p-Index From 2021 - 2026
6.455
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Akuakultur Indonesia Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan dan Perikanan Indonesia ILMU KELAUTAN: Indonesian Journal of Marine Sciences Jurnal Ilmu Lingkungan GRADASI Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management) Agrokreatif Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat BERITA BIOLOGI Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Omni-Akuatika Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal Jurnal Matematika Sains dan Teknologi EnviroScienteae Jurnal Akuakultur Sungai dan Danau Sains Akuakultur Tropis : Indonesian Journal of Tropical Aquaculture Indonesian Aquaculture Journal Jurnal Riset Akuakultur Jurnal Mina Sains Jurnal Kelautan Nasional Jurnal Kebijakan Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan Jurnal Iktiologi Indonesia (Indonesian Journal of Ichthyology) Demandia : Jurnal Desain Komunikasi Visual, Manajemen Desain, dan Periklanan JURNAL PERIKANAN TROPIS Jurnal Abdi Insani PELAGICUS: Jurnal IPTEK Terapan Perikanan dan Kelautan Nekton JAGO TOLIS : Jurnal Agrokompleks Tolis Buletin Jalanidhitah Sarva Jivitam Clarias : Jurnal Perikanan Air Tawar Jurnal Pusat Inovasi Masyarakat Journal of Fish Health Jurnal Salamata Depik Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan, Pesisir dan Perikanan Policy Brief Pertanian, Kelautan, dan Biosains Tropika Depik Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan, Pesisir, dan Perikanan JARI : Jurnal Akuakultur Rawa Indonesia Advances in Tropical Biodiversity and Environmental Sciences
Claim Missing Document
Check
Articles

TOTAL HEMOSIT, GLUKOSA DAN SURVIVAL RATE UDANG MANTIS (Harpiosquilla raphidea) PASCA TRANSPORTASI DENGAN DUA SISTEM YANG BERBEDA M. Yusuf Arifin; Eddy Supriyono; Widanarni .
Jurnal Kelautan Nasional Vol 9, No 2 (2014): AGUSTUS
Publisher : Pusat Riset Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (484.903 KB) | DOI: 10.15578/jkn.v9i2.6207

Abstract

Udang mantis (Harpiosquilla raphidea) merupakan salah satu krustasea yang bernilai ekonomis tinggi. Saat ditransportasi udang cenderung mengalami stres, oleh sebab itu dibutuhkan teknologi transportasi untuk meminimalisir tingkat stres. Tujuan dari penelitian ini untuk membandingkan efek stres pada udang mantis dari dua metode transportasi yang berbeda yaitu, transportasi sistem kering dan transportasi basah. Respon stress yang diamati adalah jumlah total hemosit (THC), konsentrasi glukosa dan kelangsungan hidup. Sampel diambil pada waktu 0, 1, 3, 6, 12, 24, 72, 168 dan 336 jam pasca transportasi. Data dianalisis dengan Uji-T. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa jumlah THC lebih tinggi pada sistem kering dibanding sistem basah terutama pada jam ke-72. Konsentrasi glukosa dengan sistem basah lebih tinggi dari sistem kering pada jam ke-0 dan jam ke-24. Tingkat kelangsungan hidup lebih tinggi pada sistem kering dari pada sistem basah. Dari penelitian ini disimpulkan bahwa transportasi sistem kering lebih baik karena menghasilkan respon stress yang lebih rendah dan waktu pulih yang lebih cepat.
APLIKASI TEKNOLOGI SHELTER TERHADAP RESPON STRESS DAN KELANGSUNGAN HIDUP PADA PENDEDERAN LOBSTER PASIR Panulirus homarus Kukuh Adiyana; Eddy Supriyono; Muhammad Zairin Junior; Lolita Thesiana
Jurnal Kelautan Nasional Vol 9, No 1 (2014): APRIL
Publisher : Pusat Riset Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (421.616 KB) | DOI: 10.15578/jkn.v9i1.6197

Abstract

Penggunaan shelter pada pendederan lobster Panulirus homarus dimaksudkan untuk menekan terjadinya stress dan menghasilkan tingkat kelangsungan hidup yang lebih tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan menentukan jenis shelter yang memberikan respon stress dan produktifitas benih lobster yang paling baik. Pada Penelitian ini digunakan empat perlakuan, perlakuan menggunakan shelter jaring, paralon, lubang angin dan kontrol (tanpa shelter). Penelitian menunjukkan, perlakuan menggunakan shelter paralon merupakan yang terbaik karena terbukti mampu untuk menurunkan tingkat stress dan menghasilkan kelangsungan hidup yang lebih baik. Level Total Hemocycte Count (THC) dan glukosa pada sheltter paralon selama penelitian, menghasilkan respon stress yang lebih rendah dan stabil apabila dibanding dengan perlakuan lainnya.Tingkat kelangsungan hidup pada shelter paralon berbeda nyata (p<0,05) dengan shelter jaring dan kontrol, tetapi tidak berbeda nyata (p>0,05) dengan shelter lubang angin.
TEKNOLOGI PENGKAYAAN UNSUR-UNSUR N, P, Fe PADA RUMPUT LAUT Gracilaria verrucosa Eka Rosyida; Enang H. Surawidjaja; Sugeng H. Suseno; Eddy Supriyono
Jurnal Kelautan Nasional Vol 8, No 3 (2013): DESEMBER
Publisher : Pusat Riset Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (639.693 KB) | DOI: 10.15578/jkn.v8i3.6232

Abstract

Penelitian ini bertujuan  untuk mengkaji respon pertumbuhan Gracilaria verrucosa melalui teknologi pengkayaan N,P dan Fe sebagai unsur hara makro dan mikro ke dalam media budidaya. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan, yaitu tanpa pengkayaan nutrien/non-enriched (A), pengkayaan N (B), pengkayaan N+P (C) dan pengkayaan N+P+Fe (D). Hasil penelitian menunjukkan pengkayaan  N+P+Fe memberi pengaruh yang lebih tinggi terhadap  pertumbuhan G. verrucosa dan berbeda secara signifikan dengan perlakuan lainnya  (p<0.05). Disamping itu,  klorofil dan konsentrasi N, P, Fe pada rumput laut juga terdeteksi lebih tinggi pada perlakuan tersebut. Dengan demikian dapat dikatakan teknologi pengkayaan dengan menggunakan kombinasi unsur hara makro (N,P) dan mikro (Fe) dalam budidaya G. verrucosa dapat meningkatkan pertumbuhan secara signifikan sehingga dapat dipertimbangkan untuk diaplikasikan dalam budidaya rumput laut tersebut.  Meskipun secara umum kadar dan karakteristik physico-kimia agar lebih baik pada perlakuan pengkayaan N+P, namun kadar agar dan gel strengthnya tidak berbeda dengan perlakuan pengkayaan N+P+Fe.
EVALUASI PENGGUNAAN SISTEM JARING TERHADAP RESPONS PRODUKSI PENDEDERAN JUVENIL LOBSTER PASIR (Panulirus homarus) MENGGUNAKAN TEKNOLOGI RESIRKULASI Kukuh Adiyana; Eddy Supriyono; Amin Pamungkas; Lolita Thesiana
Jurnal Kelautan Nasional Vol 10, No 3 (2015): DESEMBER
Publisher : Pusat Riset Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (468.512 KB) | DOI: 10.15578/jkn.v10i3.6188

Abstract

Permasalahan yang sering dihadapi oleh pembudidaya lobster adalah rendahnya kelangsungan hidup karena faktor kanibalisme yang tinggi. Penggunaan sistem jaring pada budidaya pendederan lobster dimaksudkan untuk meminimalkan faktor kanibalisme, dengan memperkecil kontak antar lobster. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisa pengaruh penggunaan jaring terhadap respons produksi pendederan lobster pasir Panulirus homarus. Lobster berukuran 51,29±7,26 g/ekor dipelihara selama 30 hari dengan pemberian pakan 3% sebanyak 1 kali per hari. Penelitian dilakukan dengan 3 perlakuan dan 2 ulangan. Jenis perlakuan yang digunakan, yaitu selter pipa PVC sebagai kontrol (K), sekat jaring melintang & selter pipa PVC (SJ), serta jaring keliling & selter pipa PVC (JK). Variabel yang diamati, yaitu kondisi kualias air, Total Hemocyte Count (THC), frekuensi moulting, bobot, panjang total lobster dan kelangsungan hidup. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan sistem jaring tidak berpengaruh terhadap respons pertumbuhan, tetapi berpengaruh positif terhadap kelangsungan hidup juvenile lobster.
EFISIENSI DAYA LISTRIK DAN KONDISI OKSIGEN TERLARUT PADA PEMELIHARAAN POSTLARVA UDANG VANAME Litopenaeus vannamei MENGGUNAKAN SUMBER ENERGI SURYA Kukuh Adiyana; Eddy Supriyono
Jurnal Kelautan Nasional Vol 10, No 1 (2015): APRIL
Publisher : Pusat Riset Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (522.196 KB) | DOI: 10.15578/jkn.v10i1.6155

Abstract

Energi surya merupakan salah satu sumber energi terbarukan yang mempunyai potensi untuk dimanfaatkan pada kegiatan budidaya perikanan. Budidaya postlarva udang vaname Litopenaeus vannamei membutuhkan pasokan oksigen yang dapat disuplai melalui aerasi dengan memanfaatkan sumber energi surya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji efisiensi aerasi yang dihasilkan oleh high-blow menggunakan sumber energi surya dan PLN dalam pemeliharaan postlarva udang vaname, ditinjau dari segi kestabilan daya listrik (P), dissolved oxygen (DO), dan oxygen transfer rate (OTR). Pada Penelitian ini digunakan 2 perlakuan, yaitu perlakuan menggunakan sumber energi surya dan PLN. Hasil penelitian menunjukkan daya listrik pada high-blow menggunakan sumber energi  surya mempunyai tren yang lebih stabil dan kontinu dibandingkan dengan sumber energi dari PLN. Pasokan listrik yang lebih stabil dari sumber energi panel surya menyebabkan pompa aerator high-blow dapat bekerja lebih maksimal. Hal tersebut menyebabkan proses transfer oksigen ke dalam air lebih baik, sehingga level DO selama penelitian relatif lebih tinggi.
Pemanfaatan Limbah Organik Kotoran Ayam dan Ampas Tahu untuk Budidaya Cacing Sutera (Tubifex sp.) sebagai Pakan Glass Eel di Desa Cidadap, Kabupaten Sukabumi Intan Wulandari; Eddy Supriyono; Dadang Shaffruddin
Jurnal Pusat Inovasi Masyarakat (PIM) Vol. 2 No. 1 (2020): Februari 2020
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (406.144 KB)

Abstract

Eel fish (Anguilla bicolor) is the leading export commodity of Indonesian fisheries. New eel fish farming activities will be developed lately. The community, especially those in KUB, are interested in developing eel segmentation cultivation. But the problem is the availability of feed for glass eels, namely silk worms. Therefore, training on silkworm cultivation is important to be held. This activity was held at KUB Sidat Mandiri, Cidadap Village in November to December. Silk worm cultivation requires media with high organic content. Media that can be used for silk worm cultivation include animal waste, which has the advantage of a crude fiber protein content of 50% of the gross weight so that it is good to be used for fertilization in silk worm culture. Silk worm cultivation for glass eel feed in Cidadap Village using tofu waste animal waste fermented into fertilizer with a multilevel container system and recirculation can increase the productivity of silk worms and can guarantee the quantity and quality, for the sustainability of glass eel cultivation.
Potensi Besar Budidaya Ikan Sidat (Anguilla sp.) di Kecamatan Simpenan, Sukabumi Muhamad Dzikri; Dadang Shafruddin; Eddy Supriyono
Jurnal Pusat Inovasi Masyarakat (PIM) Vol. 2 No. 2 (2020): April 2020
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (340.576 KB)

Abstract

Eel (Anguilla sp.) is a one of fishery commodity that has a high economic value. Eel has a very promising potential to be developed in Indonesia, especially in the village of Cidadap which is a center for glass eel collectors. This is supported by the source of glass eel which is widely spread in the estuary of Pelabuhan Ratu, one of which is the Cimandiri river. This study aims to examine the ecological value and economic status from the point of view of glass eel collectors, as well as people’s interest in eel farming. The study was conducted in Cidadap village, Pelabuhan Ratu, Sukabumi in August 2019. The method used was a descriptive analysis obtained from literature, interviews, and a survey form contains of 15 set of questions. Respondents used for interviews and filling out survey forms was 10 people with the main status as glass eel collectors in Cidadap and Loji village.The Cimandiri river environment, which was used as a glass eel catchment area, has a pretty good condition, but the sanitary condition was not in proper condition proven by rubbish that has been carried by downstream water flow. Some locals make glass eel fishing their main occupation, but glass eel fisherman’s income is not fixed and seasonally dependent. Eel farming activites have great potential to be carried out in Simpenan District. Keywords: ecology, glass eel, glass eel farming,
Analisis Struktur dan Strategi Nafkah Rumah Tangga Nelayan di Desa Sangrawayang, Sukabumi Mariska Putri Nur Hidayah; Dadang Shafrudin; Eddy Supriyono
Jurnal Pusat Inovasi Masyarakat (PIM) Vol. 2 No. 3 (2020): Juni 2020
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (490.025 KB)

Abstract

This research was conducted in Sangrawayang Village, Sukabumi Regency, West Java. This study aims to analyze the livelihood structure and strategies of fishermen household in Sangrawayang Village, Simpenan District, Sukabumi Regency. This study uses a qualitative approach through in-depth interviews, literature studies and the results of writing field notes during field breaks. The method used in this study is a qualitative approach as a research procedure that produces descriptive data. The results showed that the fisherman households in Sangrawayang Village were classified into three classifications of structures or sources of income that were modified into the sectors of on fishing economy, off-fishing economy and non-fishing economy. The livelihood strategies of fishermen households in Sangrawayang Village are classified as double, namely the livelihood of fishermen and also as a processor for catching salted fish and farm laborers. Keywords: Livelihood strategies, Livelihoods structure.
Budidaya Cacing Sutra (Tubifex sp.) dan Budidaya Ikan Lele Menggunakan Sistem Bioflok di Kecamatan Simpenan, Sukabumi Santi Febrianti; Dadang Shafruddin; Eddy Supriyono
Jurnal Pusat Inovasi Masyarakat (PIM) Vol. 2 No. 3 (2020): Juni 2020
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (631.24 KB)

Abstract

Silk worms (Tubifex sp.) Is a natural food that is widely used as fish food. The nutritional content of silk worms consisting of protein reaches 57%, fat 13.3%, crude fiber 2.04%, ash content 3.6% and water 87.7%. Silk worms contain 13 kinds of amino acids, namely 7 essential amino acids and 6 non-essential amino acids. The study was conducted in Cidadap Village, Pelabuhan Ratu, Sukabumi in August 2019. This research was conducted to find out and obtain the best composition of maintenance media to increase the growth of Silkworm (Tubifex sp) population through efforts to utilize organic wastes of catfish farming so that their utilization more optimal. The method used in this activity is cultivation using fiber pool. Cidadap and Loji villages have enormous potential to cultivate silk worms (Tubifex sp.). Cidadap Village is one area that needs Silk Worms (Tubifex sp) to support glass eel cultivation activities, so that the results of this cultivation are very utilized. Silkworm cultivation carried out together with the cultivation of catfish with a biofloc system gives good results for the growth of silkworm biomass (Tubifex sp.). Keywords: Silk worms (Tubifex sp), biofloc, fish feed
Kinerja Produksi Ikan Sidat (Anguilla Bicolor Bicolor) dengan Volume Air Pemeliharaan yang Berbeda pada Sistem Resirkulasi Eko Harianto; Eddy Supriyono; Tatag Budiardi; Ridwan Affandi; Yani Hadiroseyani
Jurnal Akuakultur Sungai dan Danau Vol 7, No 2 (2022): Oktober
Publisher : Universitas Batangahari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/akuakultur.v7i2.133

Abstract

Eel (Anguilla bicolor bicolor) rearing activities that develop in Indonesia generally still use a large volume of water. The application of a recirculation system reduces water requirements and at a small volume of water, the load on the container to accommodate water becomes lighter so that several containers can be arranged vertically. This study aims to determine the best water volume in eel rearing with a recirculation system on production performance. This study used a completely randomized design with four treatments and three replications. The treatments, namely the difference in the volume of water (VA) used in the maintenance container, included VA 2.5 L (A), VA 3.5 L (B), VA 4.8 L (C) and VA 5.8 L (D). Eels were reared for 60 days in an aquaverticulture system with a stocking density of 10 fish per container. The test parameters in this study included survival rate (SR), specific growth rate (LPS), absolute weight growth (PBM) and feed conversion (FCR) and coefficient of final weight diversity (KKb). Other parameters analyzed include water and land use analysis. The results showed that aquaverticulture with multilevel containers on eel produced the best water volume of 5.8 L with high production performance (100% survival, specific growth rate 1.60%/day). The volume of water needed to produce 1 kg of eel for 1 year is 27.69 liters and the productivity of aquaculture land is 86.14 kg/m2. During the COVID-19 pandemic, this system design has been applied on a laboratory scale, but has not been applied commercially in the community.
Co-Authors . Sukenda . Sulistiono Adang Saputra Adang Saputra Adianto, Asep Agustinus Ngaddi Ahmad Ghufron Mustofa Ahmad Maksum Aisyah Lukmini Alexander Burhani Marda, Alexander Burhani Ali Djamhuri Amin Pamungkas Anang Hari Kristanto Ani Widiyati Ani Widiyati Anwar, Rifky Alwafi Any Widiyati Ardyen Saputra, Ardyen Arif Faisal Siburian Arifin, Rahmatulloh Arifin Aris Darmansah Aris Darmansah Asep Rachmat Pratama Bambang Gunadi Bambang Gunadi Bambang Gunadi Bambang Priyo Utomo Berlianti . Budiyanti Cecep Kusmana Chrisliana, Chrisliana Dadang Shaffruddin Dadang Shafruddin Dadang Shafruddin Dadang Shafrudin Daniel Djokosetianto Daniel Djokosetianto Daniel Djokosetiyanto Darmawan, Ahmad Rumi DEDI JUSADI Dedi Pardiansyah Dewi Puspaningsih Diana Sriwisuda Putri Diana Sriwisuda Putri, Diana Sriwisuda Diki, Diki Dinamella Wahjuningrum Dinar Tri Soelistyowati Dini Wulandari Dody Sihono Donny Prariska Ee Ling, Yong Eka Rosyida Eko Harianto, Eko Enang H. Surawidjaja Enang Haris Enang Harris Enang Harris Enang Harris Enang Harris Enang Harris Enang Harris Enang Harris Enang Harris Surawidjaja Ernik Yuliana Eva Prasetiyono Failu, Ismail Faturochman, Ilman Fauziah Azmi Febrianti, Santi Ferdinand Hukama Taqwa Fikru Sifa, Zulfana Fina Lestari Guttifera Hamim Hamim Hamzah, Aris Sando Hanif Azhara, Muhammad Harton Arfah Hendriana, Andri Humairani, Humairani I Wayan Nurjaya Idil Ardi Ima Kusumanti Iman Rusmana Iman Sari Lubis, Vina Imron Imron, Imron Ing Mokoginta Intan Wulandari Irzal Effendi Izhar Amirul Haq I’ana Rahma Salisa Jariyah, I’it Rohmatul Julie Ekasari Kukuh Adiyana Kukuh Adiyana Kukuh Adiyana Kukuh Adiyana Kukuh Adiyana Kukuh Adiyana, Kukuh Kukuh Nirmala Kukuh Nirmala Lesmana, Dudi Lies Setijaningsih Lila Antara, Kadek Lilik Sulistyowati Lina Warlina Listyarini, Sri Liubana, Debora Victoria Lolita Thesiana Lolita Thesiana M. Faisol Riza Ghozali M. Toelihere M. Yusuf Arifin M. Zairin Junior Maman Tocharman Maria Niken Tri Ubaya Sakti Mariam, Susanti Mariska Putri Nur Hidayah Mas Tri Djoko Sunarno Melati, Aulia Firda Mia Setiawati Moh. Burhanuddin Mahmud Muh. Saleh Nurdin Muhamad Dzikri Muhamad Yamin Muhamad Yamin MUHAMMAD AGUS SUPRAYUDI Muhammad Ammar Muhammad Fauzan Isma Muhammad Nabil Muhammad Saifuddin Muhammad Subhan Hamka Muhammad Zairin Jr. Muhammad Zairin Jr. Mulyasari Mulyasari MUNTI YUHANA MURIE DWIYANITI1 N Hutomo N. Potalangi Nana Ganda Neltje Nobertine Palinggi Neltje Nobertine Palinggi Novitasari, Septi Liana Nur Fauziyah Nur Hasanah Nuradzani, Daffa Nuri Muahiddah Nurul Taufiqu Rochman Nurul Taufiqu Taufiqu Rochman Obed Lepa Saba Kulla Odang Carman Otie Dylan Soebhakti Hasan Permatasari, Sheny Petrus Rani Pong-Masak Prama, Ega Aditya Pras, Eva Prasetiyono Pratama, Asep Rachmat Puji Hastuti, Yuni Rahma Vida Anandasari, Rahma Vida Rangga Idris Affandi Rasul Raudhatus Sa'adah Revfvi Al Ghaney Rizal Riandini Riandini Riani Rahmawati Richard Latuny Ridwan Affandi RIDWAN AFFANDI Rifqah Pratiwi Rio Yusufi Subhan Rirojoyo, Gerald P P Ris Dewi Novita Rizki Eka Puteri Rohman Rohman Rumondang, Anne Ruspindo Syahputra S. Hastuti Sabilu, Kadir Sabilu, Murni Santosa Koesoemadinata Saputra, Henry Kasmanhadi Selly Ratna Sari Septya, Saka Tirta Setijaningsih, Lies Sihananto, Bambang Siska Mellisa Solly Aryza Sophia N. M. Fendjalang Sri Nuryati Sri Wahyuni Firman Sugeng Budiharsono Sugeng H. Suseno Suhaiba Djai Sukenda . Sukenda Sukenda Sukenda Sukenda Sukenda Sukenda Sukenda Sukenda Sulistiono Supriani Suri Purnama Febri Susanti Mariam Suseno, Sugeng Hari Sutrisno Sutrisno Tanbiyaskur, Tanbiyaskur Tatag Budiardi Teuku Fadlon Haser Thomas Nugroho Titin Kurniasih Tri Heru Prihadi Usman Usman Usman Usman Usman Usman Wa Iba, Wa Iba Wahyu Pamungkas Wahyu Wahyu Wasjan Wasjan WIDANARNI WIDANARNI Widiyati, Any Wijianto Wijianto Wildan Nurussalam Wirantari, Ayu Puspa Wisriati Lasima Y. Hadiroseyani Yosmaniar Yosmaniar Yosmaniar Yosmaniar Yosmaniar Yosmaniar Yoyo Wiramiharja Yuni Puji Hastuti Yuni Puji Hastuti Yuni Puji Hastuti