p-Index From 2021 - 2026
7.652
P-Index
This Author published in this journals
All Journal International Journal of Public Health Science (IJPHS) SAINS MEDIKA : JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN Jurnal Ners Indonesia Jurnal Kebijakan Kesehatan Indonesia Jurnal Kesehatan Masyarakat Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas (Andalas Journal of Public Health) Jurnal Kesehatan Andalas The Indonesian Biomedical Journal Jurnal Mirai Management Jurnal Kesehatan Jurnal Penelitian Kesehatan Suara Forikes Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia Jurnal Kesehatan Komunitas JIM UPB (Jurnal Ilmiah Manajemen Universitas Putera Batam) International Journal of Educational Dynamics (IJEDS) Buletin Ilmiah Nagari Membangun Journal of Midwifery JIK- JURNAL ILMU KESEHATAN Jurnal Pendidikan Kedokteran Indonesia: The Indonesian Journal of Medical Education Majalah Kedokteran Andalas JPPM (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat) JURNAL KEBIDANAN KESTRA (JKK) Jurnal Bidan Cerdas Contagion: Scientific Periodical Journal of Public Health and Coastal Health JURNAL KESEHATAN MERCUSUAR Andalas obstetrics and gynecology journal PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat Journal of Telenursing (JOTING) Science Midwifery Jurnal Dunia Gizi Warta Pengabdian Andalas: Jurnal Ilmiah Pengembangan Dan Penerapan Ipteks Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Community Medicine and Education Journal Journal Of World Science Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia (JIKSI) Jurnal Riset Kebidanan Indonesia Jurnal Endurance: Kajian Ilmiah Problema Kesehatan Women Midwives and Midwifery Economica: Journal of Economic and Economic Education JUKEJ: Jurnal Kesehatan Jompa Jurnal Riset Ilmiah The 1st Alifah Health Science College Symposium Proceeding Jurnal Sains, Teknologi dan Kesehatan Jurnal Siti Rufaidah Proceeding International Health Conference Kesmas: Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional (National Public Health Journal)
Claim Missing Document
Check
Articles

HAMBATAN DALAM MENDAPATKAN PENGALAMAN BELAJAR KLINIS PADA KEPANITERAAN KLINIK DI UNIT GAWAT DARURAT (UGD) BAGI MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ANDALAS PADANG Hardisman Hardisman
Majalah Kedokteran Andalas Vol 33, No 1: April 2009
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (338.632 KB) | DOI: 10.22338/mka.v33.i1.p%p.2009

Abstract

AbstrakPenatalaksanaan gawat darurat merupakan kompetensi yang vital dan harus dimiliki oleh setiap dokter. Selain itu, sejak tahun ajaran 2007/2008 pada tahapan klinik, FK-UNAND melakukan penataan lebih baik pada sistim kepaniteraan. Oleh karea itu perlu dilihat apakah peroses pendidikan di UGD juga telah memberikan pengalaman belajar klinis yang optimal? Serta apa hambatan dalam mendapatkan pengalaman klinis tersebut?.Desain penelitian ini adalah cross sectional study dan dilaksanakan pada bulan September 2007 - Maret 2008. Instrument pengumpulan data adalah kuisioner terstruktur dan sebagian besar menggunakan sistim skala. Populasi dan sampel penelitian ini adalah seluruh mahasiswa yang sedang menjalankan rotasi kepaniteraan klinik di Instalasi Gawat darurat (IGD) yang diambil pada dua siklus. Data-data kuantitatif dianalisa secara deskriptif. Untuk melihat bagaimana perbedaan gender dalam mendapatkan pengalaman belajar klinis dianalisa secara statistik (t-test).Kesempatan belajar memperoleh pengalaman klinis oleh mahasiswa mencapai skala 3 lebih (sedang) dan tidak ada perbedaan antara laki-laki dan perempuan (p>0,05). Secara sepesifik, kesempatan melakukan tindakan penatalaksanaan jalan nafas (airway management) merupakan kesempatan yang paling jarang didapatkan (skala 2,11). Kesempatan melakukan penatalaksanaan dan menjahit luka serta melakukan injeksi cukup sering, dengan skala 4,05 dan 4,25. Hambatan utama dalam memperoleh pengalaman klinis adalah karena jumlah pasein yang kurang (39,7%) kurangnya bimbingan (32,9%) dan sikap penerimaan atau penolakan dari staf perawat (16,4%).Kesempatan mendapatkan pengalaman dan pencapaian kompetensi klinis mahasiswa di UGD belumlah optimal. Hal ini dipengaruhi oleh beberapa hambatan seperti jumlah pasien dan bimbingan yang kurang serta sikap penerimaan dan kerjasama staf perawat.Kata Kunci: Pengalaman belajar klinis dan pendidikan kedokteran.ARTIKEL PENELITIAN9AbstractClinical competency in management of emergency cases is one of the very important competencies of medical graduate. Therefore, this important to recognize, does the clinical clerkship in Emergency Department (ED) provide adequate learning for medical students?.A cross sectional study was conducted between September 2007 and March 2008 in Faculty of Medicine of Andalas University. The data was gathered by structured questionnaire which majority of the questions are scale system. Respondents of the study are the students who are doing clinical attachment in ED when the study being conducted (two groups of rotation with total 110 students). Majority of the quantitative data has been analysed descriptively. To investigate difference clinical learning experiences and competencies between male and female students has been used statistical analysis of t-test.In average, the students obtain clinical learning experiences in medium level (above scale 3), in which there is no difference between male and female (p>0.05). Specifically, experience in conducting airway management is the lowest scale (2.11). Most of the students (66.4%) encounter barriers to gain clinical experience. They feel that the main barriers in obtaining clinical learning experiences are limited number of the patients (39.7%), inadequate supervision (32.9%) and nursing staff attitude (16.4%).The students do not get optimal clinical learning experience and competencies in ED. These are influenced by limited number of patients, inadequate supervision and attitude of nursing staffs.Keywords:Clinical learning experiences and and medical education.
LAMA RAWATAN DAN MORTALITAS PASIEN INTENSIVE CARE UNIT (ICU) RS DR. DJAMIL PADANG DITINJAU DARI BEBERAPA ASPEK Hardisman Hardisman
Majalah Kedokteran Andalas Vol 32, No 2: Agustus 2008
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.776 KB) | DOI: 10.22338/mka.v32.i2.p%p.2008

Abstract

AbstrakIntensive Care Unit (ICU) merupakan bagian yang sangat penting dari suatu rumah sakit. ICU sangat berperan dalam penatalaksanaan pasien dengan penyakit kritis dan segala komplikasinya yang meliputi ICU medik dan ICU bedah. Penatalaksanaan pasien ICU ini tidak hanya memerlukan keahlian dan keterampilan medis yang tinggi tapi juga memerlukan sarana dan peralatan dengan teknologi lebih tinggi dan relatif mahal. Oleh karena itu sangat perlu dipertimbangkan efektifitas biaya yang digunakan pada perawatan ICU, lama rawatan dan juga resiko martalitas.Penelitian ini merupakan studi retrospektif di ICU dan Bagian Anestesiologi dan Reanimasi RS M Djamil Padang dengan menggunakan data catatan medis pasien. Data-data dikumpulkan selama dua tahun sejak ICU baru di RS M Djamil digunakan (Periode Mei 2002-April 2004). Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat bagaimanakah mortalitas dan lama rawatan pasien di ICU. Juga untuk melihat bagaimana hubungan antara umur pasien dan kelompok diagnosis dengan lama rawatan dan mortalitas.Ditemukan angka mortalitas pasien di ICU 25,6% dan lama rawatan yang lebih dari 7 hari 14,8% dari total 454 pasien. Ditemukan pasien dengan usia >50 tahun cendrung memerlukan rawatan lebih lama (p<0,05). Juga ditemukan angka mortalitas cendrung lebih tinggi pada pasien usia <10 tahun dan >50 tahun (p<0,05). Pada kelompok diagnosis gangguan kesadaran dan gangguan kardiovaskular-sirkulasi terlihat memerlukan rawatan lebih lama. Terlihat juga pada kelompok diagnosis gangguan kesadaran dan gagal nafas mempunyai angka mortalitas yang lebih tinggi. Namun tidak dapat disimpulkan apakah ada kecendrungan yang bermakna secara statistik pada kelompok diagnosis tersebut.Pasien anak-anak dan usia lanjut lebih rentan untuk jatuh pada kondisi yang buruk dibandingkan dengan kelompok usia lainnya. Disamping itu, pasien dengan gangguan kardiovaskuler, penurunan kesadaran dan gagal nafas juga membutuhkan perhatian khusus.Kata Kunci: Pasien ICU, lama rawatan dan mortalitasAbstractThe Intensive Care Unit (ICU) is an important part of the hospital. The ICU is dedicated to manage patients with life-threatening illnesses, injuries, and complications. The services of ICU include medical and surgical intensive care area. The treatment for these conditions needs high tech, high skill, and expensive equipments. These have directly impacts on cost of the patients care. Therefore, it should be considered cost effective, length of hospital stay and risk of mortality.ARTIKEL PENELITIAN143A retrospective study was conducted in The Department of Anesthesiology and Intensive Care M Djamil Hospital. This study collected all of ICU patients in M. Djamil Hospital two year period since the new ICU in the hospital has been established (May 2002 – April 2004). The aim of the study is to look at mortality and length of hospital stay ICU patients. The study is also to determine correlation between age of patient, diagnosis related groups (DRG) and length of hospital stay and risk of mortality.In the study, there was found 14.8% patients which length of stay more than 7 days and 25.6% mortality rate from total 454 ICU patients. There was also tendency of old patients (more than 50 years) have more length of hospital stay (p<0.05). There was tendency of high mortality rate in age patients less than 10 years and more than 50 years (p<0.05). Length of hospital stay in DRG consciousness disorders and cardiovascular-circulations disorders were relatively higher than other diseases. The mortality rate in DRG consciousness disorders and respiratory failure were also relatively higher. However, it couldn’t conclude the tendency of some DRG to length of hospital stay and to mortality rate.Children and old patient are more vulnerable than other age groups if they are hospitalized in ICU. Also, the critical conditions with cardiovascular illnesses, consciousness disorders and respiratory failure need more special attention.Keywords: ICU patients, length of hospital stay and mortality
MODEL MODEL BIMBINGAN PADA PENDIDIKAN KLINIK DAN RELEVANSINYA PADA PENDIDIKAN KEDOKTERAN DAN KESEHATAN DI INDONESIA Hardisman Hardisman
Majalah Kedokteran Andalas Vol 33, No 2: Agustus 2009
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.418 KB) | DOI: 10.22338/mka.v33.i2.p%p.2009

Abstract

Abstrak            Proses pembelajaran klinis menekanakan pada integrasi antara ilmu teoritis dan praktek, serta sintesis untuk dapat menemukan alternatif pemecahan permasalahan dari kasus-kasus yang ditemukan. Dalam mencapai sasaran pembelajaran tersebut, dibutuhkan proses bimbingan yang optimal. Dalam tulisan ini dibahas model-model bimbingan yang diterapkan diberbagai institusi pendidikan kedokteran dan kesehatan, serta dilakukan analisa terhadap berbagai model tersebut untuk melihat model yang tepat diterapkan di institusi pendidikan kedokteran dan kesehatan Indonesia. Terdapat dua model yang umum dilaksanakan pada bimbingan klinis, yaitu supervision model (model supervisi) dan preceptorship model (model preseptorsip). Model supervisi, pembimbing adalah staf dari universitas (institusi pendidikan) dan pembimbing tidak ikut melakukan pelayanan sehingga bimbingan tidak langsung pada saat interaksi dengan pasien. Sebaliknya pada model preseptorsip, pembimbing adalah staf dari rumah sakit atau staf yang juga bertugas di rumah sakit tersebut, sehingga bimbingan dapat dilakukan dengan interaksi langsung dengan pasien dan saat memberikan penatalaksanaan. Namun, pada pelaksanaannya, penerapannya sering dilakukan dengan kombinasi beberapa model atau menerapkan dua model bimbingan atau lebih pada satu proses kepaniteraan klinik.  Dengan melihat apa yang telah diterapkan selama ini pada pendidikan kedokteran dan kesehatan di Indonesia, maka penerepan model preseptorship merupakan model yang tepat untuk dilaksanakan, dengan perbaikan kualitas dan kuantitas bimbingan.Kata Kunci: Pendidikan klinik dan preseptorship  Abstract            Clinical education emphasize on integrated learning between knowledge and skills, and synthesis to solve the problems of the clinical cases.  To achieve those learning objectives needs optimal clinical supervision. In this paper will be explored variety clinical supervision models. The models will be analyzed to see the suitable model for Indonesia. The are two models that are frequently implemented in clinical education, namely supervision and preceptorship models. Supervision model employs university staffs as clinical supervisors, and they do not involve in patient's management. Therefore, supervision cannot be done through direct interaction with the patients. By contrast, in preseptorship model, clinical supervisors are hospital staff or clinicians who are involve in patients' management. However, in practice, implementations of the supervision models are often through combination, or implementing two or more models within one clinical clerkship. Based on experience of medical and health profession education  in Indonesia, preseptorship is the right model to be implemented. However, the quality and quantity of supervision need to be improved.Key Words: Clinical education and presceptorship.  
PENCEGAHAN PENYAKIT DEGENERATIF DAN PENGATURAN MAKANAN DALAM KAJIAN KEDOKTERAN DAN AL-QURAN Hardisman Hardisman
Majalah Kedokteran Andalas Vol 34, No 1 (2010): Published in April 2010
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (361.25 KB) | DOI: 10.22338/mka.v34.i1.p39-50.2010

Abstract

AbstrakProses kemunduran fungsi tubuh atau degeratif merupakan proses alamiah tubuh manusia yang harus diperhatikan setiap orang [QS Al-Hajj (22):5, Yaasin (36):68]. Dalam proses tersebut seseorang akan dapat terkena berbagai penyakit kronik seperti penyakit kardiovaskuler, obesitas dan diabetes melitus. Meskipun demikian, dengan gaya hidup yang baik dan pengaturan makanan, resiko penyakit-penyakit tersebut dapat dicegah. Salah satu resiko dalam terjadinya penyakit kardiovaskuler adalah hipekoleterolemia dan dislipidemia. Dua kondisi ini dapat disebabkan asupan makanan yang mengandung lemak dan kolesterol yang berlebihan. Serta, ketidakseimbangan asupan karbohidrat, lemak, dan serat juga menjadi resiko terjadinya obesitas dan diabetes melitus. Semua kajian ilmu kedokteran ini merupakan bukti bahwa peranan pengaturan makanan sangat penting, sebagaimana yang diterangkan dlama Al-Quran [Al-Baqarah (2):168-172, Al-Isra` (17):26-27 and Al-A’raf (7):31].Kata Kunci: Penyakit degeratif, pengaturan makanan, dan Al-Quran.AbstractDegenerative is a natural process in human life that every body should aware [QS Al-Hajj (22):5, Yaasin (36):68]. During the process, someone can get chronic degenerative diseases such as cardiovascular, obesity and diabetes mellitus. However, by having good life style and diet regulation, the risk of the diseases can be prevented. In medical perspective, one of the risks of the cardiovascular diseases is hypercholesterolemia and dislipidemia. These two conditions can be caused by excessive intake of lipid and cholesterol. Meanwhile, imbalance intake of carbohydrate, lipid and food fibre also becomes risk of obesity and diabetes mellitus. All of these medical analysis become evidences of the rule of diet regulation which has been written in the Quran [Al-Baqarah (2):168-172, Al-Isra` (17):26-27 and Al-A’raf (7):31].Key Words: Degenerative Diseases, diet regulation, and The Qur`an.
Mitigasi Gempa dan Tsunami melalui Flipped dan Online Class pada Organisasi Wanita se-Sumatera Barat Laila Isrona; Westi Permata Wati; Yulistini Yulistini; Nur Afrainin Syah; Hardisman Hardisman
JPPM (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat) VOL. 6 NOMOR 1 MARET 2022 JPPM (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat)
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (480.299 KB) | DOI: 10.30595/jppm.v6i1.12483

Abstract

Provinsi Sumatera Barat berada diantara pertemuan Lempeng Eurasia, Lempeng Indo-Australia dan patahan (sesar) Semangko. Ketiganya merupakan daerah seismik aktif sehingga ada dua bencana yang mengintai Sumatera Barat terutama Kota Padang yakni gempa dan tsunami. Hal yang disayangkan adalah masih banyak masyarakat yang kurang memahami apa yang harus dipersiapkan dan dilakukan ketika bencana ini terjadi dan saat ini pun Indonesia juga dihadapkan pada pandemi Covid-19 sehingga terdapat tendensi bahwa daerah cenderung terlalu fokus pada pencegahan penyebaran COVID-19 dan tidak menyertakan mitigasi bencana alam dalam strategi penanganan COVID-19. Kegiatan Pengabdian Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai mitigasi gempa dan tsunami dengan menggunakan metode flipped class dan online class pada organisasi wanita se-Sumatera Barat. Kegiatan ini dibagi menjadi 2 sesi. Sesi 1 dihadiri 103 peserta dan sesi 2 dihadiri 80 peserta. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa pengetahuan peserta mengenai mitigasi gempa dan tsunami mengalami peningkatan setelah seminar ditandai dengan peningkatan nilai post-test. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk berpatisipasi aktif dalam membagi ilmunya terutama dalam keluarga sehingga risiko yang ditimbulkan oleh bencana dapat diminimalkan.
ANALISIS PENYEBAB INSIDEN PASIEN JATUH DI RAWAT INAP RS. Y DI KOTA PADANG Dwi Novilolita; Yuniar Lestari; Hardisman Hardisman
JIM UPB (Jurnal Ilmiah Manajemen Universitas Putera Batam) Vol 8 No 1 (2019): JIM UPB Volume 8 No.1 2019
Publisher : Universitas Putera Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (779.024 KB) | DOI: 10.33884/jimupb.v8i1.1590

Abstract

Patient falls incident are unplanned incident with or without injuries in the inpatient unit. Based on minimum service standards, the fall incident which is part of patient safety is expected as 0%. Based on preliminary data from the Quality and Risk Management Committee in "Y" Hospital Padang there were 53 patient safety incidents where the most incidents were falls with 11 incidents. Inpatient is the most fallen location that is 5 incidents then followed by emergency room and outpatient. Therefore "Y" Hospital in Padang did not reach the standards of the Accreditation Commission that is zero accident. The purpose of this study was to analyze the causes and components that play a role in the incidence of falls in "Y" hospital in Padang. This study uses qualitative research by conducting semi-structured interviews, document review, and observation. Interviews were conducted with 21 informants. The components studied are individual characteristics (education, work experience, competence, age), nature of work (complexity of treatment, cooperation in units, disturbances/interruptions), physical environment (facilities), organizational and social environment (Standard Operating Procedure / SOP), and management factors (organizational structure, safety culture). The results showed that the minimum standard of education was sufficient but the percentage was not up to standard, the number of nurses needed was still lacking. The complexity of the treatment that consist of the type of diagnosis and the treatment has a high risk of falling, disruption in units is visiting hours that is not appropriate. Facilities that are still incomplete. The implementation of SOP is not optimal yet. The conclusion of the implementation of injury prevention due to falling patients is not optimal.
Gambaran Perilaku Ibu Rumah Tangga Mengenai Upaya Pencegahan DBD Khoirunnisa Putri; Hardisman Hardisman; Eka Nofita
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia Vol 1 No 2 (2020): Juli 2020
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1094.126 KB) | DOI: 10.25077/jikesi.v1i2.137

Abstract

Latar Belakang. Jumlah kasus DBD di kota Padang berfluktuasi dari tahun ke tahun. Pengendalian DBD yang tepat adalah dengan pengendalian vektornya melalui 4M Plus yang tidak dapat berhasil dengan baik jika tidak melibatkan peran serta masyarakat. Objektif. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tingkat pengetahuan, sikap, dan tindakan masyarakat mengenai pencegahan DBD yang diwakilkan oleh ibu rumah tangga di wilayah kerja Puskesmas Kuranji. Metode. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan desain penelitian cross-sectional. Pengambilan sampel menggunakan teknik random sampling. Responden penelitian adalah ibu rumah tangga. Instrumen penelitian ini adalah kuesioner yang berisi 8 item pertanyaan pengetahuan, 10 item pertanyaan sikap dan 10 item pertanyaan tindakan. Hasil. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari total 91 responden sebagian besar memiliki tingkat pengetahuan rendah (40,7%), sikap negatif (54,9%) dan tindakan kurang (38,4%) mengenai pencegahan DBD. Kebanyakan responden memiliki rentang usia 51-60 tahun (29,7%), tingkat pendidikan SMA (38,5%) dan pernah mendapat informasi mengenai DBD (94,5%) yang paling banyak melalui TV (31,9%). Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa responden dengan sikap negatif cenderung memiliki tindakan pencegahan yang kurang baik. Kesimpulan. Responden di wilayah Kerja Puskesmas Kuranji masih memiliki tingkat pengetahuan yang rendah, sebagian besar bersikap negatif dan lebih dari sepertiga melakukan tindakan yang kurang mengenai upaya pencegahan DBD menyebabkan masih tingginya kasus DBD. Kata Kunci: DBD, Pengetahuan, Sikap, Tindakan
Visual Management Tools Sebagai Upaya Peningkatan Mutu Layanan bagi Manajer Pelayanan Rumah Sakit Adila Kasni Astiena; Rika Ampuh Hadiguna; Acim Heri Iswanto; Hardisman Hardisman; Rima Semiarty; Fadilla Azmi
Warta Pengabdian Andalas Vol 28 No 3 (2021)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jwa.28.3.321-333.2021

Abstract

The main issue of outpatient services at the Hospital in Padang-West Sumatra is the lack of use of Visual Management Tools (VMT). VMT is a tool to monitor service bottlenecks such as long waiting times. The devotee has designed an application-based VMT. This community service aims to assess the level of user satisfaction related to the application. Activities were carried out by socializing, designing, simulating and evaluating the application that can be downloaded on the Playstore. The target group was hospital officers and patients. They were trained to use the application and then evaluated. The sample consists of 80 people. The result of the community service was the training of officers related to several VMT tools in the form of Value Stream Map, Eight waste, Five why's, Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) and Outpatient Service Applications. The variables were usability, ease of use, ease of learning, display quality, user-friendliness, completeness of information and flexibility. The level of satisfaction was in the category of satisfied and very satisfied. It was recommended to use modules to facilitate patient understanding using applications and services in hospitals.
Education Effect Toward Enhance Adolescence Health Reproduction in Senior High School Dwiesfiza Muharawita; Hardisman Hardisman; Firdawati Firdawati; Teguh Widodo
International Journal of Educational Dynamics Vol 3 No 2 (2021): International Journal of Educational Dynamics (IJEDs)
Publisher : Postgraduate School, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/ijeds.v3i2.317

Abstract

The problem of Adolescent Reproductive Health (KESPRO) from time to time is increasing both qualitatively and quantitatively due to a lack of understanding of sexual and reproductive health. This study aims to determine the differences in the method of counseling and simulation games on the level of students' knowledge of reproductive health (KESPRO). The research method used a quasi-experimental design with a non-randomized control group pre-test-post-test which was conducted at State Senior High School 4 (SMAN 4) Padang City. The results showed that the extension method did not increase students' knowledge scores. Retention of students' knowledge after 3 days and 1 week of intervention with the extension method also did not increase students' knowledge scores. Based on the difference in the average score of students' knowledge about KESPRO after 1 week of intervention, the simulation game method group (1.04) was greater than the extension method (0.01) this means that the simulation game method can be better in maintaining memory students after 1 week of intervention about an information.
Emergency Room Doctor Needs Analysis of RSI Ibnu Sina Padang During Covid-19 Pandemic Nurul Fitri Khumaira; Hardisman; Erlinengsih
Journal of World Science Vol. 1 No. 10 (2022): Journal of World Science
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jws.v1i10.104

Abstract

Introduction: One of the successes in ensuring the quality of health services is the quality of Health Human Resources. The quality of human resources is influenced by their availability. Therefore, hospital management must be concerned with planning the ideal needs of human resources. Workload Indicator Staffing Need (WISN) is a method to calculate human resources requirements based on real workload. This study aims to determine the ideal number of doctors based on workload analysis in the emergency unit of RSI Ibnu Sina Padang during the Covid-19 pandemic using the WISN (Workload Indicator Staffing Needs) method. Methods: qualitative descriptive research. This research was conducted in Emergency Unit RSI Ibnu Sina Padang from December 2021 to March 2022. Result: working time of Emergency unit doctors was 117,180 minutes/year. Workload standards are 16 main tasks and a result of the allowance standard is 0.397. The WISN result of calculating doctor's needs in emergency units of RSI Ibnu Sina Padang during the Covid-19 pandemic is 6,953 or rounded up to 7 doctors. It means that it still needs 1 person based on workload analysis. Conclusion: There are several additional items of activities of emergency room doctors during the Covid-19 pandemic which will impact the increasing workload of ER (Emergency Room) doctors and the length of service time in the emergency room unit. Hospital management should plan the need of health workers based on real workloads to improve service quality by maintaining health workers and their patient safety.
Co-Authors - Afrizal A. Heri Iswanto Abdi Setia Putra Abdiana Abdiana Abdiana, Abdiana Adang Bachtiar Afriwardi Afriwardi Afrizal Afrizal AFRIZAL AFRIZAL Ahmad Adi Trianto Aini Gusmarina Alfi Rudiman Amalia, Vella Amel Yanis Amelin, Fitrisia Andani Eka Putra Andina Dwinanda Anggina, Yani Anggrainy, Fenty Annisa Rahmi Adriyanti Anshar Bonas Silfa Antoni, Adi Aprila, Prety Zinta Ardian Amri Ari Fuad Fajri Astiena, Adila Kasni Aswiyanti Asri Aumas Pabuti Ayunda, Aldina Bobby Indra Utama Dedy Almasdy Dedy Irfan Defriman Djafri Defrin Defrin Delmi Sulastri Desmiwarti Desmiwarti Desy Nofita Sari Dewi Susanti Dian Isti Angraini Dian Isti Angraini Dian Mayasari Dian Pertiwi Dien Gusta Anggraini Nursal Dwi Novilolita Dwiesfiza Muharawita Edison, Edison Efendi, Nursyirwan Eka Fithra Elfi Eka Kurniawan Eka Nofita Ekowati Rahajeng Erlinengsih Erlinengsih, Erlinengsih Essy Mandriani Etriyel, Etriyel Eva Decroli Evi Hasnita Fadila, Zurayya Fadilla Azmi Fadrian, Fadrian Faisaelia, Rezka Nanda Fajri, Ari Fuad Farisha, Selfi Fathiyyatul Khaira Febriyanti Nursa Fenty Anggraini Filda Filda Firdawati Firdawati Firdawati Firdawati Firdawati Firdawati, Firdawati Fitria, Henni Fuji Rahayu Henafi Gustari, Indah Hadyan Imal Fathoni Hanafi Nilifda Hariselmi Hariselmi Hasmiwati Hema Malini, Hema Hermafasya, Ayu Octarin Hidzra Wafi Habib Hindun Mila Hudzaifah Husna Yetti Ibrarodes Ibrarodes Ichsan Arif Ida Rahmah Burhan Iffah, Uliy Ihsan, Indra Ikhsan Yusda Ilma Nuria Sulrieni Inova Gusmelia Irvan Medison Ismed, Gabila Heira Muthia Jamsari Jamsari Joserizal Serudji Kamal Kasra Karmia, Hudila Rifa Karokaro, Tati Karokaro, Tati Murni Kartika, Putri Sri Khoirunnisa Putri Laila Isrona Leona, Denada Florencia Linosefa Linosefa Lulisa Desrama Tasya Maharani, Dini Siskia Mahata, Liganda Endo Maiyulia Fitri Masrul Masrul Masrul Masrul Masrul Maulana, Afdal Megawati Sinambela Melinda Noer Menkher Manjas Meryana Azan, An’nisyah Mike Rismayanti Milletesya Govanda Miranie Safaringga Monika, Cici morika, honesty diana Mudjiran Mudjiran Mudjiran Mudjiran Musyarifah, Zulda Nadhif, Putriku Fatiya Nadjmir Nadjmir Najirman Nelmi Silvia Nita Afriani Novfattra Novfattra Novialdi . Novizar Nazir Nur Afrainin Syah Nur Indrawati Lipoeto Nur Indrawati Lipoeto Nur Indrawati Lipoeto Nur Indrawati Lipoeto Nur Indrawaty Lipoeto Nurdin, Aguswan Nurlindawati Nurlindawati Nurul Fitri Khumaira Oktalina, Dyanti Oktarini, Sisca P.A Kodrat Pramudho Prayitno, Irwan Putra, Abdi Setia putri, Joana Rahma Putri, Viorika Marsafa Rahmadana, Muhammad Haritsyah Rahmat Syawqi Rahmawati, Rahmawati Ratu Fawwaz Efendi Rauza Sukma Rita Remi Famel Reni Zulfitri Rika Ampuh Hadiguna Rima Semiarty Rizal, Wadratul Jannah Rizanda Machmud Rosfita Rasyid Rosfita Rasyid Roslaili Rasyid Rozi Sastra Purna Salmiah Agus Salmiah Agus Selfi Farisha Selian, Rada Almina Semiarty, Rima Yunita Semiarty, Semiarty Sharfina Shoulhuna, Ziadati Silvia Harpeni Siregar, Fatia Putri Barokah Siti Syamsyiah Sitompul, Sahran Azhari Sri Melda Br Bangun Susanty, Desy Syahredi Syahredi Syamsiarti Syamsiarti Syukriadi, Syukriadi Teguh Widodo Trianengsih AT Ulfa Farrah Lisa, Ulfa Farrah Utama, Bobby Indra Utami, Riezka Putri Vanessa Alivia Savira Verinita, Verinita Vicky Warian Triwibowo Vivi Triana Waldatul Hamidah Wati, Berlian Kurnia Wati, Westi Permata Wilda Tri Yuliza Yandrizal Yandrizal Yantri Maputra Yefri Zulfiqar Yenita . Yenita Afriyeni Yonariza Yonariza Yulia Primiyani Yulistini Yulistini, Yulistini Yulizawati Yulizawati . Yulizawati, Yulizawati Yuniar Lestari Yuniar Lestari Yusrawati Yusrawati Zulda Musyarifah