Hesti Irmasari I Wayan Ardi I Wayan Ardi Sumarta Ibnu Hajar Icha Meyrinda Ika Agustina Pratiwi Ikhtiarti, Endang Indra Prapto Nugroho Iqbal Hilal Ishariyanti Ishariyanti Istiqomah Nurzafira Jauza Najla Naufalia Jimny, Zahra Adellia Dewi Joni Putra Jufri Saputra Juniar, Elda Juwairiyah Juwairiyah K Sugeng Prijono Kahfie Nazaruddin Kahfie Nazaruddin Karomani Karomani Kartika Rahayu Effendi Khoerotun Nisa Liswati Klara Ken Laras Kusuma, Nirma Fadia Lady Pramesti Handoko Lady Pramesti Handoko Lailatul Fitriyah Laudya Fadira Lilis Sholihah Linda Permasih Lyoni Elvandari Maharani, Serlia Mat Desman Maya Oktavia Mega Noviana Mei Fatmila Sari Meirita, Siska Meliza Meliza Mery Elisabet Turnip Miko Hidayat Mira Salviani MUHAMMAD FUAD Muhammad Fuad Muhammad Iman Jauhari Munaris . Mutiara Dini Naila Agustin Nazimah Nazimah Nesiana Imania Neti Herawati ni made mulyasari Ni Nyoman Wetty Suliani Nidia Oktarisa Nikmatul Hasanah Nindy Eka Putri Nur Azizah Agustina Nur Fasila Nur, Kiki Zakiah Nuraeni, Intan Nurlaksana Eko Rusminto Nurlaksana Eko Rusminto Nurwijayanti okta muhlis putra Oktaviana, Irma Bela Oriza Pratiwi Pangestika, Zola Nurmadya Pertiwi, Nidia Harum Piani, Ririn Tria Pony Tikny Swisty Putri Shima Arifani Rafistri, Cicili Arici Rahmat Prayogi, Rahmat Ratin Supriadi Ratu Farry Alifia Azka Rengga Purna Yuda Restu Eka Mariyana Retika Cahya Karnastuti Reza Febriantika Ria Apriyanti Riadi, Bambang Rian Andri Prasetya Ribut Wibowo Ridha Adilla AR Ririn Riana Sari Rischa Dewi Riwanti Manik Rizki Dilla Sintia RR. Ella Evrita Hestiandari Saadah Saadah Sabrina Aulia Rahma Safitri, Dwi Rahma Salsabila, Atha Nabitha Salwa Pramesti Maharani Sandika Ali santi noviyana Septi Ria Ariani Septia Uswatun Hasanah Septia Uswatun Hasanah Septiana Ningsih Shely Nasya Putri Siska Meirita Siska Meirita Siti Murdiyati Siti Romlah Siti Samhati Sitohang, Anania Eviyana Luxerima Soca Anggraini Solly Aryza Sulistiana Sulistiana Sumarti Sumarti Sumarti Sumarti Sumarti Sunarti, Iing Surasa Surasa Syelly Eka Permatasari Tiara Nazila Dewi TRI WULANDARI Try Wahyuni Undang Rosidin Utari, Marya Utari, Marza Utari Windu Patria Hutama Wini Tarmini Yanti Jelita Yemi Valentini Yinda Dwi Gustira Yoga Fernando Rizqi Yona Lenora Loretta Yosefina Eva Marini Yuli Yanti Yulia Kartikasari Yulia Patumaya Yulianita, Dea Yulita Anlisia Yuni Setiawati Yunisa, Aulia ZR, Mutiara Ananda