Claim Missing Document
Check
Articles

PERILAKU GIZI-KESEHATAN IBU BALITA PADA MASYARAKAT ADAT SAMIN DI JAWA TENGAH Risti Kurnia Dewi; Ali Rosidi; Hadi Riyadi; Ani Margawati; Ali Khomsan
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 11 No 3 (2020): Jurnal Kesehatan
Publisher : LPPM Universitas Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35730/jk.v11i3.642

Abstract

Latar Belakang: Budaya berpengaruh terhadap keputusan dan perilaku terkait gizi-kesehatan suatu masyarakat adat.  Seperti yang diketahui perilaku gizi-kesehatan yang salah dapat berdampak buruk seperti kurang gizi bahkan sampai mengakibatkan kematian ibu dan anak.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat pendidikan dan perilaku gizi-kesehatan ibu balita pada masyarakat adat Samin di Jawa Tengah.Metode: Penelitian deskriptif dengan mixed method ini melibatkan 88 ibu balita masyarakat adat Samin di Kabupaten Kudus, Pati, dan Blora, Jawa Tengah. Tingkat pengetahuan, dan persepsi gizi-kesehatan diperoleh dari hasil persentase jawaban benar pada kuesioner yang kemudian di kategorikan ke dalam tiga tingkatan. Uji korelasi Spearman juga dilakukan untuk mengetahui hubungan antar variabel.Hasil: Hasil menunjukan 98% ibu balita pada kelompok Kudus-Pati tidak bersekolah sedang 68,4% ibu balita di Blora telah mengenyam pendidikan dasar. 50% ibu balita di Kudus-Pati memiliki tingkat pengetahuan yang rendah, namun 55,3% ibu balita di Blora memiliki tingkat pengetahuan sedang. 68% ibu balita di Kudus-Pati memiliki persepsi negatif, namun 73,7% ibu balita di Blora telah memiliki persepsi gizi-kesehatan yang positfi. Uji beda juga menunjukan perbedaan signifikan (p<0,05) pada kedua kelompok terkait dua variable tersebut. Uji korelasi juga menunjukan adanya hubungan antara tingkat pendidikan, pengetahuan, dan persepsi ibu balita (p<0,05).Simpulan: Simpulan yang dapat diambil dari hasil penelitian ialah terdapat perbedaan antara tingkat pendidikan, pengetahuan, dan persepsi ibu balita antar kedua kelompok di mana ibu balita di Blora lebih baik dibanding ibu balita di Kudus-Pati.
A Cross-sectional Study: How is The Relationship Between Social Determinants of Family Dimensions and Stunted Toddlers? Ramani, Andrei; Rachmayanti, Riris Diana; Kusumawati, Nur Farida; Diana, Rian; Khomsan, Ali; Riyadi, Hadi
Jurnal Promosi Kesehatan Indonesia Vol 20 No 1: January 2025
Publisher : Master Program of Health Promotion Faculty of Public Health Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpki.20.1.71-76

Abstract

Background: In East Java, the prevalence of stunting in toddlers exceeds the national average of 32.8%, while in Sampang Regency it reaches 47.9%. Stunting poses a significant challenge by hindering economic growth, exacerbating poverty, and widening socio-economic disparities. The research aims to analyze the relationship between family characteristics and the incidence of stunting in toddlers in Sampang, Madura.Method: This quantitative study employed a cross-sectional design in Sampang Regency.  A total of 384 toddlers and their mothers participated as the research sample. The research variables included parental characteristics, anthropometric measurements of maternal height, and maternal knowledge status. Statistical analysis was conducted using the Pearson correlation inference test.Result: The test results showed that family social status had no significant influence on stunting among toddlers. However, maternal height significantly influenced the incidence of stunting, with a P-value of 0.030.  These findings highlight the importance of addressing maternal height as a determinant of toddler stunting. Thus, intervention needs to be given to adolescent girls to prevent toddler stunting.  Such interventions could include health education programs focused on improving adolescent nutritional status to increase growth. Efforts should prioritize adolescent girls before menarche to optimize height development and reduce the future stunting risk of their offspring.
PERBAIKAN STATUS GIZI ANAK BALITA DENGAN INTERVENSI BISKUIT BERBASIS BLONDO, IKAN GABUS (Channa striata), DAN BERAS MERAH (Oryza nivara) Widodo, Slamet; Riyadi, Hadi; Tanziha, Ikeu; Astawan, Made
Jurnal Gizi dan Pangan Vol. 10 No. 2 (2015)
Publisher : The Food and Nutrition Society of Indonesia in collaboration with the Department of Community Nutrition, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (408.538 KB) | DOI: 10.25182/jgp.2015.10.2.%p

Abstract

ABSTRACTThe objective of this study was to analyze the influence of blondo, snakehead fish flour and brown rice flour-based biscuit on the improvement of the nutritional status of anthropometric and serum albumin in malnourished children aged 3-5 years old. The design of this study was Randomized Controlled Trial (RCT) with single blind pre-post study. The total subjects were 50 underfive children and divided into two groups. They were given the biscuits for 90 days. Before intervention, the body weight and serum albumin level of subjects were measured. The analysis method were paired t-test. The result showed that the difference between baseline and endline in control group for energy was 20.8±3.9 kcal, treatment group was 45.6±8.6 kcal, endline in control group for protein was 9.5±1 g, and treatment group was 16.6±2.4 g. The changing of weight in the control group from 11.7±0.8 kg increase to 13.3±1.1 kg, the weight of treatment group from 11.7±0.7 kg increase to 13.6±1.0 kg. The increasing of albumin level in the control group was 0.3±0.1 g/dL, and treatment group was 1.0±0.2 g/dL. The increase of weight for age and albumin level after consuming nutritious biscuits can increase and normalize the nutritional status of the malnourished children. It is concluded that intervention of the formulated biscuits for 90 days could increase the nutritional status (weight for age and weight for height) and the serum albumin level in the 3-5 years old malnourished children.Keywords: albumin, biscuit, blondo, brown rice flour, malnutrition, snakehead fish flourABSTRAKTujuan penelitian adalah menganalisis pengaruh biskuit berbasis blondo, ikan gabus (Channa striata), dan beras merah (Oryza nivara) terhadap perbaikan status gizi antropometri dan serum albumin anak gizi kurang usia 3-5 tahun. Desain penelitian Randomized Controlled Trial (RCT) Single Blind Pre-post Study. Jumlah subjek 50 balita terbagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok perlakuan dan kontrol. Kelompok perlakuan diberikan biskuit selama 90 hari. Sebelum dan setelah intervensi dilakukan pengukuran berat badan, tinggi badan, dan kadar serum albumin. Metode analisis menggunakan paired t-test. Hasil penelitian menunjukkan perubahan asupan energi antara awal dan akhir masa perlakuan pada kelompok kontrol adalah energi 20,8+3,9 kkal, kelompok perlakuan 45,6+8,6 kkal, perbedaan asupan protein kelompok kontrol 9,5+1 g dan kelompok perlakuan 16,6+2,4 g. Perubahan berat badan kelompok kontrol 11,7+0,8 kg menjadi 13,3+1,1 kg, kelompok perlakuan 11,7+0,7 kg menjadi 13,6+1,0 kg. Peningkatan albumin kelompok kontrol 0,3+0,1 g/dL, kelompok perlakuan 1,0+0,2 g/dL. Peningkatan berat badan dan albumin setelah mengonsumsi biskuit mampu memperbaiki status gizi anak gizi kurang menjadi normal. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa intervensi formula biskuit selama 90 hari dapat meningkatkan status gizi BB/U, BB/TB, dan kadar serum albumin anak gizi kurang usia 3-5 tahun.Kata kunci: albumin, biskuit, blondo, gizi kurang, tepung beras merah, tepung ikan gabus
PENGETAHUAN, SIKAP, DAN PRAKTEK GIZI IBU TERKAIT IODIUM DAN PEMILIHAN JENIS GARAM RUMAH TANGGA DI WILAYAH PEGUNUNGAN CIANJUR Amalia, Leily; Permatasari, Inke Indah; Khomsan, Ali; Riyadi, Hadi; Herawati, Tin; Nurdiani, Reisi
Jurnal Gizi dan Pangan Vol. 10 No. 2 (2015)
Publisher : The Food and Nutrition Society of Indonesia in collaboration with the Department of Community Nutrition, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (331.809 KB) | DOI: 10.25182/jgp.2015.10.2.%p

Abstract

ABSTRACTThis study was aimed to analyze levels of knowledge, attitude, and practice on nutrition related to iodine, and iodine source consumption pattern, and household’s usage of iodized salt among mothers in mountainous area of Cianjur District. Design of this study was a cross-sectional, conducted during May-July 2012 at three sub-districts of Cianjur which were categorized as IDD (Iodine Deficiency Disorders) endemic areas. The subjects were 153 household mothers, living in the study area. The data were collected by interview using pre-tested questionnaires. Data on iodine content of salt was analyzed at Laboratory of Balai GAKI, Magelang. The result shows that subjects were mostly categorized as poor (73.2%), namely their income/cap/month was lower than poverty line of rural West Java. Nutritional knowledge related to iodine of subjects was categorized as moderate (score 64.2). Nutritional attitude related to iodine of subjects indicated the negative attitude (score <75), and the nutritional practice was categorized as poor (score 58.3). Type of iodine food source which frequently consumed by households were salted fish and egg. The salt consumed by households was wholely iodized salt, but only 11.1% of them complied with the iodized salt standard (>30 ppm).Keywords: attitude, iodine, knowledge, practiceABSTRAKPenelitian ini bertujuan menganalisis tingkat pengetahuan, sikap, dan praktek gizi ibu terkait iodium, serta pola konsumsi pangan sumber iodium dan penggunaan garam beriodium pada ibu rumahtangga di wilayah pegunungan Cianjur. Desain penelitian ini merupakan cross sectional, dilakukan pada bulan Mei-Juli 2012 di tiga kecamatan yang tergolong endemik GAKI (Gangguan Akibat Kekurangan Iodium) di Kabupaten Cianjur. Subjek adalah ibu rumahtangga sebanyak 153 orang. Data dikumpulkan dengan metode wawancara menggunakan kuesioner yang telah diujicobakan sebelumnya. Data kandungan iodium pada garam diperoleh berdasarkan analisis di laboratorium Balai GAKI, Magelang. Hasil penelitian menunjukkan subjek umumnya tergolong miskin (73,2%) karena pendapatan/kapita/bulan lebih rendah dari Garis Kemiskinan Jawa Barat untuk wilayah perdesaan. Pengetahuan gizi ibu terkait iodium tergolong sedang (skor 64,2). Sikap gizi ibu terkait iodium menunjukkan sikap yang negatif (skor <75) dan praktek gizi ibu terkait iodium tergolong rendah (skor 58,3). Jenis pangan sumber iodium yang sering dikonsumsi subjek adalah ikan asin dan telur. Garam yang dikonsumsi subjek semuanya sudah mengandung iodium, tetapi hanya 11,1% yang mengandung iodium dalam jumlah mencukupi (>30 ppm).Kata kunci: iodium, pengetahuan, praktek, sikap
PENGEMBANGAN PANGAN FUNGSIONAL BERBASIS PANGAN LOKAL SEBAGAI PRODUK SARAPAN UNTUK REMAJA GEMUK Darawati, Made; Riyadi, Hadi; Damayanthi, Evy; Kustiyah, Lilik
Jurnal Gizi dan Pangan Vol. 11 No. 1 (2016)
Publisher : The Food and Nutrition Society of Indonesia in collaboration with the Department of Community Nutrition, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (332.536 KB) | DOI: 10.25182/jgp.2016.11.1.%p

Abstract

This study aimed to find a functional food formulas (FFF) based on local food as breakfast product, that can be accepted organoleptically, nutritious, and contain antioxidants for overweight/obese adolescents. This study was laboratory experiment, randomized complete design and using five level of one factor of treatment (proportion of carrot: pumpkin were F1 7.14%:19.64%; F2 8.93%:17.86%; F3 10.71%:16.07%; F4 12.50%:14.29%; and F5 14.29%:12.50%). The result showed that 80-100% of semi-trained panelis accepted all FFFs (F1, F2, F3, F4, and F5) organoleptically. There was a significant effect of level of treatment (F1, F2, F3, F4, and F5) on the color, flavor, and overall of FFFs (p<0.05). Product F5 had the highest percentage of acceptance and the average value than other products. F5 consisted of 30.36% orange sweet potato, 28.57% red beans, 8.93% fermented soybean (tempeh), 14.29% carrot, 12.50% pumpkin, 3.75% sugar, and 1.79% cornstarch. Each portion of F5 product could contribute about 20% of the recommended energy and protein adequacy for adolescents, and it’s contain 4.02 mg of β-carotene and antioxidant activity 38.54 mg/100 g (AEAC). The total microbe content of F5 was 9.6 x 102 coloni/g, still below the threshold for a type of processed product, so that these products are safe to eat. The resulting product has the potential as a functional food because of the content of β-carotene and it's antioxidant activity and can be considered as a breakfast product for overweight/obese adolescents.Keywords: adolescent, functional food, local food, obese, overweight 
Frekuensi Konsumsi Pangan Sumber Zat Besi Serta Pangan Pendukung dan Penghambat Penyerapannya pada Remaja Putri Nurhidayati, Vieta Annisa; Khomsan, Ali; Riyadi, Hadi; Prasetya, Guntari; Rizkiriani, Annisa; Amelia, Ria
Pontianak Nutrition Journal (PNJ) Vol 8, No 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/pnj.v8i1.1792

Abstract

Anemia defisiensi besi pada remaja putri berdampak pada kualitas hidup dan kesehatan reproduksi. Penelitian ini menganalisis frekuensi konsumsi pangan sumber, pendukung, dan penghambat zat besi dan kaitannya dengan kadar hemoglobin pada 120 siswi kelas 11 di Cianjur. Data dikumpulkan melalui food frequency questionnaire dan finger prick blood test, lalu dianalisis dengan uji t dan korelasi Spearman. Hasil menunjukkan 23,5% responden mengalami anemia. Ayam dan telur menjadi sumber zat besi hewani utama, serta kangkung dan bayam sebagai sumber nabati. Konsumsi pangan pendukung penyerapan zat besi masih rendah, sementara teh dan kopi yang menghambat penyerapan zat besi cukup sering dikonsumsi. Tidak ditemukan korelasi signifikan antara pola konsumsi dan kadar hemoglobin, kecuali pada jambu biji. Perbedaan antara kelompok dengan anemia dan kelompok dengan kadar hemoglobin normal tidak berbeda secara signifikan, tetapi kelompok kadar hemoglobin normal cenderung memiliki pola makan lebih baik. Diperlukan strategi peningkatan konsumsi zat besi heme dan edukasi pola makan yang mendukung penyerapan zat besi.
Penggunaan Aplikasi Pemesanan Makanan Online dengan Kebiasaan Konsumsi Pangan Sumber Gula, Garam, dan Lemak pada Mahasiswa IPB University: The Use of Online Food Ordering Applications and the Habit of Consuming Food Sources of Sugar, Salt, and Fat among IPB University Students Rachmawati, Sandra Eka; Riyadi, Hadi
Jurnal Ilmu Gizi dan Dietetik Vol 4 No 1 (2025)
Publisher : Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB dan PERGIZI PANGAN Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25182/jigd.2025.4.1.45-51

Abstract

Mahasiswa memiliki mobilitas dan tingkat kesibukan yang cukup tinggi serta waktu yang terbatas untuk memenuhi konsumsi pangan yang sesuai dengan kebutuhannya, sehingga banyak mahasiswa menggunakan cara yang praktis dan instan untuk memenuhi kebutuhan pangannya, salah satunya dengan menggunakan aplikasi pemesanan makanan online. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan intensitas penggunaan aplikasi pemesanan makanan online dengan kebiasaan konsumsi pangan sumber gula, garam, dan lemak pada mahasiswa IPB University. Penelitian menggunakan desain Cross Sectional Study melibatkan 73 subjek dan dilaksanakan pada Maret 2024. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner dan Semi Quantitative Food Frequency Questionaire (SQ-FFQ). Subjek lebih banyak berjenis kelamin perempuan (53,4%), berusia 18-22 tahun, berasal dari 9 fakultas yang berbeda, memiliki rata-rata uang saku sebesar Rp 1.635.616±Rp453.725/bulan, dan rata-rata persen pengeluaran pangan 70,4%±19,1%. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan positif (p<0,05) antara intensitas penggunaan aplikasi pemesanan makanan online dengan frekuensi konsumsi pangan sumber gula, garam, dan lemak.
FAKTOR RISIKO OBESITAS SENTRAL PADA ORANG DEWASA UMUR 25-65 TAHUN DI INDONESIA (ANALISIS DATA RISET KESEHATAN DASAR 2013) Sudikno Sudikno; Hidayat Syarief; Cesilia Meti Dwiriani; Hadi Riyadi
Penelitian Gizi dan Makanan (The Journal of Nutrition and Food Research) Vol. 38 No. 2 (2015)
Publisher : Persagi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/pgm.v38i2.5540.111-120

Abstract

Prevalensi obesitas sentral pada penduduk dewasa di Indonesia mengalami peningkatan pada periode tahun 2007 sampai dengan tahun 2013. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor risiko yang berhubungan dengan obesitas sentral pada orang dewasa umur 25-65 tahun di Indonesia. Penelitian ini menggunakan data Riskesdas 2013. Desain penelitian adalah cross-sectional. Sampel adalah orang dewasa berumur 25-65 tahun dengan kriteria tidak cacat fisik dan mental, sampel wanita tidak dalam keadaan hamil. Jumlah sampel yang dianalisis adalah 434.970 sampel. Hasil analisis menunjukkan prevalensi obesitas sentral pada penduduk Indonesia umur 25-65 tahun sebesar 48,5 persen. Rata-rata lingkar perut responden perempuan (81,92±9,45 cm) lebih tinggi daripada laki-laki (80,17±8,80 cm). Rata-rata umur responden adalah 42,50±10,43 tahun. Dari hasil analisis regresi logistik menunjukkan bahwa faktor risiko yang berhubungan dengan obesitas sentral adalah umur, wilayah, status ekonomi, dan aktivitas fisik. Upaya untuk mencegah dan mengendalikan obesitas harus ditekankan di daerah perkotaan dengan status ekonomi menengah ke atas dan mulai dari usia dini. Di samping itu program berbasis populasi skrining dan program intervensi diperlukan, sehingga populasi berisiko obesitas sentral menjadi prioritas dalam penanganan program pencegahan.
EFEK PEMBERIAN GULA KELAPA YANG DIPERKAYA MINYAK SAWIT MERAH TERHADAP PENINGKATAN BERAT BADAN DAN KADAR RETINOL SERUM TIKUS DEFISIEN VITAMIN A (EFFECT OF THE FEEDING OF BROWN SUGAR ENRICHED WITH RED PALM OIL ON BODY WEIGHT GAIN AND SERUM RETINOL LEVELS Hidayah Dwiyanti; Hadi Riyadi; Rimbawan Rimbawan; Evy Damayanthi; Ahmad Sulaeman; Ekowati Handharyani
Penelitian Gizi dan Makanan (The Journal of Nutrition and Food Research) Vol. 36 No. 1 (2013)
Publisher : Persagi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/pgm.v36i1.3397.73-81

Abstract

ABSTRACT Vitamin A deficiency (VAD) is an important cause of blindness and premature death. Vitamin A also plays an important role on growth and immune function.  Red palm oil is the richest naturally occurring source of β-carotene, a carotenoid that the human body can convert into usable vitamin A (retinol). This research was to evaluate the effect of feeding red palm oil enriched brown sugar on improving body weight and serum retinol level of vitamin A depletion Sprague-Dawley rats. Twenty four of six weeks old-male Sprague Dawley rats were used. After 2 weeks of adaptation period, rats were given vitamin A deficient diet (modified  AIN-93M) for 10 weeks, and then divided into 3 groups and received for 2 weeks the different treatment as repletion period: 1) RPO group which received red palm oil enriched brown sugar (1.5 mL/d), 2) CPO group which received crude palm oil enriched brown sugar (1.5 mL/d) and 3) and RE group which received retinyl palmitate (0.6 mL/d) . Each treatment contains approximately 40 µg beta carotene/day. Intervention by feeding brown sugar enriched with RPO and CPO for 2 weeks can increase the body weight of rats by 3.54 percent and 5.23 percent, respectively, which is markedly better than the group that was given retynil palmitat (9.38%) (p<0.05). However, an increase in serum retinol concentrations in all group showed no significant differences (p>0.05). Consumption of brown sugar enriched with RPO or CPO enhances body weight and serum retinol concentration of vitamin A deficient rats. Keywords: brown sugar, red palm oil, serum retinol, vitamin A deficiency, rats  ABSTRAK Kurang vitamin A (KVA) merupakan penyebab utama kebutaan dan kematian dini.  Vitamin A juga berperan pada perkembangan dan fungsi imun.  Minyak sawit merah merupakan sumber β-karoten, dimana tubuh dapat merubahnya menjadi retinol.  Tujuan penelitian untuk mengevaluasi efek pemberian gula kelapa yang diperkaya minyak sawit merah terhadap peningkatan berat badan dan kadar serum retinol tikus Sprague-Dawley defisien vitamin A.  Digunakan 24 ekor tikus jantan usia 6 minggu.  Setelah 2 minggu masa adaptasi, tikus diberi diet bebas vitamin A selama 10 minggu, selanjutnya dibagi menjadi 3 kelompok, yaitu 1) RPO, menerima larutan gula yang diperkaya dengan RPO (1,5 ml/hari), 2) CPO, menerima larutan gula yang diperkaya CPO (1,5 ml/hari)), dan 3) RE, yaitu kelompok yang mendapatkan retynil palmitat dalam minyak sebagai kelompok kontrol positif (0,6 ml/hari). Masing-masing perlakuan mengandung beta karoten setara 7 RE per hari.  Intervensi selama 2 minggu dengan memberikan gula kelapa yang diperkaya RPO maupun CPO mampu  meningkatkan berat badan tikus masing-masing 3,54 persen dan 5,23 persen yang secara nyata lebih baik  dibandingkan kelompok yang diberi retynil palmitat (-9,38%) (p<0,05). Disisi lain, peningkatan konsentrasi serum retinol pada semua kelompok tidak menunjukkan perbedaan yang nyata (p>0,05).  Konsumsi gula kelapa yang diperkaya RPO maupun CPO meningkatkan berat badan dan memperbaiki konsentrasi serum retinol tikus defisien vitamin A. [Penel Gizi Makan 2013, 36(1):73-81] Kata kunci: gula kelapa, sawit merah, retinol serum, defisiensi vitamin A, tikus
HUBUNGAN STATUS ANEMI DAN STATUS BESI WANITA REMAJA SANTRI Dewi Permaesih; Ance M. Dahro; Hadi Riyadi
Penelitian Gizi dan Makanan (The Journal of Nutrition and Food Research) JILID 11 (1988)
Publisher : Persagi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/pgm.v0i0.1984.

Abstract

Telah diteliti status gizi, status anemia dan status besi 108 orang wanita remaja di suatu pesantren di Kabupaten Bogor. Status gizi ditentukan dengan mengukur berat dan tinggi badan; anemi dengan penentuan kadar Hb menurut cara cyanmethemoglobin; dan status besi dengan penentuan ferritin secara ELISA. Penentuan ferritin hanya dilakukan pada sub-sampel sebanyak masing-masing 18 orang per kelompok pada subjek yang denga nilai Hb kurang dari 11 g/dl, 12-13 g/dl dan lebih dari 13 g/dl. Semua santri wanita remaja contoh termasuk gizi baik. Status gizi dinilai berdasarkan berat badan per tinggi badan. Dengan batas Hb 12 g/dl, prevalensi anemi pada wanita remaja adalah 44,4 persen, 46 persen, berada di bawah nilai hematokrit normal (37%).  Nilai ferritin kelompok dengan Hb kurang dari 11 g/dl adalah 4,8 + 3,6 ug/dl, kelompok dengan Hb 12-13 g/dl adalah 18 + 11,8 ug/dl dan kelompok dengan Hb di atas 13 g/dl adalah 37,8 + 18,3 ug/dl.  Hal ini menggambarkan bahwa makin rendah nilai Hb makin rendah pula nilai ferritin sebagai refleks status besi mereka. Atas dasar nilai ferritin dan Hb ini terungkap bahwa kekurangan zat gizi besi merupakan salah satu penyebab anemi pada wanita remaja pesantren yang diteliti.
Co-Authors - Ismanto -, Solechan Adi Winarto Adriana Wahyu Rahmani Ahmad Sulaeman Ali Khomsan Ali Rosidi Ali Rosidi Amalia Rahma Amelia, Ria Amini Nasoetion Amini Nasoetion Ance M. Dahro Andrei Ramani Ani Margawati Anna Fatchiya Anna Vipta Resti Mauludyani Anwar, Faisal Armenia Eka Putriana Aya Yuriestia Arifin, Aya Yuriestia Azizah, Anisah Nimah Batubara, Fithriani Bernatal Saragih Bernatal Saragih Bernatal Saragih Budi Setiawan BUDI SETIAWAN Cece Sumantri Cesilia M Dwiriani Cesilia Meti Dwiriani Cesilia Meti Dwiriani Cica Yulia Clara Meliyanti Kusharto Dadan Rohdiana Dadang S Dadang Sukandar Deddy Muchtadi Deni Elnovriza Desak Putu Yulita Kurniati Dewi Permaesih Dewi, Septishiya Tri Charisma Diah M. Utari Diah M. Utari Dodik Briawan Drajat Martianto Dwi Hastuti Dwi Santy Damayati Dwiriani, Cesilia Meti Eddy S. Mudjajanto Eddy S. Mudjajanto, Eddy Eddy Setyo Mudjajanto Edtripany, Gebby Dwi Ekowati Handharyani Elis Nurhayati Elisa Diana Julianti Eryasih Setyorini Evy Damayanthi Faisal A Faisal A, Faisal Faisal Anwar Fifi Retiaty Fitrah Ernawati Fitriyah Nafsiyah Muthmainah Guntari Prasetya hamid, fahmi abdul Hamidah Aula Rusydiana Hardinsyah Hidayah Dwiyanti Hidayat Syarief Hidayat Syarief Hidayat Syarief Hidayat Syarief Hidayat Syarief I wayan Teguh Wibawan I.Wayan T.Wibawan, I.Wayan Ikeu Ekayanti Ikeu Tanziha Indhira Shagti Inke Indah Permatasari, Inke Indah Iriyani Harun Iriyani K Iriyani K Iriyani Kamaruddin Iriyani Kamaruddin, Iriyani Iskandar Mirza Iskandar Mirza Ismanto, - JAENAL EFFENDI Julianti Pradono, Julianti Junus, Ruqayah Kamilah, Larissa Kukuh Murtilaksono Leily Amalia Lilik Kustiyah Lubis, Anwar M Maman Rohama MADE ASTAWAN Made Darawati Maman Rohama, M Mansur Jauhari Mega Seasty Handayani Meirisa Rahmawati Mira Dewi Mochamad Enra Sujanawan Muhammad Aries Muhammad Q Aliyyan Wijaya Muhilal ., Muhilal Muhilal Muhilal Muhilal Muhilal Muhilal Muhilal Mutammimul Ula Nasution, Zuraidah Naufal Muharam Nurdin Ni Ketut Sutiari Nikmah Utami Dewi Novitasari, Putri Nunung Nurjanah Nur Farida Kusumawati Nur Heni Sri Palupi Nurhayati, Elis Nurhidayati, Nuzuliyati Nurhidayati, Vieta Annisa Nurul Muslihah Nurulhaq, Fauziah Pradnyana, I Made Putra Prasetya, Guntari Purwantyastuti Purwantyastuti Purwantyastuti Purwantyastuti Putri, Regina Octavia Margani Rachmawati, Sandra Eka Rachmayanti, Riris Rahmawati, Lintang Sukma Ramadhana Komala Rani Assyifa Reisi Nurdiani, Reisi Reni Zuraida Rian Diana Rian Diana Rimbawan , Rimbawan Rimbawan Rina Martini Riris Diana Rachmayanti Risti Kurnia Dewi Riswari, Aninditya Ardhana Rizkiriani, Annisa Rizma Ariefiani Sarah Melati Davidson Siddiq, Muhammad Nuzul Azhim Ash Slamet Widodo Soemiarti Patmonodewo Solechan - Sri Anna Marliyati Sudikno Sudikno Sudikno Sudikno Sudikno Sudikno Sudjana Sibarani TATI NURHAYATI Tita Nursyamsiyah V. Prihananto Verawati, Besti Wahyu Rahmani, Adriana widya astuti Widya Astuti Widya Astuti Willyanti, Wardah Wiwin Winarsih Yaktiworo Indriani Yayuk Farida Baliwati Yuliana Yuliana Zahra, Yasmeen Aulia Zahra, Yasmeen Aulia Zahra Zenderi Wardani