p-Index From 2021 - 2026
9.387
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

Konsep Manajemen Pendidikan Abuddin Nata Abdullah, Habib; Muharriyadi, Muharriyadi; Roza, Ellya
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan memiliki tujuan tinggi dan utama yaitu membentuk manusia yang baik dalam seluruh aspeknya; dunia maupun akhiratnya. Maka menjadi hal yang terpenting dari sebuah pendidikan adalah ketika seorang pendidik yang berhasil menanamkan kepada peserta didik bahwa tujuan penciptaan manusia adalah bukan hanya sekedar mencari materi duniawi namun lebih besar daripada itu yaitu untuk beribadah/mentauhidkan RabbNya dan agama islam adalah pilihan wajib baginya bila ingin selamat di dunia dan akhirat. Oleh karena itu, konsep pendidikan islam merupakan oase ditengah gempuran ideologi pendidikan sekuler/liberal dari barat yang mendapatkan tempat dan diterima oleh masyarakat bahkan pemerintah itu sendiri, sehingga sangat diperlukan sebuah gebrakan/revolusi value atau nilai pendidikan berciri khas islam dengan cara internalisasi nilai-nilai keislaman dalam proses belajar mengajar, meskipun pemerintah juga telah mensosialisasikan penguatan pendidikan karakter di sekolah secara masif, ini dilakukan setelah timbulnya kesadaran akan kondisi penerus bangsa yang semakin hari terjadi degradasi moral. Penelitian ini difokuskan pada Konsep Manajemen Pendidikan Islam menurut Abuddin Nata. Untuk metodologi dalam penelitian ini, Pendekatan dan jenis penelitian, sumber data, pengolahan pengumpulan data, dan unsur-unsur noninteraktif mendapat perhatian besar oleh para peneliti. Penelitian kepustakaan digunakan dalam analisis data, dan deskripsi merupakan metode untuk menggambarkan suatu situasi tanpa benar-benar membahas subjek penelitian. Manajemen Pendidikan Islam dalam pandangan Abuddin Nata ialah, Konsep dasar pendidikan Islam yg mengintegrasikan nilai-nilai sosial dan nilai keimanan dan akhlak bagi kegiatan pendidikan. Sedangkan Mewujudkan pengabdian total kepada Allah pada tingkat individu, kolektif, dan kemanusiaan merupakan tujuan akhir pendidikan Islam.
Exploring Islamic Teachers’ Speech Acts in the Classroom at Private Islamic Junior High School in Rokan Hulu Riau Miski, Cut Raudhatul; Erni, Sukma; Roza, Ellya; Afrida, Afrida
Indonesian Journal of Integrated English Language Teaching Vol 10, No 1 (2024): IJIELT: VOLUME 10, NUMBER 1, 2024
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/ijielt.v9i2.31389

Abstract

Teachers’ ability to communicate lessons in the classroom is necessary needed to create meaningful teaching and learning process. The selection of words, how the words arranged and how they are uttered determine whether the class run effectively active or vice versa. Even, the nominal of utterances of teacher state how the class is conducted. The excessive proportion of the teacher's speech will actually make the class inactive and the teacher will have difficulty assessing the extent to which students understand the material presented. Barnes (2008) in Groves and Bull (2014) mentioned that teacher talk or teachers' speech in the classroom has an important role in improving and developing students' knowledge skills. This research was piloted to explore what speech acts expressed by the Islamic teachers in their classroom as it ended up to determine how the class directed. The research is qualitative design by taking one Islamic teacher of Private Islamic Junior High School in Rokan Hulu. The result mentions that the most dominant speech acts is the ordering of directive speech act. In this case, teacher often ordered students to accomplish their group discussion and present the result in front of the class. while the lack of productive questions on the stage of interactive and reflection lead to less of students’ critical thinking. For the next research, it is suggested to have more participants and use supplementary instruments to enrich the data.
The Title of the Growth of New Dynasties in Spain Maghrib and Iran Adhistia, Suci Kirani; Roza, Ellya; Nopel, Perisi
Education Achievement: Journal of Science and Research Volume 5 Issue 2 July 2024
Publisher : Pusdikra-Publishing.com

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/jsr.v5i2.1834

Abstract

This research aims to examine the birth and development of new dynasties in the regions of the Spanish Maghrib and Iran after the collapse of major powers such as the Umayyad Caliphate in Spain and the Abbasid Caliphate in Iran. Employing a literature research approach, this study traces the background of the emergence, expansion processes, consolidation of power, as well as the contributions of these dynasties to the intellectual and cultural development in the regions they ruled. In the Spanish Maghrib, the Almoravid and Almohad Dynasties emerged as new powers after the fall of the Umayyad Caliphate. Both dynasties succeeded in uniting the regions of Spain and the Maghrib, albeit with different methods and ideologies. Meanwhile, in Iran, the Ilkhanid, Jalayirid, Timurid, and Safavid Dynasties rose after the collapse of the Abbasid Caliphate, each exerting significant influence and contributions to the political, cultural, artistic, and scientific development. The research findings indicate that the birth and development of these new dynasties not only brought about political changes but also contributed significantly to intellectual and cultural advancements in both regions. The periods under their rule are known as golden ages in the fields of art, architecture, literature, mathematics, astronomy, philosophy, and other sciences. These dynasties fostered the exchange of ideas among various ethnic and religious groups and created a conducive environment for the growth of knowledge and creativity. Overall, this study highlights the importance of the new dynasties in the dynamics of history and civilization, as well as their contributions in shaping new political landscapes and catalyzing the growth of rich knowledge, art, and culture.
Absolutism of The Caliphate During the Abbasid Dynasty Arsita, Wina; Roza, Ellya; Nopel, Perisi
Education Achievement: Journal of Science and Research Volume 5 Issue 2 July 2024
Publisher : Pusdikra-Publishing.com

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/jsr.v5i2.1835

Abstract

The Abbasid Dynasty was the second Caliphate to rule Baghdad for more than five centuries (132H/750 AD to 656H/1258 AD) after conquering the Umayyad Caliphate against the background of the Umayyad Dynasty's oppression of the Abbasid Dynasty. During the five centuries of rule the Abbasid Caliphate reached its heyday in the field of science, both general science and religion. The Abbasid system of government refers to four aspects. In the first and third periods of Abbasid rule, Persian culture was greatly influenced and in this period more emphasis was placed on the cultivation of Islamic civilization and culture than territorial expansion. In the second and fourth periods influenced by Turkish culture which was very dominant in politics and government. While the fifth period was marked by the entry of the Seljuks into Baghdad until the fall of Baghdad to the Mongols. Each dynasty had its own style of leadership as well as the Abbasid Dynasty which applied absolutism in its leadership. Where the Caliph has authority over matters related to the state and religion. The caliph has unlimited authority and can only be replaced when the caliph dies.
PERKEMBANGAN PERADABAN ISLAM DI MESIR PADA ERA DINASTI FATIMIYAH Lyadi, Muslim; Roza, Ellya
Jurnal Cahaya Mandalika ISSN 2721-4796 (online) Vol. 3 No. 1 (2022)
Publisher : Institut Penelitian Dan Pengambangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembahasan dalam artikel ini mengupas tentang pengaruh Dinasti Fatimiyah terhadap perkembangan Peradaban Islam di Mesir. Kebaruan dari penelitian ini adalah ruang lingkup penelitian yang berfokus pada perkembangan Peradaban dan budaya yang digunakanya. Adapun pendekatan penelitian yang dilakukan peneliti yaitu dengan metode secara studi kepustakaan yang memperoleh data melalui bacaan yang berkaitan dengan penelitian yang dibahas, seperti buku, majalah, jurnal, dan lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Dinasti Fatimiyah termasuk Dinasti Syi’ah yang didirikan oleh Ubaidillah Al-Mahdi. Dinasti ini berkuasa dari tahun 909 M sampai dengan tahun 1171 M, atas dasar legitimasi klaim keturunan Nabi lewat Fahtimah dan Ali bin Abi Thalib dari Ismail anak Jafar Sidik. Dinasti ini didirikan sebagai tandingan bagi penguasa dunia muslim saat itu yang terpusat di Bagdad, yaitu Bani Abbasiyah. Wilayah kekuasaan Dinasti Fatimiyah meliputi Afrika Utara, Mesir, dan Suriah. Pada masa Dinasti Fatimiyah, lembaga peradaban yang digunakan sebagai basis pengembangan peradaban terdiri dari; Masjid, Istana, Perpusakaan, Dar al-‘Ilm atau biasa disebut Jamiah Ilmiyah Akademi (lembaga riset) dan Al Azhar. Universitas Al-azhar merupakan lembaga peradaban tinggi, sekaligus menjadi bukti sejarah peradaban Dinasti Fatimiyah dalam pengembangan peradaban, dan sampai sekarang menjadi kiblat peradaban yang bernuansa Islam. Alasan keberadaan Al Azhar sebagai Univeritas yang terkait erat dengan perkembangan peradaban Islam pada masa Dinasti Fatimiyah, antara lain: Pertama Sistem Pembelajaran di Al Azhar Kedua Kurikulum pembelajaran Al – Azhar, dan ketiga Peran Al Azhar Dalam Produksi Ulama..
Kinerja Akbar Khan (1556-1605 M) dalam Memimpin Dinasti Mugholdi India Hestivik, Chelsi; Fadilah, Yosi; Yudistira, Srikandi; Roza, Ellya
VISA: Journal of Vision and Ideas Vol. 5 No. 1 (2025): Journal of Vision and Ideas (VISA)
Publisher : IAI Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/visa.v5i1.6205

Abstract

The Mughal dynasty (1256-1858 AD) was the largest Muslim power in the Indian subcontinent, founded by Zahiruddin Babur, one of the grandsons of Timur Lenk. The Mughal Empire reached its peak during the reign of Akbar (1556-1605 AD). Akbar Khan is known as Sultan Abdul Fath Jalaluddin Akbar Khan. As one of the main rulers, Akbar was known for his policy of religious tolerance, supporting the presence of Hindus and Muslims, which became the basis for social stability under his rule. Under Akbar's rule, the sultanate not only developed politically and militarily, but also in the fields of economy, education, architecture, art, culture, and religion. This article aims to highlight the achievements of Akbar Khan, one of the kings who led the Mughal dynasty. Akbar contributed to the expansion of Mughal territory through strategic conquests, providing access to resources and increasing the wealth of the kingdom. He was also involved in administrative management and political strategy aimed at consolidating central powers, overcoming insurgencies and establishing diplomatic relations with regional powers.  
Technology Based Self-Reflection As A Tool For Enhancing Professional Development: A Pre-Service English Teacher Perception Murny, Murny; Ruliany, Suci; Martius, Martius; Roza, Ellya; Nurhasnawati, Nurhasnawati
Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 11 No. 03 (2022): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v11i03.4601

Abstract

Self-reflection is one way that can apply to the pre-service teachers to produce an excellent teaching-learning process. This study aims to investigate the pre-service teacher's perception of self-reflection by using technology and what efforts they made to provide self-reflection by using technology. The design of this study is descriptive quantitative and qualitative research. This research involved twenty pre-service English teachers in Riau Province. The data was collected through e-questionnaires and individual interviews, which obtained pre-service teacher perception toward self-reflection by using technology and the efforts that integrated it with technology. After the data analysed, it found that pre-service English teacher has good perception toward self-reflection but still need improvement. The study underscores the importance of integrating technology into professional development initiatives and highlights the benefits of self-reflection in promoting teacher growth and effectiveness. These findings have implications for teacher education programs and can inform the design and implementation of professional development strategies to better support pre-service English teachers in their journey towards becoming proficient educators.
Perjalanan Kejayaan Kerajaan Safawi Masa Abbas I dan Regresi Kerajaan Safawi Di Persia Sepeninggal Abbas I Dzikra, Aulia Mar'atu; Febrina, Dina; Roza, Ellya
Hamalatul Qur'an : Jurnal Ilmu Ilmu Alqur'an Vol. 5 No. 2 (2024): December 2024
Publisher : Pondok Pesantren Hamalatul Qur'an Jogoroto Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/hq.v5i2.261

Abstract

After Shah Abbas I died in 1629, the Safawi Kingdom began to decline. Abbas I brought Safawi to the pinnacle of glory with political stability, a strong military, and a thriving economy. However, his successor, Shah Safi I, was unable to maintain the achievement. His government was weakened by reliance on incompetent advisers and widespread corruption. In addition, external threats such as the Ottoman and Uzbek Empire attacks further exacerbated the situation. They took advantage of the Safavid weakness to expand their territory and undermine the stability of the kingdom. The previously prosperous economy also began to collapse due to the inability of the rulers to manage trade. Various rebellions and internal conflicts have further undermined the Safavid power. The rulers after Abbas I were unable to restore political and economic power, which ultimately led the kingdom to collapse in the mid-18th century. This paper examines the factors that led to the decline of the Safavid post-Abbas I.
Jejak Sejarah : Menilik Kejayaan Kerajaan Turki Utsmani Syahri, Hanifa; Martiana, Wilsa; Roza, Ellya
Hamalatul Qur'an : Jurnal Ilmu Ilmu Alqur'an Vol. 5 No. 2 (2024): December 2024
Publisher : Pondok Pesantren Hamalatul Qur'an Jogoroto Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/hq.v5i2.262

Abstract

Tercatat dalam sejarah Kerajaan Usmani di Turki merupakan kerajaan yang pertama berdiri, juga yang terbesar dan paling lama bertahan jika di bandingkan dengan dua kerajaan lain. Kerajaan lain yang dimaksud yaitu Mughal dan safawi Persia. Kerajaan tersebut juga telah memberikan banyak kontribusi bagi perkembangan peradaban Islam sehingga kerajaan ini menarik untuk dikaji. Fokus pembahasan pada artikel ini meliputi sejarah berdirinya kerajaan turki utsmani serta kejayaan dimasanya terutama pada masa Sultan Sulaiman Al-Qanuni. Dimana Pada masa pemerintahannya mampu membawa kejayaan bagi Kesultanan Turki Utsmaniyah. Metode penelitian yang dipakai yaitu metode penelitian studi kepustakaan dengan pendekatan kualitatif kemudian dilanjutkan dengan konten analisis. Dari referensi yang ada, menunjukkan terdapat banyak kemajuan-kemajuan yang dilakukan kerajaan Turki Usmani, baik dalam bidang kebudayaan, politik, kemiliteran, dan pemerintahan. Hasil temuan dapat disimpulkan bahwa salah satu kejayaan terbesar dari Kerajaan Turki Usmani adalah kejayaan di bidang militer dibuktikan dengan luasnya daerah-daerah penaklukan yang dilakukan oleh Kerajaan Turki Usmani.
Jejak Sejarah : Menilik Kejayaan Kerajaan Turki Utsmani Syahri, Hanifa; Martiana, Wilsa; Roza, Ellya
Hamalatul Qur'an : Jurnal Ilmu Ilmu Alqur'an Vol. 5 No. 2 (2024): December 2024
Publisher : Pondok Pesantren Hamalatul Qur'an Jogoroto Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/hq.v5i2.264

Abstract

Tercatat dalam sejarah Kerajaan Usmani di Turki merupakan kerajaan yang pertama berdiri, juga yang terbesar dan paling lama bertahan jika di bandingkan dengan dua kerajaan lain. Kerajaan lain yang dimaksud yaitu Mughal dan safawi Persia. Kerajaan tersebut juga telah memberikan banyak kontribusi bagi perkembangan peradaban Islam sehingga kerajaan ini menarik untuk dikaji. Fokus pembahasan pada artikel ini meliputi sejarah berdirinya kerajaan turki utsmani serta kejayaan dimasanya terutama pada masa Sultan Sulaiman Al-Qanuni. Dimana Pada masa pemerintahannya mampu membawa kejayaan bagi Kesultanan Turki Utsmaniyah. Metode penelitian yang dipakai yaitu metode penelitian studi kepustakaan dengan pendekatan kualitatif kemudian dilanjutkan dengan konten analisis. Dari referensi yang ada, menunjukkan terdapat banyak kemajuan-kemajuan yang dilakukan kerajaan Turki Usmani, baik dalam bidang kebudayaan, politik, kemiliteran, dan pemerintahan. Hasil temuan dapat disimpulkan bahwa salah satu kejayaan terbesar dari Kerajaan Turki Usmani adalah kejayaan di bidang militer dibuktikan dengan luasnya daerah-daerah penaklukan yang dilakukan oleh Kerajaan Turki Usmani.
Co-Authors A, FAIZAL Abdul Ghoni Abu Bakar Adelin, Muhammad Adellin, Muhammad Adhistia, Suci Kirani Aflizah, Nur Afrida Afrida Afrida Afriza, Afriza Al Ghifari, Mahdini Alvionita, Mila Amyus, Randi Saputra Anugerah, Muhammad Ruvi Apip, M. Apriansah, Feri Aqila, Muhammad Fariz Arrahim, Taufik Eka Osvi Arsita, Wina Asri, Nurul Atlis, Linda Dea Attoillah, Muhammad Farhan Ayudia Pama, Sindi Ayudia, Sindi Ayudia Azhar, Danny Azwanda, Yuri El Hanif Banjarnaor, Riadi Beggy, Miranda bin Nik Hasan, Nik Abdul Rakib bin Nik Hasan, Nik Abdul Rakib bin Busra, Aminudin Cut Raudhatul Miski Dahrani, Dahrani Dalillah, Aupi Damayanty, Rizka Dari, Sri Wulan Dea Atlis, Linda Dina Febrina Dzikra, Aulia Mar'atu ERLANDA, TAMA Fadilah, Yosi Fadilla, Nurul Farhanaldi, Zaekly Fauzana, Muhammad Ikhsan Febriani, Riska Suci Febrianti, Elda fitria ningsih Fuadi, M. Fadhil Gita Morinda, Claudio Habib Abdullah, Habib Hamami, Abdul Rasyid HANIFAH RAHMI Hawary, M. Shofiyyur Rahman Hayuningtyas, Pawestri HENDRA GUNAWAN B11211055 Hendrizal Hendrizal Hestivik, Chelsi Husin, Norhazlina Ilham Wahyudi Ilman, Nabil Inayah Pama, Violeta Iriani, Umi Jezy, Ahmad Johanda Johanda Jumrotun, Siti Kalipke, Mohamad Agar Khadijah, Khairiyah Khairina Khairina, Khairina Khairunisa, Aulia Lyadi, Muslim Madaniyah, Madaniyah Mardiah Mardiah Martiana, Wilsa Martius Martius Masduki Masduki Miski, Cut Raudhatul Muhajir, Sapuani Muhammad Ridwan MUHAMMAD TAUFIK Muharriyadi, Muharriyadi Murni Murni Murny Murny Mustika, Anik Indra Nangim, Ngainun Nia Kurnia Nopel, Perisi Nurhasanah Nurhasanah NURHASNAWATI NURHASNAWATI Nury, Ahmad Osvi Arrahim, Taufik Eka Eka Pahlepi, Anisa Pama, Sindi Ayudia Pama, Violeta Inayah Rifaldi, Muhammad Rizadiliyawati, Rizadiliyawati Rizka Damayanti Rizkiyah, Azdiva Miftahur Rohadi Rohadi Rohaini, Yespi RR. Ella Evrita Hestiandari Ruliany, Suci Rustam -, Rustam Saiyah, Ita Samsuri Lubis, Nasib Santika , Mira Sari, Dwi Nofika Septiani, Iga Shihabuddin, Ahmad Sindo, Pablo Sukma Erni Supianto Supianto, Supianto Syah, , M. Akil Fathur Rahman Syahputra, Andri Syahri, Hanifa Syarif Syarif Tohar, Ahmadin Ahmad Ulfa, Intan Jamilah Utari, Nur Yasnel, Yasnel Yudistira, Srikandi Yuhasnita, Yuhasnita