Claim Missing Document
Check
Articles

Integrasi Nilai Islam dan Teknologi dalam Identifikasi Kebutuhan Pembelajaran Jelita; Dongoron, Rizkinya; Gusmaneli
Jejak digital: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 6 (2025): NOVEMBER
Publisher : INDO PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/t2efqt41

Abstract

This study aims to analyze the integration of Islamic values and the use of technology in the process of identifying learning needs as a strategic step in developing a relevant and future-oriented curriculum. The background of this study is based on the reality of Islamic education, which often faces a gap between the idealism of religious values and the demands of technological advancement. Through a qualitative approach with literature study and document analysis, this research examines the integrative concept between Islamic educational principles, such as ta'dib and maqashid al-syari'ah, with modern educational technology methods, including data-based needs analysis and digital systems. The results show that the integration of Islamic values in identifying learning needs can strengthen the moral, spiritual, and social orientation of students, while the use of technology enables a more accurate, efficient, and adaptive assessment process. These findings confirm that the synergy between Islamic values and technology is not merely an instrumental approach, but a holistic educational paradigm that places humans as subjects of learning who are moral, intelligent, and competitive in the digital age
Implementation of Discussion Method to Improve Student Learning Outcomes in Islamic Education at SMA Negeri 2 Padang Gusmaneli
Jurnal Profesi Guru Indonesia Vol. 1 No. 1 (2024): MARCH 2024
Publisher : MANDAILING GLOBAL EDUKASIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62945/jpgi.v1i1.310

Abstract

This study aims to improve student learning outcomes in Islamic education learning using the Discussion Method. This study is a classroom action research that uses four steps, namely planning, action, observation and reflection. The subjects of this study were high school students. The data for this study were obtained using test and observation techniques. Tests are used to measure the improvement of student learning outcomes in Islamic education learning and observations are used to analyze teacher and student learning activities. The data analysis technique used in this study is descriptive statistics by comparing the results obtained with indicators of research success. The results of the study indicate that learning using the Discussion Learning Method can improve student learning outcomes in Islamic religious education learning. This can be seen from the increase in the percentage of completeness of improving student learning outcomes in each cycle with details of the pre-cycle 48.56%, the first cycle 69.47% and in the second cycle increased to 90.57%. Thus, the use of the Discussion Learning Method can be used as an alternative to increase student activity in Islamic education learning in Islamic religious education learning.
Pembelajaran Kolaboratif Dalam Pendidikan Perguruan Tinggi Febrian Afriadi; Muhammad Fatih hidayah; Gusmaneli
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 2 No. 3 (2024): 2024
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v2i3.347

Abstract

Pembelajaran kolaboratif menjadi pendekatan pedagogis yang semakin populer di pendidikan tinggi karena dianggap dapat meningkatkan efektivitas proses belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau penerapan pembelajaran kolaboratif di perguruan tinggi dan mengidentifikasi tantangan serta strategi yang dapat diterapkan untuk meningkatkan efektivitasnya.Penelitian ini dilakukan melalui tinjauan pustaka dengan menganalisis berbagai penelitian terkait implementasi pembelajaran kolaboratif di lingkungan pendidikan tinggi.Hasil studi menunjukkan bahwa pembelajaran kolaboratif mampu meningkatkan pemahaman konsep, keterampilan komunikasi, dan kemampuan berpikir kritis mahasiswa. Namun, terdapat tantangan seperti ketidakseimbangan partisipasi antar anggota kelompok dan kurangnya keterampilan fasilitasi dari dosen. Strategi yang direkomendasikan untuk mengatasi tantangan ini mencakup pengelolaan kelompok secara lebih efektif dan pelatihan fasilitasi untuk dosen, yang dapat membantu optimalisasi proses kolaboratif di kelas.
Desain Pembelajaran PAI Humanistik sebagai Jawaban atas Krisis Moral Generasi Muda di Era Globalisasi Eldyo Mahesa; Syahril Hidayat; Gusmaneli
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 1 No. 10 (2025): Menulis - Oktober
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v1i10.683

Abstract

Perkembangan globalisasi telah memberikan pengaruh yang signifikan terhadap pola pikir, perilaku, serta tatanan moral generasi muda. Kemajuan teknologi dan keterbukaan arus informasi memang menawarkan kemudahan dalam memperoleh pengetahuan, namun di sisi lain juga menimbulkan problem moral seperti menurunnya nilai kejujuran, tanggung jawab, dan empati di kalangan peserta didik. Dalam situasi tersebut, Pendidikan Agama Islam (PAI) memiliki posisi strategis sebagai dasar pembentukan karakter dan moralitas peserta didik. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis relevansi penerapan desain pembelajaran PAI berorientasi humanistik sebagai alternatif solusi terhadap krisis moral yang dihadapi generasi muda pada era globalisasi. Pendekatan humanistik menitikberatkan pada pengembangan potensi peserta didik secara menyeluruh meliputi aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik serta menempatkan mereka sebagai subjek aktif, mandiri, dan bermakna dalam proses belajar. Melalui desain pembelajaran yang menumbuhkan kesadaran diri, empati sosial, serta nilai-nilai spiritual, PAI tidak hanya berfungsi sebagai sarana penyampaian ilmu keagamaan, tetapi juga sebagai instrumen pembinaan kepribadian yang berakhlak mulia. Temuan kajian ini menunjukkan bahwa penerapan prinsip-prinsip pembelajaran humanistik, seperti pendekatan reflektif, dialogis, dan kontekstual, mampu memperkuat ketahanan moral peserta didik dalam menghadapi tantangan globalisasi yang semakin kompleks.
Studi Pengaruh Pembelajaran Berbasis Proyek Terhadap Kreativitas Siswa Dalam Mata Pelajaran Pendidikan Agama Ratna Sri Wahyuni; Reviani; Gusmaneli
Jurnal Pendidikan Sains dan Teknologi Terapan | E-ISSN : 3031-7983 Vol. 1 No. 4 (2024): Oktober - Desember
Publisher : CV.ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims to assess the impact of project-based learning (PBL) on student creativity in religious education subjects. PBL provides opportunities for students to learn actively by completing projects that are appropriate to the subject matter. In religious education, this approach can increase students' understanding of religious values and the ability to apply them in everyday life. This research uses a literature review to analyze the effects of PBL on student creativity and learning outcomes. Research findings show that PBL can improve students' critical thinking, collaboration and problem solving skills. However, there are several challenges in its implementation that require solutions to increase its effectiveness.
Strategi Desain Pembelajaran Adaptif Untuk Meningkatkan Pengalaman Belajar di Era Digital Yuda Al Fadillah; Alifa Rafli Akbar; Gusmaneli
Jurnal Pendidikan Sains dan Teknologi Terapan | E-ISSN : 3031-7983 Vol. 1 No. 4 (2024): Oktober - Desember
Publisher : CV.ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Adaptive learning supported by digital technologies, such as artificial intelligence (AI), big data, and online learning platforms, has great potential to improve student engagement and learning outcomes. By adapting course material to each student's abilities, learning style and pace, this course allows for a more personalized and effective learning experience. However, in Indonesia, the main challenges faced in its implementation are the digital divide between urban and rural areas and the readiness of teachers to use technology. Improving technological infrastructure and training for educators is very necessary to maximize the potential of adaptive learning. This research aims to identify challenges and opportunities in implementing adaptive learning in Indonesia, as well as how technology can be optimized to support the development of more inclusive and effective education.
Perspektif Pengambil Kebijakan Administrasi Pendidikan dan Lembaga Pendidikan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang Fatria, Alifa; Munira, Siska Lailan; Rahmah, Nadia Sandi; Gusmaneli
JPNM Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin Vol. 1 No. 4 (2023): Desember: Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin
Publisher : SM Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59945/jpnm.v1i4.81

Abstract

In the complexity of education policy, it is really difficult to apply how allocate political resources – status, legitimacy, authority, power, interests – precisely. In other cases, it is actually very difficult to formulate the reality of socio-political problems in quantitative measures. Likewise with a number problematic political issues and problems faced will tend to be simplified to adapt to the wishes of the analyst and the quantitative methods used, so that This results in fundamental matters relating to the context of socio-political reality which is behavioral in nature and is considered not to be quantifiable, and tends to be ignored and cannot be described fully. The qualitative perspective of education policy is basically a process of understanding on policy problems so that they can give birth to ideas/thoughts regarding ways to solve them. The education policy problem itself is qualitative in nature so it is a process This understanding is also full of qualitative thinking. Understanding of educational policy problems are born from a deductive way of thinking, a way of thinking that starts from Theoretical insights are translated into more operational and operational conceptual units connected to reality. Theoretical insight itself does not stand alone because it is very depends on the subjectivity of an analyst in perspective on education policy. Differences in insight are not simply due to the nature and type of policy problem, however tends to be caused by different points of view or differences in thought paradigms or different philosophies of thought.
KURIKULUM MERDEKA DALAM MENINGKATKAN KREATIVITAS BELAJAR PESERTA DIDIK Muhammad Fadhil; Gusmaneli
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 5 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Mei
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/v3i5.1829

Abstract

Kurikulum Merdeka merupakan inovasi dalam sistem pendidikan Indonesia yang menekankan fleksibilitas dalam proses pembelajaran dengan memberikan kebebasan bagi siswa untuk mengeksplorasi materi sesuai minat dan potensi mereka. Salah satu pendekatan utama dalam Kurikulum Merdeka adalah pembelajaran berbasis proyek yang berfokus pada pengembangan kreativitas, keterampilan abad ke-21, dan karakter siswa. Dalam pembelajaran berbasis proyek, siswa diajak untuk berkolaborasi dalam merancang solusi terhadap masalah nyata yang ada di sekitar mereka, sehingga mendorong pengembangan keterampilan berpikir kritis, komunikasi efektif, dan pemecahan masalah. Guru berperan sebagai fasilitator yang membimbing siswa melalui aktivitas kontekstual yang dapat memperkaya pengalaman belajar mereka. Meskipun demikian, pelaksanaan Kurikulum Merdeka menghadapi sejumlah tantangan, seperti keterbatasan fasilitas yang mendukung pembelajaran berbasis teknologi, waktu yang terbatas untuk menyelesaikan proyek, serta pemahaman guru yang belum menyeluruh terkait filosofi kurikulum ini. Tantangan lainnya termasuk kekurangan pelatihan yang memadai bagi guru untuk merancang pembelajaran berbasis minat dan kebutuhan siswa. Kendati demikian, faktor pendukung yang dapat memperlancar implementasi Kurikulum Merdeka meliputi dukungan manajemen sekolah, peran aktif orang tua, dan kolaborasi antar-guru. Hasil observasi menunjukkan bahwa siswa yang terlibat dalam pembelajaran berbasis proyek cenderung lebih termotivasi, kreatif, dan memiliki keterampilan sosial yang berkembang pesat. Selain itu, keterampilan berpikir kritis mereka meningkat, dan mereka lebih mampu bekerja sama secara efektif dalam tim. Secara keseluruhan, meskipun ada berbagai kendala, penerapan Kurikulum Merdeka menunjukkan potensi yang besar untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia, terutama dalam menciptakan pembelajaran yang lebih relevan dan menyenangkan bagi siswa. Untuk itu, dibutuhkan dukungan dari berbagai pihak guna memastikan keberhasilan implementasi kurikulum ini di seluruh sekolah.
Peran Teknologi Pendidikan Dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan Aridianti; Miftahul Jannah; Gusmaneli
Jurnal QOSIM : Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora Vol 2 No 2 (2024): 2024
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/jq.v2i2.529

Abstract

Seiring dengan perkembangan zaman, teknologi dalam perkembangannya tentu membawa perubahan bagi kehidupan terutama dalam dunia pendidikan yang juga akan terus menerus mengalami perkembangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran teknologi pendidikan dalam meningkatkan kualitas pendidikan di era yang penuh kemajuan. Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan motode tinjauan literatur (library research), dimana peneliti mengumpulkan bahan-bahan yang berkaitan dengan penelitian yang berasal dari buku, jurnal-jurnal, artikel ilmiah. Hasil penelitian ini dapat dipaparkan bahwa peran teknologi pendidikan dalam meningkatkan kualitas pendidikan antara lain 1) menyediakan fasilitas belajar melalui proses perencanaan, pengembangan, pemanfaatan, pengelolaan serta mengevaluasikan sumber-sumber belajar; 2) menyelesaikan permasalahan belajar yang ada dan dikaji secara menyeluruh dengan memadukan beragam disiplin keilmuan secara terpadu; 3) memanfaatkan teknologi yang bisa membuat pekerjaan menjadi efektif dan efesien, baik itu sebagai produk maupun proses guna menyelesaikan permasalahan belajar; 4) memberikan alternatif penyelesain masalah kinerja organisasi pendidikan dengan terstruktur menggunakan kinerja dan desain instruksional; 5) bisa melahirkan inovasi baru dalam bidang pendidikan dan pengajaran guna memecahkan permasalahan yang ada.
Implementasi Pendidikan Islam Dalam Pembentukan Moral Generasi Menuju Indonesia Emas 2045 Nurul Afiqah; Gusmaneli
Jurnal QOSIM : Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora Vol 3 No 2 (2025): 2025
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/jq.v3i2.1192

Abstract

Krisis karakter yang kian meluas di era globalisasi telah memicu urgensi pengembangan pendidikan yang berfokus pada moral dan akhlak. Pendidikan Islam, yang mengintegrasikan nilai-nilai spiritual dan intelektual, dipandang sebagai landasan strategis dalam membentuk generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggali bagaimana implementasi pendidikan Islam dapat membentuk moral generasi muda dalam menghadapi tantangan modern. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif berbasis studi pustaka, yang memanfaatkan sumber-sumber literatur dari tahun 2010 hingga 2022. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan Islam, melalui kurikulum berbasis nilai, keteladanan guru, dan sinergi keluarga, mampu menghasilkan generasi yang tidak hanya berpengetahuan tetapi juga berakhlak mulia. Penerapan nilai-nilai Islam secara komprehensif di sekolah dan lingkungan sosial menjadi kunci penguatan moralitas. Dengan demikian, pendidikan Islam memiliki kontribusi signifikan dalam mewujudkan generasi Indonesia yang cerdas, beradab, dan memiliki komitmen terhadap pembangunan bangsa
Co-Authors Abdul Rilci Aditya Warman Alifa Rafli Akbar Amelia Putri Ananda Dilonia Andini, Betti Anisa Masyitoh Annisa Rahmah Annisa’ Fitri Aput, Aisyah Rahayu Aridianti Ariny Maitasya Tanzila Arselina Heinan Arrul Asbi Sadiki Ashavira Julian Dias Asrida Mahyuni Harahap Bagas Tri Nugraha Cham Is Na Uy Cindy Aulia Safmi Dewi Sartika Hasibuan Dimas Saputra Dinizen Diva Aufanisa Dongoron, Rizkinya Dwi JIhan Fahira Dzakiratul Husna Elcha Athifa Eldyo Mahesa Fahmara Ageela Fatria, Alifa Fauziana Ulfi Febrian Afriadi Fedya Jelila Ferdian Widiananda Fhadil, Shahibul Fuji Yuliani Gihna Zahra Hanafi, Reza Hanifah Maulidia Helga Vitriana Yunizar Husniah Hasan HUSNUL KHOTIMAH Ika Permata Bunda Ima Lathil Husni Iqbal Evandi Fauzi Jelita Lina Indriani Lubis, Marito Lula Pebriani Marwiyah, Syarifatul MIFTAHUL JANNAH Muhammad Fadhil Muhammad Fatih hidayah Muhammad Irvandi Permana Muhammad Salpi Dahsur Munira, Siska Lailan Nabila Aulia Fitri Nabila Rhamadani Nada Gustiani Naylatul Fadhilah Nofitri, Abelia Novri Adifa Zuhra Nurmala, Mona Septi Nurrizka Suryani Nurul Afiqah Ovi Mardatillah Pohan, Nur Jannah Putri Wulandari Nasution Qonita Wardah Rahmah, Nadia Sandi Rahmawan, Aulia Rani Puspita Ratna Sri Wahyuni Ratu Ajeng Galuh Pitaloka Refa Ayunda Melki Reviani Rian Noveri Rosida Hannum Roza Safitri Sakinah, Khairunnisa Sasi Karina Sherilla Nava Angel Gea Silvina Waroh Siregar, Fathiyah Ikhsani Siti kholijah Harahap Siti Rain Harahap Sofiah Harahap Sonya Putri Nelta Stevani Anjelia Sulastri, Hesti Syahdianra Syahril Hidayat Syahrul R, Syahrul Syamsiar, Syamsiar Syifa Ramadhani Tasya Fajriani Vieri S , Dimas Agustian Widya Alfa Rizky Yuda Al Fadillah Zakirul Nader