p-Index From 2021 - 2026
9.056
P-Index
This Author published in this journals
All Journal IAES International Journal of Artificial Intelligence (IJ-AI) International Journal of Public Health Science (IJPHS) Jurnal Keperawatan Indonesia Nurse Media Journal of Nursing Lingua Didaktika: Jurnal Bahasa dan Pembelajaran Bahasa Jurnal Ners Indonesia Jurnal Kesehatan Reproduksi Disease Prevention and Public Health Journal AL-TA´LIM Jurnal English Education: Jurnal Tadris Bahasa Inggris Jurnal NERS The Indonesian Journal of Public Health Paediatrica Indonesiana Health Notions GIZI INDONESIA Jukema (Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh) Belitung Nursing Journal Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia Jurnal Keperawatan Silampari Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pelayanan Kesehatan Jurnal Kesehatan Reproduksi NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (The Public Health Science Journal) Proceedings of the International Conference on Applied Science and Health Manuju : Malahayati Nursing Journal Journals of Ners Community NERSMID: Jurnal Keperwatan dan Kebidanan At-Ta'lim : Media Informasi Pendidikan Islam Al-Ta'lim JHECDs: Journal of Health Epidemiology and Communicable Diseases Jurnal Ilmiah Kesehatan Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Jurnal Ners MDJ (Makassar Dental Journal) Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Tarbiyah Al-Awlad: Jurnal Kependidikan Islam Tingkat Dasar PRODU-Prokurasi Edukasi (Jurnal Manajemen Pendidikan Islam) Jurnal Cahaya Mandalika Caring : Indonesian Journal of Nursing Science Journal of Holistics and Health Sciences (JHHS) Jurnal Kesmas Jambi J-REMI : Jurnal Rekam Medik dan Informasi Kesehatan Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Masyarakat Indonesia (JPPKMI) MALANG JOURNAL OF MIDWIFERY (MAJORY) Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Makara Journal of Health Research Berita Kedokteran Masyarakat Studies in English Language and Education DUNIA KEPERAWATAN: JURNAL KEPERAWATAN DAN KESEHATAN Jurnal Keperawatan Journal of Health Sciences and Epidemiology Jurnal Biostatistik, Kependudukan, dan Informatika Kesehatan Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (The Public Health Science Journal) Kesmas: Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional (National Public Health Journal)
Claim Missing Document
Check
Articles

Analysis of Factors Affecting Hospital Risk Management in Indonesia: The SEM-PLS Approach Dihartawan, Dihartawan; Lestari, Fatma; Widanarko, Baiduri; Besral, Besral
Kesmas Vol. 19, No. 2
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Healthcare workers, especially those in hospitals, face a variety of complex hazards and exposures. One of the essential aspects of reducing risks and dangers is effective risk management. This study used a cross-sectional approach to survey the implementation of occupational health and safety management systems in Indonesian hospitals and to identify factors predisposing hospital risk management in Indonesia. A purposive sampling method was employed to select 90 hospitals distributed across 10 provinces in Indonesia. Data were analyzed using descriptive analysis, correlation, and SEM-PLS. A total of 44 hospitals (48.9%) had complete status plenary, and the majority were type C hospitals (43.3%). The results of SEM-PLS analysis showed that the hazard and risk identification analysis and Standard Operating Procedures (SOPs) factor-variables significantly predisposed the high quality of hospital risk management in Indonesia, with path values of 0.282 and 0.469, respectively. Enhancing hospital risk management in Indonesia could be achieved by increasing the use of appropriate SOPs and conducting a thorough analysis of hazards and risk identification.
Pre-eklampsia Berat dan Kematian Ibu Muhani, Nova; Besral, Besral
Kesmas Vol. 10, No. 2
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pre-eklampsia berat, salah satu penyebab utama kematian ibu di Indonesia dan di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Lampung, merupakan penyebab kematian ibu nomor satu (47,25%). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan prediktor pre-eklampsi berat (PEB) yang dinilai dari tekanan darah sistolik, tekanan darah diastolik, proteiunuria, eklampsia, sindrom hemolysis, elevated liver enzymes, low platelets count (HELLP) dengan kematian ibu di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek. Penelitian ini menggunakan desain kasus kontrol dengan jumlah sampel 60 kasus dan 120 kontrol. Data diolah dari rekam medis rumah sakit selama periode lima tahun (2010 – 2014). Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa sindrom HELLP memiliki risiko kematian ibu 12 kali lebih tinggi (95%CI 2,9 – 53,7) dan eklampsia memiliki risiko 12,1 kali lebih tinggi (95%CI 3,8 – 38,6). Tekanan darah diastolik 110 – 119 mmHg memiliki risiko 7,4 kali lebih tinggi (95%CI 1,8 – 29,2), tekanan darah diastolik ≥ 120 mmHg memiliki risiko 5,5 kali lebih tinggi (95%CI 1,1 – 23,1), tekanan darah sistolik > 190 mmHg memiliki risiko 2,1 kali lebih tinggi (95%CI 0,5 – 7,4), tekanan darah sistolik 170 – 190 mmHg memiliki risiko 1,6 kali lebih tinggi (95%CI 0,5 – 4,5), proteinuria +3 memiliki risiko 4,2 kali lebih tinggi (95%CI 0,3 – 27,4), proteinuria +4 memiliki risiko 3,2 kali lebih tinggi (95%CI 0,5 – 31,7) setelah dikontrol oleh usia ibu, gravida, usia kehamilan, metode persalinan, pemberian diasepam, pendidikan, tempat tinggal, dan pekerjaan. Oleh karena itu, perlu meningkatkan deteksi dini komplikasi kehamilan dan penanganan yang baik kasus preeklampsia untuk mencegah kematian ibu akibat eklampsia dan sindrom HELLP. Severe preeclampsia, one of main causes of maternal death in Indonesia and at Dr. H. Abdul Moeloek Lampung Public Hospital, is the leading cause of maternal death (47.25%). This study aimed to determine relation of severe preeclampsia predictor as assessed from systolic blood pressure, diastolic blood pressure, proteiunuria, eclampsia and HELLP syndrome with maternal death at Dr. H. Abdul Moeloek Public Hospital. This study used case control design with 60 cases and 120 control total of sample. Data was managed from hospital medical records during five years period (2010 – 2014). Results of study showed HELLP syndrome had risk of maternal death 12 times higher (95%CI 2.9 – 53.7) and eclampsia had the risk 12.1 times higher (95%CI 3.8 – 38.6). Then diastolic blood pressure 110 – 119 mmHg had the risk 7.4 times higher (95%CI 1.8 – 29.2), diastolic blood pressure ≥ 120 mmHg had the risk 5.5 times higher (95%CI 1.1 – 23.1), sistolic blood pressure > 190 mmHg had the risk 2.1 times higher (95%CI 0.5 – 7.4), sistolic blood pressure 170 – 190 mmHg had the risk 1.6 times higher (95%CI 0.5 – 4.5), proteinuria +3 had the risk 4.2 times higher (95%CI 0.3 – 27.4), proteinuria +4 had the risk 3.2 times higher (95%CI 0.5 – 31.7) after controlled by maternal age, gravida, pregnancy age, delivery method, diazepam provision, education, domicile and employment. Therefore, it needs to improve early detection of pregnancy complication and good management of preeclampsia case to prevent maternal death due to eclampsia and HELLP syndrome.
Residential Density, Parents’ Sexual Activity and Teenage Sexual Behavior in Yogyakarta Rosida, Luluk; Martha, Evi; Besral, Besral
Kesmas Vol. 10, No. 3
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada daerah kumuh dan padat, orangtua sering terpaksa harus berbagi ruang tidur dengan anak-anaknya sehingga anak-anaknya sudah terpapar dengan aktivitas seksual sejak dini. Penelitian ini bertujuan mengetahui kepadatan hunian, aktivitas seksual orangtua, dan efeknya terhadap perilaku seksual remaja di Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan desain potong lintang dengan mewawancarai 268 keluarga yang memiliki anak remaja yang dipilih secara acak di daerah kumuh perkotaan dan daerah pedesaan pada bulan Maret – Mei 2015. Analisis data dilakukan menggunakan uji kai kuadrat dan regresi-cox multivariat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa orangtua yang tinggal di hunian padat memiliki risiko dua kali lebih besar untuk melakukan aktivitas seksual yang berdampak negatif bagi anaknya. Aktivitas seksual orangtua tidak berpengaruh terhadap perilaku seksual berisiko pada remaja. Faktor yang berhubungan bermakna dengan perilaku seksual berisiko pada remaja adalah jenis kelamin laki-laki, sikap negatif, dan pengaruh teman sebaya. Dinas kesehatan dan puskesmas agar terus meningkatkan program penyuluhan remaja dan melatih konselor teman sebaya. Kegiatan yang selama ini telah dilakukan di sekolah sebaiknya diperluas pada daerah berisiko seperti daerah kumuh perkotaan dengan kepadatan hunian yang tinggi. In dense and slum areas, parents often have to share bedroom with their children, so the children have been exposed to sexual activity since early. This study aimed to determine residential density, parents’ sexual activity and its effects to teenage sexual behavior in Yogyakarta. This study used cross-sectional design by interviewing 268 families that had teenagers as selected randomly in urban slum areas and rural areas on March – May 2015. Data was analyzed using chi-square test and multivariate cox-regression. Results showed that parents living in dense residence had risk two times higher to commit sexual activity which had negative effect on their children. Parents’ sexual activity did not have any influence to risky sexual behavior among teenagers. Factors significantly related to risky sexual behavior among teenagers are male sex, negative attitude and influence of peers. Health agency and primary health care should improve counseling programs for teenagers and train peer counselors. Activities which have been conducted at schools should be expanded to risky areas, such as urban slum area with high density of residence.
Determinan Stres pada Pegawai Kementerian Kesehatan Republik Indonesia Besral, Besral; Widiantini, Winne
Kesmas Vol. 9, No. 3
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kejadian stres pada pelbagai kelompok di Indonesia cukup tinggi dan belum banyak diketahui determinannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui determinan stres pada pegawai Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI). Penelitian potong lintang ini dilakukan pada tahun 2013 terhadap 230 pegawai sekretariat jenderal yang dipilih secara acak. Analisis statistik menggunakan regresi logistik ganda. Responden dikatakan stres jika memiliki skor 28 atau lebih dengan menggunakan 17 pertanyaan terkait personal stress inventory. Hasil penelitian menunjukkan prevalensi stres sebesar 79% dan determinan stres adalah obesitas, usia, jabatan, suku, pendidikan, dan aktivitas fisik. Risiko stres lebih tinggi pada pegawai yang obesitas (ORadj = 1,9), pegawai berusia di bawah 40 tahun (ORadj = 2,1), suku Sunda (ORadj = 3,1), menduduki jabatan struktural (ORadj = 2,3), pegawai yang berpendidikan SMA atau D3 (ORadj = 2,8), dan pegawai perempuan yang kurang aktivitas fisik (ORadj = 8,2). Disimpulkan bahwa determinan stres sangat bergantung pada beban kerja dan karakteristik individu, risiko stres sangat tinggi terdapat pada pegawai perempuan yang kurang aktivitas fisik. Disarankan agar Kemenkes melakukan promosi kesehatan tentang hidup sehat dan pencegahan stres kepada seluruh pegawai, melakukan rekreasi bersama secara berkala, melaksanakan olahraga rutin setiap hari Jumat pagi di pusat kebugaran Kemenkes untuk menurunkan obesitas dan stres. The prevalence of stress on various groups in Indonesia is quite high and has not been known their determinants. This study aimed to find out determinants of stress among civil servants at the Health Ministry of Republic of Indonesia. This cross sectional study was conducted in 2013 toward 230 secretariat general civil servants selected randomly. Analysis of statistic used multiple logistic regression. Respondents were considered stress if they got score 28 or more by using 17 questions personal stress inventory. Results showed that prevalence of stress related to and determinants of stress were obesity, age, position, tribe, education and physical activity was worth 79%. The risk of stress was higher among obese civil servants (ORadj = 1.9), age under 40 years old (ORadj = 2.1), tribe Sundanese (ORadj = 3.1), structural positions (ORadj = 2.0), senior high school or vocation level (ORadj = 2.8), women with lack of physical activity (ORadj = 8.2). To sum up, determinants of stress very depended on work loads and individual characteristics, the highest risk of stress among women who lack of physical activity. The Health Ministry should promote health public concerning healthy lifestyle and prevention of stress to all civil servants, periodically holding recreation together, conducting regular exercise on Friday morning in order to reduce obesity and stress.
The Nurse Lecturer’s Competencies: A Systematic Review Novita, Dian; Sri Hariyati, Roro Tutik; Masfuri, Masfuri; Besral, Besral
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 9, No 1 (2024): March 2024
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30604/jika.v9i1.2480

Abstract

The development of nursing education has undergone acceleration in various aspects. The effect of rapid digitalization, the requirements to become professional nurses, increasingly stringent regulations, global open competition and a variety of diseases that are increasingly developing in society have all added to the need for nurse lecturers who have relevant competencies in educating future nurse candidates. Clinical education for nurses is an integrated part of the nursing curriculum and a fundamental for bridging the gap between practice and theory. Based on the needs of students to oversee the process of assessing the competence of nurse lecturers both in academics and in practice in the field aims to maintain quality and improve competence. The aim of this systematic review is to describe the assessment of the competence of the nurse lecturers in nursing education. Systematic review of original article using quantitative study. Four data base sources chosen to get original articles: Science Direct, Proquest, Wiley, Scopus. The review method uses the PCO criteria (s). The selected articles have been limited to the criteria of using English, open access and full text, published between 2012 and 2023. Screening and extraction processes employ the Covidence system. Critical appraisal is done using JBI. The proceed of this review its importance knowledge, skills, and attitudes about leadership are proven to be important for increasing the competence of nurse lecturers. Furthermore, lecturers' confidence in their own competence was associated with having entrepreneurial experience and promulgate it to the students. This systematic review provides an overview wheter instruments can be used to assess the competence of nurse lecturers. Competent nurse lecturers will encourage the improvement of the quality of nursing student graduates and nursing education. The main competencies that must be possessed by nurse lecturers include knowledge, skills and attitudes. The competency that is most frequently found is pedagogical competence. By assessing the competence of nurse lecturers through nurse lecturer assessment instruments, it is expected that the quality of nursing education will be maintained.
Preferred child number as the primary determinant of higher parity in women aged 45-49 in Eastern Indonesia: the 2017 IDHS data analysis Putri, Nur A'isyah Amalia; Hastono, Sutanto Priyo; Besral
BKM Public Health and Community Medicine Vol 39 No 11 (2023)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/bkm.v39i11.9869

Abstract

Purpose: This research aims to determine the determinants of higher parity in women aged 45-49 years in Eastern Indonesia. Methods: This research uses a quantitative approach and analysis of secondary data from the 2017 IDHS, utilizing a cross-sectional study design. Meanwhile, this research was conducted on 1,055 samples of the 2017 IDHS and analyzed using a complex survey method. Results: The research finds that 72.2% of women aged 45-49 years in Eastern Indonesia have higher parity. Multiple logistic regression analysis indicates that women in this age group who gave birth for the first time before the age of 20 (p-value: 0.005; aOR: 2.04), those who have used a birth control method or device (p-value: 0.001; aOR: 0.30), those with the lowest welfare index (p-value: 0.015; aOR: 1.90), those who have experienced child mortality (p-value: 0.001; aOR: 4.46), and those preferred more than two children (p-value: 0.001; aOR: 5.47) are statistically significant related to higher parity. Conclusion: The research concludes that key determinants of higher parity in women aged 45-49 years in Eastern Indonesia include early age at first birth, previous use of a birth control method or device, lowest welfare index, experience of child mortality, and a preference for having more than two children. Among these, the preferred child number is the most dominant variable related to higher parity.
Faktor Penyebab Penundaan Operasi Elektif di Rumah Sakit Umum Pusat Fatmawati, Jakarta : Factors Causes Delay of Elective Surgery in Fatmawati General Hospital, Jakarta Sianipar, Novitri; Besral
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 7 No. 2: FEBRUARY 2024 - Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v7i2.4910

Abstract

Latar belakang: Pelayanan operasi merupakan pelayanan kesehatan yang menggambarkan mutu rumah sakit. Akibat tingginya biaya pengelolaan pelayanan operasi, dituntut harus mengoptimalkan efisiensi pelayanan di kamar operasi. Salah satu parameter efisiensi pelayanan operasi adalah ketepatan waktu penjadwalan operasi. Penundaan operasi menjadi masalah penting yang menyebabkan ketidakpuasan pasien, peningkatkan biaya dan memperpanjang masa rawat pasien serta kurang efisiennya manajemen. Disamping itu berdampak pada psikologis pasien. Angka penundaan operasi di Rumah Sakit Umum Pusat Fatmawati masih tinggi yaitu 2.3%, sedangkan target capaian ? 2.0%, sehingga masih tidak sesuai dengan indikator mutu klinis. Penundaan operasi disebabkan faktor medis pasien, faktor logistik dan administrasi. Penelitian diperlukan sebagai dasar penentuan kebijakan di RSUP Fatmawati. Tujuan: Studi ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penyebab penundaan tindakan operasi di Rumah Sakit Umum Pusat Fatmawati. Metode: Metode yang digunakan dalam penelitian ini merupakan deskripsi kuantitatif dengan desain cross sectional. Pengumpulan data dilakukan bulan Januari-Maret 2023 menggunakan data sekunder. Data yang diperoleh diolah dengan analisa univariat dan bivariat dianalisis menggunakan uji chi- square. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pasien yang mengalami penundaan operasi berjenis kelamin perempuan 52.3% dengan kategori umur berkisar 41-60 tahun sebesar 35.56%. Penundaan operasi elektif paling banyak disebabkan oleh Faktor Logistik dan administrasi 59.1% yaitu indikator tidak cukup waktu serta tidak tersedianya cukup ruang ICU dan lainnya disebabkan oleh faktor medis pasien. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan faktor logistik dan administrasi (nilai p = 0.02), serta ada hubungan faktor medis pasien terhadap penundaan operasi (nilai p = 0.02).
PENGARUH BERAT LAHIR MENURUT USIA KEHAMILAN TERHADAP KELANGSUNGAN HIDUP BAYI DI INDONESIA Lisa, Mona; Arriawan, Iwan; Besral, Besral; Pratomo, Hadi; Hermawan, Lukas C; Tarigan, Ingan Ukur
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 15 No 1 (2023): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jik.v15i1.892

Abstract

Infant survival is defined as the ability of infants to survive through life until the age of 1 year. In 2012, Indonesia IMR reportedd as 32 per 1,000 live births. Sosio economic status will affect infant survival through maternal factors, nutrition, fetal condition at birth, disease control and environment. This study aims to determine the effect of birth weight for gestational age on the infant’s survival in Indonesia. The Method of study is a retrospective cohort, utilize of data 13 295 child data contained in the Riskesdas data 2013. Result of the analysis showed that the survival of small for gestational age had the lowest probability of 97%. Results cox regression showed that small for gestational age on the high economic status, HR = 8.95, the middle-income status, HR = 3.72, and the poor economic status, HR = 7.36. Small for gestational age have contributed to infant mortality in the population by 42%. Improving the quality of antenatal care for during pregnancy and socialization of kangaroo care method for birth weight small for gestational age is an alternative to decrease the incidence of small for gestational age. Keywords:  infant survival, small for gestational age, economic status
Evaluasi Kinerja Dan Upaya Peningkatan Kualitas Data Standar Pelayanan Minimal (SPM) Bidang Kesehatan Rachmita Sari, Intan; Besral, Besral
Journals of Ners Community Vol 13 No 6 (2022): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v13i6.2398

Abstract

Pencapaian SPM merupakan salah satu indikator penilaian kinerja daerah serta dan juga digunakan sebagai bahan untuk perumusan kebijakan pemerintah daerah atau pemerintah pusat. Hasil Pencapaiannya diperhitungkan dalam perhitungan Tunjangan Kinerja Daerah. Oleh karena itu, kualitas data SPM sangatlah penting untuk menjamin akuntabilitas penilaian kinerja pejabat publik. Berdasarkan uraian tersebut peneliti tertarik untuk melakukan penelitian untuk mengetahui bagaimana kualitas Data SPM Bidang Kesehatan Provinsi DKI Jakarta serta faktor-faktor apa saja yang berhubungan dengan kualitas data di Provinsi DKI Jakarta. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian mixed methods dengan menggunakan metode gabungan kuantitatif dan kualitatif secara bersamaan. Sampel penelitian kuantitatif adalah 484 petugas di 44 Puskesmas Kecamatan. Ada 12 indikator SPM yang dinilai kualitas datanya berdasarkan variabel kelengkapan data, ketepatan waktu, akurasi dan konsistensi data. Penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional dengan menggunakan kuesioner Penilaian Mandiri Kualitas Data Rutin (PMKDR), sedangankan metode kualitatif menggunakan wawancara mendalam, diskusi terarah dan telaah dokumen. Hasil penelitian kualitas data SPM Bidang Kesehatan Tingkat Kota/Kabupaten Tahun 2019-2021, yang terdiri dari ketepatan waktu pelaporan, kelengkapan data, akurasi serta konsistensi, didapatkan bahwa rata-rata capaian kinerja output (kualitas data SPM) sebesar 96% dengan variasi 6% di 44 Puskesmas Kecamatan di DKI Jakarta. Hasil studi kuantitatif setelah dikontrol dengan variabel independen yang ada, SDM Pengelola Data SPM, SOP Pengelolaan Data SPM, Dukungan/Regulasi Pimpinan, Pelatihan/Bimtek SDM, Pemanfaatan Data dan Monitoring Evaluasi Pengelolaan Data SPM mempengaruhi kinerja output (kualitas data SPM) dengan nilai koefisien determinasi (R Square) menunjukkan nilai 0,185 artinya model regresi yang diperoleh dapat menjelaskan 18,5% variasi variabel kinerja output. Variabel yang paling besar pengaruhnya terhadap penentuan kinerja output adalah Monitoring dan Evaluasi Pengelolaan Data SPM dengan nilai Coefisien B 0,321.
HUBUNGAN PENGETAHUAN TENTANG KB DENGAN PENGGUNAAN MKJP PADA WUS YANG TIDAK MENGINGINKAN ANAK LAGI DI INDONESIA (ANALISIS SDKI 2017) Apriyanah, Deasy; Besral, Besral
Jurnal Cahaya Mandalika ISSN 2721-4796 (online) Vol. 3 No. 2 (2022)
Publisher : Institut Penelitian Dan Pengambangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jcm.v3i2.2041

Abstract

Latar belakang: Salah satu cara untuk menekan angka kelahiran adalah dengan menggunakan kontrasepsi. Metode Kontrasepsi Jangka Panjang merupakan salah satu kontrasepsi yang lebih cost-efektif dan memiliki efek samping yang sedikit untuk menurunkan tingkat kelahiranTujuan: Mengetahui Hubungan Pengetahuan dengan Penggunaan MKJP Pada Wanita Usia Subur yang Tidak Menginginkan Anak Lagi di Indonesia.Metode: Rancangan penelitian ini menggunakan studi analitik observasional dengan metode potong lintang (cross sectional). Penelitian cross sectional dilakukan untuk mempelajari hubungan antara dua variabel yaitu faktor risiko dan masalah kesehatan, dengan melakukan pengamatan dan pengukuran data pada suatu populasi tertentu dalam satu waktu yang sama. (1) Desain penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Pengetahuan dengan penggunaan MKJP pada akseptor wanita usia 15-49 tahun di Indonesia Yang Tidak Menginginkan Anak Lagi berdasarkan data SDKI 2017.Hasil: Responden yang menggunakan MKJP sebagian besar memiliki pengetahuan yang tinggi (20,6%), berusia 35-59 tahun (19,9%), menempuh pendidikan di Perguruan Tinggi (35,1%), bekerja (18,5%), status ekonomi atas (20,3%), tinggal di wilayah perkotaan (17%), jumlah anak >2 orang (20,4%), terpapar informasi terkait KB (19,6%), tidak pernah mendapatkan kunjungan PLKB (15,7%), menerima kunjungan postnatal (16,6%) dan pengambilan keputusan ber KB secara bersama (18,8%). Hasil uji statistik menunjukkan terdapat hubungan antara pengetahuan dengan penggunaan MKJP pada WUS yang tidak menginginkan anak lagi. WUS dengan pengetahuan KB yang tinggi berpeluang 1,98 kali untuk penggunaan MKJP dibandingkan WUS dengan pengetahuan rendah (pv=0,004 OR=1,98 95% CI 1,23 – 3,19). Selanjutnya terdapat hubungan pendidikan, jumlah anak, keterpaparan informasi KB dan kunjungan PLKB dengan penggunaan MKJP pada WUS yang tidak menginginkan anak lagi. WUS yang menempuh pendidikan di Perguruan tinggi berpeluang 2,82 kali untuk penggunaan MKJP dibandingkan WUS yang tidak sekolah/SD (pv=0,004 OR=2,82 95% CI 1,50 – 5,31). WUS yang memiliki anak >2 orang berpeluang 1,74 kali untuk penggunaan MKJP dibandingkan WUS yang memiliki anak ≤2 orang (pv=0,012 OR=1,74 95% CI 1,13 – 2,68). WUS yang pernah terpapar informasi terkait KB berpeluang 1,82 kali untuk penggunaan MKJP dibandingkan yang tidak pernah terpapar (pv=0,023 OR=1,82 95% CI 1,08 – 3,06). WUS yang pernah menerima kunjungan PKLB berpeluang 2,29 kali untuk penggunaan MKJP dibandingkan yang tidak pernah menerima kunjungan (pv=0,046 OR=2,29 95% CI 0,99 – 5,29). Sedangkan tidak terdapat hubungan antara usia, pekerjaan, status ekonomi, tempat tinggal, kunjungan postnatal dan pengambilan keputusan ber KB dengan penggunaan MKJP pada WUS yang tidak menginginkan anak lagi di Indonesia.Kesimpulan: Responden yang menggunakan MKJP sebagian besar memiliki pengetahuan yang tinggi, berusia 35-59 tahun, menempuh pendidikan di Perguruan Tinggi, bekerja, status ekonomi atas, tinggal di wilayah perkotaan, jumlah anak >2 orang, terpapar informasi terkait KB, tidak pernah mendapatkan kunjungan PLKB, menerima kunjungan postnatal dan pengambilan keputusan ber KB secara bersama. Hasil uji statistik menunjukkan terdapat hubungan antara pengetahuan dengan penggunaan MKJP pada WUS yang tidak menginginkan anak lagi. Selanjutnya terdapat hubungan pendidikan, jumlah anak, keterpaparan informasi KB dan kunjungan PLKB dengan penggunaan MKJP pada WUS yang tidak menginginkan anak lagi. Sedangkan tidak terdapat hubungan antara usia, pekerjaan, status ekonomi, tempat tinggal, kunjungan postnatal dan pengambilan keputusan ber KB dengan penggunaan MKJP pada WUS yang tidak menginginkan anak lagi di Indonesia.
Co-Authors Abdul Basit Abdul Wakhid Abdullah Fadilly Abram Kamiza Achmad Fauzi Kamal Adang Bachtiar Agung Waluyo Ainin Ainin Ainin, Ainin Aisyah Apriliciciliana Aryani Akmad Rosanji Ali Asman Harahap Allenidekania Allenidekania Andri Prima Zani Andri Yan Prima Zani Anggraini Ramadhaningtyas Anita Rahmiwati Aprilia Daracantika Apriyanah, Deasy Apriza, Cici Aragar Putri Aragar Putri Arfah Husna Arfah Husna Arriawan, Iwan Arta Marisi Dame Artha Prabawa Asih Setiarini Awinda, Rinka Citra Bimandra Adiputra Djaafara Budi Anna Keliat Budi Hairani Budi Hidayat Budi Hidayat Budi Iman Santoso Budi Utomo Budi Utomo Budi Utomo Budi Utomo Catur Puspawati Catur Puspawati Cesilia M Dwiriani Cesilia Meti Dwiriani cindy prastika Dadang Hikmah Purnama Dadang Hikmah Purnama, Dadang Hikmah Dahlia, Debie - Daracantika, Aprilia Darsana, Wayan Denalian, Fatimmah Deswita Deswita Deswita Dewi Gayatri Dharmayati Utoyo Lubis Dharmayati Utoyo Lubis Dheni Fidyah Fika Diah Mulyawati Utari Dian Mulya Sari Dian Novita Dian Novita Kurniasih Dian Ramawati Dihartawan, Dihartawan Dion Zein Nurizin Djaafara, Bimandra Adiputra Djokosujono, Kusharisupeni Eflita Meiyetriani Eflita Meiyetriani Eka Budiarto, Eka Eka Wahyuni, Sri Elly Nurachmah Ema Novita Deniati Endang L Achadi Endang L Achadi Evi Martha Farida Isroani Fatma Lestari Fauzi Kamal, Achmad Fauziyyah, Rifa Fentiana, Nina Fika, Dheni Fidyah Fitrian Raya Sari Ginting, Lea Morry Br Giri Widakdo Hadi Pratomo Hadi Pratomo Hadi Pratomo Harimat Hendarwan Harimat Hendarwan Hasbullah Thabrany Hasnawati Hasnawati Helda Khusun Herlina J. EL- Matury Hermawan, Lukas C Herni Susanti Huda, Muhammad Jamalul Ilmaskal, Radian Ingan Ukur Tarigan Ingan Ukur Tarigan Ingriza, Resva Intan Rachmita Sari Irawati, Diana Iwan Ariawan Iwan Arriawan Jenny Anna Siauta Juliana Karniastuti Junadi, Purnawan Junaiti Sahar Kalamullah Ramli Kamiza, Abram Kemal N. Siregar Khaliza, Cindy Nur Krisna Yetti Krisna Yetti Kumala, Siti Sunya Kusharisupeni Djokosujono Leny Sang Surya Lia Meilianingsih Lubis, Sri Novita Lukas C Hermawan Luli Sari Yustina Luluk Rosida Lusiana Primasari Lutfiah, Umi Mardiati Nadjib Mario Ekoriano Martya Rahmaniati Martya Rahmaniati Martya Rahmaniati Makful Mas'udah, Anni Fithriyatul Masfuri - Masrizal Masrizal Mentari, Asti Sauna Mieska Despitasari Mieska Despitasari Miftakul Fira Maulidia Milla Herdayati, Milla Misnaniarti Misnaniarti Mona Lisa Mona Lisa, Mona Mudiyah, Siti MUHAMMAD AGUS SUPRAYUDI Muhammad Rasyid Ridha Muhani, Nova Mustikasari Nadjib, Mardiati Nana Mulyana Nana Mulyana Ni Made Dian Sulistiowati Nina Fentiana Nova Muhani Novitasari, Prihatini Dini Nur Hairunnisa Nur Handayani Utami Nur Ighwana Sari Nurizin, Dion Zein Nurmiati Nurmiati Okky Assetya Pratiwi Poppy Yuniar Popy Yuniar Pristya, Terry Yuliana Rahadian Priyanto Priyanto Priyanto Pujiyanto Pujiyanto Pujiyanto, Pujiyanto Purnawan Junadi Purwantyastuti Purwantyastuti Purwantyastuti Purwantyastuti Purwoko, Bambang Putri Rahmadani Putri Rahmadani, Putri Putri, Nur A'isyah Amalia R Sutiawan Rachmita Sari, Intan Radian Ilmaskal Radian Ilmaskal Rahmah Rahmah Ramadhaningtyas, Anggraini Rapingah, Siti Ratna Djuwita Ratna Djuwita Ratna Juwita Ratna Juwita Ratna Sitorus Ratna Sitorus Rayasari, Fitrian Reny Widyasari Ria Utami Panjaitan Rifa Fauziyyah Rilantias Utami Rinaldi Daswito Rini Sekartini Rinka Citra Awinda Risatianti Kolopaking Ruddy J Suhatril Saifudin, I Made Moh. Yanuar Sali Rahadi Asih Sari, Nur Ighwana Satriani Gultom Serli Wulan Safitri Setiadi, Rizky Setyowati Setyowati Shelly Maya Lova Sianipar, Novitri Siti Mudiyah Siti Nur Kholifah Siti Rapingah Sjarifah Salmah Sjarifah Salmah Sri Arini Winarti R. Sri Hariyati, Roro Tutik Sri Windiarti Sri Windiarti ST Khumaidah Sudarto Ronoatmodjo Sudijanto Kamso Sudijanto Kamso Sudikno . Sudikno ., Sudikno Susanti Widiastuti Susilawati Sutanto Priyo Hastono Sutiawan . Sutiawan, R Tawahusna Tawahusna Terry Yuliana Rahadian Pristya Thabrany, Hasbullah Toha Muhaimin Tri Hapsari Retno Agustiyowati Tri Hapsari Retno Agustiyowati Tri Krianto Tri Krianto Trihono Trihono Trihono, Trihono Trini Sudiarti Trini Sudiarti Umi Kalsum Umi Lutfiah Umi Sukowati Uyu Wahyudin Uyu Wahyudin Vernonia Yora Saki Vivi Triana Vivi Yulaswati Widanarko, Baiduri Windiarti, Sri Winne Widiantini Winne Widiantini Winny Kirana Hasanah Wiyanti, Zulvi Wulan Sari Rasna Giri Sembiring Yani Sofiani Yeni Rustina Yulaswati, Vivi Yulia Pratiwi Yulia Pratiwi Yull Kurnia Robbi Yull Kurnia Robbi Yuniar, Poppy Yuyun Yuniar Yuyun Yuniar