Claim Missing Document
Check
Articles

Pendidikan Karakter dan Dekadensi Moral Kaum Milenial Ajeng Casika; Alen Lidia; Masduki Asbari
Literaksi: Jurnal Manajemen Pendidikan Vol. 1 No. 01 (2023): Literaksi: Jurnal Manajemen Pendidikan
Publisher : Yayasan Aya Sophia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (383.152 KB) | DOI: 10.1111/literaksi.v1i01.3

Abstract

Banyak budaya, gaya hidup yang sudah tidak etis, cenderung bergerak bebas, bertentangan dengan kehidupan masyarakat di Indonesia. Oleh karena itu, budaya dan gaya hidup berdampak buruk pada karakter masyarakat Indonesia. Selain itu, orang Indonesia cenderung cepat meniru budaya asing karena menganggapnya sebagai budaya yang menarik dan menganggap budayanya sudah ketinggalan zaman dan tidak menarik namun disisi lain juga diikuti dengan kemorosatan moral atau biasa disebut Dekadensi Moral. Dekadensi moral tidak hanya melanda kalangan dewasa saja melainkan juga kalangan generasi muda penerus bangsa. Dengan pendidikan karakter generasi yang akan datang akan memiliki karakter yang kuat untuk menghadapi kerasnya perkembangan jaman. Dengan pendidikan karakter diharapkan generasi yang akan datang akan tumbuh sebagai generasi yang tanggug dengan tetap berpegang teguh dengan ajaran agama. Dekadensi atau kemerosotan moral generasi muda saat ini disebabkan oleh perkembangan arus globalisasi yang terus berkembang dengan pesat sehingga dengan seiring waktu moral yang dibawa oleh generasi muda di masa kini juga akan hilang dan mengancam masa depan bangsa. Untuk menghadapi era kemajuan teknologi saat ini Karakter generasi milenial diharuskan punya daya saing tinggi. Meskipun ditekankan agar generasi milenial memiliki daya saing tinggi namun juga tidak mengesampingkan etika dan moral. Alasan utama yang mendasari pernyataan di atas adalah karena alasan utama pendidikan karakter dalam islam bertujuan untuk menyeimbangkan antara kebutuan materi dan rohani.
Pentingnya Pendidikan Karakter Terhadap Moralitas Pelajar di Lingkungan Masyarakat Era Digital Nurul Dwi Tsoraya; Ika Ainun Khasanah; Masduki Asbari; Agus Purwanto
Literaksi: Jurnal Manajemen Pendidikan Vol. 1 No. 01 (2023): Literaksi: Jurnal Manajemen Pendidikan
Publisher : Yayasan Aya Sophia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (218.811 KB) | DOI: 10.1111/literaksi.v1i01.4

Abstract

Tujuan dari studi ini adalah untuk mengetahui pentingnya pendidikan karakter bagi moralitas pelajar di lingkungan masyarakat sekitar pada era digital. Melihat perkembangan zaman sekarang banyak pelajar yang menggunakan teknologi untuk hiburan dan kurang memiliki moral serta sikap sosial yang kurang baik di masyarakat. maka dari itu pendidikan karakter sangat diperlukan untuk membentuk generasi yang berkualitas dengan menumbuhkan rasa sikap yang bertanggung jawab dalam menggunakan perkembangan teknologi di era digital. Pendidikan karakter bertujuan untuk membentuk dan membangun manusia yang taat kepada Tuhan Yang Maha Esa, mematuhi aturan hukum, melaksanakan interaksi antar masyarakat, menerapkan nilai-nilai spiritual, moral dan etika sebagai masyarakat Indonesia. Pendidikan karakter sangat penting bagi kehidupan masyarakat, maka peran pendidikan karakter tidak hanya ditunjukkan tetapi harus dilakukan sesuai moral di masyarakat sekitar. Pada laporan studi ini digunakan metode kualitatif deskriptif dengan mereview karya ilmiah yang diambil dari google scholar. Hasil studi menunjukkan bahwa karakter pendidikan dalam masyarakat memiliki fungsi untuk membentuk karakter seorang pelajar sehingga menjadi pribadi yang bermoral, berakhlak mulia, bertoleransi dan berperilaku baik.
Pendidikan Karakter Membentuk Moralitas Anak Bangsa: Sebuah Esai Fitria Eriyanti Putri; Jelita Ayu Melani; Masduki Asbari; Dewiana Novitasari
Literaksi: Jurnal Manajemen Pendidikan Vol. 1 No. 01 (2023): Literaksi: Jurnal Manajemen Pendidikan
Publisher : Yayasan Aya Sophia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (151.528 KB) | DOI: 10.1111/literaksi.v1i01.5

Abstract

Esai ini mulai memperlihatkan pentingnya pendidikan karakter dalam membentuk moralititas generasi muda anak bangsa. Karakter dan moralitas merupakan sikap atau sifat yang harus dimiliki anak bangsa, dengan karakter dan moralitas yang baik maka akan menciptakan bangsa dan negara yang berkualitas baik dan negara yang memiliki kemajuan dalam berbagai aspek. Kesuksesan yang di raih oleh bangsa dan negara tidak dapat di pisahkan dari partisipasi masyarakat terutama anak bangsa. Sehingga generasi muda anak bangsa harus membekali diri dengan karakter dan moralitas, agar dapat menjaga kebudayaan yang dimiliki dalam globlalisasi perkembangan zaman. Untuk memberantas berbagai kasus moral yang tumbuh dan berkembang pesat dan menjadi ancaman yang menakutkan bagi negara dapat dilakukan melalui pendidikan baik secara formal, informal, maupun nonformal dengan menerapkan pembelajaran moral dalam dunia pendidikan. Tulisan berakhir dengan menunjukan bagaimana menanamkan nilai-nilai pendidikan karakter pada anak.
Krisis Moral Remaja di Era Digital Ade Kurniawan; Seindah Imani Daeli; Masduki Asbari; Gunawan Santoso
Literaksi: Jurnal Manajemen Pendidikan Vol. 1 No. 02 (2023): Literaksi: Jurnal Manajemen Pendidikan
Publisher : Yayasan Aya Sophia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (146.339 KB) | DOI: 10.1111/literaksi.v1i02.9

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran tentang dampak dari globalisasi terhadap bangsa Indonesia terutama bagi kalangan generasi muda yang saat ini sudah terkikis moralnya karena dampak dari globalisasi tersebut. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode telaah pustaka. Informan penelitian ini berasal dari beberapa jurnal ilmiah, buku elektronik, dan sumber lain yang telah dipastikan keakuratannya dengan teknik pengumpulan data berupa studi dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dampak dari globalisasi sangat berpengaruh besar terhadap moral bangsa Indonesia. Globalisasi membuat masyarakat Indonesia memiliki gaya hidup yang tidak sesuai dengan nilai-nilai yang tertanam di dalam Pancasila. Banyak sekali dampak yang ditimbulkan dari globalisasi terutama bagi para generasi muda penerus bangsa yang selalu mengikuti arus globalisasi tanpa bisa memfilter antara dampak positif dan dampak negatifnya. Dengan melakukan penelitian ini, diharapkan agar masyarakat Indonesia terutama bagi para generasi muda penerus bangsa untuk dapat mengetahui, memilah, dan menghindarkan dampak negatif dari globalisasi yang masuk ke Indonesia dengan bebas.
Nilai Moral dan Etika: Perspektif Emile Durkheim Rosita; Windi Rahmawati; Masduki Asbari; Yoyok Cahyono
Literaksi: Jurnal Manajemen Pendidikan Vol. 1 No. 02 (2023): Literaksi: Jurnal Manajemen Pendidikan
Publisher : Yayasan Aya Sophia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (190.545 KB) | DOI: 10.1111/literaksi.v1i02.10

Abstract

Nilai moral, budaya dan kehidupan sosial, memiliki lingkup kehidupan masyarakat yang luas, karena kita hidup dan berkembang tidak lekat dari budaya masyarakat. Aspek dalam kehidupan sosial yang telah ada di masyarakat merupakan cerminan dari munculnya nilai moral itu sendiri. Oleh karena itu, budaya Moral, kehidupan sosial, dan budaya sangatlah berkaitan erat. Oleh karena itu, tujuan daripada penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana efektifitas konsep moral yang di tinjau dari perspektif Emile Durkheim. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif, karena data yang diperoleh berupa pernyataan, kalimat, atau kutipan, tidak dalam angka. Data untuk penelitian ini berupa kutipan pernyataan atau kalimat yang mengandung nilai moral. Dari hasil penelitian ini ditemukan bahwa; (1) Konsep moral menurut Emile Durkheim yaitu, kesepakatan manusia (masyarakat), yang menjunjung tinggi nilai-nilai luhur yang dihormati oleh manusia. Moral dalam segala bentuknya tidak dapat hidup kecuali dalam masyarakat. Menurut Durkheim moralitas bersifat duniawi kemasyarakatan dan tidak bersangkut paut dengan sesuatu yang adikodrati (Tuhan). (2) Konsepsi moralitas Emile Durkheim bila di tinjau dari perspektif pendidikan Islam memiliki kesamaan dalam hal moral sebagai kesepakatan manusia (masyarakat) yang menjunjung tinggi nilai-nilai luhur yang dihormati oleh masyarakat. Sedangkan perbedaanya adalah yang menjadi dasar moral Emile Durkheim hanyalah masyarakat, tidak ada sangkut pautnya sama sekali dengan yang adikodrati (Tuhan).
Revolusi Digital: Meningkatkan Relasi, Mengurangi Intensi Nurul Dwi Tsoraya; Masduki Asbari; Ardini Pratiwi
Literaksi: Jurnal Manajemen Pendidikan Vol. 1 No. 01 (2023): Literaksi: Jurnal Manajemen Pendidikan
Publisher : Yayasan Aya Sophia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1111/literaksi.v1i01.15

Abstract

Tujuan dari studi ini adalah untuk mengetahui sesuatu yang dapat memisahkan dua manusia melalui revolusi digital. Pada laporan studi ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan melakukan simak catat karena sumber data yang diperoleh dengan menyimak narasi lisan dari channel Youtube Rhenald Kasali yang berjudul “Revolusi Digital Memisahkan Dua Manusia” yang dipaparkan olehnya. Hasil studi ini menjelaskan bahwa dunia terus mengalami perubahan, dulu di saat ingin membutuhkan sesuatu, kita harus mencari dan datang ke tempat yang kita perlukan, tetapi di zaman revolusi digital ini hal tersebut dapat mudah diperoleh tanpa kita meninggalkan tempat. Sungguh Revolusi Digital di era informasi ini mampu meningkatkan relasi, tapi sayangnya mengurangi intensi, lebih-lebih intensi dan koneksi batin antar manusia. Penelitian ini berawal dari munculnya sebuah revolusi digital yang dapat mengubah persepsi setiap orang. Revolusi digital dapat mengubah cara pandang seseorang dalam menjalani kehidupan. Perubahan realitas ini sedang terjadi dan berkembang sangat cepat di kalangan masyarakat. Salah satunya di lingkungan perguruan tinggi.
Bahaya Digital Fatigue pada Kesehatan Mental: Analisis Singkat Perspektif Rhenald Kasali Tyas Nur Aulia; Masduki Asbari
Literaksi: Jurnal Manajemen Pendidikan Vol. 1 No. 01 (2023): Literaksi: Jurnal Manajemen Pendidikan
Publisher : Yayasan Aya Sophia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1111/literaksi.v1i01.16

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui perspektif Rhenald Kasali tentang Kesehatan digital dari kanal Youtube podcast Rhenald Kasali “10 Ledakan Ekonomi dan Kehidupan”. Studi ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik simak catat, karena sumber materi diperoleh dengan mendengarkan cerita lisan. Hasil penelitian menunjukan bahwa digitalfatigue berdampak negatif terhadap kesehatan fisik dan mental yaitu sakit mata, kelelahan, nyeri otot pusing atau migrain, malas berolahraga, nyeri persendian, sulit berkonsentrasi, mudah bosan, gangguan mood, lebih sensitive pada cahaya dan bisa menyebabkan depresi.
Pygmalion Effect: Dampak Kepercayaan terhadap Kinerja Ajeng Casika; Andini Nurul Agniya; Muhammad Bayu Hermawan; Masduki Asbari
Literaksi: Jurnal Manajemen Pendidikan Vol. 1 No. 01 (2023): Literaksi: Jurnal Manajemen Pendidikan
Publisher : Yayasan Aya Sophia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1111/literaksi.v1i01.17

Abstract

Menurut Kassiani Nikolopoulou pada artikelnya efek pygmalion mengacu pada situasi di mana harapan yang tinggi mengarah pada peningkatan kinerja dan harapan yang rendah menyebabkan kinerja yang memburuk. Penelitian ini dilakukan dengan metode penelitian kualitatif atau disebut juga pendekatan deskriptif yaitu penelitian difokuskan mencari sumber teori, lalu menganalisis data tersebut, ditafsirkan dan dibuat kesimpulan. Sedangkan sumber penelitiannya didapatkan dari hasil simak tutur tulisan di Channel Youtube Berilmu dengan judul Dahsyatnya Sebuah Kepercayaan sebagai materinya. Pygmalion effect didefinisikan sebagai fenomena psikologis yang menjelaskan bahwa semakin baik ekspektasi yang diberikan atau diterima, semakin baik pula performa orang tersebut. Dengan kata lain, ekspektasi positif yang diberikan kepada orang lain berpengaruh pada motivasinya untuk menjadi sama dengan ekspektasi yang dimiliki. Fenomena ini merupakan bentuk self-fulfilling prophecy, yaitu keadaan di mana harapan seorang individu mengarah pada usahanya dalam mewujudkan harapan tersebut. Adapun kesimpulan pada artikel ini adalah efek pygmalion dapat dipelajari untuk menggambarkan dampak pola berpikir positif. Jadi, jika kita berpikir positif tentang suatu keadaan atau seseorang, seringkali hasilnya menjadi sangat positif.
Social Cultivator: Tantangan untuk Konsisten pada Tolerensi dan Empati Hanif Fadli Yanuar; Adi Lukman Nurhakim; Iza Aulia Rahmawati; Masduki Asbari
Literaksi: Jurnal Manajemen Pendidikan Vol. 1 No. 01 (2023): Literaksi: Jurnal Manajemen Pendidikan
Publisher : Yayasan Aya Sophia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1111/literaksi.v1i01.18

Abstract

Tujuan dari kegiatan penelitian ini ntuk memelihara dan mengembangkan kebudayaan bangsa kita, kita bisa melakukan banyak hal seperti mengadakan lomba dan seminar yang bernafaskan kebudayaan nasional sehigga akan terjagalah kebudayaan kita dari keterpurukan karena persaingan dengan budaya luar. Metode yang digunakan yaitu metode kualitatif, penelitian kualitatif merupakan penelitian yang menghasilkan dan mengolah data yang sifatnya deskriptif, seperti transkripsi wawancara, rekaman video dan lain sebagainya. Hasil dari penelitian ini guna  mempertemukan orang-orang yang berbeda suku budaya, daerah, dan agama yang beda tujuannya supaya orang-orang bisa berteman dengan orang-orang yang berbeda, namun dengan perbedaan keragaman itu orang bisa saling belajar berempati satu sama lain.
Digital Minimalism: Filosofi Efisiensi Penggunaan Teknologi Digital Muhammad Ilham Nurhakim; Masduki Asbari
Literaksi: Jurnal Manajemen Pendidikan Vol. 1 No. 02 (2023): Literaksi: Jurnal Manajemen Pendidikan
Publisher : Yayasan Aya Sophia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1111/literaksi.v1i02.19

Abstract

Digital minimalism is a concept that encourages us to minimize the use of digital technology in our lives so that we can be more focused and productive. This study aims to explain Marissa Anita's perspective from the Greatmind Youtube channel entitled “On Marissa`s Mind: Digital Minimalism”. In this study, researchers used descriptive qualitative methods by recording and listening to material sourced from videos, and material obtained by listening to stories orally. The results of this research explain that digital minimalism is a philosophy of using technology where a person focuses his online time only on a handful of activities that he has chosen carefully and brings optimal benefits to himself. In other words, a digital minimalist is happy to ignore all online activities that do not add value to him.   
Co-Authors Abad Robbani Naharussurur Abdee Wahyu Hertaliando Abdul Kabir Abdul Wahid Imam Shobihi Abu Ubay Dillah Achmad Ardiansyah Ade Kurniawan Ade Kurniawan Kurniawan Adelia Hartika Adhik Ryan Niko Putratama Adhinta Darusancia Anggaini Putri Adi Lukman Nurhakim Adi Widodo Adiyanto Adiyanto Afi Agus Purwanto Agus Purwanto Ahlul Bae'atun Nisa Ahmad Fauji Ahmad Firdaus Suryo Saputro Ahmad Hadidtia Haekal Faidz Ahmad Rohman Ahmad Sholikin Ahmad Sidik Ahmad Yani Aina Winda Mareta Ajeng Casika Ajeng Casika Akfika Rizky Salsabila Alen Lidia Alfiana Supriyanti Alya Ulfah Ardissa Aminul Fitri Andini Nurul Agniya Andira Fajrin Andira Fajrin Andrean Renaldi Andrean Syahbana Andreans Virliony Ademika Anggun Apriyani Anisa Agustiana Annisa Ika Annisa Ika Deswanti Anshar Rahman Anwar Sanusi Arbiyansyah Gusti Pratama Ardi Ardiansah Ardini Pratiwi Arfan Arfan Aria Pratama Arif Rhamadan Arinta Kintan Larasati Aris Fuadi Arita Marini Arnas Nur Rohimah Astri Azzahra Atikah Nurmala Aulia Rizka Aulia Rizka Avi Meidyanto Putra Nugroho Ayu Miranda Limbong Ayu Safitri Ayulianih Azzahra Aura Sabilla Bezisokhi Laia Bonar Bangun Jeppri Napitupulu Bonar Bangun Jeppri Napitupulu Budi haryanto Carolina Anggel Cesilia Margaretta Chintya Ayu Nurwidya Crisvin Danendra Putra Hermawan Dani Setiawan Dani Setiawan Daniel Happy Putra Daniel Prasetyo Danish Akbar Firdausy Asbari Danish Akbar Firdausy Asbari Danish Akbar Firdausy Asbari Daton Ardiyanto Deftia Eka Pratiwi Denisse Pratiwi Dermawan Manalu Desi Susanti Desi Susanti Destiana Hidayati Desya Nathasya Ramadiana Devi Aprilianti Devi Damayanti Devina Evifa Nugroho Devita Wahyu Azhari Devy Debora Dewiana Noivitasari Dewiana Novitasari Dewiana Novitasari Dewiana Novitasari Dhaniel Hutagalung Diah Lestari Dian Ayunita Dian Ayunita Diana Septyawati Diana Septyawati Diana Yusup Didi Sutardi Dila Febrianty Dilla Haryuanah Dimas Rezza Dina Afifah Dina Amelinda Dina Septiana Sari Dinda Agil Noviyana Dinda Agil Noviyana Dini Salvida Dita Putri Agustiyarini Dwi Ferdiyatmoko Cahya Kumoro Dwi Lisya Aryanti Dwi Monica Sarah Dwi Purwaningrum Dwi Shintia Dwiki Ramadani Dyadra Tsaafiek Pindho Resi Eddy Irsan Siregar Eiffeline Melati Octhaviani Eka Bella Anindia Eka Erma Yani Eka Sandra Amelia Sari Eko Riwayadi Elsy. C. M Pasaribu Erfani Fankhiyatun Munawaroh Erisha Nurfatimah Erni Taruli Pebrina Erni Tarulita Pebrina Ervana Chyrinne Esra Silalahi Eva Agistiawati Fadhila Khairunisa Faisal Akhyar Fani Putri Amaliya Fani Putri Amaliya Fani Putri Amaliya Fathir Muhammad Fatimah Azzahra Fatrilia Rasyi Radita Fazri Diolizuardi Feni Adriani Ferdinal Lafendry Fernando Manalu Fikriyah Fikriyah Firdaus Putra FITRI FATMAWATI Fitria Eriyanti Putri Freddy Nurwanto Gazali . Gazali Gazali Ghozi Fachri Ramadhan Gilang Maulana Jamaludin Gunawan Santoso Gunawan Santoso Gusli Chidir Hadisah Hajar Hamidah Hana Imtinan Salsabila Hanif Fadli Yanuar Hatoli Waruwu Helda Mita Iwari Hendra Situmorang Heni Rusmanto Hesti Lestari Hilwan Azhar Sukma hilyah sholihah Hona Emylisa Hona Emylisa Hotma Enzelina Saragih Hwang Andre Ica Alfiatun Fadilah Ihya Ulumudin Iik Jihan Iin Nuraeny Ika Ainun Khasanah Ika Nur Aisya Setyana Ika Setyani Ima Nazmia Imam Asrofi Imam Muhtadin Inayatul Rizqiana Inayatul Rizqiana Indah Febriyani Indah Meilita Meilita Indah Solekhah Candra Intan Defi Anggini Ipang Sasono Ira Qurrotul Ain Istibsarotul Amalia Ivana Destya Treeocta Fernandez Iza Aulia Rahmawati Jacelyn Valencia Chiam Jainuri Jamrud Prayoga Prasadana Janet Fransisca Maria Maria Jelita Ayu Melani Jelita Ayu Melani Jessy Osca Said Jodi Wahyudi Joni Iskandar Juanda Tiolopan Hutahaean Karnawi Kamar Kartika Fadilah Wijaya Khusnul Aulia Kiki Vibrianasari Kintan Larasati Kuswantoro Lala Hucadinota Ainul Amri Lelono Surya Timur Lensi Lia Fitriani Lorence Manalu Lorence Manalu Lusiana Sari M. Haeru Anwar Mamun Murod Margha Rizky Ristanto Maria Jenah Maria Novita Olin Maria Vianny Meze Maudy Suci Damayanti Maulana Laksana Putra Maya Monoarfa Mayada Latifatu Zakiyah Melvinda Dewi Kirana Mepa Kurniasih Miftah Fadhillah Miko Trenggono Hidayatullah Miyv Fayzhall Moch Jemy Maulana Mohamad Biazt Ramadhan Mohamad Saiful Muarifin Muhamad Damiati Muhamad Harun Nursalim Muhammad Afiqurrohman Muhammad Arif Kurniawan Muhammad Bayu Hermawan Muhammad Faris Muhammad Ilham Nurhakim Muhammad Iqbal Ibrahim Muhammad Johan Muhammad Sayup Saputra Multi Nadeak Multi Nadeak Multi Nadeak Musa’Adah Musa’Adah Mustar Aman Mutiara Fitridiani Nadia Mutiara Nailah Cahaya Putri Nandita Putri Priambudi Nazhifah Cahya Dewi Nela Melani Nelson Silitonga Nia Mintari Nia Mintari Nidar Yusuf Nidia Astuti Niki Auliya Ningsih Manalu Nofiyanti Nofiyanti - Nofiyanti Nofiyanti Nofiyanti Nofiyanti Nofiyanti Nofiyanti Noir Primadona Purba Novi Ramayanti Novi Tri Romadhona Novi Tri Romadhona Novia Anisawati Novia Sumarni Novita Rahmadani Nur Kasyfillah Hardjo Nurasikin Junaedi Nurbaeti Nurhidayah Nurhidayah Nuri Wiyono Nurizzati Nursita Aulia Nurul Azizah Nurul Dwi Tsoraya Nurul Fajriyah Nurul Inayah Nurul Mulyaningsih Octaviani Dwi Shera Okki Yansah Otisia Arinindyah Paolinus Hulu Pipit Nurhayati Prasetya, Agus Putra Darmawan Putri Amalya Rizkianti Putri Febriyanti Putri Hafizhah Pinandita Putri Ramadhani Rozikin Putri Rizky Apriani Putri Rizky Apriani Putri Tsania Azzahra Rachma Nadhila Sudiyono Radya Adhi Pratama Rahmadina Endah Kusuma Wardani Raihan Arsyad Firdausy Asbari Raihan Qodri Rara Rahmadani Ratnasari Gultom Razan Isad muzaki Reggy Maulansyah Renawati Resinta karimah Resti Ramdayani Reza Adi Firmansyah Ria Hartati Rifqi Dhika Saputra Rifqi Rintis Mardika Sunarto Riris Dwi Anjani Risa Agustini Risda Anjelina Marpaung Risha Putri Laksana Riska Amalia Riska Febriani Riska Sri Rahmawati Risma Rusdita Riswanto Riyanto Riyanto Riza Rahmawati Rizal Mahendra Rizki Heri Prasetyo Rizky Adelina Rizky Adi Nugroho Rizky Febrisa Putra Robiatul Adawiyah Ronny Firmansyah Erwianto Rony Setiawan Rosiana Caroline Rosita Roy Cahya Wijaya Rudi Agus Setiawan Rukdhatul Akmal Rusmala Siringoringo Safna Deviputry Suwandy Salma Adzka Khuzaima Khanza Salsa Putri Pratama Salsabila Amelia Putri Salsabila Ihda Alfaeni Salsabilla Agusna Santa Lusiana Santa Lusianna Sitorus Saputra Sarah Zeva Sarla Nabila Satria Bagas Wiratama Saufitri Komalasari Saufitri Komalasari Saufitri Komalasari Sefthian Sefthian Seindah Imani Daeli Seindah Imani Daeli Selly Selviana Selvi Safitri Selvi Utami Selvy Alhani Juni Asri Septia Naelufar Septiana Permata Noor Setyo Budi Santoso Silvia Damayanti Sinthia Devi Siska Damayanti Siswo Wardoyo Siswo Wardoyo Siti Habibah Siti Habibah khumalia Siti Hanifah Siti Indah Nurcahyani Siti Maesaroh Siti Mariyanah Siti Mila Jamilah Siti Naviah Pohan Siti Nurhafifah Siti Nurhayati Siti Perawati Siti Perawati Siti Reni Siti Reni Siti Rohanah Siva Aprilyanti Sofiana Saidah Sofiana Saidah Sri Rahayu Sri Utami Sri Wahyuni Sri Wahyuni Asnaini Sriyanti Rahmatunisa Sukriyah Suriyani Suriyani Suroso Suroso Suroso Susi Susilawati Susi Susilawati Susilahati Syarif Hidayatullah Syarif Hidayatullah Taufiq Kimas Taufiq Kimas Teresia Eka Maulinda Thamara Safitri Tias Pramono Tyas Nur Aulia Umi Farida Umul Musfiroh Vahira Febri Herina Putri Vina Dwi Sartika Vina Panduwinata Vinni Anggitia Vira Rizki Amalia Vita Alawiyah W Winanti Wahyudi Wakhida Nurhayati Wakhida Nurhayati Warlina Febrita Putri Willian Apredo Winanti Winanti Windi Rahmawati Yati Yeni Alfina Yosua Novembrianto Simorangkir Yoyok Cahyono Yulis Nuryanti Yulis Nuryanti Yunianto Agung Nugroho Yunianto Agung Nugroho Yuniar Fitriani Yuniar Rahman Yuniar Rahman Yunita Yunita Indonesia Yunita Rahmawati Yunita Waryani Yunnita Rohmalia Yusriel Arief Ferdiyanto Zawirrahmi Zawirrahmi Zulela MS Zulfikar Muhammad