Claim Missing Document
Check
Articles

Public Awareness of The Risk Factors for Insect Disease in Koncang Village Pandeglang Banten and Its Review According to Islam Views putri, firda amanda; Ambar Hardjanti; Firman Arifandi
Junior Medical Journal Vol. 2 No. 3 (2023): November 2023
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v2i3.3273

Abstract

Introduction: Insects are the dominant group of animals on earth with nearly 80 percent of the total number of species on earth. Of the 751,000 species of insects, around 250,000 species are found in Indonesia. In disease transmission, arthropods can act as vectors that transmit germs or act as intermediate hosts. The purpose of this study was to determine public awareness of the risk factors for disease caused by insects in the Pandeglang community in Koncang Village. Method: This research is a quantitative descriptive study with a cross sectional approach. The population in this study were the people of Koncang Village, Pandeglang Regency, totaling 49 people. The type of data is primary data using a previously prepared questionnaire. The technique used in data analysis is the chi-square test.         Result: The results showed that the level of public knowledge of insect disorder was quite good, the level of community attitude towards insect disorder was good, the level of community behavior towards insect disorder was bad. Based on the results of statistical tests there is no relationship between knowledge and behavior towards insect disease in the community in Koncang Village, Pandeglang Regency, with a p-value of 0.913 (p-value <0.05). There is no relationship between attitudes and behavior towards insect disease in the community in Koncang Village, Pandeglang Regency, with a p-value of 0.819 (p-value> 0.05). Conclusion: There is no statistically significant relationship between knowledge and behavior towards insect pests. There was no statistically significant relationship between attitudes and behavior towards insect pests.
Public Awareness of the Risk Factors for Intestinal Worm Disease in Koncang Pandeglang Vilagge, Banten and the Review from an Islamic View Saleh, Muhammad Fathurrahman; Hardjanti, Ambar; Arifandi, Firman
Junior Medical Journal Vol. 2 No. 8 (2024): April 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v2i8.3275

Abstract

Introduction: Infection with soil-transmitted helminth worms (STH) in the world reaches more than 1.5 billion people or 24% of the world's population. Indonesia is a tropical country with a high incidence of STH in several regions, especially at the age of children. The high incidence of helminthiasis is influenced by poor hygiene behavior and lack of knowledge about worms. The purpose of this study was to determine the awareness of the people of Koncang Village, Pandeglang on the risk factors for intestinal worms.Methodology: This research is a quantitative descriptive study with a cross sectional approach. The population of this study was the community of Koncang Village, Pandeglang Regency, which consisted of 49 people. The data used is primary data by using a questionnaire through interviews. The technique used in data analysis is the Chi-square test.Results: The results showed that the majority of knowledge, attitudes, and behavior towards intestinal helminth disease were good. Based on statistical tests, there is a relationship between knowledge and behavior towards intestinal worms with a p-value of 0.00 (p <0.05). In addition, there is also a relationship between attitudes and behavior towards intestinal worms with a p-value of 0.03 (p <0.05).Conclusion: There is a significant relationship between knowledge and attitudes with behavior related to intestinal worms. The community should continue to increase their knowledge and be assisted by health workers through health promotion.
Kesadaran Masyarakat Terhadap Faktor Risiko Penyakit Zoonosis di Desa Koncang Pandeglang Banten dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam Halida, Ezayffa Hizfar; Hardjanti, Ambar; Arifandi, Firman
Junior Medical Journal Vol. 2 No. 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v2i2.3284

Abstract

Pendahuluan: Zoonosis adalah penyakit menular yang ditularkan dari hewan ke masyarakat, begitu juga sebaliknya. Untuk mencegah terpaparnya penyakit zoonosis, masyarakat perlu memiliki kesadaran terhadap faktor-faktor yang berisiko menyebabkan penyakit tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kesadaran masyarakat, meliputi pengetahuan, sikap dan perilaku, mengetahui hubungan pengetahuan dan perilaku, serta hubungan sikap dan perilaku masyarakat terhadap faktor risiko penyakit zoonosis di Desa Koncang Pandeglang Banten dan tinjauannya menurut pandangan Islam.  Metodologi: Jenis penelitian ini adalah kuantitatif yang menggunakan metode penelitian survei dengan pendekatan cross sectional. Cara penetapan sampel adalah Purposive Random Sampling. Sampel pada penelitian ini adalah masyarakat Desa Koncang dengan total 49 responden. Pengambilan data dilakukan dengan teknik wawancara.Hasil: Dari hasil analisa, didapatkan 51% responden memiliki tingkat pengetahuan yang sangat baik terhadap faktor risiko penyakit zoonosis. 49% responden memiliki sikap yang baik. 55% responden memiliki perilaku yang sangat baik. Perilaku seluruh responden tergolong baik, dan hanya 7 orang memiliki pengetahuan yang buruk, dan 1 orang memiliki sikap yang buruk. Hasi uji Chi Square pada hubungan antara pengetahuan dan perilaku menunjukkan hasil 0,75 (p>0,05). Sedangkan pada hubungan antara sikap dan perilaku menunjukkan hasil 0,276 (p>0.05).Kesimpulan: Secara keseluruhan, masyarakat Desa Koncang memiliki pengetahuan, sikap dan perilaku yang baik terhadap faktor risiko penyakit zoonosis. Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dan perilaku masyarakat terhadap faktor risiko penyakit zoonosis. Menunjukkan hasil yang serupa, tidak terdapat hubungan yang signifikan antara sikap dan perilaku masyarakat terhadap faktor risiko penyakit zoonosis.
Hubungan Index Massa Tubuh Dengan Kemampuan Mengecap Phenylthiocarbamide (Ptc) Pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas YARSI Angkatan 2021 robbi, dzikri robbi; Purwaningsih, Endang; Arifandi, Firman
Junior Medical Journal Vol. 2 No. 7 (2024): Maret 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v2i7.3551

Abstract

ABSTRAK Pendahuluan: Kemampuan mengecap PTC seseorang dapat berguna dan penting untuk mempelajari keragaman genetik pada populasi manusia. Sensitifitas rasa PTC penting dalam pemilihan makanan. IMT adalah rumus matematis yang berkaitan dengan lemak tubuh orang dewasa, dan dinyatakan sebagai berat badan (dalam kilogram) dibagi dengan kuadrat tinggi badan ( dalam ukuran meter ). Metodologi: Metode Penelitian adalah eksperimental dengan rancangan cross sectional. Tes PTC dilakukan menggunakan lakmus PTC. Data index massa tubuh diperoleh menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan aplikasi SPSS Statistic versi 26 dan menggunakan analisis univariat serta analisis bivariat. Hasil: Hasil penelitian menunjukan bahwa dari 196 mahasiswa didapatkan mahasiswa tester sebanyak 134 dan nontester sebanyak 62. Distribusi index massa tubuh sebagai berikut underweight 4 orang, normal 70 orang, overweigh 82 orang, obesitas Tingkat 1 sebanyak 34 orang dan obesitas Tingkat 2 sebanyak 6 orang dari 196 orang. Berdasarkan hasil uji Analisa Fisher’s Exact test tidak terdapat hubungan yang signifikan antara Index massa tubuh dengan kemampuan mengecap Phenylthiocarbamide (PTC) pada Fakultas Kedokteran Universitas Yarsi Angkatan 2021 (p > 0,05) . Simpulan: Disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan antara index massa tubuh dengan kemampuan mengecap PTC.
Efektivitas Penerapan Hybrid Learning Pasca Pandemi Covid-19 pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Yarsi Angkatan 2021 -, Faiq Syafriansyah; Kresna, Amelia; Arifandi, Firman
Junior Medical Journal Vol. 2 No. 6 (2024): February 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v2i6.4021

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penerapan hybrid learning pasca pandemi Covid-19 pada mahasiswa FakultasKedokteran Universitas YARSI angkatan 2021. Penelitian inimenggunakan desain cross sectional dengan jumlah respondensebanyak 71 mahasiswa. Data dikumpulkan menggunakan kuesionerdan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa79% mahasiswa merespon positif terhadap penerapan hybrid learning. Rata-rata indeks prestasi mahasiswa meningkat dari 3,16 pada semester 3 saat daring menjadi 3,37 pada semester 4 saat hybrid learning. Uji hipotesis menggunakan paired sample t-test juga menunjukkan adanyaperbedaan signifikan nilai indeks prestasi antara daring dan hybrid learning dengan nilai p=0,000 (p<0,05). Kesimpulan, hybrid learning terbukti lebih efektif dibandingkan daring dalam meningkatkan prestasiakademik mahasiswa. Hybrid learning direkomendasikan untukditerapkan pasca pandemi Covid-19 karena memberikan fleksibilitasbelajar dan berpotensi meningkatkan motivasi serta prestasimahasiswa.
Hubungan Stres Mahasiswa Tahun Pertama dengan Nilai Blok Biomedik 1 pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Yarsi Angkatan 2022 Budiman, Reval Setya Aji; Dewi, Karina; Arifandi, Firman
Junior Medical Journal Vol. 2 No. 5 (2024): Januari 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v2i5.4030

Abstract

Peralihan dari Siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) menuju Mahasiswa dalam PerguruanTinggi terutama Fakultas Kedokteranmenimbulkan banyak tuntutan yang mampumengakibatkan timbulnya stres. Hasil risetmenunjukan jika stres mampu menyebabkangejala somatik serta emosional yang dapatberefek negatif terhadapat prestasi akademik. Penelitian ini bertujuan guna menyelidikiapakah ada korelasi stres mahasiswa tahunpertama terhadap nilai blok Biomedik 1 di FK Universitas YARSI angkatan 2022. Metodepenelitian yang digunakan yaitu cross-sectional. Metode penarikan sampeldilaksanakan menggunakan total sampling yang di sederhanakan melalui rumus slovin. Pengumpulan data menggunakan kuesionerDASS-42, MSSQ, dan data nilai blok. Uji hipotesa yang dipakai ialah pengujian chi-square yang mempunyai nilai signifikansip<0.05. Hasil dari uji riset ini diperoleh sampeldengan jumlah 171 individu. Hasil risetdiperoleh mahasiswa tahun pertamamempunyai tingkat stres normal 37%, stresringan 25%, stres sedang 27%, stres berat 9%, dan stres sangat berat 2%. Hasil ujian blokBiomedik 1, yang lulus 82%, dan tidak lulus 18%. IRS menjadi stressor terbanyak masuk kedalam golongan stressor sedang, dan DSR menjadi stresor yang paling banyak ada dalamkategori stresor ringan. Berlandaskan ataspengujian chi-square diperoleh p value 0.541. Kesimpulan penelitian ini adalah tak adakorelasi yang berarti diantara stres mahasiswatahun pertama terhadap nilai blok Biomedik 1.
Hubungan Merokok dengan Kejadian Kanker Laring di RSPAD Gatot Soebroto Tahun 2019-2022 dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam Nabiilah Ayu Anisah; Rahmi, Hastuti; Arifandi, Firman; Evans, Gunterus; Aryenti
Junior Medical Journal Vol. 2 No. 5 (2024): Januari 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v2i5.4081

Abstract

Pendahuluan : Kanker laring menempati urutan kedua setelah kanker rongga mulut pada keganasan kepala dan leher di seluruh dunia. Kanker laring lebih sering terjadi pada pria daripada wanita dan lebih sering terjadi seiring bertambahnya usia. Hal tersebut berkaitan dengan durasi perilaku merokok. Asap rokok mengandung bahan kimia dan kasinogen, karsinogen yang paling berbahaya adalah nitrosamin, hidrokarbon polisiklik aromatik, dan amina aromatik yang berpotensi merusak DNA. Dalam Islam merokok dianggap sebagai perilaku yang tidak dainjurkan karena dapat menyebabkan kerusakan dan membahayan kesehatan. Metodologi : Penelitian ini termasuk dalam penelitian kuantitatif secara analitik observasional dengan pendekatan Cross sectional. Didapatkan 34 sampel yang diambil dengan menggunakan metode purposive sampling dengan teknik total population sampling. Jenis data pada penelitian ini menggunakan data sekunder berupa rekam medis pasien kanker laring di Departemen THT-KL RSPAD Gatot Soebroto pada tahun 2019 – 2022, selanjutnya data dinalisis secara univariat dan bivariat. Hasil : Penderita kanker laring di RSPAD Gatot Soebroto didominasi oleh responden berjenis kelamin laki-laki (88.2%) dan berusia 61-70 tahun(41.2%). Stadium kanker laring yang paling banyak ditemukan adalah stadium IV (61,8%), sebagian besarnya memiliki riwayat merokok (64,7%), dan tidak ditemukan faktor risiko lain selain merokok. Analisis bivariat mengenai hubungan antara merokok dengan kanker laring berdasarkan hasil uji chi-square dengan mengambil nilai Fisher’s exact didapatkan p value sebesar 0,025 (p<0,05). Kesimpulan : Dari penelitian ini didapatkan bahwa terdapat hubungan antara merokok dengan kejadian kanker laring dan juga merokok bertentangan dengan maqashid syariah yang berarti lalai dalam memelihara jiwa, keturunan, dan harta. Kata Kunci : Kanker laring, karsinoma laring, merokok Introduction : Laryngeal cancer ranks second after oral cavity cancer in head and neck malignancies worldwide. The risk of laryngeal cancer is greater in men than women and with age. This is related to the duration of smoking behavior. Cigarette smoke contains contains chemicals and casinogens, the most dangerous carcinogens are nitrosamines, polycyclic aromatic hydrocarbons and aromatic amines that have the potential to damage DNA. In Islam, smoking is considered a behavior that is not recommended because it can cause damage and endanger health. Methodology : This research is a quantitative analytical observational with a cross-sectional approach. There were 34 samples taken using the purposive sampling method with total population sampling technique. The type of data in this study uses secondary data in the form of medical records of laryngeal cancer patients at the ENT-KL Department of Gatot Subroto Army Central Hospital (RSPAD) in 2019 - 2022, then the data was analyzed univariately and bivariately. Results : Patients with laryngeal cancer at Gatot Soebroto Army Hospital (RSPAD) were dominated by male respondents (88.2%) and aged 61-70 years (41.2%). The most common stage of laryngeal cancer is stage IV (61.8%), most of them have a history of smoking (64.7%), and no other risk factors other than smoking were found. Bivariate analysis of the relationship between smoking and laryngeal cancer based on the results of the chi-square test by taking Fisher's exact value obtained a p value of 0.025 (p <0.05). Conclusion : From this study it was found that there is a relationship between smoking with the incidence of laryngeal cancer and also smoking is contrary to the maqashid of Sharia which means neglecting one's life, offspring and property. Keyword : Laryngeal cancer, laryngeal carcinoma, smoking behavior
Hubungan Konsumsi Protein Hewani Anak Usia 4-6 Tahun terhadap Indeks Massa Tubuh (IMT) pada TK Al-Muhajirin Bekasi dalam Pandangan Islam rein, virjinea hawani; Asiah, Nur; Arifandi, Firman
Junior Medical Journal Vol. 2 No. 7 (2024): Maret 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v2i7.4161

Abstract

Malnutrisi atau gizi buruk merujuk pada kekurangan atau kelebihan asupan nutrisi, ketidakseimbangan nutrisi esensial, atau gangguan dalam pemanfaatan nutrisi. Ditandai oleh ketidaksesuaian berat dan tinggi badan anak dengan umur tertentu, diukur dengan indeks BB/U yang kurang dari -3 sesuai standar deviasi WHO, sedangkan pada anak yang mengalami obesitas, standar deviasi lebih dari +1. Anak yang mengonsumsi protein hewani berkualitas memiliki risiko yang lebih rendah mengalami masalah gizi, seperti stunting. Protein yang berasal dari hewan memiliki keunggulan dibandingkan dengan protein nabati. Penelitian dilakukan dengan tujuan mengetahui apakah terdapat hubungan konsumsi protein hewani pada anak usia 4-6 tahun di TK Al-Muhajirin. Metode penelitian yang diterapkan adalah analisis cross-sectional. Penarikan sampel dilakukan dengan menggunakan total sampling yang disederhanakan melalui rumus Slovin. Data dikumpulkan melalui penggunaan kuesioner food recall, dan data indeks mass tubuh. Uji hipotesis yang digunakan adalah uji fisher exact dengan nilai signifikansi p<0,05. Dari hasil penelitian ini, ditemukan sampel sebanyak 32 individu dengan hasil kategori IMT/U normal 13 orang dengan persentasi 40.6%. Kategori kurang sebanyak 8 orang dengan persentasi 25%, sedangkan kategori lebih sebanyak 11 orang dengan presentasi 34.4%. Berdasarkan uji fisher exact, diperoleh nilai p sebesar 0,344. Kesimpulan dari penelitian ini adalah tidak ada hubungan yang bermakna antara konsumsi protein hewani dengan indeks mass tubuh anak usia 4-6 tahun pada TK Al-Muhajirin.
Gambaran Kadar CD4+ dan Luas Lesi pada Foto Thorax Pasien Koinfeksi Tuberkulosis Paru – HIV di RSUD Pasar Rebo dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam Deria Zahra Fatihah; Wijayanti, Erlina; Arifandi, Firman
Junior Medical Journal Vol. 2 No. 7 (2024): Maret 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v2i7.4203

Abstract

Pendahuluan: Tuberkulosis adalah penyakit infeksi menular yang menjadi salah satu penyumbang angka kematian terbesar di seluruh dunia, disebabkan oleh basil Mycobacterium tuberculosis yang sebagian besar menyerang organ paru dan menyebar melalui droplet orang yang terinfeksi. Infeksi TB merupakan salah satu infeksi oportunistik yang paling umum pada orang dengan HIV/AIDS dan merupakan penyebab utama kematian pada ODHA. Pada ODHA dilakukan pemeriksaan CD4+ setelah dinyatakan HIV positif juga deteksi infeksi oportunistik. Pada diagnosis TB, Foto thorax merupakan modalitas imaging yang peranan yang sangat penting salah satunya dapat menilai luas lesi yang terdiri dari Lesi minimal, Lesi sedang, dan Lesi luas. Tujuan penelitian ini adalah melihat gambaran Kadar CD4+ dan luas lesi pada foto thorax pasien koinfeksi tuberkulosis paru-HIV periode januari 2021 - desember 2023. Metodologi: Jenis penelitian ini adalah penelitian yang bersifat deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan data sampel menggunakan teknik purposive sampling dari data rekam medis pasien koinfeksi tuberkulosis paru-HIV di RSUD Pasar Rebo periode januari 2021 – desember 2023. Sampel sesuai kriteria inklusi dan tidak memiliki kriteria eksklusi sejumlah 76. Hasil: Karakteristik berdasarkan usia didapatkan lebih banyak pada kelompok usia produktif atau 18 – 55 tahun sebanyak 69 orang (90,8%), berdasarkan jenis kelamin didominasi oleh laki-laki 62 orang (81,6%), dan berdasarkan status pekerjaan terdapat mayoritas 70 orang (92%) pasien bekerja. Sebanyak 43 orang (56,6%) memiliki kadar CD4 sangat rendah atau <200 sel/µL, dan luas lesi yang didapatkan sebanyak 30 orang (39,5%) memiliki lesi luas. Simpulan: Gambaran kadar CD4+ sebagian besar memiliki kadar CD4 <200 sel/μL yang termasuk kategori sangat rendah dan gambaran luas lesi pada foto thorax paling banyak adalah lesi luas.
Hubungan Long COVID dengan Gangguan Tidur pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran yang Dinilai dengan Kuesioner Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) dan Tinjauannya Dalam Pandangan Islam Astiningtyas, Widya Ayu; Nurhidayati, Ida Ratna; Arifandi, Firman
Junior Medical Journal Vol. 2 No. 8 (2024): April 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v2i8.4237

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Penyebaran COVID-19 yang pesat menyebabkan peningkatan jumlah orang yang terinfeksi, tetapi hal itu juga diimbangi dengan peningkatan angka kesembuhan kasus COVID-19. Angka kesembuhan tersebut diikuti dengan gejala yang berkepanjangan dan dikenal sebagai long COVID. Kondisi tersebut dapat dialami oleh setiap orang yang terinfeksi, termasuk mahasiswa kedokteran. Salah satu gejalanya yaitu gangguan tidur, hal itu cukup menggangu aktivitas dan keseharian penderita. Maka dari itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara long COVID dengan gangguan tidur yang terjadi pada mahasiswa fakultas kedokteran. Metode: Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan studi cross sectional. Penetapan besar sampel menggunakan teknik non random sampling dengan metode purposive sampling. Sampel pada penelitian sebanyak 43 responden mahasiswa fakultas kedokteran Universitas YARSI angkatan 2020, 2021, dan 2022. Jenis data yang digunakan adalah data primer yang didapat melalui pengisian kuesioner Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) untuk mengukur kualitas tidur. Analisis bivariat menggunakan uji statistik nonparametrik, yaitu uji Mann-Whitney. Hasil: Hasil analisa didapatkan mayoritas responden sebesar 30 (69,8%) adalah perempuan dan sebanyak 38 (88,4%) dari keseluruhan responden memiliki kualitas tidur yang buruk. Rentang periode waktu terinfeksi COVD-19 hingga pengisian kuesioner yaitu 1 hingga 17 bulan di tahun 2022 dan 2023. Terdapat paling banyak, yaitu 17 responden (39,5%) terkonfirmasi positif di bulan November 2022. Hasil uji Mann-Whitney sebesar nilai p-value 0,136 yang menunjukkan nilai p-value >0,05. Kesimpulan: Berdasarkan hasil uji Mann-Whitney tidak terdapat adanya hubungan yang bermakna antara long COVID dengan gangguan tidur pada penelitian ini. Maka dari itu, diperlukan adanya informasi tambahan mengenai faktor lain yang mempengaruhi kondisi long COVID dan gangguan tidur pada responden. ABSTRACT Background: The rapid spread of COVID-19 has led to an increase in the number of people infected, but it has also been matched by an increase in the cure rate for COVID-19 cases. The cure rate is followed by prolonged symptoms and is known as long COVID. This condition can be experienced by everyone infected, including medical students. One of the symptoms is sleep disturbance which is enough to interfere with daily activities and life. Therefore, this study aims to determine the relationship between long COVID and sleep disturbance that occur in medical faculty students. Methods: This research used the descriptive analytic type using cross sectional study approach. The determination of sample size technic used is non random sampling technique with purposive sampling method. The sample in the study were 43 repondents which are the student of medical faculty of YARSI university class of 2020,2021,2022. The type of data used is primary data which obtained through filling out Pittsburgh sleep quality index (PSQI) questionnaire to measure sleep quality. Bivariate analysis using nonparametric statistical tests, namely the Mann-Whitney test. Results: The results of the analysis shows that the majority of respondents 30 (69.8%) were female and 38 (88.4%) of the total respondents had poor sleeping quality. The range period of time respondents got infected by COVID-19 to fill out the questionnaire, is 1 to 17 months in 2022 and 2023. Most of respondents, 17 (39.5%) were confirmed positive in November 2022. The Mann-Whitney test results showed a p-value of 0.136 which indicates a p-value >0.05. The Mann-Whitney test results which indicates a p-value >0.05. Conclusion: Based on the results of Mann-Whitney test, there is no significant relationship between long COVID and sleep disturbances in this study. Therefore, additional information is needed regarding to other factors that affect the condition of long COVID and sleep disorders in respondents.
Co-Authors -, Faiq Syafriansyah Aan Royhan Afif Aziz Firdausy Agisni Kartika Rachmadini Alisa Fidelia Putri Almaudoody, Daffa Naufal Hamid Alya Nabila Alyaa Shabrina Arifin Amara Aurelia Ambar Hardjanti Amelia Kresna An-Nisa, Hamida Ananda Fatimah Ramadhani Anandra Julitiana Andi Dewitya Andini Anita Rahmawati Annisa Amelia Annisa Fitri Ramadhany Annisa Winahyu Anjani Ardi, Raihan Ardini, Putri Arista, Kesya Nabila Arsyad Arsyad Aryenti Astiningtyas, Widya Ayu Aulia Najmi Yatrib Ul Firdaus Aulia Rahma Isnaeni Ayu Andriani, Ayu Azzahir, Raihan Rahmat Bambang Poerwantoro Bambang Poerwantoro Batubara, Lilian Belia, Citra Berliannissa Diva Irvadianis Budiman, Reval Setya Aji Chandra, Natasya Citra Fitri Agustina Damayanti, Ndaru Andri Dani Mulya Arrafi Daud Trisanto Dela Riyanti Deria Zahra Fatihah Desica Destya Putri Dewi, Intan Keumala Dian Widianti Mukaromah Dianti, Sry Vhina Dina Yustisi Yurista Dinda Mulya Arrifa Donanti, Elita Edi Prasetyo Edward Syam Edward Syam Eko Purwanto Eko Purwanto Elita Donanti Elita Donanti Elsye Souvriyanti Elsye Souvriyanti Elsye Souvriyanti Elsye Souvriyanti, Elsye Elza Rakhma Octaviaini Permana Endah Purnamasari Endah Purnamasari Endah Purnamasari Endang Purwaningsih Endy Muhammad Astiwara Eri Dian Erlina Wijayanti Faizar, Fathia Azzahra Fakhri Faadillah Djashar Fakhria Mutia fanni tasya rahma Fasli Jalal Fasli Jalal Ferlianti, Rika Ferryal Basbeth Ferryal Basbeth Ferryal Basbeth fetricia catherina Firdaus, Fiqri Nurul Firza Azaria Syerin Firza Yoviono Fitri Amelia Fitria Nur Ain Fitria Rahma Ghozy Akbar Halida, Ezayffa Hizfar Hamida An-Nisa Hanifah Azzahra Hedansa Hasanatul Fitriani Hasibuan, Faizal Drissa Helena Khairunnisa, Diandra Hermi, Permata Hesty Juni Tambuati Subing Hidayah, Adira Hayyu Putri Ida Ratna Nurhidayati Igor Ramirez Indah Pramesti Intan Keumala Dewi Jiwandani, Rizka Zahra Jovanly Jovanly Juniarti Karina Dewi Karina Dewi, Karina Karina Nurul Syifa Gita Shafira Kartika Rachmadini, Agisni Kenconoviyati Keumala Dewi, Intan Kresna, Amelia La Rizky Santun Putri Laginta Revilosa Zilmi Lilian Batubara Lilian Batubara Linda Armelia Linda Weni Maharsih, Eri Dian Marsiati, Himmi Maudina Mahlani Mazaya Azzahra Muhammad Achmad Yani Muhammad Arsyad Muhammad Hafizh Al-Fatah Imanov Muhammad Hariyadi Muhammad Kholik Sanaba Nabiilah Ayu Anisah Nabila Ghufraeni Rona Raharjo Nabilah Suri, Sakina Nabilla Rizqina Rachmaputri Natasya Chandra Noor Achmad Nunung Ainur Rahmah Nur Asiah Nurhidayati, Ida Ratna Nurmarida Asriani, Salfa Nurpanji, Farrahanim Pyka Nurwijayanti Pramesti, Indah Pratami Adityaningsari Pratami Adityaningsari Pratami Adityaningsari Pratami Adityaningsari putri, firda amanda Putri, Rafischa Qomariyah Qomariyah Qomariyah Qomariyah Rahmawati, Kus Fanisa Rahmi, Hastuti Ramadhan, Rayhan Ramirez, Igor Ratu Rohmah Januba rein, virjinea hawani Restie Abeputri Restu Syamsul Hadi Rifal Hendri Hermawan Rifqatussa’adah, Rifqatussa’adah Rika Ferlianti Rika Yuliwulandari Rika Yuliwulandari Risdawati Djohan Riyani, Anggita Yayang robbi, dzikri robbi Rostiana, Ajeng Nita Sahira Nabila Azahra Saleh, Muhammad Fathurrahman Salfa Nurmarida Asriani Salsabila Dinda Aulia Salwa Sabia Fitriani Samsul Mustofa Samudra, Galih Jati Bintang Sandrina Shera Monifa Sari, Siti Maulidya Sendy Shafakarina Erizal Setyo Mahanani Shinta Aurellia Putri Shintya Nabilla Trianti Siti Nur Riani Soraya, Aulia Ramadhani Sri Hastuti Andayani Sri Wahyu Herlinawati Sri Wuryanti Taslim, Siti Ghadira Inayah TITIEK DJANNATUN Titiek Djannatun Titiek Djannatun Vasha Annisa Hidayat Wan Nedra Wening Sari Widianti Mukaromah, Dian Wijayanti, Erlina Yoviono, Firza Yurika Sandra Zakiyah Zakiyah Zuhdi, Akram Ushaim