p-Index From 2021 - 2026
9.284
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi Publikasi Pendidikan Ulul Albab: Jurnal Studi Islam Journal of Education and Learning (EduLearn) JUPIIS: Jurnal Pendidikan Ilmu-ilmu Sosial Paramita: Historical Studies Journal Cendekia Jurnal Ushuluddin Auladuna AT TA´DIB Conciencia Jurnal Sejarah Citra Lekha Ta'allum: Jurnal Pendidikan Islam Wahana Akademika: Jurnal Studi Islam dan Sosial Religious: Jurnal Studi Agama-Agama dan Lintas Budaya Masyarakat, Kebudayaan dan Politik Naturalistic : Jurnal Kajian dan Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Al Ishlah Jurnal Pendidikan Jurnal Pendidikan Agama Islam Al-Thariqah Jurnal Pendidikan (Teori dan Praktik) AL-IDARAH: JURNAL KEPENDIDIKAN ISLAM AL-ATHFAL : JURNAL PENDIDIKAN ANAK Jurnal Ilmiah Iqra' Tarbawi : Jurnal Pendidikan Islam Pendas : Jurnah Ilmiah Pendidikan Dasar JPPI | Jurnal Penelitian Pendidikan Islam Udayana Journal of Law and Culture PARAMUROBI At-Ta'lim : Media Informasi Pendidikan Islam Al-Ta'lim Murobbi: Jurnal Ilmu Pendidikan Islamika: Jurnal Keislaman dan Ilmu Pendidikan Jurnal Penelitian Pembelajaran Matematika Sekolah Edification Journal : Pendidikan Agama Islam Al-Bahtsu : Jurnal Penelitian Pendidikan Islam AS-SABIQUN: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini International Journal of Asian Education Wahana Akademika: Jurnal Studi Islam dan Sosial jurnal dikdas bantara Awwaliyah Ngabari: Jurnal Studi Islam dan Sosial LITERATUR: Jurnal Bahasa, Sastra dan Pengajaran BIOCHEPHY: Journal of Science Education Jurnal Tana Mana Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Cendekia: Jurnal Kependidikan dan Kemasyarakatan Journal of the Community Development in Asia JP (Jurnal Pendidikan) : Teori dan Praktik Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia Innovative: Journal Of Social Science Research Kartika: Jurnal Studi Keislaman TOFEDU: The Future of Education Journal Ghaitsa: Islamic Education Journal Nuansa: Jurnal Penelitian Ilmu Sosial dan Keagamaan Islam aktivisme: Jurnal Ilmu Pendidikan, Politik dan Sosial Indonesia Abdurrauf Journal of Education and Islamic Studies attufula Al-Bahtsu: Jurnal Penelitian dan Pendidikan Islam Ta'allum: Jurnal Pendidikan Islam JPT : Jurnal Pendidikan Tematik Manthiq : Jurnal Filsafat Agama dan Pemikiran Islam At-Ta'lim : Media Informasi Pendidikan Islam
Claim Missing Document
Check
Articles

Relevansi Ontologis dalam Perkembangan Filsafat Ilmu Pengetahuan Riadi, Dayun; Suradi, Ahmad; Sulistri, Sulistri; Anggita, Lonie; Norvaizi, Ikhrom
Abdurrauf Journal of Education and Islamic Studies Vol. 2 No. 1 (2025): Abdurrauf Journal of Education and Islamic Studies
Publisher : Yayasan Abdurrauf Cendekia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70742/arjeis.v2i1.316

Abstract

This article discusses the development of science that is fundamentally closely related to the role of philosophy, particularly from an ontological perspective. Science functions to elaborate on the phenomena of the universe, while philosophy aims to explain these phenomena with truths obtained through thought based on experience. Therefore, the advancement of science also reinforces the position of philosophy, whose goal is to discover true truths, especially in the context of present-day education. The method of this research is a literature study utilizing secondary data from library sources, documents, and scientific journals. Data was collected through note-taking and literature review related to traditional games. The researcher acted as the main instrument, analyzing the data through reduction, presentation, and simultaneous conclusion drawing to produce conclusions from the literature study. The ontology of science focuses on examining whether a field of knowledge truly exists or not. For instance, in the context of Islamic Educational Management, what is discussed ontologically is not only the existence of its study program but also whether the knowledge taught within it really exists and whether it is different from Educational Management in general. Ontological review is very important in the development of knowledge. By understanding what is considered real and how existence is defined in various disciplines, scholars can build more robust theories philosophically. Ontology is not just an abstract theory, but the foundation that determines the direction and validity of scientific knowledge. Ontological review provides a deep understanding of the metaphysical foundations of knowledge. Abstrak: Artikel ini membahas perkembangan ilmu pengetahuan yang pada dasarnya sangat terkait dengan peran filsafat terkhusus dari tinjauan ontologis. Ilmu pengetahuan berfungsi untuk menguraikan fenomena alam semesta, sementara filsafat bertugas menjelaskan fenomena tersebut dengan kebenaran yang diperoleh melalui pemikiran berdasarkan pengalaman. Oleh karena itu, kemajuan ilmu pengetahuan juga turut memperkuat posisi filsafat, yang tujuannya adalah menemukan kebenaran sejati, terutama dalam konteks pendidikan masa kini.Metode penelitian ini adalah studi pustaka dengan menggunakan data sekunder dari sumber perpustakaan, dokumen, dan jurnal ilmiah. Data dikumpulkan melalui pencatatan dan kajian literatur terkait permainan tradisional. Peneliti berperan sebagai instrumen utama, menganalisis data melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan secara simultan untuk menghasilkan kesimpulan studi literatur.Ontologi ilmu berfokus pada pemeriksaan apakah suatu ilmu pengetahuan benar-benar ada atau tidak. Misalnya, dalam konteks Manajemen Pendidikan Islam, secara ontologis yang dibahas bukan hanya keberadaan program studinya, tetapi juga apakah ilmu yang diajarkan di dalamnya benar-benar ada dan apakah berbeda dengan Manajemen Pendidikan pada umumnya.Tinjauan ontologis sangat penting dalam pengembangan ilmu pengetahuan. Dengan memahami apa yang dianggap nyata dan bagaimana keberadaan didefinisikan dalam berbagai disiplin ilmu, para ilmuwan dapat membangun teori yang lebih kokoh secara filosofis. Ontologi bukan sekadar teori abstrak, tetapi fondasi yang menentukan arah dan validitas suatu pengetahuan ilmiah. Tinjauan ontologis memberikan pemahaman mendalam tentang fondasi metafisik dari ilmu pengetahuan. Kata kunci: Relevansi, ontologis; filsafat, ilmu pengetahuan
MEDIA PEMBELAJARAN MONOPOLI ARITMATIKA SOSIAL (MONAS) BERBASIS KONTEKSTUAL DALAM MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIS SISWA KELAS VII SMPIT IQRA’ KOTA BENGKULU Angelica, Laura; Suradi, Ahmad; Saltifa, Poni
JP2MS Vol 9 No 2 (2025): Agustus
Publisher : Program Studi S1 Pendidikan Matematika FKIP Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jp2ms.9.2.214-224

Abstract

Peserta didik yang kurang aktif dan tidak terlibat dalam pelajaran adalah alasan penelitian ini dilakukan. Pembelajaran yang kurang efektif juga disebabkan oleh kurangnya penggunaan media pembelajaran. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah siswa dapat lebih memahami konsep matematis dengan menggunakan media pembelajaran monopoli aritmatika sosial yang berbasis kontekstua. Metode penelitian Research and Development (R&D) digunakan untuk mengembangkan media pembelajaran ini, dan model pengembangan yang digunakan adalah ADDIE dengan lima tahapan. Peserta didik kelas VII SMPIT Iqra’ Kota Bengkulu adalah subjek penelitian ini. Instrumen penelitian ini terdiri dari lembar validasi ahli media, materi dan instrumen tes yang sesuai dengan indikator kemampuan pemahaman konsep matematis siswa. Berdasarkan hasil perhitungan N-gain, dan uji-t, dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran monopoli aritmatika sosial berbasis kontekstual efektif digunakan dalam meningkatkan kemampuan pemahaman konsep matematis siswa, tidak hanya itu saja media pembelajaran monopoli aritmatika sosial (Monas) juga dapat mendukung pengembangan keterampilan belajar abad-21.
Analisis Dampak Transformasi Pendidikan Pesantren Terhadap Penanaman Jiwa Keikhlasan Santri di Pondok Pesantren Suradi, Ahmad
Ta'allum: Jurnal Pendidikan Islam Vol 6 No 1 (2018)
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21274/taalum.2018.6.1.197-218

Abstract

This article aims to examine the impact of the transformation of pesantren education on the cultivation of santri's sincere values ​​in pesantren. The method used in the discussion of this article is descriptive qualitative method, which comes from interviews and observations in the field. This article discusses that the impact of the transformation of pesantren education today, not only changed the socio-cultural base and knowledge of santri alone, but also influenced the values ​​of the spirit of santri sincere in boarding schools. Therefore, major changes made by kyai to pesantren institutions today have an impact on the sincere behavior of santri in everyday life. In terms of planting the values ​​of the soul of sincerity in the boarding school is expected to open and flexible to the development of the world, but still provides a filter for its basic value is not fade (Islamic teachings). Because, as opposed to the current, as hard as it retains, in the end it will sooner or later be carried away as well. This process is a natural law that can not be dammed, but it needs to be addressed the present situation wisely, so as not to conflict with the basic Islamic teachings. It is not an alternative choice that crossed the way, but is an accumulation of the values ​​of life experienced by pesantren throughout its history, leaving no soul of sincerity or traditions.
Video Animasi Interaktif Dalam Pembelajaran Matematika Di SMPN 7 Kota Bengkulu Anissa Putri Zaini; Suradi, Ahmad; Saltifa, Poni
JP2MS Vol 9 No 2 (2025): Agustus
Publisher : Program Studi S1 Pendidikan Matematika FKIP Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jp2ms.9.2.225-234

Abstract

Penggunaan media pembelajaran sangat membantu proses pembelajaran didalam kelas. Media pembelajaran hendaknya mendukung terjadinya interaksi aktif dari peserta didik. Terlibatnya peserta didik secara langsung dalam pelajaran akan memudahkan mereka untuk memahami materi yang disampaikan. Salah satu media pembelajaran yang bisa digunakan adalah video animasi interaktif. Dalam mengembangkan video ini diharapkan membantu peserta didik dalam memahami materi kesebangunan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana pembuatan video animasi interaktif. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan atau Reseach and Development dengan menggunakan desain ADDIE sebagai model penelitiannya. Model ini terdiri dari 5 tahapan yaitu analisis (analysis), desain (design), pengembangan (development), implementasi (implementation) dan evaluasi (evaluation). Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa video animasi interaktif valid untuk digunakan di sekolah dengan nilai kevalidannya sebesar 92,33%. Hasil belajar peserta didik juga mengalami peningkatan secara signifikan dengan nilai n gainnya adalah 78,63% sehingga dapat dikatakan bahwa video animasi interaktif efektif dijadikan sebagai media pembelajaran dalam menyampaikan materi kesebangunan.
The Politics of Islamophobia in Indonesia: Reacting Religious Issues in Politics Aryati, Ani; Suradi, Ahmad; Marpuah, Siti
Religious: Jurnal Studi Agama-Agama dan Lintas Budaya Vol. 8 No. 1 (2024)
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/rjsalb.v8i1.11657

Abstract

This research analyses the political ramifications of Islamophobia in Indonesia, particularly how the apprehension linked to radical Islamic ideologies shapes the responses of government and political entities. Utilising a qualitative library research approach, this paper scrutinises an array of academic books, peer-reviewed journals, and scholarly articles to explore the interplay between religious anxieties and political measures. The findings indicate that the government's approach to combating perceived threats from Islamic movements involves strict enforcement of Pancasila, alleviation of fears regarding the replacement of national ideology by a caliphate, and promotion of religious moderation to deter extremism. The study highlights the politicisation of radicalism and Islamophobia, revealing the strategic use of these concerns to influence public policy and political discourse in Indonesia.
Penerapan Emosional Spiritual Questiont (ESQ) Pada Pendidikan Agama Islam Petorena, Refda; Suradi, Ahmad; Iqbal, Moch
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 5 (2023): Innovative: Journal of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis Ghazali tentang konsep emosional dan spiritual (ESQ) pada pendidikan agama Islam. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan. Pengumpulan data dilakukan dengan telaah dokumen yaitu buku-buku dan jurnal penelitian tentang konsep emosional dan spiritual (ESQ) pada pendidikan agama Islam. sedangkan teknik analisis data menggunakan analisis isi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Emosional spiritual quetiont (ESQ) dalam Pendidikan Agama Islam menjadi menolong individu menguatkan iman, akidah, dan pengetahuan terhadap Tuhannya dengan hukum-hukum, ajaran-ajaran dan moral agamanya. Kecerdasan Emosional dalam pendidikan Agama Islam disebut dengan kognitif Qalbiyah karena hati merupakan pusat pendidikan akhlak. Selain itu Spiritual terdiri empat komponen yaitu, qalb (hati/jiwa), roh (al-ruh), an-nafs (nafsu) dan akal (al-‘aql). Keempat komponen yang menjadikan diri manusia memiliki kecerdasan spiritual question untuk mencapai kesempurnaan. sehingga emosional spiritual mampu mengubah setiap perilaku dan kegiatan berdasarkan keyakinannya (iman) kemampuan untuk memotivasi diri dan bertahan mengahadapi frustasi, mengendalikan dorongan hati, dan tidak melebih-lebihkan kesenangan, mengatur suasana hati dan menjaga agar beban stres tidak melumpuhkan kemampuan berpikir, berempati, dan berdoa. Emosional spiritual quetiont (ESQ) yang diterapkan pada pendidikan Agama Islam di Indonesia di masa saat ini masih berdasarkan pendidikan pada masa Al-ghazali di Nizhamiyah yaitu: adanya ruang kelas yang diatur dengan sistem jenjang sesuai dengan perkembangan usia anak. pola asrama, sebagaimana dikembangkan oleh pondok pesantren. Selain itu konsep pendidikan Imam Al-Ghazali di Indonesia adalah menekankan penguasaan materi pelajaran dengan cara menghafal pada tingkat dasar, dan memahami pada tingkat lebih lanjut (aspek kognitif), kemudian menekankan praktek terhadap materi pelajaran melalui sistem riyadhah (ibadah amaliyah) (aspek psikomotorik), dan menekankan penghayatan pelajaran dalam kehidupan sehari-hari (aspek afektif).
Penanaman Nilai-Nilai Pendidikan Islam Berbasis Multikultural Untuk Menumbuhkan Budaya Toleransi Anak Di Desa Karang Dapo Kecamatan Semidang Gumai Kabupaten Kaur Ripi Anisa, Cintri; Suradi, Ahmad; Nurlaili, Nurlaili
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 5 (2023): Innovative: Journal of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah pada masyarakat multikultural diantaranya sikap etnosentris. Etnosentris merupakan sikap yang menganggap kebudayaannya, dan cara hidupnya yang paling benar dan paling baik, sehingga mengurangi keobjektifan ilmu pengetahuaan, menghambat pertukaran budaya, menghambat proses asimilasi kelompok yang berbeda, sehingga memicu timbulnya konflik sosial dalam masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan penanaman nilai-nilai pendidikan Islam berbasis multikultural untuk menumbuhkan budaya toleransi anak dan kendala yang dihadapinya di Desa Karang Dapo Kecamatan Semidang Gumai Kabupaten Kaur. Menggunakan metode kualitatif deskriptif, dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan sebagai berikut: Proses Penanaman nilai-nilai pendidikan multikultural di Desa Karang Dapo Petama, dengan melakukan komunikasi secara verbal yang merupakan tahap awal berupa penjelasan mengenai nilai-nilai pendidikan Islam berbasis multikultural seperti pentingnya kesatuan dalam keragaman etnis, agama, Bahasa dan budaya dalam kehidupan bermasyarakat Kedua, melakukan komunikasi dua arah merupakan tahap kedua dengan interaksi langsung dengan anak tentang budaya toleransi seperti sikap atau perilaku yang menerima dan menghargai suatu perbedaan sosial budaya yang ada di lingkungan kehidupannya. Ketiga, tahap pembentukan budaya toleransi yang merupakan tahap akhir dari penanaman nilai-nilai pendidikan Islam multicultural dalam menumbuhkan budaya toleransi, baik interaksi fisik, interaksi batiniah, kepribadian maupun sikap mental, seperti sikap atau perilaku yang mengandung nilai-nilai toleransi, persatuan, kebersamaan, kesetaraan, dan nilai kekerabatan atau persaudaraan. Kendala yang dihadapi dalam penanaman nilai-nilai pendidikan Islam berbasis multikultural untuk membentuk budaya toleransi anak di Desa Karang Dapo, diantaranya kepribadian anak cuek, acuh, dan adanya perilaku kekerasan dan intoleran sesama anak, orang tua cuek, dan sibuk bekerja. Sehingga dapat disimpulkan untuk menumbuhkan budaya toleransi anak melalui penanaman nilai-nilai pendidikan Islam berbasis multicultural yaitu komunikasi dan penumbuhan budaya toleransi persatuan, kebersamaan, kesetaraan, dan persaudaraan. Dengan demikian dapat disarankan untuk menumbuhkan budaya toleransi anak, maka tingkatkanlah penanaman nilai-nilai pendidikan Islam berbasis multukultural.
Peranan Keteladanan Guru Pendidikan Agama Islam dalam Membentuk Karakter Siswa di SMP Islam Miftahul Ulum Kabupaten Mukomuko Mustika, Mustika; Suradi, Ahmad; Ismail, Ismail
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 5 (2023): Innovative: Journal of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karakter siswa masih tergolong lemah, ditandai dengan masih ada siswa tidak disiplin masuk sekolah, tidak berpakaian rapi, buang sampah sembarangan, kurang sopan santun, kurang etika, masih sulit sholat duha dan dzuhur berjamaah bahkan masih terdapat siswa membolos dan merokok di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan keteladanan guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam membentuk karakter siswa SMP Islam Miftahul Ulum, dan untuk mengetahui faktor pendorong dan penghambat, serta solusinya. Menggunakan metode kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakter siswa sudah mulai terbentuk melalui peranan keteladanan guru Pendidikan Agama Islam terlihat dari perbuatan, tingkah laku, perkataan, kepribadian, sikap, integritas dan moral guru. Guru Pendidikan Agama Islam telah membentuk karakter siswa melalui pembiasaan karakter religius, disiplin, tanggung jawab, toleransi, jujur, cinta tanah air, demokratis, dan semangat kebangsaan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa keteladanan guru PAI sangat berperan dalam membentuk karakter siswa khususnya karakter kedisiplinan dan religius, sehingga dapat disarankan untuk meningkatkan karakter religius dan kedisiplinan siswa, maka tingkatkanlah peranan keteladan guru PAI di sekolah.
Internalisasi Nilai-Nilai Agama Islam Pada Generasi Abad 21 dan Implikasinya Dalam Membentuk Karakter Religius Siswa di MAN Kaur Fauzi, Isman; Suhirman, Suhirman; Suradi, Ahmad
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 1 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i1.9029

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis internalisasi nilai-nilai agama Islam pada siswa MAN Kaur dan mengetahui faktor pendukung serta penghambatnya dalam proses membentuk karakter religius siswa pada abad ke-21. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif bersifat deskriptif dalam bentuk penelitian lapangan. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi. Kemudian penulis melakukan keabsahan dengan cara membandingkan data observasi dan wawancara, membandingkan data hasil wawancara dengan isi dokumen laluanalisis data melalui pengumpulan data, pengurangan data, penampilan data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Nilai-nilai religius yang dikembangkan di MAN Kaur adalah Mukhadarah dan sholat dzuhur berjamaah, namun mengenai kemampuan membaca Al-Qur’an dan menutup aurat (khususnya jilbab bagi perempuan) juga menjadi perhatian. Internalisasi yang dilaksanakan di MAN Kaur dengan cara pengenalan, penghayatan, penanaman, pembiasaan, dan pengamalan lalu dievaluasi pada buku tata tertib siswa. Pihak sekolah, mulai dari kepala sekolah, waka kurikulum, waka kesiswaan, dan dewan guru bekerja sama menanamkan nilai-nilai religious pada siswa dengan berbagai cara dan sarana yang mendukung. Adapun faktor pendukung dan penghambat yakni faktor internal yang terdapat dalam diri peserta didik itu sendiri yang memunculkan motivasi dalam memperbaiki diri atau sebaliknya, factor eksternal yang menyangkut dorongan dari keluarga, teman atau kebiasaan sehari-hari semangat para pendidik dan tenaga pendidik sangat bertanggungjawab pada amanah yang di berikan serta pengaruh gadget apalagi abad-21 dengan perkembangan teknologi yang begitu pesat akan membawa siswa pada arus yang lebih baik atau sebaliknya, sedangkan kendala yang dihadapi dalam proses internalisasi di sekolah yakni sedikitnya jumlah guru laki-laki dan sarana prasarana yang belum memadai, misalnya ukuran mushola yang masih kecil sehingga waktu sholat secara bergantian, dan lain-lain
Strategi Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Pembentukan Karakter Religius Siswa di Era Globalisasi di SMA IT Iqra’ Kota Bengkulu Umartin, Dodi; Suradi, Ahmad; Khairiah, Khairiah
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 1 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i1.9135

Abstract

Penelitian ini bertujuan ujuan penelitian ini untuk memetakan dan mendeskripsikan strategi guru pendidikan agama Islam dalam pembentukan karakter religius siswa di era globalisasi di SMA IT Iqra" Kota Bengkulu, dan untuk mengetahui faktor penghambat dan pendukung dalam pembentukan karakter religius siswa di era globalisasi. Jenis Penelitian kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi karakter religius siswa di SMA IT Iqra" Kota Bengkulu terbilang bagus, hal itu ditunjukkan dengan sikap siswa yang mau diajak membenahi karakter religius, kemudian strategi guru Pendidikan Agama Islam dalam membentuk karakter religius siswa terdiri dari 3 program, yaitu power strategi, persuasive strategi dan normative reduction dengan strategi yang digunakan masih terdapat beberapa kendala dari guru yang lain dan dukung kendala dari siswa itu sendiri. Untuk faktor pendukung dan penghambat dalam membentuk karakter religius dengan cara; pertama, menggerakkan orang dalam yaitu peran dari seorang guru, waka kesiswaan (tim kesiswaan), tata tertib sekolah, janji siswa, dan factor teman atau pergaulan siswa, kedua, menggerakkan orang luar yaitu peran orang tua atau wali murid. Kemudian faktor penghambatnya adalah kurangnya kesadaran siswa tentang pentingnya cinta damai, egoism peserta didik, dan pergaulan siswa. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa strategi guru pendidikan agama Islam sangat penting dalam pembentukan karakter religius siswa di era globalisasi. Sehingga dapat disarankan jika ingin membentuk karakter religius siswa, maka tingkatkan strategi guru di sekolah.
Co-Authors Abdullah Idi Afriyani, Lilis Agustina, Rahma Ayu Ai Siti Hodijah Al Fauzan Amin Ali Akbarjono Amin, Al Fauzan Andrea, Cecen Angelica, Laura Anggita, Lonie Ani Aryati Anissa Putri Zaini Anita, Putri Surya Aprianti, Nefi Astuti, Dina Putri Juni Atina Bintang, Putri Budrianto Budrianto Buyung Surahman Candra, Pasmah Dayun Riadi Debi Tambudi Deko Rio Putra Diniah, Diniah dusti tatri, Ema Dwi Ratnasari Dwiyanti, Marsella Sri Eka Citra Dewi, Desy Eka Putri, Meissy Ela Winda Sari Emiliana Eva Susanti Farinda, Arin Fauzi, Isman Fitriani, Depi Furkan Maryedho Gustari A, Nopian Gustari, Nopian Heni Pujiastuti Hery Noer Aly Hery Noer Aly Ilusti, Ilusti Iqbal, Moch Ismail Ismail Isti Hawa John Kenedi Jumadil Awali Habibullah Khairiah Khairiah Khoiri, Qolbi Khoiri, Qolbi Lailatul Mukaromah Latif Yusuf Arifin Lestari, Hemi Lestari, Rika Ayu Mawardi Lubis Mawardi Mawardi Mega Fatimah Rosana Meliyana Meliyana, Meliyana Miftahul Roif Mindani Mindani Moch Iqbal Moch. Iqbal Muhammad Safii Siregar Muharani, Diah Anisa Mustika Mustika Nadia Wulandari Nasrudin, Muhamad Nasution, Adam Ngaisah, Nur Cahyati Nilawati Nilawati Nilawati Nilawati Nilawati Nilawati Nilawati Nilawati Nilawati Ningsi Ningsi Nopian Gustari Nopian Gustari Nopian Gustari Nopita Lestari Norvaizi, Ikhrom Novita, Rahma Nur Janah, Nuri Nurfitria Dewi Nurhaiyah Sormin Nurlaili Nurlaili Nurlaili Oktaviani, Dwi Putri Pane, Mardiani Pasmah Chandra Petorena, Refda Putra, Erik Perdana putri Juni Astuti, Dina Putri, Indira Agleo Putri, Verti Emilia Qolbi Khoiri Rafika Dewi Septia Ria Rizki Ananda Riadi, Dayun Ripi Anisa, Cintri Riyadi, Dayun Rohimin Rohimin Rohimin Rohimin Rotul Mukasafah, Dhaqi Saltifa, Poni Sapruni, Sapruni Sari, Liza Nopita Sari, Meirita Sari, Wenny Aulia Satrisno, Hengki Sefti Triani Seprianti, Tike Siti Imroatul Latifah Siti Marpuah, Siti Sriwanto, Windo SUHIRMAN SUHIRMAN Sukarno Sukarno Sulistri, Sulistri Suroso Suroso Topan Jonian Umartin, Dodi Ummi Kalsum Wahyuningsih, Linda Yani, Neni Putri Yunita Dwi Febriyani Zinora, Indi Zohro, Nailul Padhil Zubaedi