Claim Missing Document
Check
Articles

Toxicity and Antioxidant Activity of Teabags of Mangrove Lenggadai (Bruguiera parviflora) and Stevia (Stevia rbaudiana Bertoni) Leaves Andjelie, Tiara; Lubis, Minda Sari; Nasution, Haris Munandar; Rani, Zulmai
Ad-Dawaa: Journal of Pharmaceutical Sciences Vol. 8 No.1 (2025)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/djps.v8i1.52548

Abstract

Introduction: Mangrove plants are known to have a lot of potential as medicine. One of the most commonly found mangroves is the lenggadai mangrove (Bruguiera parviflora).  Utilization of herbal drinks is made to prevent the onset of various diseases. The mixed teabag of mangrove lenggadai leaves and stevia leaves (Stevia rbaudiana bertoni) is named Mangrove Lenggadai Stevia (MLS) teabag. Aims: the purpose of this study is to see which MLS teabag formulation has good antioxidant activity and toxicity activity. Methods: The research conducted was experimental in nature. The data collected are quantitative and qualitative data which are taken from the results of sample collection, physical characteristics of MLS teabag quality, phytochemical screening of simplisia, antioxidant activity test using DPPH (1,1-Diphenyl-2-Picrylhydrazyl) method, toxicity test using Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) method on Artemia salina Leach shrimp larvae, stability and hedonic level Result: MLS teabags have characteristics according to the quality requirements of SNI 4324:2014. The results of determining the antioxidant activity of MLS teabags obtained an IC50 value of 13.38 µg/mL. The results of the toxicity test of MLS teabags obtained an LC50 value of 8.74 µg/mL. Conclusion: MLS tea bags have physical quality characteristics that meet the requirements of SNI 4324: 2014 and have the potential as antioxidants and toxicity activity against Artemia salina Leach.
Pelatihan pengujian Formalin dan Boraks pada makanan dengan Reaksi warna alami di Persatuan Wirid Batak Islam (PWBI) Kelurahan Kwala Bekala Medan Supiyani, Supiyani; Rahayu, Yayuk Putri; Nasution, Haris Munandar; Hizbullah, Muhammad
Jurnal Pengabdian Masyarakat (ABDIRA) Vol 5, No 3 (2025): Abdira, Juli
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdira.v5i3.833

Abstract

In an effort to improve public health by reducing the use of hazardous food additives in the city of Medan, community service has been carried out at the Perwiritan Batak Islam (PWBI) in Kwala Bekala, Medan Johor, Medan city on December 19-20, 2024. The training focused on learning how to test for formalin and borax in food using the natural color reaction of turmeric and KMnO4 (blue medicine) with 18 participants. This activity contributed to enhancing the technical skills of testing for formalin and borax to prevent and reduce the risk of using hazardous food additives. After this training, participants' knowledge about natural color tests on food containing formalin and borax improved. Pre-test and post-test evaluations of 20 participants showed a significant improvement in their understanding, with evaluation graphs indicating a shift from a low level of knowledge to a better level of knowledge.
Uji Aktivitas Antibakteri Formulasi Sediaan Obat Kumur Ekstrak Etanol Daun Senduduk (Melastoma malabathricum L.) Terhadap Pertumbuhan Streptococcus mutans Ayu , Tri Indah Pagar; Nasution , Haris Munandar; Rahayu, Yayuk Putri; Nasution , Muhammad Amin
Journal of Pharmaceutical and Sciences JPS Volume 8 Nomor 3 (2025)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Tjut Nyak Dhien

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36490/journal-jps.com.v8i3.1002

Abstract

Background: Dental caries is a common oral health problem caused by Streptococcus mutans. Antiseptic mouthwash containing natural ingredients like senduduk leaves (Melastoma malabathricum L.) shows potential as an alternative, as it contains antimicrobial compounds (alkaloids, flavonoids, saponins, and tannins). Objective: To determine the antibacterial activity of senduduk leaf ethanol extract mouthwash against S. mutans and evaluate its physical characteristics. Methods: This experimental study included: (1) ethanol extraction of senduduk leaves using 96% ethanol maceration, (2) simplicia characterization and phytochemical screening, (3) formulation of three mouthwash concentrations (2.5%, 5%, 7.5%), (4) preparation evaluation (organoleptic properties, pH, viscosity), and (5) antibacterial activity testing using the well diffusion method. Results: The mouthwash preparation met physical criteria as a light-to-dark brown liquid with pH 6.33-6.43 and viscosity of 4.833-5.726 cps. Antibacterial tests showed dose-dependent effects, with the highest inhibition zone in the 7.5% formula (18.53 mm; strong category). Conclusion: Senduduk leaf extract shows potential as an antibacterial active ingredient in herbal mouthwash against S. mutans in vitro, though further testing (in vivo/clinical trials) is needed to validate therapeutic claims.
AKTIVITAS ANTIBAKTERI ESKTRAK ETANOLDAUN TERONG BELANDA (Solanum betaceum Cav.) DALAM KEBOCORAN DNA dan PROTEIN BAKTERI Staphylococcus aureus Nazuhra, Oca; Ningtias, Anggitha; Nasution, Haris Munandar; Rani, Zulmai
JURNAL FARMASI, SAINS, dan KESEHATAN Vol. 5 No. 1 (2025): FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS dan KESEHATAN
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/farmasainkes.v5i1.4995

Abstract

Daun terong belanda (Solanum betaceum Cav.) pada umumnya banyak masyarakat koonsumsi karena mengandung senyawa metabolit sekunder seperti alkaloid, flavonoid, tanin, glikosida, dan saponin, serta senyawa antioksidan yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memastikan apakah bakteri Staphylococcus aureus, yang menyebabkan penyakit umum di Indonesia, dapat dihambat atau dibunuh oleh ekstrak etanol daun terong belanda. Ekstrak etanol daun terong belanda berperan sebagai variabel bebas dalam penelitian eksperimental ini. Variabel terikat dalam penelitian ini meliputi skrining fitokimia, analisis spektroskopi inframerah transformasi Fourier, penentuan kadar flavonoid, uji konsentrasi hambat minimum dan konsentrasi bunuh minimum, uji kebocoran DNA dan protein, karakterisasi simplisia, serta uji aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun terong belanda. Pengujian antibakteri dilakukan pada ekstrak etanol dengan konsentrasi 3,125%, 6,25%, 12,5%, dan 25% menggunakan metode difusi agar dengan kertas cakram. Kontrol positif adalah kloramfenikol, sedangkan kontrol negatif adalah DMSO. Hasil uji KHM menunjukkan yang lebih baik pada konsentrasi 3,125% dan total kandungan flavonoid sebesar 44,9624 mg QE/gram ekstrak. Pada uji KBM, perkembangan koloni tidak diamati pada konsentrasi 12,5% dan 25%. Menurut penelitian ini, sel yang mengalami stres oksidatif menunjukkan kebocoran DNA dan protein, yang dapat menyebabkan 12,5% dan 25% sel mengalami apoptosis. Ekstrak etanol daun terong belanda pada konsentrasi 12,5% dan 25%, menunjukkan daya penghambatan terbesar terhadap Staphylococcus aureus, berukuran 12,5% (9,01 mm) dan 25% (16,13 mm).
AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL BUAH KERANJI (Dialium indum L.) DALAM KEBOCORAN DNA DAN PROTEIN BAKTERI Escherichia coli Ellyza, Chella; Ningtias, Anggitha; Nasution, Haris Munandar; Lubis, Minda Sari
JURNAL FARMASI, SAINS, dan KESEHATAN Vol. 5 No. 1 (2025): FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS dan KESEHATAN
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/farmasainkes.v5i1.5022

Abstract

Buah asam keranji (Dialium indum L.) memiliki banyak kegunaan, termasuk sebagai bahan pangan, pakan ternak, dan obat tradisional untuk diare. Buah ini mengandung antioksidan dan nutrisi yang berpotensi sebagai agen antibakteri, terutama terhadap Escherichia coli. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi aktivitas antibakteri ekstrak etanol buah keranji dengan mengukur kebocoran DNA dan protein bakteri, yang menunjukkan kerusakan membran sel. Penelitian menggunakan ekstrak etanol buah keranji sebagai variabel bebas, sedangkan variabel terikat meliputi senyawa metabolit sekunder, kadar flavonoid total, gugus fungsi (FTIR), nilai KHM, KBM, dan kebocoran DNA serta protein yang diukur menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Hasil menunjukkan ekstrak etanol buah keranji mengandung alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, triterpenoid, dan glikosida. Analisis FTIR mendeteksi gugus fungsi seperti O–H, C–H, C=O, C=C, C–O, dan N–H yang mengonfirmasi keberadaan senyawa bioaktif. Kadar flavonoid total sebesar 28,16 ± 1,21 mgQE/g. Ekstrak etanol buah keranji menunjukkan KHM pada konsentrasi 35% dan KBM pada konsentrasi 45%. Zona hambat pada konsentrasi 35%, 40%, 45%, dan 50% berturut-turut sebesar 8,3; 9,0; 10,0; dan 11,8 mm. Absorbansi pada 260 nm (DNA) dan 280 nm (protein) tertinggi pada konsentrasi 50%, yang menandakan adanya kerusakan membran sel bakteri. Kesimpulannya, ekstrak etanol buah keranji efektif menghambat Escherichia coli dengan mekanisme merusak membran sel.
KONSENTRASI HAMBAT MINIMUM (KHM) DAN KONSENTRASI BUNUH MINIMUM (KBM) EKSTRAK DAUN KEDONDONG HUTAN (Spondias pinnata (L.f) Kurz.) TERHADAP BAKTERI Escherichia coli Pertiwi, Rahma; Haris Munandar Nasution; Rafita Yuniarti; Zulmai Rani
JURNAL FARMASI, SAINS, dan KESEHATAN Vol. 5 No. 1 (2025): FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS dan KESEHATAN
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/farmasainkes.v5i1.5147

Abstract

Daun kedondong hutan diketahui memiliki kandungan metabolit sekunder salah satunya yaitu flavonoid. Senyawa flavonoid memiliki aktivitas sebagai antibakteri dengan mekanisme menghambat sintesis asam nukleat dan fungsi membran sel. Escherichia coli merupakan bakteri yang sering menyebabkan penyakit infeksi pada saluran pencernaan. Penelitian ini bertujuan menguji kadar hambat minimum dan kadar bunuh minimum ekstrak etanol daun kedondong hutan terhadap bakteri Escherichia coli. Kadar hambat minimum ditentukan menggunakan metode dilusi dilanjutkan dengan uji spektrofotometri UV-Vis dan kadar bunuh minimun ditentukan menggunakan metode dilusi yang disebar merata diatas media MHA dengan konsentrasi ekstrak bervariasi. Hasil penelitian menunjukkan pada konsentrasi 5% dan 7,5% merupakan kadar minimum ekstrak etanol daun kedondong hutan dalam menghambat aktivitas pertumbuhan bakteri Escherichia coli. Penelitian ini menunjukkan ekstrak etanol daun kedondong hutan dapat digunakan sebagai alternatif antibakteri dan dapat dikembangkan lebih lanjut pada bidang kesehatan.
Aktivitas Antijamur Kitosan Dari Cangkang Kerang Bambu (Solen corneus) Pada Pembuatan Hidrogel Terhadap Trichophyton mentagrophytes Hasibuan , Nabila Hasim; Ridwanto, Ridwanto; Nasution , Haris Munandar; Rani , Zulmai
Journal of Pharmaceutical and Sciences JPS Volume 8 Nomor 3 (2025)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Tjut Nyak Dhien

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36490/journal-jps.com.v8i3.906

Abstract

Background: Hydrogels are topical preparations applied to the skin surface. Chitosan, a compound derived from the deacetylation of chitin, has various benefits, including antifungal activity. Utilizing waste from bamboo clam shells (Solen courneus) collected in Belawan waters as a source of chitosan could provide a sustainable solution for developing antifungal hydrogel formulations. Objective: This study aimed to produce chitosan from bamboo clam shells, formulate it into a stable hydrogel, and evaluate its antifungal activity against Trichophyton mentagrophytes. Methods: This experimental study involved isolating chitosan through deproteinization, demineralization, depigmentation, and deacetylation steps. The resulting chitosan was characterized by moisture content, ash content, yield, solubility, and functional group identification using FTIR spectroscopy. Subsequently, chitosan was formulated into four hydrogel variations (0%, 2%, 4%, and 6%). The hydrogel formulations were evaluated for organoleptic properties, homogeneity, pH, viscosity, spreadability, adhesiveness, and antifungal activity. Results: The produced chitosan exhibited functional groups similar to standard chitosan and a degree of deacetylation of 77.5%. Hydrogel evaluation over three weeks showed good stability, with pH values of 4–6.5, spreadability of 5–7 cm, adhesiveness greater than 1 second, and viscosity ranging from 3,000–50,000 cps, all meeting the required standards. The antifungal test demonstrated that the 6% chitosan hydrogel had the highest inhibition zone (11.5 mm) against Trichophyton mentagrophytes. Conclusion: Chitosan derived from bamboo clam shells was successfully formulated into a stable hydrogel with effective antifungal activity. The 6% concentration exhibited the strongest antifungal effect, indicating its potential as a topical preparation for treating skin fungal infections.
Penetapan Kadar Flavonoid Total dari Fraksi Etil Asetat Daun Sirsak (Annona muricata L.) Dengan Metode Spektrofotometri Uv-Vis Ananda , Nadia; Pulungan, Ainil Fithri; Nasution , Haris Munandar; Daulay , Anny Sartika
Journal of Pharmaceutical and Sciences JPS Volume 8 Nomor 3 (2025)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Tjut Nyak Dhien

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36490/journal-jps.com.v8i3.1023

Abstract

Background: The use of plants as traditional medicine is supported by their bioactive compounds, particularly secondary metabolites such as flavonoids. Soursop leaves (Annona muricata L.) are known to be rich in these compounds; however, quantitative data, especially in specific fractions, remain limited. Determining the total flavonoid content is essential for the standardization of herbal raw materials. Objective: This study aimed to identify the classes of chemical compounds present in the ethanol extract and ethyl acetate fraction of soursop leaves and to determine the total flavonoid content of both samples. Methods: Soursop leaf simplicia was extracted using 70% ethanol by the maceration method. The resulting ethanol extract was then fractionated with ethyl acetate. Phytochemical screening was conducted to identify compound classes, while the determination of total flavonoid content was quantitatively analyzed using the UV-Vis spectrophotometry method with quercetin as the standard. Results: Phytochemical screening revealed that both the ethanol extract and the ethyl acetate fraction tested positive for alkaloids, flavonoids, tannins, and steroids/triterpenoids. The total flavonoid content obtained in the ethanol extract was 31.524 ± 0.1524 mg QE/g, while the ethyl acetate fraction showed a significantly higher content of 41.425 ± 0.1363 mg QE/g. Conclusion: Fractionation with ethyl acetate effectively concentrated flavonoid compounds from the crude soursop leaf extract, as indicated by the higher total flavonoid content in the ethyl acetate fraction. These findings support the potential of the ethyl acetate fraction of soursop leaves as a source of flavonoids for the development of standardized herbal medicines.
Formulasi Dan Karakteristik Fisik Deodorant Stick Dari Ekstrak Etanol Daun Beluntas (Pluchea indica (L.) Less.) Hutagalung, Riris Br; Yuniarti, Rafita; Nasution, Haris Munandar; Lubis, Minda Sari
Journal of Health and Medical Science Volume 4 Nomor 3 Juli 2025
Publisher : CV. Pusdikra Mitra Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/jhms.v4i3.2818

Abstract

Indonesia merupakan negara tropis yang memiliki suhu udara rata-rata yaitu ± 22-32°C yang menyebabkan tubuh berkeringat memicu bau badan yang menggangu. Deodorant sintetis berbahan aluminium dan Paraben kerap dihubungkan dengan iritasi bahkan risiko kanker payudara, sehingga diperlukan alternatif berbahan alam. Daun beluntas (Pluchea indica (L.) Less.) ,kaya flavonoid, dipilih sebagai kandidat senyawa aktif. Penelitian ini bertujuan memformulasikan dan mengetahui karakteristik fisik deodorant stick dari ekstrak etanol daun beluntas (Pluchea indica (L.) Less.) Penelitian eksperimental dimulai dengan pengumpulan, identifikasi, simplisia daun beluntas, serta diikuti ekstraksi,secara maserasi, menggunakan etanol 96% selama lima hari. Ekstrak kental kemudian dimasukkan kedalam empat formula deodorant stick: FO (0%),F1 (1%),F2 (2%), dan F3 (3%). Basis padat terdiri atas Cera Alba, vaselin album, cetyl alcohol, propilen glikol, dan oleum citri. Evaluasi mutu fisik meliputi uji organoleptis, homogenitas, pH, titik lebur, waktu leleh, serta uji iritasi metode open- test pada enam sukarelawan. Hasil uji sediaan deodorant berbentuk padat, berwarna hijau muda sampai hijau tua, mempunyai aroma yang khas, homogen, mempunyai pH kurang lebih 6,3-64 ,titik lebur kurang lebih 67,3-67,8°C, waktu leleh 23-25 menit serta aman digunakan karena tidak menyebabkan iritasi. Dengan demikian, sediaan deodorant stick ekstrak etanol daun beluntas telah memenuhi syarat karakteristik mutu fisik dan dinyatakan aman digunakan sebagai deodorant berbahan alam.
Uji Efek Antipiretik Ekstrak Etanol Daun Cempedak (Artocarpus Integer (Thunb.)Merr) Terhaap Mencit Putih Jantan (Mus Musculu) Febiyani, Rica; Mambang, Elysa Putri; Dalimunthe, Gabena Indrayani; Nasution, Haris Munandar
Journal of Health and Medical Science Volume 4 Nomor 3 Juli 2025
Publisher : CV. Pusdikra Mitra Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/jhms.v4i3.2819

Abstract

Tumbuhan cempedak (Artocarpus integer (Thunb.) Merr) merupakan tumbuhan dari family Moraceae. Daun cempedak memiliki kandungan flavonoid sehingga diduga memiliki potensi sebagai agen antipiretik. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji efek antipiretik ekstrak daun cempedak (Artocarpus integer (Thumb.) Merr.)terhadap mencit putih jantan yang diinduksi vaksin DPT-HB-HIB.Metode penelitian ini adalah eksperimental. Proses ekstraksi dilakukan secara maserasi. Hewan uji yang digunakan 25 ekor dan dibagi secara acak menjadi 5 kelompok, kelompok 1 yaitu kontrol negatif CMC 1%, kelompok 2 kontrol positif parasetamol, kelompok 3, 4 dan 5 diberi ekstrak etanol daun cempedak (EEDC) dosis 50 mg/kgBB, 100 mg/kgBB dan 150 mg/kgBB. Pengamatan dilakukan dengan mengukur suhu tubuh mencit jantan dengan selang waktu 30 menit selama 3 jam, kemudian dilakukan analisis statistik dengan uji One Way ANOVA menggunakan Statistical Program Service Solution (SPSS) dilanjutkan dengan uji tukeyHasil uji One Way ANOVA pada menit 30 sampai 180 nilai signifikansi p<0,05 menunjukkan ada perbedaan signifikan antar perlakuan. Hasil uji tukey menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara parasetamol dengan ekstrak etanol daun cempedak dosis 150 mg/kgBB. Hasil dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol daun cempedak mempunyai aktivitas sebagai antipiretik.
Co-Authors Adelia Ramadani Adjelie, Tiara Adyani Maulinda Ahmad Rasyid Ridho Alaina, Nadila Alfi Wahyudi Nasution Amaliana, Amaliana Ananda , Nadia Andjelie, Tiara Anny Sartika Daulay Anny Sartika Daulay Anny Sartika Daulay Anny Sartika Daulay Anny Sartika Daulay Apmarja, Sarah Utami Aris Munandar Aryunda, Divia Asep Trizaldi Asmarani, Asmarani Aulia Fitri, Aulia Aulia Sari Auza , Maharani Ayu , Tri Indah Pagar Azhar, Gustika Barutu, Liza Anisa Shevia Basaniah Basaniah BJ Sutrisna Cici Andriani Cindy Priscilia Cindy Widya Rosa Br Simarmata Cut Dian Mala Luthfia Cut Erika Maulydya D Elysa Putri Mambang D Elysa Putri Mambang D. Elysa Putri Mambang D. Elysa Putri Mambang D. Elysa Putri Mambang D. Elysa Putri Mambang Daeng Elysa Putri Mambang Daulay , Anny Sartika Delvi Amira Hutagaol Dikki Miswanda Dina Agustia Parlin Dina Suciati Saragih Dinda Sari Utami Dini Rahmadani Ellyza, Chella Emmy Wiriandini Ercha Minanda Farida Yani Fathur Rahman Fatimah, Cut Fatma Dwi Jati fatur Rahman, fatur Febiyani, Rica Fithri Pulungan, Ainil Fitri Mulyani, Fitri Fitri, Nurul Fitri, Raissa Friyani, Lilah Gabena Indrayani Dalimunthe Gultom, Syarifah Elena Hafizha, Putri Hasanah, Qori Hasibuan , Nabila Hasim Hasibuan, Supia Indah Hastri Kholifah Hutagalung , Septi Ratna Cempaka Hutagalung, Riris Br Hutagaol, Delvi Amira Huzeila Nisa Siregar Ihsan Fadhilah Ika Yeni Siahaan Ilmi Widya Sari Imelda Natasia Br S Meliala Indah Nasution Indah Triutami Harahap Indrayani, Gabena Junia Fitri Hayani Khofifah , Nur Kiki Rawitri Krisna Juniharta Napitupulu Leni Safriani Lestari, Sri Indah Linda, Rosa Lubis, Minda Sari Lubis, Nadya Frestika Luthfianida, Arifna M Pandapotan Nasution M Pandapotan Nasution M Pandapotan Nasution M. Alfaruqi M. Pandapotan Nasution M. Pandapotan Nasution M. Pandapotan Nasution M. Pandapotan Nasution Mambang , D.Elysa Putri Mambang, D. Elsya Putri Mambang, Elysa Putri Maya Syafira Meutia, Cut Miftahul Jannah Minda Sar Lubis Mohd. Bilal Muhammad Amin Nasution Muhammad Amin Nasution Muhammad Ari Mukhtizar Muhammad Hizbullah Muhammad Pandapotan Nasution Muhammad Wahyu Ikhsan Muhammad Wahyu Ikhsan Munaziatul Jannah Munthe, Herlina Nasution , Muhammad Amin Nasution, Kartika Zsaskia Nasution, M. Pandapotan Nasution, Nur Sahadah Natasya, Siti Adinda Nazirah, Nazirah Nazuhra, Oca Nelsa Fahira Ningtias, Anggitha Niswa, Khairun Nofa Lismandaria Novika Utami Nur Hanifah Nuraida Nuraida Nuratika, Eli Nurliansyah, Nurliansyah Nurul Hasanah Ovalina Sylvia Br. Ginting Pertiwi, Rahma Prasetyo , Healthy Aldriany Purba , Intan Sabila Putri Puteri, Cut Intan Annisa Putri , Adilla Putri Intan Sari Putri Khairani Putri Mambang, D. Elysa Putri Rahayu, Yayuk Putri, Nadya Iwani Rafika, Intan Maya Rafita Yuniari Rafita Yuniart Rafita Yuniarti Rafliza , Rista Rahayu , Yayuk Putri Rahmadani , Adevika Rapita Yuniarti Rati , Yuliandini Rati Satri Situmorang Rawitri, Kiki Ridho, Ahmad Rasyid Ridwanto Ridwanto Ridwanto Ridwanto Ridwanto Rina Azhari Ritonga , Septi Ani Riza Syafira RR. Ella Evrita Hestiandari Rukmana, Siti Sabila , Anisa Safira , Liyuza Safitri , Nurhaliza sahrianti, Hikmah Sari, Syilvi Rinda Sarmadansyah Sarmadansyah Sartika Daulay, Anny Sasnita, Merida Selfia Lestary Sepriani, Ananda Sinaga, Novita Yulianti Siregar , Anisah Siti Aisyah Jamil Situmorang, Lusi Grasia Situmorang, Rati Satri Sony , Suyefri Sri Harti Sri Natalia Saragih Sri Ria Ranti Sri Wahyuni Sri Wahyuni Sri Wahyuni Sulwiyatul K Sani Supiyani, Supiyani Syafira, Nona Syalsabila Putri Syara, Nurdiani Syarifah Elena Gultom Tawir Rina Rezeki Tri Damaiyanti Ummi Khairani Rambe Wahdaniati , Tri Widya Sari Widya Sari Widya, Rizka Yanti, Rahma Yayuk Putri Rahayu Yayuk Putri Rahayu Yayuk Putri Rahayu Yayuk Putri Rahayu Yuli Apriani Br.Lubis Yuniarti , Rafita Yuniarti, Rafita Zannah , Muhamad Zikra Maqfirah Ziza Putri Aisyia Fauzi Zulmai Rani