p-Index From 2021 - 2026
20.091
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Acta Pharmaceutica Indonesia AMALIAH: JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT JURNAL FARMASIMED (JFM) Jurnal Dunia Farmasi Best Journal (Biology Education, Sains and Technology) PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat INTEGRITAS : Jurnal Pengabdian Jurnal Ners ad-Dawaa : Journal of Pharmaceutical Sciences Indonesian Journal of Pharmaceutical and Clinical Research Jurnal Riset Kefarmasian Indonesia Community Development Journal: Jurnal Pengabdian Masyarakat Madaniya Journal of Pharmaceutical and Health Research International Journal Of Science, Technology & Management (IJSTM) Indonesian Journal of Chemical Science and Technology Jurnal Kesehatan Tambusai Jurnal Pengabdian Masyarakat (ABDIRA) Indonesian Journal of Pharmaceutical Education JUKESHUM: Jurnal Pengabdian Masyarakat Jurnal EduHealth FORTE JOURNAL Jurnal Farmanesia Journal of Health and Medical Science International Journal of Health and Pharmaceutical (IJHP) Jurnal Ilmu Psikologi dan Kesehatan Jurnal Farmasi Klinik dan Sains FARMASAINKES PCJN Pharmaceutical and Clinical Journal of Nusantara Jurnal Ilmu Kesehatan dan Gizi Journal of Pharmaceutical and Sciences. FASKES : Jurnal Farmasi, Kesehatan, dan Sains Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vitalitas Medis : Jurnal Kesehatan Dan Kedokteran Obat: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesian Journal of Science and Pharmacy Jurnal Bakti Nusantara Jurnal Sains dan Kesehatan Jurnal Cendekia Ilmiah Journal of Pharmascience
Claim Missing Document
Check
Articles

Aktivitas Antijamur Kitosan Dari Cangkang Kerang Bambu (Solen corneus) Pada Pembuatan Hidrogel Terhadap Trichophyton mentagrophytes Hasibuan , Nabila Hasim; Ridwanto, Ridwanto; Nasution , Haris Munandar; Rani , Zulmai
Journal of Pharmaceutical and Sciences JPS Volume 8 Nomor 3 (2025)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Tjut Nyak Dhien

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36490/journal-jps.com.v8i3.906

Abstract

Background: Hydrogels are topical preparations applied to the skin surface. Chitosan, a compound derived from the deacetylation of chitin, has various benefits, including antifungal activity. Utilizing waste from bamboo clam shells (Solen courneus) collected in Belawan waters as a source of chitosan could provide a sustainable solution for developing antifungal hydrogel formulations. Objective: This study aimed to produce chitosan from bamboo clam shells, formulate it into a stable hydrogel, and evaluate its antifungal activity against Trichophyton mentagrophytes. Methods: This experimental study involved isolating chitosan through deproteinization, demineralization, depigmentation, and deacetylation steps. The resulting chitosan was characterized by moisture content, ash content, yield, solubility, and functional group identification using FTIR spectroscopy. Subsequently, chitosan was formulated into four hydrogel variations (0%, 2%, 4%, and 6%). The hydrogel formulations were evaluated for organoleptic properties, homogeneity, pH, viscosity, spreadability, adhesiveness, and antifungal activity. Results: The produced chitosan exhibited functional groups similar to standard chitosan and a degree of deacetylation of 77.5%. Hydrogel evaluation over three weeks showed good stability, with pH values of 4–6.5, spreadability of 5–7 cm, adhesiveness greater than 1 second, and viscosity ranging from 3,000–50,000 cps, all meeting the required standards. The antifungal test demonstrated that the 6% chitosan hydrogel had the highest inhibition zone (11.5 mm) against Trichophyton mentagrophytes. Conclusion: Chitosan derived from bamboo clam shells was successfully formulated into a stable hydrogel with effective antifungal activity. The 6% concentration exhibited the strongest antifungal effect, indicating its potential as a topical preparation for treating skin fungal infections.
Penetapan Kadar Flavonoid Total dari Fraksi Etil Asetat Daun Sirsak (Annona muricata L.) Dengan Metode Spektrofotometri Uv-Vis Ananda , Nadia; Pulungan, Ainil Fithri; Nasution , Haris Munandar; Daulay , Anny Sartika
Journal of Pharmaceutical and Sciences JPS Volume 8 Nomor 3 (2025)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Tjut Nyak Dhien

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36490/journal-jps.com.v8i3.1023

Abstract

Background: The use of plants as traditional medicine is supported by their bioactive compounds, particularly secondary metabolites such as flavonoids. Soursop leaves (Annona muricata L.) are known to be rich in these compounds; however, quantitative data, especially in specific fractions, remain limited. Determining the total flavonoid content is essential for the standardization of herbal raw materials. Objective: This study aimed to identify the classes of chemical compounds present in the ethanol extract and ethyl acetate fraction of soursop leaves and to determine the total flavonoid content of both samples. Methods: Soursop leaf simplicia was extracted using 70% ethanol by the maceration method. The resulting ethanol extract was then fractionated with ethyl acetate. Phytochemical screening was conducted to identify compound classes, while the determination of total flavonoid content was quantitatively analyzed using the UV-Vis spectrophotometry method with quercetin as the standard. Results: Phytochemical screening revealed that both the ethanol extract and the ethyl acetate fraction tested positive for alkaloids, flavonoids, tannins, and steroids/triterpenoids. The total flavonoid content obtained in the ethanol extract was 31.524 ± 0.1524 mg QE/g, while the ethyl acetate fraction showed a significantly higher content of 41.425 ± 0.1363 mg QE/g. Conclusion: Fractionation with ethyl acetate effectively concentrated flavonoid compounds from the crude soursop leaf extract, as indicated by the higher total flavonoid content in the ethyl acetate fraction. These findings support the potential of the ethyl acetate fraction of soursop leaves as a source of flavonoids for the development of standardized herbal medicines.
Formulasi Dan Karakteristik Fisik Deodorant Stick Dari Ekstrak Etanol Daun Beluntas (Pluchea indica (L.) Less.) Hutagalung, Riris Br; Yuniarti, Rafita; Nasution, Haris Munandar; Lubis, Minda Sari
Journal of Health and Medical Science Volume 4 Nomor 3 Juli 2025
Publisher : CV. Pusdikra Mitra Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/jhms.v4i3.2818

Abstract

Indonesia merupakan negara tropis yang memiliki suhu udara rata-rata yaitu ± 22-32°C yang menyebabkan tubuh berkeringat memicu bau badan yang menggangu. Deodorant sintetis berbahan aluminium dan Paraben kerap dihubungkan dengan iritasi bahkan risiko kanker payudara, sehingga diperlukan alternatif berbahan alam. Daun beluntas (Pluchea indica (L.) Less.) ,kaya flavonoid, dipilih sebagai kandidat senyawa aktif. Penelitian ini bertujuan memformulasikan dan mengetahui karakteristik fisik deodorant stick dari ekstrak etanol daun beluntas (Pluchea indica (L.) Less.) Penelitian eksperimental dimulai dengan pengumpulan, identifikasi, simplisia daun beluntas, serta diikuti ekstraksi,secara maserasi, menggunakan etanol 96% selama lima hari. Ekstrak kental kemudian dimasukkan kedalam empat formula deodorant stick: FO (0%),F1 (1%),F2 (2%), dan F3 (3%). Basis padat terdiri atas Cera Alba, vaselin album, cetyl alcohol, propilen glikol, dan oleum citri. Evaluasi mutu fisik meliputi uji organoleptis, homogenitas, pH, titik lebur, waktu leleh, serta uji iritasi metode open- test pada enam sukarelawan. Hasil uji sediaan deodorant berbentuk padat, berwarna hijau muda sampai hijau tua, mempunyai aroma yang khas, homogen, mempunyai pH kurang lebih 6,3-64 ,titik lebur kurang lebih 67,3-67,8°C, waktu leleh 23-25 menit serta aman digunakan karena tidak menyebabkan iritasi. Dengan demikian, sediaan deodorant stick ekstrak etanol daun beluntas telah memenuhi syarat karakteristik mutu fisik dan dinyatakan aman digunakan sebagai deodorant berbahan alam.
Uji Efek Antipiretik Ekstrak Etanol Daun Cempedak (Artocarpus Integer (Thunb.)Merr) Terhaap Mencit Putih Jantan (Mus Musculu) Febiyani, Rica; Mambang, Elysa Putri; Dalimunthe, Gabena Indrayani; Nasution, Haris Munandar
Journal of Health and Medical Science Volume 4 Nomor 3 Juli 2025
Publisher : CV. Pusdikra Mitra Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/jhms.v4i3.2819

Abstract

Tumbuhan cempedak (Artocarpus integer (Thunb.) Merr) merupakan tumbuhan dari family Moraceae. Daun cempedak memiliki kandungan flavonoid sehingga diduga memiliki potensi sebagai agen antipiretik. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji efek antipiretik ekstrak daun cempedak (Artocarpus integer (Thumb.) Merr.)terhadap mencit putih jantan yang diinduksi vaksin DPT-HB-HIB.Metode penelitian ini adalah eksperimental. Proses ekstraksi dilakukan secara maserasi. Hewan uji yang digunakan 25 ekor dan dibagi secara acak menjadi 5 kelompok, kelompok 1 yaitu kontrol negatif CMC 1%, kelompok 2 kontrol positif parasetamol, kelompok 3, 4 dan 5 diberi ekstrak etanol daun cempedak (EEDC) dosis 50 mg/kgBB, 100 mg/kgBB dan 150 mg/kgBB. Pengamatan dilakukan dengan mengukur suhu tubuh mencit jantan dengan selang waktu 30 menit selama 3 jam, kemudian dilakukan analisis statistik dengan uji One Way ANOVA menggunakan Statistical Program Service Solution (SPSS) dilanjutkan dengan uji tukeyHasil uji One Way ANOVA pada menit 30 sampai 180 nilai signifikansi p<0,05 menunjukkan ada perbedaan signifikan antar perlakuan. Hasil uji tukey menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara parasetamol dengan ekstrak etanol daun cempedak dosis 150 mg/kgBB. Hasil dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol daun cempedak mempunyai aktivitas sebagai antipiretik.
Uji Aktivitas Antibakteri Sediaan Mouthwash Dari Ekstrak Daun Peppermint ( Mentha piperita L.) dan Daun Jarak Cina ( Jatropha multifida L.) Terhadap Streptococcus mutans Putri , Adilla; Nasution, Muhammad Amin; Lubis , Minda Sari; Nasution, Haris Munandar
Journal of Pharmaceutical and Sciences JPS Volume 8 Nomor 3 (2025)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Tjut Nyak Dhien

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36490/journal-jps.com.v8i3.917

Abstract

Background: Mouthwash is a liquid preparation that plays an important role in maintaining oral health. An ideal formulation should possess antibacterial effectiveness, physicochemical stability, and acceptable organoleptic properties. Streptococcus mutans is the primary pathogenic bacterium responsible for halitosis and dental caries. Peppermint (Mentha piperita L.) and physic nut (Jatropha multifida L.) leaves are known to contain bioactive compounds such as flavonoids, saponins, and tannins, which have potential antibacterial activity. Objective: This study aimed to formulate peppermint and physic nut leaf extracts into a stable mouthwash preparation and evaluate its antibacterial activity against Streptococcus mutans. Methods: The extracts were prepared using maceration with ethanol as a solvent. The mouthwash formulations were developed with three variations of extract concentrations (2%, 2.5%, and 3%). The preparations were then evaluated for their physical stability (organoleptic properties and pH) and tested for antibacterial activity against S. mutans using the Kirby-Bauer disc diffusion method. Inhibition zone data were statistically analyzed using ANOVA and Duncan’s test. Results: Physicochemical evaluation showed that all formulations remained stable over 28 days of observation, with a pH of 6, which is compatible with the oral cavity. Antibacterial testing demonstrated an increase in inhibition zone diameter with higher extract concentrations: 10.33 mm (2%), 11.1 mm (2.5%), and 11.9 mm (3%). These results were comparable to the positive control, Betadine gargle (11.95 mm). The negative control showed no inhibition zone. Statistical analysis revealed significant differences (p < 0.05) among the concentrations. Conclusion: The combination mouthwash containing peppermint and physic nut leaf extracts at a concentration of 3% was found to be the most stable formulation and exhibited the strongest antibacterial activity, comparable to the commercial reference product. Thus, this combination extract has potential to be developed as a natural antibacterial agent for oral health.
Isolasi dan Karakterisasi Nano Hemiselulosa dari Tandan Kosong Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) Ritonga , Septi Ani; Dalimunthe , Gabena Indrayani; Lubis , Minda Sari; Yuniarti, Rafita
Journal of Pharmaceutical and Sciences JPS Volume 8 Nomor 3 (2025)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Tjut Nyak Dhien

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36490/journal-jps.com.v8i3.1058

Abstract

Background: Empty Fruit Bunches (EFB) of oil palm (Elaeis guineensis Jacq.) are a significant agricultural waste from the palm oil industry, currently underutilized. EFB contains lignocellulosic components, including hemicellulose (22.84%), which has potential applications in the pharmaceutical sector as a hydrophilic polymer. Objective: This study aimed to isolate and characterize hemicellulose and nano-hemicellulose from oil palm EFB using an environmentally friendly green chemistry method with low-concentration reagents. Methods: This experimental research began with the purposive sampling of EFB. Hemicellulose was isolated using a sequential process with 0.1 N NaOH, 0.1 N HCl, and 70% ethanol. The resulting hemicellulose was then nano-sized using a ball mill technique. Characterization included organoleptic tests, solubility tests, Fourier Transform Infrared (FTIR) spectroscopy, Particle Size Analyzer (PSA), and Scanning Electron Microscope (SEM). Results: The isolation process from 500 g of EFB powder yielded 16.7 g of hemicellulose, with a yield of 3.34%. FTIR analysis identified key functional groups (O-H, C-H, C=O, C-O, C=C) in both hemicellulose and nano-hemicellulose, confirming their chemical similarity. SEM analysis at 500x magnification revealed a more regular particle structure with distinct cavities, indicating a swelling effect from the alkali treatment. PSA confirmed the nano-scale size of the processed particles. Conclusion: Hemicellulose and nano-hemicellulose were successfully isolated from oil palm EFB using a simple green chemistry method. The characterized nano-hemicellulose showed properties suitable for potential development as a carrier in pharmaceutical formulations.
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAUN TERONG HIJAU (SOLANUM MELONGENA) DALAM KEBOCORAN DNA DAN PROTEIN BAKTERI Barutu, Liza Anisa Shevia; Nasution, Haris Munandar; Rahayu, Yayuk Putri; Pulungan, Ainil Fithri
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.45009

Abstract

Penyakit menular merupakan masalah kesehatan yang sering disebabkan oleh berbagai spesies bakteri. Escherichia coli mewakili patogen umum. Enzim metabolisme yang terdapat pada daun terong hijau (Solanum melongena) memiliki sifat antibakteri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi intensitas aktivitas bakteri dan kebocoran DNA dan protein bakteri. Penelitian ini bersifat eksperimental, dengan dilakukan uji karakterisasi simplisia dan daun terong hijau di ekstraksi dengan metode maserasi. Analisis kimia terhadap serbuk dan ekstrak dilakukan, kemudian diuji aktivitas antibakterinya dengan cara difusi pada kertas pada suhu 37oC selama 24 jam. Kebocoran DNA dan protein bakteri diverifikasi dengan spektrofotometri UV-visibel. Daun terong hijau mengandung alkaloid, flavonoid, glikosida, tanin, saponin dan steroid, menurut hasil percobaan. Berdasarkan konsentrasi 2,5, 5, 7,5 dan 10%, hasil uji aktivitas antibakteri daya hambat ekstrak daun terong hijau adalah 6,7, 7,7, 8,1 dan 9,9 mm. Konsentrasi DNA dan protein 10% pada kelompok perlakuan sedikit lebih tinggi dibandingkan pada kelompok kontrol positif, dengan nilai serapan pada 260 nm (DNA) dan 280 nm (protein).
Pemanfaatan Ekstrak Bahan Alam Pada Sabun Cuci Piring di Desa Sidomulyo Kecamatan Biru-Biru, Deli Serdang Yuniarti, Rafita; Sari Lubis, Minda; Munandar Nasution, Haris; Rani, Zulmai; Linda, Rosa; Adjelie, Tiara
Jukeshum: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024): Edisi Juli 2024
Publisher : Universitas Haji Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51771/jukeshum.v4i2.933

Abstract

Salah satu penyakit yang masih banyak terdapat di Masyarakat Indonesia adalah penyakit infeksi, yang dapat disebabkan oleh bakteri ataupun virus. Penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri dapat diatasi dengan antibakteri, sedangkan infeksi yang disebabkan oleh virus dapat diatasi dengan menggunakan antivirus. Salah satu penyebab sering munculnya penyakit infeksi adalah karena hygiene dan sanitasi yang buruk. Penggunaan antibakteri dari bahan alam merupakan salah satu cara yang aman dalam mengatasi masalah tersebut. Tujuan: meningkatkan pengetahuan Masyarakat tentang bahan alam yang berkhasiat sebagai antibakteri dan pemanfaatan bahan alam dalam sediaan perbekalan Kesehatan rumah tangga (PKRT). Metode: penyuluhan tentang tumbuhan yang berkhasiat sebagai antibakteri dan pembuatan sabun cuci piring menggunakan ekstrak daun jeruk kuok (Citrus nobilis). Hasil: pada penyuluhan tentang tumbuhan yang digunakan sebagai antibakteri diperoleh Tingkat pengetahuan sebesar 61% dan setelah kegiatan diperoleh hasil Tingkat pengetahuan sebesar 82% sedangkan pada kegiatan pembuatan sabun cair dengan bahan alam sebagai antibakteri diperoleh hasil 58% dan setelah kegiatan sebesar 93%. Kesimpulan: Terjadi peningkatan pengetahuan tentang tumbuhan yang berkhasiat sebagai antibakteri sebesar 21% dan peningkatan pengetahuan tentang pembuatan sabun cuci piring dengan bahan alam sebesar 35%.
Antimicrobial Activity Test of Ethanol Extract of Senggani Leaves (Melastoma malabraticum L) Against Propionibacterium Acnes and Staphylococcus Epidermidis Nasution, Haris Munandar; Rani, Zulmai; Fauzi, Ziza Putri Aisyia; Ridho, Ahmad Rasyid
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 6 No. 2 (2024): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v6i2.2208

Abstract

Senggani leaves are a plant that can be found in Indonesia, including hilly locations. The people of Marendal, Patumbak subdistrict, believe that senggani leaves may heal minor skin wounds. The goal of this study was to identify the class of secondary metabolite chemical compounds and their antibacterial efficacy against the microorganisms Propionibacterium acnes and Staphylococcus epidermidis at 5, 10, and 20% concentrations. The ethanol extract of senggani leaves contains secondary metabolite compounds with antibacterial activity. According to the antibacterial test results, a 20% ethanol extract of senggani leaves is effective against Propionibacterium with a diameter of 10.7 mm, a 10% in the medium category with a diameter of 9.27 mm, and a 5% in the medium category with a diameter of 8.8 mm. Meanwhile, the diameter of Staphylococcus epidermidis at a 20% was 8.77 mm in the medium category, 8.37 mm at 10%, and 8.6 mm at a 5% concentration.   Keywords:          Propionibacterium acnes, Senggani leaves, Staphylococcus epidermidis
Sintesis Nanopartikel Perak Menggunakan Ekstrak Daun Bidara Ziziphus Spina-Christi Dan Uji Aktivitas Antibakteri Terhadap Bakteri Staphylococcus Aureus Cut Dian Mala Luthfia; Dikki Miswanda; Haris Munandar Nasution; Minda Sari Lubis
OBAT: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2024): Januari : OBAT: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/obat.v2i1.168

Abstract

Nanotechnology is currently growing rapidly due to its broad application in science and technology. Nanotechnology itself is a science based on nanoparticles, so a more environmentally friendly method is being developed, namely the "green synthesis" method using plant extracts as a bioreductor. Silver nanoparticles have been synthesized using extracts of bidara leaf as a reducing agent. The objective of this research was was to determine the synthesis of silver nanoparticles using bioreductors and their application as antibacterial agents using bidara leaf extract against Staphylococcus aureus bacteria. This research used the green synthesis method to produce silver nanoparticles. The bidara leaf extract used was divided into several concentrations, namely 1 mM, 2 mM, 3 mM and 4 mM. To characterize silver nanoparticles, UV-Vis and PSA spectrophotometers were used. Furthermore, the Kirby-Bauer method was used to test the antibacterial properties of silver nanoparticles against Staphylococcus aureus bacteria. The results of research that has been done show that the formation of silver nanoparticles is characterized by the emergence of maximum absorbance peaks in the wavelength range of 400-450 nm, while the PSA results at concentrations of 3 and 4µm showed nanoparticle sizes of 185 nm. Silver nanoparticles of bidara leaf extract with various concentrations of 1 mM, 2 mM, 3 mM and 4 mM have antibacterial activity that can inhibit the growth of Staphylococcus aureus bacteria with an average inhibition zone diameter of 13.0617 mm, 11.7333 mm, 9.05 mm and 13.19 mm. This shows that silver nanoparticles with bidara leaf extract have antibacterial properties.
Co-Authors Adelia Ramadani Adjelie, Tiara Adyani Maulinda Ahmad Rasyid Ridho Ainil Fithri Pulungan Aisyah Putri Lubis Lubis Alaina, Nadila Alfi Wahyudi Nasution Amaliana, Amaliana Ananda , Nadia Andjelie, Tiara Anny Sartika Daulay Anny Sartika Daulay Anny Sartika Daulay Apmarja, Sarah Utami Arifna Luthfianida Aris Munandar Aryunda, Divia Asep Trizaldi Asmarani, Asmarani Aulia Fitri, Aulia Aulia Sari Auza , Maharani Ayu , Tri Indah Pagar Azhar, Gustika Barutu, Liza Anisa Shevia Basaniah Basaniah BJ Sutrisna Cici Andriani Cikal Azura Cindy Priscilia Cindy Widya Rosa Br Simarmata Cut Dian Mala Luthfia Cut Erika Maulydya D Elysa Putri Mambang D Elysa Putri Mambang D. Elysa Putri Mambang D. Elysa Putri Mambang D. Elysa Putri Mambang D. Elysa Putri Mambang Daeng Elysa Putri Mambang Dahnia Ayu Fitria Daulay , Anny Sartika Delvi Amira Hutagaol Dikki Miswanda Dikki Miswanda Dina Agustia Parlin Dina Suciati Saragih Dinda Sari Utami Dini Rahmadani Dwi Jati, Fatma Ellyza, Chella Elmi Sariani Hasibuan Elysa Putri Mambang Emmy Wiriandini Ercha Minanda Fahira, Nelsa Fahmi Fahmi Fathur Rahman Fatimah, Cut fatur Rahman, fatur Febiyani, Rica Ferina Septiani Damanik Fithri Pulungan, Ainil Fitri Mulyani, Fitri Fitri, Nurul Fitri, Raissa Friyani, Lilah Gabena Indrayani Dalimunthe Gabena Indrayani Dalimunthe Gabena Indriyani Dalimunthe Hafizha, Putri Hasanah, Qori Hasibuan , Nabila Hasim Hasibuan, Supia Indah Hastri Kholifah Healthy Aldriany Prasetyo Humaira, Yara Hutagalung , Septi Ratna Cempaka Hutagalung, Riris Br Hutagaol, Delvi Amira Huzeila Nisa Siregar Ihsan Fadhilah Ika Yeni Siahaan Ilmi Widya Sari Imelda Natasia Br S Meliala Indah Nasution Indah Triutami Harahap Indrayani, Gabena Junia Fitri Hayani Khofifah , Nur Kiki Rawitri Krisna Juniharta Napitupulu Leni Safriani Lestari, Sri Indah Linda, Rosa Liza Zulaini Lubis, Minda Sari lubis, muhammad fauzan Lubis, Nadya Frestika Luthfianida, Arifna M Pandapotan Nasution M Pandapotan Nasution M Pandapotan Nasution M. Alfaruqi M. Pandapotan Nasution M. Pandapotan Nasution M. Pandapotan Nasution M. Pandapotan Nasution M. Pandapotan Nasution Mambang , D.Elysa Putri Mambang, D. Elsya Putri Mambang, Elysa Putri Maya Syafira Mayani, Nurhikma Meutia, Cut Miftahul Jannah Minda Sar Lubis Mohd. Bilal Muhammad Amin Nasution Muhammad Ari Mukhtizar Muhammad Hizbullah Muhammad Pandapotan Nasution Muhammad Wahyu Ikhsan Muhammad Wahyu Ikhsan Munaziatul Jannah Munthe, Herlina Nadila Alaina Nasri Nasri Nasri Nasri, Nasri Nasution , Muhammad Amin Nasution, Kartika Zsaskia Nasution, M Pandapotan Nasution, M. Pandapotan Nasution, Nur Sahadah Nasution, Wardah Natasya, Siti Adinda Nazirah, Nazirah Nazuhra, Oca Nelsa Fahira Ningtias, Anggitha Niswa, Khairun Niza Fonna Nofa Lismandaria Novika Utami Nur Hanifah Nuraida Nuraida Nuratika, Eli Nurhikma Mayani Nurliansyah, Nurliansyah Nursyafira, Arini Nurul Hasanah Ovalina Sylvia Br. Ginting Pertiwi, Rahma Puteri, Cut Intan Annisa Putri , Adilla Putri Intan Sari Putri Khairani Putri Mambang, D. Elysa Putri Rahayu, Yayuk Putri, Nadya Iwani Rafika, Intan Maya Rafita Yuniari Rafita Yuniart Rafita Yuniarti Rafita Yuniarti Rafliza , Rista Rahayu , Yayuk Putri Rahma Deni Rahmadani , Adevika Rahmadani Rahmadani Rapita Yuniarti Rati , Yuliandini Rati Satri Situmorang Ridho, Ahmad Rasyid Ridwanto Ridwanto Ridwanto Rifqi, M. Ainur Rina Azhari Ritonga , Septi Ani Riza Syafira RR. Ella Evrita Hestiandari Rukmana, Siti Safira , Liyuza sahrianti, Hikmah Sari, Syilvi Rinda Sarmadansyah Sarmadansyah Sartika Daulay, Anny Sasnita, Merida Selfia Lestary Sepriani, Ananda Sinaga, Novita Yulianti Siregar , Anisah Siregar, Huzeila Nisa Siti Aisyah Jamil Situmorang, Lusi Grasia Situmorang, Rati Satri Sony , Suyefri Sri Harti Sri Natalia Saragih Sri Ria Ranti Sri Wahyuni Sri Wahyuni Sri Wahyuni Suci, Nurul Sulaiman Sulaiman Sulwiyatul K Sani Supiyani, Supiyani Syafira, Nona Syalsabila Putri Syara, Nurdiani Syarifa Mayly Syarifah Elena Gultom Syofyan Syofyan Tawir Rina Rezeki Tri Damaiyanti Umi Chairani Manik Ummi Khairani Rambe Vera Estefania Kaban Vera Estefania Kaban Wahdaniati , Tri warhamni anatasya sirait Widya Sari Widya Sari Widya, Rizka Yani, Farida Yanti, Rahma Yayuk Putri Rahayu Yayuk Putri Rahayu Yayuk Putri Rahayu Yayuk Putri Rahayu Yufri Aldi Yuli Apriani Br.Lubis Yuliawati Yuniarti , Rafita Yuniarti, Rafita Zannah , Muhamad Zikra Maqfirah Ziza Putri Aisyia Fauzi Zulmai Rani