Articles
Analysis of Hardness on the Tapping Knife of Rubber Plants Made of Medium Carbon Steel Resulting from Quenching Process with Different Cooling Mediums
Niko Adima Brawira;
Hendri Nurdin;
Remon Lapisa;
Budi Syahri
invotek Vol 22 No 2 (2022): INVOTEK: Jurnal Inovasi Vokasional dan Teknologi
Publisher : Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24036/invotek.v22i2.1017
The quenching process carried out by the Blacksmith was still simple and used regular water cooling. This results in the knife not having a good value of hardness. This study aimed to analyze the effects of quenching with different cooling media on the hardness of the JIS SUP 9 knife from Blacksmith. The research method used an experimental method with research objects made of carbon steel per leaf or the JIS SUP 9 which was given hardening with a temperature of 800 ° C with a holding time of 30 minutes then quenching with water cooling media and oil. The data analysis found that the knife quenching with water had an average hardness of 295.6 HVN, Oil had an average hardness of 720.7 HVN, and control specimens with a hardness of 256.6 HVN. Thus, the medium quenching oil has the highest value of hardness, while the oil quenching media also has a good hardness value with no acceleration of the process of expansion. From the results of the study, the authors recommend in the quenching process use of oil cooling media, as well as adding variations of cooling media to get a better hardness value.
PENGARUH MEDIA PENDINGIN TERHADAP KEKERASAN BAJA AISI 4140 SETELAH PERLAKUAN PANAS HARDENING
Arizal Saputra;
Purwantono Purwantono;
Rifelino Rifelino;
Budi Syahri
Jurnal Vokasi Edukasi (VomEk) Vol 4 No 3 (2022): Jurnal Vokasi Mekanika
Publisher : Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Unversitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24036/vomek.v4i3.402
Penelitian ini menggunakan metode eksperimen yang bertujuan untuk mengetahui media pendingin mana yang lebih berpengaruh pada baja AISI 4140 setelah diberikan perlakuan panas hardening. Spesimen berbentuk batangan dengan ukuran 12 mm tinggi dan diameter 24 mm. Spesimen dibagi menjadi 12 dengan rincian 3 untuk media pendingin air, 3 untuk media pendingin oli, 3 untuk media pendingin air garam dan 3 untuk raw material. Raw material dijadikan panduan awal untuk melihat hasil perlakuan panas. Spesimen dipanaskan pada suhu 720º C selama 15 menit lalu didinginkan secara cepat dengan menggunakan media pendingin air, oli dan air garam. Volume media pendingin yang digunakan yaitu satu liter dan untuk air garam, volume air dan garam satu berbanding satu. Hasil kekerasan spesimen yang didinginkan menggunakan media pendingin air yaitu 29.4 HRC, hasil kekerasan menggunakan media pendingin oli yaitu 26.2 HRC sedangkan hasil kekerasan menggunakan media pendingin air garam yaitu 33.6 HRC. Memberikan media pendingin air, oli dan air garam memberikan kenaikan kekerasan yang signifikan terhadap hasil kekerasan. Yang mana kekerasan raw material dari baja AISI 4140 yaitu 21.8 HRC. Hasil kekerasan setelah menggunakan media pendingin air meningkat 34%, hasil kekerasan setelah menggunakan media pendingin oli meningkat 20%, hasil kekerasan menggunakan media pendingin air garam meningkat sebesar 54%.
PENGARUH PEMBERIAN LABELLING NEGATIF TERHADAP MINAT BELAJAR SISWA
Musytari Rahmat;
Budi Syahri;
Yufrizal A;
Rahmat Azis Nabawi
Jurnal Vokasi Edukasi (VomEk) Vol 4 No 4 (2022): Jurnal Vokasi Mekanika
Publisher : Departemen Teknik Mesin Fakultas Teknik Unversitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24036/vomek.v4i4.422
Seringkali banyak ditemukan peserta didik yang diberi lebelling negative oleh guru berdasarkan tingkat pengetahuan dan keterampilannya. Hal ini menjadi faktor yang mempengaruhi peserta didik dalam keberhasilan menjalani pembelajaran. Karena pemberian labelling membuat seorang peserta didik tidak percaya diri. Berdasarkan fenomena yang terjadi ini, penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan pengaruh pemberian lebelling negative ini terhadap minat belajar peserta didik. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan jenis korelasional yang menerapkan lebelling negative pada peserta didik dan melihat dampaknya terhadap minat belajar seorang siswa. Penelitian dilaksanakan pada 68 orang siswa kelas X Teknik Pemesinan di SMK N 1 Bukitinggi. Analisis data menggunakan metode deskripktif dan analisis regresi. Hasil pengujian diketahui nilai signifikan sebesar 0,037 yang artinya > 0,005. Sehingga diketahui jika Ha diterima dan Ho ditolak, artinya ada dampak signifikans antar variabel pemberian labelling terhadap variabel minat belajar siswa. Dari hasil riset ini disimpulkan bahwasanya ada kontribusi yang signifikan antara pemberian labelling negative pada minat belajar siswa. Seorang anak diberikan label negatif akan membuat anak tersebut dijauhkan dari temannya. Hal ini berdampak terhadap kepercayaan diri siswa. Seseorang yang memperoleh label negatif akan meyakini dirinya sesuai denga lebel negatif yang disematkan kepada dirinya. Hal ini sangat berpengaruh terhadap minat seseorang terhadap pembelajaran dan berdampak langsung kepada prestasi belajar.
PENGARUH DISIPLIN SISWA DAN FASILITAS LABORATORIUM GAMBAR TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS X PADA MATA PELAJARAN GAMBAR TEKNIK DI SMK NEGERI 1 TANJUNG RAYA
Syawaldi Eka Syahputra;
Mulianti Mulianti;
Yufrizal Yufrizal;
Budi Syahri
Jurnal Vokasi Edukasi (VomEk) Vol 4 No 4 (2022): Jurnal Vokasi Mekanika
Publisher : Departemen Teknik Mesin Fakultas Teknik Unversitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24036/vomek.v4i4.423
Latar belakang penelitian yang dilakukan terdapat turunnya hasil belajar pada pembelajaran Gambar Teknik kelas X di SMK Negeri 1 Tanjung Raya. Ada beberapa masalah yang dilihat yaitu fasilitas dan juga disiplin siswa yang kurang. Tujuan dari penelitian melihat adakah pengaruh disiplin peserta didik dan sarana prasarana laboratorium gambar pada hasil belajar. Metode penelitian yang dipakai ialah correlational research. Penelitian dilakukan dibulan Juli 2022. Populasi penelitian ini ialah peserta didik kelas X Teknik Mesin di SMK Negeri 1 Tanjung Raya siswa bertotal 53, dan sampel riset berjumlah 35 peserta didik memakai rumus random sampling. Data terkumpul dianalisis menggunakan bantuan aplikasi SPSS versi 23.0. Analisa hipotesis memakai uji kerelasi sederhana dan uji korelasi berganda. Hasil pengujian korelasi sederhana X1 terhadap Y, mempunyai nilai koefisien 0,946 bertaraf akseptasi 0,000 dan bentuk hubungan yang positif, maka dapat disimpulkan dampak positif yang sangat signifikan dan sempurna antara disiplin pembelajaran pada hasil belajar peserta didik, dan X2 terhadap Y mempunyai nilai koefisien 0,946 bertaraf akseptasi 0,000 dan bentuk hubungan yang positif, maka dapat disimpulkan terdapat dampak positif yang cukup signifikan dan sempurna antar fasilitas laboratorium gambar pada hasil belajar. Untuk hasil korelasi berganda signifikan F change bernilai 0,000 < 0,05 jadi dapat dinyatakan data X1 dan X2 berkorelasi, dan nilai pearson correlation sebanyak 0,958 di tingkat korelasi sempurna. Dapat ditarik kesimpulan bahwa terdapat pengaruh antara variabel X1 dan X2 terhadap Y.
IMPLEMENTASI PROJECT BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KREATIVITAS SISWA PADA MATA PELAJARAN TEKNIK PERMESINAN BUBUT
Zuanda Arief;
Nizwardi Jalinus;
Yufrizal A;
Budi Syahri
Jurnal Vokasi Edukasi (VomEk) Vol 4 No 4 (2022): Jurnal Vokasi Mekanika
Publisher : Departemen Teknik Mesin Fakultas Teknik Unversitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24036/vomek.v4i4.441
Pendidikan adalah upaya pelatihan terhadap individu buat membangun pengetahuan, keterampilan juga kreativiats peserta didik. Proses pembelajaran dikelas adalah kunci primer keberhasilan pendidikan, sehingga contoh pembelajaran yang diterapkan sang pendidik sebagai hal yang krusial. Penelitian ini bertujuan meningkatkan kreativitas peserta didik pada mata pelajaran Teknik Pemesinan bubut melalui implementasi model project based learning. Pembelajaran yang diterapkan pendidik masih berpusat pada pengajaran yang berdampak pada kreativitas peserta didik turun. Penelitian ini menggunakan model classroom action research. Subjek penelitian adalah peserta didik kelas XI TP-2 yang bertotal 14 orang. Penelitian ini dilangsungkan pada bulan Juli-Agustus 2022. Instrumen penelitian memakai lembar observasi kreativitas peserta didik menggunakan indikator keberhasilan kreativitas siswa yang ditetapkan 70% menggunakan kategori baik. Hasil pengamatan siklus 1 menunjukkan rata-rata kreativitas peserta didik 52,4 %, pada siklus 2 rata-rata 77 % kategori baik serta di siklus 3 rata-rata kreativitas peserta didik menjadi 81% menggunakan kategori sangat baik, peningkatan kreativitas peserta didik di setiap siklus terjadi peningkatan yang signifikan. Indikator keberhasilan penelitian telah meningkat pada siklus 2 dan 3 dibuktikan dengan perolehan hasil kreativitas peserta didik sebesar 77% dan 81%. Kesimpulan berasal dari penelitian adalah memakai implementasi model pembelajaran project based learning dalam menaikkan kreativitas peserta didik di pelajaran teknik permesinan bubut.
UPAYA PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN PROJECT BASED LEARNING DI SMK
Budi Syahri;
Nizwardi Jalinus;
Refdinal Refdinal;
Antoni Hilman
JURNAL PENDIDIKAN TEKNIK MESIN Vol 9, No 2 (2022): JURNAL PENDIDIKAN TEKNIK MESIN
Publisher : UNIVERSITAS SRIWIJAYA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36706/jptm.v9i2.18919
Tujuan penelitian adalah meningkatkan hasil belajar peserta didik dengan pengaplikasian model pembelajaran berbasis proyek project based learning (PjBL). Penelitian yang dilakukan memakai metode penelitian classroom action research. Subjek penelitian ialah siswa kelas XI TM-2 bertotal 20 orang. Penelitian ini dilaksanakan di bulan Mei-Juni 2022 memiliki 2 siklus. Pengembangan hasil belajar peserta didik setiap siklusnya dilihat dari hasil tes soal pilihan ganda. Hasil penelitian pada manifestasi siklus 1 memperoleh rata-rata sebesar 75,24 memiliki peningkatan signifikat pada siklus 2 menjadi 80,81. Persentase ketuntasan klasikal siklus 1 sebesar 70% adanya peningkatan siklus 2 menjadi 85%. Instrumen penelitian memakai soal tes pilihan ganda. Indikator keberhasilan penelitian yang ditetapkan yaitu KKM 75 dengan ketuntasan klasiklal minimal 85%. Kesimpulan dari penelitian ini dengan menerapankan model pembelajaran (PjBL) di mata pelajaran Teknik Pemesinan NC/CNC dan CAM dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik.
INOVASI TEKNOLOGI PERTANIAN MELALUI MESIN PERONTOK BIJI JAGUNG DI KENAGARIAN PARIT
Budi Syahri;
Andril Arafat;
Mulianti
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (913.295 KB)
|
DOI: 10.31949/jb.v4i1.3912
Kegiatan Pengabdian Masyarakat ini memiliki tujuan untuk membuat masayarakat dari kelompok tani jagung KWT Bunda Ramai sejahtera meningkatkan perekonomiannya dan pengolahan jagung kelompok tani pasca dilakukannya panen jagung. Adanya kegiatan ini memberikan ilmu dan pengetahuan baru bagi kelompok tani dalam proses perontokan biji jangung dari tongkol jagung melalui sebuah teknologi dalam bidang pertanian. Pada kegiatan ini, untuk metode penerapan ipteks yang dapat dilakukan adalah dengan memberikan sebuah teori pengantar, demonstrasi, praktek, serta aplikasinya. Kegiatan teori pengantar ini bersifat aplikatif (penerapan) yaitu dengan memperkenalkan alat yang digunakan, bagaimana cara penggunaan alat tersebut, apa fungsi alatnya, serta aplikasi yang akan digunakan di lapangan. Kebermanfaatan teknologi diukur melalui penyebaran kuisioner kepada kelompok tani pengguna mesin perontok biji jagung. Hasil dari pelaksanaan kegiatan PkM bermanfaat secara signifikan bagi para petani dari proses kerja para petani dalam melakukan perontokan biji jagung dari tongkol jagung. Kepuasan petani terhadap kegiatan PkM ini terhadap teknologi yang ditawarkan termasuk pada kategori tingkat tinggi. Efektifitas dari inovasi teknologi pertanian dengan mesin perontok biji jagung yang telah diberikan kepada petani jagung memiliki nilai sangat tinggi karena mesin ini memiliki konsep perontokan yang dilakukan secara continiu.
Appropriate Technology Application in Corn Planting in Kenagarian Limabanang Kecamatan Suliki Kabupaten 50 Kota Sumatera Barat
Ambiyar Ambiyar;
Budi Syahri;
Junil Adri
Jurnal Aplikasi IPTEK Indonesia Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (458.803 KB)
|
DOI: 10.24036/4.13277
The problem in this article is that farmers use wood in growing corn seeds to agricultural land. This method requires a long time for farmers to also need a lot of energy in the process of planting corn. To plant 1/2 Ha of cornfield in the planting process it takes 16 working hours with two workers. Problems in the planting process require solutions. One solution that can be used is to make a device that has appropriate technology that is able to streamline work time and energy requirements in planting corn seeds. The application of science and technology carried out is by giving demonstrations and applications directly in the field. The method of applying science and technology conducted in this activity is to provide introductory theories, demonstrations, and practices. In the application of this science and technology, a corn seed planter is made so that farmers can easily plant corn seeds. This is an application of appropriate technology for the community. The steps taken in the manufacture of this machine are: Design of corn planting tools, Manufacture of frames, the process of making corn planter wheels, Manufacture of power delivery shaft, Finishing Process, Integrated process and road testing. When testing, the results obtained are that the machine is able to make the distance between holes towards the front 20 cm long. The distance of the left or right side of the hole is 50 cm. In each hole the machine will plant 2 corn seeds. The time needed by farmers is very short in the planting process which is 40 minutes for half a hectare of corn crop
PENGARUH MEDIA PEMBELAJARAN VIDEO TERHADAP HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN PENDIDIKAN DASAR TEKNIK MESIN KELAS X DI SMK NEGERI 1 PADANG
Raju Rahmadian;
Primawati Primawati;
Refdinal Refdinal;
Budi Syahri
Jurnal Vokasi Edukasi (VomEk) Vol 5 No 1 (2023): Jurnal Vokasi Mekanika
Publisher : Departemen Teknik Mesin Fakultas Teknik Unversitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24036/vomek.v5i1.481
Observasi yang dilakukan di SMK Negeri 1 Padang diketahui bahwa penggunaan media pembelajaran konvensional masih digunakan pada saat belajar. Penerapan media yang konvensional pada saat proses belajar hanya cocok pada sata awal belajar sehingga di waktu panjang membuat siswa lupa langkah - langkah suatu pekerjaan dan kurang termotivasi sehigga berdampak kepada hasil belajar yang rendah. Tujuan Penenlitian ini adalah melihat Pengaruh dari media pembelajaran berbasis video terhadap hasil belajar pelajaran Pendidikan Dasar Teknik Mesin kelas X di SMK Negeri 1 Padang. Penelitian ini dengan pendekatan kuantitatif dikarenakan data yang didapat berbentuk angka, dan metode analisis deskriptif kuantitatif. Hasil analisis diperoleh Berdasarkan hasil uji t pada variable hasil belajar kelas control (Y1) terhadap hasil belajar kelas eksperimen (Y2). Dan diketahui Asymp.Siq 0,023. Karena nilai Siq 0,023 < 0,05 maka ada korelasi dari kedua data variabel yang mana bahwa terdapat pengaruh antara kelas kontrol dan eksperimen atas hasil belajar siswa pada mata pelajaran Pekerjaan Dasar Teknik Mesin (PDTM). Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu Video pembelajaran dapat membawa pengaruh kepada hasil belajar siswa. Pembelajaran menggunakan video terbukti lebih unggul dalam meningkatkan kemampuan mengingat, pemahaman, hingga menganalisis. Terdapat peningkatan rata rata hasil belajar siswa pada kelas eksperimen dan kontrol. Dan hasil angket diketahui bahwa adanya respon positif dari siswa mengenai pembelajaran dengan bantuan media video pembelajaran.
DAMPAK PELAKSANAAN PRAKERIN TERHADAP PSIKOMOTORIK SISWA PASCA PEMBELAJARAN DARING DI SMK NEGERI 2 SUNGAI PENUH
Teki Haryono;
Budi Syahri;
Yolli Fernanda;
Zainal Abadi
Jurnal Vokasi Edukasi (VomEk) Vol 5 No 1 (2023): Jurnal Vokasi Mekanika
Publisher : Departemen Teknik Mesin Fakultas Teknik Unversitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24036/vomek.v5i1.491
Pendidikan merupakan komponen penting dalam keberhasilan suatu bangsa. Lembaga pendidikan formal yang dikenal dengan pendidikan menengah kejuruan bertujuan untuk membekali lulusannya yang berkualitas dan berkompetensi di bidang keahliannya yang diperlukan untuk sukses di dunia kerja setelah lulus. SMK tidak hanya memberikan materi teori dan praktek di sekolah, tetapi juga memberikan pengalaman kerja. Salah satu inovasi yang digunakan oleh SMK adalah sistem pelatihan atau yang dikenal dengan Praktek Kerja Industri (Prakerin). Namun, sebelum siswa melaksanakan prakerin siswa dihadapkan dengan Covid-19 yang mana proses belajar mengajar harus dilaksanakan secara daring. Singkronisasi pembelajaran praktik di sekolah dengan yang ada di industri juga blum maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak pelaksanaan prakerin terhadap psikomotorik siswa pasca pembelajaran daring di SMK Negeri 2 Sungai Penuh. Sampel pada penelitian terdiri 5 orang di lapangan tempat peserta didik melakukan magang. Pengambilan data dilakukan dengan membagikan kuesioner kepada industri dan mewawancarai orang-orang di industri. Dalam penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Sementara itu untuk mengolah data memakai dua analisis yaitu analisis deskriptif dan persentase. Menurut hasil penelitian analisis deskriptif didapatkan mean 19, median 18, mode 2, standard deviasi 5.2, range 12, minimum 14, maximum 26, sum 96. Analisis persentase menunjukkan bahwa siswa masih memiliki kendala pada aspek psikomotorik pada saat melaksanakan prakerin. Berdasarkan dari hasil analisis deskriptif dan analisis persentase dapat disimpulkan terdapat dampak mata pelajaran praktikum yang dilaksanakan secara daring terhadap psikomotorik siswa saat pelaksanaan prakerin.