p-Index From 2021 - 2026
14.946
P-Index
This Author published in this journals
All Journal International Journal of Evaluation and Research in Education (IJERE) Tadris: Jurnal keguruan dan Ilmu Tarbiyah Lentera Pendidikan : Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan TARBIYA : Journal Education in Muslim Society Ta´dib Jurnal Pendidikan Agama Islam Medina-Te : Jurnal Studi Islam Jurnal Inovasi dan Pembelajaran Fisika AL QUDS : Jurnal Studi Alquran dan Hadis Al Ishlah Jurnal Pendidikan Indonesian Journal of Educational Research (IJER) Yupa: Historical Studies Journal Risâlah, Jurnal Pendidikan dan Studi Islam MODELING: Jurnal Program Studi PGMI qolamuna : Jurnal studi islam Pendas : Jurnah Ilmiah Pendidikan Dasar Jurnal Ulul Albab NUR EL-ISLAM : Jurnal Pendidikan dan Sosial Keagamaan Journal of Education and Instruction (JOEAI) Journal of Educational Research and Evaluation Journal of Education Technology International Journal of Elementary Education Jurnal Ilmiah Sekolah Dasar Journal on Education JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH JTP - Jurnal Teknologi Pendidikan Jurnal Literasiologi At-Ta'lim : Media Informasi Pendidikan Islam EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran (JRPP) Islamika: Jurnal Keislaman dan Ilmu Pendidikan Jurnal Pendidikan dan Konseling El-Ghiroh : Jurnal Studi Keislaman Dedikasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Hikmah Budapest International Research and Critics Institute-Journal (BIRCI-Journal): Humanities and Social Sciences Journal of Innovation in Educational and Cultural Research Tadarus Tarbawy : Jurnal Kajian Islam dan Pendidikan Jurnal Riset dan Inovasi Pembelajaran Journal of Research in Social Science and Humanities Journal Evaluation in Education (JEE) Journal of Education Research Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Jurnal Pendidikan "EDUKASIA MULTIKULTURA" Jurnal Pendidikan Dasar dan Sosial Humaniora International Journal of Educational Research Excellence (IJERE) JURNAL PARADIGMA: Journal of Sociology Research and Education Innovative: Journal Of Social Science Research Kartika: Jurnal Studi Keislaman Equivalent: Jurnal Ilmiah Sosial Teknik Nuansa : Jurnal Studi Islam dan Kemasyarakatan Riwayat: Educational Journal of History and Humanities Ta'dib Atthiflah: Journal of Early Childhood Islamic Education Attaqwa:Jurnal Ilmu Pendidikan Islam EduInovasi: Journal of Basic Educational Studies Ghaitsa: Islamic Education Journal EL-TA’DIB: Journal of Islamic Education FIKROTUNA: Jurnal Pendidikan dan Manajemen Islam Journal of Primary Education Jurnal Pendidikan Progresif attufula Madania: Jurnal Kajian Keislaman Al-Bahtsu: Jurnal Penelitian dan Pendidikan Islam Jurnal Indonesia Pendidikan Profesi Guru Jurnal Indonesia Kajian Pendidikan Islam At-Ta'lim : Media Informasi Pendidikan Islam INDONESIAN JOURNAL OF SOCIAL SCIENCE EDUCATION (IJSSE) Al-Munawwarah : Jurnal Pendidikan Islam
Claim Missing Document
Check
Articles

Upaya Inovatif Guru Pendidikan Agama Islam Era Digital dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Amin, Alfauzan; Hidayat , Sandra
Journal of Education Research Vol. 5 No. 4 (2024)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v5i4.1828

Abstract

Era modern menunjukkan minimnya peran manusia dimana segala sesuatunya mengarah pada pemanfaatan mesin atau TIK dalam berbagai bidang. Era ini berdampak pada semua lini kehidupan, termasuk sektor pendidikan. Untuk itu pendidikan agama Islam perlu melakukan perbaikan dan inovasi strategi pembelajaran agar lebih baik , dan sesuai dengan perkembangan zaman. Penelitian adalah penelitian kepustakaan dengan cara menganalisis penelitian-penelitian yang berkaitan untuk menghasilkan sesuatu . kesimpulan mengenai strategi inovatif pendidikan Islam di era masyarakat 5.0. Melalui kajian ini terlihat bahwa salah satu hal yang perlu dilakukan dalam pendidikan Islam adalah mengubah paradigma berpikir tentang konsep pembelajaran Islam dan membuka diri terhadap hal-hal baru sebagai penunjang percepatan pemahaman agama siswa. objek pendidikan. Ini termasuk membiasakan proses pembelajaran menggunakan sistem e-learning dengan pendekatan yang menarik dan menyesuaikan dengan lingkungan.
Relevansi Nilai-Nilai Pendidikan Karakter dalam Kitab Akhlak Lil Banat dengan Santri Era Millenial A'yun, Qurrotul; Arif, Mahmud; Amin, Alfauzan
Equivalent: Jurnal Ilmiah Sosial Teknik Vol. 5 No. 2 (2023): Equivalent: Jurnal Ilmiah Sosial Teknik
Publisher : Politeknik Siber Cerdika Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59261/jequi.v5i1.142

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui relevansi nilai-nilai pendidikan karakter dalam kitab akhlak lil banat dengan santri era millennial. Metode penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yakni studi kasus. Lokasi penelitian di madrasah salafiyah V pondok pesantren komplek R krapyak yogyakarta. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, dokumentasi, dan wawancara yang dilakukan dengan beberapa santri dan ustadzah pengajar kitab akhlak lil banat. Temuan dalam penelitian ini adalah ada beberapa nilai-nilai pendidikan karakter dalam kitab akhlak lil banat, seperti berakhlak, sopan santun, taat, tawadhu’, religius, menghormati, dan kasih sayang. Selain itu dalam relevansinya menunjukkan bahwa santri era millenial menerapkan beberapa nilai-nilai pendidikan karakter yang terdapat dalam kitab akhlak lil banat. Adaya pengkajian kitab akhlak lil banat untuk membentuk karakter pada diri santri di era millenial. Selain itu, pengkajian kitab akhlak lil banat diharapkan dapat menjadi pengingat, benteng dan sebagai pedoman ketika atau akan melakukan segala sesuatu agar tetap sesuai dengan ajaran ajaran agama Islam.
INOVASI STRATEGI PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK, LATIHAN DAN PRAKTEK (PROJECT, DRILL AND PRACTICE BASED LEARNING) PADA MATA PELAJARAN PAI BERBASIS KURIKULUM MERDEKA. Ai Siti Hodijah; Alfauzan Amin
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 9 No. 04 (2024): Volume 09 No. 04 Desember 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Islamic Religious Education (PAI) includes an understanding of religious teachings and how to apply them in everyday life. Learners are faced with various complex and diverse challenges in the current era of technology and globalization. The purpose of this research is to find out the basic concepts and the importance of applying project-based learning strategies, drill and practice in increasing the creativity of students in PAI subjects based on the independent curriculum. The research method used in this research is the literature method which uses books, journals and articles as sources of information. The results of this study are thatthe project-based learning strategy (PjBL), drill and practice can increase understanding, creativity, and help students to innovate according to their knowledge and help students build cooperation between school residents, with exercises and practices carried out continuously can also be used as a reference for evaluating the learning process for an educator.
MASA KEMUNDURAN PENDIDIKAN ISLAM: ANALISIS SEJARAH DAN FAKTOR SOSIAL-POLITIK YANG BERPENGARUH Yupande, Putra; Shafira, Windy; Astuti, Winda; Ramedlon, Ramedlon; Amin, Alfauzan
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 7 No. 4 (2024): Special Issue Vol. 7 No. 4 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v7i4.37753

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang menyebabkan kemunduran pendidikan Islam pada abad ke-19 dan seterusnya, serta menggambarkan profil pendidikan Islam pada masa kemunduran tersebut. Fokus utama penelitian ini adalah faktor sejarah, sosial, dan politik yang berperan dalam penurunan kualitas dan relevansi pendidikan Islam. Metode yang digunakan adalah penelitian kepustakaan, dengan mengumpulkan data dari berbagai sumber pustaka, seperti buku, jurnal, dan artikel ilmiah terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemunduran pendidikan Islam disebabkan oleh perpecahan politik internal dunia Islam, pengaruh kebijakan kolonialisme yang mengutamakan pendidikan Barat, serta transisi pasca-kolonial yang kurang mendukung lembaga pendidikan Islam. Akibatnya, lembaga-lembaga pendidikan Islam seperti pesantren dan madrasah kehilangan relevansi dan peran mereka dalam menghasilkan generasi yang berilmu dan berakhlak mulia. Pembelajaran agama lebih terisolasi dari perkembangan ilmu pengetahuan modern, sehingga menghambat kemajuan sosial, ekonomi, dan budaya umat Islam. Implikasi dari penelitian ini adalah perlunya reformasi pendidikan Islam yang mengintegrasikan ilmu agama dengan sains dan teknologi, serta dukungan lebih besar dari pemerintah untuk revitalisasi lembaga pendidikan Islam agar mampu bersaing dalam era globalisasi dan teknologi modern.
STUDENT PERCEPTION OF INTERACTIONS BETWEEN STUDENTS AND LECTUTERS, LEARNING MOTIVATION, AND ENVIRONMENT DURING PANDEMIC COVID-19 Amin, Alfauzan; Alimni; Lestari, Meri
JTP - Jurnal Teknologi Pendidikan Vol. 23 No. 3 (2021): Jurnal Teknologi Pendidikan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/jtp.v23i3.21481

Abstract

Online learning is one form of network utilization that can develop the way of students in the education process. The descriptive analysis of this study examined students' perceptions of online learning models related to interactions between students and lecturers, learning motivation, and student learning environments to support them produce better result from online teaching and learning activities. The sample in this study are 128 students in one of the universities in Bengkulu who have been involved in online learning during the Coronavirus disease 2019 pandemic. Based on questionnaires that have been investigated, the researchers found that students had problems interacting with other students as well as lectures. This is demonstrated by a upper percentage of 65.62% students' disapproval of statements stating that student interaction in online classes already supports them in the learning process. Meanwhile, 52.34% of students have very high learning motivation even in quarantine due to covid-19. As well as the learning environment, 70.31% of students felt that the learning environment is less supportive of them in the learning process of teaching in online learning. Therefore, in support students to increase their interactions and learning environments, lecturers can create groups on social media to communicate and improve the atmosphere of the learning environment between students and the others.
Analisis Model Pendidikan Barat Dalam Mengembangkan Kurikulum Perguruan Tinggi Islam Di Indonesia Era Nasution Lestari, Thiara Deah; Amin, Alfauzan; Saepudin, Saepudin
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 6 No. 4 (2025): Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/jkip.v6i4.1701

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep pendidikan Islam dan pendidikan Barat serta pengaruhnya terhadap pengembangan kurikulum pendidikan tinggi Islam di Indonesia. Pendidikan Islam memiliki dasar nilai-nilai wahyu dan spiritualitas yang menekankan keseimbangan antara aspek duniawi dan ukhrawi. Sementara itu, pendidikan Barat berorientasi pada rasionalitas, materialisme, dan kemajuan teknologi. Perbedaan landasan filosofis tersebut berdampak pada perbedaan dalam pendekatan kurikulum. Melalui kajian pustaka dan analisis sistematis, penelitian ini menemukan bahwa pendidikan tinggi Islam di Indonesia terus berupaya mengintegrasikan nilai-nilai Islam dengan ilmu pengetahuan modern melalui model integratif-interkonektif. Kurikulum di perguruan tinggi Islam dikembangkan untuk melahirkan lulusan yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia, sekaligus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman dan tuntutan global. Dengan demikian, pendidikan Islam di Indonesia diharapkan menjadi sistem pendidikan yang seimbang antara kemajuan intelektual dan kekuatan spiritual, serta berkontribusi terhadap pembangunan peradaban manusia yang berkeadaban dan berkeimanan.
Analysis Of The Transformation Of Middle Eastern Graduates Of Islamic Scholars In The Renewal Of Islamic Thought And Islamic Boarding School Education In Indonesia (20th-21st Century) Ningrum, Melisa Putri Dwi; Amin, Alfauzan; Saepudin, Saepudin
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 6 No. 4 (2025): Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/jkip.v6i4.1718

Abstract

As a means of cultivating ideals in social life and within formal settings, Islamic education in the Indonesian archipelago has been a long process of transforming Islamic principles. The goal of this curriculum is to shape complete human beings, whole in spirit, mind, and community—a goal that goes beyond simply transferring knowledge. Local institutions such as halaqah (Islamic spiritual circles), meunasah (Islamic boarding schools), and pesantren (Islamic educational schools) have evolved to meet the needs of Muslims throughout history, beginning with marriage, trade, and da'wah (Islamic outreach). Indonesia's oldest cultural institution, the pesantren, played a crucial role in da'wah, the development of ulama (Islamic scholars), and the struggle for independence. The presence of ulama and the Islamic da'wah process, or rihlah ilmiyah (Islamic outreach), also helped ensure the continued development of Islamic scholarship throughout the Indonesian archipelago. The colonial era, which prohibited Islamic education, was only one of many obstacles that Islamic schools had to overcome. However, it also sparked many new ideas, such as how to combine religious and secular education in Islamic madrasas. The transition from IAIN to UIN is just one example of how Islamic education has adapted to the contemporary global era through digitalization, curriculum reform, and institutional change. Islamic education in Indonesia is an effective system for producing moderate, character-based, and internationally competitive Muslims because it is both traditional and adaptive.
ZAMAN KEMUNDURAN PENDIDIKAN ISLAM: SEBUAH ANALISIS HISTORIS DAN FAKTOR- FAKTOR YANG MEMPENGARUHI Jessica tri agustin; Alfauzan Amin; Saepudin
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025 Build
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i04.35719

Abstract

Zaman kemunduran pendidikan Islam merupakan periode penurunan kualitas dan pengaruh sistem pendidikan Islam yang berlangsung dari abad ke-13 hingga abad ke-18, ditandai oleh stagnasi intelektual dan menurunnya mutu lembaga pendidikan seperti madrasah dan perpustakaan. Penelitian ini menginvestigasi kemunduran dalam pendidikan islam. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan studi leteratur (library research), dengan pengumpulan data dari berbagai sumber digital seperti digital library dan internat. Analisis dilakukan terhadap faktor-faktor yang menyebabkan kemunduran pendidikan islam, hasil penelitian menunjukan terhadap beberapa faktur yaitu: Faktor utama kemunduran ini meliputi invasi Mongol yang menghancurkan pusat kebudayaan Islam seperti Baghdad, serta faktor internal seperti konflik politik, perselisihan mazhab, dan pergeseran paradigma pendidikan yang lebih menekankan hafalan dan ritual keagamaan dibanding pengembangan ilmu rasional dan eksperimental.
SISTEM PENDIDIKAN ISLAM PADA MASA KHULAFAUR RASYIDIN: SEBUAH TINJAUAN HISTORIS Azidnia Fauza; Alfauzan Amin; Saepudin
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025 Build
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i04.36001

Abstract

Religious education for Muslims is an Islamic education derived from the Qur'an and the Sunnah. This article examines the dynamics of the transformation and progress of Islamic education after the death of the Prophet Muhammad, specifically the changes in Islamic education during the era of the Rightly Guided Caliphs. It explains how the educational system was implemented in each caliphate and the different situations, as well as the factors underlying the educational systems implemented at that time. The findings of this study indicate that the educational pattern during the era of Caliph Abu Bakr remained generally similar to that of the Prophet Muhammad. The development of Islam progressed rapidly during the era of Caliph Umar ibn al-Khattab, which was succeeded by Caliph Uthman ibn Affan. However, several fundamental changes occurred, particularly in the policies and educational methods used.
PERBANDINGAN PENDIDIKAN ISLAM DENGAN PENGENALAN PRINSIP-PRINSIP DAN ASUMSI-ASUMSI MULTIKULTURAL PADA MASA NABI, SAHABAT DAN KEEMASAN ISLAM Lestari, Yuni Hana; Zubaidi, Zubaidi; Amin, Alfauzan; Aly, Hery Noer
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 8, No 4 (2025): November 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v8i4.4833

Abstract

A comparison between Islamic educational practices and the emergence of multicultural principles during three major phases of Islamic civilization: the era of the Prophet Muhammad, the period of the Companions, and the Islamic Golden Age. Using a qualitative-historical approach, this study analyzes classical Islamic texts, historical sources, and contemporary academic works. Findings reveal that Islamic education has been inherently multicultural, emphasizing tolerance, justice, equality, pluralism, and intellectual openness. During the Prophets time, multicultural values were implemented through the teaching of Quranic ethics and the Charter of Medina. The Companions institutionalized these values through governance and public education. Meanwhile, the Islamic Golden Age demonstrated the highest multicultural expression through knowledge translation, cross-cultural academic collaboration, and institutional learning spaces such as Bayt al-Hikmah. This research concludes that Islamic education historically practiced multicultural frameworks long before the formation of modern multicultural educational theories.
Co-Authors *Mus Mujiono A'yun, Qurrotul Adisel Adisel Adisel Adisel Adisel Adisel Ahmad Bahrudin Azis Ahmad Fauzan Ahmad Hifdzil Haq Ai Siti Hodijah Ajeng Widyaningrum Albethrik Meizontara Alimni Alimni alimni, alimni Andang Sunarto Anisyah Rahmadania Aprianti, Nefi Asiyah, Asiyah Ayu Wulandari Azidnia Fauza Azzahra, Miftahul Zannah Bety Bety Cici Edawarni Daheri, Mirzon Deka Nurbika Desi Tri Anggereni Destriani Destriani Dewi, Desy Eka Citra Diana Sari Diana, Sertia Okta Dwi Agus Kurniawan Dwi Harmita Dwi Nurprasetya Dwi Ratnasari Eka Citra Dewi, Desi Eki Yuliani Elza Triani Erwin Subly Fadilah Evi Selva Nirwana Febriansyah, Rizki Fina Sofiana Fitriana, Eli Ghufran Hasyim Achmad Gusti Rantio Hairun Nisa Hamdani . Harun Harun Haryani, Meti Hermanto, Doki Hery Noer Ali Hery Noer Aly Hery Noer Aly Hery Noer Hery Noer Hidayat , Sandra Hifdzil Haq, Ahmad Idi Warsah Idi Warsah Ilhampatahillah Ilhampatahillah Ilmayanti, Linda Imam Rizal Iqbal, Moch Ismail Ismail Ismail Ismail Isman Fauzi Isna Refriana Iwan Romadhan Sitorus Jessica Tri Agustin Jumrahayani Jumrahayani Kelana, Hendri Khairiah Kurniawan, Dwi Agus Lestari, Meri Lestari, Thiara Deah Lestari, Yuni Hana Mahmud Arif Mardiani Pane Mareta, Mira Maryam Maryam Mawardi Lubis Mawardi Lubis Meri Lestari Meri Lestari Miftahul Zannah Azzahra Minarni Minarni Mira Septiana Mirna Yusuf Mochamad Lutfan Sofa Muassomah Muassomah Muhamad Nasrudin Muhammad Agus Ainur Rasyid Muhammad Arif Luthfi Muhammad Faaris Muhtadi, Faiz Mukhlisuddin Mukhlisuddin Musron, Ahmad Nana Maryana Nelly Marhayati Nidia Liandara Ningrum, Melisa Putri Dwi Noer Aly, Hery Novianti Hardini Novriyana, Yola Nur Hidayat, Wildan Nurhasanah Nurhasanah Nurlaili Nurlaili Nurlaili Nurma Yunita Nurul Falah Parma, Pela Perdana, Rahmat Perdana, Rahmat Eka Piqriani, Yelmi Novita Pisi Ismarliana Pramita, Miki Ayu Pratama, Wahyu Adi Purwanto Puspa Handayani Puspita, Tia Rahmah, Nurul Wahidatur Rahman Rahman Rahman Umar Rahman, Sawaludin Rahmat Perdana Rahmat Perdana Ramedlon Ramedlon Ramedlon, Ramedlon Ratmi Yulyana Retha Dianita Rina Nirwana Riska Nadia Rohimin Rohimin Rohimin Rohimin Rohimin Rohimin Rohimin Roswida Sri Astuti Roswida Sri Astuti Rupiah Sabila Eka Septi Saepuddin Saepuddin Saepudin Saepudin Saepudin Saepudin Saepudin Sapruni, Sapruni Satrisno, Hengki Selviana Al-Jannah Septi, Sabila Eka Septia , Rafika Dewi Seten Hartedi Shafira, Windy Silvia Silvia Singgih, Ahmad Sipuan Sipuan Siregar, Zulpahmi Sismidarti, Sismidarti Sri Astuti Sri Rahayu Ningsih Suci Jayanti Sugeng Sugeng Suhirman Suhirman Sulastri, Friti Sulistyorini Suparno Suparno Suprapno Suprapno Suprapno, Suprapno Suradi Suradi SURADI, A Suradi, A. Suranda, Novalyo Sutriyani Sutriyani Syamsul Rizal Syapal, Zulkarnain Taman, Badrun Toha Andiko Tri Wulandari TRIANI, ELZA Umi Rahmawati Veron Pratama Vina Putri Rahayu Wahyu Adi Pratama Wiji Aziiz Hari Mukti Winda Astuti Wiwinda Wiwinda Yeni, Nini Angger Yuni Hana Lestari Yupande, Putra Yurika, Muti’a Zubaedi Zubaedi Zubaedi Zubaedi Zubaedi Zubaidi Zubaidi Zubaidi Zubaidi Zulkarnain S. Zulkarnain Syafal