p-Index From 2021 - 2026
9.355
P-Index
This Author published in this journals
All Journal VALENSI ILMU KELAUTAN: Indonesian Journal of Marine Sciences BULETIN OSEANOGRAFI MARINA Saintek Perikanan : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology Jurnal Ilmu Lingkungan POSITRON PRISMA FISIKA Jurnal Penelitian Fisika dan Aplikasinya (JPFA) ASAS : Jurnal Hukum Ekonomi Syariah Jurnal Matematika & Sains Jurnal Perikanan dan Kelautan SEMIRATA 2015 Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (Indonesian Journal of Community Engagement) JTT (Jurnal Teknologi Terpadu) Jurnal Sumberdaya Akuatik Indopasifik Jurnal Biologi Tropis Jurnal Laut Khatulistiwa Humani (Hukum dan Masyarakat Madani) KABILAH : Journal of Social Community Etika Demokrasi YUME : Journal of Management Medica Hospitalia Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ) Jurnal Geocivic Jurnal Teknik Industri Terintegrasi (JUTIN) Physics Communication TIN: TERAPAN INFORMATIKA NUSANTARA Jurnal Digital Teknologi Informasi Jurnal Surya Teknika Bandar: Journal of Civil Engineering Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara International Journal Of Science, Technology & Management (IJSTM) Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Media Informatika Journal of Instructional and Development Researches Jurnal Info Sains : Informatika dan Sains JUSTIN (Jurnal Sistem dan Teknologi Informasi) Brilliance: Research of Artificial Intelligence Jurnal Puan Indonesia Pedagogy : Jurnal Pendidikan Matematika Helium: Journal of Science and Applied Chemistry Barakuda 45 Jurnal Ilmiah Sistem Informasi dan Ilmu Komputer Unisia Literasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Manfish Journal Jurnal Sains dan Ilmu Terapan Jurnal Ilmiah Agritas Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Jurnal Sipil Terapan Jurnal Indonesia Mengabdi (JIM) @-Publik: Jurnal Administrasi Publik Jurnal Riset & Teknologi Terapan Kemaritiman Bina Bahari : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Oseanologia ADM : Jurnal Abdi Dosen dan Mahasiswa Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research JIPHO (Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo)
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search
Journal : PRISMA FISIKA

Penentuan Chart Datum Berdasarkan Pergerakan Bumi, Bulan dan Matahari Menggunakan Periode Satu Bulan, Satu Tahun, 8,85 Tahun dan 19 Tahun Asiseh, Nur; Apriansyah, .
PRISMA FISIKA Vol 4, No 3 (2016)
Publisher : Jurusan Fisika, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (721.163 KB) | DOI: 10.26418/pf.v4i3.16740

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai penentuan nilai Chart datum berdasarkan pergerakan Bumi, Bulan dan Matahari menggunakan periode satu bulan, satu tahun, 8,85 tahun, dan 19 tahun. Data yang digunakan yaitu data pasut selama 19 tahun yang diperoleh dari program TMD (Tidal Model Driver) dengan daerah penelitian berada di sekitar Pelabuhan Dwikora. Hasil pengolahan data menunjukkan bahwa daerah tersebut memiliki tipe pasut Diurnal. Dari perhitungan diperoleh nilai chart datum untuk daerah disekitar pelabuhan Dwikora berdasarkan  rumus LAT yaitu -93,15 cm (periode satu bulan), -82 cm (periode satu tahun), -93, 17 cm (periode 8,85 tahun), -93,76 cm (periode 19 tahun).   Kata Kunci: Chart Datum, Pasang Surut, TMD, LAT
Pengaruh Sebaran Uap Air terhadap Curah Hujan di Kalimantan Barat Wulandari, Apriani; Muliadi, Muliadi; Apriansyah, Apriansyah
PRISMA FISIKA Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Jurusan Fisika, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (499.014 KB) | DOI: 10.26418/pf.v6i3.28709

Abstract

Uap air merupakan salah satu komponen yang berada di atmosfer bumi. Kelebihan kandungan uap air akan menyebabkan curah hujan yang tinggi dan kurangnya kandungan uap air di atmosfer akan menyebabkan kekeringan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh sebaran uap air terhadap curah hujan di Kalimantan Barat. Data uap air yang digunakan dengan wilayah kajian Indonesia bagian Barat dan curah hujan hanya di wilayah kajian Kalimantan Barat. Data uap air dikorelasi spasial terhadap curah hujan. Hasil dari analisis korelasi spasial antara uap air dan curah hujan dominan berkorelasi negatif. Hal tersebut berkaitan dengan curah hujan yang terjadi di Kalimantan Barat lebih disebabkan adanya proses konvektif dari efek termal radiasi matahari yang membentuk awan dan berkumpul menjadi hujan sehingga uap air atau transport massa uap air di Indonesia bagian barat kurang begitu berpengaruh terhadap curah hujan di Kalimantan Barat.
Perhitungan Potensi Energi Angin di Kalimantan Barat Ar, Irine Rahmani Utami; Jumarang, Muhammad Ishak; Apriansyah, Apriansyah
PRISMA FISIKA Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Department of Physics, Tanjungpura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (971.859 KB)

Abstract

Telah dilakukan penelitianuntuk mengetahui potensi energi angin di wilayah Kalimantan Barat. Perhitungan potensi energi angin menggunakan data kecepatan angin tahun 2006 s.d. 2015 di 14 kabupaten/kota. Data tersebut diolah dengan menggunakan software surfer dan dianalisis berdasarkan empat kondisi musim di Indonesia.Hasil perhitunganmenunjukanrata-rata daya listrik tertinggi pada Musim Barat, Musim Timur dan Musim Peralihan II per wilayah di Kalimantan Barat berada di Kabupaten Ketapang dengan nilai berturut-turut yaitu 562,22 Watt, 1013,39 Watt dan 173,18 Watt. Hasil yang sangat berbeda diperoleh Musim Peralihan I dimanarata-rata daya listriknya hanya berkisar antara 0,10 s.d 0,77 Watt. Hal tersebut menunjukan daya listrik tertinggi terjadi pada Musim Timur dan berada pada Kabupaten Ketapang dengan nilai sebesar 1013,39 Watt. Namun dengan daya listrik tersebut Kabupaten Ketapang belum berpotensi menghasilkan daya listrik kontinu di Kalimantan Barat.  Kata kunci :EnergiAngin, Daya Listrik, Kalimantan BaratTelah dilakukan penelitianuntuk mengetahui potensi energi angin di wilayah Kalimantan Barat. Perhitungan potensi energi angin menggunakan data kecepatan angin tahun 2006 s.d. 2015 di 14 kabupaten/kota. Data tersebut diolah dengan menggunakan software surfer dan dianalisis berdasarkan empat kondisi musim di Indonesia.Hasil perhitunganmenunjukanrata-rata daya listrik tertinggi pada Musim Barat, Musim Timur dan Musim Peralihan II per wilayah di Kalimantan Barat berada di Kabupaten Ketapang dengan nilai berturut-turut yaitu 562,22 Watt, 1013,39 Watt dan 173,18 Watt. Hasil yang sangat berbeda diperoleh Musim Peralihan I dimanarata-rata daya listriknya hanya berkisar antara 0,10 s.d 0,77 Watt. Hal tersebut menunjukan daya listrik tertinggi terjadi pada Musim Timur dan berada pada Kabupaten Ketapang dengan nilai sebesar 1013,39 Watt. Namun dengan daya listrik tersebut Kabupaten Ketapang belum berpotensi menghasilkan daya listrik kontinu di Kalimantan Barat.  Kata kunci :EnergiAngin, Daya Listrik, Kalimantan Barat
Potensi Energi Listrik Tenaga Angin Di Kota Pontianak Adlina, Zora Ulva; Ihwan, Andi; Apriansyah, Apriansyah
PRISMA FISIKA Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Fisika, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (829.302 KB) | DOI: 10.26418/pf.v6i1.23309

Abstract

Telah dilakukan penelitian untuk menghitung potensi energi angin di Kota Pontianak. Pengukuran dilakukan di empat lokasi yakni Kecamatan Pontianak Selatan, Pontianak Tenggara, Pontianak Timur dan Pontianak Kota selama 24 jam. Kecepatan angin yang terukur digunakan untuk menghitung potensi energi listrik atau daya listrik. Hasilnya menunjukan daya listrik paling kecil 0,06 watt/hari di Pontianak Tenggara karena pengambilan data di pepohonan, sedangkan daya listrik paling besar 429,5 watt/hari di Pontianak Kota karena pengambilan data di perkebunan. Kata Kunci : daya listrik, kecepatan angin, potensi energi angin.
Hubungan ENSO dan El Niño Modoki terhadap Suhu Permukaan Laut di Laut Arafuru Yuni, Wahyuni; Muliadi, Muliadi; Apriansyah, Apriansyah
PRISMA FISIKA Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Jurusan Fisika, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (383.511 KB) | DOI: 10.26418/pf.v6i3.28904

Abstract

El Niño Southern Oscillation (ENSO) merupakan fenomena interaksi antar laut atmosfer di Samudera Pasifik. Sementara, El Niño Modoki merupakan fenomena alam yang mirip dengan El Niño Konvesional namun berbeda di wilayah titik hangatnya yang tidak mencapai wilayah NINO3.4. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan  ENSO dan El Niño Modoki terhadap suhu permukaan laut. Analisis dilakukan berdasarkan 4 musim yaitu musim Barat, musim peralihan I, musim Timur  dan musim peralihan II dengan menggunakan metode korelasi silang. Data yang digunakan adalah data suhu permukaan laut,  El Niño Modoki Indeks (EMI), dan  anomali NINO3.4 periode 1987-2016. Pengaruh El Niño Modoki ditinjau dengan melihat tahun kejadian El Niño Modoki yang diperoleh dari pemilihan nilai EMI positif selama 30 tahun. Korelasi musiman El Niño Modoki dan NINO3.4 terhadap suhu permukaan laut menunjukkan bahwa hubungan paling kuat terjadi pada musim Timur dengan nilai korelasi 0,9. Hubungan pengaruh El Niño Modoki terhadap suhu permukaan laut diperoleh hubungan sangat kuat dengan nilai korelasi tertinggi yaitu 0,8 setiap tahunnya. Hal ini menunjukkan bahwa suhu permukaan laut di Laut Arafuru pada musim Timur dipengaruhi oleh El Niño Modoki.
Pemodelan Distribusi Suhu pada Tanur Carbolite STF 15/180/301 dengan Metode Elemen Hingga Fardiah, Wafha; Sampurno, Joko; Faryuni, Irfana Diah; Apriansyah, .
PRISMA FISIKA Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Jurusan Fisika, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v2i2.6641

Abstract

Telah dilakukan penelitian untuk menentukan distribusi suhu pada tanur Carbolite STF 15/180/301 dalam keadaan tunak. Pendekatan numerik yang digunakan adalah metode elemen hingga dengan kisi segi tiga. Penelitian ini diawali dengan pengambilan data faktual, dengan kondisi suhu di heater berkisar 573,15-973,15 K. Data ini digunakan sebagai input untuk simulasi. Hasil simulasi distribusi suhu dalam tabung keramik pada tanur Carbolite STF 15/180/301 dengan setelan suhu 573,15 K memiliki kisaran suhu 558,122-574,65 K, suhu 673,15 K memiliki kisaran suhu 668,436-688,4 K, suhu 773,15 K memiliki kisaran suhu 760,451-785,6 K, suhu 873,15 K memiliki kisaran suhu 860,048-886,55 K, sedangkan suhu 973,15 K memiliki kisaran suhu 963,189-990,55 K. Pola hasil simulasi menunjukkan panas menyebar dari elemen pemanas bawah dan atas ke ujung kiri dan kanan tabung keramik. Kata Kunci: Suhu, Metode Elemen Hingga, Tanur Carbolite STF 15/180/301
Analisis Pengaruh Madden Julian Oscillation, Anual Oscillation, ENSO dan Dipole Mode Terhadap Curah Hujan di Kabupaten Kapuas Hulu Yana, Serafi; Ihwan, Andi; Jumarang, Muh. Ishak; Apriansyah, .
PRISMA FISIKA Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Jurusan Fisika, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v2i2.5838

Abstract

Telah dianalisis pengaruh Madden Julian Oscillation (MJO), Annual Oscillation (AO), ENSO dan Dipole Mode (DM) terhadap curah hujan di Kabupaten Kapuas Hulu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Fast Fourier Transfrom (FFT). Metode FFT digunakan untuk melihat seberapa besar dan frekuensi atau fenomena atmosfer  yang paling berpengaruh terhadap peningkatan curah hujan daerah pengamatan. Berdasarkan hasil analisis, maka fenomena AO paling kuat pengaruhnya terhadap curah hujan dibandingkan dengan empat fenomena lain. Pengaruh ENSO dan DM diketahui dengan menggunakan data SOI dan DMI yang dikorelasikan dengan data anomali curah hujan. Secara umum fenomena ENSO lebih berpengaruh dibandingkan dengan fenomena DM. Nilai koefisien korelasi pada saat El Nino sebesar 0,13, La Nina 0,25, DM (+) 0,03 dan DM (-) 0,05. Kata Kunci: MJO, AO, SAO, ENSO, DM, pola curah hujan.
Hubungan Pola Garis Arus Angin (Streamline) denganDistribusi Hujan di Kalimantan Barat Fitriyawita, Mega; Jumarang, Muhammad Ishak; Apriansyah, Apriansyah; Sulistya, Widada; Saepudin, Miming
PRISMA FISIKA Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : Jurusan Fisika, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v8i2.42573

Abstract

Berdasarkan mekanisme pembentukan awan, hujan dibagi menjadi hujan konvektif, hujan orografi, dan hujan konvergensi/frontal. Awan dapat terbentuk apabila uap air mengalami kondensasi di atas permukaan bumi. Salah satu faktor yang sangat berpengaruh untuk peningkatan uap air di atmosfer adalah angin. Peta normal pola garis arus angin (streamline) dan peta normal hujan di Kalimantan Barat periode tahun1981-2010 digunakan sebagai data untuk mengetahui hubungan pola garis arus angin (streamline)dengan distribusi hujan di Kalimantan Barat menggunakan metode analisis deskriptif. Pengolahan peta streamline menggunakan software GrADS, sedangkan peta normal curah hujan diperoleh dari pengukuranyang dilakukan oleh Stasiun Klimatologi Mempawah. Secara umum puncak hujan di Kalimantan Barat terjadi pada Maret-April dan November-Desember, sedangkan lembah hujan terjadi pada Februari dan Juli-Agustus. Secara spesifik daerah hulu Kalimantan Barat memiliki curah hujan lebih tinggi daripada daerah hilir Kalimantan Barat. Pada Maret-April yang merupakan puncak hujan pertama di Kalimantan Barat, terbentuk daerah konvergensi dan pusaran siklonik di sekitar daerah hulu Kalimantan Barat (Kabupaten Kapuas Hulu dan sekitarnya). Pada puncak hujan kedua yaitu November-Desember, terdapat daerah konvergensidan daerah belokan angin di Kalimantan Barat.
Simulasi Gerak Osilasi Model Pegas Bergandeng Menggunakan Metode Runge-Kutta Rahmatullah, Sigid; Arman, Yudha; Apriansyah, Apriansyah
PRISMA FISIKA Vol 8, No 3 (2020)
Publisher : Jurusan Fisika, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v8i3.43681

Abstract

Persamaan gerak sistem pegas bergandeng Fay dan Graham (2003) telah diselesaikan secara numerik untuk kemudian dibandingkan dengan hasil perhitungan analitik. Nilai kesebandingan didasarkan pada Symmetric Mean Absolute Percentage Error (SMAPE). Metode numerik utama yang digunakan untuk menyelesaikan  persamaan gerak model pegas bergandeng adalah Runge-Kutta Orde Empat dan Runge-Kutta 45 Fehlberg sedangkan metode Leapfrog dan Euler digunakan sebagai metode tambahan uji. Ukuran langkah h yang digunakan adalah 0,05 s. Berdasarkan hasil perhitungan dan nilai SMAPE yang diperoleh, Runge-Kutta 45 Fehlberg menjadi metode numerik dengan tingkat ketelitian yang paling baik diantara berbagai metode numerik yang digunakan pada konfigurasi sistem pegas hasil modifikasi model Fay dan Graham (2003) dengan variasi massa m, arah simpangan x, dan besar konstanta pegas k.Kata Kunci : Pegas, Runge Kutta 45 Fehlberg
Co-Authors . Mulyadi A. Kushadiwijayanto, Arie A.A. Ketut Agung Cahyawan W A.Nurrahman, Yusuf AA Sudharmawan, AA Abdi Manaf Actuti, Niqki Ade Putra Adinur, Rizki Suanda Adityo Raynaldo Adlina, Zora Ulva Afdal Afdal Afif, Hasnan AGUNG PRIYONO Agung, Medha Pradipta Agus Atmadipoera Agustina, Sella Agustinawati, Putri Lovia Aji Wibowo, Nugroho Alfian, Putri Nurafifah Salwa Ali Ibrahim Alkadrie, Syarif Adrian Maulana alpiana, fila Amriani Amir Andi Ihwan ANDRIANSYAH, TRI Andryani, Semi Anggraini, Tri Zunika Ari Ansari, Aji Anthoni B Aritonang Anthoni B. Aritonang Ar, Irine Rahmani Utami Arie A. Kushadiwijayanto Arie A. Kushadiwijayanto Arie Antasari Kushadijayanto Arie Antasari Kushadiwijayanto Arie Antasari Kushadiwijayanto Arief Nurrahman, Yusuf Arif Fadillah Ariq, Muhammad Rizki Arisandi, Riska Candra Armedi, Rama Asiseh, Nur Asri Mulya Azhari Auliansyah, Auliansyah Bambang Kurniadi Bayu Wijaya Putra Berlin, Wisnu Sanjaya Boni Pahlanop Lapanporo Catur Purwanto, Catur Dedi Haryanto Dedi Haryanto Desriani Lestari Desriani Lestari Dewi, Anna Mailasari Kusuma Dheriessa Ayudhea Dilapanga, Raihan Retriansyah Dwi Retno Dwihastuty, Leny Dwiyoga Nugroho Dynova, Anindya Putrie Dzacky Nur Syachrani, Noval Endang Lestari Ruskan Enjella, Enjella Eva Tavita Evinda, Annisa Aulia Fachrul Rozy FADILAH FABIANY, NYAYU Farah Hendara Ningrum Farhaby, Arthur M Fawazi, Ilham Feri Tiona Pasaribu Fitri Novi Windu Fitriani Fitriani Fitriyawita, Mega Gapar Gapar, Gapar Ginting, Madi Juna Permalem Godja, Balduyanus Yosep Harianto Harianto Harianto Harianto Haris Kawarizmi Hariyanto, Surya Harmi, Hendra Hartati, Siti Hartono Hartono Helena, Shifa Heni Susiati Herni Suryani Idawati, Nora Ignatius Suprih Sudrajat Ikha Safitri Ilyas, Nail Radhy Imaniraga, Moh Tegar putra Indah Yuliastuti, Indah Indah, Amalia Nurul Indra Jaya Intansari, Gayatri Irawan, Suhardi Irfana Diah Faryuni Irma Ridhayani Irwan Nurdiansyah, Sy. Irwan Nurdiansyah, Syarif Iryani, Ani Isharianto, Isharianto Isragusra, Muhammad Ardi Jalanidi, Narendra Jesiani, Eka Mey Jimmie Jimmie Joko Sampurno Joko Sampurno Jordy, Roy Juniarti, Lita Kurniawati, Junia Kushadiwijayanto, Arie Antasari Kusumardana, Setra Lelly Erlita Safitri Leoneto, Bambang A Lestari, Rita Dwi Ayu Linda Jati Kusumawardani Lucky Hartanti Lucky Hartanti Lukman Nuzul Hakim Maharani, Khairy Yunda Manaf, Abdi Mardianto Mardianto Mardianto, Tomi Mariskha, Silvia Eka Marjusalinah, Anna D. Maulana, Adrian Mega Sari Juane Sofiana Mega SJ Sofiana Meidiana, Vivin Mihardja, Dadang Kurniadi Mimin Setiadi Minsas, Sukal Misrianto, Misrianto Mohd. Fadzil Akhir Muh Diah Fatur Ulhaq Muh. Ishak Jumarang Muhammad Alfatur Rakhman Muhammad Fathurrahman Muhammad Fauzan Ar-raafi Muhammad Ihsan Muhammad Yusuf Muhardi Muliadi Muliadi Muliadi Multazam, Multazam Neva Satyahadewi Nidya Wisudawati Nora Idiawati Novaria, Eva Novya Jovita, Ghita Nur Santy Asminaya Nurdiansyah, Sy Irwan Nurdiansyah, Sy. Irwan Nurdiansyah, Syarif Irwan Nurdin, Amalia Nurmal, Ifnaldi Nursalam, Lodri Khairul Octavia, Yollanda Pratama Octavianti, Angelia Oktavia Oktavianingsih, Ika Okviyani, Nur Pamenang, Unggul Pradana, Tedy Dian Prakoso, Muhamad Iqbal Pratama, Prasetya Rahmat Prayitno, Dwi Imam Puji Lestari, Jeni Purnama, Freddy Surya Purwita Sari, Purwita Putra, Yudha Perdana Putri, Intan Putri, Yelda Pertia Merlinda Raden Mohamad Herdian Bhakti Rahmatullah, Sigid Ranawudd, Uray Iffat Richi Riandi Riski Abdoli Risko, Risko Rita Kurnia Apindiati Riza Adriat Rohyati, Eny Romiyansah, Romiyansah Romli Romli, Romli Rudianto, Arif Rudiyanto Rudiyanto, Rudiyanto Rusdi Efendi S.J Sofiana, Mega Saepudin, Miming Sainuddin, Sainuddin Sampera, Holland Sandy, Amiruddin Sanjaya, Obbi Saputra, Wandi Saudi, Akbar Indrawan Septianingrum, Rergisza Vika Priscilla Zudianty Serafi Yana Siti Khumaidatul Umaroh Sobrina, Khoirunnisa Nabila Sofiani, Maria Suci Handayani, Suci Suhardini, Indah Suharno Sukal Minsas Sulastri Arsad Sunardi Sunardi Suparta, Adrian Surya Darma Suryani, Dina Susi Widiatmi Sy. Irwan Nurdiansyah Syarif Irwan Nurdiansyah Syarifah Aini Syerly Klara Tahirah Hasan Tarigas, Meilinda Tria tedi, tedi Tia Nuraya Tria Gustiningsi Triningsih, Endang Triska, Indah Peggy Triyono Triyono Ummu Kalsum Basman Utami, Pratita Budi Utami, Ria Vietsaman, Dionisius Endy W. Kurniawan Wafha Fardiah Wailmi, Khil Wanto, Deri Warsidah Warsidah Warsidah Warsidah Warsidah Warsidah warsidah Warsidah, Warsidah Waskito, Tejo Wicaksana, Arya Aji Widada Sulistya Winarti, Vina Wulandari, Apriani Yelli Ramalisa Yudha Arman Yulian Syahputri Yuliono, Agus Yuni, Wahyuni Yusman Yusman, Yusman Yusuf A. Nurrahman Yusuf Arief Nurrahman Yusuf Nurrahman Yusuf, Hambali Zibar, Zan Zulfian Zulfian `B Aritonang, Anthoni ’Izza, Aminatul Fattachil