Claim Missing Document
Check
Articles

Terminologi Terorisme Papua Barat dan Strategi Penanganannya Soya Ani Prasetyo; Rudy Sutanto; Fauzia Gustarina Cempaka Timur
Jurnal Kewarganegaraan Vol 8 No 1 (2024): Juni 2024
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v8i1.6106

Abstract

Abstrak Konflik di wilayah Papua khususnya aksi terorisme yang dilakukan oleh Kelompok Separatis Teroris Papua (KSTP), telah menjadi perhatian utama baik secara nasional maupun internasional. Meskipun KSTP berdalih bahwa tindakan mereka adalah sebagai respons terhadap pelanggaran HAM dan penindasan terhadap Orang Asli Papua (OAP) oleh pemerintah Indonesia, faktanya mayoritas OAP menginginkan Papua tetap menjadi bagian dari NKRI. Dukungan yang terbatas dari masyarakat Papua menunjukkan bahwa KSTP tidak mewakili seluruh kepentingan Masyarakat Papua. Terorisme diwilayah Papua adalah kelompok separatis yang berupaya memisahkan Papua dari Republik Indonesia untuk menciptakan negara independen. Konflik di Papua merupakan penggunaan kekerasan oleh kelompok dengan tujuan mencapai agenda politik tertentu melalui propaganda dan demonstrasi massa untuk mendukung kemerdekaan, referendum, dan isu pelanggaran hak asasi manusia (Karnavian, 2017). Hal ini sejalan dengan karakteristik aksi yang dilakukan oleh KSTP di Papua, yang memiliki motif politik dan separatisme. Aksi kekerasan dan terorisme KSTP telah menyebabkan dampak yang ekstrim terhadap keamanan, politik, dan sosial masyarakat di Papua. Pemerintah Indonesia telah menerapkan strategi yang beranekaragam (multifaset) dalam menanggulangi terorisme, namun tantangan masih ada. Pembentukan Satuan Tugas dari Mabes TNI menjadi salah satu langkah paling efektif dalam menahan aksi KSTP. Namun konflik terorisme di Papua memerlukan pendekatan komprehensif dan kolaboratif untuk mencari solusi damai dan berkelanjutan. Kesimpulannya, terorisme di Papua adalah ancaman serius terhadap kedaulatan NKRI yang memerlukan penanganan serius, termasuk peningkatan status ancaman KSTP menjadi status Darurat Militer dan penerapan Operasi Militer Perang (OMP). Kata Kunci: Papua, Strategi, Terorisme Abstract The conflict in the Papua region, especially acts of terrorism carried out by the Papuan Separatist Terrorist Group (KSTP), has become a major concern both nationally and internationally. Even though KSTP argues that their actions are a response to human rights violations and oppression of Indigenous Papuans (OAP) by the Indonesian government, in fact the majority of OAP want Papua to remain part of the Republic of Indonesia. Limited support from the Papuan people shows that the KSTP does not represent all the interests of the Papuan people. Terrorism in the Papua region is a separatist group that seeks to separate Papua from the Republic of Indonesia to create an independent state. The conflict in Papua is the use of violence by groups with the aim of achieving a certain political agenda through propaganda and mass demonstrations to support independence, referendums and issues of human rights violations (Karnavian, 2017). This is in line with the characteristics of the actions carried out by KSTP in Papua, which had political and separatist motives. KSTP's acts of violence and terrorism have had an extreme impact on the security, political and social impacts of society in Papua. The Indonesian government has implemented a multifaceted strategy in tackling terrorism, but challenges still remain. The formation of a Task Force from TNI Headquarters is one of the most effective steps in containing KSTP actions. However, the terrorism conflict in Papua requires a comprehensive and collaborative approach to find a peaceful and sustainable solution. In conclusion, terrorism in Papua is a serious threat to the sovereignty of the Republic of Indonesia which requires serious handling, including increasing the status of the KSTP threat to Military Emergency status and implementing War Military Operations (OMP). Keywords: Papua, Strategy, Terrorism
Analisis Konsep Kontra-Narasi Ektrimisme dan Self-Control di Media Sosial Dalam Tinjauan Psikologi (Studi Kasus Kelompok Ekstrimisme ISIS) Yannisa Rakhmani Sugiarta; Fauzia Gustarina Cempaka Timur; Rudy Sutanto
Jurnal Kewarganegaraan Vol 8 No 1 (2024): Juni 2024
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v8i1.6167

Abstract

Abstrak Penelitian ini melibatkan perkembangan teknologi digital dan peran media sosial dalam penyebaran pesan ekstrim, terutama terkait dengan kelompok ekstrimisme seperti ISIS. Kontra-narasi, sebagai upaya untuk menawarkan alternatif pemikiran dan informasi yang bertentangan dengan pesan ekstrim, dan self-control, sebagai kemampuan individu untuk mengendalikan respons emosional dan perilaku impulsif, menjadi fokus penelitian ini. Teori yang digunakan dalam penelitian ini meliputi teori pengaruh sosial untuk memahami bagaimana individu dipengaruhi oleh kontra-narasi dan pesan ekstrim di media sosial, serta teori self-control untuk mengeksplorasi bagaimana self-control memengaruhi reaksi individu terhadap pesan-pesan tersebut. Metode penelitian yang digunakan melibatkan pendekatan kualitatif dengan menggunakan studi pustaka. Analisis konten media sosial juga dilakukan untuk melacak penyebaran kontra-narasi dan pesan ekstrimisme terkait ISIS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kontra-narasi yang kuat dapat mengurangi ketertarikan individu terhadap pesan-pesan ekstrim di media sosial, namun efektivitasnya bervariasi tergantung pada konten kontra-narasi dan karakteristik individu. Selain itu, self-control individu juga memainkan peran penting dalam menentukan sejauh mana mereka terpengaruh oleh pesan-pesan ekstrim di media sosial. Faktor-faktor psikologis seperti identitas kelompok dan kebutuhan akan afiliasi juga ditemukan memengaruhi respon individu terhadap kontra-narasi dan pesan ekstrim di media sosial. Penelitian ini memberikan wawasan yang berharga dalam pengembangan strategi pencegahan radikalisasi dan ekstremisme di era digital, dengan menyoroti pentingnya kontra-narasi yang efektif dan peningkatan self-control individu dalam menghadapi pesan-pesan ekstrim di media sosial. Kata Kunci: Kontra Narasi Ekstremisme, Kontra Terorisme, Media Sosial, Self-control Abstract The research involves the development of digital technology and the role of social media in the spread of extremist messages, especially related to extremist groups such as ISIS. Counter-narrative, as an attempt to offer alternative thoughts and information as opposed to extreme messages, and self-control, as an individual's ability to control emotional responses and impulsive behavior, are the focus of this study. Theories used in this study include social influence theory to understand how individuals are influenced by counter-narratives and extreme messages on social media, and self-control theory to explore how self-control affects individual reactions to these messages. The research method used involves a qualitative approach using literature studies. Analysis of social media content was also conducted to track the spread of ISIS-related counter-narratives and messages of extremism. The results showed that strong counter-narratives can reduce individuals' interest in extreme messages on social media, but their effectiveness varies depending on counter-narrative content and individual characteristics. In addition, individuals' self-control also plays an important role in determining the extent to which they are affected by extreme messages on social media. Psychological factors such as group identity and the need for affiliation were also found to influence individual responses to counter-narratives and extreme messages on social media. This research provides valuable insights into the development of strategies to prevent radicalization and extremism in the digital age, highlighting the importance of effective counter-narratives and increased individual self-control in the face of extreme messages on social media. Keyword: Counter Narrative Extremism, Counter Terrorism, Social Media, Self-control
POTENSI NEGARA ASEAN BERGABUNG DALAM KEANGGOTAAN BRICS UNTUK MENERAPKAN EKONOMI SYARIAH ISLAM: PENGGUNAAN EMAS SEBAGAI ALAT TUKAR PERDAGANGAN Mirza Apriansyah, Achmad; Sutanto, Rudy; Adriyanto, Agus
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 11, No 12 (2024): NUSANTARA : JURNAL ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v11i12.2024.5006-5017

Abstract

Penerapan ekonomi syariah dan potensi penggunaan mata uang emas dalam perdagangan antara ASEAN dan BRICS memiliki relevansi yang tinggi dalam konteks pertahanan ekonomi global saat ini. Aliansi BRICS yang terdiri dari negara-negara dengan pertumbuhan ekonomi pesat, seperti Brasil, Rusia, India, Tiongkok, dan Afrika Selatan, telah menjadi kekuatan signifikan dalam upaya mendorong reformasi ekonomi global, salah satunya melalui dedolarisasi atau pengurangan ketergantungan pada dolar AS. Di sisi lain, ASEAN, yang dipimpin oleh negara-negara seperti Indonesia, yang memiliki populasi muslim terbesar, memiliki peluang besar untuk mengusulkan penggunaan emas sebagai alat pembayaran alternatif dalam perdagangan internasional, sejalan dengan prinsip-prinsip ekonomi syariah. Penggunaan emas yang stabil dan bebas dari spekulasi, seperti yang telah terbukti di Kuwait dengan dinar emasnya yang kuat, memberikan contoh nyata bagaimana negara dapat mengurangi risiko ekonomi global yang disebabkan oleh fluktuasi mata uang fiat. Melalui forum-forum ekonomi ASEAN seperti ASEAN Economic Community (AEC) dan ASEAN Free Trade Area (AFTA), usulan ini dapat disosialisasikan dan diimplementasikan sebagai langkah strategis untuk memperkuat kerja sama perdagangan dan investasi dengan negara-negara BRICS. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi penggunaan mata uang emas dalam perdagangan antara ASEAN dan BRICS serta dampaknya terhadap stabilitas ekonomi dan politik di kawasan ASEAN. Dengan menggunakan metode kualitatif dan pendekatan deskriptif, penelitian ini menelaah bagaimana integrasi ekonomi dapat berkontribusi pada penguatan pertahanan ekonomi regional. Berdasarkan kajian literatur, penerapan mata uang emas sebagai alat tukar yang stabil dapat memperkuat ketahanan ekonomi negara-negara ASEAN dan menciptakan stabilitas yang berkelanjutan di tengah dinamika geopolitik global.
AUKUS: LANGKAH AUSTRALIA MEMPERKUAT POSISI GEOPOLITIKNYA DI ASIA PASIFIK Daniel Pasaribu, Nico; Zaini, Ansori; Sutanto, Rudy
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 11, No 9 (2024): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v11i9.2024.3858-3866

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis lebih lanjut dampak dari pakta keamanan AUKUS di Kawasan Asia Pasifik. Penelitian ini dikembangkan menggunakan metode studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerjasama trilateral antara Australia, United Kingdom, dan Amerika Serikat (AUKUS) ini menjadikan Australia sebagai salah satu kekuatan utama di kawasan Asia Pasifik yang membuat Tiongkok bersikap waspada dan menaruh perhatian terhadap Australia. Kesimpulan: Secara umum, AUKUS dibentuk untuk mengimbangi dominasi Tiongkok di Kawasan Asia Pasifik. AUKUS memperkuat posisi geopolitik Australia di kawasan Asia Pasifik dengan meningkatkan kapabilitas militernya dan memperkuat aliansi strategisnya. Dengan demikian Australia dapat memainkan peran yang lebih aktif dan meningkatkan kerjasama keamanan dengan negara-negara di kawasan Asia Pasifik yang dapat memperkuat perannya sebagai mitra strategis dalam menjaga keamanan dan stabilitas regional dan menjadikan Australia sebagai salah satu kekuatan utama di kawasan Asia Pasifik. Namun hal tersebut juga membawa tantangan, termasuk ketegangan dengan Tiongkok dan potensi kekhawatiran di antara negara-negara tetangga.
ANCAMAN ASIMETRIS INTOLERANSI TAKFIRI TERHADAP EKSISTENSI PANCASILA SEBAGAI DASAR NEGARA DAN IDEOLOGI BANGSA REPUBLIK INDONESIA Kurnia, Dedi; Halkis, Mhd.; Sutanto, Rudy
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 11, No 1 (2024): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v11i1.2024.388-406

Abstract

Pancasila sebagai dasar negara Indonesia adalah sebuah konsensus dari para pendiri bangsa yang berfungsi untuk mengatur tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara. Oleh karena itu, seluruh sistem ketatanegaraan harus sesuai dengan pancasila. Namun belakangan ini, nilai-nilai Pancasila tercederai oleh kelompok-kelompok takfiri yang intoleran, sehingga mengancam eksistensi ideologi Pancasila sebagai dasar negara Republik Indonesia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana ancaman intoleransi takfiri terhadap eksistensi ideologi Pancasila dan dampak-dampak negatif yang ditimbulkan dari ancaman asimetris Intoleransi takfiri. Metode dan desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan analisis deskriptif. Hasil dari penelitian ini adalah dampak dari ancaman asimetris intoleransi takfiri dengan pandangan tafsir keagamaannya yang cenderung distorsif. rigid, kaku, dan beku berpotensi besar terhadap eksistensi Pancasila sebagai dasar negara Republik Indonesia.
ANCAMAN NON-MILITER TINDAK PIDANA KORUPSI BANTUAN SOSIAL COVID-19 DI INDONESIA Pratama Kamarulah, Rizki; Sutanto, Rudy; Warka, I Wayan
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 11, No 2 (2024): NUSANTARA : JURNAL ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v11i2.2024.796-804

Abstract

Pandemi COVID-19 telah menyebabkan perubahan mendalam dalam lingkungan masyarakat dan perekonomian di seluruh dunia termakusd di Indonesia, Lembaga swadaya masyarakat antikorupsi yaitu Indonesia Corruption Watch (ICW) merilis Laporan yang terjadi dalam Penindakan Kasus Korupsi Semester 1 2021. Berdasarkan data yang dikumpulkan Indonesia Corruption Watch, jumlah penindakan kasus korupsi selama enam bulan awal tahun 2021 mencapai 209 kasus. Studi ini bertujuan untuk menganalisis Dampak, Pencegahan dan Penegakan Hukum terhadap Tindak Pidana Dimensi Non Militer Korupsi Covid-19 Bansos. Metode penelitian melibatkan analisis data sekunder yang diperoleh dari lembaga statistik nasional dan  Penelitian kualitatif adalah pendekatan penelitian yang bertujuan untuk memahami dan menggambarkan fenomena secara mendalam dan komprehensif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pandemi COVID-19 memiliki dampak signifikan terhadap masyarakat dan perekonomian negara Indoensia. Dalam hal dampak ekonomi pertumbuhan ekonomi dan investasi yang lambat, mengurangi produktivitas, kualitas barang dan jasa rendah, penurunan pendapatan pemerintah dari sektor pajak dan utang publik meningkat. Dalam mencegah terjadinya kasus yang terus bertambah dapat dilakukan dengan mengavaluasi dari berbagai aspek hukum, seperti substansi hukum, struktur hukum  dan budaya hukum.
SETRATEGI PERANG ANTARA UNI SOVIET DENGAN AFGHANISTAN Hadinata, Tri; Sutanto, Rudy; Yudho Prakoso, Lukman
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 10, No 7 (2023): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v10i7.2023.3493-3500

Abstract

Perang yang terjadi pada era modern yaitu perang Soviet dengan Afghanistan yang berakibat akan mengubah tatanan keamanan tingkat Global, selanjutnya mengakibatkan runtuhnya Uni Soviet di tahun 1990 serta ada campur tangan dari Amerika Serikat yang memulai peran perang gerilya. Perang inilah yang mengakhiri Era Perang Dingin antara Blok Kapitalis dan Komunis. Afghanistan dan negara Uni Soviet terlibat di dalam perang tersebut dan berupaya agar Afghanistan tetap pada kerjasamanya dengan Uni Soviet yang beraliran komunis. Pasukan Soviet menghadapi serangan pemberontak yang terus-menerus dan kebanyakan warga Afghanistan yang tersisihkan dan teraniaya bergabung dengan pemberontak. Selain itu, Uni Soviet juga mendapat kecaman internasional akibat tindakannya di Afghanistan. Setelah 10 tahun bertempur, Uni Soviet akhirnya menarik pasukannya dari Afghanistan pada tahun 1989. Konflik tersebut mengakibatkan kematian kurang lebih 1,5 juta manusia dan terdapat banyak korban luka dan pengungsi. Konflik ini memberikan pengetahuan bahwa ada konsekuensi yang besar bagi negara yang mencoba untuk memaksakan kehendaknya kepada negara lain. Kemudian ada pembelajaran tentang strategi yang digunakan Afghanistan dan militan yang terbentuk di Afghanistan mampu memukul mundur Soviet.  Selanjutnya pembelajaran yang dapat diambil yaitu negara inferior mampu mengalahkan negara superior dengan taktik gerilya dan pasukan yang militan.
EFEKTIFITAS DRONE DALAM MENGHADAPI PERANG HIBRIDA DI PERAIRAN INDONESIA Dina Inda Rosyida, Esa; Sutanto, Rudy; Yudho Prakoso, Lukman
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 11, No 9 (2024): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v11i9.2024.3822-3832

Abstract

Dalam konteks perang hibrida di perairan Indonesia, penggunaan drone telah menjadi solusi yang semakin penting untuk meningkatkan keamanan maritim. Dalam menghadapi ancaman yang semakin kompleks, drone dapat menjadi alat yang efektif untuk pengawasan, deteksi, dan respons cepat terhadap kegiatan yang mencurigakan. Namun, implementasi drone di Indonesia masih dihadapkan pada sejumlah tantangan yang perlu diatasi. Salah satunya adalah keterbatasan infrastruktur komunikasi yang dapat mempengaruhi koneksi dan pengiriman data dari drone ke pusat kontrol. Selain itu, regulasi yang belum matang juga dapat menjadi hambatan dalam pemanfaatan drone untuk keamanan perairan. Diperlukan upaya untuk menyusun regulasi yang mendukung penggunaan drone secara efektif dan aman. Selain itu, pentingnya pelatihan yang intensif bagi personel yang akan mengoperasikan drone juga harus diperhatikan. Keterampilan teknis dan pemahaman yang mendalam mengenai penggunaan drone dalam konteks keamanan perairan perlu ditingkatkan melalui pelatihan yang berkualitas. Untuk mengoptimalkan penggunaan drone, saran-saran seperti peningkatan investasi dalam infrastruktur teknologi, penyusunan regulasi yang mendukung, pelatihan personel yang intensif, dan peningkatan kerja sama internasional dapat menjadi langkah-langkah yang perlu dilakukan. Dengan mengatasi tantangan ini dan mengikuti saran-saran tersebut, Indonesia dapat memanfaatkan potensi drone secara maksimal dalam menjaga keamanan perairan dan menghadapi ancaman perang hibrida dengan lebih efektif. Hal ini akan membantu meningkatkan keamanan maritim Indonesia dan melindungi kepentingan nasional di perairan Indonesia.
PERAN MEDIA SOSIAL DALAM UPAYA MENANGKAL RADIKALISME DAN TERORISME (STUDI KASUS INSTAGRAM @AKUTAHU) Rizania, Risa; Gustarina Cempaka Timur, Fauzia; Sutanto, Rudy
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 10, No 9 (2023): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v10i9.2023.4517-4527

Abstract

Peran media sosial saat ini semakin besar, termasuk dalam hal penyebaran paham radikalisme dan terorisme. Media sosial juga memiliki kapasitas untuk tidak saja menangkal radikalisme dan terorisme, tetapi juga melakukan penyebaran konten radikal positif sebagai kontra dari radikalisme dan terorisme yang hingga kini masih menyebar di internet, termasuk di media sosial.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran media sosial yaitu oleh media sosial Instagram Media AKUTAHU dalam akun @akutahu dalam upaya menangkal radikalisme dan terorisme. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif, dengan pengambilan data melalui wawancara, observasi dan kajian pustaka. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu bahwa instagram @akutahu memiliki peran sebagai sumber informasi, sebagai media kampanye kontra-radikalisasi, sebagai wadah partisipasi masyarakat serta sebagai sarana pemantauan opini publik. Selain itu Media AKUTAHU juga berperan dalam menyajikan konten radikal positif sebagai salah satu bentuk kontra terhadap narasi paham radikalisme dan terorisme di Indonesia
PERAN VITAL DIPLOMASI MARITIM DALAM MENJAGA STABILITAS LAUT INDONESIA Musayyab, Said; Sutanto, Rudy; Susmoro, Harjo
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 11, No 10 (2024): NUSANTARA : JURNAL ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v11i10.2024.4059-4065

Abstract

Artikel ini mengkaji peran diplomasi maritim dalam menjaga stabilitas dan keamanan laut Indonesia. Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia menghadapi berbagai tantangan maritim, termasuk penangkapan ikan ilegal, perompakan, dan sengketa wilayah. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diplomasi maritim memainkan peran krusial dalam menegakkan hukum di laut, mendorong kerja sama internasional, menyelesaikan sengketa secara damai, dan melestarikan lingkungan laut. Namun, Indonesia masih menghadapi tantangan dalam implementasi diplomasi maritim, termasuk kurangnya koordinasi antar instansi dan kebutuhan untuk meningkatkan kesadaran publik tentang isu-isu maritim. Penelitian ini menyoroti pentingnya penguatan kapasitas diplomatik dan maritim Indonesia untuk mewujudkan visi sebagai poros maritim dunia.
Co-Authors Achmad Mirza Apriansyah Achmad Zainuri Achmad Zainuri Achmad Zainuri Adriyanto, Agus Agus Dwi Catur agus dwi catur Ahmad G. Dohamid Alam, Saiful Albubaroq, Hikmat Zakky Amir Kasman Anak Agung Alit Triadi Arif Mulyanto Arif Mulyanto, Arif Arman, Andi Bambang Marwoto Bastian, Muhammad Arkhan Maulana BUDI PRAMONO Cempaka T, Fauzia G D.K. Putra Daniel Pasaribu, Nico Darmo, Sujita Demo Putra Didin F Fane, Didin F Didin S. Fane, Didin S. Dina Inda Rosyida, Esa Djoko Suseno Dyah Aryati Nugraha Ningsih Emmy dyah S Fauzia Gustarina Cempaka Timur Gilang Rezeki, Gilang Hadinata, Tri Halkis, Mhd. Halkis, Muhammad. Hanifudin, Achmad Fauzan Harahap, Sahnan Sulaiman Harisman Jaya, Harisman Hendry Sakke Tira Hendry Sakke Tira, Hendry Sakke I Gede Bawa Susana I Kade Wiratama I Made Mara I Wayan Joniarta I.G.B. Dipa Maha Putra, I.G.B. Dipa Maha Ida Bagus Alit Irfan Fahmi Nooryadi Irfan Fahmi, Irfan Ivan Yulivan James Julian Kurnia, Dedi KUSUMA WARDANI Kusuma Wardani Kusuma Wardani Kusuma, Hendri Puja Lalu Sultan Giri Tanjung Latief, Mohammad Nurdin Al Limbong, Benny Leonardo M. Helmi M. Mirmanto, M. Made - Wirawan Made Mara, Made Made Wijana Made Wirawan made wirawan Made Wirawan, Made Maharsa Pradityatama Mahendra, Esa Ramdhan Ardi Mahroza, Jonni Mas'ud Mas'ud Mhd. Halkis Mirmanto Mirza Apriansyah, Achmad Mitro Prihartoro Muhamad Hilmi, Muhamad Muhamad Noor Gibran Musayyab, Said N. Nurchayati N. Nurchayati, N. Nasmi Herlina Sari Nopiyani, Nopiyani Nur Kaliwantoro Nurchayati Nurchayati Nurchayati Nurchayati Padmiatmi, Pandri Pandri Pandiatmi Pandri Pandiatmi Paryanto Dwi Setyawan Prakoso, Lukman Yudho Prasetyo, Soya Ani Pratama Kamarulah, Rizki Prayitno, Arief Prihantoro, Kasih Prihartoro, Mitro Priyanto Priyanto Pujo Widodo, Pujo Purwantoro, Susilo Adi Raden Ruli Basuni Rahmadi, Fakhmi Caesar Reksoprodjo, Agus Hasan S Risa Rizania Rizania, Risa Ronika, Yulia Febi Zita Rostika, Rostika Rusli, Fauzi Sapriduan, Sapriduan Sigit Purwanto Sinarep Sinarep Sinarep Sinarep Soya Ani Prasetyo Sri Patmi, Sri Sugiarta, Yannisa Rakhmani Sugiman Sugiman Suhirwan, Suhirwan Sujita Darmo Sujita Darmo Sujita Sujita Sujita, Sujita Sultan Sultan Sultan Sultan Suparman Ahmadi Suparman Ahmadi, Suparman Susmoro, Harjo Suteja Suteja Syahrul Syahrul Syahrul Syamiajaya, Arh Nur Afiad Timur, Fauzia Gustarina Cempaka Tira, Hendry Tri - Rachmanto Tri Rachmanto Tulodo, Habibi Tri Uksan, Arifuddin Ulayo, Muhammad Ramdhan Ulhaq M, Faiq Dhiya Warka, I Wayan Wirawan Made Yannisa Rakhmani Sugiarta Yesung Allo Padang Yesung Allo Padang, Yesung Allo Yudha, Eka Mahatva Yudhyadi I.G.N Yulia Febi Zita Ronika Zaini, Ansori Zaiunuri, Ahmad