p-Index From 2021 - 2026
5.673
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

BENTUK-BENTUK TAKRĀR DALAM AL-QUR’AN MENURUT TINJAUAN BALAGAH (STUDI PADA JUZ AMMA) Amir, Amir; Khalid, M Rusydi; Garancang, Sabaruddin; Kasim, Amrah
Jurnal Diskursus Islam Vol 5 No 3 (2017): December
Publisher : Program Pascasarjana, UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jdi.v5i3.7060

Abstract

Tulisan ini mengetengahkan mengenai ayat-ayat takrār d dalam Juz ‘Amma suatu  tinjauan  Bala>gah, dalam konteks bentuk-bentuk takrar. Penelitian ini dapat dikatagorikan ke dalam penelitian kepustakaan (libraryresearch). Sumber data primer mencakup buku-buku bala>gah, linguistik, mu’jam-mu’jam leksikal bahasa Arab yang diangap standar, kitab-kitab tafsir, dan bahan-bahan tertulis lainnya yang representatif yang ada relevansinya dengan penelitian. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan interdisipliner dalam penelitian ini, mengingat bahwa ilmu balagah memiliki keterkaitan erat dengan sejumlah sub disiplin ilmu kebahasaan, meliputi ilmu nahwu, s}arf, semantik, linguistik, tafsir, dan sebagainya. Sedangkan pendekatan bala>gah dijadikan sebagai pedoman untuk melihat pola perubahan komunikasi dalam sebuah alur pembicaraan dan efek makna yang ditimbulkan. Dalam pengumpulan data, penulis menggunakan tehnik-tehnik survey kepustakaan, studi literatur, membaca ayat-ayat al-Qur’an secara berulang-ulang, mencatat ayat-ayat al-Qur’an yang dianggap takār dan letaknya dalam surah dan nomor ayat, dan mengumpulkan ayat-ayat al-Qur’an yang ada pada Juz ‘Amma (Juz 30) yang mengalami perulangan (takrar). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ayat-ayat dalam al-Qur’an yang mengalami perulangan (takrar) ternyata mengandung banyak bentuk takrar, Faedah takrar, makna takrar,  dan ide terpenting di dalamnya yang harus dipahami oleh manusia. Takrar pada dasarnya menunjukkan sebuah kata atau kelompok kata yang mendapat perulangan itu dianggap penting, karena merupakan fikiran inti yang harus lebih ditonjolkan dari unsur-unsur teks yang lain. Bentuk-bentuk takrar  yang banyak didapati dalam al-Qur’an adalah pada kisah-kisah.
KONFLIK PERKAWINAN DI KABUPATEN SAMBAS Harjanti, Sri; Amin, Muliaty; Ali, Baharuddin; Kasim, Amrah
Jurnal Diskursus Islam Vol 5 No 2 (2017): August
Publisher : Program Pascasarjana, UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jdi.v5i2.7285

Abstract

Tulisan ini akan mengurai tentang konflik perkawinan yang terjadi di Kabupaten Sambas. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (Field Reaseach) dengan sifat penelitian deskriptif-analitik. Tipe pendekatan dalam penelitian ini adalah pendekatan fenomenologi, pendekatan dakwah, sosiologi komunikasi dan resolusi konflik. Sumber data primer yaitu pihak Kantor Urusan Agama (KUA), Pengadilan Agama dan pasangan suami istri yang mengalami konflik perkawinan di Kabupaten Sambas. Sedangkan sumber data sekunder adalah berupa buku, arsip, dokumen, catatan-catatan yang berkenaan dengan penelitian. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik observasi, wawancara (interview) dan dokumentasi. Aktivitas dalam analisis data meliputi kualitas instrumen dan pengumpulan data. Teknik pengolahan dan analisis data triangulasi, menggunakan bahan referensi, mengadakan member check. Data diuji keabsahan data dalam penelitian ditekankan pada uji validitas dan reabilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis konflik perkawinan dalam  rumah tangga di Kabupaten Sambas yaitu: faktor pertengkaran, Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) dan faktor suami mabuk. Faktor pertengkaran dilatarbelakangi oleh tidak adanya kesepahaman suami dan isteri, suami pemakai oba-obat terlarang dan suka main judi. Kekerasan dalam rumah tangga berakibat penderitaan fisik maupn psikis. Bentuk kata-kata kasar dan jorok dari suami membuat isteri tersinggung,  dilecehkan, tertekan akibat perkataan dan sikap suami; Faktor ekonomi Ekonomi disebabkan tingkat pendapatan suami dibandingkan isteri, isteri tidak dapat mengatur pendapatan suami dengan bijak, ketidakjujuran isteri terhadap suami. Meninggalkan Pasangan, Selingkuh (wanita Idaman Lain/ Pria Idaman Lain) dan Poligami; Faktor  dihukum penjara, murtad dan kawin paksa.
SIMBOL MITOLOGI DALAM KARYA SASTRA TEKS AL-BARZANJI (ANALISIS SEMIOTIKA ROLAND BARTHES PADA PASAL 4) Mirnawati, Mirnawati; Kasim, Amrah; Aliah, Abd. Rauf
Jurnal Diskursus Islam Vol 4 No 3 (2016)
Publisher : Program Pascasarjana, UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jdi.v4i3.7330

Abstract

Tulisan ini membahas tentang pendekatan semiotika Roland Barthes terhadap karya sastra al-barzanji. Jenis penelitian ini adalah penelitian library research dengan pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan linguistik dan semiotika. Adapun sumber data penelitian diperoleh langsung dari teks al-barzanji serta penelusuran berbagai literatur atau referensi. Data dikumpulan dengan memilih dari beberapa pasal dalam barzanji kemudian memilah dan menganalisis leksia per leksia. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada 5 pasal tersebut, setiap pasalnya dimulai dengan kata وَلَمَّا yang penulis bedah menjadi 87 leksia. Selanjutnya penulis analisis teks tersebut dan mengkategorikan 16 leksia mengandung kode hermeneutika, 13 leksia tergolong kedalam kode gnomik/budaya, 33 leksia yang termasuk kode prioretik/aksi, 11 leksia terkandung kode semik/konotatif dan terakhir kode simbolik terdapat dalam 14 leksia yang ada pada teks tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui pendekatan pembacaan semiotik Roland Barthes, bisa katakan bahwa Abu Ja’far Al-Barzanji menulis karya sastra ini tidak sekedar mengungkapkan kekagumannya terhadap Rasulullah saja saw., tapi juga mengisahkan secara tersirat budaya-budaya bangsa Arab khususnya di wilayah Makkah dan Negeri Syam. Simbol mitologi pada 5 pasal yang dikaji masih mengalami eksistensi hingga saat ini, meliputi: hakikat status yatim, Bani Najjar, juru kunci Ka’bah atau Bani Syaibah, usia Rasulullah saw. menginjak 4 tahun, Umur saat pernikahan Rasulullah saw., Umur ketika Nabi saw. diangkat menjadi Rasul Allah, simbol mitologi mimpi, serta Mahallul Qiyam disetiap pembacaan al-barzanji khusunya pada pasal 4, hingga saat ini masih tetap berlaku. Dan juga kata Atthir di setiap awal pasalnya, pada dasarnya kata ini termasuk kinayah yang bisa bermakna asli dan bisa juga tidak, namun jika dijabarkan bahwa keharuman bau harum yang disandarkan kepada Nabi saw. dalam bentuk rahmat. Implikasi dari penelitian ini adalah 1) Al-Barzanji adalah sebuah karya sastra yang paling akrab ditelinga bisa dikaji melalui berbagai pisau pendekatan, baik dari balaghah, Ilmu Arudh, Semantik, Sintaksis, dan berbagai cabang disiplin ilmu kebahasaan dan kesusastraan yang lainnya. Hal tersebut bisa menjadi salah satu sudut pandang bagi kaum intelektual muda di tengah maraknya isu bid’ah dan haram terkait barzanji. 2) Isi teks dari barzanji bukan hanya tentang syair namun juga sirah Rasulullah serta gambaran kondisi budaya Arab saat itu, tentu hal ini bisa juga menjadi bahan perbandingan bagi penggelut sejarah keislaman maupun sirah Nabawiyah. 3) Dengan adanya penelitian ini kedepannya bisa memberi sumbangsih terhadap penelitian selanjutnya, khususnya penelitian dibidang semiotika, bahasa dan sastra. Peneliti menyadari bahwa penelitian ini masih membutuhkan pengkajian yang lebih dalam maka dibutuhkan saran dan masukan yang membangun demi kebaikan penulisan ke depannya.
FUNGSI DAN TUJUAN KEWARISAN MENURUT AL-QUR’AN Suaidah, Idah; Khalid, Rusydi; Abubakar, Achmad; Kasim, Amrah
Jurnal Diskursus Islam Vol 7 No 2 (2019): August
Publisher : Program Pascasarjana, UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jdi.v7i2.10480

Abstract

Tulisan ini secara spesifik mengkaji tentang urgensi kewarisan menurut al-Qur’an. Jenis penelitian ini adalah kualitatif menggunakan sistem penelitian kepustakaan (library research). Pendekatan yang digunakan adalah ilmu tafsir. Dalam pelaksanaan penelitian ini digunakan  metode mauḍu’i. Sumber primer, yaitu al-Qur’an, yakni ayat-ayat yang berkaitan dengan kewarisan. Sumber sekunder,  yakni kitab-kitab tafsir seperti Tafsir Ibnu Kas|i>r yang disusun oleh ibnu Kas|i>r, Tafsir al-Mana>r yang disusun oleh Muhammad Rasyid Rid}a>, atau buku-buku yang dipandang sebagai referensi yang representatif,  yang dapat memberikan keterangan dan informasi mengenai persoalan kewarisan. Dari sini kemudian dijelaskan dengan mengemukakan pandangan dan melakukan perbandingan dalam menganalisis serta memberikan interpretasi lebih lanjut. Pengolahan dan analisis data yang digunakan adalah kualitatif. Data disusun berdasarkan kerangka pembahasan untuk memperoleh gambaran konsep al-Qur’an tentang kewarisan. Teknik interpretasi yang digunakan adalah interpretasi tekstual, sosio historis, teleologis, dan sistemik.Hasil penelitian menunjukkan bahwa Berdasarkan uraian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa Urgensi kewarisan dalam al-Qur’an, yaitu pertama, al-Qur’an mendudukkan anak bersamaan dengan orang tua pewaris serentak sebagai ahli waris. Dalam kewarisan di luar Islam, orang tua baru mungkin mendapat harta warisan jika pewaris meninggal dunia tidak memiliki keturunan. Kedua, al-Qur’an  memberi  kemungkinan saudara beserta orang tua (minimal dengan ibu) pewaris yang meninggal tanpa memiliki keturunan sebagai ahli waris.  Ketiga, suami-istri saling mewarisi. Hal ini bertolak belakang dengan tradisi Arab jahiliyah yang tidak memberikan warisan harta kepada istri, bahkan menjadikan istri sebagai  salah satu bentuk harta warisan. Keempat, adanya perincian  bagian tertentu bagi orang-orang tertentu dalam keadaan tertentu, sebagaimana dijelaskan dalam QS al-Nisa>’/4: 11, 12, dan 176. Kelima, kewarisan berkaitan langsung dengan harta benda yang apabila tidak diberikan ketentuan-ketentuan (rincian bagian masing-masing), maka sangat mudah menimbulkan sengketa bagi ahli waris, sedangkan Islam merupakan agama yang menghendaki perdamaian dalam segala bidang, termasuk mempunyai komitmen preventif dari  segala hal yang dapat merusak persatuan dan kesatuan umat. Keenam, Rasululah saw. berpesan kepada umatnya agar mempelajarinya dan menyebut ilmu ini sebagai separuh ilmu.
أصناف الأفعال المضارعة المقترنة بلفظ الشيطان في القرآن الكريم (دراسة تحليلية دلالية تطبيقية) Fauziah, St; Kasim, Amrah; HS, Najamuddin
Jurnal Diskursus Islam Vol 8 No 3 (2020): December
Publisher : Program Pascasarjana, UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jdi.v8i3.17793

Abstract

يبحث هذا البحث عن الأفعال المضارعة المقترنة بلفظ الشيطان في القرآن الكريم. وأما أهداف من هذا البحث فهي لكشف المعاني عن الأفعال المضارعة المقترنة بلفظ الشيطان. وفي الإجابة هذه المشكلة، تستخدم الباحثة تقريب دلالة، يعني دلالة معجمية ودلالة نحوية، ودلالة سياقية. لأن في هذا البحث يدرس عن الكلمات ومعنى الكلمات في الجمل. وهذا البحث فهو البحث المكتبي. تجمع البيانات من المعلومات المختلفة المتصلة بالموضوع أو المشكلات المتعلقة بالبحث، مثلا من الكتب والمجلات والملاحظات وغيرها. وحللت ثم استنتجت من البيانات المتوافرة، واختيار الأشياء الرئيسية مع التركيز على الأشياء المهمة. وأما نتائج هذا البحث هي لخصائص هذا البحث فكما يلي: أما إذا ألفاظ الشيطان والشياطين تصير الفاعل من الأفعال المضارعة فتبحث تلك الآيات عن كيفية الشياطين من الجن والإنس يحثّ الناس إلى الظلمات والنار. واما إذا ألفاظ الشيطان والشياطين تصير المفعول به من الأفعال المضارعة فتبحث تلك الآيات عن منع اتباع الشياطين وخطواتها وعن عبادتها. واما إذا ألفاظ الشيطان تصير المبتدأ من الأفعال المضارعة فتبحث تلك الآيات عن كيفية الشيطان يدعو الناس للفقر والفحشاء، ويُخيف الناس من غير الله. واما الأفعال المضارعة إذا اقترنت بلفظ الشيطان وتكون ألفاظ الشيطان مجرورا بعدها، فتبحث تلك الآيات عن كيفية طريقة ابتداع فتنة الشيطان، وكيفية طريقة استعاذة من الشيطان
THE APPLICATION OF THE SEMIOTICS OF QUR’AN TOWARD THE STORY OF THE CHOSEN SERVANTS IN SURAH MARYAM Soga, Zainuddin; Mardan, Mardan; Tola, Achmad; Kasim, Amrah; Abunawas, Kamaluddin
Jurnal Diskursus Islam Vol 9 No 2 (2021): August
Publisher : Program Pascasarjana, UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jdi.v9i2.22868

Abstract

This study elaborates the application of semiotic theory in Surah Maryam (Maryam). This study is library research. The library research was conducted through various literature studies related to the problem investigated. The approach used is a semiotic approach. The data sources are divided into two; primary and secondary data. The primary data source is the Qur'an (surah Maryam) and the secondary data sources are books of interpretation, semiotics and linguistics. The data collection is done by quoting, adapting, and analyzing the representative literature and relevant to the problems discussed, then reviewing and concluding. The study results showed three forms of semiotic application in Surah Maryam: first, semiotics of significance from Ferdinand de Saussure's (synchronic-diachronic theory). Second, semiotics of communication from Charles S. Peirce's includes iconic, indexical, and symbolic theories. Third, connotative semiotics from Roland Barthes' which consists of denotative meaning and connotative meaning. This study implies that the semiotic reading of the Qur’an prioritizes the interpretation of the text in a synchronic and diachronic, denotative and connotative way. Hopefully, by this reading, religious and Islamic moderation could be achieved.
INTEGRATING RELIGIOUS VALUES INTO CHARACTER EDUCATION: EVIDENCE FROM AN ISLAMIC MADRASAH IN INDONESIA Chadijah; Amrah Kasim; Andi Achruh; Syamsuddin
Multidisciplinary Indonesian Center Journal (MICJO) Vol. 3 No. 1 (2026): Vol. 3 No. 1 Edisi Januari 2026
Publisher : PT. Jurnal Center Indonesia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/micjo.v3i1.2001

Abstract

This study examines the implementation of character education at MTsN 3 Halmahera Utara through four focal values: religiosity, honesty, tolerance, and discipline. Using a qualitative naturalistic approach, data were collected from the head of the madrasah, teachers, and students through in depth interviews, participant observation, and documentation. The findings indicate that character education is organized as a whole school culture rather than a standalone program. Religiosity is strengthened through routinized worship practices that scaffold ethical conduct and self regulation. Honesty is fostered through teacher exemplarity, trust based learning situations, and clear behavioral norms related to academic integrity and everyday responsibility. Tolerance is cultivated as a relational practice through inclusive interaction norms and respect for differences in the school community. Discipline is reinforced through consistent routines, rule clarity, and guided accountability, though its internalization remains sensitive to family support and external influences. Overall, the study shows that coherent habituation, modeling, and institutional consistency are decisive for embedding character values in students’ daily behavior and for sustaining a constructive moral climate in the madrasah. The results suggest implications for school leadership, teacher development, and family engagement. Limitations include the single site design and scope, indicating the need for comparative and longitudinal studies.
Implementation of Arabic Language Learning With School-Based Management Taufiq Nur; Azhar Arsyad; Kamaluddin Abu Nawas; Amrah Kasim; Suriyati Suriyati; Makmur Jaya Nur
Nidhomul Haq : Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol 9 No 1 (2024): Management of Islamic Education
Publisher : Program Studi Manajemen Pendidikan Islam Institut Pesantren KH Abdul Chalim Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31538/ndh.v9i1.4344

Abstract

This research aims to describe the concept of implementing Arabic language learning with school-based management at Madrasah Aliyah Negeri 1 Bulukumba. The method used in this research is field research. The results of this research concluded that the concept of implementing Arabic language learning with school-based management at Madrasah Aliyah Negeri 1 Bulukumba was implemented through several strategies, namely listening skills (Istima) which were implemented through several activity steps, namely determining Istima' materials according to the theme to be taught, determining concepts relevant to istima. Meanwhile, the reading proficiency strategy (qira'ah) is implemented by the teacher reading Arabic texts well and correctly and also translating them, then students listen carefully. The skills in writing (kitabah) are carried out by the Arabic language study teacher by showing several sentences on the blackboard, then the students read and pay close attention for a few moments. Then the material is removed, then dictated, and students write into notebooks what the teacher dictates. For speaking skills (kalam), the Arabic language study teacher starts by pronouncing new vocabulary (mufrodat) one by one by the language study teacher and then imitates all the students.
Bridging Sacred Text and Language Pedagogy: Designing Quran Based Arabic Materials Through Pedagogical Grammar Midyan Surya Ishak; Sabaruddin Garancang; Amrah Kasim; Marjuni Marjuni
ALSINATUNA Vol 10 No 2 (2025): June 2025
Publisher : Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28918/alsinatuna.v10i2.10362

Abstract

Many learners of the Arabic language struggle to access primary Islamic sources, which are predominantly written in Arabic. Mastery of Quranic Arabic is essential in both Islamic studies and Arabic language acquisition, particularly for non-native speakers aiming to understand Islamic teachings. However, conventional methods of teaching Arabic grammar often focus heavily on theoretical aspects and fail to develop practical language skills. This study investigates the role of pedagogical grammar in Arabic language instruction, particularly in the development of teaching materials tailored to Quranic Arabic. Employing the 4D research and development model (Define, Design, Develop, Disseminate) by Thiagarajan, the study designed pedagogical grammar-based instructional materials using Quranic texts. These materials were tested on a cohort of 40 fourth-semester students. The findings demonstrate that instructional materials developed through a pedagogical grammar approach, incorporating authentic Quranic texts, significantly enhance learning outcomes. Students showed statistically significant improvement in performance, particularly in the qawāʿid li al-mutaqaddimīn course. The study concludes that pedagogical grammar-based materials are effective and should be further implemented in Islamic higher education institutions to enrich grammar instruction, optimize learning efficiency, and foster deeper engagement with Quranic texts.
Development of Sharaf Learning Materials Based on a Communicative Approach to Enhance Students’ Language Proficiency in an Islamic University Sam, Zulfiah; Kasim, Amrah; Haniah, Haniah; Hamzah, A. Abdul
Scaffolding: Jurnal Pendidikan Islam dan Multikulturalisme Vol. 8 No. 1 (2026): Pendidikan Islam dan Multikulturalisme
Publisher : Institut Agama Islam Sunan Giri (INSURI) Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/scaffolding.v8i1.9105

Abstract

This study aims to develop learning materials for Sharaf based on a communicative approach to address the limitations of existing instructional practices that have not optimally enhanced students’ Arabic speaking skills (mahārah al-kalām). It also seeks to examine the validity, practicality, and effectiveness of the developed materials among students at STIBA Islamic Institute of Makassar. The research employed a design and development research approach consisting of several stages: needs analysis, design, development, and evaluation. The research data consisted of both quantitative and qualitative data obtained from 30 first-semester students as well as subject-matter experts and instructional design experts. Data were collected through expert validation sheets, student response questionnaires, observation sheets, and pretest–posttest assessments of Arabic language proficiency. The data were then analyzed using descriptive quantitative and qualitative analysis to determine the validity, practicality, and effectiveness of the developed learning materials. The findings reveal that the developed materials demonstrate a very high level of validity, with an average score of 3.97, and are considered practical and engaging based on positive student responses and observations of the learning implementation. The effectiveness test indicates a significant improvement in students’ speaking ability after the use of the learning materials, with an N-gain score of 0.41, which falls into the moderate category. These findings suggest that integrating Sharaf rules into meaningful communicative activities can bridge the gap between students’ mastery of linguistic structures and their ability to apply them in Arabic-speaking practice. Therefore, Sharaf learning materials based on a communicative approach are suitable to be used as an innovative alternative in teaching Sharaf at Islamic higher education institutions.
Co-Authors Abdillah Abdul Hamid Abdul Rahim Abdul Rahim Abdul Rahim Abdul Rahman Sakka Abu Nawas, Kamal Abubakar, Achmad Achruh, Andi Adinda Fitrah Nirwana Ahmad Munawir Hamid Aliah, Abd. Rauf Amin, Muliaty Aminuyati Amir Amir Andi Achruh Andi Rasdiyanah Anwar Abd. Rahman Anwar Abd. Rahman arkal arkal arkal, arkal Arsyad, Berti Asyraf Mustamin Azhar Arsyad Azhar Arsyad Azizah, St Baharuddin Baharuddin Ali, Baharuddin Baso Pallawagau Chadija Chadija Chadijah Fajri, Ahmad Maulana Fatkhul Ulum Fauziah, St Fikri, Alfikri Rausen Aditya Galib, Muhammad Garancang, Sabaruddin Hamzah, A. Abdul Hamzah, Nur Afifah Hania Haniah Haniah Haniah Haniah Haniah Hijab, Zainal Abidin HS, Najamuddin Husain Nasir Ibnu Rawandhy N. Hula Ilolu, Roymanto Ilyas, Hamka Ismail Ismawati Ismawati Jeprianto Kamaluddin Abu Nawas Kamaluddin Abunawas Kamaluddin Abunawas, Kamaluddin Karim, Ahmad Khalid, Rusydi Lukman M Rusydi Khalid, M Rusydi Mahfudz, Muhsin Mahmud, Natsir Makduani, Rivai Makmur Jaya Nur Mappamasing, Andihaidir Mardan Mardan Mardan Marhaban, Marhaban Marjuni Midyan Surya Ishak Miolo, Mukhtar I Mirnawati Mirnawati MISYKAT MALIK IBRAHIM Muh. Khalifah Mustami Muhammad Irfan Hasanuddin, Muhammad Irfan Muhammad Irham Muhammad Zakir Husain Munawir K. Munir Munir Munir Munir, Munir Murliani Murliani Muslimin Muslimin Muslimin Muslimin Muzakkir Muzakkir Najam Ahmad, Fitratun Nasir Mahmud Nur Astilah Astin Nurdin, Aulia Putra, Purniadi Raodhatul Fitri Rappe Rasna, Rasna Rifai, Mesrawati Rosdianah, Rosdianah Sabaruddin Garancang Sabaruddin Garancang Salmawati Salmawati, Salmawati Sam, Zulfiah Saprin Saprin Saprin, Saprin Sarifa Halija Sirajuddin Sirajuddin Sirajuddin Sirajuddin Soga, Zainuddin Sri Harjanti St. Syamsudduha Suaidah, Idah Suarni Suarni Sudirman Suhra, Sarifa Suriyati Suriyati Syafril Sunusi, Muhammad Syahruddin Usman, Syahruddin Syamsuddin Syamsuddin Syamsuddin Syamsuddin, Naidin Syamsudduha, Syamsudduha Taufiq Nur Tola, Achmad Umar Sulaiman Wahida, Besse Yuspiani