p-Index From 2021 - 2026
10.463
P-Index
This Author published in this journals
All Journal MANUSKRIPTA Sosial Budaya Indonesian Journal of Integrated English Language Teaching Nazharat: Jurnal Kebudayaan Wawasan : Jurnal Ilmiah Agama dan Sosial Budaya EL-IDARE: JURNAL MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM KALPATARU: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah Jurnal SOLMA Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Islamic Management: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI TSAQAFAH Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan Al-Ta'lim Al-Qalam HIKMAH : JURNAL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Ta'dib: Jurnal Pendidikan Islam BENING Jurnal Cahaya Mandalika Kreatif: Jurnal Pemikiran Pendidikan Agama Islam TAJDID: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Kemanusiaan Jurnal Manajemen Pendidikan Al Hadi Journal of English Language and Education Education Achievement: Journal of Science and Research Hamalatul Qur'an : Jurnal Ilmu Ilmu Al-Qur'an Tasnim Journal for Community Service Al-MIKRAJ: Jurnal studi Islam dan Humaniora Society : Jurnal Jurusan Tadris IPS Al-Aulia: Jurnal Pendidikan dan Ilmu-Ilmu Keislaman TSAQIFA NUSANTARA: Jurnal Pembelajaran dan Isu-Isu Sosial Histeria: Jurnal Ilmiah Sosial dan Humaniora Jurnal Al-Kifayah: Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Innovative: Journal Of Social Science Research Journal International Dakwah and Communication Jurnal Pendidikan Sosial dan Konseling Baitul Hikmah: Jurnal Ilmiah Keislaman JIM: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Sejarah Jurnal Sejarah Peradaban Islam Islah: Journal of Islamic Literature and History VISA: Journal of Vision and Ideas Journal of Education and Islamic Contemporary Issue
Claim Missing Document
Check
Articles

Azimat Melayu: Sebagai Psikoterapi Mental Masalalu dan Sekarang (Kajian Kitab Mujarobat Melayu) Ulfa, Intan Jamilah; Tohar, Ahmadin Ahmad; Roza, Ellya
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v8i2.15281

Abstract

Model pengobatan di negeri Melayu Nusantara telah ada sejak lama, mengikuti ajaran agama seperti Hindu, Buddha, dan keyakinan nenek moyang. Salah satu jenis pengobatan adalah penggunaan "Azimat," benda atau tulisan yang dianggap sakti dan dapat melindungi pemiliknya dari penyakit. Setelah Islam masuk, sistem pengobatan Melayu lebih spesifik mengikuti ajaran Islam, dengan penggunaan ayat-ayat Alquran dan doa-doa ulama yang diarsipkan dalam naskah seperti kitab Tajul Muluk. Penggunaan azimat mulai ditinggalkan karena dapat mengarah pada syirik. Artikel ini menyajikan praktik pengobatan Azimat Melayu sebagai psikoterapi, menghubungkan pengobatan Melayu dan pengobatan Islam dalam konteks kesehatan mental. Metode penulisan artikel ini adalah tinjauan pustaka melalui buku, artikel, dan manuskrip kuno. Fokus artikel ini adalah Azimat sebagai psikoterapi kesehatan mental orang Melayu, baik di masa lalu maupun sekarang.
Konsep Manajemen Sultan Syarif Kasim Adelin, Muhammad; Nangim, Ngainun; Roza, Ellya
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsep pendidikan dan manajemen pendidikan islam Sultan Syarif Kasim Riau. Dalam konsep pendidikannya, Sultan Syarif Kasim II memberikan ilmu-ilmu agama sebagai pembentuk akhlak dan budi pekerti serta peningkatan karakter agar moral rakyat tidak mudah digerus budaya dan kebiasaan buruk orang-orang Belanda. Sedangkan ilmu-ilmu umum digunakan sebagai bekal rakyat agar mencapai kehidupan dunia yang layak dan bahagia serta tidak mudah ditipu atau dipengaruhi oleh para penjajah saat itu. Jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Pendekatan kualitatif desriptif merupakan penelitian yang sering digunakan dalam penelitian sosial. Teknik pengumpulan data yaitu dengan menggunakan data kedua atau data yang telah jadi seperti jurnal, buku, modul, serta web yang dapat dijadikan referensi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini berupa analisa sejarah (historical approach) serta analisa filsafat (philosophy approach). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Sultan Sharif Qasim II melakukan moderasi beragama dalam bidang pendidikan dengan mendirikan tidak hanya sekolah negeri tetapi juga lembaga keagamaan. Di antara sekolah yang didirikannya adalah H.I.S. Latifa Shor didirikan pada tahun 1915, Latifa Shor pada tahun 1926, Tawfiqiyah al-Hashimiya, sekolah agama untuk laki-laki, pada tahun 1917, dan Madrasah Annisa, sekolah untuk perempuan, pada tahun 1929.
Shalahuddin Al-Ayyubi: Panglima Kebangkitan Islam dan Pembebasan Yerusalem Adelin, Muhammad; Nangim, Ngainun; Roza, Ellya
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembahasan dalam artikel ini bertujuan untuk mengkaji sejarah panglima kebangkitan Islam dan pembebasan Yerusalem yang dipelopori oleh Shalahuddin Al-Ayyubi. Ruang lingkup penelitian ini berfokus pada biografi dan kepemimpinan Shalahuddin dalam Perang Salib yang dimenangkan oleh umat Islam. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan untuk memperoleh data terkait subjek yang dibahas melalui literatur seperti majalah, buku, jurnal, dan sumber-sumber lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Shalahuddin Al-Ayyubi adalah pendiri sekaligus pemimpin Dinasti Ayyubiyah, yaitu dinasti Sunni di Mesir yang berkuasa dari tahun 1171 M hingga 1250 M. Dinasti ini didirikan sebagai penerus Dinasti Fathimiyah, yang berafiliasi dengan Syiah Ismailiyah dan berhasil digulingkan. Keberhasilan terbesar Shalahuddin adalah pembebasan Yerusalem dari tentara Salib serta upayanya mempertahankan lembaga-lembaga ilmiah yang sebelumnya dibangun oleh Dinasti Fathimiyah, dengan mengubah orientasi keagamaannya dari Syiah menjadi Sunni. Shalahuddin dikenal sebagai tokoh reformasi dalam bidang politik, militer, dan sosial. Ia memperkuat pertahanan Mesir dengan membangun Benteng Kairo serta mempromosikan pendidikan dan agama melalui pendirian berbagai madrasah. Di bidang seni dan arsitektur, kontribusinya tercermin dalam pembangunan Masjid Shalahuddin dan Masjid Al-Nashir. Hubungan diplomatik dengan negara-negara lain juga ditingkatkan, menjadikan Mesir sebagai pusat kekuatan dunia Islam pada masa itu.
Sejarah Gemilang Dinasti Safawi: Mengkaji Peradaban Islam di Persia Rohaini, Yespi; Sari, Dwi Nofika; Roza, Ellya
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dinasti Safawi, yang memerintah Persia (sekarang Iran) antara abad ke-16 hingga ke-18, merupakan salah satu kekuatan terbesar dalam sejarah dunia Islam. Pendirian dinasti ini oleh Ismail I pada tahun 1501 menandai awal dari perubahan besar dalam peta politik dan agama dunia Islam, terutama dengan adopsi Syiah sebagai agama resmi negara, yang kemudian menjadi ciri khas identitas Persia. Keberhasilan Safawi dalam mengonsolidasikan kekuasaan tidak hanya tampak pada penguatan agama dan politik, tetapi juga dalam pencapaian besar di bidang seni, arsitektur, budaya, dan ilmu pengetahuan. Salah satu pencapaian terpenting dinasti ini adalah pembangunan ibu kota Isfahan, yang menjadi pusat kebudayaan dunia Islam dan simbol kejayaan era Safawi. Di bidang seni, dinasti ini terkenal dengan miniatur, tekstil, dan keramik yang menonjolkan estetika tinggi, sementara dalam ilmu pengetahuan, banyak ilmuwan Persia yang berkontribusi pada kemajuan peradaban Islam. Meskipun pada akhir abad ke-17 dan awal abad ke-18 dinasti Safawi mengalami kemunduran dan akhirnya runtuh akibat serangan pasukan Afghan, warisan mereka tetap bertahan, terutama dalam identitas agama Syiah yang masih dominan di Iran hingga hari ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji aspek-aspek penting dalam sejarah dan peradaban dinasti Safawi, serta pengaruhnya yang masih terasa dalam budaya dan agama di Persia. Dengan demikian, artikel ini memberikan gambaran komprehensif tentang peran dinasti Safawi dalam membentuk peradaban Islam, baik dari sisi keagamaan, politik, budaya, maupun sains
Menggali Konsep Manajemen Pendidikan Islam Ibnu Sina dan Relevansinya Pada Masa Kini Sari, Dwi Nofika; Rohaini, Yespi; Roza, Ellya
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Manajemen pendidikan Islam memiliki peran yang sangat penting dalam pembentukan karakter dan pengembangan ilmu pengetahuan dalam tradisi Islam. Salah satu tokoh yang berperan besar dalam pengembangan konsep manajemen pendidikan Islam adalah Ibnu Sina, seorang ilmuwan dan filsuf besar dari abad pertengahan. Dalam kajian ini, penulis menggali konsep manajemen pendidikan yang dikemukakan oleh Ibnu Sina, baik yang berhubungan dengan aspek kurikulum, pengajaran, hingga pengelolaan lembaga pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis relevansi konsep manajemen pendidikan Islam Ibnu Sina dalam konteks pendidikan Islam masa kini, serta bagaimana prinsip-prinsip tersebut dapat diterapkan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di era modern. Berdasarkan kajian literatur, ditemukan bahwa prinsip-prinsip manajemen yang diajukan oleh Ibnu Sina, seperti pentingnya penekanan pada pendidikan karakter, pengajaran yang berbasis pada pengalaman, serta pengelolaan yang melibatkan peran aktif semua pihak, masih sangat relevan dan dapat diterapkan dalam konteks pendidikan Islam masa kini.
Tinta Emas Peradaban Islam: Tonggak Sejarah Dinasti Abbasiyah di Baghdad Muharriyadi, Muharriyadi; Abdullah, Habib; Roza, Ellya
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Baghdad merupakan kota pemerintahan dinasti Abbasiyah. Dinasti Abbasiyah adalah merupakan dinasti kedua setelah mereka meruntuhkan dinasti pertama saat itu dalam sebuah peperangan yakni dinasti Bani Umayyah di Damaskus, Syiria. Khalifah Abu Jakfar Al Manshur dinobatkan sebagai pendiri pertama dinasti Abbasiyah. Baghdad pada masa kejayaan pemerintahan Abbasiyah menjadi rujukan ilmu pengetahuan dan menghidupkan kembali seni dan budaya Islam. Islam tidak hanya berkembang secara intelektual, tetapi juga berkembang secara fisik, seperti yang terlihat dari pembangunan sekolah, madrasah, masjid, istana, dan bangunan penting lainnya seperti perpustakaan pemerintah Islam. Khalifah Harun al-Rashid, Namanya Baitul Hikmah. Pada penelitian ini penulis melakukan jenis penelitian pustaka (library research). Sumber data yang digunakan pada penelitian ini adalah memakai data sekunder. Dan dari berbagai telaah litaratur yang menggambarkan kejayaan suatu negara, bahwasannya kemajuan yang diraih dalam suatu daerah atau wilayah, tidak pernah terlepas dari campur tangan pemimpinnya.Pun begitu halnya dengan kemajuan peradaban masa dinasti Abbasiyah.
Konsep Manajemen Pendidikan Abuddin Nata Abdullah, Habib; Muharriyadi, Muharriyadi; Roza, Ellya
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan memiliki tujuan tinggi dan utama yaitu membentuk manusia yang baik dalam seluruh aspeknya; dunia maupun akhiratnya. Maka menjadi hal yang terpenting dari sebuah pendidikan adalah ketika seorang pendidik yang berhasil menanamkan kepada peserta didik bahwa tujuan penciptaan manusia adalah bukan hanya sekedar mencari materi duniawi namun lebih besar daripada itu yaitu untuk beribadah/mentauhidkan RabbNya dan agama islam adalah pilihan wajib baginya bila ingin selamat di dunia dan akhirat. Oleh karena itu, konsep pendidikan islam merupakan oase ditengah gempuran ideologi pendidikan sekuler/liberal dari barat yang mendapatkan tempat dan diterima oleh masyarakat bahkan pemerintah itu sendiri, sehingga sangat diperlukan sebuah gebrakan/revolusi value atau nilai pendidikan berciri khas islam dengan cara internalisasi nilai-nilai keislaman dalam proses belajar mengajar, meskipun pemerintah juga telah mensosialisasikan penguatan pendidikan karakter di sekolah secara masif, ini dilakukan setelah timbulnya kesadaran akan kondisi penerus bangsa yang semakin hari terjadi degradasi moral. Penelitian ini difokuskan pada Konsep Manajemen Pendidikan Islam menurut Abuddin Nata. Untuk metodologi dalam penelitian ini, Pendekatan dan jenis penelitian, sumber data, pengolahan pengumpulan data, dan unsur-unsur noninteraktif mendapat perhatian besar oleh para peneliti. Penelitian kepustakaan digunakan dalam analisis data, dan deskripsi merupakan metode untuk menggambarkan suatu situasi tanpa benar-benar membahas subjek penelitian. Manajemen Pendidikan Islam dalam pandangan Abuddin Nata ialah, Konsep dasar pendidikan Islam yg mengintegrasikan nilai-nilai sosial dan nilai keimanan dan akhlak bagi kegiatan pendidikan. Sedangkan Mewujudkan pengabdian total kepada Allah pada tingkat individu, kolektif, dan kemanusiaan merupakan tujuan akhir pendidikan Islam.
Exploring Islamic Teachers’ Speech Acts in the Classroom at Private Islamic Junior High School in Rokan Hulu Riau Miski, Cut Raudhatul; Erni, Sukma; Roza, Ellya; Afrida, Afrida
Indonesian Journal of Integrated English Language Teaching Vol 10, No 1 (2024): IJIELT: VOLUME 10, NUMBER 1, 2024
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/ijielt.v9i2.31389

Abstract

Teachers’ ability to communicate lessons in the classroom is necessary needed to create meaningful teaching and learning process. The selection of words, how the words arranged and how they are uttered determine whether the class run effectively active or vice versa. Even, the nominal of utterances of teacher state how the class is conducted. The excessive proportion of the teacher's speech will actually make the class inactive and the teacher will have difficulty assessing the extent to which students understand the material presented. Barnes (2008) in Groves and Bull (2014) mentioned that teacher talk or teachers' speech in the classroom has an important role in improving and developing students' knowledge skills. This research was piloted to explore what speech acts expressed by the Islamic teachers in their classroom as it ended up to determine how the class directed. The research is qualitative design by taking one Islamic teacher of Private Islamic Junior High School in Rokan Hulu. The result mentions that the most dominant speech acts is the ordering of directive speech act. In this case, teacher often ordered students to accomplish their group discussion and present the result in front of the class. while the lack of productive questions on the stage of interactive and reflection lead to less of students’ critical thinking. For the next research, it is suggested to have more participants and use supplementary instruments to enrich the data.
The Title of the Growth of New Dynasties in Spain Maghrib and Iran Adhistia, Suci Kirani; Roza, Ellya; Nopel, Perisi
Education Achievement: Journal of Science and Research Volume 5 Issue 2 July 2024
Publisher : Pusdikra-Publishing.com

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/jsr.v5i2.1834

Abstract

This research aims to examine the birth and development of new dynasties in the regions of the Spanish Maghrib and Iran after the collapse of major powers such as the Umayyad Caliphate in Spain and the Abbasid Caliphate in Iran. Employing a literature research approach, this study traces the background of the emergence, expansion processes, consolidation of power, as well as the contributions of these dynasties to the intellectual and cultural development in the regions they ruled. In the Spanish Maghrib, the Almoravid and Almohad Dynasties emerged as new powers after the fall of the Umayyad Caliphate. Both dynasties succeeded in uniting the regions of Spain and the Maghrib, albeit with different methods and ideologies. Meanwhile, in Iran, the Ilkhanid, Jalayirid, Timurid, and Safavid Dynasties rose after the collapse of the Abbasid Caliphate, each exerting significant influence and contributions to the political, cultural, artistic, and scientific development. The research findings indicate that the birth and development of these new dynasties not only brought about political changes but also contributed significantly to intellectual and cultural advancements in both regions. The periods under their rule are known as golden ages in the fields of art, architecture, literature, mathematics, astronomy, philosophy, and other sciences. These dynasties fostered the exchange of ideas among various ethnic and religious groups and created a conducive environment for the growth of knowledge and creativity. Overall, this study highlights the importance of the new dynasties in the dynamics of history and civilization, as well as their contributions in shaping new political landscapes and catalyzing the growth of rich knowledge, art, and culture.
Absolutism of The Caliphate During the Abbasid Dynasty Arsita, Wina; Roza, Ellya; Nopel, Perisi
Education Achievement: Journal of Science and Research Volume 5 Issue 2 July 2024
Publisher : Pusdikra-Publishing.com

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/jsr.v5i2.1835

Abstract

The Abbasid Dynasty was the second Caliphate to rule Baghdad for more than five centuries (132H/750 AD to 656H/1258 AD) after conquering the Umayyad Caliphate against the background of the Umayyad Dynasty's oppression of the Abbasid Dynasty. During the five centuries of rule the Abbasid Caliphate reached its heyday in the field of science, both general science and religion. The Abbasid system of government refers to four aspects. In the first and third periods of Abbasid rule, Persian culture was greatly influenced and in this period more emphasis was placed on the cultivation of Islamic civilization and culture than territorial expansion. In the second and fourth periods influenced by Turkish culture which was very dominant in politics and government. While the fifth period was marked by the entry of the Seljuks into Baghdad until the fall of Baghdad to the Mongols. Each dynasty had its own style of leadership as well as the Abbasid Dynasty which applied absolutism in its leadership. Where the Caliph has authority over matters related to the state and religion. The caliph has unlimited authority and can only be replaced when the caliph dies.
Co-Authors A, FAIZAL Abdul Ghoni Abu Bakar Adelin, Muhammad Adellin, Muhammad Adhistia, Suci Kirani Aflizah, Nur Afrida Afrida Afrida Afriza, Afriza Ainur Ridho, Kamila Al Ghifari, Mahdini Alvionita, Mila Amyus, Randi Saputra Anugerah, Muhammad Ruvi Apip, M. Apriansah, Feri Aqila, Muhammad Fariz Arrahim, Taufik Eka Osvi Arsita, Wina Asri, Nurul Atlis, Linda Dea Attoillah, Muhammad Farhan Ayudia Pama, Sindi Ayudia, Sindi Ayudia Azhar, Danny Azwanda, Yuri El Hanif Banjarnaor, Riadi Beggy, Miranda bin Nik Hasan, Nik Abdul Rakib bin Nik Hasan, Nik Abdul Rakib bin Busra, Aminudin Cut Raudhatul Miski Dahrani, Dahrani Dalillah, Aupi Damayanty, Rizka Damnur, Juliani Dari, Sri Wulan Dea Atlis, Linda Devi Arisanti Dina Febrina Dzikra, Aulia Mar'atu ERLANDA, TAMA Fadilah, Yosi Fadilla, Nurul Farhanaldi, Zaekly Fauzana, Muhammad Ikhsan Febriani, Riska Suci Febrianti, Elda Fikri, Rijalul fitria ningsih Fuadi, M. Fadhil Gita Morinda, Claudio Habib Abdullah, Habib Hamami, Abdul Rasyid HANIFAH RAHMI Hawary, M. Shofiyyur Rahman Hayuningtyas, Pawestri HENDRA GUNAWAN B11211055 Hendrizal Hendrizal Hestivik, Chelsi Husin, Norhazlina Ilham Wahyudi Ilman, Nabil Inayah Pama, Violeta Iriani, Umi Jezy, Ahmad Johanda Johanda Jumrotun, Siti Kalipke, Mohamad Agar Khadijah, Khairiyah Khairina Khairina, Khairina Khairunisa, Aulia Lyadi, Muslim Madaniyah, Madaniyah Mardiah Mardiah Martiana, Wilsa Martius Martius Masduki Masduki Miski, Cut Raudhatul Mona Sari, Amelia Muhajir, Sapuani Muhammad Ridwan MUHAMMAD TAUFIK Muharriyadi, Muharriyadi Murni Murni Murny Murny Mustika, Anik Indra Nangim, Ngainun Nia Kurnia Nopel, Perisi Nur Aisyah Zulkifli Nurhasanah Nurhasanah NURHASNAWATI NURHASNAWATI Nurul Adila Nurwijayanti Nury, Ahmad Osvi Arrahim, Taufik Eka Eka Pahlepi, Anisa Pama, Sindi Ayudia Pama, Violeta Inayah Rifaldi, Muhammad Ristiani , Ririn Rizadiliyawati, Rizadiliyawati Rizka Damayanti Rizkiyah, Azdiva Miftahur Rohadi Rohadi Rohaini, Yespi RR. Ella Evrita Hestiandari Ruliany, Suci Rustam -, Rustam Saiyah, Ita Sakilah Samsuri Lubis, Nasib Santika , Mira Sari, Dwi Nofika Septiani, Iga Shihabuddin, Ahmad Sindo, Pablo Sukma Erni Supianto Supianto, Supianto Syah, , M. Akil Fathur Rahman Syahputra, Andri Syahri, Hanifa Syarif Syarif Tohar, Ahmadin Ahmad Ulfa, Intan Jamilah Ulfah, Dhiyaa’ Utari, Nur Vera Sardila Yasnel, Yasnel Yudistira, Srikandi Yuhasnita, Yuhasnita