Claim Missing Document
Check
Articles

Aplikasi Enzim Pepsin Lambung Tuna terhadap Karakteristik Protein Daging Sapi Nurhayati, Tati; Nugraha, Roni; Kurniawan, Riki
Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan Vol 19, No 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Politeknik - Ahli Usaha Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jpbkp.v19i1.981

Abstract

Pepsin dari lambung ikan tuna merupakan salah satu bentuk pemanfaatan hasil samping berupa enzim proteolitik yang dapat digunakan dalam bidang pangan. Enzim pepsin dapat diaplikasikan pada daging. Daging sapi merupakan salah satu bahan pangan dengan kandungan protein yang cukup tinggi. Tujuan penelitian ini adalah menentukan pengaruh penambahan enzim pepsin dari lambung ikan tuna sirip kuning dan perlakuan tusukan terhadap protein daging sapi. Penelitian ini menggunakan metode rancangan acak lengkap faktorial (RALF) dengan dua faktor yaitu konsentrasi enzim (0, 14.000, dan 28.000 U/mg) dan faktor tusukan (dengan tusukan dan tanpa tusukan). Kombinasi penambahan enzim dan perlakuan tusukan memengaruhi proporsi protein daging. Penambahan pepsin dengan aktivitas 14.000 U/mg dengan tusukan menghasilkan total protein daging terlarut sebesar 19,03 ± 0,64 mg/g, kandungan protein sarkoplasma daging terlarut 15,16 mg/g, protein sarkoplasma 9,09 mg/g dan protein myofibril sebesar 23,51 mg/g. Penambahan enzim pepsin dan perlakuan tusukan memengaruhi kadar sarkoplasma dan profil protein. Enzim pepsin dan tusukan pada daging memengaruhi kelarutan protein miofibril, tetapi tidak mengurangi kadar protein miofibril. AbstractTuna gastric pepsin is a fishery by-product waste in the form of proteolytic enzymes that can be used in the food segment. The pepsin enzyme can be applied to meat. Beef is a food source of high protein. This study aimed to determine the effect of adding the pepsin enzyme from yellowfin tuna stomach and stabbing treatment to beef protein. This study used a completely randomized factorial design with two factors, namely enzyme concentration (0, 14.000, and 28.000 U/mg) and stabbing factor (with and without stabbing). The combination of enzyme addition and stabbing treatment affects the protein proportion of the meat. The addition of pepsin 14.000 U/mg with stabbing showed results with a total protein solubility value of meat was 19,32 mg/g, sarcoplasmic protein solubility of meat was 15,16 mg/g, sarcoplasmic protein content was 9,09 mg/g, and myofibril protein content was 23,51 mg/g. The treatment with the addition of pepsin enzyme and stabbing affected the sarcoplasmic levels and protein profile. Enzyme treatment and stabbing affected myofibril protein solubility, but did not reduce myofibril protein levels.
Potensi Ekstrak Daun Lindur (Bruguiera gymnorrhiza) dalam Menghambat Pertumbuhan Bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli Rahmawati, Rahmawati; Nurhayati, Tati; Nurjanah, Nurjanah
Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan Vol 18, No 2 (2023): Desember 2023
Publisher : Politeknik - Ahli Usaha Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jpbkp.v18i2.933

Abstract

Tanaman lindur (Bruguiera gymnorrhiza) merupakan salah satu jenis tanaman mangrove yang dapat tumbuh pada kondisi salinitas rendah dan aerasi yang baik. Ekstrak lindur memiliki kandungan senyawa fitokimia sehingga berpotensi diaplikasikan sebagai antibakteri pada bidang pangan maupun kesehatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi potensi antibakteri dari ekstrak daun tanaman lindur terhadap bakteri Staphylococcus aureus ATCC 6538 dan Escherichia coli ATCC 8739. Metode pengujian yang digunakan adalah ekstraksi bertingkat menggunakan proses maserasi dengan menggunakan pelarut n-heksana, etil asetat, dan etanol. Ekstrak yang diperoleh kemudian dilakukan uji fitokimia dan uji aktivitas antibakteri dengan metode difusi agar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendemen ekstrak n-heksana, ekstrak etil asetat, dan ekstrak etanol adalah sebesar 1,93%, 3,56%, dan 7,36%. Ekstrak n-heksana mengandung steroid, triterpenoid, dan flavonoid, ekstrak etil asetat mengandung steroid, triterpenoid, flavonoid, dan fenol hidrokuinon, dan ekstrak etanol mengandung steroid, flavonoid, saponin, fenol hidrokuinon, dan tanin. Hasil penelitian menunjukkan hanya ekstrak etil asetat yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri S. aureus ATCC 6538 dan bakteri E. coli ATCC 8739. Efektivitas tertinggi terdeteksi pada bakteri S. aureus ATCC 6538 yang tergolong ke dalam bakteri Gram positif, dengan diameter zona bening berkisar 3-8 mm, pada rentang jam ke-11 sampai jam ke-19. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ekstrak etil asetat yang mengandung senyawa polar dan non polar dari tanaman lindur memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai antibakteri. AbstractLindur plant (Bruguiera gymnorrhiza) is one type of mangrove plant that can grow in conditions    of low salinity and good aeration. Lindur extract contains phytochemical compounds so that it has   the potential to be applied as an antibacterial in the food and health sectors. This study was aimed    at evaluating the antibacterial potency of lindur plant leaf extract against Staphylococcus aureus ATCC 6538 and Escherichia coli ATCC 8739. The test method used was stratified extraction using maceration with n-hexane solvents, ethyl acetate, and ethanol. The extract obtained was then carried out phytochemical tests as well as antibacterial activity tests with the agar diffusion method. The results indicated that the yield of n-hexane extract, ethyl acetate extract, and ethanol extract were 1,93%, 3,56%, and 7,36%. N-hexane extract contains steroids, triterpenoids, and flavonoids, ethyl acetate extract contains steroids, triterpenoids, flavonoids, and phenol hydroquinone, and ethanol extract contains steroids, flavonoids, saponins, phenol hydroquinone, and tannins. The result also depicted that only in ethyl acetate extract can inhibit the growth of S. aureus ATCC 6538 and E. coli ATCC 8739. The highest effectiveness was observed in the S. aureus ATCC 6538 which belongs to Gram-positive bacteria, with a clear zone diameter ranging from 3-8 mm, in the range of the 11th to the 19th hour. This study concluded that that ethyl acetate extract containing polar and nonpolar compounds from lindur plants are potential to be developed as an antibacterial.
TEKNIK MIKROENKAPSULASI PEPTON IKAN MULTISPESIES BUSUK MENGGUNAKAN PERBEDAAN KECEPATAN HOMOGENISASI Nurhayati, Tati; Ibrahim, Bustami; Arumsari, Theresia Puspita
Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan Vol 14 No 1 (2023): MEI 2023
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2954.845 KB) | DOI: 10.24319/jtpk.14.45-54

Abstract

Pepton bersifat higroskopis sehingga perlu dilindungi dengan teknik mikroenkapsulasi. Tujuan penelitian ini adalah menentukan pengaruh perbedaan kecepatan homogenisasi terhadap mikroenkapsulasi pepton ikan menggunakan tingkatan kecepatan 16.000 rpm, 22.000 rpm, dan 28.000 rpm serta aplikasinya sebagai media bakteri. Stabilitas ukuran globula terbaik diperoleh menggunakan kecepatan homogenisasi 22.000 rpm. Nilai rendemen sebesar 41,76%. Mikroenkapsulat pepton memiliki kadar air sebesar 8,21%, kadar abu 1,69%, kadar lemak 0,64%, dan kadar protein 15,5%. Nilai hasil uji kelarutan sebesar 75,5%, total nitrogen 1,656%, kadar garam 1,53%, gula pereduksi 23,78%, dan pH sebesar 6,013. Nilai derajat putih sebesar 95,91%. Asam amino mikroenkapsulat pepton ikan mengandung 15 jenis asam amino. Asam amino terbaik pada mikroenkapsulat pepton ikan yaitu alanina dan asam glutamat.
Characteristics of Trypsin Isolated From Intestines Different of Fish and Correlation Toward Trypsin Activity Nurhayati, Tati; Abdullah, Asadatun; Rahmawati, Septiya; Kurniawan, Riki
Squalen, Buletin Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan Vol 19, No 2 (2024): August 2024
Publisher : :Agency for Marine and Fisheries Research and Human Resources, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/squalen.904

Abstract

Trypsin is a protease that breaks protein peptide bonds. Fish intestines canbe used as an alternative raw material for trypsin. Trypsin enzymes from theintestines of different fish species have different characteristics. This studyaimed to determine the characteristics and stability of trypsin enzyme inNaCl extracted from fish intestines based on differences in fish species. Trypsinactivity was optimal at 50 °C and pH 8, with specific activity values of 0.5993U/mg in rabbitfish, 0.3880 U/mg in sharks, and 0.6964 U/mg in flatfish. Themaximum reaction speed (Vmax) was the highest for trypsin from the intestineof rabbitfish (0.2585 mmol/s), followed by flatfish (0.1042 mmol/s), andshark (0.0599 mmol/s). The lowest Km value was obtained for trypsin fromsharks (0.4084 mM), followed by flatfish (1.0253 mM), and rabbitfish (4.5952mM). Trypsin from the intestines of rabbitfish and flatfish was stable in NaClsolution (concentration 5-30%), as it can maintain a relative activity of morethan 50%. In contrast, trypsin extracted from the intestines of milk fish hada relative activity below 21%. The average molecular weights of the threetrypsin enzymes were 26.8, 27.2; and 21.9 kDa, respectively. Differences inthe type of fish affected trypsin enzyme activity. Flatfish are omnivorous,and rabbitfish, as herbivores, have better enzyme activity values than sharks,as carnivores.
KARAKTERISASI HIDROLISAT PROTEIN IKAN LELE DUMBO (Clarias gariepinus) Nurhayati, Tati -; nurjanah, - -; sanapi, casti hasan
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol. 16 No. 3 (2013): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia
Publisher : Department of Aquatic Product Technology IPB University in collaboration with Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia (MPHPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (242.936 KB) | DOI: 10.17844/jphpi.v16i3.8058

Abstract

Ikan lele dumbo (Clarias gariepinus) memiliki kandungan protein yang cukup tinggi, sehingga potensialuntuk dimanfaatkan menjadi hidrolisat protein ikan. Penelitian bertujuan untuk menentukan kondisi optimumproses hidrolisis protein dan karakteristik hidrolisat protein ikan lele dumbo yang dihasilkan. Hidrolisatprotein ikan lele dumbo dibuat secara enzimatis menggunakan enzim papain. Konsentrasi optimum enzimpapain untuk pembuatan hidrolisat protein yaitu 5% (b/v) dengan waktu hidrolisis optimum selama 5 jam.Derajat hidrolisis yang dihasilkan pada kondisi tersebut 47,24%. Hidrolisat protein ikan lele dumbo memilikirendemen 12,16% dengan komposisi kimia sebagai berikut: kadar air 3,45±2,05%; abu (2,47±0,67)%; protein69,26%; dan lemak 0,50%. Produk tersebut memiliki sifat fungsional sebagai berikut: nilai kelarutan 98,86%;stabilitas busa 66,40%; kapasitas dan stabilitas emulsi 65,90% dan 43,18%; daya serap air (3,8±0,71) mL/g; dayaserap lemak (6,5±0,28) mL/g; serta warna (kecerahan) dengan nilai L (50,51±0,01).Kata kunci: enzim papain, hidrolisis optimum, sifat fungsional
PRODUKSI DAN APLIKASI PEPTON IKAN SELAR UNTUK MEDIA PERTUMBUHAN BAKTERI saputra, dede -; nurhayati, tati -
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol. 16 No. 3 (2013): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia
Publisher : Department of Aquatic Product Technology IPB University in collaboration with Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia (MPHPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.55 KB) | DOI: 10.17844/jphpi.v16i3.8059

Abstract

Pepton adalah hidrolisat protein yang larut dalam air dan tidak menggumpal jika dipanaskan. Tujuan daristudi ini adalah untuk: 1) mengevaluasi potensi ikan selar sebagai bahan baku pepton ikan, 2) mengoptimasipenggunaan enzim terpilih, 3) mengarakterisasi pepton ikan selar, 4) membandingkan mutu pepton ikanselar dengan pepton komersial sebagai media pertumbuhan bakteri. Proses hidrolisis ikan selar fase postrigor dengan penambahan enzim papain 0,26% (b/v) selama 6 jam. Analisis proksimat pepton ikan selar,menunjukkan kadar protein yang tinggi (74,17% basis basah) dan mengandung beberapa jenis asam aminoessensial, yaitu histidina, isoleusina, leusina, lisina, metionina, fenilalanina, treonina, valina, tirosina, danarginina. Uji karakteristik pepton ikan menunjukkan bahwa kelarutan pepton ikan post rigor yaitu 96,74%,dengan total nitrogen 11,86%, α-amino nitrogen 1,07 g/100 g, α-amino nitrogen per total nitrogen 9,02; dankadar garam 0,41%. Nilai optical density bakteri ditumbuhkan pada media yang menggunakan pepton ikanlebih tinggi dibandingkan pertumbuhan bakteri pada media yang menggunakan pepton komersial.Kata kunci: asam amino, enzim, hidrolisis, pepton, post rigor
KARAKTERISASI GLIKOSAMINOGLIKAN DARI TULANG RAWAN IKAN PARI AIR LAUT (Neotrygon kuhlii) DAN PARI AIR TAWAR (Himantura signifer Riyanto, Bambang -; nurhayati, tati -; pujiastuti, andri dwi
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol. 16 No. 3 (2013): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia
Publisher : Department of Aquatic Product Technology IPB University in collaboration with Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia (MPHPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (199.482 KB) | DOI: 10.17844/jphpi.v16i3.8060

Abstract

Ikan pari merupakan komoditas perikanan yang populasinya besar di Indonesia, tetapi pemanfaatannyabelum optimal. Jaringan tulang rawan ikan pari mengandung molekul glikosaminoglikan dan telahdimanfaatkan dalam terapi osteoarthritis. Tujuan penelitian ini adalah menentukan karakteristikglikosaminoglikan dari tulang rawan ikan pari air laut (Neotrygon kuhlii) dan pari air tawar (Himanturasignifer). Spektrum FTIR memperlihatkan pola yang sama dengan kondroitin sulfat. Konsentrasiglikosaminoglikan pada pari air laut adalah 74,767 mg/100 mL, konsentrasi ini lebih tinggi dibandingkandari ikan pari air tawar, yaitu 66,767 mg/100 mL.Kata kunci: glikosaminoglikan, Himantura signifer, kondroitin sulfat, Neotrygon kuhlii, osteoarthritis
Ekstraksi dan determinasi karakteristik kolagen gelembung renang ikan lencam (Lethrinus lentjan): Extraction and determination characteristics of swim bladder collagen in pink ear emperor fish (Lethrinus lentjan) Sakinah, Aula; Trilaksani, Wini; Nurhayati, Tati
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol. 26 No. 3 (2023): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 26 (3)
Publisher : Department of Aquatic Product Technology IPB University in collaboration with Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia (MPHPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17844/jphpi.v26i3.45529

Abstract

Ekspor filet ikan lencam yang terus meningkat di Indonesia menyebabkan peningkatan pada jumlah hasil samping produksi, salah satunya gelembung renang. Gelembung renang ikan merupakan sumber alternatif kolagen yang telah menarik minat ilmuwan dan industri untuk diaplikasikan di berbagai sektor kesehatan, farmasi, dan kosmetik. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan rasio bahan dan pelarut serta waktu yang optimal pada tahap praperlakuan dalam ekstraksi kolagen dari gelembung renang ikan lencam. Penelitian dibagi menjadi tiga tahapan, yaitu optimasi praperlakuan sampel menggunakan larutan NaOH dengan lama waktu yang berbeda, ekstraksi dengan rasio bahan dan pelarut asam asetat dan penambahan enzim papain, dan karakterisasi kolagen gelembung renang ikan lencam. Analisis komponen gelembung renang ikan lencam meliputi proksimat, asam amino, dan protein terlarut. Analisis kualitas kolagen meliputi proksimat, asam amino, pengukuran warna, derajat putih, pH, pita protein, dan gugus fungsi. Kondisi praperlakuan terbaik didapat pada gelembung renang ikan lencam yang direndam NaOH 0,1 M selama 8 jam. Ekstrasi kolagen gelembung renang ikan lencam terbaik, yaitu rasio 1:30 (b/v) larut enzim papain (PaSC) sebesar 28,88±0,71% selama 48 jam. Kandungan protein mencapai 92,56±0,12%, derajat putih 97,86%, nilai pH 6,64, kandungan hidroksiprolina sebesar 79,32 mg/g, glisina 293,35 mg/g, dan prolina 102,57 mg/g sebagai asam amino penciri kolagen. Hasil deteksi gugus fungsi menunjukkan adanya gugus fungsi amida I, II, III, A, dan B serta rantai α1 dan α2 . Pola protein kolagen terdeteksi pada kisaran molekul 100-250 kDa yang mengindikasikan kolagen tipe I.
Efektivitas jenis adsorben pada pemurnian bertingkat minyak mata tuna kaya DHA: Effectiveness of adsorbent type on graded purification of DHA-rich tuna eye oil Fauziah, Silva; Trilaksani, Wini; Nurhayati, Tati
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol. 27 No. 1 (2024): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 27(1)
Publisher : Department of Aquatic Product Technology IPB University in collaboration with Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia (MPHPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17844/jphpi.v27i1.48865

Abstract

Docosahexaenoic acid (DHA) merupakan asam lemak omega-3 pada minyak ikan yang berperan penting dalam perkembangan otak dan retina. Minyak ikan kaya DHA belum diproduksi secara massal di Indonesia. Mata tuna yang menjadi hasil samping industri perikanan dapat menjadi sumber potensial DHA dan eicosapentaenoic acid (EPA). Minyak mata tuna dengan karakteristik tinggi DHA dan polyunsaturated fatty acid (PUFA) rentan mengalami oksidasi, sehingga proses pemurnian perlu dilakukan untuk menghilangkan pengotor penyebab oksidasi. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan perlakuan pemurnian terbaik melalui parameter mutu minyak ikan guna menghasilkan minyak mata tuna dengan penurunan pengotor yang maksimal. Minyak mata tuna diperoleh melalui ekstraksi secara sentrifugasi. Minyak yang dihasilkan selanjutnya dimurnikan dengan beberapa tingkatan perlakuan permurnian, yaitu netralisasi (N1), netralisasi bleaching (N1B1), netralisasi bleaching netralisasi (N1B1N2), dan netralisasi bleaching netralisasi bleaching (N1B1N2B2). Pemurnian menggunakan jenis adsorben yang berbeda, yakni alumina aktif 8%, arang aktif 10%, dan magnesol XL 5%. Parameter yang dianalisis meliputi asam lemak bebas (FFA), bilangan asam, bilangan peroksida, anisidin, dan total oksidasi (TOTOX). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan jenis adsorben dan perbedaan tingkat ekstraksi berpengaruh secara nyata (p<0,05) terhadap bilangan peroksida, bilangan anisidin, total oksidasi, asam lemak bebas dan bilangan asam. Perlakuan dengan tingkat pemurnian N1B1N2B2 dengan adsorben magnesol XL 5% merupakan perlakuan terbaik. Proses pemurnian menghasilkan penurunan paramater oksidasi mencapai 50-80% meskipun minyak yang dihasilkan masih belum sesuai standar.
Ekstraksi dan karakterisasi enzim tripsin dari jeroan ikan bandeng (Chanos chanos) hasil purifikasi parsial: Extraction and characterization of trippsin enzyme from milkfish (Chanos chanos) partial purification result Silaban, Rosella; Nurhayati, Tati; Abdullah, Asadatun
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol. 28 No. 1 (2025): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 28(1)
Publisher : Department of Aquatic Product Technology IPB University in collaboration with Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia (MPHPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17844/jphpi.v28i1.60565

Abstract

Jeroan ikan terkenal dengan konsentrasi enzim pencernaan yang tinggi, terutama proteinase misalnya tripsin. Karakteristik tripsin ikan dipengaruhi oleh jenis dan habitatnya. Jeroan ikan bandeng merupakan bagian dari saluran pencernaan ikan dan memiliki pH netral sehingga berpotensi menjadi sumber enzim khususnya tripsin. Jeroan ikan dapat menjadi alternatif pengganti enzim tripsin komersial yang berasal dari daging babi dan sapi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan karakteristik enzim tripsin dari jeroan bandeng dengan fraksi amonium sulfat. Proses penelitian diawali dengan ekstraksi enzim tripsin dari jeroan ikan bandeng, dilanjutkan dengan fraksinasi dengan amonium sulfat (0-80%). Suhu, pH, pengaruh ion logam, pengaruh NaCl terhadap aktivitas enzim, dan kinetika reaksi. Aktivitas enzim diukur menggunakan substrat N-α-benzoyl DL-arginine-p-nitroanilide (BAPNA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak kasar tripsin memiliki aktivitas sebesar 0,117 U/mL. Aktivitas enzim tripsin tertinggi pada fraksi amonium sulfat 20-30%, yaitu sebesar 0,295 U/mL. Enzim bekerja paling baik pada suhu 50°C dan pH 6. Aktivitas enzim tripsin pada ion NaCl, MnCl2, ZnCl2, CuCl2, dan CaCl2 mengalami penghambatan pada setiap jenis ion logam yang berbeda dan bersifat sebagai inhibitor. Aktivitas tripsin pada NaCl 5-30% meningkat pada rasio 10%, yaitu sebesar 0,249 U/mL. Nilai Vmax enzim ini adalah 0,285 mmol/s, dan nilai Km-nya adalah 0,374 mM.
Co-Authors - - cholifah . Uju . Uju ., William A. Hadi Mahmud A. Zaenal Mustopa Abdullah Abdullah Ace Baehaki Ace Baekhari Aceng Jaelani, Aceng Achmad Samsudin Agnes I Agoes Jacoeb Agoes M Jacoeb Agoes M Jacoeb Agoes Mardiono Jacoeb Ahmad Syihan Ismail Aini, Khusnul Akhis R. Hutabarat Alfi Hamdan Zamzami Ali Khomsan Anabokay, Rolen Yaldivilmon Anak Agung Istri Sri Wiadnyani Andika Fransiskayana andri dwi pujiastuti Anggi Hanif Setyadin Anggi Hanif Setyadin Anggrei Viona Seulalae Anhar Rozi Anne Safrina Ardina, Carissa Mutiara Ari Elisa Ratih Arumsari, Theresia Puspita Ary Apriland Asadatun Abdullah Asri Pratitis Asti Latifah Atang Sutandi Atiek Rostika Aulia Andhikawati Azizah Nuraini Bambang - Riyanto Bambang Kusmiarso Barokah, Giri Rohmad Bayu Sejati Bintang Efrata Aprilia Bintari Dewi Darmaputri Bustami Ibrahim Cahyani, Reni Tri casti hasan sanapi Charles Parningotan Haratua Simanjuntak Chitra Octavina CHRISTI LIAMITA Danu Ariono dede - saputra Dede Saputra Dede Saputra Deden Yusman Maulid Dedi Soedarma Desniar - - Desyandri Desyandri Dewi Setiyowati Gadi Diah Anggraini Wulandari Dian Herawati Diana Ningdya Lihuana Didid Diapari Didy Laksmono R Djailani, Fernandy M. Doddy Zulverdi Dyatmiko, Ruruh Eko Fajar Nurprasetyo Eko Muhammad Isa Ekowati Chasanah Ekowati Chasanah Ekowati Chasanah ELIN AMALIA ella - salamah Ella Salamah Ella Salamah Endi Suhendi Endi Suhendi Endy Dwi Tjahjono Eriawan, Ridho Wahyu Ermawati Dewi Erwin Gunawan Hutapea Erwin Haryono Eva Harlina Eva Yanti Siregar Evy Damayanthi Ewi Pasaribu Fadjar Majardi Faisal Anwar Fauziah, Silva Febrina Olivia Akerina Feri Kusnandar Fibre, Milda Fibria, Milda Fibria, Milda F Fibria, Milda F Fikriyah, Annisaa Nurul Fitri Handayani Fitriany Podunge Giri Rohmad Barokah Gunawan Gunawan Gustiningrum, Almalia Surya H, Shinta Sari Hadi Nasbey Hadi Riyadi Hafiludin, H Hafit Isandono Hana Aulia Sativa Handri Adiwilaga Hani Novanti, Hani Hanifah Nuryani Lioe Hanifuddin, Hanifuddin Hanifuddin, M Hanifuddin, M Hanifuddin, M. Hanung Adi Nugroho Harahap, Sinar Depi Harsi D. Kusumaningrum Hartiningsih Hartiningsih Hefni Effendi Hermawan Hermawan Hermawan Hermawan Hidayat, Toni Hilyatin, Dewi Laela I Gede Eka Surya Kanta I Komang Gede Wiryawan I Nyoman Suarka I Wayan Cika I Wayan Suharta, I Wayan Ida Kaniawati IETJE WIENTARSIH Ifah Munifah Ika Astiana Ika Nilawati Ikhsanul Khairi Ikram Abi Hamzah Kurniawan Illinia Ayudhia Riyadi Imam Gunadi Indah E Wijayanti, Indah E Indah Rahayu Widadi Irama Dramawanti Pamungkas Irman Febrian Irsad Andriyanto Isdoni Bustaman Iskandar Mirza Jacoeb, Agoes Japri, Veronica Japri, Veronica Jessica Shinta Uli Simangunsong Joko Santoso Juwita. M, Endah Juwita. M, Endah K, Rona Malam Karina, Rona Malam Karina, Rona Malam Karina, Rona Malam Komariah Tampubolon Kustiariyah Tarman LAKSMI AMBARSARI Lilis Khotijah Lilis Nuraida Lubis, Roslian Lusi Safriani Lussana Rossita Dewi M F Rahardjo M. Khairun Iffat Made - Suhandana Made Suhandana Madyastuti, Rini Maggy T Suhartono MAGGY T. SUHARTONO Maggy T. Suhartono Maggy Thenawidjaja Suhartono Maglory Siburian Mahyudi Mahyudi Mala Nurilmala Manik, Btr Sri Syntia Marwan Marwan Masagus Abdul Azis masdudi masdudi Maymuchar, Maymuchar medal lintas perceka Mei Kristina Situmorang Merdekawati, Dewi Mohamad Taufik Mohammad Irfan Mohammad Zaenuri Moneca Diah Listiyaningsih Muh Tazri Nasirullah Muhammad Alhan muhammad fikri Muhammad Hanifuddin Muhammad Romli dan Suprihatin Andes Ismayana Muhammad Syahril Harahap Muhammad Zakiyul Fikri Muhammad, Hanifuddin MUJIZAT KAWAROE Munandar, Aris Mutiara Rahmawati N. Nurjanah Nanang Priatna Nani Nur’aenah Nelson Saksono nico Dynnar Ninik Purbosari Noviyan Darmawan Nugroho, Teguh Setyo Nur Mahmudi Ismail Nuraini Harmastuti Nurfajrin Nisa Nurhikma Nurhikma Nurhikma Nurhikma Nuring Wulansari Nurjanah Nurjanah . Nurjanah Nurjanah Nurjanah Nurjanah Nurjanah Nurjanah Nurjanah Nurjanah Nurjanah Nurjanah Nurjanah Nurjanah Nurkholisoh Ibnu Aman Nurlisa Alias Butet Nurul Farach Nuryani Rustaman Palupi, Nurheni Sri Pamungkas, Irama Dramawanti Pari, Rizfi Faris Parlika, Rizki Perdana, Adli Waliul Permana, Bayu Pertiwi, Rizsa Mustika Pipih Suptijah Pitria Andriyani Praptining Rahayu Primahana, Gian Puji Rianti Purnama Arafah Purwatiningsih Purwatiningsih Putri, Risma Aliviani R, Catur Yuliani Raden Hilman Wirayudha Raden Hilman Wirayudha Rahma Dini Arbajayanti Rahmatia Garwan Rahmawati, Rahmawati Rahmawati, Septiya Respatiningsih, Catur Y. Respatiningsih, Catur Yuliani Ridho Hakim Rieska Roskananda RIJAN ZAKARIA Riki Kurniawan Rimbawan Rimbawan Rina Rina Rini Suwardinni Rio Khasananda RISDIANA RISDIANA, RISDIANA Rizsa Mustika Pertiwi Rona Malam, Karina Roni Nugraha Rozi Prima Yenni Ruddy Suwandi Rustaman Rustaman S Nurul Janah Saeful Bahri Safrina Dyah Hardiningtyas Sahrul Hidayat Sakinah, Aula Saksono, Nelson Saksono Santhy Wisuda Sidauruk Santoso, Dewi Irawati Soeria Saputra, Dede Saputri, Mala Saraswati Saraswati Sari, Shinta Sari, Shinta Selvanda Moreine Bunga Septiowati, Rini Shabrina Aulia Sharah Novita Sari Shindy Hamidah Manteu Silaban, Rosella siluh putu sri dia utari Silvia Sari Siti Nurjanah Sitti Wajizah Sri Anna Marliyati Sri Budiarti Poerwanto Sri Purwaningsih Sri Redjeki Stephani Bija Suciati Sudarisman Sudiro Pambudi Sugeng Heri Suseno Suhaedi Suhaedi Suhaima, Nurafi Razna Sukarmin Sukarmin Suprihatin Suprihatin Susi Desminarti Swastikawati, Ayu Setiti Syachman Perdymer Syarif Rokhmat Hidayat Syarif Rokhmat Hidayat Syefri Rusyadi Taufan Ichza Baharuddin - Taufik Hidayat Taufik Hidayat Taufik Rahman Taufiqurrahman Taufiqurrahman Teti Teti Togar Saragi, Togar Toni Hidayat Tukmaida Simatupang Tumeal Duri Uju Uju Uju Uju Umi Faridah Untung Trimo Laksono Uzainah Aremhas W.M Herry Susilowati Wahyu Ramadhan Wasmen Manalu Widhorini, Widhorini Widya Sari Wila Rumina Nento Win Trilaksani Wini - Trilaksani Wulansari Yenni Yenni Yerizon Yerizon Yulia Oktavia Yuliani, Catur Yuliani, Catur Yunia Vanesa Yuniarti, Tatty Yusro Nuri Fawzya Z, Yulia Rahmawati