p-Index From 2021 - 2026
10.845
P-Index
This Author published in this journals
All Journal DIDAKTIKA: Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar JURNAL PENELITIAN ILMU PENDIDIKAN MAJALAH ILMIAH PEMBELAJARAN Jurnal Visi Ilmu Pendidikan Edutech Jurnal Pendidikan Indonesia Psikopedagogia ELEMENTARY SCHOOL JOURNAL PGSD FIP UNIMED JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Al Ishlah Jurnal Pendidikan EDUHUMANIORA: Jurnal Pendidikan Dasar DWIJA CENDEKIA: Jurnal Riset Pedagogik Jurnal Moral Kemasyarakatan Pendas : Jurnah Ilmiah Pendidikan Dasar Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Jurnal Basicedu Journal of Education Technology Mimbar Ilmu Jurnal At-Tarbiyat (Jurnal Pendidikan Islam) JTP - Jurnal Teknologi Pendidikan COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) SCAFFOLDING: Jurnal Pendidikan Islam dan Multikulturalisme Buana Ilmu Indonesian Journal of Education and Mathematical Science Ghancaran: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia IJECA (International Journal of Education and Curriculum Application) Ideguru: Jurnal Karya Ilmiah Guru Poltekita: Jurnal Pengabdian Masyarakat Jurnal Kependidikan: Jurnal Hasil Penelitian dan Kajian Kepustakaan di Bidang Pendidikan, Pengajaran dan Pembelajaran These proceedings represent the work of researchers participating in The International Conference on Elementary Education (ICEE) which is being hosted by the Elementary Education Study Programme School of Postgraduate Studies, Universitas Pendidikan JURNAL EDUPENA Inovasi Kurikulum Indonesian Journal of Educational Development (IJED) International Journal of Cyber and IT Service Management (IJCITSM) Jurnal Basicedu Curricula: Journal of Curriculum Development Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Dikdimas : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat IJOEM: Indonesian Journal of Elearning and Multimedia West Science Interdisciplinary Studies West Science Interdisciplinary Studies West Science Social and Humanities Studies Educandumedia: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Kependidikan Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi Jurnal Elementaria Edukasia The Journal of Educational Development SEMINAR NASIONAL SOSIAL, SAINS, PENDIDIKAN, HUMANIORA Jurnal Pendidikan Progresif International Conference On Social Science Education Proceeding Khazanah Pendidikan Islam
Claim Missing Document
Check
Articles

Kebutuhan Pelatihan Kompetensi Digital Guru Sekolah Dasar dalam Implementasi Kurikulum Merdeka Aah Ahmad Syahid; Asep Herry Hernawan; Laksmi Dewi
SEMINAR NASIONAL SOSIAL, SAINS, PENDIDIKAN, HUMANIORA (SENASSDRA) Vol 2, No 2 (2023): Implementasi kurikulum merdeka menuju transformasi pendidikan dalam mempersiapka
Publisher : SEMINAR NASIONAL SOSIAL, SAINS, PENDIDIKAN, HUMANIORA (SENASSDRA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Implementasi kurikulum merdeka di sekolah dasar menuntut guru untuk memiliki tingkat kompetensi digital yang mumpuni sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Kompetensi digital guru selepas adanya pembelajaran dari rumah (learning from home) akibat pandemi Covid-19 dan mulai terbiasanya dengan pembelajaran bauran (blended learning) pada masa adaptasi kebiasaan baru ternyata membuat guru menjadi lebih melek terhadap penggunaan teknologi dalam pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana profil dan kesiapan kompetensi digital guru sekolah dasar dalam implementasi merdeka belajar yang dapat ditindaklanjuti dengan pelatihan. Survey dilakukan kepada 223 guru sekolah dasar dari 11 kota/kabupaten di Jawa Barat, Indonesia. Hasil penelitian menampilkan data berupa persentase kemampuan digital guru sesuai dengan standar Common Digital Competence Framework for Teacher INTEF edisi tahun 2017. Penelitian ini menunjukkan bahwa aspek literasi informasi dan data sudah sangat baik dipahami oleh guru sekolah dasar. Namun pada aspek pembuatan konten digital untuk pembelajaran ternyata masih rendah. Oleh karena itu dalam artikel ini juga direkomendasikan adanya pelatihan dengan model SMART sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik guru sekolah dasar di Jawa Barat Indonesia.
Social-emotional learning implementation and its impact on student achievement Risa Ginting; Asep Herry Hernawan
Inovasi Kurikulum Vol 21, No 4 (2024): Inovasi Kurikulum, November 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i4.66374

Abstract

This article investigates social-emotional learning implementation in various educational institutions and its relation to student's academic and non-academic achievements. Social-emotional skills are essential as they have long-term impacts that can be felt in multiple aspects of life. The method used is a systematic literature review conducted by collecting, evaluating, and synthesizing various literature related to the research topic. The variables studied include methods for developing social-emotional competencies, implementing social-emotional learning, and its relation to students' academic and non-academic achievements. Data were obtained from literature searches on findings related to social-emotional competencies conducted over the past five years. The research findings indicate that social-emotional learning is applied using various methods and approaches across different levels of educational institutions. It was also found that social-emotional learning positively influences students' academic and non-academic achievements. Students with good social-emotional skills generally have better academic scores compared to their peers who do not possess such skills. They also feel happier, have better mental health, have higher attendance rates in class, and are rarely involved in problems with their peers. AbstrakPenulisan artikel ini bertujuan untuk menyelidiki implementasi pembelajaran sosial emosional di berbagai institusi pendidikan dan kaitannya dengan pencapaian akademik dan non-akademik peserta didik. Keterampilan sosial emosional merupakan hal yang penting untuk dimiliki karena memiliki dampak jangka panjang yang dapat dirasakan dalam berbagai aspek kehidupan. Metode yang digunakan adalah tinjauan literatur sistematis yang dilakukan dengan cara mengumpulkan, mengevaluasi, dan mensintesis berbagai literatur yang terkait dengan topik penelitian. Variabel-variabel yang diteliti meliputi metode pengembangan kompetensi sosial emosional, penerapan pembelajaran sosial emosional, dan kaitannya dengan pencapaian peserta didik baik akademik maupun non-akademik. Data-data diperoleh dari pencarian literatur mengenai temuan-temuan terkait kompetensi sosial emosional yang dilakukan selama 5 tahun terakhir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pembelajaran sosial emosional dilakukan melalui berbagai metode dan pendekatan di berbagai jenjang institusi pendidikan. Selain itu juga ditemukan bahwa pembelajaran sosial emosional memiliki pengaruh yang positif terhadap pencapaian akademik maupun non akademik peserta didik. Peserta didik dengan keterampilan sosial emosional yang baik pada umumnya memiliki skor akademik yang lebih baik ketimbang rekannya yang tidak memiliki keterampilan tersebut. Mereka juga merasa lebih bahagia dan memiliki kesehatan mental yang lebih baik, memiliki tingkat kehadiran yang tinggi di kelas dan jarang terlibat masalah dengan temannya.Kata Kunci: pembelajaran sosial emosional; pencapaian akademik; pencapaian non-akademik
Enhancing teacher competencies in ESD: A framework for professional development Lia Susanti; Asep Herry Hernawan; Laksmi Dewi; Dudun Najmudin; Rohim Abdurohim
Inovasi Kurikulum Vol 21, No 4 (2024): Inovasi Kurikulum, November 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i4.75831

Abstract

Education for Sustainable Development (ESD) equips students with the knowledge and skills to address global sustainability challenges. However, the effectiveness of ESD largely depends on the competencies of teachers. This article aims to develop a comprehensive framework for improving teachers' competencies in ESD. This research uses a qualitative approach, literature review, qualitative content analysis, secondary case study, and conceptual design methods. The framework identifies essential competencies, including critical thinking, problem-solving, and ethical decision-making, that educators must possess to integrate sustainability principles into their teaching practices effectively. Additionally, the paper explores professional development strategies that can support teachers in acquiring these competencies, such as continuous training, collaborative learning, and experiential education. The findings suggest that a holistic approach to professional development is necessary to empower teachers and enable them to foster a sustainability-oriented mindset in their students. By implementing this framework, educational institutions can contribute to preparing future generations to engage actively in sustainability efforts. This study highlights the importance of teacher competencies in ESD and provides actionable recommendations for policymakers and educational leaders to enhance teacher training programs and promote sustainability education in schools. AbstrakPendidikan untuk Pembangunan Berkelanjutan (ESD) memainkan peran penting dalam membekali siswa dengan pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk menghadapi tantangan keberlanjutan global. Namun, efektivitas ESD sangat bergantung pada kompetensi guru. Artikel ini bertujuan untuk mengembangkan kerangka kerja komprehensif untuk meningkatkan kompetensi guru dalam ESD. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode tinjauan literatur, metode analisis konten kualitatif, studi kasus sekunder, dan metode desain konseptual. Kerangka kerja ini mengidentifikasi kompetensi penting, termasuk berpikir kritis, pemecahan masalah, dan pengambilan keputusan etis, yang harus dimiliki pendidik untuk secara efektif mengintegrasikan prinsip-prinsip keberlanjutan ke dalam praktik pengajaran mereka. Selain itu, artikel ini mengeksplorasi strategi pengembangan profesional yang dapat mendukung guru dalam memperoleh kompetensi tersebut, seperti pelatihan berkelanjutan, pembelajaran kolaboratif, dan pendidikan berbasis pengalaman. Temuan menunjukkan bahwa pendekatan holistik terhadap pengembangan profesional sangat diperlukan untuk memberdayakan guru dan memungkinkan mereka untuk membina pola pikir yang berorientasi pada keberlanjutan di antara siswa mereka. Dengan menerapkan kerangka ini, lembaga pendidikan dapat berkontribusi dalam mempersiapkan generasi mendatang untuk secara aktif terlibat dalam upaya keberlanjutan. Studi ini tidak hanya menyoroti pentingnya kompetensi guru dalam ESD tetapi juga memberikan rekomendasi yang dapat diterapkan bagi pembuat kebijakan dan pemimpin pendidikan untuk meningkatkan program pelatihan guru dan mempromosikan pendidikan keberlanjutan di sekolah.Kata Kunci: kompetensi guru; pengembangan profesional; pendidikan berkelanjutan; pendidikan untuk pembangunan berkelanjutan
Evaluation of teacher readiness in implementing Kurikulum Merdeka in elementary schools Nurul Laily Al Arsyadhi; Laksmi Dewi; Asep Herry Hernawan
Inovasi Kurikulum Vol 21, No 2 (2024): Inovasi Kurikulum, May 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i2.64113

Abstract

Kurikulum Merdeka aims to elevate the educational standards in Indonesia, with its success hinging on educators' preparedness. This curriculum challenges teachers, particularly at the elementary school level. The study assesses teachers' readiness to understand and implement Kurikulum Merdeka using a qualitative approach involving interviews, observation, and literature review. Respondents were from six Sekolah Penggerak in East Jakarta, selected purposively. Data analysis was conducted using content analysis techniques. Findings indicate several factors influencing teacher readiness: comprehension of Kurikulum Merdeka’s concepts and principles, ability to design and conduct learner-centered learning, and support from schools and relevant agencies. The study suggests recommendations to enhance teachers' qualifications and readiness, including teacher training and professional development, improving school infrastructure, and fostering collaboration between schools and other relevant parties to support curriculum implementation. These research outcomes are expected to significantly contribute to improving the quality of education in Indonesia within the framework of Kurikulum Merdeka. AbstrakKurikulum Merdeka bertujuan meningkatkan standar pendidikan di Indonesia. Adapun keberhasilan pelaksanaan kurikulum ini bergantung pada persiapan para pendidik. Kurikulum Merdeka menjadi tantangan yang harus dihadapi guru. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kesiapan para guru dalam memahami serta menerapkan Kurikulum Merdeka, terutama di jenjang sekolah dasar. Pendekatan kualitatif digunakan dalam penelitian ini, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan penelaahan literatur. Responden penelitian terdiri dari enam Sekolah Penggerak di Jakarta Timur, yang dipilih secara purposif. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan teknik analisis konten. Hasil penelitian menyoroti beberapa faktor yang memengaruhi kesiapan guru dalam mengimplementasikan Kurikulum Merdeka. Faktor-faktor ini mencakup pemahaman tentang konsep dan prinsip Kurikulum Merdeka, kemampuan dalam merancang dan melaksanakan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik, serta dukungan dari pihak sekolah dan instansi terkait lainnya. Implikasi dari penelitian ini meliputi sejumlah rekomendasi untuk meningkatkan kualifikasi dan kesiapan para guru. Rekomendasi tersebut termasuk pelatihan dan pengembangan profesional guru, perbaikan infrastruktur pendukung di sekolah, serta pembangunan kerja sama antara sekolah dan berbagai pihak terkait lainnya dalam mendukung pelaksanaan Kurikulum Merdeka. Selain itu, hasil penelitian ini akan memberikan kontribusi yang signifikan dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia, khususnya dalam konteks implementasi Kurikulum Merdeka.Kata Kunci: evaluasi kurikulum; kompetensi guru; Kurikulum Merdeka; sekolah dasar
UPAYA PENCEGAHAN PERILAKU BULLYING PADA ANAK SEKOLAH DASAR DENGAN OPTIMALISASI PERAN ORANG TUA Wiguna Kusuma, Zakia Nur Aras; Nurrani, Nisya; Hernawan, Asep Herry
Educandumedia: Jurnal Ilmu pendidikan dan kependidikan Vol. 4 No. 1 (2025): April 2025
Publisher : Yayasan Insan Cipta Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61721/educandumedia.v4i1.504

Abstract

Bullying di lingkungan sekolah dasar merupakan permasalahan serius yang dapat berdampak negatif pada perkembangan emosional, sosial, dan akademik anak. Upaya pencegahan perilaku bullying memerlukan pendekatan holistik, salah satunya melalui optimalisasi peran orang tua. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi yang dapat dilakukan oleh orang tua dalam mencegah perilaku bullying pada anak sekolah dasar. Metode yang digunakan adalah kajian literatur dengan pendekatan deskriptif-analitis, mengintegrasikan berbagai studi terkait pengaruh keterlibatan orang tua terhadap perilaku anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi yang efektif antara orang tua dan anak, pengawasan yang konsisten, pemberian pendidikan nilai-nilai moral, serta kolaborasi dengan pihak sekolah merupakan langkah strategis dalam mencegah perilaku bullying. Selain itu, kesadaran orang tua terhadap pentingnya peran mereka sebagai model perilaku positif dapat mengurangi risiko anak terlibat dalam tindakan bullying.
Parental Bonding And Individual Self-Development: Enhancing The Concept Of Family Education Prehanto, Adi; Ali, Mohammad; Hernawan, Asep Herry
Psikopedagogia Vol. 12 No. 2: December 2023
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/psikopedagogia.v12i2.26299

Abstract

In the current era, education remains an integral part of life, crucial for enhancing human resources. Schools are traditionally seen as central to developing children's competencies.  However, this study seeks to examine the role of family as a provider of comprehensive and holistic education, specifically in the context of orphanages. The study aimed to explore the impact of family education on the moral and character development of orphans. A mixed-method design,  particularly a sequential explanatory design, was employed in this research. The study involved 34 respondents, including children from orphanages and orphanage caregivers, selected through purposive sampling.  Data collection included a literature review of relevant journals and parental bonding questionnaires.  The analysis utilized a mixed method approach, with qualitative analysis conducted first, followed by quantitative analysis. The results indicated that family education, especially parental bonding, significantly influences the improvement of children's moral and character development.  The study implies that family education extends beyond assisting children at home and enrolling them in higher education; it also encompasses advising, building trust, and serving as positive role models.
PENERAPAN BUDAYA (SENYUM, SALAM DAN SAPA) TERHADAP PEMBENTUKAN KARAKTER PADA SISWA SEKOLAH DASAR DI SDN WADAS III KARAWANG Ida Arina; Asep Herry Hernawan
BUANA ILMU Vol 9 No 1 (2024): Buana Ilmu
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/bi.v9i1.8255

Abstract

Penanamaan karakter siswa memang bukanlah hal yang mudah terlebih saat ini banyak sekali tantangan yang dihadapi karena perkembangan jaman, banyak budaya-budaya dari luar yang mempengaruhi karakter siswa. Maka dari itu diperlukan pembiasaan karakter sejak dini agar siswa selalu terbiasa melakukan perilaku-perilaku yang baik dan bermanfaat bagi orang lain. Karakter merupakan sebuah pola perilaku, sehingga karakter yang baik akan paham mengenai kebaikan, menyenangkan kebaikan, serta mengerjakan sesuatu yang baik pula, begitu juga sebaliknya. Salah satu program yang dapat diterapkan di sekolah adalah membudayakan 3S. Tujuan dari penelitian ini untuk mempertahankan pentingnya nilai budaya 3S (Senyum, Salam, Sapa, Sopan dan Santun) dalam pendidikan Sekolah Dasar, membangun karakteristik yang baik dari lingkungan sekolah akan memberikan dampak baik untuk lingkungan masyarakat. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif. Penelitian kualitatif berkaitan dengan ide, persepsi, pendapat, atau keyakinan orang yang diteliti dan semuanya tidak dapat diukur dengan angka. Selain itu penelitian ini menggunakan studi literatur untuk mengkaji permasalahan yang sedang dibahas. Metode ini menggunakan kajian serta elaborasi dari berbagai literatur seperti jurnal, artikel, buku, bahkan literatur yang relevan dengan pembahasan.
Pendidikan Masyarakat Adat dalam Kerangka Kurikulum Indonesia Cantika, Varary Mechwafanitiara; Hernawan, Asep Herry; Dewi, Laksmi
Ideguru: Jurnal Karya Ilmiah Guru Vol. 10 No. 1 (2025): January 2025 Edition
Publisher : Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51169/ideguru.v10i1.1600

Abstract

This study aims to analyze the implementation of indigenous community-based education in the Indonesian national curriculum, especially the Merdeka Curriculum, with a focus on meeting cultural needs and local wisdom. In the context of Indonesia's ethnic diversity, indigenous community education faces significant challenges, such as limited access, curriculum relevance, and lack of recognition of local wisdom. In order to uncover the potential and strategies for incorporating culture-based education into the national curriculum, this study employs a qualitative approach and a literature review method, specifically examining scientific literature and Indonesian government regulations on education for indigenous communities. We carried out the data analysis using an interactive model. The results of the study indicate that indigenous communities need education that takes into account their cultural context, especially to develop high-level thinking skills and understand the global world without losing cultural identity. These findings also emphasize the importance of the classroom as an inclusive intercultural environment. In addition, this study highlights the importance of integrating indigenous content into the Merdeka Curriculum through the Pancasila Student Profile Strengthening Project (P5), which is relevant to Goal 4 of the Sustainable Development Goals (SDGs) for inclusive education. This study recommends involving indigenous communities in curriculum design, training teachers to understand local contexts, and developing policies that support culture-based education. Future research should also explore the impact of local wisdom-based education on the quality of life of indigenous peoples, as well as conducting comparative studies with similar policies in other countries.
Menjembatani Kesenjangan Digital: Pentingnya Pelatihan Guru dalam Mengembangkan Konten Pembelajaran Digital Dewi, Laksmi; Emilzoli, Mario; Hernawan, Asep Herry; Rullyana, Gema; Hanoum, R. Nadia; Priandani, Ai Pemi; Gumelar, Muhammad Raffy Maulana; Suwandi, Metsa Fajrianti Kusumah
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 10 No 1 (2025): Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30653/jppm.v10i1.1122

Abstract

Program pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di SMK Bina Cendekia Cirebon dengan tujuan utama meningkatkan kompetensi guru dalam pengembangan konten digital microlearning sebagai solusi untuk menjembatani kesenjangan digital di sektor pendidikan. Program ini melibatkan 42 guru yang mengikuti serangkaian pelatihan, dimulai dengan identifikasi kebutuhan melalui Focus Group Discussion (FGD), diikuti dengan pelatihan teknis, dan diakhiri dengan evaluasi hasil. Hasil FGD menunjukkan bahwa banyak guru masih kesulitan dalam mengintegrasikan teknologi digital ke dalam pembelajaran. Oleh karena itu, pelatihan difokuskan pada pengembangan keterampilan teknis dan desain instruksional yang diperlukan untuk menciptakan materi digital berkualitas tinggi. Evaluasi pasca-pelatihan menunjukkan bahwa guru dengan pengalaman mengajar 0-5 tahun memiliki tingkat pemahaman tertinggi terhadap materi pelatihan. Sementara itu, guru dengan pengalaman lebih dari lima tahun menunjukkan tingkat pemahaman yang lebih bervariasi, dengan sebagian memperoleh pemahaman yang tinggi, tetapi sebagian lainnya mengalami kesulitan dalam menyerap materi secara optimal. Selain itu, Guru Produktif Tata Busana menunjukkan pemahaman tertinggi berdasarkan jabatan, yang mengindikasikan bahwa spesialisasi tertentu lebih responsif terhadap pelatihan ini. Meskipun hasilnya positif, tantangan seperti perbedaan tingkat literasi digital dan keterbatasan infrastruktur tetap menjadi kendala. Secara keseluruhan, program ini berhasil meningkatkan kompetensi guru dalam pengembangan konten microlearning dan memberikan kontribusi signifikan dalam mengurangi kesenjangan digital di bidang pendidikan. This community service program is carried out at SMK Bina Cendekia Cirebon to improve teacher competence in developing digital micro-learning content, a solution to bridge the digital divide in the education sector. The program involved 42 teachers who participated in a series of trainings, starting with identifying needs through FGD, then technical training, and ending with evaluating the results. The results of the FGD show that many teachers still have difficulties integrating digital technology into learning. Therefore, the training is focused on developing the technical and instructional design skills necessary to create high-quality digital materials. ost- training evaluation revealed that teachers with 0-5 years of teaching experience demonstrated the highest level of comprehension of the training materials. Meanwhile, teachers with more than 5 years teaching experience exhibited more varied levels of understanding, with some achieving high comprehension while others faced challenges in fully grasping the material. In addition, Productive Teachers of Fashion showed the highest understanding based on position, which indicates that certain specialties are more responsive to this training. Despite the positive results, challenges such as differences in digital literacy levels and limited infrastructure remain obstacles. Overall, this program has succeeded in improving teachers' competence in microlearning content development and significantly contributing to reducing the digital divide in education.
Trends in Climate Change Education Studies in the Last Ten Years: A Systematic Literature Review Hadiapurwa, Angga; Ali, Mohammad; Ropo, Eero; Hernawan, Asep Herry
Mimbar Ilmu Vol. 29 No. 1 (2024): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mi.v29i1.70400

Abstract

Climate change is a concern for all countries in the world. UNESCO is taking part in efforts to increase awareness regarding climate change, one of which is by creating the Greening Education Partnership program. Climate Change Education (CCE) is an effort in the education sector to increase students' awareness of climate change. This article attempts to analyze publication trends regarding CCE and explore other opportunities for further research on the topic of CCE. The method used is the systematic literature review (SLR) method and data analysis using bibliometrics. The data used in this research are documents published by journals on the Scopus database published in 2013-2022. In 2013-2022, 462 documents can be searched in the Scopus database with the keyword ‘climate change education’. The analysis results show that discussions about CCE related to curriculum, learning, and students have been widely studied and published. However, there is no visible academic interaction between the authors. These conditions can be the basis that CCE needs to be implemented thoughtfully to increase awareness of environmental change. Apart from that, its implementation also requires collaborative roles from each sector so that CCE implementation can be carried out optimally. There needs to be a policy to encourage implementation by integrating CCE and the curriculum. Schools and universities encourage teachers and lecturers to deliver CCE in learning by including specific topics that can be related.
Co-Authors Aah Ahmad Syahid Aah Ahmad Syahid, Aah Ahmad Aceng Ali Nurdin Adestipa Adi Prehanto Afidah, Naila Tazkiyatil Ahmad Fajar Fadlillah Al Arsuadhi, Nurul Laily Ana Ratnasari Ana Ratnasari, Ana Aneka Ahmadi Angga Angga Angga Angga Angga Angga Angga Hadiapurwa Ari indra Susanti Ari Indra Susanti Aristo, Thomas Joni Verawanto Arwan, Juwintar Febriani Asep Nuryadin Baharudin Baharudin Barkah, Taopik Budi Setiawan Budi Setiawan Cantika, Varary Mechwafanitiara Cepi Riyana Cepi Riyana, Cepi Chevy Kusumah Wardhana Cucu Suryana Damayanti, Vismaia S Dano Ali, Yusuf Nugraha Dewi Siti Solihah Dinn Wahyudin, Dinn Dudun Najmudin Emilzoli, Mario Endah Permatasari Eneng Mardiana Fadhillah, Lola Fadlillah, Ahmad Fajar Fatimah, Aah Siti Fedri Ruluwedrata Rinawan Fiony Flora Honey Darmawan Gandasari, Adriana Gema Rullyana Gifari, Muhamad Kosim Gumelar, Muhammad Raffy Maulana Gupi Rohman Nurmansyah Hadiyansah, Yadi Hafsah Nugraha Ida Arina Ida Fiteriani Ima Nurwahidah Ineu Sumarsih Irfan Hendrawan Ishmahani Sobarningsih Isniatun Munawaroh Jaka Nurhidayat Kailani, Rizal Khairunnisa, Azizah Nurul Khoirunnisa, Azizah Nurul Kinanti, Ratna Ayu kurniawati, weni Laksmi Dewi Laksmi dewi Laksmi Dewi, Laksmi Lia Susanti Lien Halimah Marliyani, Teni Mawardi Megandarisari, Megandarisari Mohammad Ali Mohammad Ali Mubiar Agustin Murtaqia Tusholihat Murtaqiatusholihat Murtaqiatusholihat Naila Tazkiyatil Afidah Nanda Khaerunnisa Syafitri Neneng Rostika Neti Budiwati Novi Indah Susanthi Nugroho, Rudi Adi Nurhamzah C S Nurhasanah, Yulianti Nurmansyah, Gupi Rohman Nurrani, Nisya Nurul Laily Al Arsyadhi Nurwahidah, Ima Pamuji, Gita Mahardika Pitri Maharani Efendi Priandani, Ai Pemi Prihantini Prihantini Prihantini R. Nadia Hanoum, R. Nadia R. Nadia, Hanoum Rahayu, Restu Rahayuningsih, Yayu Sri Restu Rahayu Risa Ginting Rita Rosita Rita Rosita Rofita Rahayu Rohim Abdurohim Ropo, Eero Rosyanto, Rosyanto Rudi Susilana, Rudi Rullyana, Gema Rusman Rusman Rusman Rusman Rusman Rusman S, Nurhamzah C Saidah, Zahrani Putri Saputra, Yori Saputra, Yori Andes Selvi, Anastasia Setiawan, Dadan Setiyadi, Ruli Sipayung, Amy Theresia Sukirman, Dadang Sumarsih, Ineu Supiandi, Markus Iyus Suryana, Cucu Susanti, Lia Suwandi, Metsa Fajrianti Kusumah Teni Marliyani Tita Mulyati Tita Mulyati, Tita Triana Lestari Triana Lestari Tusholihat, Murtaqia Ursula Dwi Oktaviani, Ursula Dwi Wahyu Sopandi Wahyudin Wahyudin Wahyudin, Din Widya Puji Astuti, Widya Puji Wiguna Kusuma, Zakia Nur Aras Wijaya, Maurra Syifah Yadi Hadiyansah Yani Yani Yayu Sri Rahayuningsih Yori Andes Saputra Yulianti Nurhasanah Yunus Abidin Yusuf Tri Herlambang, Yusuf Tri Zainal Arifin