p-Index From 2021 - 2026
9.056
P-Index
This Author published in this journals
All Journal IAES International Journal of Artificial Intelligence (IJ-AI) International Journal of Public Health Science (IJPHS) Jurnal Keperawatan Indonesia Nurse Media Journal of Nursing Lingua Didaktika: Jurnal Bahasa dan Pembelajaran Bahasa Jurnal Ners Indonesia Jurnal Kesehatan Reproduksi Disease Prevention and Public Health Journal AL-TA´LIM Jurnal English Education: Jurnal Tadris Bahasa Inggris Jurnal NERS The Indonesian Journal of Public Health Paediatrica Indonesiana Health Notions GIZI INDONESIA Jukema (Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh) Belitung Nursing Journal Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia Jurnal Keperawatan Silampari Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pelayanan Kesehatan Jurnal Kesehatan Reproduksi NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (The Public Health Science Journal) Proceedings of the International Conference on Applied Science and Health Manuju : Malahayati Nursing Journal Journals of Ners Community NERSMID: Jurnal Keperwatan dan Kebidanan At-Ta'lim : Media Informasi Pendidikan Islam Al-Ta'lim JHECDs: Journal of Health Epidemiology and Communicable Diseases Jurnal Ilmiah Kesehatan Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Jurnal Ners MDJ (Makassar Dental Journal) Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Tarbiyah Al-Awlad: Jurnal Kependidikan Islam Tingkat Dasar PRODU-Prokurasi Edukasi (Jurnal Manajemen Pendidikan Islam) Jurnal Cahaya Mandalika Caring : Indonesian Journal of Nursing Science Journal of Holistics and Health Sciences (JHHS) Jurnal Kesmas Jambi J-REMI : Jurnal Rekam Medik dan Informasi Kesehatan Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Masyarakat Indonesia (JPPKMI) MALANG JOURNAL OF MIDWIFERY (MAJORY) Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Makara Journal of Health Research Berita Kedokteran Masyarakat Studies in English Language and Education DUNIA KEPERAWATAN: JURNAL KEPERAWATAN DAN KESEHATAN Jurnal Keperawatan Journal of Health Sciences and Epidemiology Jurnal Biostatistik, Kependudukan, dan Informatika Kesehatan Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (The Public Health Science Journal) Kesmas: Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional (National Public Health Journal)
Claim Missing Document
Check
Articles

Efek Penyakit Kronis terhadap Gangguan Mental Emosional Widakdo, Giri; Besral, Besral
Kesmas Vol. 7, No. 7
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hasil Riset Kesehatan Dasar tahun 2007 menunjukkan 11,6% penduduk Indonesia berumur 15 tahun ke atas mengalami gangguan mental emosional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek penyakit kronis terhadap gangguan mental emosional. Desain penelitian ini adalah potong lintang menggunakan data Riskesdas tahun 2007. Sebanyak 660.452 responden berusia di atas 15 tahun yang tidak mengalami gangguan jiwa dijadikan sampel. Gangguan mental emosional dinyatakan ada jika responden mem-punyai paling tidak enam dari 20 gangguan. Penyakit kronis seperti tuberculosis (TB) paru, hepatitis, jantung, diabetes, kanker, dan stroke diukur melalui wawancara yang didasarkan pada diagnosis petugas kesehatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari sepuluh penderita penyakit kronis, dua sampai lima penderita akan mengalami gangguan mental emosional. Analisis regresi logistik multivariat memperlihatkan bahwa risiko gangguan mental emosional semakin tinggi bersamaan dengan semakin banyak jumlah penyakit kronis yang diderita oleh responden. Responden yang menderita satu penyakit kronis berisiko 2,6 kali lebih besar untuk mengalami gangguan mental emosional, yang menderita dua penyakit kronis berisiko 4,6 kali, yang menderita tiga penyakit kronis atau lebih berisiko 11 kali. Kementerian Kesehatan disarankan untuk mengembangkan standar pelayanan penyakit kronis terkait dengan pengurangan dampak pada gangguan mental emosional dan dibentuknya tim bimbingan teknis pelayanan penyakit kronis. Basic Health Research (Riskesdas) year 2007 showed that 11.6 percent of Indonesia’s population aged 15 years and above suffering from mental emotional disorder. This study aimed to examine the effects of chronic illness to the mental emotional disorders. A cross-sectional study was performed that used Riskesdas 2007 data. Atotal of 660,452 respondents aged 15 years and over who are mentally health become sample of this study. Mental emotional disorders exist if they have at least six of the 20 disorder. Chronic diseases such as pulmonary tuberculosis, hepatitis, heart disease, diabetes, cancer, and stroke were measured based on diagnosis by health pro-fesional. The results showed that out of ten respondents with chronic illness, aproximately two to five will suffering from mental emotional disorder. Multivariat logistic regression analysis shows that the risk of developing mental emotional disorders higher as more number of chronic illnesses suffered by the respondent. Respondents suffering from one chronic disease were 2.6 times greater risk for emotional mental disorder, suffering from two chronic dis-ease have risk 4.6 times, which had three or more chronic disease risk have risk 11 times. It is suggested that the Ministry of Health to develop a standard of care of chronic diseases associated with reducing impact on the mental emotional disorders and establishment of teams for technical guidance chronic disease care.
Prevalensi dan Determinan Sindrom Metabolik pada Kelompok Eksekutif di Jakarta dan Sekitarnya Kamso, Sudijanto; Purwantyastuti, Purwantyastuti; Lubis, Dharmayati Utoyo; Juwita, Ratna; Robbi, Yull Kurnia; Besral, Besral
Kesmas Vol. 6, No. 2
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Data tentang faktor-faktor yang berhubungan dengan sindrom metabolik pada kelompok eksekutif di Indonesia yang diperlukan untuk upaya pencegahan penyakit kardiovaskular sangat terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi dan determinan sindrom metabolik pada kelompok eksekutif. Penelitian dilakukan di Jakarta dan sekitarnya dengan menggunakan rancangan cross sectional. Jumlah responden yaitu 220 orang eksekutif laki-laki dan 68 orang eksekutif wanita. Pengumpulan data dilakukan dengan pengukuran antropometri, analisis biokimia darah, analisis asupan makanan, pengukuran angka stres, dan pengukuran indeks aktivitas. Analisis regresi logistik ganda dilakukan untuk mengetahui hubungan beberapa independen variabel dengan dependen variabel. Analisis ini menghasilkan indeks massa tubuh (overweight, odds ratio (OR) = 5,54; obesitas, OR = 7,44) dan rasio total kolesterol/high density lipoprotein (HDL)-kolesterol (OR = 8,83) sebagai determinan sindrom metabolik pada kelompok eksekutif. Penelitian ini menunjukkan bahwa pemeriksaan profil lipid dan pengukuran antropometri sederhana yang teratur pada kelompok eksekutif penting dilakukan untuk mendeteksi risiko sindrom metabolik. Available datas on metabolic syndrome among Indonesian executives are limited, despite the fact of the importance of these data for cardiovaskular prevention. The objective of this study was to assess prevalence of metabolic syndrome and its associations between anthropometric measures, lipid profiles, blood pressure, nutrient intakes, and life style in executive group. A cross sectional study was undertaken in some factories in Jakarta, using multistage random sampling. The respondents were 287 executives, 219 male and 68 female. Data were collected through anthropometric measurements, biochemical blood analysis, nutrient intake, stress score, and activity index assessment. Multiple logistic regression analysis used to assess associations between independent variables and metabolic syndrome. This study showed that body mass index (overweight, odds ratio (OR) = 5,54; obesity, OR = 7,44) and ratio serum total cholesterol to high density lipoprotein (HDL)-cholesterol (OR = 8,83) were potential determinants of metabolic syndrome. This study shows the importance of routine check of lipid profile, blood pressure, and simple anthropometric assessment to detect the risk of metabolic syndrome in the elderly.
Antenatal Care Provider and Cesarean Section in Urban Areas in Indonesia Pristya, Terry Yuliana Rahadian; Herdayati, Milla; Besral, Besral; Fika, Dheni Fidyah
Kesmas Vol. 12, No. 3
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tren persalinan sesar di Indonesia (2007-2012) mengalami peningkatan dua kali lipat berisiko pada munculnya masalah kesehatan jangka panjang maupun pendek. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan tenaga kesehatan pemeriksa kehamilan dengan persalinan sesar. Penelitian kuantitatif ini menggunakan desain potong lintang dengan sampel penelitian 5143 wanita usia subur berusia 15-49 tahun yang melahirkan anak terakhirnya, baik melahirkan sesar maupun tidak di wilayah perkotaan yang terpilih dalam sampel Survei Demografi Kesehatan Indonesia tahun 2012. Analisis multivariat regresi logistik digunakan untuk mengetahui hubungan tenaga pemeriksa kehamilan dengan persalinan sesar, dikontrol oleh usia ibu, tempat periksa kehamilan, paritas, dan tempat melahirkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemeriksaan kehamilan pada spesialis kandungan 6,6 kali lebih tinggi, sedangkan pemeriksaan kehamilan pada spesialis kandungan dan bidan 2,1 kali lebih tinggi untuk melakukan persalinan sesar dibandingkan dengan ibu yang melakukan pemeriksaan kehamilannya di bidan setelah dikontrol usia ibu, tempat periksa kehamilan, paritas, dan tempat melahirkan. Terdapat interaksi antara spesialis kandungan dengan status sosial ekonomi untuk persalinan sesar. Implementasi peraturan dilakukannya persalinan sesar oleh institusi kesehatan, serta melakukan upaya protektif dan preventif persalinan pada kelompok masyarakat ekonomi tinggi dapat mengurangi terjadinya persalinan sesar yang tidak perlu. Trends of cesarean section trend in Indonesia (2007-2012) have doubled the risk of long-term and short-term health problems. This study was aimed to determine relation between antenatal care provider and cesarean section. This quantitative study used cross-sectional design with a total sample of 5,143 women aged 15-49 years who gave birth to the last child through cesarean section or not as in urban areas selected in samples of 2012 Indonesia Demographic and Health Survey. Logistic regression multivariate analysis was used to determine relation between antenatal care provider and section cesarean, which was controlled by maternal age, antenatal care facility, parity, and place of birth. Results showed that antenatal care at obstetrician was 6.6 times higher, while antenatal care at obstetrician and midwife was 2.1 times higher for cesarean section compared to women who had antenatal care at midwife after controlled by maternal age, antenatal care facility, parity, and place of birth. There is interaction between socioeconomic status and obstetrician for a cesarean section. Regulation on cesarean section by health authority, as well as protective and preventive labor applied towards on the high economic class community may reduce unnecessary cesarean section.
Risk of Adolescent Pregnancy Toward Maternal and Infant Health, Analisis of IDHS 2012 Mas'udah, Anni Fithriyatul; Besral, Besral; Djaafara, Bimandra Adiputra
Kesmas Vol. 12, No. 3
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dampak kehamilan pada remaja erat kaitannya dengan risiko kesehatan ibu dan bayi. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan komposit indeks kesehatan ibu, indeks kesehatan bayi dan untuk menelaah pengaruh kehamilan remaja terhadap kesehatan ibu dan bayi. Penelitian ini menggunakan data Survei Demografi Kesehatan Indonesia tahun 2012, dengan sampel 2.167 responden yang memenuhi syarat inklusi (wanita usia subur yang pernah melahirkan anak pertama sejak Januari 2007 sampai survei dilaksanakan). Analisis menggunakan Polychoric Principal Component Analysis untuk menentukan komposit indeks kesehatan ibu dan bayi, serta regresi logistik untuk mengetahui besar hubungan kehamilan remaja terhadap kesehatan ibu dan bayi. Kesehatan ibu dapat ditentukan melalui indikator status kesakitan ibu, akses layanan kesehatan, dan perilaku kesehatan. Kesehatan bayi dapat ditentukan melalui indikator status kesakitan bayi dan status gizi bayi. Kehamilan remaja dengan status pendidikan tinggi memiliki risiko kesehatan ibu lebih buruk 5,4 kali (95% CI = 1,3– 22,0) dibandingkan pada kehamilan dewasa. Kehamilan remaja memiliki risiko kesehatan bayi lebih buruk 1,3 kali (95% CI = 0,9 – 1,7) dibandingkan kehamilan dewasa setelah dikontrol oleh pekerjaan, sosial ekonomi, dan wilayah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa risiko kehamilan remaja pada kesehatan ibu dan bayi lebih buruk dibandingkan usia dewasa. Impact of adolescent pregnancy is closely related to risk of maternal and infant health. This study aimed to develop composite maternal index, infant index, and analyze impact of adolescent pregnancy on maternal and infant health. This study used Indonesian Health Demographic Survey 2012 data with a sample of 2,167 respondents qualified for inclusion (women of childbearing age giving birth to their first child since January 2007 until the survey was conducted). Analysis used Polychoric Principal Component Analysis to produce composite index of maternal and infant health, and logistic regression to determine relation of adolescent pregnancy to maternal and infant health. Results showed that index of maternal health can be determined by indicator maternal morbidity, access to health care, and health behaviors. Infant health index can be determined by infant morbidity and nutritional status indicators. Adolescents with higher education level had 5.4 times higher risk (95% CI = 1.3 – 22.0) to have worse maternal health than adult pregnancies. Adolescent pregnancy had a risk 1.3 times (95% CI = 0.9 – 1.7) to have worse infant health than adult pregnancies after controlled by occupation, socioeconomic, and region. In conclusion, the risk of adolescent pregnancy on maternal and infant health is worse than adult.
Job Satisfaction Model of Primary Health Care Midwives Based on Indonesian Workforce Research in the Health Sector Despitasari, Mieska; Bachtiar, Adang; Hendarwan, Harimat; Besral, Besral; Yuniar, Yuyun
Kesmas Vol. 18, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Promotive, preventive, curative, and rehabilitative efforts that are comprehensive, integrated, and sustainable are employed to enhance the health state of the global population. Within this context, however, the quality of primary health care depends on job satisfaction, which leads to the happiness of human resources in the health sector. Therefore, this study aimed to analyze and formulate a job satisfaction model among primary health care midwives in Indonesia. This study was an advanced secondary data analysis of a cross-sectional study conducted in 2017 by the National Institute of Health Research and Development, Ministry of Health of the Republic of Indonesia. A total of 87,341 midwives from all 9,669 primary health cares in Indonesia participated in this study. Data were collected by distributing the Minnesota Satisfaction Questionnaire, elaborating on the satisfaction level and relevant contributing factors. The prefilled Likert scale questionnaire was analyzed using logistic regression. The findings suggested a model indicating that motivation, work area (region), history of salary delay, and training received were important for their job satisfaction, whereas the motivation aspect contributed the most. Therefore, the local and central governments must consider these factors in the human resource policymaking process.
Knowledge, Attitudes, and COVID-19 Prevention Practices of Healthcare Workers in Indonesia: A Mobile-based Cross-sectional Survey Besral, Besral; Wiyanti, Zulvi; Nurizin, Dion Zein; Herdayati, Milla; Sutiawan, R; Rahmaniati, Martya; Yuniar, Popy
Kesmas Vol. 17, No. 2
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Knowledge of disease can affect attitudes and prevention practices, and wrong attitudes and practices can directly increase the risk of disease infection. This study aimed to describe the knowledge, attitudes, and COVID-19 prevention practice of healthcare workers in Indonesia and factors associated with prevention practices. A mobile-based cross-sectional survey was conducted in August 2020 with 254 healthcare workers in Indonesia. The self-administered questionnaire consisted of four parts: 1) sociodemographic information, 2) knowledge of COVID-19, 3) attitudes and anxiety toward COVID-19, and 4) COVID-19 prevention practices. The results indicated that healthcare workers in Indonesia had excellent knowledge and positive attitudes about COVID-19, but their preventionpractices were lacking. The multiple logistic regression analysis results revealed that the factors associated with the COVID-19 prevention practices of healthcare workers in Indonesia were knowledge, attitudes, anxiety, domicile island, age, income, and education. Healthcare workers who had excellent knowledge, positive attitudes, and high anxiety exhibited better COVID-19 prevention practices than others. Healthcare workers in Sumatra Island, aged 41–50 years, and an undergraduate education showed better COVID-19 prevention practices than others.
A Stunting Prevention Risk Factors Pathway Model for Indonesian Districts/Cities with a Stunting Prevalence of ≥30% Fentiana, Nina; Achadi, Endang L; Besral, Besral; Kamiza, Abram; Sudiarti, Trini
Kesmas Vol. 17, No. 3
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The prevalence of stunting in Indonesian children aged 0-23 months is a public health problem caused by direct and indirect factors. This study aimed to discover the path of the relationship between various risk factors and the stunting prevalence of ≥30% in 165 districts/cities in Indonesia. Data were obtained from the 2018 National Basic Health Research, National Socioeconomic Survey, and the Statistics Indonesia with a cross-sectional approach. The secondary data on stunting and risk factors were aggregated at the district/city level from individual data; children aged 0-23 months. The path analysis used to determine a stunting prevention model showed that antenatal care at the district/city level decreased stunting rates by at least 2.56% (b = -0.16; p-value = 0.04). A contraceptive user at the district/city level decreased stunting rates by 2.25% (b = -0.15; p-value = 0.05), and handwashing with soap at the district/city level by5.76%, (b = -0.24; p-value = 0.003). Antenatal care, contraceptive use, and handwashing with soap contributed to the reduction of stunting prevalence by18.18%. The study results suggested that districts/cities can play an important role in reducing stunting.
Determinants of Exclusive Breastfeeding Practices of Female Healthcare Workers in Jakarta, Indonesia Rapingah, Siti; Muhani, Nova; Besral, Besral; Yuniar, Poppy
Kesmas Vol. 16, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The World Health Organization (WHO) recommended that mothers worldwide exclusively breastfeed their infants for the child's first six months to achieve optimal growth, development, and health. Indonesia had not fulfilled the global standard of breastfeeding rate so that there was low coverage of exclusive breastfeeding in East Jakarta, especially for female healthcare workers. This study aimed to determine the factors associated with exclusive breastfeeding practices of healthcare workers. This was a quantitative study using a cross-sectional design. The recruited sample consisted of 85 female public health center workers with infants aged 6-24 months. Data were collected using self-administered questionnaires. Logistic regression analysis was applied to identify factors associated with exclusive breastfeeding. The results showed that the proportion of exclusive breastfeeding was 54.1%. Variables associated with exclusive breastfeeding were knowledge, attitude, family support, co-worker support, and healthcare worker support. Multivariate analysis showed that knowledge and age were the dominant factors of exclusive breastfeeding practices with an odds ratio (OR) adjusted OR of 14 and 5, re¬spectively. Knowledge was an influential factor in the success of exclusive breastfeeding. Therefore, creating a training program related to breastfeeding would be expected to improve knowledge. Besides, a supportive policy such as providing breastfeeding facilities was needed.
Antenatal Care Provider and Cesarean Section in Urban Areas in Indonesia Pristya, Terry Yuliana Rahadian; Herdayati, Milla; Besral, Besral; Fika, Dheni Fidyah
Kesmas Vol. 12, No. 3
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tren persalinan sesar di Indonesia (2007-2012) mengalami peningkatan dua kali lipat berisiko pada munculnya masalah kesehatan jangka panjang maupun pendek. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan tenaga kesehatan pemeriksa kehamilan dengan persalinan sesar. Penelitian kuantitatif ini menggunakan desain potong lintang dengan sampel penelitian 5143 wanita usia subur berusia 15-49 tahun yang melahirkan anak terakhirnya, baik melahirkan sesar maupun tidak di wilayah perkotaan yang terpilih dalam sampel Survei Demografi Kesehatan Indonesia tahun 2012. Analisis multivariat regresi logistik digunakan untuk mengetahui hubungan tenaga pemeriksa kehamilan dengan persalinan sesar, dikontrol oleh usia ibu, tempat periksa kehamilan, paritas, dan tempat melahirkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemeriksaan kehamilan pada spesialis kandungan 6,6 kali lebih tinggi, sedangkan pemeriksaan kehamilan pada spesialis kandungan dan bidan 2,1 kali lebih tinggi untuk melakukan persalinan sesar dibandingkan dengan ibu yang melakukan pemeriksaan kehamilannya di bidan setelah dikontrol usia ibu, tempat periksa kehamilan, paritas, dan tempat melahirkan. Terdapat interaksi antara spesialis kandungan dengan status sosial ekonomi untuk persalinan sesar. Implementasi peraturan dilakukannya persalinan sesar oleh institusi kesehatan, serta melakukan upaya protektif dan preventif persalinan pada kelompok masyarakat ekonomi tinggi dapat mengurangi terjadinya persalinan sesar yang tidak perlu. Trends of cesarean section trend in Indonesia (2007-2012) have doubled the risk of long-term and short-term health problems. This study was aimed to determine relation between antenatal care provider and cesarean section. This quantitative study used cross-sectional design with a total sample of 5,143 women aged 15-49 years who gave birth to the last child through cesarean section or not as in urban areas selected in samples of 2012 Indonesia Demographic and Health Survey. Logistic regression multivariate analysis was used to determine relation between antenatal care provider and section cesarean, which was controlled by maternal age, antenatal care facility, parity, and place of birth. Results showed that antenatal care at obstetrician was 6.6 times higher, while antenatal care at obstetrician and midwife was 2.1 times higher for cesarean section compared to women who had antenatal care at midwife after controlled by maternal age, antenatal care facility, parity, and place of birth. There is interaction between socioeconomic status and obstetrician for a cesarean section. Regulation on cesarean section by health authority, as well as protective and preventive labor applied towards on the high economic class community may reduce unnecessary cesarean section.
Risk of Adolescent Pregnancy Toward Maternal and Infant Health, Analisis of IDHS 2012 Mas'udah, Anni Fithriyatul; Besral, Besral; Djaafara, Bimandra Adiputra
Kesmas Vol. 12, No. 3
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dampak kehamilan pada remaja erat kaitannya dengan risiko kesehatan ibu dan bayi. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan komposit indeks kesehatan ibu, indeks kesehatan bayi dan untuk menelaah pengaruh kehamilan remaja terhadap kesehatan ibu dan bayi. Penelitian ini menggunakan data Survei Demografi Kesehatan Indonesia tahun 2012, dengan sampel 2.167 responden yang memenuhi syarat inklusi (wanita usia subur yang pernah melahirkan anak pertama sejak Januari 2007 sampai survei dilaksanakan). Analisis menggunakan Polychoric Principal Component Analysis untuk menentukan komposit indeks kesehatan ibu dan bayi, serta regresi logistik untuk mengetahui besar hubungan kehamilan remaja terhadap kesehatan ibu dan bayi. Kesehatan ibu dapat ditentukan melalui indikator status kesakitan ibu, akses layanan kesehatan, dan perilaku kesehatan. Kesehatan bayi dapat ditentukan melalui indikator status kesakitan bayi dan status gizi bayi. Kehamilan remaja dengan status pendidikan tinggi memiliki risiko kesehatan ibu lebih buruk 5,4 kali (95% CI = 1,3– 22,0) dibandingkan pada kehamilan dewasa. Kehamilan remaja memiliki risiko kesehatan bayi lebih buruk 1,3 kali (95% CI = 0,9 – 1,7) dibandingkan kehamilan dewasa setelah dikontrol oleh pekerjaan, sosial ekonomi, dan wilayah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa risiko kehamilan remaja pada kesehatan ibu dan bayi lebih buruk dibandingkan usia dewasa. Impact of adolescent pregnancy is closely related to risk of maternal and infant health. This study aimed to develop composite maternal index, infant index, and analyze impact of adolescent pregnancy on maternal and infant health. This study used Indonesian Health Demographic Survey 2012 data with a sample of 2,167 respondents qualified for inclusion (women of childbearing age giving birth to their first child since January 2007 until the survey was conducted). Analysis used Polychoric Principal Component Analysis to produce composite index of maternal and infant health, and logistic regression to determine relation of adolescent pregnancy to maternal and infant health. Results showed that index of maternal health can be determined by indicator maternal morbidity, access to health care, and health behaviors. Infant health index can be determined by infant morbidity and nutritional status indicators. Adolescents with higher education level had 5.4 times higher risk (95% CI = 1.3 – 22.0) to have worse maternal health than adult pregnancies. Adolescent pregnancy had a risk 1.3 times (95% CI = 0.9 – 1.7) to have worse infant health than adult pregnancies after controlled by occupation, socioeconomic, and region. In conclusion, the risk of adolescent pregnancy on maternal and infant health is worse than adult.
Co-Authors Abdul Basit Abdul Wakhid Abdullah Fadilly Abram Kamiza Achmad Fauzi Kamal Adang Bachtiar Agung Waluyo Ainin Ainin Ainin, Ainin Aisyah Apriliciciliana Aryani Akmad Rosanji Ali Asman Harahap Allenidekania Allenidekania Andri Prima Zani Andri Yan Prima Zani Anggraini Ramadhaningtyas Anita Rahmiwati Aprilia Daracantika Apriyanah, Deasy Apriza, Cici Aragar Putri Aragar Putri Arfah Husna Arfah Husna Arriawan, Iwan Arta Marisi Dame Artha Prabawa Asih Setiarini Awinda, Rinka Citra Bimandra Adiputra Djaafara Budi Anna Keliat Budi Hairani Budi Hidayat Budi Hidayat Budi Iman Santoso Budi Utomo Budi Utomo Budi Utomo Budi Utomo Catur Puspawati Catur Puspawati Cesilia M Dwiriani Cesilia Meti Dwiriani cindy prastika Dadang Hikmah Purnama Dadang Hikmah Purnama, Dadang Hikmah Dahlia, Debie - Daracantika, Aprilia Darsana, Wayan Denalian, Fatimmah Deswita Deswita Deswita Dewi Gayatri Dharmayati Utoyo Lubis Dharmayati Utoyo Lubis Dheni Fidyah Fika Diah Mulyawati Utari Dian Mulya Sari Dian Novita Dian Novita Kurniasih Dian Ramawati Dihartawan, Dihartawan Dion Zein Nurizin Djaafara, Bimandra Adiputra Djokosujono, Kusharisupeni Eflita Meiyetriani Eflita Meiyetriani Eka Budiarto, Eka Eka Wahyuni, Sri Elly Nurachmah Ema Novita Deniati Endang L Achadi Endang L Achadi Evi Martha Farida Isroani Fatma Lestari Fauzi Kamal, Achmad Fauziyyah, Rifa Fentiana, Nina Fika, Dheni Fidyah Fitrian Raya Sari Ginting, Lea Morry Br Giri Widakdo Hadi Pratomo Hadi Pratomo Hadi Pratomo Harimat Hendarwan Harimat Hendarwan Hasbullah Thabrany Hasnawati Hasnawati Helda Khusun Herlina J. EL- Matury Hermawan, Lukas C Herni Susanti Huda, Muhammad Jamalul Ilmaskal, Radian Ingan Ukur Tarigan Ingan Ukur Tarigan Ingriza, Resva Intan Rachmita Sari Irawati, Diana Iwan Ariawan Iwan Arriawan Jenny Anna Siauta Juliana Karniastuti Junadi, Purnawan Junaiti Sahar Kalamullah Ramli Kamiza, Abram Kemal N. Siregar Khaliza, Cindy Nur Krisna Yetti Krisna Yetti Kumala, Siti Sunya Kusharisupeni Djokosujono Leny Sang Surya Lia Meilianingsih Lubis, Sri Novita Lukas C Hermawan Luli Sari Yustina Luluk Rosida Lusiana Primasari Lutfiah, Umi Mardiati Nadjib Mario Ekoriano Martya Rahmaniati Martya Rahmaniati Martya Rahmaniati Makful Mas'udah, Anni Fithriyatul Masfuri - Masrizal Masrizal Mentari, Asti Sauna Mieska Despitasari Mieska Despitasari Miftakul Fira Maulidia Milla Herdayati, Milla Misnaniarti Misnaniarti Mona Lisa Mona Lisa, Mona Mudiyah, Siti MUHAMMAD AGUS SUPRAYUDI Muhammad Rasyid Ridha Muhani, Nova Mustikasari Nadjib, Mardiati Nana Mulyana Nana Mulyana Ni Made Dian Sulistiowati Nina Fentiana Nova Muhani Novitasari, Prihatini Dini Nur Hairunnisa Nur Handayani Utami Nur Ighwana Sari Nurizin, Dion Zein Nurmiati Nurmiati Okky Assetya Pratiwi Poppy Yuniar Popy Yuniar Pristya, Terry Yuliana Rahadian Priyanto Priyanto Priyanto Pujiyanto Pujiyanto Pujiyanto, Pujiyanto Purnawan Junadi Purwantyastuti Purwantyastuti Purwantyastuti Purwantyastuti Purwoko, Bambang Putri Rahmadani Putri Rahmadani, Putri Putri, Nur A'isyah Amalia R Sutiawan Rachmita Sari, Intan Radian Ilmaskal Radian Ilmaskal Rahmah Rahmah Ramadhaningtyas, Anggraini Rapingah, Siti Ratna Djuwita Ratna Djuwita Ratna Juwita Ratna Juwita Ratna Sitorus Ratna Sitorus Rayasari, Fitrian Reny Widyasari Ria Utami Panjaitan Rifa Fauziyyah Rilantias Utami Rinaldi Daswito Rini Sekartini Rinka Citra Awinda Risatianti Kolopaking Ruddy J Suhatril Saifudin, I Made Moh. Yanuar Sali Rahadi Asih Sari, Nur Ighwana Satriani Gultom Serli Wulan Safitri Setiadi, Rizky Setyowati Setyowati Shelly Maya Lova Sianipar, Novitri Siti Mudiyah Siti Nur Kholifah Siti Rapingah Sjarifah Salmah Sjarifah Salmah Sri Arini Winarti R. Sri Hariyati, Roro Tutik Sri Windiarti Sri Windiarti ST Khumaidah Sudarto Ronoatmodjo Sudijanto Kamso Sudijanto Kamso Sudikno . Sudikno ., Sudikno Susanti Widiastuti Susilawati Sutanto Priyo Hastono Sutiawan . Sutiawan, R Tawahusna Tawahusna Terry Yuliana Rahadian Pristya Thabrany, Hasbullah Toha Muhaimin Tri Hapsari Retno Agustiyowati Tri Hapsari Retno Agustiyowati Tri Krianto Tri Krianto Trihono Trihono Trihono, Trihono Trini Sudiarti Trini Sudiarti Umi Kalsum Umi Lutfiah Umi Sukowati Uyu Wahyudin Uyu Wahyudin Vernonia Yora Saki Vivi Triana Vivi Yulaswati Widanarko, Baiduri Windiarti, Sri Winne Widiantini Winne Widiantini Winny Kirana Hasanah Wiyanti, Zulvi Wulan Sari Rasna Giri Sembiring Yani Sofiani Yeni Rustina Yulaswati, Vivi Yulia Pratiwi Yulia Pratiwi Yull Kurnia Robbi Yull Kurnia Robbi Yuniar, Poppy Yuyun Yuniar Yuyun Yuniar