p-Index From 2021 - 2026
8.681
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi Publikasi Pendidikan Ulul Albab: Jurnal Studi Islam Journal of Education and Learning (EduLearn) JUPIIS: Jurnal Pendidikan Ilmu-ilmu Sosial Paramita: Historical Studies Journal Cendekia Jurnal Ushuluddin Auladuna AT TA´DIB Conciencia Jurnal Sejarah Citra Lekha Ta'allum: Jurnal Pendidikan Islam Wahana Akademika: Jurnal Studi Islam dan Sosial Religious: Jurnal Studi Agama-Agama dan Lintas Budaya Masyarakat, Kebudayaan dan Politik Naturalistic : Jurnal Kajian dan Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran AL ISHLAH Jurnal Pendidikan Jurnal Pendidikan Agama Islam Al-Thariqah Jurnal Pendidikan (Teori dan Praktik) AL-IDARAH: JURNAL KEPENDIDIKAN ISLAM AL-ATHFAL : JURNAL PENDIDIKAN ANAK Jurnal Pendidikan Islam Iqra' Tarbawi : Jurnal Pendidikan Islam Pendas : Jurnah Ilmiah Pendidikan Dasar JPPI | Jurnal Penelitian Pendidikan Islam Udayana Journal of Law and Culture PARAMUROBI At-Ta'lim : Media Informasi Pendidikan Islam Al-Ta'lim Murobbi: Jurnal Ilmu Pendidikan Islamika: Jurnal Keislaman dan Ilmu Pendidikan Jurnal Penelitian Pembelajaran Matematika Sekolah Edification Journal : Pendidikan Agama Islam Al-Bahtsu : Jurnal Penelitian Pendidikan Islam AS-SABIQUN: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini International Journal of Asian Education Wahana Akademika: Jurnal Studi Islam dan Sosial jurnal dikdas bantara Awwaliyah Ngabari: Jurnal Studi Islam dan Sosial LITERATUR: Jurnal Bahasa, Sastra dan Pengajaran BIOCHEPHY: Journal of Science Education Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Cendekia: Jurnal Kependidikan dan Kemasyarakatan Journal of the Community Development in Asia JP (Jurnal Pendidikan) : Teori dan Praktik Prima Magistra: Jurnal Ilmiah Kependidikan Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia Innovative: Journal Of Social Science Research Ghaitsa: Islamic Education Journal Jurnal Pustaka Indonesia Nuansa: Jurnal Penelitian Ilmu Sosial dan Keagamaan Islam aktivisme: Jurnal Ilmu Pendidikan, Politik dan Sosial Indonesia Abdurrauf Journal of Education and Islamic Studies attufula Al-Munawwarah Al-Bahtsu: Jurnal Penelitian dan Pendidikan Islam Ta'allum: Jurnal Pendidikan Islam IJITL JPT : Jurnal Pendidikan Tematik
Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Makna Pendidikan Yang Terkandung Dalam Naskah Petatah Petitih Mengantar Uang Antaran Adat Melayu Bengkulu Di Balai Adat Rajo Penghulu Kota Bengkulu Sebuah Analisis Semiotik Muharani, Diah Anisa; Suradi, Ahmad; Sari, Wenny Aulia
Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpion.v4i2.505

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis Makna Pendidikan Yang terkandung dalam Naskah Petatah Petitih Mengantar Uang Antaran Adat Melayu di Balai Adat Rajo Penghulu Bengkulu. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dokumentasi, dan metode simak, cekam, Catat. Hasil penelitian menunjukan bahwa dalam Naskah Petatah Petitih Mengantar Uang Antaran Adat Melayu Bengkulu bukan hanya sekedar adat istiadat saja tapi memiliki makna pendidikan yang sangat bernilai bagi masyarakat yang bisa kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Pertama, Makna Nilai Pendidikan Religius. Jika dilihat dari Naskah petatah petitihnya Nilai Religius menyampaikan bahwa dalam kehidupan masyarakat, adat istiadat harus berdasarkan hukum yang berlaku, dan hukum itu sendiri harus bersumber dari ajaran agama, khususnya Islam (Kitabullah = Al-Qur'an). Ini merupakan prinsip penting dalam budaya Melayu Bengkulu. Kedua, Nilai Fungsional menyampaikan bahwa fungsi lembaga adat sebagai sistem yang mengatur penerimaan tamu, penghormatan, dan tata hubungan sosial. Naskah petatah petitih tersebut penuh dengan simbol adat dan tata krama dalam menyambut kedatangan tamu dari pihak laki-laki. Ketiga, Nilai Sosiologi menyampaikan bahwa adat sebagai pengatur dan penjaga tatanan kehidupan sosial dan norma serta nilai solidaritas, gotong royong, dan kebersamaan dalam masyarakat.
ISLAMIC EDUCATION IN FACING THE PHENOMENA OF GLOBALIZATION: SURADI, AHMAD
AL-IDARAH: JURNAL KEPENDIDIKAN ISLAM Vol 7 No 2 (2017): AL-IDARAH: JURNAL KEPENDIDIKAN ISLAM
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/alidarah.v7i2.2260

Abstract

Abstract In general, the epistemology of Islamic educational science has three strong tendencies, namely epistemology serve is epistemology which assumes that the source of knowledge is the revelation (text) or reasoning of the text. Irfani epistemology is epistemology which assumes that science is the will (irodah). Burhani epistemology is an epistemology which holds that the source of science is reason. Reason according to this epistemology has the ability to find a variety of knowledge, even in the midwife of religion even though the intellect is able to know it, such as good and bad problems (tansin and tahbih). With this, it is theologically justified from the Qur'an. In the Qur'an many verses are found which speak of knowledge derived from rationality. With that, Islamic education should change the format, form, orientation and educational method with the record not to change the vision, mission and orientation of Islamic teachings themselves, but the changes are only on the outside only, while on the inside is still maintained. In many ways, Islamic education systems and institutions have been modernized and adapted to the demands of development and, with the goal of contemporary Islamic education, not only changed the sociocultural and educational base of the students alone but also the Islamic education is expected to solve the moral and ethical problems of science modern. Keywords: Epistemology, Islamic Educational Philosophy, Globalization 
Relevansi Ontologis dalam Perkembangan Filsafat Ilmu Pengetahuan Riadi, Dayun; Suradi, Ahmad; Sulistri, Sulistri; Anggita, Lonie; Norvaizi, Ikhrom
Abdurrauf Journal of Education and Islamic Studies Vol. 2 No. 1 (2025): Abdurrauf Journal of Education and Islamic Studies
Publisher : Yayasan Abdurrauf Cendekia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70742/arjeis.v2i1.316

Abstract

This article discusses the development of science that is fundamentally closely related to the role of philosophy, particularly from an ontological perspective. Science functions to elaborate on the phenomena of the universe, while philosophy aims to explain these phenomena with truths obtained through thought based on experience. Therefore, the advancement of science also reinforces the position of philosophy, whose goal is to discover true truths, especially in the context of present-day education. The method of this research is a literature study utilizing secondary data from library sources, documents, and scientific journals. Data was collected through note-taking and literature review related to traditional games. The researcher acted as the main instrument, analyzing the data through reduction, presentation, and simultaneous conclusion drawing to produce conclusions from the literature study. The ontology of science focuses on examining whether a field of knowledge truly exists or not. For instance, in the context of Islamic Educational Management, what is discussed ontologically is not only the existence of its study program but also whether the knowledge taught within it really exists and whether it is different from Educational Management in general. Ontological review is very important in the development of knowledge. By understanding what is considered real and how existence is defined in various disciplines, scholars can build more robust theories philosophically. Ontology is not just an abstract theory, but the foundation that determines the direction and validity of scientific knowledge. Ontological review provides a deep understanding of the metaphysical foundations of knowledge. Abstrak: Artikel ini membahas perkembangan ilmu pengetahuan yang pada dasarnya sangat terkait dengan peran filsafat terkhusus dari tinjauan ontologis. Ilmu pengetahuan berfungsi untuk menguraikan fenomena alam semesta, sementara filsafat bertugas menjelaskan fenomena tersebut dengan kebenaran yang diperoleh melalui pemikiran berdasarkan pengalaman. Oleh karena itu, kemajuan ilmu pengetahuan juga turut memperkuat posisi filsafat, yang tujuannya adalah menemukan kebenaran sejati, terutama dalam konteks pendidikan masa kini.Metode penelitian ini adalah studi pustaka dengan menggunakan data sekunder dari sumber perpustakaan, dokumen, dan jurnal ilmiah. Data dikumpulkan melalui pencatatan dan kajian literatur terkait permainan tradisional. Peneliti berperan sebagai instrumen utama, menganalisis data melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan secara simultan untuk menghasilkan kesimpulan studi literatur.Ontologi ilmu berfokus pada pemeriksaan apakah suatu ilmu pengetahuan benar-benar ada atau tidak. Misalnya, dalam konteks Manajemen Pendidikan Islam, secara ontologis yang dibahas bukan hanya keberadaan program studinya, tetapi juga apakah ilmu yang diajarkan di dalamnya benar-benar ada dan apakah berbeda dengan Manajemen Pendidikan pada umumnya.Tinjauan ontologis sangat penting dalam pengembangan ilmu pengetahuan. Dengan memahami apa yang dianggap nyata dan bagaimana keberadaan didefinisikan dalam berbagai disiplin ilmu, para ilmuwan dapat membangun teori yang lebih kokoh secara filosofis. Ontologi bukan sekadar teori abstrak, tetapi fondasi yang menentukan arah dan validitas suatu pengetahuan ilmiah. Tinjauan ontologis memberikan pemahaman mendalam tentang fondasi metafisik dari ilmu pengetahuan. Kata kunci: Relevansi, ontologis; filsafat, ilmu pengetahuan
Penguatan Pembelajaran PAI Melalui Ekstrakulikuler Rohis (Kerohanian Islam) bagi Siswa SMK S 3 Idhata Curup Jonian, Topan; Lubis, Mawardi; Suradi, Ahmad
GHAITSA : Islamic Education Journal Vol. 6 No. 2 (2025): Juni
Publisher : Yayasan Darusssalam Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62159/ghaitsa.v6i2.1237

Abstract

Permasalahan akademik yang muncul ada dua yaitu: Bagaimana pemberian penguatan pembelajaran PAI (Pendidikan agama Islam) melalui ekstrakulikuler Rohis (Kerohanian Islam) bagi siswa SMKS 3 Idhata Curup dan Apa faktor pendukung dan menghambat pelaksanaan penguatan pembelajaran PAI (pendidikan agama Islam) bagi siswa SMKS 3 Idhata Curup. Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui pelaksanaan ekstrakulikuler Rohis (Kerohanian Islam) bagi siswa SMKS 3 Idhata Curup dan untuk mengetahui faktor pendukung dan menghambat pelaksanaan penguatan pembelajaran PAI (pendidikan agama Islam) bagi siswa SMKS 3 Idhata Curup. Metode penelitian ini adalah metode kualitatif, dengan pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi dan dkokumentasi. Hasil Penelitian sebagai berikut: Penguatan pembelajaran PAI di SMKS 3 Idhata Curup dilakukan dengan Bimbingan kerohanian Islam yang diberikan berupa melaksanakan tadarus, sholat dhuha dan dzuhur berjama’ah dilanjutkan dengan berdzikir. Bimbingan kerohanian Islam ini bertujuan untuk membangun perubahan bagi para siswa agar mempunyai kesadaran dari dalam dirinya sendiri agar menjadi lebih baik serta tidak mengulangi pelanggaran. Dan dengan adanya Bimbingan Kerohanian Islam di SMKS 3 Idhata Curupsiswa menjadi lebih termotivasi dengan adanya keinginan untuk belajar serta memberikan hasil kedisiplinan yang cukup baik, karena siswa tidak mengulangi kesalahannya lagi. Faktor-faktor pendukung dan penghambat Rohis pada perannya dalam pelajaran PAI saat ini yakni, dukungan dan dorongan yang besar dari sekolah dan Pembina Rohis terhadap kegiatan yang dilakukan Rohis saat ini berupa materi ataupun tenaga serta dukungan dari beberapa guru dalam memberikan masukkan dan saran terhadap kegiatan-kegiatan Rohis yang berperan pada pelajaran PAI saat ini. Serta hambatan pada peran Rohis terhadap pelajaran PAI saat ini yakni, kurangnya antusiasme siswa untuk bergabung dengan ekstrakurikuler Rohis, serta kurang aktifnya beberapa pengurus Rohis pada saat ini.
MEDIA PEMBELAJARAN MONOPOLI ARITMATIKA SOSIAL (MONAS) BERBASIS KONTEKSTUAL DALAM MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIS SISWA KELAS VII SMPIT IQRA’ KOTA BENGKULU Angelica, Laura; Suradi, Ahmad; Saltifa, Poni
JP2MS Vol 9 No 2 (2025): Agustus
Publisher : Program Studi S1 Pendidikan Matematika FKIP Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jp2ms.9.2.214-224

Abstract

Peserta didik yang kurang aktif dan tidak terlibat dalam pelajaran adalah alasan penelitian ini dilakukan. Pembelajaran yang kurang efektif juga disebabkan oleh kurangnya penggunaan media pembelajaran. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah siswa dapat lebih memahami konsep matematis dengan menggunakan media pembelajaran monopoli aritmatika sosial yang berbasis kontekstua. Metode penelitian Research and Development (R&D) digunakan untuk mengembangkan media pembelajaran ini, dan model pengembangan yang digunakan adalah ADDIE dengan lima tahapan. Peserta didik kelas VII SMPIT Iqra’ Kota Bengkulu adalah subjek penelitian ini. Instrumen penelitian ini terdiri dari lembar validasi ahli media, materi dan instrumen tes yang sesuai dengan indikator kemampuan pemahaman konsep matematis siswa. Berdasarkan hasil perhitungan N-gain, dan uji-t, dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran monopoli aritmatika sosial berbasis kontekstual efektif digunakan dalam meningkatkan kemampuan pemahaman konsep matematis siswa, tidak hanya itu saja media pembelajaran monopoli aritmatika sosial (Monas) juga dapat mendukung pengembangan keterampilan belajar abad-21.
Field-Trip–Based Outdoor Learning Improves Pantun Writing: A Quasi-Experimental Study in an Indonesian Junior High School Cintia, Cintia; Suradi, Ahmad; Putri Juni Astuti, Dina
JPI : Jurnal Pustaka Indonesia Vol. 4 No. 1 (2024): April
Publisher : Yayasan Darussalam Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62159/jpi.v4i2.1272

Abstract

This study examined whether a brief, curriculum-aligned field trip (karyawisata) improves Grade-level students’ ability to write pantun (Indonesian rhymed quatrains). Using a quasi-experimental nonequivalent control-group design in one Indonesian school, two intact classes were assigned to an outdoor-learning sequence (n = 8) or business-as-usual classroom instruction (n = 7). The intervention comprised a genre pre-briefing, directed environmental observation with note sheets, and in-class drafting plus peer/teacher conferencing mapped explicitly to pantun structure (sampiran–isi, imagery, rhyme). Outcomes were assessed with an analytic rubric; two blinded raters scored all scripts and achieved good inter-rater reliability (ICC), and assumption checks supported parametric inference (normality and homogeneity satisfied). Results showed that the experimental class outperformed the control class on the post-test (M = 83.75 vs 71.43), with an independent-samples t confirming a statistically significant advantage, t(13) = 2.236, p = 0.043, mean difference = 12.32 (95% CI [0.42, 24.22]); the standardized effect was large (Hedges’ g ≈ 1.09). Dimension-level patterns indicated the largest gains precisely where the pedagogy targeted imagery & diction and sampiran–isi coherence with positive, smaller trends for rhyme adherence and rhythm/fluency. We conclude that a short, structured field-trip cycle can measurably enhance pantun writing under routine school conditions when observation prompts and feedback loops are aligned with genre features. Schools can timetable compact outdoor-learning units equipped with behavior-anchored rubrics and safety/management SOPs; teacher education should model task–assessment alignment for genre writing; and future research should scale to multi-site clustered trials, include delayed post-tests for retention, and test transfer to other poetry/essay genres.
The Effect of Bengkulu Cultural Portraits on Students’ Descriptive Writing Ability: A Quasi-Experimental Study at MTs Ja-Alhaq Bengkulu Fitri, Nurul; Suradi, Ahmad; Putri Juni Astuti, Dina
JPI : Jurnal Pustaka Indonesia Vol. 4 No. 2 (2024): Agustus
Publisher : Yayasan Darussalam Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62159/jpi.v4i2.1291

Abstract

Writing is a fundamental language skill that plays a critical role in shaping students’ ability to communicate ideas effectively, yet many junior high school students struggle with descriptive writing due to limited vocabulary, lack of imagination, and monotonous teaching methods. This study aimed to examine the effect of integrating Bengkulu cultural portraits as visual media on the descriptive writing ability of seventh-grade students at MTs Ja-Alhaq Bengkulu. A quasi-experimental design was employed with two groups: the experimental group (n = 25) was taught using Bengkulu cultural portraits, while the control group (n = 25) received instruction through conventional methods. Data were collected through pretests and posttests and analyzed using normality, homogeneity, paired-sample t-tests, independent-sample t-tests, and N-Gain scores with the aid of SPSS 25.0. The results demonstrated that the experimental group achieved a higher posttest mean score (M = 76.84) compared to the control group (M = 60.68), with an N-Gain of 0.4656 (47%), indicating a moderate level of effectiveness. Statistical analysis confirmed a significant difference (p = 0.001 < 0.05), showing that the use of Bengkulu cultural portraits substantially improved students’ descriptive writing performance. These findings suggest that integrating local cultural media not only enhances students’ cognitive outcomes in writing but also fosters engagement and cultural awareness. The novelty of this research lies in its focus on Bengkulu cultural artifacts as a contextualized teaching medium, which has been underexplored in previous studies. The implications highlight the importance for educators and policymakers to incorporate local cultural resources into language learning curricula as a strategy to improve academic achievement while simultaneously preserving cultural heritage.
Comparative Analysis of Spoken Language Use in Formal and Non-Formal Communication: A Study of Eighth-Grade Students at MTsN 1 Mukomuko, Indonesia Elvira, Elvira; Suradi, Ahmad; Juni Astuti, Dina Putrsi
JPI : Jurnal Pustaka Indonesia Vol. 4 No. 2 (2024): Agustus
Publisher : Yayasan Darussalam Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62159/jpi.v4i2.1295

Abstract

Spoken language competence is essential for students to adapt to different social and academic contexts, yet many learners face challenges in shifting between formal and non-formal communication registers. This study aimed to analyze differences in spoken language use between formal and non-formal communication contexts among eighth-grade students at MTsN 1 Mukomuko. Using a quantitative ex post facto design, data were collected from 62 students, consisting of 17 in formal situations and 45 in non-formal situations, through questionnaires, observations, documentation, and interviews. The instruments were validated through Pearson’s Product-Moment correlation and achieved strong reliability with a Cronbach’s Alpha coefficient of 0.848. Data were analyzed using descriptive and inferential statistics, including tests of normality, homogeneity, and independent-sample t-tests with a significance threshold of p < 0.05. The results revealed a significant difference in students’ spoken language performance between the two contexts, with higher mean scores observed in non-formal situations (M = 31.46) compared to formal situations (M = 28.70), and the t-test result (t = -2.226, p = 0.030) confirmed the hypothesis. These findings indicate that students display more flexible, expressive, and spontaneous linguistic patterns in non-formal communication, whereas formal contexts require structured and rule-based expression. The novelty of this study lies in its systematic comparison of formal and non-formal spoken language within the same population, offering insights rarely addressed in Indonesian educational research. The implications suggest that educators should design balanced pedagogical strategies that foster both formal accuracy and non-formal fluency to strengthen students’ overall oral communication skills.
Analisis Dampak Transformasi Pendidikan Pesantren Terhadap Penanaman Jiwa Keikhlasan Santri di Pondok Pesantren Suradi, Ahmad
Ta'allum: Jurnal Pendidikan Islam Vol 6 No 1 (2018)
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21274/taalum.2018.6.1.197-218

Abstract

This article aims to examine the impact of the transformation of pesantren education on the cultivation of santri's sincere values ​​in pesantren. The method used in the discussion of this article is descriptive qualitative method, which comes from interviews and observations in the field. This article discusses that the impact of the transformation of pesantren education today, not only changed the socio-cultural base and knowledge of santri alone, but also influenced the values ​​of the spirit of santri sincere in boarding schools. Therefore, major changes made by kyai to pesantren institutions today have an impact on the sincere behavior of santri in everyday life. In terms of planting the values ​​of the soul of sincerity in the boarding school is expected to open and flexible to the development of the world, but still provides a filter for its basic value is not fade (Islamic teachings). Because, as opposed to the current, as hard as it retains, in the end it will sooner or later be carried away as well. This process is a natural law that can not be dammed, but it needs to be addressed the present situation wisely, so as not to conflict with the basic Islamic teachings. It is not an alternative choice that crossed the way, but is an accumulation of the values ​​of life experienced by pesantren throughout its history, leaving no soul of sincerity or traditions.
The Implementation of Independent Learning Curriculum (Merdeka Belajar) at the Primary School Level Hartobi, Suplimi; Suradi, Ahmad; Saputra, Adi
Indonesian Journal of Innovative Teaching and Learning Vol. 1 No. 2 (2024): IJITL, Volume 1, Issue 2 (2024): August-January Period
Publisher : Academia Edu Cendekia Indonesia (AEDUCIA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64420/ijitl.v1i2.181

Abstract

Background: The Independent Learning Curriculum (Merdeka Belajar) is a transformative initiative by the Indonesian Ministry of Education aimed at promoting student-centered learning, flexibility, and character development. Its successful implementation at the primary school level is crucial to achieving national education goals. Objective: This study aims to explore the implementation pattern of the Independent Learning Curriculum at SD Negeri 56 Kota Bengkulu. Method: The research employed a qualitative approach using a case study method. It was conducted at SD Negeri 56 Kota Bengkulu, with data collected through in-depth interviews. Data validity was ensured through triangulation, and analysis was carried out in three stages: data reduction, data presentation, and conclusion drawing. Results: The findings indicate that SD Negeri 56 Kota Bengkulu has implemented the Independent Learning Curriculum effectively. The implementation process includes participation in training and mentoring programs, the development of instructional tools, and regular evaluation of curriculum execution. Conclusion: The school has demonstrated a structured and proactive approach in applying the Independent Learning Curriculum, showing positive steps toward embracing student-centered and flexible learning models. Contribution: This study serves as a valuable reference for school leaders, teachers, and education practitioners in understanding and advancing the implementation of the Independent Learning Curriculum across primary schools.
Co-Authors Abdullah Idi Adi Saputra Agustina, Rahma Ayu Ai Siti Hodijah Al Fauzan Amin Ali Akbarjono Amin, Al Fauzan Andrea, Cecen Angelica, Laura Anggita, Lonie Ani Aryati Ani Aryati Anissa Putri Zaini Anita, Putri Surya Aprianti, Nefi Aryati, Ani Astuti, Dina Putri Juni Atina Bintang, Putri Buyung Surahman Candra, Pasmah Cintia, Cintia Dayun Riadi Diniah, Diniah dusti tatri, Ema Dwi Ratnasari Eka Citra Dewi, Desy Ela Winda Sari Elvira Elvira Emiliana Eva Susanti Fanji Ramadhan Fauzi, Isman Fitri, Nurul Fitriani, Depi Furkan Maryedho Gustari A, Nopian Gustari, Nopian Hartobi, Suplimi Heni Pujiastuti Hery Noer Aly Ilusti, Ilusti Iqbal, Moch Ismail Ismail John Kenedi Jonian, Topan Jumadil Awali Habibullah Juni Astuti, Dina Putrsi Khairiah Khairiah Khoiri, Qolbi Khoiri, Qolbi Lailatul Mukaromah Lestari, Hemi Lestari, Rika Ayu M. Sukarno Mawardi Lubis Mawardi Mawardi Meliyana Meliyana, Meliyana Mindani Mindani Muharani, Diah Anisa Musolin, Mukhamad Hadi Mustika Mustika Nasrudin, Muhamad Nasution, Adam Ngaisah, Nur Cahyati Nilawati Nilawati Nilawati Nilawati Nilawati Nilawati Nilawati Nilawati Nilawati Nilawati Nilawati Ningsi Ningsi Noer Aly, Hery Nopian Gustari Nopian Gustari Nopian Gustari Nopita Lestari Norvaizi, Ikhrom Novita, Rahma Nur Janah, Nuri Nurfitria Dewi Nurlaili Nurlaili Nurlaili Pane, Mardiani Pasmah Chandra Petorena, Refda Putra, Erik Perdana putri Juni Astuti, Dina Putri, Indira Agleo Putri, Verti Emilia Qolbi Khoiri Rafika Dewi Septia Ria Rizki Ananda Riadi, Dayun Ripi Anisa, Cintri Riyadi, Dayun Rohimin Rohimin Rohimin Rohimin Roif, Miftahul Rossi Delta Fitrianah Rotul Mukasafah, Dhaqi Saltifa, Poni Sapruni, Sapruni Sari, Liza Nopita Sari, Meirita Sari, Wenny Aulia Satrisno, Hengki Sefti Triani Seprianti, Tike Siti Imroatul Latifah Siti Marpuah, Siti Sormin, Nurhaiyah Sriwanto, Windo SUHIRMAN SUHIRMAN Sukarno Sukarno Sulistri, Sulistri Suroso Suroso Tambudi, Debi Umartin, Dodi Ummi Kalsum Wahyuningsih, Linda Yani, Neni Putri Yusuf Arifin, Latif Zasrianita, Fera Zinora, Indi Zohro, Nailul Padhil Zubaedi