p-Index From 2021 - 2026
9.387
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

Kemunculan Dinasti Mamluk Di Mesir Penyelamat Peradaban Islam Gunawan, Hendra; Rifaldi, Muhammad; Roza, Ellya
Hamalatul Qur'an : Jurnal Ilmu Ilmu Alqur'an Vol. 5 No. 2 (2024): December 2024
Publisher : Pondok Pesantren Hamalatul Qur'an Jogoroto Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/hq.v5i2.265

Abstract

Dinasti Mamluk/Mamalik adalah sebuah dinasti Islam yang pernah muncul di Mesir, yang saat itu Mesir menjadi salah satu wilayah Islam yang selamat dari prahara dunia yang dahsyat akibat serbuan bangsa Mongol, baik yang dipimpin oleh Hulagu Khan maupan Timur Lenk. Dinasti ini dikenal dengan nama Mamluk karena dinasti ini didirikan oleh para bekas budak. Dinasti Mamluk menghasilkan banyak peradaban, mulai dari bidang ekonomi, ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek), monumen-monumen yang berupa bangunan-bangunan bersejarah, seperti masjid, madrasah, kompleks makam, rumah sakit dan perpustakaan. Ia juga menjadi penyelamat peradaban Islam dari kehancuran akibat serbuan bangsa Mongol, Tatar, dan Pasukan Salib. Penulisan ini menggunakan metode studi kepustakaan dengan pendekatan kualitatif. Kemudian dilanjutkan dengan konten analisis. yang tahapannya meliputi heuristik (pengumpulan data), yang dikutip dari buku buku sejarah dan karya ilmiah tentang sejarah dinasti mamluk. Hasil yang ditemukan Dinasti Mamluk mewariskan banyak peradaban mulai dari bidang ekonomi, politik, pemerintahan, arsitektur dan pembangunan, ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) monumen-monumen yang berupa bangunan-bangunan bersejarah, seperti masjid, madrasah, kompleks makam, rumah sakit dan per pustakaan. Ia juga menjadi penyelamat peradaban Islam dari kehancuran akibat serbuan bangsa Mongol dan Tatar, serta Pasukan Salib.
Refleksi Pendidikan Dinasti Abbasiyah Asri, Nurul; Rizkiyah, Azdiva Miftahur; Roza, Ellya
Hamalatul Qur'an : Jurnal Ilmu Ilmu Alqur'an Vol. 5 No. 2 (2024): December 2024
Publisher : Pondok Pesantren Hamalatul Qur'an Jogoroto Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/hq.v5i2.321

Abstract

Pendidikan dan pengajaran Islam terus berkembang hingga memberikan konsep tersendiri terhadap ilmu pengetahuan yang tumbuh dan berkembang dalam kehidupan masyarakat. Berkembangnya intelektual pada masa dinasti Abbasiyah berdampak juga pada perkembangan pendidikan pada masa itu. Hal ini ditunjukkan dengan perpustakaan besar seperti Baitul Hikmah, masjid, madrasah, sekolah, dan istana sebagai tempat belajar. Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk mengkaji kembali perkembangan ilmu pendidikan pada masa dinasti Abbasiyah. Pada masa ini dikenal dengan sebutan masa golden age umat Islam dari segala aspek kehidupan. Penelitian ini menggunakan metode library research atau studi kepustakaan yang menggunakn sumber data yang menjadi koleksi perpustakaan dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Kemudian dilkukan content analisis terhadap data yang diperoleh. Hasil yang ditemukan menunjukkan bahwa pendidikan pada masa dinasti Abbasiyah mulai terstruktur dengan adanya madrasah dan lembaga pendidikan formal yang menawarkan kurikulum yang lebih sistematis sehingga menjadikan pendidikan lebih aksesibel bagi berbagai kalangan. Kecintaan para khalifah dan masyarakat terhadap ilmu, keberagaman etnis dan budaya. memberikan dampak pada terciptanya lingkungan yang kaya untuk membuat pertukaran ide dan pengetahuan, berkontribusi pada kemajuan pendidikan dan intelektual pada masa Dinasti. Hal ini tidak hanya dirasakan oleh masyarakat pada saat itu, tetapi juga meninggalkan warisan yang mempengaruhi perkembangan pendidikan di dunia Islam dan Eropa pada masa-masa berikutnya.
Shalahuddin Al-Ayyubi: Sang Legendaris Di Balik Pembebasan Yerusalem Hawary, M. Shofiyyur Rahman; Syah, , M. Akil Fathur Rahman; Roza, Ellya
Hamalatul Qur'an : Jurnal Ilmu Ilmu Alqur'an Vol. 5 No. 2 (2024): December 2024
Publisher : Pondok Pesantren Hamalatul Qur'an Jogoroto Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/hq.v5i2.344

Abstract

Artikel ini membahas peran penting Shalahuddin Al-Ayyubi dalam pembebasan Yerusalem selama perang salib pada abad ke-12. Salahuddin, sebagai pemimpin Muslim visioner, tidak hanya dikenal karena strategi militernya yang brilian, tetapi juga karena sikapnya yang adil dan kebijaksanaannya dalam memimpin. Artikel ini menggunakan penelitian kualitatif historis dengan mengumpulkan data primer dan sekunder dari perpustakaan atau library research. Adapun pendekatan yang dilakukan, penelitian ini menggunakan pendekatan analitik dengan tehnik analisis teks. Dengan menganalisis dan menelusuri latar belakang sejarah dan konteks politik saat itu. Artikel ini mengungkapkan perjalanan Shalahuddin dalam menyatukan dunia Islam dan melawan penindasan. Melalui kemenangan di pertempuran Hattin, ia berhasil merebut kembali Yerusalem dan mengembalikan statusnya sebagai pusat spiritual bagi umat Islam. Artikel ini juga mengeksplorasi warisan yang ditinggalkan Salahuddin, yang hingga kini tetap menjadi simbol keberanian dan persatuan dalam sejarah Islam.
PERAN KHALIFAH ABDURRAHMAN AL-NASHIR DALAM PENDIDIKAN ISLAM DI CORDOVA SPANYOL Alvionita, Mila; Roza, Ellya
Tajdid Vol 7 No 2 (2023): Oktober
Publisher : LP2M IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/tadjid.v7i2.2442

Abstract

Tujuan dari artikel ini yaitu untuk mengetahui sejarah serta peranan Khalifah Abdurrahman An-nasir dalam pendidikan Islam di Cordoba, Spanyol. Abdurrahman an-Nasir, atau lebih dikenal dengan Abdurrahman III ini memiliki pengalaman di bidang militer dan menyukai ilmu pengetahuan, sehingga ia dianggap sebagai orang yang kompeten dan cerdas. Dalam artikel ini digunakan penelitian kepustakaan, dimana peneliti memperoleh bahan penelitian berdasarkan literatur yang berbeda-beda dan menggunakan pendekatan kualitatif, karena bahan yang dihasilkan berupa kata-kata atau uraian. Berdasarkan hasil penelitian, Abdurrahman an-Nasir berperan sangat besar dalam perkembangan Pendidikan, pada masanya, ia mendirikan Universitas Cordoba, yang mencakup beragam studi seperti sejarah alam, astronomi, kimia, geografi, matematika, kedokteran, hukum dan filsafat. Lembaga pendidikan ini memiliki perpustakaan universitas dengan ratusan ribu buku. Buku-buku ini disediakan oleh beberapa universitas Islam di negara lain, termasuk Yunani. Dengan dukungan anggaran pendidikan yang cukup besar, buku-buku dari berbagai negara didatangkan ke Spanyol, termasuk buku-buku terjemahan bahasa Arab dari Bagdad dan Yunani.
JEJAK MAKAM SYEKH MAHMUD DI KOMPLEK PAPAN TINGGI SEBAGAI PUSAT SEJARAH DI TAPANULI SELATAN Rahmi, Hanifah; Fadilla, Nurul; Febrianti, Elda; Roza, Ellya
SOCIETY Vol. 16 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Universitas Islam Negeri Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/society.v16i2.13505

Abstract

Barus sendiri dikenal sebagai pintu gerbang masuknya Islam ke Indonesia, dengan aktivitas perdagangan yang melibatkan pedagang dari berbagai negara. Keberadaan makam ini menjadi bukti nyata akan pengaruh awal Islam di wilayah ini dan menarik minat wisatawan baik lokal maupun internasional untuk melakukan ziarah. Selain itu, masyarakat sekitar telah mengembangkan usaha kecil untuk mendukung pariwisata religi ini, meskipun mayoritas penduduk desa adalah non-Muslim. Secara keseluruhan, makam Syekh Mahmud tidak hanya berfungsi sebagai tempat peristirahatan terakhir tetapi juga sebagai simbol penting dalam sejarah penyebaran Islam di Indonesia dan menjadi salah satu destinasi wisata religi yang menarik. Kata kunci: Barus, Jejak sejarah, Pusat Ziarah
Recontextualizing the City of Medina as the Epicenter of Islamic Education During the Time of the Prophet Muhammad, Peace Be Upon Him Kurnia, Nia; Ningsih, Fitria; Roza, Ellya
Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan Vol. 23 No. 1 (2026): Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan (AJAIP)
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/ajaip.2026.vol23(1).25526

Abstract

This article discusses the role of Medina as a center of Islamic scholarship and education during the time of the Prophet Muhammad (peace be upon him). After the migration from Mecca, the Prophet Muhammad made Medina not only the center of government, but also the center of civilization and the development of Islamic knowledge. Educational activities during that period took place through several institutions such as the Prophet's Mosque, Suffah, and Kuttāb, which served as means of fostering faith, worship, morals, and literacy among the Muslim community. This study examines in depth the Islamic education system in Medina during the time of the Prophet Muhammad (peace be upon him), which includes educational institutions, the role of the companions as teachers, and the learning methods applied by the Prophet Muhammad (peace be upon him) as the main educator with the support of his companions who also acted as teachers. The educational methods applied included exemplary behavior (uswah ḥasanah), dialogue, habituation, memorization of the Qur'an, and the dispatch of teachers to various regions. This research uses a literature study method with a descriptive qualitative approach to examine primary and secondary sources regarding the Islamic education system during the time of the Prophet Muhammad (peace be upon him), using in-depth analysis and a literature review. The results of the study show that education in Medina is integral, inclusive, and oriented towards the formation of a well-rounded personality, covering cognitive, spiritual, social, and moral aspects. The education system established by the Prophet Muhammad in Medina became the main foundation for the birth of a sustainable Islamic scholarly tradition that remains relevant as a model for Islamic education throughout the ages, integrating structured institutions, competent teaching staff, and effective learning methods.
The Transformation of Education from Home to Kuttab: Early Islamic Educational Institutions in the Time of the Prophet PBUH Al Ghifari, Mahdini; Anugerah, Muhammad Ruvi; Muhajir, Sapuani; Roza, Ellya
Journal of English Language and Education Vol 11, No 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jele.v11i2.1919

Abstract

Islamic education during Prophet Muhammad's (PBUH) era evolved from secretive home-based learning in Mecca to structured institutions in Medina amid social-political challenges. This study aims to analyze this transformation from home and Dar al-Arqam to mosque, Suffah, and Kuttab for adaptive modern models. It employs qualitative systematic literature review (SLR) via PRISMA, targeting literature on early Islamic education (1972-2025) from Google Scholar and Scopus; purposive sampling yielded 30 sources until theoretical saturation. Instruments include documentation and content observation, analyzed via Miles-Huberman's reduction-display-conclusion with source triangulation. Findings reveal dynamic shifts: Dar al-Arqam for tauhid foundations, mosques for multifunctional halaqah, Suffah for poor scholars' regeneration, and post-Badr Kuttab for Quranic literacy. In conclusion, this holistic, adaptive model integrates faith, knowledge, and skills, offering curriculum reconstruction for digital disruptions.
The Role of the Naqshbandiyah Order as an Islamic Educational Institution in Riau Supianto, Supianto; Apriansah, Feri; Roza, Ellya
Journal of English Language and Education Vol 11, No 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jele.v11i2.2002

Abstract

Background: Tarekat Naqsabandiyah serves as a vital non-formal Islamic educational institution in Riau, Indonesia, integrating spiritual practices like suluk and dhikr khafi with moral and social formation amid modern challenges. Purpose: This study examines the role of Tarekat Naqsabandiyah as an Islamic educational institution in Riau. Method: Qualitative library research employs a historical-sociological approach. Population and Sample: Population comprises literature on Tarekat Naqsabandiyah in Riau (2000–2025); purposive sampling yields 50 key documents. Instruments and Data Analysis: Documents from Google Scholar undergo descriptive-analytic analysis with thematic coding and triangulation. Results: Findings reveal suluk, halaqah, and khalifah systems foster spiritual-moral character, with adaptations like digital literacy and social services ensuring relevance. Conclusion: Tarekat Naqsabandiyah sustains transformative Islamic education, recommending empirical field studies for future research. 
Recontextualizing the City of Medina as the Epicenter of Islamic Education During the Time of the Prophet Muhammad, Peace Be Upon Him Kurnia, Nia; Ningsih, Fitria; Roza, Ellya
Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan Vol. 23 No. 1 (2026): Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan (AJAIP)
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/ajaip.2026.vol23(1).25526

Abstract

This article discusses the role of Medina as a center of Islamic scholarship and education during the time of the Prophet Muhammad (peace be upon him). After the migration from Mecca, the Prophet Muhammad made Medina not only the center of government, but also the center of civilization and the development of Islamic knowledge. Educational activities during that period took place through several institutions such as the Prophet's Mosque, Suffah, and Kuttāb, which served as means of fostering faith, worship, morals, and literacy among the Muslim community. This study examines in depth the Islamic education system in Medina during the time of the Prophet Muhammad (peace be upon him), which includes educational institutions, the role of the companions as teachers, and the learning methods applied by the Prophet Muhammad (peace be upon him) as the main educator with the support of his companions who also acted as teachers. The educational methods applied included exemplary behavior (uswah ḥasanah), dialogue, habituation, memorization of the Qur'an, and the dispatch of teachers to various regions. This research uses a literature study method with a descriptive qualitative approach to examine primary and secondary sources regarding the Islamic education system during the time of the Prophet Muhammad (peace be upon him), using in-depth analysis and a literature review. The results of the study show that education in Medina is integral, inclusive, and oriented towards the formation of a well-rounded personality, covering cognitive, spiritual, social, and moral aspects. The education system established by the Prophet Muhammad in Medina became the main foundation for the birth of a sustainable Islamic scholarly tradition that remains relevant as a model for Islamic education throughout the ages, integrating structured institutions, competent teaching staff, and effective learning methods.
Co-Authors A, FAIZAL Abdul Ghoni Abu Bakar Adelin, Muhammad Adellin, Muhammad Adhistia, Suci Kirani Aflizah, Nur Afrida Afrida Afrida Afriza, Afriza Al Ghifari, Mahdini Alvionita, Mila Amyus, Randi Saputra Anugerah, Muhammad Ruvi Apip, M. Apriansah, Feri Aqila, Muhammad Fariz Arrahim, Taufik Eka Osvi Arsita, Wina Asri, Nurul Atlis, Linda Dea Attoillah, Muhammad Farhan Ayudia Pama, Sindi Ayudia, Sindi Ayudia Azhar, Danny Azwanda, Yuri El Hanif Banjarnaor, Riadi Beggy, Miranda bin Nik Hasan, Nik Abdul Rakib bin Nik Hasan, Nik Abdul Rakib bin Busra, Aminudin Cut Raudhatul Miski Dahrani, Dahrani Dalillah, Aupi Damayanty, Rizka Dari, Sri Wulan Dea Atlis, Linda Dina Febrina Dzikra, Aulia Mar'atu ERLANDA, TAMA Fadilah, Yosi Fadilla, Nurul Farhanaldi, Zaekly Fauzana, Muhammad Ikhsan Febriani, Riska Suci Febrianti, Elda fitria ningsih Fuadi, M. Fadhil Gita Morinda, Claudio Habib Abdullah, Habib Hamami, Abdul Rasyid HANIFAH RAHMI Hawary, M. Shofiyyur Rahman Hayuningtyas, Pawestri HENDRA GUNAWAN B11211055 Hendrizal Hendrizal Hestivik, Chelsi Husin, Norhazlina Ilham Wahyudi Ilman, Nabil Inayah Pama, Violeta Iriani, Umi Jezy, Ahmad Johanda Johanda Jumrotun, Siti Kalipke, Mohamad Agar Khadijah, Khairiyah Khairina Khairina, Khairina Khairunisa, Aulia Lyadi, Muslim Madaniyah, Madaniyah Mardiah Mardiah Martiana, Wilsa Martius Martius Masduki Masduki Miski, Cut Raudhatul Muhajir, Sapuani Muhammad Ridwan MUHAMMAD TAUFIK Muharriyadi, Muharriyadi Murni Murni Murny Murny Mustika, Anik Indra Nangim, Ngainun Nia Kurnia Nopel, Perisi Nurhasanah Nurhasanah NURHASNAWATI NURHASNAWATI Nury, Ahmad Osvi Arrahim, Taufik Eka Eka Pahlepi, Anisa Pama, Sindi Ayudia Pama, Violeta Inayah Rifaldi, Muhammad Rizadiliyawati, Rizadiliyawati Rizka Damayanti Rizkiyah, Azdiva Miftahur Rohadi Rohadi Rohaini, Yespi RR. Ella Evrita Hestiandari Ruliany, Suci Rustam -, Rustam Saiyah, Ita Samsuri Lubis, Nasib Santika , Mira Sari, Dwi Nofika Septiani, Iga Shihabuddin, Ahmad Sindo, Pablo Sukma Erni Supianto Supianto, Supianto Syah, , M. Akil Fathur Rahman Syahputra, Andri Syahri, Hanifa Syarif Syarif Tohar, Ahmadin Ahmad Ulfa, Intan Jamilah Utari, Nur Yasnel, Yasnel Yudistira, Srikandi Yuhasnita, Yuhasnita