p-Index From 2021 - 2026
7.579
P-Index
This Author published in this journals
All Journal STUDIA ISLAMIKA Refleksi: Jurnal Kajian Agama dan Filsafat Teosofi: Jurnal Tasawuf dan Pemikiran Islam Al-Tahrir: Jurnal Pemikiran Islam ISLAMICA: Jurnal Studi Keislaman Asia Pacific Journal on Religion and Society Al-Jami'ah: Journal of Islamic Studies Episteme: Jurnal Pengembangan Ilmu Keislaman Al-Ihkam: Jurnal Hukum dan Pranata Sosial MIQOT: Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman Jurnal Pendidikan Agama Islam (Journal of Islamic Education Studies) JICSA Masyarakat, Kebudayaan dan Politik JURNAL IQRA´ Jurnal Manajemen Pendidikan Inklusi Journal of Disability Studies Jurnal Pendidikan Islam Indonesian Al-Daulah : Jurnal Hukum dan Perundangan Islam JURNAL MUQODDIMAH : Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Al-Hayat: Journal of Islamic Education NALAR: Jurnal Peradaban dan Pemikiran Islam Kelola: Journal of Islamic Education Management Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Anterior Jurnal Syariah: Jurnal Hukum dan Pemikiran Jurnal Ilmiah Sosiologi Agama (JISA) Jurnal Hadratul Madaniyah Khazanah: Jurnal Studi Islam dan Humaniora TSAQAFAH Saliha : Jurnal Pendidikan dan Agama Islam Education and Human Development Journal Imtiyaz : Jurnal Ilmu Keislaman Jurnal Ilmu Hukum Tambun Bungai Geneologi PAI : Jurnal Ilmiah Bidang Pendidikan Agama Islam Asy-Syariah Proceedings of International Conference on Da'wa and Communication Proceedings of Annual Conference for Muslim Scholars Jurnal Sosiologi Agama Indonesia (JSAI) Riwayah : Jurnal Studi Hadis Ulumuna Journal of Science and Education (JSE) At-Tadbir : Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Edusoshum: Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Humaniora Legal Protection for the Partnership Agreement Parties Millah: Journal of Religious Studies Edudeena : Journal of Islamic Religious Education Journal of Islamic Economics Lariba Jurnal Pendidikan Islam Indonesia International Journal of Integrative Sciences Al-ATHFAL: Jurnal Pendidikan Anak AL-ATHFAL: Jurnal Pendidikan Anak Social Science Academic An-Nadzir : Jurnal Manajemen Pendidikan Islam RESLAJ: Religion Education Social Laa Roiba Journal Ta'lim: Jurnal Pendidikan Agama Islam dan Manajemen Pendidikan Islam Epistemé: Jurnal Pengembangan Ilmu Keislaman Al-Hukama: The Indonesian Journal of Islamic Family Law The Sociology of Islam INTEGRASI : Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan JIS: Journal ISLAMIC STUDIES Al-Hayat: Journal of Islamic Education Jurnal Pendidikan Islam Studia Islamika Jurnal Abdimas Cendekiawan Indonesia Jurnal Ekonomi dan Studi Pembangunan (JESP) Jurnal Studi Pendidikan Agama Islam EDUKASIA: Jurnal Penelitian Pendidikan Islam Al Qodiri: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan
Claim Missing Document
Check
Articles

Kurikulum Berbasis Cinta dalam Membangun Solidaritas Organik dan Integrasi Moral di Madrasah Ibtidaiyah Assalam Martapura Latifah Latifah; Masdar Hilmy; Desi Erawati
INTEGRASI : Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Vol. 4, No. 1 : INTEGRASI (JANUARI-JUNI 2026)
Publisher : Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61590/int.v4i01.219

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis kurikulum berbasis cinta di Madrasah Ibtidaiyah Assalam Martapura melalui tiga fokus utama. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi kurikulum berbasis cinta yang menekankan empati dan martabat peserta didik, menilai perannya dalam membangun solidaritas sosial (mekanik dan organik), serta menganalisis kontribusinya terhadap integrasi moral, pembentukan karakter, dan kesadaran sosial siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi, lalu dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurikulum berbasis cinta diterapkan melalui praktik nyata di kelas dan aktivitas sekolah, membangun budaya sekolah yang humanis dan inklusif. Kurikulum ini menumbuhkan solidaritas sosial melalui kerja sama, partisipasi komunitas, dan interaksi yang saling mendukung. Selain itu, kurikulum berbasis cinta berkontribusi pada integrasi moral dan pembentukan karakter, sehingga peserta didik menunjukkan sikap jujur, disiplin, peduli, dan bertanggung jawab.
Konflik Israel-Amerika VS Iran: Analisis Perubahan Geopolitik di Timur Tengah dalam Perspektif Realisme Struktural Kenneth Waltz M. Arif Hakim; Desi Erawati; Masdar Hilmy
INTEGRASI : Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Vol. 4, No. 1 : INTEGRASI (JANUARI-JUNI 2026)
Publisher : Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61590/int.v4i01.270

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis konflik Iran–Israel yang melibatkan Amerika Serikat berdasarkan perspektif realisme struktural Kenneth Waltz. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka melalui analisis literatur, jurnal ilmiah, dan dokumen terkait dinamika geopolitik Timur Tengah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik tersebut tidak lagi sekadar bersifat regional, tetapi mencerminkan perubahan struktur kekuasaan dalam sistem internasional yang anarkis. Eskalasi sejak 2023 memperlihatkan pergeseran dari perang proksi menuju potensi konfrontasi langsung, ditandai meningkatnya keterlibatan militer Iran dan dukungan Amerika Serikat kepada Israel sebagai upaya menjaga keseimbangan kekuatan. Konflik juga dipengaruhi oleh dilema keamanan yang mendorong peningkatan kapabilitas militer masing-masing pihak sehingga memperbesar risiko eskalasi. Selain faktor struktural, dimensi ideologis, geopolitik, serta keterlibatan aktor non-negara turut memengaruhi dinamika konflik. Temuan ini menunjukkan bahwa realisme struktural relevan menjelaskan distribusi kekuasaan, tetapi memerlukan pendekatan yang lebih integratif untuk memahami kompleksitas konflik secara menyeluruh.
Reinterpretasi Tasawuf di Kalangan Generasi Milenial: Analisis Interaksionisme Simbolik George Herbert Mead Cahyo Muliawan; Masdar Hilmy; Desi Erawati
INTEGRASI : Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Vol. 4, No. 1 : INTEGRASI (JANUARI-JUNI 2026)
Publisher : Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61590/int.v4i01.263

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena reinterpretasi tasawuf di kalangan generasi milenial dalam perspektif interaksionisme simbolik yang dikembangkan oleh George Herbert Mead. Tasawuf yang secara tradisional dipahami sebagai dimensi spiritual Islam mengalami transformasi makna seiring perkembangan modernitas, globalisasi, dan kemajuan teknologi digital. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research) melalui analisis berbagai literatur yang relevan dengan tasawuf, modernitas, serta teori interaksionisme simbolik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa reinterpretasi tasawuf di kalangan milenial ditandai oleh pergeseran makna dari praktik tarekat tradisional menuju spiritualitas yang lebih personal, fleksibel, dan kontekstual. Tasawuf tidak hanya dipahami sebagai praktik asketis, tetapi juga sebagai sarana pencarian ketenangan batin, kesehatan mental, serta pembentukan identitas spiritual. Selain itu, media digital berperan penting dalam memperluas akses dan membentuk simbol-simbol baru dalam praktik tasawuf, sehingga proses pemaknaan menjadi lebih dinamis dan terbuka. Dalam perspektif interaksionisme simbolik, makna tasawuf dibentuk melalui proses interaksi sosial, interpretasi simbol, dan pengalaman subjektif individu.
Dualisme Kepemimpinan dan Disfungsi Struktur Sebagai Hambatan Transformasi Pendidikan Islam Hardani Hardani; Masdar Hilmy; Desi Erawati
INTEGRASI : Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Vol. 4, No. 1 : INTEGRASI (JANUARI-JUNI 2026)
Publisher : Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61590/int.v4i01.271

Abstract

Institusi pendidikan Islam saat ini menghadapi tantangan besar untuk menyeimbangkan antara tuntutan inovasi era Society 5.0 dengan pemeliharaan identitas nilai-nilai keagamaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kepemimpinan kepala sekolah dalam menjaga keseimbangan antara stabilitas dan perubahan sistem pendidikan melalui sintesis teori kepemimpinan transformasional dan teori strukturalisme-fungsionalisme. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan jenis studi kepustakaan (library research). Data sekunder dikumpulkan melalui studi dokumentasi dari berbagai literatur primer dan sekunder, yang kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis isi dan analisis kritis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan transformasional bertindak sebagai motor penggerak fungsi adaptasi dan pencapaian tujuan dalam skema AGIL (Adaptation, Goal Attainment, Integration, Latency) milik Talcott Parsons. Kepala sekolah menggunakan stimulasi intelektual dan motivasi inspirasional untuk mendorong digitalisasi serta pembaruan kurikulum. Secara simultan, kepala sekolah menjalankan fungsi integrasi dan latensi untuk memastikan bahwa perubahan tersebut tetap selaras dengan nilai-nilai Islami sebagai fondasi stabilitas organisasi.
Communicative Ethics and the Religious Public Sphere: A Study of the Transformative Da‘wah Practices of Ahmad Zuhdianor Andri Suryani; Masdar Hilmy
NALAR Vol 10 No 1 (2026): Islam in the Contemporary Sphere: Digitalization, Education, and Local Tradition
Publisher : Faculty of Ushuluddin, Adab, and Da'wah, State Islamic University of Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23971/njppi.v10i1.11385

Abstract

This study aims to discuss the sociological dimensions of the dawah (Islamic proselytization) thought and practice of KH. Ahmad Zuhdianor (Guru Zuhdi) through the lens of Jürgen Habermas’s Communicative Ethics. As a charismatic religious scholar in South Kalimantan, Guru Zuhdi successfully transformed public morality through a unique and egalitarian communication pattern. Utilizing a qualitative-library research method, this study analyzes his dawah texts and documentations as primary data. The findings indicate that Guru Zuhdi’s dawah fulfills Habermas’s four validity claims (truth, truthfulness, normative correctness, and comprehensibility), which in turn fosters a domination-free 'Religious Public Sphere.' The moral transformation within the congregation is not the result of authoritative indoctrination, but rather the fruit of autonomous awareness born from fluid, humorous, and humble interactions. This study concludes that Guru Zuhdi’s transformative moral education model constitutes a tangible form of communicative action capable of dismantling social and spiritual hierarchies to achieve mutual understanding (consensus) in improving societal character. 
Digitalizing Tradition: State Power, Religious Authority, and the Reconfiguration of Pesantren Identity in Indonesia’s Society 5.0 Era Siti Asmonah; Masdar Hilmy
Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol. 24 No. 2 (2026): Al Qodiri: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan
Publisher : Universitas Islam KH. Achmad Muzakki Syah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53515/alqodiri.v24i2.126

Abstract

The digitalization of Islamic boarding schools (pesantren) has emerged as a significant policy agenda within Indonesia’s educational transformation toward Society 5.0. While digital technologies are widely promoted to enhance educational quality, governance efficiency, and digital literacy, their implementation within pesantren raises important questions regarding institutional autonomy, religious authority, and the preservation of Islamic educational identity. This study aims to analyze the politics of pesantren digitalization in Indonesia and examine how state-driven modernization agendas interact with the authority of kyai and the evolving identity of Islamic education. Employing a qualitative policy analysis design, the study utilizes document analysis of national regulations, policy reports, and scholarly publications related to pesantren, educational digitalization, and Islamic education. Data were analyzed through qualitative content analysis and thematic interpretation to identify recurring patterns, institutional responses, and policy implications. The findings reveal that digitalization functions not merely as a technological intervention but as a political and cultural process involving negotiation between governmental modernization objectives and the internal authority structures of pesantren. The study identifies four dominant institutional responses to digitalization (resistive, adaptive, progressive, and hybrid) each reflecting different configurations of leadership, organizational culture, and technological readiness. Furthermore, the kyai emerges as a pivotal actor who mediates technological change by legitimizing, regulating, and contextualizing digital innovation within Islamic educational values. The findings also indicate the emergence of a hybrid educational identity in which traditional religious learning coexists with digital literacy and modern institutional governance. This study contributes to the literature by conceptualizing pesantren digitalization as a process of political negotiation and identity reconstruction rather than a purely technological reform. The study further recommends participatory and context-sensitive digitalization policies that strengthen institutional capacity while preserving the distinctive cultural and religious foundations of pesantren.
DIGITAL LITERACY AND ISLAMIC EDUCATION IN INDONESIA: EXAMINING POLICY, LEARNING PRACTICES, AND TEACHER READINESS Haris Habibul Fattah; Luqman Hakim; Masdar Hilmy
Geneologi PAI: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 13 No 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/geneologipai.v13i1.12938

Abstract

The rapid advancement of digital technology has significantly transformed the educational landscape, including Islamic education. Digital literacy has become an essential competency that extends beyond technical skills to encompass critical thinking, ethical awareness, and responsible engagement with digital information. This study aims to analyze digital literacy policies within Islamic education in Indonesia, examine the implementation of digital literacy-based Islamic Religious Education (PAI) learning practices, and explore teachers’ readiness and competencies in integrating Islamic values with digital literacy in the learning process. This study employed a qualitative approach using a literature review method. Data were collected from relevant scholarly articles, books, and policy documents published between 2020 and 2025 and analyzed through thematic analysis. The findings indicate that the Indonesian government, through the Ministry of Education, Culture, Research, and Technology and the Ministry of Religious Affairs, has implemented various digital transformation policies, including the Merdeka Belajar program, the Merdeka Mengajar Platform, madrasa digitalization initiatives, and the E-Learning Madrasah system to strengthen digital literacy in educational settings. Digital literacy-based PAI learning practices have utilized various digital platforms and media to create more interactive, flexible, and learner-centered learning environments while enhancing students’ critical engagement with religious information in digital spaces. Furthermore, teachers’ readiness plays a crucial role in the successful implementation of digital literacy, as it requires the integration of technological competence, digital pedagogical skills, and the ability to incorporate Islamic values into instructional practices. This study highlights that the successful implementation of digital literacy in Islamic education depends on the synergy between supportive policies, innovative learning practices, and integrated teacher competencies.
Regulatory and institutional dynamics in accelerating Halal product certification for achieving the SDGs in Indonesia Nahidloh, Shofiyun; Hilmy, Masdar; Pujiati, Tri; Fajar, Fajar; Musadad, Ahmad
Journal of Islamic Economics Lariba Vol. 12 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/jielariba.vol12.iss1.art29

Abstract

IntroductionThe rapid expansion of halal certification in Indonesia has shifted from being largely a matter of religious compliance to becoming an integral component of state policy that supports the Sustainable Development Goals (SDGs), especially those related to inclusive economic growth (Goal 8), industrial development and innovation (Goal 9), and sustainable patterns of consumption and production (Goal 12). ObjectivesThis study aims to examine how governmental regulatory frameworks drive the expansion of halal certification and to assess their broader implications for the governance of sustainable economic development.MethodThe research employs a qualitative approach based on a critical review of scholarly literature, analysis of relevant policies and institutional arrangements, and secondary data obtained from public authorities and business stakeholders.ResultsThe findings indicate that halal certification in Indonesia functions not only as a technical regulatory mechanism but also as a form of bureaucratized religious governance, through which the state institutionalizes religious authority and collective identity. Halal certification in Indonesia functions not only as a technical regulatory mechanism but also as a form of bureaucratized religious governance, through which the state institutionalizes Islamic authority and collective identity. Despite a standardized framework established by BPJPH, implementation faces structural barriers such as unequal access, limited infrastructure, and low digital literacy among MSMEs. As a public policy instrument, halal certification safeguards religious values, strengthens state legitimacy, and enhances global competitiveness. In relation to the SDGs, it contributes concretely to inclusive economic growth (SDG 8), industrial development and innovation (SDG 9), and ethical, sustainable consumption (SDG 12).ImplicationsThe study suggests that the SDGs framework can serve as an evaluative tool for assessing bureaucratic transformation in the halal industry, positioning halal certification not only as a mechanism for protecting religious values but also as part of a broader strategy for sustainable and responsible economic development.Originality/NoveltyThis study introduces a conceptualization of halal certification as bureaucratized religious governance, demonstrating how religious symbolism can be transformed into a rationalized policy instrument within the framework of sustainable development. By integrating political economy, the research provides a new analytical lens for understanding the institutionalization of religious norms through state regulation to achieve development objectives.
The Iron Cage Discourse: The Dialectics of Max Weber's Disenchantment and Ibn Arabi's Concept of Tajalli in the Context of Modern Society Rijani, Paidillah; Hilmy, Masdar; Erawati, Desi
The Sociology of Islam Vol. 9 No. 1 (2026): June
Publisher : Prodi Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/jsi.2026.9.1.43-65

Abstract

Today, modern society is often depicted as trapped in an iron cage, a term that refers to formal rationality and results in a "disenchantment of the world." This study critically analyzes how Ibn Arabi's metaphysical thought, particularly through the concept of Tajalli, offers a solution to the crisis of meaning within Max Weber's sociological perspective. Using a qualitative research method with a comparative-philosophical approach, this study shows that while Weber considered rationalization a process of eliminating transcendental elements from the public sphere, Ibn Arabi understood it as the continuous manifestation (Tajalli) of al Haqq in material reality. The findings of the study confirm that Ibn Arabi's philosophical Sufism discourse has the potential to revive spiritual meaning in the modern world, shifting the view of "the world as an object of power" to "the world as a spiritual entity."
Cyber Crime sebagai Risiko Sistemik pada Bank Digital Syariah di Indonesia: Analisis Perspektif Teori Risiko Ulrich Beck Hasanatul Munawarah; Masdar Hilmy; Desi Erawati
INTEGRASI : Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Vol. 4, No. 2 : INTEGRASI (JULI-DESEMBER 2026)
Publisher : Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61590/int.v4i02.389

Abstract

Cyber Crime sebagai risiko sistemik dalam konteks bank digital syariah di Indonesia, dengan kerangka teori Risk Society dari Ulrich Beck. Perkembangan pesat teknologi digital membawa peluang sekaligus tantangan signifikan bagi sektor perbankan syariah, khususnya terkait keamanan siber. Penelitian ini mengkaji bagaimana risiko kejahatan siber, yang meliputi berbagai bentuk serangan digital, dapat mengancam stabilitas dan keberlanjutan bank digital syariah. Melalui pendekatan kualitatif dengan studi literatur dan analisis data sekunder, penelitian ini mengidentifikasi kerentanan sistemik yang muncul akibat digitalisasi perbankan, serta implikasinya terhadap perlindungan nasabah dan kepercayaan publik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bank digital syariah di Indonesia menghadapi risiko kejahatan siber yang kompleks dan multidimensional, yang memerlukan strategi mitigasi komprehensif. Penelitian ini juga mengusulkan rekomendasi kebijakan untuk meningkatkan keamanan siber, memperkuat regulasi, dan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang risiko digital dalam ekosistem perbankan syariah.
Co-Authors Abdul Azis Abdul Hamid Mahmud Abdul Haris Abdul Muis Thabrany Achmad Maulidi Achmad Zaini Ah. Zakki Fuad Ah. Zakki Fuad Ahmad Hidir Amin Ahmad Musadad Ahmad Muzakki Ahmad Suyanto Akhmad Hafandi Al Asyari, Haekal Ali, Mohammed Ramadhan Abraheem Alshaykh Alimuddin . Alisah Qothrun Nada Rahmah Aminudin Andri Suryani Ansari, M. Sandri Apipudin , Syamsudin Arbainsyah Arbainsyah Ari Kartiko, Ari Asror, Moh Cahyo Muliawan Dea Salma Sallom Desi Erawati Desi Erawati Desi Erawati Desi Erawati Desi Erawati Desi Erawati Desi Erawati, Desi Dodik Harnadi Edo Ferdian Eko Riyadi, Eko Ely Fitriani Fahmi, Muhammad Fajar Fajar Fitriani, Ely Hamdani Hammis Syafaq Hanief Monady Hanik Yuni Alfiyah Hanim Husnal Khalidah Hardani Hardani Haris Habibul Fattah Hasanatul Munawarah Helmi Syaifuddin Hesty Widiastuty, Hesty Hidayatulloh Hidayatulloh Hotman M. Siahaan Iksan Iksan Iksan Imroatul Azizah Jumrotunisak Khoirun Niam Kunawi Basyir Kusaeri Latifah Latifah Latifah Lila Hikmawati Lilik Huriyah Luqman Hakim M Imdadur Rohman M Ridlwan Nasir M. Arif Hakim Maghfiroh, Muliatul Makhfud Mas’ud, Ali Miftahul Huda Moh Asror Moh. Ayyub Musthofa Moh. Dannur Moh. Faizur Rohman Mubaidi Sulaeman Muhamad Abdul Anam Muhamad Isa Ansyori Muhammad Adib Nuruzzaman Muhammad Ainur Rohim Muhammad Izzul Islam An Najmi Muhammad Jazil Rifqi Nadlir Nafi’ Mubarok Nahidloh, Shofiyun Nanang Khuzaini, Nanang Nasir, M Ridlwan Nasrulloh, M Farid Nina Rohmatul Fauziyah Nor Azni Abdul Aziz Nur Afifah Khurin Maknin Nur Lailatul Musyafaah Nur Syarifuddin Nurpahsari Pudyas Tataquna Raniya Puji Handayati Pujiati, Tri Qomariah, Zaitun Ramlan, Siti Rosilawati Ridwan Ahmad Hidayat Rijani, Paidillah Rofiqi Rofiqi Roibin Rubaidi Ruzakki, Hasan SALLOM, DEA SALMA Sanuri Sanuri Senata Adi Prasetia Sihabudin Siswahyudianto Siti Asmonah Siti Helmyati Siti Khoiriyah Subekti, Sadin Suherman, M Iqbal Al Baqih Sulalah Sulalah Tamami, Badrut Tatik Sri Wulandari Ushansyah Ushansyah Veithzal Rivai Zainal Vita Fitriatul Ulya Yoga Irama Zaidan Almas Zakariyah