Claim Missing Document
Check
Articles

AUKUS: LANGKAH AUSTRALIA MEMPERKUAT POSISI GEOPOLITIKNYA DI ASIA PASIFIK Daniel Pasaribu, Nico; Zaini, Ansori; Sutanto, Rudy
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 11, No 9 (2024): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v11i9.2024.3858-3866

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis lebih lanjut dampak dari pakta keamanan AUKUS di Kawasan Asia Pasifik. Penelitian ini dikembangkan menggunakan metode studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerjasama trilateral antara Australia, United Kingdom, dan Amerika Serikat (AUKUS) ini menjadikan Australia sebagai salah satu kekuatan utama di kawasan Asia Pasifik yang membuat Tiongkok bersikap waspada dan menaruh perhatian terhadap Australia. Kesimpulan: Secara umum, AUKUS dibentuk untuk mengimbangi dominasi Tiongkok di Kawasan Asia Pasifik. AUKUS memperkuat posisi geopolitik Australia di kawasan Asia Pasifik dengan meningkatkan kapabilitas militernya dan memperkuat aliansi strategisnya. Dengan demikian Australia dapat memainkan peran yang lebih aktif dan meningkatkan kerjasama keamanan dengan negara-negara di kawasan Asia Pasifik yang dapat memperkuat perannya sebagai mitra strategis dalam menjaga keamanan dan stabilitas regional dan menjadikan Australia sebagai salah satu kekuatan utama di kawasan Asia Pasifik. Namun hal tersebut juga membawa tantangan, termasuk ketegangan dengan Tiongkok dan potensi kekhawatiran di antara negara-negara tetangga.
ANCAMAN ASIMETRIS INTOLERANSI TAKFIRI TERHADAP EKSISTENSI PANCASILA SEBAGAI DASAR NEGARA DAN IDEOLOGI BANGSA REPUBLIK INDONESIA Kurnia, Dedi; Halkis, Mhd.; Sutanto, Rudy
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 11, No 1 (2024): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v11i1.2024.388-406

Abstract

Pancasila sebagai dasar negara Indonesia adalah sebuah konsensus dari para pendiri bangsa yang berfungsi untuk mengatur tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara. Oleh karena itu, seluruh sistem ketatanegaraan harus sesuai dengan pancasila. Namun belakangan ini, nilai-nilai Pancasila tercederai oleh kelompok-kelompok takfiri yang intoleran, sehingga mengancam eksistensi ideologi Pancasila sebagai dasar negara Republik Indonesia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana ancaman intoleransi takfiri terhadap eksistensi ideologi Pancasila dan dampak-dampak negatif yang ditimbulkan dari ancaman asimetris Intoleransi takfiri. Metode dan desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan analisis deskriptif. Hasil dari penelitian ini adalah dampak dari ancaman asimetris intoleransi takfiri dengan pandangan tafsir keagamaannya yang cenderung distorsif. rigid, kaku, dan beku berpotensi besar terhadap eksistensi Pancasila sebagai dasar negara Republik Indonesia.
ANCAMAN NON-MILITER TINDAK PIDANA KORUPSI BANTUAN SOSIAL COVID-19 DI INDONESIA Pratama Kamarulah, Rizki; Sutanto, Rudy; Warka, I Wayan
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 11, No 2 (2024): NUSANTARA : JURNAL ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v11i2.2024.796-804

Abstract

Pandemi COVID-19 telah menyebabkan perubahan mendalam dalam lingkungan masyarakat dan perekonomian di seluruh dunia termakusd di Indonesia, Lembaga swadaya masyarakat antikorupsi yaitu Indonesia Corruption Watch (ICW) merilis Laporan yang terjadi dalam Penindakan Kasus Korupsi Semester 1 2021. Berdasarkan data yang dikumpulkan Indonesia Corruption Watch, jumlah penindakan kasus korupsi selama enam bulan awal tahun 2021 mencapai 209 kasus. Studi ini bertujuan untuk menganalisis Dampak, Pencegahan dan Penegakan Hukum terhadap Tindak Pidana Dimensi Non Militer Korupsi Covid-19 Bansos. Metode penelitian melibatkan analisis data sekunder yang diperoleh dari lembaga statistik nasional dan  Penelitian kualitatif adalah pendekatan penelitian yang bertujuan untuk memahami dan menggambarkan fenomena secara mendalam dan komprehensif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pandemi COVID-19 memiliki dampak signifikan terhadap masyarakat dan perekonomian negara Indoensia. Dalam hal dampak ekonomi pertumbuhan ekonomi dan investasi yang lambat, mengurangi produktivitas, kualitas barang dan jasa rendah, penurunan pendapatan pemerintah dari sektor pajak dan utang publik meningkat. Dalam mencegah terjadinya kasus yang terus bertambah dapat dilakukan dengan mengavaluasi dari berbagai aspek hukum, seperti substansi hukum, struktur hukum  dan budaya hukum.
SETRATEGI PERANG ANTARA UNI SOVIET DENGAN AFGHANISTAN Hadinata, Tri; Sutanto, Rudy; Yudho Prakoso, Lukman
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 10, No 7 (2023): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v10i7.2023.3493-3500

Abstract

Perang yang terjadi pada era modern yaitu perang Soviet dengan Afghanistan yang berakibat akan mengubah tatanan keamanan tingkat Global, selanjutnya mengakibatkan runtuhnya Uni Soviet di tahun 1990 serta ada campur tangan dari Amerika Serikat yang memulai peran perang gerilya. Perang inilah yang mengakhiri Era Perang Dingin antara Blok Kapitalis dan Komunis. Afghanistan dan negara Uni Soviet terlibat di dalam perang tersebut dan berupaya agar Afghanistan tetap pada kerjasamanya dengan Uni Soviet yang beraliran komunis. Pasukan Soviet menghadapi serangan pemberontak yang terus-menerus dan kebanyakan warga Afghanistan yang tersisihkan dan teraniaya bergabung dengan pemberontak. Selain itu, Uni Soviet juga mendapat kecaman internasional akibat tindakannya di Afghanistan. Setelah 10 tahun bertempur, Uni Soviet akhirnya menarik pasukannya dari Afghanistan pada tahun 1989. Konflik tersebut mengakibatkan kematian kurang lebih 1,5 juta manusia dan terdapat banyak korban luka dan pengungsi. Konflik ini memberikan pengetahuan bahwa ada konsekuensi yang besar bagi negara yang mencoba untuk memaksakan kehendaknya kepada negara lain. Kemudian ada pembelajaran tentang strategi yang digunakan Afghanistan dan militan yang terbentuk di Afghanistan mampu memukul mundur Soviet.  Selanjutnya pembelajaran yang dapat diambil yaitu negara inferior mampu mengalahkan negara superior dengan taktik gerilya dan pasukan yang militan.
EFEKTIFITAS DRONE DALAM MENGHADAPI PERANG HIBRIDA DI PERAIRAN INDONESIA Dina Inda Rosyida, Esa; Sutanto, Rudy; Yudho Prakoso, Lukman
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 11, No 9 (2024): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v11i9.2024.3822-3832

Abstract

Dalam konteks perang hibrida di perairan Indonesia, penggunaan drone telah menjadi solusi yang semakin penting untuk meningkatkan keamanan maritim. Dalam menghadapi ancaman yang semakin kompleks, drone dapat menjadi alat yang efektif untuk pengawasan, deteksi, dan respons cepat terhadap kegiatan yang mencurigakan. Namun, implementasi drone di Indonesia masih dihadapkan pada sejumlah tantangan yang perlu diatasi. Salah satunya adalah keterbatasan infrastruktur komunikasi yang dapat mempengaruhi koneksi dan pengiriman data dari drone ke pusat kontrol. Selain itu, regulasi yang belum matang juga dapat menjadi hambatan dalam pemanfaatan drone untuk keamanan perairan. Diperlukan upaya untuk menyusun regulasi yang mendukung penggunaan drone secara efektif dan aman. Selain itu, pentingnya pelatihan yang intensif bagi personel yang akan mengoperasikan drone juga harus diperhatikan. Keterampilan teknis dan pemahaman yang mendalam mengenai penggunaan drone dalam konteks keamanan perairan perlu ditingkatkan melalui pelatihan yang berkualitas. Untuk mengoptimalkan penggunaan drone, saran-saran seperti peningkatan investasi dalam infrastruktur teknologi, penyusunan regulasi yang mendukung, pelatihan personel yang intensif, dan peningkatan kerja sama internasional dapat menjadi langkah-langkah yang perlu dilakukan. Dengan mengatasi tantangan ini dan mengikuti saran-saran tersebut, Indonesia dapat memanfaatkan potensi drone secara maksimal dalam menjaga keamanan perairan dan menghadapi ancaman perang hibrida dengan lebih efektif. Hal ini akan membantu meningkatkan keamanan maritim Indonesia dan melindungi kepentingan nasional di perairan Indonesia.
PERAN MEDIA SOSIAL DALAM UPAYA MENANGKAL RADIKALISME DAN TERORISME (STUDI KASUS INSTAGRAM @AKUTAHU) Rizania, Risa; Gustarina Cempaka Timur, Fauzia; Sutanto, Rudy
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 10, No 9 (2023): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v10i9.2023.4517-4527

Abstract

Peran media sosial saat ini semakin besar, termasuk dalam hal penyebaran paham radikalisme dan terorisme. Media sosial juga memiliki kapasitas untuk tidak saja menangkal radikalisme dan terorisme, tetapi juga melakukan penyebaran konten radikal positif sebagai kontra dari radikalisme dan terorisme yang hingga kini masih menyebar di internet, termasuk di media sosial.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran media sosial yaitu oleh media sosial Instagram Media AKUTAHU dalam akun @akutahu dalam upaya menangkal radikalisme dan terorisme. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif, dengan pengambilan data melalui wawancara, observasi dan kajian pustaka. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu bahwa instagram @akutahu memiliki peran sebagai sumber informasi, sebagai media kampanye kontra-radikalisasi, sebagai wadah partisipasi masyarakat serta sebagai sarana pemantauan opini publik. Selain itu Media AKUTAHU juga berperan dalam menyajikan konten radikal positif sebagai salah satu bentuk kontra terhadap narasi paham radikalisme dan terorisme di Indonesia
PERAN VITAL DIPLOMASI MARITIM DALAM MENJAGA STABILITAS LAUT INDONESIA Musayyab, Said; Sutanto, Rudy; Susmoro, Harjo
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 11, No 10 (2024): NUSANTARA : JURNAL ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v11i10.2024.4059-4065

Abstract

Artikel ini mengkaji peran diplomasi maritim dalam menjaga stabilitas dan keamanan laut Indonesia. Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia menghadapi berbagai tantangan maritim, termasuk penangkapan ikan ilegal, perompakan, dan sengketa wilayah. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diplomasi maritim memainkan peran krusial dalam menegakkan hukum di laut, mendorong kerja sama internasional, menyelesaikan sengketa secara damai, dan melestarikan lingkungan laut. Namun, Indonesia masih menghadapi tantangan dalam implementasi diplomasi maritim, termasuk kurangnya koordinasi antar instansi dan kebutuhan untuk meningkatkan kesadaran publik tentang isu-isu maritim. Penelitian ini menyoroti pentingnya penguatan kapasitas diplomatik dan maritim Indonesia untuk mewujudkan visi sebagai poros maritim dunia.
Analisis Efektifitas Kerjasama TNI-Polri untuk Menangani Destructive Fishing Guna Mendukung Ekonomi Biru dalam Rangka Pembangunan Nasional Alam, Saiful; Sutanto, Rudy; Purwanto, Sigit
Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 6 No. 11 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/japendi.v6i11.8758

Abstract

Ancaman praktik destructive fishing seperti pengeboman dan penggunaan racun di wilayah perairan Indonesia telah menimbulkan kerusakan ekosistem laut yang serius, menurunkan stok ikan, serta mengganggu stabilitas ekonomi dan ketahanan pangan nasional. Sebagai respons, sinergi antara Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) menjadi elemen kunci dalam penegakan hukum dan pengawasan maritim. Penelitian ini menganalisis efektivitas kerja sama antara Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dalam menanggulangi praktik destructive fishing sebagai bagian dari strategi nasional menuju pembangunan Ekonomi Biru. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus, yang dilaksanakan di wilayah kerja Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Lantamal) V Surabaya dan Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Jawa Timur. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan studi dokumentasi terhadap enam informan kunci lintas institusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerja sama TNI–Polri diwujudkan dalam empat bentuk utama, yaitu patroli laut gabungan, pertukaran data intelijen, forum koordinasi lintas sektor, dan penyuluhan masyarakat pesisir. Sinergi ini terbukti menurunkan pelanggaran hukum di laut dan meningkatkan kesadaran hukum nelayan. Namun demikian, efektivitasnya masih terkendala oleh tumpang tindih kewenangan, perbedaan rantai komando, keterbatasan sumber daya, serta tekanan ekonomi masyarakat pesisir. Penelitian ini merekomendasikan pembentukan Joint Maritime Command yang mengintegrasikan TNI–Polri dengan instansi maritim lainnya, modernisasi sistem pengawasan laut berbasis teknologi, serta pemberdayaan masyarakat pesisir sebagai mitra strategis pertahanan nirmiliter untuk mendukung ketahanan maritim dan pembangunan nasional berkelanjutan.
Era Pertahanan Laut Baru di Indo-Pasifik melalui Kerjasama Keamanan AUKUS Sebagai Respons terhadap Kekuatan Dominasi China Arum, Dyah Sekar; Prakoso, Lukman Yudho; Sutanto, Rudy
Jurnal Penelitian Inovatif Vol 4 No 3 (2024): JUPIN Agustus 2024
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jupin.463

Abstract

China telah mengebangkan kekuatan dominasinya di Kawasan Indo-Pasifik baik dari sisi militer atau keamanan maupun ekonomi dan infrastruktur. Munculnya inisiatif kerjasama keamanan trilateral AUKUS dinilai sebagai tanggapan atas ekspansi militer China di kawasan Indo-Pasifik, yang melibatkan Amerika Serikat, Inggris, dan Australia. AUKUS juga telah menjadi sebuah respons strategis yang bertujuan untuk memperkuat kapabilitas pertahanan laut Australia melalui pengembangan teknologi kapal selam bertenaga nuklir. Kerjasama ini, bertujuan berbagi teknologi canggih, intelijen, dan sumber daya pertahanan, AUKUS diharapkan dapat menjadi pilar baru dalam arsitektur pertahanan laut di Indo-Pasifik. Penelitian ini menggambarkan adanya dinamika keamanan regional terkini dan menyoroti pentingnya kerjasama keamanan internasional dalam menghadapi tantangan keamanan yang kompleks di era globalisasi dan persaingan kekuatan besar. Sehingga penelitian ini akan terfokus terhadap dinamika tersebut. Adapun penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif deskritif dalam menganalisis adanya kerjasama keamanan AUKUS dengan kekuatan dominasi China.
Interoperability Strategy Of The Indonesian National Armed Forces And National Police In Securing National Food Resources Through A Holistic Security Approach Pria Budi; Rudy Sutanto; Sigit Purwanto
International Journal Of Humanities Education and Social Sciences (IJHESS) Vol 5 No 4 (2026): IJHESS FEBRUARY 2026
Publisher : CV. AFDIFAL MAJU BERKAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55227/ijhess.v5i4.2071

Abstract

Food security is a vital component of national stability, particularly amid multidimensional threats such as climate change, land-use conversion, and illegal food distribution. Riau Province faces serious food security vulnerabilities due to environmental degradation, frequent forest and land fires, and a strong dependence on external food supplies. These conditions highlight the urgent need for an integrated food security strategy supported by synergy among defense and security institutions. This study analyzes the interoperability strategy between the Indonesian National Armed Forces (TNI) and the Indonesian National Police (Polri) in securing national food resources through a holistic security approach, with a specific focus on Riau Province and Pekanbaru City. Using a qualitative descriptive method and a case study approach, the research incorporates policy analysis, literature review, and secondary data from government agencies. The findings indicate that TNI–Polri coordination remains fragmented and lacks a structured interoperability mechanism. Key challenges include weak policy alignment, limited data sharing, and insufficient technological support for monitoring. Nevertheless, synergy opportunities exist through establishing a joint command center, developing technology-based food intelligence systems, and strengthening cross-sectoral regulatory frameworks. Overall, a holistic TNI–Polri interoperability strategy offers a strategic pathway to reinforce food security and enhance national resilience against non-traditional threats
Co-Authors Achmad Mirza Apriansyah Achmad Zainuri Achmad Zainuri Achmad Zainuri Adriyanto, Agus agus dwi catur Agus Dwi Catur Ahmad G. Dohamid Alam, Saiful Albubaroq, Hikmat Zakky Amir Kasman Anak Agung Alit Triadi Arif Mulyanto Arif Mulyanto, Arif Arman, Andi Arum, Dyah sekar Bambang Marwoto Bastian, Muhammad Arkhan Maulana BUDI PRAMONO Cempaka T, Fauzia G D.K. Putra Daniel Pasaribu, Nico Darmo, Sujita Demo Putra Didin F Fane, Didin F Didin S. Fane, Didin S. Dina Inda Rosyida, Esa Djoko Suseno Dyah Aryati Nugraha Ningsih Emmy dyah S Fauzia Gustarina Cempaka Timur Gilang Rezeki, Gilang Habibi, Muhammad Al Fatih Hadinata, Tri Halkis, Mhd. Halkis, Muhammad. Hanifudin, Achmad Fauzan Harahap, Sahnan Sulaiman Harisman Jaya, Harisman Hendry Sakke Tira Hendry Sakke Tira, Hendry Sakke I Gede Bawa Susana I Kade Wiratama I Made Mara I Wayan Joniarta I.G.B. Dipa Maha Putra, I.G.B. Dipa Maha Ida Bagus Alit Irfan Fahmi Nooryadi Irfan Fahmi, Irfan Ivan Yulivan James Julian Kurnia, Dedi Kusuma Wardani Kusuma Wardani KUSUMA WARDANI Kusuma, Hendri Puja Lalu Sultan Giri Tanjung Latief, Mohammad Nurdin Al Limbong, Benny Leonardo M. Helmi M. Mirmanto, M. Made - Wirawan Made Mara, Made Made Wijana made wirawan Made Wirawan Made Wirawan, Made Maharsa Pradityatama Mahendra, Esa Ramdhan Ardi Mahroza, Jonni Mas'ud Mas'ud Mhd. Halkis Mirmanto Mirza Apriansyah, Achmad Mitro Prihartoro Muhamad Hilmi, Muhamad Muhamad Noor Gibran Musayyab, Said N. Nurchayati N. Nurchayati, N. Nasmi Herlina Sari Nopiyani, Nopiyani Nur Kaliwantoro Nurchayati Nurchayati Nurchayati Nurchayati Padmiatmi, Pandri Pandri Pandiatmi Pandri Pandiatmi Paryanto Dwi Setyawan Prakoso, Lukman Yudho Prasetyo, Soya Ani Pratama Kamarulah, Rizki Prayitno, Arief Pria Budi Prihantoro, Kasih Prihartoro, Mitro Priyanto Priyanto Pujo Widodo, Pujo Purwantoro, Susilo Adi Raden Ruli Basuni Rahmadi, Fakhmi Caesar Reksoprodjo, Agus Hasan S Risa Rizania Rizania, Risa Ronika, Yulia Febi Zita Rostika, Rostika Rusli, Fauzi Sapriduan, Sapriduan Sigit Purwanto Sigit Purwanto Sinarep Sinarep Sinarep Sinarep Soya Ani Prasetyo Sri Patmi, Sri Sugiarta, Yannisa Rakhmani Sugiman . Suhirwan, Suhirwan Sujita Darmo Sujita Darmo Sujita Sujita Sujita, Sujita Sultan Sultan Sultan Sultan Suparman Ahmadi Suparman Ahmadi, Suparman Susmoro, Harjo Suteja Suteja Syahrul Syahrul Syahrul Syamiajaya, Arh Nur Afiad Timur, Fauzia Gustarina Cempaka Tira, Hendry Tri - Rachmanto Tri Rachmanto Tulodo, Habibi Tri Uksan, Arifuddin Ulayo, Muhammad Ramdhan Ulhaq M, Faiq Dhiya Warka, I Wayan Wirawan Made Yannisa Rakhmani Sugiarta Yesung Allo Padang Yesung Allo Padang, Yesung Allo Yudha, Eka Mahatva Yudhyadi I.G.N Yulia Febi Zita Ronika Zaini, Ansori Zaiunuri, Ahmad