Claim Missing Document
Check
Articles

Lifestyle Behaviors and Risk of Metabolic Syndrome: A Case-Control Study among Fishermen and Oil Palm Farmers Verawati, Besti; Riyadi, Hadi; Khomsan, Ali; Ekayanti, Ikeu
Journal of Health and Nutrition Research Vol. 4 No. 3 (2025)
Publisher : Media Publikasi Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56303/jhnresearch.v4i3.590

Abstract

Metabolic syndrome (MetS) is a growing health concern in Indonesia, particularly in rural communities with limited healthcare access. Behavioral risk factors such as smoking, coffee consumption, and poor health-seeking behavior (HSB) may increase MetS risk in vulnerable populations. This study aimed to examine the association between lifestyle behaviors—smoking, coffee consumption, and HSB—and the risk of MetS among fishermen and oil palm farmers in Aceh, Indonesia.  A case-control study was conducted among 240 adults, comprising 120 couples,  recruited from rural fishing and farming communities. Cases met the IDF 2020 MetS criteria, while controls did not. Data on sociodemographics, smoking, coffee intake, and HSB were collected via structured interviews and clinical assessments. Multivariate logistic regression was used to identify independent risk factors, adjusting for age, gender, and education. Smoking among husbands (AOR = 2.89; 95% CI: 1.19–7.02; p = 0.019), coffee consumption (AOR = 2.40; 95% CI: 1.00–5.79; p = 0.049), and low HSB (AOR = 3.10; 95% CI: 1.35–7.11; p = 0.008) were significantly associated with higher odds of MetS. While age and education were not independently significant, they were retained in the model as potential confounders. This study highlights the need for tailored health promotion targeting smoking cessation, improved health service engagement, and dietary awareness in rural Indonesian populations. Interventions should consider sociocultural practices such as sweetened coffee consumption to reduce MetS risk effectively.
Exploring the effects of universal health coverage on stunting in West Java: an ecological study Rachmalinda, Veny; Baliwati, Yayuk Farida; Riyadi, Hadi
Jurnal Gizi dan Dietetik Indonesia (Indonesian Journal of Nutrition and Dietetics) VOLUME 13 ISSUE 3, 2025
Publisher : Alma Ata University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/ijnd.2025.13(2).188-202

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Stunting merupakan indikator penting yang mencerminkan ketimpangan kesehatan anak yang disebabkan oleh berbagai faktor seperti malnutrisi, penyakit infeksi, dan kurangnya stimulasi sosial. Selain itu, faktor sosial ekonomi juga berperan penting dalam memengaruhi status gizi anak.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menentukan faktor risiko stunting di Provinsi Jawa Barat pada tahun 2022.Metode: Desain penelitian yang digunakan adalah studi ekologi dengan unit sampel analisis menggunakan 27 kabupaten/kota di Provinsi Jawa Barat. Data diperoleh dari laporan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2022 dan Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat. Analisis bivariat menggunakan korelasi Pearson diterapkan untuk data berdistribusi normal, sedangkan korelasi Spearman digunakan untuk data tidak normal. Hubungan dianggap signifikan jika nilai p-value <0,05. Analisis regresi logistik digunakan untuk menentukan Odds Ratio (OR) guna mengidentifikasi faktor risiko stunting.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa prevalensi stunting di Jawa Barat mencapai 20.2% dengan 16 wilayah memiliki prevalensi stunting tinggi (>19.2%). Analisis korelasi menunjukkan adanya hubungan signifikan antara kemiskinan dan prevalensi stunting (r=0,423, p=0,028), asuransi kesehatan dan stunting (r=-0,570, p=0,002), partisipasi keluarga berencana dan stunting (r=-0,589, p=0,001), pernikahan dini dan stunting (r=0,528, p=0,005), serta prevalensi diare dan stunting (r=0,647, p=0,001). Asuransi kesehatan berperan sebagai faktor protektif terhadap stunting, wilayah yang memiliki jaminan kesehatan memiliki penurunan risiko terkena stunting sebesar 38,2% dibandingkan dengan wilayah yang tidak memiliki jaminan kesehatan. Sementara wilayah dengan diare memiliki risiko 1,84 kali lebih tinggi untuk mengalami stunting dibandingkan dengan wilayah tanpa diare.Kesimpulan: Prevalensi stunting di Jawa Barat menunjukkan pola distribusi yang tidak merata, dengan konsentrasi tinggi di wilayah barat, timur, dan tenggara. Wilayah barat dan timur menghadapi kendala spesifik terkait kemiskinan, pernikahan dini, diare, serta cakupan asuransi kesehatan. Strategi penurunan prevalensi stunting harus melibatkan peningkatan kesejahteraan ekonomi, perluasan cakupan asuransi kesehatan, serta akses ke sanitasi untuk mengendalikan diare. Intervensi komprehensif dan terintegrasi diperlukan untuk mengurangi prevalensi stunting di Jawa Barat. KATA KUNCI: cakupan kesehatan universal; diare; kemiskinan; pernikahan dini; pneunomia; stunting  ABSTRACTBackground: Stunting is an important indicator reflecting children’s health disparities, caused by various factors such as malnutrition, infectious diseases, and a lack of social stimulation. Additionally, socioeconomic factors play a crucial role in influencing the nutritional status of children.Objectives This study aims to determine the risk factors of stunting in West Java Province in 2022.Methods: The study design was an ecological study using data from 27 districts/cities in West Java Province. The data were obtained from the 2022 Indonesian Nutrition Status Survey (SSGI) report and the Statistics of West Java Province. Bivariat analysis with Pearson correlation is applied for normally distributed data, while Spearman correlation is used for non-normal data. Variables are considered significantly related if the p-value is <0.05. Logistic regression analysis determines Odds Ratios (OR) to identify risk factors for stunting.Results: The results revealed that stunting prevalence in West Java reached 20.2% with 16 regions showing a high prevalence of stunting (>19.2%). Correlation analysis showed significant association between poverty and stunting prevalence (r= 0.423, p=0.028), health insurance and stunting prevalence (r = -0.570, p = 0.002), family planning and stunting prevalence (r = -0.589, p = 0.001), early marriage and stunting (r= 0.528, p= 0.005), diarrhea prevalence and stunting (r= 0.647, p=0.001). Health insurance as a protective factor of stunting. Regions with health insurance have 38.2% lower risk of stunting compared to regions without health insurance (OR = 0.618, 95% CI: 0.369–0.535). Diarrhea as a risk factor of stunting, regions with diarrhea had 1,84 times higher risk of stunting than regions without diarrhea (OR = 1.841, 95% CI: 1.091–3.106).Conclusions: Prevalence of stunting in West Java shows a widespread distribution pattern with high concentrations in the eastern, western, and southeastern regions of West Java. The western and eastern regions have specific obstacles related to poverty, early marriage, diarrhea and having health insurance. Strategies to reduce the prevalence of stunting must involve increasing economic prosperity, expanding health insurance coverage, and increasing access to sanitation to control diarrhea. Comprehensive and integrated interventions are needed to reduce prevalence of stunting. KEYWORD: diarrhea; early marriage; pneumonia; poverty; stunting; universal health coverageReceived: 14 Mar 2025; Revised: 28 Nov 2024; Accepted: 18 Mar 2025; Available online: 30 May 2025; Published: 31 Mar 2025.
PERILAKU GIZI-KESEHATAN IBU BALITA PADA MASYARAKAT ADAT SAMIN DI JAWA TENGAH Dewi, Risti Kurnia; Rosidi, Ali; Riyadi, Hadi; Margawati, Ani; Khomsan, Ali
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 11 No 3 (2020): Jurnal Kesehatan
Publisher : LPPM Universitas Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35730/jk.v11i3.642

Abstract

Latar Belakang: Budaya berpengaruh terhadap keputusan dan perilaku terkait gizi-kesehatan suatu masyarakat adat.  Seperti yang diketahui perilaku gizi-kesehatan yang salah dapat berdampak buruk seperti kurang gizi bahkan sampai mengakibatkan kematian ibu dan anak.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat pendidikan dan perilaku gizi-kesehatan ibu balita pada masyarakat adat Samin di Jawa Tengah.Metode: Penelitian deskriptif dengan mixed method ini melibatkan 88 ibu balita masyarakat adat Samin di Kabupaten Kudus, Pati, dan Blora, Jawa Tengah. Tingkat pengetahuan, dan persepsi gizi-kesehatan diperoleh dari hasil persentase jawaban benar pada kuesioner yang kemudian di kategorikan ke dalam tiga tingkatan. Uji korelasi Spearman juga dilakukan untuk mengetahui hubungan antar variabel.Hasil: Hasil menunjukan 98% ibu balita pada kelompok Kudus-Pati tidak bersekolah sedang 68,4% ibu balita di Blora telah mengenyam pendidikan dasar. 50% ibu balita di Kudus-Pati memiliki tingkat pengetahuan yang rendah, namun 55,3% ibu balita di Blora memiliki tingkat pengetahuan sedang. 68% ibu balita di Kudus-Pati memiliki persepsi negatif, namun 73,7% ibu balita di Blora telah memiliki persepsi gizi-kesehatan yang positfi. Uji beda juga menunjukan perbedaan signifikan (p<0,05) pada kedua kelompok terkait dua variable tersebut. Uji korelasi juga menunjukan adanya hubungan antara tingkat pendidikan, pengetahuan, dan persepsi ibu balita (p<0,05).Simpulan: Simpulan yang dapat diambil dari hasil penelitian ialah terdapat perbedaan antara tingkat pendidikan, pengetahuan, dan persepsi ibu balita antar kedua kelompok di mana ibu balita di Blora lebih baik dibanding ibu balita di Kudus-Pati.
The effect of the school meal program on knowledge, attitudes, and practices of balance nutrition among adolescent girls Zahida Azmi Zaqia Zulfani; Ikeu Tanziha; Hadi Riyadi
AcTion: Aceh Nutrition Journal Vol 11, No 1 (2026): March
Publisher : Department of Nutrition at the Health Polytechnic of Aceh, Ministry of Health

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/action.v11i1.2834

Abstract

Anemia among adolescent girls remains a public health concern in Indonesia and is linked to low dietary diversity and inadequate nutrient intake. Despite existing school meal programs, evidence of their effects without formal nutrition education remains limited. This study aimed to evaluate the impact of a school meal program on knowledge, attitudes, and practices (KAP) related to balanced nutrition, anemia, and hygiene among female students. A quasi-experimental one-group pre–post test design was conducted with 80 grade-10 students at the State Vocational High School 1 Bogor, selected purposively during a four-week period from July to August 2025. KAP scores were collected using validated questionnaires and analyzed using the Wilcoxon test. The results showed a significant increase in knowledge (mean score 6,0 to 7.0; p= 0,043) and attitudes (median 8,0 to 10,0; p= 0,020) after one month of intervention, while practices remained unchanged (mean score 24,0 to 24,0; p= 0,371). Exposure to school meals and external nutritional information, particularly from social media, likely contributed to the improvement in knowledge and attitudes. However, unchanged practices may be due to short intervention duration, low household income, and limited access to diverse healthy foods. In conclusion, these findings highlight that free school meals can enhance knowledge and attitudes even without direct education; however, sustained behavioral change requires longer interventions, supportive environments, and parental involvement
Effectiveness of Innovative TikTok-Based Educational Multimedia for Nutrition Education Among Adolescent Girls Baiq Fitria Rahmiati; Ali Khomsan; Hadi Riyadi; Cesilia Meti Dwiriani
Upgrade : Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi Vol 4 No 1 (2026): Agustus 2026 In-Press
Publisher : Universitas Bumigora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30812/upgrade.v4i1.6540

Abstract

Adolescent girls are vulnerable to nutritional problems due to the increasing nutritional requirements during growth and development, while inadequate nutrition knowledge may contribute to unhealthy dietary behaviors. Innovative and engaging educational approaches are needed to improve nutrition knowledge among adolescents. This study aimed to evaluate the effectiveness of innovative TikTok-based educational multimedia for nutrition education among adolescent girls. The method of this research was a quasi-experimental study with a pretest–posttest control group design conducted from July to November 2025 involving 60 adolescent girls from two junior high schools in West Nusa Tenggara, Indonesia. Participants were selected using systematic random sampling and assigned to either an intervention group (n=30) or a control group (n=30). The intervention group received nutrition education through innovative TikTok-based educational multimedia consisting of short educational videos, while the control group received conventional nutrition education. Nutrition knowledge was assessed before and after the 16-week intervention using a validated questionnaire. Data were analyzed using descriptive and inferential statistics with a significance level of p<0.05. The results showed a significant improve ment in nutrition knowledge among participants in the intervention group (p<0.001), whereas no significant change was observed in the control group (p=0.678). Furthermore, a significant difference in post-intervention knowledge scores was found between the intervention and control groups (p=0.001). These findings indicate that TikTok-based educational multimedia is an effective and accessible tool for improving nutrition knowledge among adolescent girls and may serve as an innovative strategy for school-based nutrition education programs.  
Co-Authors - Ismanto -, Solechan Adi Winarto Adriana Wahyu Rahmani Ahmad Sulaeman Ali Khomsan Ali Rosidi Ali Rosidi Amalia Rahma Amelia, Ria Amini Nasoetion Amini Nasoetion Ance M. Dahro Ani Margawati Ani Margawati Anna Fatchiya Anna Vipta Resti Mauludyani Anwar, Faisal Armenia Eka Putriana Aya Yuriestia Arifin, Aya Yuriestia Azizah, Anisah Nimah Baiq Fitria Rahmiati Batubara, Fithriani Bernatal Saragih Bernatal Saragih Bernatal Saragih BUDI SETIAWAN Budi Setiawan Cece Sumantri Cesilia M Dwiriani Cesilia Meti Dwiriani Cesilia Meti Dwiriani Cesilia Meti Dwiriani Cica Yulia Clara Meliyanti Kusharto Dadan Rohdiana Dadang S Dadang Sukandar Deddy Muchtadi Deni Elnovriza Desak Putu Yulita Kurniati Dewi Permaesih Dewi, Septishiya Tri Charisma Diah M. Utari Diah M. Utari Dodik Briawan Drajat Martianto Dwi Hastuti Dwi Santy Damayati, Dwi Santy Dwiriani, Cesilia Meti Eddy S. Mudjajanto Eddy S. Mudjajanto, Eddy Eddy Setyo Mudjajanto Edtripany, Gebby Dwi Ekowati Handharyani Elis Nurhayati Elisa Diana Julianti Eryasih Setyorini Evy Damayanthi Fahmi Abdul Hamid Faisal A Faisal A, Faisal Faisal Anwar Fifi Retiaty Fitrah Ernawati Fitriyah Nafsiyah Muthmainah Guntari Prasetya Hamidah Aula Rusydiana Hardinsyah Harun, Iriyani Hidayah Dwiyanti Hidayat Syarief Hidayat Syarief Hidayat Syarief Hidayat Syarief Hidayat Syarief I wayan Teguh Wibawan I.Wayan T.Wibawan, I.Wayan Ikeu Ekayanti Ikeu Tanziha Ikeu Tanziha Indhira Shagti Inke Indah Permatasari, Inke Indah Iriyani K Iriyani K Iriyani Kamaruddin Iriyani Kamaruddin, Iriyani Iskandar Mirza Iskandar Mirza Ismanto, - JAENAL EFFENDI Julianti Pradono, Julianti Junus, Ruqayah Kamilah, Larissa Kukuh Murtilaksono Leily Amalia Lilik Kustiyah Lubis, Anwar M Maman Rohama MADE ASTAWAN Made Darawati Maman Rohama, M Mansur Jauhari Mega Seasty Handayani Meirisa Rahmawati Mira Dewi Mochamad Enra Sujanawan Muhammad Aries Muhammad Q Aliyyan Wijaya Muhilal ., Muhilal Muhilal Muhilal Muhilal Muhilal Muhilal Muhilal Mutammimul Ula Nasution, Zuraidah Naufal Muharam Nurdin Ni Ketut Sutiari Nikmah Utami Dewi Novitasari, Putri Nunung Nurjanah Nur Heni Sri Palupi Nurhayati, Elis Nurhidayati, Nuzuliyati Nurhidayati, Vieta Annisa Nurul Muslihah Nurulhaq, Fauziah Prasetya, Guntari Purwantyastuti Purwantyastuti Purwantyastuti Purwantyastuti Putri, Regina Octavia Margani Rachmalinda, Veny Rachmawati, Sandra Eka Rachmayanti, Riris Rahmawati, Lintang Sukma Ramadhana Komala Rani Assyifa Reisi Nurdiani, Reisi Reni Zuraida Rian Diana Rian Diana Rimbawan , Rimbawan Rimbawan Rina Martini Risti Kurnia Dewi Riswari, Aninditya Ardhana Rizkiriani, Annisa Rizma Ariefiani Sarah Melati Davidson Siddiq, Muhammad Nuzul Azhim Ash Slamet Widodo Soemiarti Patmonodewo Solechan - Sri Anna Marliyati Sudikno Sudikno Sudikno Sudikno Sudikno Sudikno Sudjana Sibarani TATI NURHAYATI Tita Nursyamsiyah V. Prihananto Verawati, Besti Wahyu Rahmani, Adriana Widya Astuti widya astuti Widya Astuti Willyanti, Wardah Wiwin Winarsih Yaktiworo Indriani Yayuk Farida Baliwati Yuliana Yuliana Zahida Azmi Zaqia Zulfani Zahra, Yasmeen Aulia Zahra, Yasmeen Aulia Zahra Zenderi Wardani