p-Index From 2021 - 2026
14.488
P-Index
This Author published in this journals
All Journal International Journal of Evaluation and Research in Education (IJERE) Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Proyeksi: Jurnal Psikologi Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan JPK (Jurnal Pendidikan Khusus) Psikologika : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi Jurnal Psikologi Jurnal Psikologi TAZKIYA JOURNAL OF PSYCHOLOGY Jurnal Psikologi Tabularasa Humanitas: Indonesian Psychological Journal Journal of Education and Learning (EduLearn) Journal of Educational, Health and Community Psychology Jurnal Psikologi Terapan dan Pendidikan Indonesian Journal of Disability Studies Mozaik Humaniora Jurnal Psikologi Pendidikan dan Konseling Psikis : Jurnal Psikologi Islami Psikohumaniora: Jurnal Penelitian Psikologi INSAN Jurnal Psikologi dan Kesehatan Mental Masyarakat, Kebudayaan dan Politik Journal of ICSAR The Journal of Educational Development Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Luar Biasa Jurnal ORTOPEDAGOGIA Jurnal Sains Psikologi MEDIAPSI Journal An-Nafs: Kajian Penelitian Psikologi Prosiding Temu Ilmiah Nasional X Ikatan Psikologi Perkembangan Indonesia AL ISHLAH Jurnal Pendidikan Jurnal Pendidikan (Teori dan Praktik) Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Jurnal Ilmu Keluarga dan Konsumen Jurnal Psikologi Talenta JURNAL DIVERSITA Dinamisia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Philanthropy: Journal of Psychology JURNAL EDUCATION AND DEVELOPMENT Insight : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI Psychopolytan (Jurnal Psikologi) Islamic Guidance and Counseling Journal Jurnal Psikologi Sosial Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan Humaniora Jurnal Pendidikan Kedokteran Indonesia: The Indonesian Journal of Medical Education Psikoislamedia : Jurnal Psikologi Insight: Jurnal Ilmiah Psikologi Psikologi Konseling: Jurnal Kajian Psikologi dan Konseling Psikostudia : Jurnal Psikologi PSIKOVIDYA Jurnal Psikohumanika Jurnal Psikologi : Jurnal Ilmiah Fakultas Psikologi Universitas Yudharta Pasuruan Cognicia ANIMA Indonesian Psychological Journal Jurnal Educatio FKIP UNMA Jurnal Abdi Insani Psychosophia: Journal of Psychology, religion, and humanity Jurnal Penelitian Pendidikan, Psikologi Dan Kesehatan (J-P3K) Budapest International Research and Critics Institute-Journal (BIRCI-Journal): Humanities and Social Sciences KONSELING EDUKASI : Journal of Guidance and Counseling Psikobuletin: Buletin Ilmiah Psikologi Psikoborneo : Jurnal Ilmiah Psikologi Jurnal Kependidikan: Jurnal Hasil Penelitian dan Kajian Kepustakaan di Bidang Pendidikan, Pengajaran dan Pembelajaran Nusantara: Jurnal Pendidikan Indonesia JPI (Jurnal Pendidikan Inklusi) Jurnal Hurriah: Jurnal Evaluasi Pendidikan dan Penelitian Jurnal Syntax Fusion : Jurnal Nasional Indonesia Journal of Education Research Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Jurnal Social Library Psyche 165 Journal Jurnal Psikologi Pendidikan dan Konseling Jurnal Psikologi Terapan (JPT) Psychological Research on Urban Society Psychology journal of mental health Jurnal Psikologi Universitas Gadjah Mada Buletin Psikologi JP (Jurnal Pendidikan) : Teori dan Praktik Jurnal Ilmu Psikologi dan Kesehatan Buletin Riset Psikologi dan Kesehatan Mental (BRPKM) Physical Therapy Journal of Indonesia HUMANITIS : Jurnal Humaniora, Sosial dan Bisnis Jurnal Muara Medika dan Psikologi Klinis Journal An-Nafs: Kajian Penelitian Psikologi EduInovasi: Journal of Basic Educational Studies Celebes Journal of Community Services Society Jurnal Pendidikan Anak Jurnal Kajian Bimbingan dan Konseling
Claim Missing Document
Check
Articles

Homeschooling: Masihkah Relevan untuk Pendidikan Anak Gifted? Sebuah Kajian Literatur Citra Nadia Sari; Wiwin Hendriani
Jurnal Sains Psikologi Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um023v9i22020p104-111

Abstract

Karakteristik anak gifted yang khas dalam segi akademik dan kurangnya pelayanan akademik pada sekolah formal membuat para orangtua yang memiliki anak gifted lebih memilih untuk menyekolahkan anak di luar sekolah formal (homeschooling). Selain karena kebutuhan akademik yang berbeda, homeschooling dapat memenuhi kebutuhan akademik dan karakteristik anak gifted yang khas. Di sisi lain, homeschooling memiliki dampak negatif pada anak gifted, yaitu kurang memfasilitasi anak untuk bersosialisasi dengan teman-temannya. Kemampuan sosial anak menjadi terbatas. Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan peran dari orang terdekat anak gifted seperti orangtua, guru, dan sekolah dalam memfasilitasi dan membantu memenuhi kebutuhan akademik anak gifted. Pencarian artikel penelitian dilakukan di 4 situs pencarian artikel penelitian internasional, yaitu ScienceDirect, SAGE, ProQuest, dan ERIC dengan tahun terbit 2011-2020. Data awal terkumpul 40 jurnal artikel dan disaring melalui kriteria inclusion dan exclusion hingga didapatkan 8 jurnal yang terdiri dari 4 jurnal kuantitatif dan 4 jurnal kualitatif. Berdasarkan hasil systematic literature review, diketahui bahwa homeschooling masih relevan untuk menjadi pilihan dengan memperhatikan beberapa peran orangtua terhadap anak gifted sebagai motivator, resource providers, advisers, monitors, counselors, dan support. Pilihan untuk menyekolahkan anak gifted di sekolah formal juga masih dapat dilakukan dengan mempertimbangkan peran guru sebagai penyampai informasi dan follow-up mengenai perkembangan akademik anak gifted di sekolah dan peran sekolah yang memfasilitasi komunikasi intens antara orangtua dan guru serta memiliki program pendidikan khusus untuk anak gifted.
Menumbuhkan Online Resilience pada Anak di Era Teknologi Digital Wiwin Hendriani
Prosiding Temu Ilmiah Nasional X Ikatan Psikologi Perkembangan Indonesia Vol 1 (2017)
Publisher : Prosiding Temu Ilmiah Nasional X Ikatan Psikologi Perkembangan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan teknologi digital saat ini semakin meluas di masyarakat. Individu dari berbagai kelompok usia menjadi pengguna aktifnya untuk berbagai keperluan, tak terkecuali anak-anak. Namun demikian berbagai kajian menunjukkan bahwa era teknologi digital membawa tantangan yang begitu besar di balik kemudahan yang ditawarkan. Kesempatan belajar dengan segala keluasan akses informasi juga membawa konsekuensi lain dalam diri anak. Setiap saat, di samping informasi yang bermanfaat bagi proses belajarnya, anak juga bertemu dengan contoh-contoh perilaku tidak tepat yang bahkan bertentangan dengan nilai dan norma sosial ketika berinteraksi dengan teknologi digital. Berbagai faktor risiko dunia digital perlu segera ditangani, mengingat anak adalah generasi penerus yang akan menentukan baik tidaknya kehidupan masyarakat di masa depan. Membekali anak dengan kemampuan dalam menilai dan memilah secara mandiri berbagai pengaruh dunia online adalah langkah mendasar yang perlu diupayakan. Menumbuhkan online resilience pada anak menjadi kebutuhan penting untuk dapat dilakukan dalam memperkuat kemampuan mereka mengelola berbagai risiko, sehingga mampu terus berkembang menjadi pribadi yang tangguh. Berangkat dari catatan penulis dalam Buku Seri Ke-2 Sumbangan Pemikiran Psikologi untuk Bangsa: Psikologi dan Teknologi Informasi yang diterbitkan oleh HIMPSI (2016), paparan dalam tulisan ini yang merupakan hasil telaah literatur akan menindaklanjuti kebutuhan tersebut, dengan menguraikan langkah yang dapat ditempuh orangtua dalam menumbuhkan online resilience.   Kata kunci: Online resilience, pengasuhan apresiatif, era teknologi digital
Homeschooling Implementation: Indonesian Parents' Experience During The COVID-19 Pandemic nurussakinah daulay; wiwin hendriani; haerani nur; Sayidah Aulia 'ul Haque
AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan Vol 13, No 1 (2021): AL-ISHLAH: JURNAL PENDIDIKAN
Publisher : STAI Hubbulwathan Duri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (714.279 KB) | DOI: 10.35445/alishlah.v13i1.390

Abstract

This study aimed to explore parents' difficulties and efforts in implementing homeschooling during the Covid-19 pandemic from diverse regions in Indonesia. The research was conducted twice, namely three weeks after the enforcement of Large-Scale Social Restriction (PSBB) and ten months after that. The total participants involved were 385 parents in the first study and 105 parents in the second study in this exploratory study. The method used in this study was descriptive qualitative with the data collection using two open-ended questions online. The result showed that schools that had implemented online learning applications before the pandemic would make the parents, teachers, and students easier in facing homeschooling challenges. The school that never implemented online applications before the pandemic made the parents, teachers, and students notice overwhelmed by the challenges of homeschooling. Parents both actively and passively perform how to overcome homeschooling difficulties.
Teaching Efficacy in Inclusive Education (IE) in Indonesia and other Asia, Developing Countries: a Systematic Review Ika Febrian Kristiana; Wiwin Hendriani
Journal of Education and Learning (EduLearn) Vol 12, No 2: May 2018
Publisher : Intelektual Pustaka Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (195.28 KB) | DOI: 10.11591/edulearn.v12i2.7150

Abstract

Inclusive education involving disable students has been applied in several countries including Asian countries. Nevertheless, teachers’ efficacy in implementing inclusive education remains out of sight. This review aims to summarize some facts depicting teachers’ efficacy in an inclusive education (IE) setting taking place in several Asian countries, particularly in developing countries. The search of e-literature was conducted to identify full-English articles published since 2004 concerning on teachers’ efficacy in teaching in inclusive programs/schools. The database used in searching the appropriate literatures was the database assembled in August  2017 which contained social-science articles such as PsycARTICLES, ERIC, Sciencedirect, SSCI, Springer Link, and Google Scholar. There were two studies identified using inclusive and exclusion criteria stipulation in this review. Teachers’ teaching efficacy in inclusive education (IE) in Indonesia and Bangladesh as developing countries in Asia – including efficacy in use inclusive instruction, efficacy in managing behavior, and efficacy in collaboration – was categorized in a good condition. Improving the measurement and research on teachers’ efficacy in teaching in an inclusive program/school will require greater investment in arranging several inclusive teachers’ professionalism enhancement and the increase in the number of disable students acquiring their education rights
Hambatan pendidikan inklusi dan bagaimana mengatasinya: Telaah kritis sistematis dari berbagai negara Citra Nadia Sari; Wiwin Hendriani
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol. 9 No. 1 (2021): January
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (469.372 KB) | DOI: 10.22219/jipt.v9i1.14154

Abstract

Objektif:Artikel ini bertujuan untuk mengulas tantangan dan hambatan yang dihadapi pelaksanaan pendidikan inklusi serta strategi yang dapat dilakukan oleh negara.Metode: Artikel ini merupakan telaah kritis sistematis. Jurnal diambil dari 9 situs artikel penelitian internasional berbeda. Pencarian jurnal diutamakan terbit tahun 2011-2020. Didapatkan 11 jurnal yang merupakan jurnal kualitatif.Temuan:Hambatan yang dihadapi yaitu tenaga pendidik kurang terlatih, stigma negatif, kebijakan otoritas yang kurang aplikatif, kurangnya pengetahuan tenaga pendidik, hambatan aksesibilitas, keterbatasan sumber belajar, dan keterbatasan finansial. Strategi yang dilakukan yaitu peningkatan kualitas in-service training (INSET), awareness programmes, school-based professional development programmes, family support, kontekstualisasi proses belajar-mengajar, dukungan berkelanjutan selama proses implementasi di lapangan, komitmen pemerintah memberikan sebagian prosentase dari GNP sebagai sumber dana, kolaborasi dengan stakeholders, dan kerjasama regional, nasional, maupun internasional.Kesimpulan:Ada beberapa strategi yang dapat dilakukan di Indonesia, yaitu pelatihan kepada guru kelas, menyelenggarakan awareness program, bekerjasama dengan tim Pokja yang memiliki resource center yang mendukung implementasi pendidikan inklusi, penyediaan dana untuk menyelenggarakan pelatihan guru kelas, dan membangun fasilitas umum yang lebih ramah terhadap individu dengan disabilitas.
Pengaruh optimisme dan kesadaran diri terhadap adversity quotient mahasiswa skripsi sambil bekerja Sabila Okta Syarafina; Duta Nurdibyanandaru; Wiwin Hendriani
Cognicia Vol. 7 No. 3 (2019): September
Publisher : Fakultas Psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/cognicia.v7i3.9013

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh optimisme dan kesadaran diri terhadap adversity quotient mahasiswa Universitas Negeri Malang yang sedang menempuh skripsi sambil bekerja. Penelitian dilakukan di Universitas Negeri Malang, dengan subjek 88 mahasiswa. Subjek dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Alat mengumpulan data berupa skala optimisme, kesadaran diri dan adversity quotient. Skala optimisme terdiri dari 16 item valid dengan reliabilitas 0,813 skala kesadaran diri terdiri dari 21 item valid dengan reliabilitas 0,907 dan skala adversity quotient terdiri dari 38 item valid dengan reliabilitas 0,905. Model regresi berganda dengan bantuan IBMSPSS statistic 20 digunakan sebagai teknik untuk menganalisa data. Hasil dari uji regresi menunjukan nilai signifikansi sebesar 0,000 yang menjelaskan terdapat pengaruh optimisme dan kesadaran diri secara bersamaan terhadap adversity quotient pada mahasiswa Universitas Negeri Malang yang Menempuh skripsi sambil bekerja sebesar 54,3 % sedangkan sisanya dapat dipengaruhi variabel lain. Secara parsial optimisme memiliki pengaruh yang signifikan terhadap adversity quotient. Begitu juga pada variabel kesadaran diri secara parsial memiliki pengaruh yang signifikan terhadap adversity quotient.
Conceptual Model of Teachers’ Work Engagement: A Literature Review [Model Konseptual Keterikatan Kerja Guru: Reviu Literatur] Soeprapto; Wiwin Hendriani
ANIMA Indonesian Psychological Journal Vol. 36 No. 1 (2021): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 36, No. 1, 2021)
Publisher : Laboratory of General Psychology, Faculty of Psychology, Universitas Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24123/aipj.v36i1.2194

Abstract

Being a teacher was not as simple as initially thought, not only as a profession but also as a role with great responsibility within. The aim of this study was to construct a conceptual model of teachers’ work engagement in a school setting by reviewing several literatures. The articles were obtained from three journal databases, namely: (1) Science Direct; (2) Springer Link; (3) and Portal Garuda, with the limitation of being published in the recent 10 years of the time of this study (2009 - 2019). The initial search resulted in 789 articles which were then selected by using inclusion and exclusion criteria to obtain four articles (N = 4) employing quantitative approach as the final result. Based on the review, several variables had significant correlation to teachers’ work engagement. These variables were then grouped as antecedent and consequence variables. The conceptual model of teachers’ work engagement in this study was expected to be beneficial as consideration in managing education. Menjadi seorang guru tidak semudah yang dibayangkan, tidak hanya sebagai sebuah profesi tetapi juga sebagai suatu peran yang mengemban tanggung jawab yang besar. Studi ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran model konseptual work engagement pada guru dalam situasi sekolah dengan menelaah sejumlah literatur. Adapun jurnal yang digunakan dalam studi ini dikumpulkan melalui tiga pangkalan data jurnal, yaitu: (1) Science Direct; (2) Springer Link; dan (3) Portal Garuda, dengan batasan penerbitan 10 tahun terakhir waktu pelaksanaan studi ini (2009 - 2019). Hasil pencarian awal menemukan 789 artikel yang selanjutnya diseleksi melalui kriteria inklusi dan eksklusi sehingga diperoleh empat artikel (N = 4) yang semuanya berlandaskan pendekatan kuantitatif. Hasil telaah mengungkap sejumlah variabel yang memiliki hubungan yang signifikan terhadap work engagement guru. Selanjutnya, sejumlah variabel ini digolongkan sebagai antecedent variables dan consequence variables. Model konseptual work engagement guru ini diharapkan dapat menjadi pertimbangan dalam pengelolaan pendidikan.
Psychological Dynamics In The Changing Of Bullying Victims Into Bullies At Student In Islamic Boarding School Sigit Nugroho; Seger Handoyo; Wiwin Hendriani
Psikis : Jurnal Psikologi Islami Vol 7 No 2 (2021): Psikis : Jurnal Psikologi Islami
Publisher : Program Studi Psikologi Islam, Fakultas Psikologi, Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/psikis.v7i2.7749

Abstract

Bullying case was one of the problems conducted in school that became an international concern. Bullying occurrence in school was not limited to regular school but also in boarding school, particularly in islamic boarding school; thus, this phenomenon had a higher chance to occur in boarding school due to seniority. It was also found that the bullies were previously had the experiences as the victims. According to this phenomenon, a qualitative study was held to formulate the substantial theory about the psychological dynamics of the victim becoming bullies, particularly in islamic boarding school context. This study conducted the systematic grounded theory. The data was collected through in-depth interviews and observations toward nine main participants, and some supported participants and analyzed with constant comparative technique. The finding of this study was The Dynamic of Bullying: The Victims Become Bullies, which contained six phases: 1) Become the victims, 2) Aggrieved phase, 3) Frustration phase, 4) Maladaptive coping phase, 5) Trial phase, 6) Become the bullies. This dynamic explained the psychological dynamics in the victims who become bullies. Some interesting findings found in the fourth phase, the maladaptive coping phase, in which the victims decide whether to be adaptive or maladaptive to bullying activity. The alternate in the adaptation phase indicated that the shifting role of victims to bullies could be prevented. Psychological support programs, both preventive and curative way, could be beneficial to prevent the possibility of the victim becoming bullies. The preventive program could prevent the victims from becoming bullies, and the curative program could help the victim heal the trauma of bullying.
PENGEMBANGAN TES BERPIKIR KRITIS DENGAN PENDEKATAN ITEM RESPONSE THEORY Fajrianthi Fajrianthi; Wiwin Hendriani; Berlian Gressy Septarini
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 20, No 1 (2016)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v20i1.6304

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan sebuah alat ukur (tes) berpikir kritis yang valid dan reliabel untuk digunakan, baik dalam lingkup pendidikan maupun kerja di Indonesia. Tahapan penelitian dilakukan berdasarkan tahap pengembangan tes menurut Hambleton dan Jones (1993). Kisi-kisi dan pembuatan butir didasarkan pada konsep dalam tes Watson-Glaser Critical Thinking Appraisal (WGCTA). Pada WGCTA, berpikir kritis terdiri dari lima dimensi yaitu Inference, Recognition Assumption, Deduction, Interpretation dan Evaluation of arguments. Uji coba tes dilakukan pada 1.453 peserta tes seleksi karyawan di Surabaya, Gresik, Tuban, Bojonegoro, Rembang. Data dikotomi dianalisis dengan menggunakan model IRT dengan dua parameter yaitu daya beda dan tingkat kesulitan butir. Analisis dilakukan dengan menggunakan program statistik Mplus versi 6.11 Sebelum melakukan analisis dengan IRT, dilakukan pengujian asumsi yaitu uji unidimensionalitas, independensi lokal dan Item Characteristic Curve (ICC). Hasil analisis terhadap 68 butir menghasilkan 15 butir dengan daya beda yang cukup baik dan tingkat kesulitan butir yang berkisar antara –4 sampai dengan 2.448. Sedikitnya jumlah butir yang berkualitas baik disebabkan oleh kelemahan dalam menentukan subject matter experts di bidang berpikir kritis dan pemilihan metode skoring.Kata kunci: Pengembangan tes, berpikir kritis, item response theory DEVELOPING CRITICAL THINKING TEST UTILISING ITEM RESPONSE THEORYAbstractThe present study was aimed to develop a valid and reliable instrument in assesing critical thinking which can be implemented both in educational and work settings in Indonesia. Following the Hambleton and Jones’s (1993) procedures on test development, the study developed the instrument by employing the concept of critical thinking from Watson-Glaser Critical Thinking Appraisal (WGCTA). The study included five dimensions of critical thinking as adopted from the WGCTA: Inference, Recognition Assumption, Deduction, Interpretation dan Evaluation of arguments. 1453 respondents from Surabaya, Gresik, Tuban, Bojonegoro and Rembang were used for trailing the test. The dichotomous data were analized using the Item Response Theory with two parameter logistic model using statistical program Mplus ver. 6.11. Several assumptions were tested prior the IRT analysis; the test of unidimensionality, local independency and Item Characteristic Curve (ICC). Amongst 68 items only 15 items had good discrimination parameter. Difficulty item level ranged from – 4.95 to 2.448. The study was limited in producing high number of qualified items due to its failure in finding subject matter experts in critical thinking area and inadequate choice in scoring method.Keywords: test development, critical thinking, Item response theory
Gambaran attitude guru pada pendidikan inklusi : a literature review Vita Permatasari Tandi Salurante; Wiwin Hendriani
JPK (Jurnal Pendidikan Khusus) Vol 17, No 1 (2021): Jurnal Pendidikan Khusus
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpk.v17i1.35486

Abstract

Abstrak: Kepercayaan umum bahwa efektifitas inklusi tergantung pada peran guru. Guru merupakan agen utama untuk menciptakan lebih sedikit lingkungan terbatas di ruang kelas. Sikap dan harapan positif guru sangat penting untuk keberhasilan inklusi dan hasil belajar siswa. Seorang guru diharapkan dapat memberikan kehidupan kelas agar menjadi lebih hangat dan pada waktu yang bersamaan dapat memberikan pemahaman kepada murid yang lain untuk dapat saling berinteraksi. Guru dengan sikap positif terhadap inklusi cenderung lebih siap untuk menyesuaikannya pendekatan untuk memberikan manfaat bagi semua pelajar dengan berbagai kebutuhan belajar. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan tinjauan literature tentang gambaran sikap guru pada pendidikan sekolah inklusi. Pencarian literatur dilakukan dalam rentang 10 tahun tentang gambaran sikap guru terhadap pendidikan inklusi. Database elektronik yang digunakan adalah Springer, Sage, ProQuest, dan Portal Garuda. Studi ini menyimpulkan bahwa sikap guru terhadap pendidikan inklusi yang muncul berupa sikap positif yaitu sikap menerima terhadap pendidikan inklusi dan sikap negatif yaitu sikap menolak terhadap pendidikan inklusi. Faktor yang mempengaruhi sikap guru terhadap pendidikan inklusif, yaitu latar belakang dan tingkat pendidikan, efikasi diri, pengalaman belajar dan pelatihan.
Co-Authors Ade Andriyan Ahmad Robeth Felasufia Naoval Ahmad Shofyan Chabib Aisyati, Wardah Wuri Alghifari, Fadhilah Afqa Andi Andyna Maharezky Edhy Andi Andyna Maharezky Edhy Anisah Qurrotu Aini Annisa Nur Fadhillah Atuna, Nur Yusriyyah Aulia Nur Imanda Ayda, Mutimmatul Ayuliani Rizqi Lestari Azizah, Erza Agistara Bellaningtyas K Berlian Gressy Septarini Butsyaina, Hebby Lutfionin Chr Argo Widiharto Citra Nadia Sari Citra Nadia Sari Damayanti, Elok Danny Sanjaya Arfensia Dewi Ilma Antawati, Dewi Ilma Dewi Retno Suminar Dhiya Zahra, Farah Diani Akmalia Apsari Djapar, Robert Philip Djoar, Raditya Kurniawan Duta Nurdibyanandaru Endang Retno Surjaningrum Erza Agistara Azizah Fajrianthi Fajrianthi Fajriyanthi, Fajriyanthi Faqihul Muqoddam Fatirahma, Nastiti Firdaus, Anastasia Syahidah Fitri Andriani Fitri Andriani, Fitri Fitrianetha, A’ida Fayza Gunawan, Lalu Reza Haerani Nur Hamidah Hamidah Hanif Firdaus Gitya Iman Hanifah Nur Dzakiyya Hardiani, Alifa Fauziah Hartinah, Siti Hebby Lutfionin Butsyaina Herdina Indrijati Hermin Nurbaity Asri Himamy Zahrotul Masruroh Hutasoit, Dame Triulina Ika Febrian Kristiana ika febrian kristiana Ike Dwiastuti, Ike Ike Herdiana Ikhda I. Aqiilah Ikhda Izzatul Aqiilah Ilena Dwika Musyafira Imanda, Aulia Nur Indriani, Pandu Iqlima Pratiwi Irine Irchamillah Islamiati, Dian Izzah, Iffah Nurul Kadek Fitriyanti Kadim, Anugrah Mujaddidah Kartika Puspitasari Khaerunnisa, Sabrina Meirizqa Khoirunnisa, Anindita Kirana, Syafa Ziyadah Lalu Reza Gunawan Lalu Reza Gunawan Lana Pratiwi Rukmana Sutoyo Larsari, Vahid Norouzi Lestari, Endang Suci Liza Marini Liza Marini* Mareyke Maritje Wagey Tairas Marita, Prily Carla Martha, Anastasia Putu Masrifah, Masrifah Maulana Arif Muhibbin Maulidya, Farah Adilah Nurul Mei Lina Wati Melinda Oviyanti Monika, Reska Mooy, Angela Paulin Muhammad Taufik Akbar Muhammad, Musyaffa' Nur Mulawarman Mulawarman Mulawarman, Mulawarman Mulyanto, Tumafto Muqoddam, Faqihul Musta'in Mashud Nadhira Inastiti Raharjo Nadia Shafira Putri Nadira Khairunnisa Nailul Fauziah Najah, Naya Shafina Nastiti F Naurasari, Putri aisyah Negolara Dokubani, Kireina Nerinda Rizky Firdaus Nono Hery Yoenanto Nur Ainy Fardana Nur Alfian, Ilham Nur Azizah Nur Imanda, Aulia Nur, Haerani Nurahma, Gilang Asri Nurhikma, Andi Nurul Hartini Nurussakinah Daulay Daulay Nurviana, Adilah Opie Oktavia I. Simanjuntak Palobo, Agri Felisitas Permatasari, Nirwana Permatasari, Raisa Pradiri, Adismara Putri Pramesti Paramita Pramesti Pradna Paramita, Pramesti Pradna Pramudawardani, Ni Komang Putri Pratiwi, Tyas Anastasya Puput Maryati Puspitasari, Kartika Putera Redian, Mohamad Abrar Putri, Raissa Pratiwi Putri, Yuris Ahmadi Utomo Putu Vidyastitha Wiguna R.R. Karina Putri Pramitadewi Rachmah Indawati Rahayu, Diah Rahkman Ardi Rahmi Fadhilah Raissa P. Putri Raiza Aulia Ramadhani Lucky Al Kahfi Ratna Sari Wulandari Respianto Respianto Revaughanii, Nirva Adeyusta Rhera, Selviana Juru Rifda Alda Ufaira Riowati Riowati Riris Ristiana Rr. Aliifah Maurizka Ghaisani Rudi Cahyono Rusdi Rusli Rusliyanti Muharromah Sadida , Hanna Azfa Saputri, Meza Satria Kamal Agassi Sayidah Aulia Ul Haque Seger Handoyo Shenna Mentari Ayuningtyas Sigit Nugroho Sigit Nugroho Simanjuntak, Ermida Siti Hartinah Soeprapto Soeprapto Soeprapto Soeprapto Soeprapto Solehah, Hilmi Yatun Suryanto Suryanto Suryanto Suryanto Suryanto Suryanto Suryanto, Suryanto Syarafina, Sabila Okta Tamara Pradnya Paramitha Tedjadipura, Anita Anggraini Trikusuma, Gusti Ayu Ardhia Candra Tumafto N. H. P. Mulyanto Ufaira, Rifda Alda Ulya, Rifqi Minchatul Unika Prihatsanti Unita Werdi Rahajeng Unita Werdi Rahajeng, Unita Werdi Vita Permatasari Tandi Salurante Wagey Tairas, Mareyke Maritje Widyanti Shintya Anggraeni Wiwik Sulistiani Wiyono, Gayuh Harimurti Wrastari, Aryani Tri Wulandari, Pramatia Yogi Wulandari, Primatia Wulandari, Primatia Yogi Wulandari, Putu Diana Yany Ludia Natasian Yoenanto, Nono H. Yuadi, Firzanatusalma Rafiza Yudho Bawono Yulia Anjarwati Purbasari Zain, Zuhra Fadlulla