Articles
KONTRIBUSI PELAKSANAAN PENGALAMAN LAPANGAN INDUSTRI (PLI) TERHADAP KESIAPAN DIRI MAHASISWA JURUSAN TEKNIK MESIN FT-UNP BEKERJA DI DUNIA INDUSTRI
Dayu Alfaridh;
Budi Syahri;
Yufrizal A;
Hendri Nurdin
Jurnal Vokasi Edukasi (VomEk) Vol 1 No 3 (2019): Jurnal Vokasi Mekanika
Publisher : Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Unversitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (528.203 KB)
|
DOI: 10.24036/vomek.v1i3.67
Observasi yang dilakukan di Jurusan Teknik Mesin FT-UNP, terdapat peserta didik yang masih banyak kesiapan dirinya masih rendah. Hal ini terjadi karena kurangnya pengalaman dari mahasiswa untuk memasuki dunia industri. Hal ini mencerminkan bahwa pengalaman memasuki dunia industri yang dimiliki oleh peserta didik belum sesuai dengan harapan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Kontribusi dan besar Kontribusi Pengalaman Lapangan Industri terhadap Kesiapan Diri Mahasiswa Jurusan Teknik Mesin FT-UNP Bekerja di Dunia Industri. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif yang bersifat korelasional. Populasi pada penelitian ini berjumlah 87 mahasiswa S1 program studi Pendidikan Teknik mesin FT-UNP tahun masuk 2015 yang terdaftar pada semester Januari-Juni 2019, dan sampel penelitian sebanyak 47 mahasiswa yang didapat dengan menggunakan rumus Slovin. Data yang telah dikumpulkan kemudian dianalisis menggunakan bantuan aplikasi SPSS (Statistic Product Service Station) versi 16.0. Analisis korelasi yang diperoleh nilai hasil pengujian menunjukkan nilai korelasi (r) sebesar 0.542. Hal ini dibuktikan dengan nilai r hitung > r tabel, dan nilai r tabel sebesar 0.2429. Maka dapat disimpulkan bahwa 0.542 > 0.2429 maka Ha diterima dan Ho ditolak. Besar Kontribusi antara Pengalaman Lapangan Industri terhadap Kesiapan Diri Mahasiswa Jurusan Teknik Mesin FT-UNP sebesar 29.37% didapat dari rumus koefisien determinan. Secara keseluruhan dapat disimpulkan terdapat kontribusi antara Pengalaman Lapangan Industri terhadap Kesiapan Diri Mahasiswa Jurusan Teknik Mesin FT-UNP dan Besar Kontribusi sebesar 29.37%.
HUBUNGAN KONSEP DIRI DENGAN HASIL BELAJAR MATA DIKLAT GAMBAR TEKNIK SISWA KELAS X DI SMKN 1 PADANG
Muhammad Riko Saputra;
Ambiyar Ambiyar;
Irzal Irzal;
Mulianti Mulianti;
Budi Syahri;
Junil Ardi
Jurnal Vokasi Mekanika (VoMek) Vol 2 No 2 (2020): Jurnal Vokasi Mekanika
Publisher : Unversitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (827.634 KB)
|
DOI: 10.24036/vomek.v2i2.92
Masih rendahnya hasil belajar Gambar Teknik serta belum mencapai ketuntasan minimum (KKM) siswa kelas X SMK Negeri 1 Padang. Siswa masih memiliki konsep diri yang rendah dalam belajar Gambar Teknik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar hubungan konsep diri dengan hasil belajar mata diklat Gambar Teknik siswa kelas X di SMKN I Padang. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan korelasional. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X TM di SMK Negeri 1 Padang Tahun Ajaran 2019/2020. Pengambilan sampel yaitu menggunakan teknik Total Sampling, sehingga diperoleh jumlah sampel sebesar 96 siswa penelitian populasi atau total sampling sehingga sampel dalam penelitian ini sebesar 66 siswa. Data penelitian diperoleh melalui angket yang kemudian di analisis menggunakan teknik Pearson Correlation melalui program SPSS versi 15.0. Data yang telah dikumpulkan akan dianalisis secara kuantitatif dengan pendekatan statistik yang menggunakan analisis regrasi sederhana melalui tahapan uji normalitas, uji linearitas, dan uji hipotesis. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dapat diambil kesimpulan bahwa terdapat hubungan antara konsep diri dengan hasil belajar mata diklat Gambar Teknik sebesar 0,523 yang masuk pada kategori cukup dan konsep diri berkontribusi sebesar 27,35% terhadap hasil belajar mata diklat Gambar Teknik siswa kelas X Kompetensi Keahlian Teknik Mesin di SMK Negeri 1 Padang.
PENINGKATAN EFESIENSI PANEN PADI BAGI MASYARAKAT MELALUI MESIN BRUSH CUTTER
Budi Syahri;
Nelvi Erizon;
Primawati Primawati
Jurnal Vokasi Mekanika (VoMek) Vol 2 No 3 (2020): Jurnal Vokasi Mekanika
Publisher : Unversitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (545.196 KB)
|
DOI: 10.24036/vomek.v2i3.105
Tujuan dilaksanakan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk memberikan inovasi teknologi kepada masyarakat guna meringankan kerja petani. Salah satu proses dalam pertanian padi adalah proses panen padi. Di kenagarian Sungai Duo proses panen padi masih dilaksanakan secara manual. Proses panen padi menggunakan arit. Proses panen ini membutuhkan waktu dan tanaga yang banyak. Melalui kegiatan pengabdian ini tim pengabdian mencoba memberikan inovasi untuk alat panen padi. Inovasi yang diterapkan adalah dengan memodifikasi mesin brush cutter menjadi alat panen padi. Mesin brush cutter ini akan dilengkapi dengan pisau circle dan tatakan untuk pengarah jatuhnya padi. Dengan adanya alat ini diharapakan petani padi akan lebih mudah dalam proses penen padi. Petani padi sangat terbantu dengan adanya alat ini, hal ini dibuktikan dengan penggunaan alat ini mampu menurunkan biaya pada proses panen padi.
PENGEMBANGAN APLIKASI ANDROID SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN ALTERNATIF PADA MATA PELAJARAN TEKNIK PEMESINAN FRAIS KOMPETENSI DASAR PEMBUATAN RODA GIGI LURUS DI SMK NEGERI 2 SOLOK
Dzaky Dzulqa Arijal;
Rifelino Rifelino;
Refdinal Refdinal;
Budi Syahri
Jurnal Vokasi Mekanika (VoMek) Vol 2 No 3 (2020): Jurnal Vokasi Mekanika
Publisher : Unversitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1222.768 KB)
|
DOI: 10.24036/vomek.v2i3.108
Perkembangan teknologi mendorong guru untuk menghasilkan media pembelajaran yang berbasis teknologi agar proses pembelajaran tidak terkesan kaku dengan metode konvensional seperti ceramah. Pengembangan media pembelajaran yang terbilng minim membuat siswa sangat malas saat proses pembelajaran terkesan acuh tak acuh dan sering memainkan gadget sewaktu proses pembelajaran. Pengembangan aplikasi berbasis multimedia merupakan salah satu bentuk alat bantu yang digunakan untuk menyampaikan pesan dan informasi materi belajar kepada siswa. Berbagai aplikasi pembelajaran dapat di kembangkan dan di install untuk memudahkan penggunaan dalam proses pembelajaran. Smartphone android tentunya dapat memberikan manfaat jika dimanfaatkan untuk proses pembelajaran. Maka dari itu perlu adanya pengembangan media dalam proses pembelajaran di sekolah guna meningkatkan kompetensi siswa. Tujuan penelitian ini yaitu menghasilkan produk berupa media pembelajaran berbasis aplikasi android pada mata pelajaran tenik pemesinan frais kompetensi dasar pembuatan roda gigi lurus. Pengembangan menggunakan metode waterfall dengan beberapa tahap yaitu analisis, design, coding, testing / verification, dan maintenance. , Hasil Penelitian menunjukan bahwa tingkat kelayakan aplikasi android pembelajaran pembuatan roda gigi lurus mendapatkan penilaian berdasarkan : 1) ahli materi diperoleh rata-rata skor 3.52 yang termasuk kategori sangat layak, 2) ahli media diperoleh rata-rata skor 3.71 yang termasuk kategori sangat layak, 3) praktisi pembelajaran teknik pemesinan frais (guru) diperoleh persentase keseluruhan yaitu 100 % masuk kedalam kategori sangat layak. Maka dapat disimpulkan bahwa pengembangan aplikasi android untuk pembelajaran teknik pemesinan frais layak digunakan sebagai media pembelajaran alternatif dalam pembelajaran teknik pemesinan frais.
PENINGKATAN PRODUKTIVITAS PERTANIAN JAGUNG MELALUI INOVASI ALAT TANAM JAGUNG SISTEM RODA TANJAK
Ambiyar Ambiyar;
Budi Syahri;
Febri Prasetya
Jurnal Vokasi Mekanika (VoMek) Vol 2 No 3 (2020): Jurnal Vokasi Mekanika
Publisher : Unversitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (737.427 KB)
|
DOI: 10.24036/vomek.v2i3.119
Besarnya kebutuhan akan jagung menjadikan banyaknya petani lebih memilih untuk bercocok tanam jagung. Petani jagung masih belum menggunkan teknologi. Meraka melakukan cocok tanam dengan cara manual. Kelemahan metode ini adalah selain membutuhkan banyak tenaga metode ini juga membutuhkan waktu yang lama. Selain itu jarak tanampun menjadi tidak terautur. Permalahan yang dihadapi petani dalam proses penanaman jagung menjadi dasar tim pengabdian untuk membuat sebuah inovasi alat tanam jagung dengan menggunakan roda tanjak. Alat tanam jagung sistem roda tanjak dirancang sedemikian rupa dan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. Alat tanam jagung ini dilengkapi dengan mesin 55 cc sebagai penggerak mesin tanam jagung. Kecepatan mesin dapat disesuaikan dengan kemampuan operator dalam menjalankan mesin. Mesin ini sangat cocok untuk lahan pertanian yang luas. Hasil dari pelaksanaan kegiatan ini sangat memberi dampak pada efektifitas petani jagung dalam proses penanaman jagung. Dari analisis tim penabdian diasumsikan mesin penanam jagung ini dapat melakukan penanaman 1 Ha lahan dalam waktu 2 jam dengan kecepatan 5 km/jam. Mesin ini dilengkapi dengan settingan kecepatan untuk menyesuaikan dengan operator yang mengoperasionalkan mesin. Petani dan perangkat kenagarian andiang sangat berterimakasih dengan adanya inovasi yang dilakukan pada proses penanaman jagung di kenagarian Andiang.
PENINGKATAN PRODUKTIVITAS PERTANIAN JAGUNG MELALUI INOVASI MESIN CORN SHELLER
Ambiyar Ambiyar;
Budi Syahri;
Febri Prasetya
Jurnal Vokasi Mekanika (VoMek) Vol 2 No 4 (2020): Jurnal Vokasi Mekanika
Publisher : Unversitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (475.733 KB)
|
DOI: 10.24036/vomek.v2i4.149
Penangan jagung pada pasca panen merupakan kegiatan penting karena akan menentukan kualitas dari biji jagung yang akan dijual. Kegiatan ini juga membutuhkan banyak tenaga karena pada kegiatan ini petani harus melepaskan biji jagung dari tongkolnya. Dalam 1 Ha lahan jagung bisa menghasilkan 10 hingga 12 ton jagung. Jumlah ini akan diproses pelepasan biji dari tongkolnya. Petani jagung di kenagarian Andiang belum menemukan teknologi yang dapat membantu kerja petani pada proses ini. Mayoritas perani masih menggunakan ban sepeda dan terkadang masih dilakukan dengan cara manual tanga dalam proses pelepasan biji jagung dari tongkolnya. Petani membutuhkan waktu 8 hingga 10 hari mengerjakan pekerjaan sebanak itu. Pada kegiatan pengabdian kepada masyarakat kali ini tim pengabdian melakukan inovasi membuat alat corn sheeler yang dapat membantu kerja petani proses pelepasan biji jagung dari tongkolnya. Corn sheller yang akan dibuat menggunakan sistem rotari dengan motor penggerak adalah motor bensin 5,5 HP. Pemilihan mesin ini dimaksudkan agar alat ini mudah di pindah-pindahkan sesuai dengan lokasi pengolahan jagung yang akan dilakukan petani. Harapan tim pengabdian dengan adanya alat ini permasalahan yang dihadapi petani jangung di kenagarian Andiang Kecamatan Suliki Kabupaten 50 Kota dalam peroses pelepasan biji jagung dari tongkolnya akan terselesaikan. Alat ini akan efektif secara waktu dan tenaga. Biaya operasinal dari alat inipun tidak mahal.
Analysis of Hardness on the Tapping Knife of Rubber Plants Made of Medium Carbon Steel Resulting from Quenching Process with Different Cooling Mediums
Niko Adima Brawira;
Hendri Nurdin;
Remon Lapisa;
Budi Syahri
invotek Vol 22 No 2 (2022): INVOTEK: Jurnal Inovasi Vokasional dan Teknologi
Publisher : Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24036/invotek.v22i2.1017
The quenching process carried out by the Blacksmith was still simple and used regular water cooling. This results in the knife not having a good value of hardness. This study aimed to analyze the effects of quenching with different cooling media on the hardness of the JIS SUP 9 knife from Blacksmith. The research method used an experimental method with research objects made of carbon steel per leaf or the JIS SUP 9 which was given hardening with a temperature of 800 ° C with a holding time of 30 minutes then quenching with water cooling media and oil. The data analysis found that the knife quenching with water had an average hardness of 295.6 HVN, Oil had an average hardness of 720.7 HVN, and control specimens with a hardness of 256.6 HVN. Thus, the medium quenching oil has the highest value of hardness, while the oil quenching media also has a good hardness value with no acceleration of the process of expansion. From the results of the study, the authors recommend in the quenching process use of oil cooling media, as well as adding variations of cooling media to get a better hardness value.
UPAYA PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN PROJECT BASED LEARNING DI SMK
Budi Syahri;
Nizwardi Jalinus;
Refdinal Refdinal;
Antoni Hilman
JURNAL PENDIDIKAN TEKNIK MESIN Vol 9, No 2 (2022): JURNAL PENDIDIKAN TEKNIK MESIN
Publisher : UNIVERSITAS SRIWIJAYA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36706/jptm.v9i2.18919
Tujuan penelitian adalah meningkatkan hasil belajar peserta didik dengan pengaplikasian model pembelajaran berbasis proyek project based learning (PjBL). Penelitian yang dilakukan memakai metode penelitian classroom action research. Subjek penelitian ialah siswa kelas XI TM-2 bertotal 20 orang. Penelitian ini dilaksanakan di bulan Mei-Juni 2022 memiliki 2 siklus. Pengembangan hasil belajar peserta didik setiap siklusnya dilihat dari hasil tes soal pilihan ganda. Hasil penelitian pada manifestasi siklus 1 memperoleh rata-rata sebesar 75,24 memiliki peningkatan signifikat pada siklus 2 menjadi 80,81. Persentase ketuntasan klasikal siklus 1 sebesar 70% adanya peningkatan siklus 2 menjadi 85%. Instrumen penelitian memakai soal tes pilihan ganda. Indikator keberhasilan penelitian yang ditetapkan yaitu KKM 75 dengan ketuntasan klasiklal minimal 85%. Kesimpulan dari penelitian ini dengan menerapankan model pembelajaran (PjBL) di mata pelajaran Teknik Pemesinan NC/CNC dan CAM dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik.
INOVASI TEKNOLOGI PERTANIAN MELALUI MESIN PERONTOK BIJI JAGUNG DI KENAGARIAN PARIT
Budi Syahri;
Andril Arafat;
Mulianti
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (913.295 KB)
|
DOI: 10.31949/jb.v4i1.3912
Kegiatan Pengabdian Masyarakat ini memiliki tujuan untuk membuat masayarakat dari kelompok tani jagung KWT Bunda Ramai sejahtera meningkatkan perekonomiannya dan pengolahan jagung kelompok tani pasca dilakukannya panen jagung. Adanya kegiatan ini memberikan ilmu dan pengetahuan baru bagi kelompok tani dalam proses perontokan biji jangung dari tongkol jagung melalui sebuah teknologi dalam bidang pertanian. Pada kegiatan ini, untuk metode penerapan ipteks yang dapat dilakukan adalah dengan memberikan sebuah teori pengantar, demonstrasi, praktek, serta aplikasinya. Kegiatan teori pengantar ini bersifat aplikatif (penerapan) yaitu dengan memperkenalkan alat yang digunakan, bagaimana cara penggunaan alat tersebut, apa fungsi alatnya, serta aplikasi yang akan digunakan di lapangan. Kebermanfaatan teknologi diukur melalui penyebaran kuisioner kepada kelompok tani pengguna mesin perontok biji jagung. Hasil dari pelaksanaan kegiatan PkM bermanfaat secara signifikan bagi para petani dari proses kerja para petani dalam melakukan perontokan biji jagung dari tongkol jagung. Kepuasan petani terhadap kegiatan PkM ini terhadap teknologi yang ditawarkan termasuk pada kategori tingkat tinggi. Efektifitas dari inovasi teknologi pertanian dengan mesin perontok biji jagung yang telah diberikan kepada petani jagung memiliki nilai sangat tinggi karena mesin ini memiliki konsep perontokan yang dilakukan secara continiu.
Appropriate Technology Application in Corn Planting in Kenagarian Limabanang Kecamatan Suliki Kabupaten 50 Kota Sumatera Barat
Ambiyar Ambiyar;
Budi Syahri;
Junil Adri
Jurnal Aplikasi IPTEK Indonesia Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (458.803 KB)
|
DOI: 10.24036/4.13277
The problem in this article is that farmers use wood in growing corn seeds to agricultural land. This method requires a long time for farmers to also need a lot of energy in the process of planting corn. To plant 1/2 Ha of cornfield in the planting process it takes 16 working hours with two workers. Problems in the planting process require solutions. One solution that can be used is to make a device that has appropriate technology that is able to streamline work time and energy requirements in planting corn seeds. The application of science and technology carried out is by giving demonstrations and applications directly in the field. The method of applying science and technology conducted in this activity is to provide introductory theories, demonstrations, and practices. In the application of this science and technology, a corn seed planter is made so that farmers can easily plant corn seeds. This is an application of appropriate technology for the community. The steps taken in the manufacture of this machine are: Design of corn planting tools, Manufacture of frames, the process of making corn planter wheels, Manufacture of power delivery shaft, Finishing Process, Integrated process and road testing. When testing, the results obtained are that the machine is able to make the distance between holes towards the front 20 cm long. The distance of the left or right side of the hole is 50 cm. In each hole the machine will plant 2 corn seeds. The time needed by farmers is very short in the planting process which is 40 minutes for half a hectare of corn crop