p-Index From 2021 - 2026
10.463
P-Index
This Author published in this journals
All Journal MANUSKRIPTA Sosial Budaya Indonesian Journal of Integrated English Language Teaching Nazharat: Jurnal Kebudayaan Wawasan : Jurnal Ilmiah Agama dan Sosial Budaya EL-IDARE: JURNAL MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM KALPATARU: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah Jurnal SOLMA Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Islamic Management: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI TSAQAFAH Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan Al-Ta'lim Al-Qalam HIKMAH : JURNAL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Ta'dib: Jurnal Pendidikan Islam BENING Jurnal Cahaya Mandalika Kreatif: Jurnal Pemikiran Pendidikan Agama Islam TAJDID: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Kemanusiaan Jurnal Manajemen Pendidikan Al Hadi Journal of English Language and Education Education Achievement: Journal of Science and Research Hamalatul Qur'an : Jurnal Ilmu Ilmu Al-Qur'an Tasnim Journal for Community Service Al-MIKRAJ: Jurnal studi Islam dan Humaniora Society : Jurnal Jurusan Tadris IPS Al-Aulia: Jurnal Pendidikan dan Ilmu-Ilmu Keislaman TSAQIFA NUSANTARA: Jurnal Pembelajaran dan Isu-Isu Sosial Histeria: Jurnal Ilmiah Sosial dan Humaniora Jurnal Al-Kifayah: Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Innovative: Journal Of Social Science Research Journal International Dakwah and Communication Jurnal Pendidikan Sosial dan Konseling Baitul Hikmah: Jurnal Ilmiah Keislaman JIM: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Sejarah Jurnal Sejarah Peradaban Islam Islah: Journal of Islamic Literature and History VISA: Journal of Vision and Ideas Journal of Education and Islamic Contemporary Issue
Claim Missing Document
Check
Articles

PERKEMBANGAN PERADABAN ISLAM DI MESIR PADA ERA DINASTI FATIMIYAH Lyadi, Muslim; Roza, Ellya
Jurnal Cahaya Mandalika ISSN 2721-4796 (online) Vol. 3 No. 1 (2022)
Publisher : Institut Penelitian Dan Pengambangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembahasan dalam artikel ini mengupas tentang pengaruh Dinasti Fatimiyah terhadap perkembangan Peradaban Islam di Mesir. Kebaruan dari penelitian ini adalah ruang lingkup penelitian yang berfokus pada perkembangan Peradaban dan budaya yang digunakanya. Adapun pendekatan penelitian yang dilakukan peneliti yaitu dengan metode secara studi kepustakaan yang memperoleh data melalui bacaan yang berkaitan dengan penelitian yang dibahas, seperti buku, majalah, jurnal, dan lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Dinasti Fatimiyah termasuk Dinasti Syi’ah yang didirikan oleh Ubaidillah Al-Mahdi. Dinasti ini berkuasa dari tahun 909 M sampai dengan tahun 1171 M, atas dasar legitimasi klaim keturunan Nabi lewat Fahtimah dan Ali bin Abi Thalib dari Ismail anak Jafar Sidik. Dinasti ini didirikan sebagai tandingan bagi penguasa dunia muslim saat itu yang terpusat di Bagdad, yaitu Bani Abbasiyah. Wilayah kekuasaan Dinasti Fatimiyah meliputi Afrika Utara, Mesir, dan Suriah. Pada masa Dinasti Fatimiyah, lembaga peradaban yang digunakan sebagai basis pengembangan peradaban terdiri dari; Masjid, Istana, Perpusakaan, Dar al-‘Ilm atau biasa disebut Jamiah Ilmiyah Akademi (lembaga riset) dan Al Azhar. Universitas Al-azhar merupakan lembaga peradaban tinggi, sekaligus menjadi bukti sejarah peradaban Dinasti Fatimiyah dalam pengembangan peradaban, dan sampai sekarang menjadi kiblat peradaban yang bernuansa Islam. Alasan keberadaan Al Azhar sebagai Univeritas yang terkait erat dengan perkembangan peradaban Islam pada masa Dinasti Fatimiyah, antara lain: Pertama Sistem Pembelajaran di Al Azhar Kedua Kurikulum pembelajaran Al – Azhar, dan ketiga Peran Al Azhar Dalam Produksi Ulama..
Kinerja Akbar Khan (1556-1605 M) dalam Memimpin Dinasti Mugholdi India Hestivik, Chelsi; Fadilah, Yosi; Yudistira, Srikandi; Roza, Ellya
VISA: Journal of Vision and Ideas Vol. 5 No. 1 (2025): Journal of Vision and Ideas (VISA)
Publisher : IAI Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/visa.v5i1.6205

Abstract

The Mughal dynasty (1256-1858 AD) was the largest Muslim power in the Indian subcontinent, founded by Zahiruddin Babur, one of the grandsons of Timur Lenk. The Mughal Empire reached its peak during the reign of Akbar (1556-1605 AD). Akbar Khan is known as Sultan Abdul Fath Jalaluddin Akbar Khan. As one of the main rulers, Akbar was known for his policy of religious tolerance, supporting the presence of Hindus and Muslims, which became the basis for social stability under his rule. Under Akbar's rule, the sultanate not only developed politically and militarily, but also in the fields of economy, education, architecture, art, culture, and religion. This article aims to highlight the achievements of Akbar Khan, one of the kings who led the Mughal dynasty. Akbar contributed to the expansion of Mughal territory through strategic conquests, providing access to resources and increasing the wealth of the kingdom. He was also involved in administrative management and political strategy aimed at consolidating central powers, overcoming insurgencies and establishing diplomatic relations with regional powers.  
Technology Based Self-Reflection As A Tool For Enhancing Professional Development: A Pre-Service English Teacher Perception Murny, Murny; Ruliany, Suci; Martius, Martius; Roza, Ellya; Nurhasnawati, Nurhasnawati
Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 11 No. 03 (2022): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v11i03.4601

Abstract

Self-reflection is one way that can apply to the pre-service teachers to produce an excellent teaching-learning process. This study aims to investigate the pre-service teacher's perception of self-reflection by using technology and what efforts they made to provide self-reflection by using technology. The design of this study is descriptive quantitative and qualitative research. This research involved twenty pre-service English teachers in Riau Province. The data was collected through e-questionnaires and individual interviews, which obtained pre-service teacher perception toward self-reflection by using technology and the efforts that integrated it with technology. After the data analysed, it found that pre-service English teacher has good perception toward self-reflection but still need improvement. The study underscores the importance of integrating technology into professional development initiatives and highlights the benefits of self-reflection in promoting teacher growth and effectiveness. These findings have implications for teacher education programs and can inform the design and implementation of professional development strategies to better support pre-service English teachers in their journey towards becoming proficient educators.
Perjalanan Kejayaan Kerajaan Safawi Masa Abbas I dan Regresi Kerajaan Safawi Di Persia Sepeninggal Abbas I Dzikra, Aulia Mar'atu; Febrina, Dina; Roza, Ellya
Hamalatul Qur'an : Jurnal Ilmu Ilmu Alqur'an Vol. 5 No. 2 (2024): December 2024
Publisher : Pondok Pesantren Hamalatul Qur'an Jogoroto Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/hq.v5i2.261

Abstract

After Shah Abbas I died in 1629, the Safawi Kingdom began to decline. Abbas I brought Safawi to the pinnacle of glory with political stability, a strong military, and a thriving economy. However, his successor, Shah Safi I, was unable to maintain the achievement. His government was weakened by reliance on incompetent advisers and widespread corruption. In addition, external threats such as the Ottoman and Uzbek Empire attacks further exacerbated the situation. They took advantage of the Safavid weakness to expand their territory and undermine the stability of the kingdom. The previously prosperous economy also began to collapse due to the inability of the rulers to manage trade. Various rebellions and internal conflicts have further undermined the Safavid power. The rulers after Abbas I were unable to restore political and economic power, which ultimately led the kingdom to collapse in the mid-18th century. This paper examines the factors that led to the decline of the Safavid post-Abbas I.
Jejak Sejarah : Menilik Kejayaan Kerajaan Turki Utsmani Syahri, Hanifa; Martiana, Wilsa; Roza, Ellya
Hamalatul Qur'an : Jurnal Ilmu Ilmu Alqur'an Vol. 5 No. 2 (2024): December 2024
Publisher : Pondok Pesantren Hamalatul Qur'an Jogoroto Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/hq.v5i2.262

Abstract

Tercatat dalam sejarah Kerajaan Usmani di Turki merupakan kerajaan yang pertama berdiri, juga yang terbesar dan paling lama bertahan jika di bandingkan dengan dua kerajaan lain. Kerajaan lain yang dimaksud yaitu Mughal dan safawi Persia. Kerajaan tersebut juga telah memberikan banyak kontribusi bagi perkembangan peradaban Islam sehingga kerajaan ini menarik untuk dikaji. Fokus pembahasan pada artikel ini meliputi sejarah berdirinya kerajaan turki utsmani serta kejayaan dimasanya terutama pada masa Sultan Sulaiman Al-Qanuni. Dimana Pada masa pemerintahannya mampu membawa kejayaan bagi Kesultanan Turki Utsmaniyah. Metode penelitian yang dipakai yaitu metode penelitian studi kepustakaan dengan pendekatan kualitatif kemudian dilanjutkan dengan konten analisis. Dari referensi yang ada, menunjukkan terdapat banyak kemajuan-kemajuan yang dilakukan kerajaan Turki Usmani, baik dalam bidang kebudayaan, politik, kemiliteran, dan pemerintahan. Hasil temuan dapat disimpulkan bahwa salah satu kejayaan terbesar dari Kerajaan Turki Usmani adalah kejayaan di bidang militer dibuktikan dengan luasnya daerah-daerah penaklukan yang dilakukan oleh Kerajaan Turki Usmani.
Jejak Sejarah : Menilik Kejayaan Kerajaan Turki Utsmani Syahri, Hanifa; Martiana, Wilsa; Roza, Ellya
Hamalatul Qur'an : Jurnal Ilmu Ilmu Alqur'an Vol. 5 No. 2 (2024): December 2024
Publisher : Pondok Pesantren Hamalatul Qur'an Jogoroto Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/hq.v5i2.264

Abstract

Tercatat dalam sejarah Kerajaan Usmani di Turki merupakan kerajaan yang pertama berdiri, juga yang terbesar dan paling lama bertahan jika di bandingkan dengan dua kerajaan lain. Kerajaan lain yang dimaksud yaitu Mughal dan safawi Persia. Kerajaan tersebut juga telah memberikan banyak kontribusi bagi perkembangan peradaban Islam sehingga kerajaan ini menarik untuk dikaji. Fokus pembahasan pada artikel ini meliputi sejarah berdirinya kerajaan turki utsmani serta kejayaan dimasanya terutama pada masa Sultan Sulaiman Al-Qanuni. Dimana Pada masa pemerintahannya mampu membawa kejayaan bagi Kesultanan Turki Utsmaniyah. Metode penelitian yang dipakai yaitu metode penelitian studi kepustakaan dengan pendekatan kualitatif kemudian dilanjutkan dengan konten analisis. Dari referensi yang ada, menunjukkan terdapat banyak kemajuan-kemajuan yang dilakukan kerajaan Turki Usmani, baik dalam bidang kebudayaan, politik, kemiliteran, dan pemerintahan. Hasil temuan dapat disimpulkan bahwa salah satu kejayaan terbesar dari Kerajaan Turki Usmani adalah kejayaan di bidang militer dibuktikan dengan luasnya daerah-daerah penaklukan yang dilakukan oleh Kerajaan Turki Usmani.
Kemunculan Dinasti Mamluk Di Mesir Penyelamat Peradaban Islam Gunawan, Hendra; Rifaldi, Muhammad; Roza, Ellya
Hamalatul Qur'an : Jurnal Ilmu Ilmu Alqur'an Vol. 5 No. 2 (2024): December 2024
Publisher : Pondok Pesantren Hamalatul Qur'an Jogoroto Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/hq.v5i2.265

Abstract

Dinasti Mamluk/Mamalik adalah sebuah dinasti Islam yang pernah muncul di Mesir, yang saat itu Mesir menjadi salah satu wilayah Islam yang selamat dari prahara dunia yang dahsyat akibat serbuan bangsa Mongol, baik yang dipimpin oleh Hulagu Khan maupan Timur Lenk. Dinasti ini dikenal dengan nama Mamluk karena dinasti ini didirikan oleh para bekas budak. Dinasti Mamluk menghasilkan banyak peradaban, mulai dari bidang ekonomi, ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek), monumen-monumen yang berupa bangunan-bangunan bersejarah, seperti masjid, madrasah, kompleks makam, rumah sakit dan perpustakaan. Ia juga menjadi penyelamat peradaban Islam dari kehancuran akibat serbuan bangsa Mongol, Tatar, dan Pasukan Salib. Penulisan ini menggunakan metode studi kepustakaan dengan pendekatan kualitatif. Kemudian dilanjutkan dengan konten analisis. yang tahapannya meliputi heuristik (pengumpulan data), yang dikutip dari buku buku sejarah dan karya ilmiah tentang sejarah dinasti mamluk. Hasil yang ditemukan Dinasti Mamluk mewariskan banyak peradaban mulai dari bidang ekonomi, politik, pemerintahan, arsitektur dan pembangunan, ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) monumen-monumen yang berupa bangunan-bangunan bersejarah, seperti masjid, madrasah, kompleks makam, rumah sakit dan per pustakaan. Ia juga menjadi penyelamat peradaban Islam dari kehancuran akibat serbuan bangsa Mongol dan Tatar, serta Pasukan Salib.
Refleksi Pendidikan Dinasti Abbasiyah Asri, Nurul; Rizkiyah, Azdiva Miftahur; Roza, Ellya
Hamalatul Qur'an : Jurnal Ilmu Ilmu Alqur'an Vol. 5 No. 2 (2024): December 2024
Publisher : Pondok Pesantren Hamalatul Qur'an Jogoroto Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/hq.v5i2.321

Abstract

Pendidikan dan pengajaran Islam terus berkembang hingga memberikan konsep tersendiri terhadap ilmu pengetahuan yang tumbuh dan berkembang dalam kehidupan masyarakat. Berkembangnya intelektual pada masa dinasti Abbasiyah berdampak juga pada perkembangan pendidikan pada masa itu. Hal ini ditunjukkan dengan perpustakaan besar seperti Baitul Hikmah, masjid, madrasah, sekolah, dan istana sebagai tempat belajar. Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk mengkaji kembali perkembangan ilmu pendidikan pada masa dinasti Abbasiyah. Pada masa ini dikenal dengan sebutan masa golden age umat Islam dari segala aspek kehidupan. Penelitian ini menggunakan metode library research atau studi kepustakaan yang menggunakn sumber data yang menjadi koleksi perpustakaan dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Kemudian dilkukan content analisis terhadap data yang diperoleh. Hasil yang ditemukan menunjukkan bahwa pendidikan pada masa dinasti Abbasiyah mulai terstruktur dengan adanya madrasah dan lembaga pendidikan formal yang menawarkan kurikulum yang lebih sistematis sehingga menjadikan pendidikan lebih aksesibel bagi berbagai kalangan. Kecintaan para khalifah dan masyarakat terhadap ilmu, keberagaman etnis dan budaya. memberikan dampak pada terciptanya lingkungan yang kaya untuk membuat pertukaran ide dan pengetahuan, berkontribusi pada kemajuan pendidikan dan intelektual pada masa Dinasti. Hal ini tidak hanya dirasakan oleh masyarakat pada saat itu, tetapi juga meninggalkan warisan yang mempengaruhi perkembangan pendidikan di dunia Islam dan Eropa pada masa-masa berikutnya.
Shalahuddin Al-Ayyubi: Sang Legendaris Di Balik Pembebasan Yerusalem Hawary, M. Shofiyyur Rahman; Syah, , M. Akil Fathur Rahman; Roza, Ellya
Hamalatul Qur'an : Jurnal Ilmu Ilmu Alqur'an Vol. 5 No. 2 (2024): December 2024
Publisher : Pondok Pesantren Hamalatul Qur'an Jogoroto Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/hq.v5i2.344

Abstract

Artikel ini membahas peran penting Shalahuddin Al-Ayyubi dalam pembebasan Yerusalem selama perang salib pada abad ke-12. Salahuddin, sebagai pemimpin Muslim visioner, tidak hanya dikenal karena strategi militernya yang brilian, tetapi juga karena sikapnya yang adil dan kebijaksanaannya dalam memimpin. Artikel ini menggunakan penelitian kualitatif historis dengan mengumpulkan data primer dan sekunder dari perpustakaan atau library research. Adapun pendekatan yang dilakukan, penelitian ini menggunakan pendekatan analitik dengan tehnik analisis teks. Dengan menganalisis dan menelusuri latar belakang sejarah dan konteks politik saat itu. Artikel ini mengungkapkan perjalanan Shalahuddin dalam menyatukan dunia Islam dan melawan penindasan. Melalui kemenangan di pertempuran Hattin, ia berhasil merebut kembali Yerusalem dan mengembalikan statusnya sebagai pusat spiritual bagi umat Islam. Artikel ini juga mengeksplorasi warisan yang ditinggalkan Salahuddin, yang hingga kini tetap menjadi simbol keberanian dan persatuan dalam sejarah Islam.
PERAN KHALIFAH ABDURRAHMAN AL-NASHIR DALAM PENDIDIKAN ISLAM DI CORDOVA SPANYOL Alvionita, Mila; Roza, Ellya
Tajdid Vol 7 No 2 (2023): Oktober
Publisher : LP2M IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/tadjid.v7i2.2442

Abstract

Tujuan dari artikel ini yaitu untuk mengetahui sejarah serta peranan Khalifah Abdurrahman An-nasir dalam pendidikan Islam di Cordoba, Spanyol. Abdurrahman an-Nasir, atau lebih dikenal dengan Abdurrahman III ini memiliki pengalaman di bidang militer dan menyukai ilmu pengetahuan, sehingga ia dianggap sebagai orang yang kompeten dan cerdas. Dalam artikel ini digunakan penelitian kepustakaan, dimana peneliti memperoleh bahan penelitian berdasarkan literatur yang berbeda-beda dan menggunakan pendekatan kualitatif, karena bahan yang dihasilkan berupa kata-kata atau uraian. Berdasarkan hasil penelitian, Abdurrahman an-Nasir berperan sangat besar dalam perkembangan Pendidikan, pada masanya, ia mendirikan Universitas Cordoba, yang mencakup beragam studi seperti sejarah alam, astronomi, kimia, geografi, matematika, kedokteran, hukum dan filsafat. Lembaga pendidikan ini memiliki perpustakaan universitas dengan ratusan ribu buku. Buku-buku ini disediakan oleh beberapa universitas Islam di negara lain, termasuk Yunani. Dengan dukungan anggaran pendidikan yang cukup besar, buku-buku dari berbagai negara didatangkan ke Spanyol, termasuk buku-buku terjemahan bahasa Arab dari Bagdad dan Yunani.
Co-Authors A, FAIZAL Abdul Ghoni Abu Bakar Adelin, Muhammad Adellin, Muhammad Adhistia, Suci Kirani Aflizah, Nur Afrida Afrida Afrida Afriza, Afriza Ainur Ridho, Kamila Al Ghifari, Mahdini Alvionita, Mila Amyus, Randi Saputra Anugerah, Muhammad Ruvi Apip, M. Apriansah, Feri Aqila, Muhammad Fariz Arrahim, Taufik Eka Osvi Arsita, Wina Asri, Nurul Atlis, Linda Dea Attoillah, Muhammad Farhan Ayudia Pama, Sindi Ayudia, Sindi Ayudia Azhar, Danny Azwanda, Yuri El Hanif Banjarnaor, Riadi Beggy, Miranda bin Nik Hasan, Nik Abdul Rakib bin Nik Hasan, Nik Abdul Rakib bin Busra, Aminudin Cut Raudhatul Miski Dahrani, Dahrani Dalillah, Aupi Damayanty, Rizka Damnur, Juliani Dari, Sri Wulan Dea Atlis, Linda Devi Arisanti Dina Febrina Dzikra, Aulia Mar'atu ERLANDA, TAMA Fadilah, Yosi Fadilla, Nurul Farhanaldi, Zaekly Fauzana, Muhammad Ikhsan Febriani, Riska Suci Febrianti, Elda Fikri, Rijalul fitria ningsih Fuadi, M. Fadhil Gita Morinda, Claudio Habib Abdullah, Habib Hamami, Abdul Rasyid HANIFAH RAHMI Hawary, M. Shofiyyur Rahman Hayuningtyas, Pawestri HENDRA GUNAWAN B11211055 Hendrizal Hendrizal Hestivik, Chelsi Husin, Norhazlina Ilham Wahyudi Ilman, Nabil Inayah Pama, Violeta Iriani, Umi Jezy, Ahmad Johanda Johanda Jumrotun, Siti Kalipke, Mohamad Agar Khadijah, Khairiyah Khairina Khairina, Khairina Khairunisa, Aulia Lyadi, Muslim Madaniyah, Madaniyah Mardiah Mardiah Martiana, Wilsa Martius Martius Masduki Masduki Miski, Cut Raudhatul Mona Sari, Amelia Muhajir, Sapuani Muhammad Ridwan MUHAMMAD TAUFIK Muharriyadi, Muharriyadi Murni Murni Murny Murny Mustika, Anik Indra Nangim, Ngainun Nia Kurnia Nopel, Perisi Nur Aisyah Zulkifli Nurhasanah Nurhasanah NURHASNAWATI NURHASNAWATI Nurul Adila Nurwijayanti Nury, Ahmad Osvi Arrahim, Taufik Eka Eka Pahlepi, Anisa Pama, Sindi Ayudia Pama, Violeta Inayah Rifaldi, Muhammad Ristiani , Ririn Rizadiliyawati, Rizadiliyawati Rizka Damayanti Rizkiyah, Azdiva Miftahur Rohadi Rohadi Rohaini, Yespi RR. Ella Evrita Hestiandari Ruliany, Suci Rustam -, Rustam Saiyah, Ita Sakilah Samsuri Lubis, Nasib Santika , Mira Sari, Dwi Nofika Septiani, Iga Shihabuddin, Ahmad Sindo, Pablo Sukma Erni Supianto Supianto, Supianto Syah, , M. Akil Fathur Rahman Syahputra, Andri Syahri, Hanifa Syarif Syarif Tohar, Ahmadin Ahmad Ulfa, Intan Jamilah Ulfah, Dhiyaa’ Utari, Nur Vera Sardila Yasnel, Yasnel Yudistira, Srikandi Yuhasnita, Yuhasnita