p-Index From 2021 - 2026
11.145
P-Index
This Author published in this journals
All Journal DIDAKTIKA: Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar JURNAL PENELITIAN ILMU PENDIDIKAN MAJALAH ILMIAH PEMBELAJARAN Jurnal Visi Ilmu Pendidikan Edutech: Jurnal Teknologi Pendidikan Jurnal Pendidikan Indonesia Psikopedagogia ELEMENTARY SCHOOL JOURNAL PGSD FIP UNIMED JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Al Ishlah Jurnal Pendidikan EDUHUMANIORA: Jurnal Pendidikan Dasar DWIJA CENDEKIA: Jurnal Riset Pedagogik Jurnal Moral Kemasyarakatan Pendas : Jurnah Ilmiah Pendidikan Dasar Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Kurios Jurnal Basicedu Journal of Education Technology Mimbar Ilmu Jurnal At-Tarbiyat (Jurnal Pendidikan Islam) JTP - Jurnal Teknologi Pendidikan COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) SCAFFOLDING: Jurnal Pendidikan Islam dan Multikulturalisme Buana Ilmu Indonesian Journal of Education and Mathematical Science Ghancaran: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Al-Mudarris : Jurnal Ilmiah Pendidikan Islam Poltekita: Jurnal Pengabdian Masyarakat Jurnal Kependidikan: Jurnal Hasil Penelitian dan Kajian Kepustakaan di Bidang Pendidikan, Pengajaran dan Pembelajaran These proceedings represent the work of researchers participating in The International Conference on Elementary Education (ICEE) which is being hosted by the Elementary Education Study Programme School of Postgraduate Studies, Universitas Pendidikan JURNAL EDUPENA Inovasi Kurikulum Tsaqila Jurnal Pendidikan dan Teknologi Indonesian Journal of Educational Development (IJED) International Journal of Cyber and IT Service Management (IJCITSM) Jurnal Basicedu Curricula: Journal of Curriculum Development Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Dikdimas : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat IJOEM: Indonesian Journal of Elearning and Multimedia West Science Interdisciplinary Studies West Science Interdisciplinary Studies West Science Social and Humanities Studies Educandumedia: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Kependidikan Jurnal Elementaria Edukasia The Journal of Educational Development SEMINAR NASIONAL SOSIAL, SAINS, PENDIDIKAN, HUMANIORA Jurnal Pendidikan Progresif International Conference On Social Science Education Proceeding Khazanah Pendidikan Islam
Claim Missing Document
Check
Articles

Enhancing teacher competencies in ESD: A framework for professional development Lia Susanti; Asep Herry Hernawan; Laksmi Dewi; Dudun Najmudin; Rohim Abdurohim
Inovasi Kurikulum Vol 21, No 4 (2024): Inovasi Kurikulum, November 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i4.75831

Abstract

Education for Sustainable Development (ESD) equips students with the knowledge and skills to address global sustainability challenges. However, the effectiveness of ESD largely depends on the competencies of teachers. This article aims to develop a comprehensive framework for improving teachers' competencies in ESD. This research uses a qualitative approach, literature review, qualitative content analysis, secondary case study, and conceptual design methods. The framework identifies essential competencies, including critical thinking, problem-solving, and ethical decision-making, that educators must possess to integrate sustainability principles into their teaching practices effectively. Additionally, the paper explores professional development strategies that can support teachers in acquiring these competencies, such as continuous training, collaborative learning, and experiential education. The findings suggest that a holistic approach to professional development is necessary to empower teachers and enable them to foster a sustainability-oriented mindset in their students. By implementing this framework, educational institutions can contribute to preparing future generations to engage actively in sustainability efforts. This study highlights the importance of teacher competencies in ESD and provides actionable recommendations for policymakers and educational leaders to enhance teacher training programs and promote sustainability education in schools. AbstrakPendidikan untuk Pembangunan Berkelanjutan (ESD) memainkan peran penting dalam membekali siswa dengan pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk menghadapi tantangan keberlanjutan global. Namun, efektivitas ESD sangat bergantung pada kompetensi guru. Artikel ini bertujuan untuk mengembangkan kerangka kerja komprehensif untuk meningkatkan kompetensi guru dalam ESD. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode tinjauan literatur, metode analisis konten kualitatif, studi kasus sekunder, dan metode desain konseptual. Kerangka kerja ini mengidentifikasi kompetensi penting, termasuk berpikir kritis, pemecahan masalah, dan pengambilan keputusan etis, yang harus dimiliki pendidik untuk secara efektif mengintegrasikan prinsip-prinsip keberlanjutan ke dalam praktik pengajaran mereka. Selain itu, artikel ini mengeksplorasi strategi pengembangan profesional yang dapat mendukung guru dalam memperoleh kompetensi tersebut, seperti pelatihan berkelanjutan, pembelajaran kolaboratif, dan pendidikan berbasis pengalaman. Temuan menunjukkan bahwa pendekatan holistik terhadap pengembangan profesional sangat diperlukan untuk memberdayakan guru dan memungkinkan mereka untuk membina pola pikir yang berorientasi pada keberlanjutan di antara siswa mereka. Dengan menerapkan kerangka ini, lembaga pendidikan dapat berkontribusi dalam mempersiapkan generasi mendatang untuk secara aktif terlibat dalam upaya keberlanjutan. Studi ini tidak hanya menyoroti pentingnya kompetensi guru dalam ESD tetapi juga memberikan rekomendasi yang dapat diterapkan bagi pembuat kebijakan dan pemimpin pendidikan untuk meningkatkan program pelatihan guru dan mempromosikan pendidikan keberlanjutan di sekolah.Kata Kunci: kompetensi guru; pengembangan profesional; pendidikan berkelanjutan; pendidikan untuk pembangunan berkelanjutan
Evaluation of teacher readiness in implementing Kurikulum Merdeka in elementary schools Nurul Laily Al Arsyadhi; Laksmi Dewi; Asep Herry Hernawan
Inovasi Kurikulum Vol 21, No 2 (2024): Inovasi Kurikulum, May 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i2.64113

Abstract

Kurikulum Merdeka aims to elevate the educational standards in Indonesia, with its success hinging on educators' preparedness. This curriculum challenges teachers, particularly at the elementary school level. The study assesses teachers' readiness to understand and implement Kurikulum Merdeka using a qualitative approach involving interviews, observation, and literature review. Respondents were from six Sekolah Penggerak in East Jakarta, selected purposively. Data analysis was conducted using content analysis techniques. Findings indicate several factors influencing teacher readiness: comprehension of Kurikulum Merdeka’s concepts and principles, ability to design and conduct learner-centered learning, and support from schools and relevant agencies. The study suggests recommendations to enhance teachers' qualifications and readiness, including teacher training and professional development, improving school infrastructure, and fostering collaboration between schools and other relevant parties to support curriculum implementation. These research outcomes are expected to significantly contribute to improving the quality of education in Indonesia within the framework of Kurikulum Merdeka. AbstrakKurikulum Merdeka bertujuan meningkatkan standar pendidikan di Indonesia. Adapun keberhasilan pelaksanaan kurikulum ini bergantung pada persiapan para pendidik. Kurikulum Merdeka menjadi tantangan yang harus dihadapi guru. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kesiapan para guru dalam memahami serta menerapkan Kurikulum Merdeka, terutama di jenjang sekolah dasar. Pendekatan kualitatif digunakan dalam penelitian ini, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan penelaahan literatur. Responden penelitian terdiri dari enam Sekolah Penggerak di Jakarta Timur, yang dipilih secara purposif. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan teknik analisis konten. Hasil penelitian menyoroti beberapa faktor yang memengaruhi kesiapan guru dalam mengimplementasikan Kurikulum Merdeka. Faktor-faktor ini mencakup pemahaman tentang konsep dan prinsip Kurikulum Merdeka, kemampuan dalam merancang dan melaksanakan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik, serta dukungan dari pihak sekolah dan instansi terkait lainnya. Implikasi dari penelitian ini meliputi sejumlah rekomendasi untuk meningkatkan kualifikasi dan kesiapan para guru. Rekomendasi tersebut termasuk pelatihan dan pengembangan profesional guru, perbaikan infrastruktur pendukung di sekolah, serta pembangunan kerja sama antara sekolah dan berbagai pihak terkait lainnya dalam mendukung pelaksanaan Kurikulum Merdeka. Selain itu, hasil penelitian ini akan memberikan kontribusi yang signifikan dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia, khususnya dalam konteks implementasi Kurikulum Merdeka.Kata Kunci: evaluasi kurikulum; kompetensi guru; Kurikulum Merdeka; sekolah dasar
UPAYA PENCEGAHAN PERILAKU BULLYING PADA ANAK SEKOLAH DASAR DENGAN OPTIMALISASI PERAN ORANG TUA Wiguna Kusuma, Zakia Nur Aras; Nurrani, Nisya; Hernawan, Asep Herry
Educandumedia: Jurnal Ilmu pendidikan dan kependidikan Vol. 4 No. 1 (2025): April 2025
Publisher : Yayasan Insan Cipta Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61721/educandumedia.v4i1.504

Abstract

Bullying di lingkungan sekolah dasar merupakan permasalahan serius yang dapat berdampak negatif pada perkembangan emosional, sosial, dan akademik anak. Upaya pencegahan perilaku bullying memerlukan pendekatan holistik, salah satunya melalui optimalisasi peran orang tua. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi yang dapat dilakukan oleh orang tua dalam mencegah perilaku bullying pada anak sekolah dasar. Metode yang digunakan adalah kajian literatur dengan pendekatan deskriptif-analitis, mengintegrasikan berbagai studi terkait pengaruh keterlibatan orang tua terhadap perilaku anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi yang efektif antara orang tua dan anak, pengawasan yang konsisten, pemberian pendidikan nilai-nilai moral, serta kolaborasi dengan pihak sekolah merupakan langkah strategis dalam mencegah perilaku bullying. Selain itu, kesadaran orang tua terhadap pentingnya peran mereka sebagai model perilaku positif dapat mengurangi risiko anak terlibat dalam tindakan bullying.
Parental Bonding And Individual Self-Development: Enhancing The Concept Of Family Education Prehanto, Adi; Ali, Mohammad; Hernawan, Asep Herry
Psikopedagogia Vol. 12 No. 2: December 2023
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/psikopedagogia.v12i2.26299

Abstract

In the current era, education remains an integral part of life, crucial for enhancing human resources. Schools are traditionally seen as central to developing children's competencies.  However, this study seeks to examine the role of family as a provider of comprehensive and holistic education, specifically in the context of orphanages. The study aimed to explore the impact of family education on the moral and character development of orphans. A mixed-method design,  particularly a sequential explanatory design, was employed in this research. The study involved 34 respondents, including children from orphanages and orphanage caregivers, selected through purposive sampling.  Data collection included a literature review of relevant journals and parental bonding questionnaires.  The analysis utilized a mixed method approach, with qualitative analysis conducted first, followed by quantitative analysis. The results indicated that family education, especially parental bonding, significantly influences the improvement of children's moral and character development.  The study implies that family education extends beyond assisting children at home and enrolling them in higher education; it also encompasses advising, building trust, and serving as positive role models.
PENERAPAN BUDAYA (SENYUM, SALAM DAN SAPA) TERHADAP PEMBENTUKAN KARAKTER PADA SISWA SEKOLAH DASAR DI SDN WADAS III KARAWANG Ida Arina; Asep Herry Hernawan
BUANA ILMU Vol 9 No 1 (2024): Buana Ilmu
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/bi.v9i1.8255

Abstract

Penanamaan karakter siswa memang bukanlah hal yang mudah terlebih saat ini banyak sekali tantangan yang dihadapi karena perkembangan jaman, banyak budaya-budaya dari luar yang mempengaruhi karakter siswa. Maka dari itu diperlukan pembiasaan karakter sejak dini agar siswa selalu terbiasa melakukan perilaku-perilaku yang baik dan bermanfaat bagi orang lain. Karakter merupakan sebuah pola perilaku, sehingga karakter yang baik akan paham mengenai kebaikan, menyenangkan kebaikan, serta mengerjakan sesuatu yang baik pula, begitu juga sebaliknya. Salah satu program yang dapat diterapkan di sekolah adalah membudayakan 3S. Tujuan dari penelitian ini untuk mempertahankan pentingnya nilai budaya 3S (Senyum, Salam, Sapa, Sopan dan Santun) dalam pendidikan Sekolah Dasar, membangun karakteristik yang baik dari lingkungan sekolah akan memberikan dampak baik untuk lingkungan masyarakat. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif. Penelitian kualitatif berkaitan dengan ide, persepsi, pendapat, atau keyakinan orang yang diteliti dan semuanya tidak dapat diukur dengan angka. Selain itu penelitian ini menggunakan studi literatur untuk mengkaji permasalahan yang sedang dibahas. Metode ini menggunakan kajian serta elaborasi dari berbagai literatur seperti jurnal, artikel, buku, bahkan literatur yang relevan dengan pembahasan.
Menjembatani Kesenjangan Digital: Pentingnya Pelatihan Guru dalam Mengembangkan Konten Pembelajaran Digital Dewi, Laksmi; Emilzoli, Mario; Hernawan, Asep Herry; Rullyana, Gema; Hanoum, R. Nadia; Priandani, Ai Pemi; Gumelar, Muhammad Raffy Maulana; Suwandi, Metsa Fajrianti Kusumah
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 10 No 1 (2025): Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30653/jppm.v10i1.1122

Abstract

Program pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di SMK Bina Cendekia Cirebon dengan tujuan utama meningkatkan kompetensi guru dalam pengembangan konten digital microlearning sebagai solusi untuk menjembatani kesenjangan digital di sektor pendidikan. Program ini melibatkan 42 guru yang mengikuti serangkaian pelatihan, dimulai dengan identifikasi kebutuhan melalui Focus Group Discussion (FGD), diikuti dengan pelatihan teknis, dan diakhiri dengan evaluasi hasil. Hasil FGD menunjukkan bahwa banyak guru masih kesulitan dalam mengintegrasikan teknologi digital ke dalam pembelajaran. Oleh karena itu, pelatihan difokuskan pada pengembangan keterampilan teknis dan desain instruksional yang diperlukan untuk menciptakan materi digital berkualitas tinggi. Evaluasi pasca-pelatihan menunjukkan bahwa guru dengan pengalaman mengajar 0-5 tahun memiliki tingkat pemahaman tertinggi terhadap materi pelatihan. Sementara itu, guru dengan pengalaman lebih dari lima tahun menunjukkan tingkat pemahaman yang lebih bervariasi, dengan sebagian memperoleh pemahaman yang tinggi, tetapi sebagian lainnya mengalami kesulitan dalam menyerap materi secara optimal. Selain itu, Guru Produktif Tata Busana menunjukkan pemahaman tertinggi berdasarkan jabatan, yang mengindikasikan bahwa spesialisasi tertentu lebih responsif terhadap pelatihan ini. Meskipun hasilnya positif, tantangan seperti perbedaan tingkat literasi digital dan keterbatasan infrastruktur tetap menjadi kendala. Secara keseluruhan, program ini berhasil meningkatkan kompetensi guru dalam pengembangan konten microlearning dan memberikan kontribusi signifikan dalam mengurangi kesenjangan digital di bidang pendidikan. This community service program is carried out at SMK Bina Cendekia Cirebon to improve teacher competence in developing digital micro-learning content, a solution to bridge the digital divide in the education sector. The program involved 42 teachers who participated in a series of trainings, starting with identifying needs through FGD, then technical training, and ending with evaluating the results. The results of the FGD show that many teachers still have difficulties integrating digital technology into learning. Therefore, the training is focused on developing the technical and instructional design skills necessary to create high-quality digital materials. ost- training evaluation revealed that teachers with 0-5 years of teaching experience demonstrated the highest level of comprehension of the training materials. Meanwhile, teachers with more than 5 years teaching experience exhibited more varied levels of understanding, with some achieving high comprehension while others faced challenges in fully grasping the material. In addition, Productive Teachers of Fashion showed the highest understanding based on position, which indicates that certain specialties are more responsive to this training. Despite the positive results, challenges such as differences in digital literacy levels and limited infrastructure remain obstacles. Overall, this program has succeeded in improving teachers' competence in microlearning content development and significantly contributing to reducing the digital divide in education.
Trends in Climate Change Education Studies in the Last Ten Years: A Systematic Literature Review Hadiapurwa, Angga; Ali, Mohammad; Ropo, Eero; Hernawan, Asep Herry
Mimbar Ilmu Vol. 29 No. 1 (2024): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mi.v29i1.70400

Abstract

Climate change is a concern for all countries in the world. UNESCO is taking part in efforts to increase awareness regarding climate change, one of which is by creating the Greening Education Partnership program. Climate Change Education (CCE) is an effort in the education sector to increase students' awareness of climate change. This article attempts to analyze publication trends regarding CCE and explore other opportunities for further research on the topic of CCE. The method used is the systematic literature review (SLR) method and data analysis using bibliometrics. The data used in this research are documents published by journals on the Scopus database published in 2013-2022. In 2013-2022, 462 documents can be searched in the Scopus database with the keyword ‘climate change education’. The analysis results show that discussions about CCE related to curriculum, learning, and students have been widely studied and published. However, there is no visible academic interaction between the authors. These conditions can be the basis that CCE needs to be implemented thoughtfully to increase awareness of environmental change. Apart from that, its implementation also requires collaborative roles from each sector so that CCE implementation can be carried out optimally. There needs to be a policy to encourage implementation by integrating CCE and the curriculum. Schools and universities encourage teachers and lecturers to deliver CCE in learning by including specific topics that can be related.
TRANSFORMASI KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH MELALUI COACHING: MEMBANGUN KOMUNITAS BELAJAR YANG EFEKTIF Eneng Mardiana; Neneng Rostika; Adestipa; Asep Herry Hernawan
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 01 (2025): Volume 10 No. 01 Maret 2025 In Process
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i01.21342

Abstract

This article discusses the transformation of principal leadership through acoaching approach, with the aim of building an effective learning community.The methodology used is a literature study, which aims to explore the role ofcoaching in improving principal leadership. The main focus of this researchis to analyze relevant coaching theories and practices and their impact on thedevelopment of learning communities in the school environment. Through acomprehensive literature review, the article identifies key elements ofcoaching that can enhance leadership effectiveness. These includeimproving interpersonal skills, developing a shared vision and creating acollaborative learning environment. The results of this study show that theapplication of coaching not only strengthens the principal's ability to lead, butalso contributes to the formation of a more dynamic learning community thatis responsive to the needs of students and teachers. Keywords: Principal Leadership, Coaching, Learning Community Artikel ini membahas tentang transformasi kepemimpinan kepala sekolah melaluipendekatan pembinaan, dengan tujuan membangun komunitas belajar yang efektif.Metodologi yang digunakan adalah studi literatur, yang bertujuan untuk menggaliperan pembinaan dalam meningkatkan kepemimpinan kepala sekolah. Fokusutama penelitian ini adalah menganalisis teori dan praktik pembinaan yang relevanserta dampaknya terhadap pengembangan komunitas belajar di lingkungansekolah. Melalui tinjauan literatur yang komprehensif, artikel ini mengidentifikasielemen-elemen kunci dari pembinaan yang dapat meningkatkan efektivitaskepemimpinan. Ini termasuk meningkatkan keterampilan interpersonal,mengembangkan visi bersama dan menciptakan lingkungan belajar kolaboratif.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan pembinaan tidak hanyamemperkuat kemampuan kepala sekolah dalam memimpin, namun jugaberkontribusi terhadap terbentuknya komunitas belajar yang lebih dinamis dantanggap terhadap kebutuhan siswa dan guru. Kata Kunci: Kepemimpinan Kepala Sekolah, Coaching, Komunitas Belajar
Reading in The Digital Era : How Parent’s Academic Background and Self-Efficacy Influence Children’s Reading Habits Ana Ratnasari; Asep Herry Hernawan; Laksmi Dewi
Jurnal Kependidikan: Jurnal Hasil Penelitian dan Kajian Kepustakaan di Bidang Pendidikan, Pengajaran dan Pembelajaran Vol 11, No 2 (2025): June
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jk.v11i2.15097

Abstract

This study aims to analyze the relationship between parental educational background, self-efficacy, and children's reading habits in the digital era. Using a correlational quantitative research method, the study involved 408 parents in West Jawa with children aged 4–8 years. The sampling technique used was multistage random sampling. Data were collected through an online Likert-scale questionnaire and analyzed using ordinal logistic regression. The findings indicate that parental self-efficacy significantly influences children's reading habits (B = 0.247; p < 0.001), while parental educational background does not have a direct significant effect (p > 0.05). The model's Nagelkerke R² value of 0.494 suggests that 49.4% of the variance in children's reading habits can be explained by parental self-efficacy and educational background. These results highlight the importance of parental confidence in supporting children's literacy, which can be enhanced through family literacy intervention programs. Thus, this study contributes new insights into the psychological and environmental factors affecting children's reading habits.
ANALYSIS OF THE ROLE OF MENTORS IN PRE-SERVICE TEACHER EDUCATION PROGRAM: PERSPECTIVE OF THE ROLE OF MENTORS IN THE FUTURE Budiwati, Neti; Hernawan, Asep Herry; Nugroho, Rudi Adi
International Conference On Social Science Education Vol 2 (2024): 2nd International Conference On Social Science Education
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/k202ed21

Abstract

One of the compulsory courses for prospective teachers in the Teacher Education Program is the Field Experience Program. In the implementation of this Field Experience Program, students are accompanied by Field Supervisors and Mentor Teachers. Field Supervisors and Mentor Teachers are positioned as mentors for prospective teacher students as mentees. It is suspected that Field Supervisors and Mentor Teachers have not carried out their functions as mentors properly. This study aims to identify nine mentor roles in mentoring prospective teacher students, so that it can be analyzed which mentor roles are effective and which mentor roles need to be improved so that in the future the mentoring of prospective teacher Field Experience Programs will be better for producing professional prospective teachers. The findings show that the dominant mentor role of the mentor is the role as a resource person, co-learner, supporter and role as a counselor. There is a difference in the dominant role between field supervisors and mentor teachers, namely that field supervisors are dominant in the role as counselors and co-learner while mentor teachers stand out in the role of role models and supporters. The future outlook for the role of mentors in field experience program assistance still revolves around the nine mentor roles, with an emphasis on improving roles that are still weak.
Co-Authors Aah Ahmad Syahid Aah Ahmad Syahid, Aah Ahmad Aceng Ali Nurdin Adestipa Adi Prehanto Afidah, Naila Tazkiyatil Ahmad Fajar Fadlillah Ai Pemi Priandani Amy Theresia Sipayung Ana Ratnasari Ana Ratnasari, Ana Aneka Ahmadi Angga Angga Angga Angga Angga Angga Angga Hadiapurwa Ari Indra Susanti Ari indra Susanti Aristo, Thomas Joni Verawanto Arwan, Juwintar Febriani Asep Nuryadin Azizah Nurul Khairunnisa Baharudin Baharudin Barkah, Taopik Budi Setiawan Budi Setiawan Budi Setiawan Cepi Riyana Cepi Riyana, Cepi Chevy Kusumah Wardhana Cucu Suryana Dadang Sukirman Damayanti, Vismaia S Dano Ali, Yusuf Nugraha Dewi Mulyani Dewi Siti Solihah Din Wahyudin Dinn Wahyudin, Dinn Dudun Najmudin Emilzoli, Mario Endah Permatasari Eneng Mardiana Fadhillah, Lola Fadlillah, Ahmad Fajar Fatimah, Aah Siti Fedri Ruluwedrata Rinawan Fiony Flora Honey Darmawan Gandasari, Adriana Gema Rullyana Gita Mahardika Pamuji Gumelar, Muhammad Raffy Maulana Gupi Rohman Nurmansyah Gupi Rohman Nurmansyah Hadiyansah, Yadi Hafsah Nugraha Ida Arina Ida Fiteriani Ima Nurwahidah Ineu Sumarsih Irfan Hendrawan Ishmahani Sobarningsih Isniatun Munawaroh Jaka Nurhidayat Juwintar Febriani Arwan Khoirunnisa, Azizah Nurul Kinanti, Ratna Ayu kurniawati, weni Laksmi dewi Laksmi Dewi Laksmi Dewi Laksmi Dewi Laksmi Dewi, Laksmi Lia Susanti Lien Halimah Marliyani, Teni Maurra Syifah Wijaya Mawardi Megandarisari, Megandarisari Mohammad Ali Mohammad Ali Mubiar Agustin Murtaqia Tusholihat Murtaqiatusholihat Murtaqiatusholihat Naila Tazkiyatil Afidah Nanda Khaerunnisa Syafitri Neneng Rostika Neti Budiwati Novi Indah Susanthi Nugroho, Rudi Adi Nurhamzah C S Nurhasanah, Yulianti Nurrani, Nisya Nurul Laily Al Arsuadhi Nurul Laily Al Arsyadhi Nurwahidah, Ima Pitri Maharani Efendi Priandani, Ai Pemi Prihantini Prihantini Prihantini R. Nadia Hanoum, R. Nadia Rahayu, Restu Rahayuningsih, Yayu Sri Restu Rahayu Rifky Serva Tuju Risa Ginting Rita Rosita Rita Rosita Rizal Kailani Rofita Rahayu Rohim Abdurohim Ropo, Eero Rosyanto Rosyanto Rosyanto, Rosyanto Rudi Susilana, Rudi Rullyana, Gema Rusman Rusman Rusman Rusman Rusman Rusman Rusman S, Nurhamzah C Saputra, Yori Andes Selvi, Anastasia Selviana Haenkanes Turot Setiawan, Dadan Setiyadi, Ruli Siti Umaya Sukirman, Dadang Sumarsih, Ineu Supiandi, Markus Iyus Suryana, Cucu Suwandi, Metsa Fajrianti Kusumah Teni Marliyani Tita Mulyati Tita Mulyati, Tita Triana Lestari Triana Lestari Tusholihat, Murtaqia Ursula Dwi Oktaviani, Ursula Dwi Wahyu Sopandi Wahyudin Wahyudin Widya Puji Astuti, Widya Puji Wiguna Kusuma, Zakia Nur Aras Yadi Hadiyansah Yani Yani Yayu Sri Rahayuningsih Yori Andes Saputra Yori Andes Saputra Yulianti Nurhasanah Yunus Abidin Yusuf Tri Herlambang, Yusuf Tri Zainal Arifin