Claim Missing Document
Check
Articles

PENGEMBANGAN STRATEGI PENGORGANISASIAN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA KATOLIK UNTUK MEMBENTUK SIKAP TOLERANSI ANTARAGAMA SISWA Kuslin, Thomas; Asrori, H.M.; Syam, Christanto
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa Vol 3, No 6 (2014): Juni 2014
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah penelitian ini ialah bagaimana mengembangkan strategi pengorganisasi pembelajaran Pendidikan Agama Katolik (PAK) untuk membentuk sikap toleransi antaragama siswa di Sekolah Dasar? Bentuk penelitian ini ialah deskriptif kualitatif. Metode yang digunakan adalah studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan ialah teknik pengamatan berperanserta (participant-observation),  wawancara, dan studi dokumentasi. Subyek penelitian ini adalah Guru PAK dan siswa kelas IV di Sekolah  Dasar Santa Monika. Temuan dalam penelitian ini: Pembelajaran PAK selama ini dilaksanakan dalam pembelajaran berbasis KTSP. Guru PAK tidak membuat RPP, hanya menggunakan apa yang sudah ada di buku paket saja. Peneliti melakukan Pengembangan strategi pengorganisasian pembelajaran PAK yang khas teknologi pendidikan  yaitu berfokus pada belajar mandiri untuk perolehan belajar nilai toleransi antaragama  siswa di sekolah.Perolehan belajar yang relevan untuk memperoleh sikap toleransi antaragama dilakukan oleh guru melalui analisa terhadap silabus PAK dan Kompetensi Dasar pada materi Diriku yang Unik, Saya dan Orang Lain, dan Menghormati Teman yang Beragama Lain.Kata Kunci: strategi pengorganisasian pembelajaran, Pendidikan Agama Katolik, sikap toleransiABSTRACT: The problem of this research is how to develop learning organizing strategies Catholic Religious Education to form an interfaith tolerance attitude elementary school students? The shape of this research is descriptive, naturalistic approach orqualitative approach. The method used is a case study. Data collection techniques used are observation techniques participate (participant- observation), interviews, and documentation studies. The subject of this research is  Catholic Religious Education teacher and fourth grade students in Santa Monika Elementary School. The findings in this study:Found fact that Catholic Religious Education teacher does not make lesson plans, just use what is already there in the course textbooks. Therefore required the development of learning Catholic Religious Education organizing strategy that focuses on the acquisition of self-learning to learn the value of interfaith tolerance students at school. Acquisition of relevant learning to obtain interfaith tolerance analysis is done by the teacher through the syllabus Catholic Religious Education and basic competences in material Unique Myself, Myself and Others, and Respect for Religious Another friend who, when making lesson plans.Keywords: learning organizing strategies, Catholic Religious Education, tolerance
GAYA BAHASA DALAM KUMPULAN CERPEN KACAPIRING KARYA DANARTO (SEBUAH KAJIAN STILISTIKA) Trisanto, Teguh; Syam, Christanto; Seli, Sesilia
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa Vol 2, No 9 (2013): September 2013
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan gaya bahasa yang terdapat dalam kumpulan cerpen Kacapiring. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dan bentuk penelitiannya kualitatif. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan stilistika. Berdasarkan hasil analisis data dihasilkan simpulan sebagai berikut: 1) Gaya bahasa berdasarkan struktur kalimat yang terdapat dalam kumpulan cerpen Kacapiring adalah, gaya bahasa klimaks 6 buah, antiklimaks 9 buah, paralisme 5 buah, antitesis 7 buah, dan repitisi 21 buah. 2) Gaya bahasa retoris yang terdapat dalam kumpulan cerpen Kacapiring adalah, gaya bahasa alitrasi 12 buah, asonansi 18 buah, anastrof/inverse 17 buah, asindenton 14 buah, polisindenton 3 buah, ellipsis 4 buah, eufimismus 6 buah, pleonasme dan tautology 3 buah, perifrasis 5 buah, eritosisis atau pertanyaan retoris 38 buah, koreksio 3 buah, dan hiperbola 13 buah. 3) Gaya bahasa kiasan yang terdapat dalam kumpulan cerpen Kacapiring adalah, gaya bahasa persamaan atau simile 28 buah, metafora 15 buah, personifikasi 31 buah, eponim 1 buah, sinekdoke 5 buah, metonimia 3 buah, dan sarkasme 3 buah. Kata kunci: gaya bahasa, kumpulan cerpen, kajian stilistika. Abstract: This research was motivated by the desire to find and know the style of language in a collection of short stories Kacapiring. The method used is descriptive and the form is qualitative research. The approach used is stylistic approach. Based on the result of data analysis, it generates the following conclusions: 1) style of language based on sentence structure in collection of short story Kacapiring is a style climax 6, anticlimax is 9, paralism is 5, antithesis is 7, and repetition is 21. 2) rhetorical style in collection of short stories Kacapiring is a style alitrasi 12, assonance is 18, anastrof/inversion is 17, asindenton is 14, polisindenton is 3, ellipsis is 4, eufimismus is 6, redundancy and tautology is 3, periphrasis is 5, eritosis or rhetorical question is 38, koreksio is 3, and hyperbole is 13. 3) style of figurative language in collection of short stories Kacapiring is stylistic similarities or simile 28, metaphor is 15, personification is 31, eponymous is 1, sinekdoke is 5, metonymy is 3, and sarcasm is 3. Keywords: style of language, collection of short stories, stylistic analysis.
NILAI-NILAI PENDIDIKAN DALAM NOVEL KAMU SEKUAT AKU KARYA ASHNI SASTROSUBROTO DAN IMPLEMENTASI DI SEKOLAH Anti, Maria Oktavianey; Syam, Christanto; ., H. Martono
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa Vol 2, No 2 (2013): Februari 2013
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berjudul Nilai-Nilai Pendidikan dalam Novel Kamu Sekuat Aku Karya Ashni Sastrosubroto dan Implementasi di Sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai-nilai pendidikan dalam novel KSA karya Ashni Sastrosubroto. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif, dengan menggunakan penelitian kualitatif. Hasil penelitiannya yaitu: 1) Nilai-Nilai Pendidikan yakni Nilai-Nilai Religi, meliputi a) Keyakinan kepada Tuhan Yang Maha Esa, b) Takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. 2) Nilai-Nilai pendidikan Sosial, yakni mengenai a) Kepedulian b) Setia Kawan, c) Cinta Kasih. 3) Nilai-Nilai Pendidikan Individu, meliputi a) Kegelisahan, b) Penderitaan, c) Berpengharapan. Kata kunci : Nilai Pendidikan Abstract The study is titled "Educational Values ??in Novels You Try as I work Ashni Sastrosubroto and Implementation in Schools". This study aimed to describe the value of education in KSA novel Sastrosubroto Ashni work. The research method used is descriptive method, using qualitative research. Research results are: 1) that Values ??Education Religious values??, covering a) Belief in God Almighty, b) Piety to God Almighty. 2) Social educational values??, ie on a) Concern b) Setia Kawan, c) Charity. 3) Values ??Education Individuals, including a) Anxiety, b) Suffering, c) hopeless. Keywords: Value of Education
NILAI-NILAI PENDIDIKAN DAN FUNGSI CERITA RAKYAT WAK MENTUKNG RAJA RAKNG UTANT DUWOK MANSIA SASTRA LISAN DAYAK KUALATN KABUPATEN KETAPANG Linawati, Linawati; Syam, Christanto; Totok, Antonius
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa Vol 8, No 9 (2019): September 2019
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractBased on the Background of this Research, the researcher was interested in describing and analyzing the educational values and story functions of Wak Mentukng Raja Rakng Utant Duwok Mansia folklore,in which it is a Dayak Kualatn oral literature that has educational values. The general problems in this study were how the values of education, how it functions and how the implementation plan of the research results towards the educational values in Wak Mentukng Raja Rakng Utant Duwok Mansia folklore in schools. The method used in this research was descriptive qualitative method. The results of this study indicate that Wak Mentukng Raja Rakng Utant Duwok Mansia folklore has educational values, namely religious education values, moral education values, cultural education values, social education values and functions as an educator, entertainer, and moral guided. In this study, the researcher discussed the values of education and the story function of Wak Mentukng Raja Rakng Utant Duwok Mansia folklore. The results of this study can be used as literary learning material in senior high schools (SMA). It concluded that in Wak Mentukng Raja Rakng Utant Duwok Mansia folklore, there are Educational values (religious education values, moral education values, cultural education values and social education values), as it functions as educators, entertainers, and moral guided that can be used as a picture of life and as a literary learning material at school.Keywords: Folklore, Function, Educational Values
MEMBACA ODHY’S (Suatu Tinjauan Etika Profetik) Wirawan, Gunta; Effendy, Chairil; Syam, Christanto
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa Vol 4, No 3 (2015): Maret 2015
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan struktur fisik dan batin puisi, etika profetik, dan makna yang terdapat dalam kumpulan puisi Rahasia Sang Guru Sufi karya Odhy’s. Metode yang digunakan adalah analiasis hermeneutika berbentuk kualitatif. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan struktural semiotika. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan beberapa hal yang berkenaan dengan struktur fisik yakni, kumpulan puisi Rahasia Sang Guru Sufi karya Odhy’s menggunakan struktur fisik kecuali metrum, karena puisi modern tidak lagi menggunakan metrum. Pada struktur batin sebagian besar bertema ketuhanan dan kemanusiaan. Perasaannya menunjukkan rasa religius yang secara spesifik memunculkan persoalan sufistik. Nada atau sikap yang diperlihatkan melalui kata-kata yang lugas berupa kritik dan menasehati. Amanatnya adalah mengajak kepada kebaikan, mencegah kemunkaran sebagai cerminan beriman kepada Tuhan. Etika profetik mencakup humanisasi, liberasi dan transendensi. Dalam beberapa puisi masing-masing etika tersebut ada yang terpisah satu sama lain, namun ada pula terdapat ketiga unsurnya. Makna yang terkandung dalam kumpulan puisi ini dapat dikalsifikasikan menjadi 6 kelompok makna. Kata kunci: struktur puisi, etika profetik, makna. Abstract: This study aimed to describe the physical structure and inner poetry, prophetic ethics, and the meaning of contained in a collection of poems Rahasia Sang Guru Sufi Odhy's work. The method is used of hermeneutics analiasis in qualitative form. The approach is used structural semiotic approach. Based on the results of the study, found several things pertaining to the physical structure, in a collection of poems Rahasia Sang Guru Sufi Odhy's works use physical structure except metrum, because modern poetry is no longer using metrum. In the inner structure of the most themed are divinity and humanity. Expressing religious feelings which specifically raised the question of Sufi. Attitude or tone shown by the words that straightforward form of critique and advise. The mandate is to invite to goodness, avoid doing deny as a reflection of faith in God. Ethics prophetic include humanization, liberation and transcendence. In some poems each of ethics exists separate from each other, however there are also third elements in the poem. Meaning contained in this poetry collection can be classificated into 6 groups of meaning.   Keywords: Poetry structure, prophetic ethics, meaning.
PERANAN LATAR SOSIAL DALAM MENDUKUNG PENOKOHAN PADA NOVEL BATAS KARYA AKMAL NASERY BASRAL Susanti, Hetty; Effendy, Chairil; Syam, Christanto
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa Vol 2, No 3 (2013): Maret 2013
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The study is titled The roles of social background in supporting characterizations in novel Batas by Akmal Nasery Barsal. The purpose of this research is to obtain description data about the roles of social background in supporting characterizations in novel Batas. The method in this research is descriptive method with a qualitative research, and also using literature sociology approach. The source of data in this research is novel Batas;and the data are words, phrases, and sentences in novel Batas that shows roles of social background in form of tradition, life principle, faith, and custom in supporting characterizations. The results of the research are: (1) tradition, including hunting tradition, take a bath in the river together with other members of society, plaiting anjat together, spread out sahang under the sunlight, behuma (farming), Gawai ceremony, breeding pig, the woman using kemben and fermented palm wine drinking; (2) life principle, including opinions that can be principal, guide, direction and life guide; (3) faith to God and animism; (4) Custom, including rules or daily life act, what is recognized, what is known and become a habit in society. Keywords: social background, characterizations, novel Abstrak: Penelitian ini berjudul Peranan Latar Sosial dalam Mendukung Penokohan pada Novel Batas Karya Akmal Nasery Basral. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh data deskripsi tentang peranan latar sosial dalam mendukung penokohan. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif, berbentuk kualitatif. Sumber data adalah novel Batas;sedangkan datanya adalah kata, frasa, dan kalimat yang menunjukkan peranan latar sosial dalam mendukung penokohan. Hasil penelitian menunjukkan: (1) tradisi, meliputi tradisi berburu, mandi di sungai beramai-ramai, mengayam anjat beramai-ramai, menjemur sahang, behuma (berladang), upacara gawai, memelihara babi, para perempuan menggunakan kemben, dan minum tuak; (2) pandangan hidup, meliputi pendapat atau pertimbangan yang dijadikan pegangan, pedoman, arahan, dan petunjuk hidup di dunia; (3) keyakinan kepada Tuhan dan kepada roh-roh gaib; dan, (4) adat-istiadat, meliputi aturan atau perbuatan yang lazim dilakukan masyarakat, apa yang dikenal, diketahui, dan menjadi kebiasaan dalam masyarakat. Kata kunci: latar sosial, penokohan, novel.
KAJIAN INTERTEKSTUAL ANTARA NOVEL GELANG GIOK NAGA DAN BONSAI, HIKAYAT SATU KELUARGA CINA BENTENG Mardian, .; Effendy, Chairil; Syam, Christanto
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa Vol 4, No 6 (2015): JUNI 2015
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini dilatarbelakangi prinsip bahwa sebuah teks merupakan mutasi dari teks lain. Gelang Giok Naga (GGN) diasumsikan merupakan hipogram atau latar terbentuknya teks transformasi Bonsai, Hikayat Satu Keluarga Cina Benteng (BHSKCB). Berdasarkan uraian di atas, rumusan masalah penelitian ini adalah bagaimana hubungan intertekstulitas antara teks GGN dan teks BHSKCB melalui bentuk transformasi afirmasi (pengukuhan) dan negasi (penolakan), pemaknaannya, serta implementasi pembelajarannya di sekolah. Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan bentuk kualitatif. Pendekatan penelitiannya adalah pendekatan intertekstual. Sumber data dalam penelitian ini novel GGN sebagai teks hipogram dan novel BHSKCB sebagai teks transformasinya. Hasil analisis data penelitian ini: 1) bentuk afirmasi  meliputi simbol tipikal, tema, dan plot; 2) bentuk negasi meliputi unsur penokohan. Makna intertekstual dari penelitian ini antara lain pergantian, penyempitan, peninjauan ulang, repetisi, perluasan, close up, dan oposisi. Adapun implementasi pembelajaraannya adalah materi intertekstual antara teks GGN dan teks BHSKCB dapat diajarkan pada siswa kelas XII semester 2 pada materi menulis kritik dan esai sastra. Kata kunci: intertekstual, teks, transformasi, afirmasi, negasi   Abstract: This research is motivated by a principle that a text is a mutation of another text. Gelang Giok Naga (GGN) is assumed as a hipogram or background text that giving a transformation form of Bonsai, Hikayat Satu Keluarga Cina Benteng (BHSKCB). Based on the statement above, the formulation of the problem of this research is how the relation intertextuality between GGN and BHSKCB through transformation form of affirmation (inaugural) and negation (rejection), the meanings, and the implementation of learning in school. The method used is descriptive and qualitative form. The research approach is intertextual.The Source of data in this research are GGN as hipogram text and BHSKCB as transformation text.The results of data analysis on this research: 1) the affirmation forms include  typical symbols, themes, and plot; 2) the negation forms includes characterization elements. Intertextual meanings of this research includes a turning, a narrowing, review, repetition, expansion, closing up, and the opposition. The implementation to the learning is intertextual material between GGN and BHSKCB can be taught to students on XII semester 2 by write literary criticism and essays. Keywords: intertextual, text, transformation, affirmation, negation.
UNSUR RETORIKA DALAM NOVEL TARIAN BUMI KARYA OKA RUSMINI Richardo, Adrianus Andika; Syam, Christanto; ., Martono
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa Vol 3, No 10 (2014): Oktober 2014
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan unsur retorika dalam novel Tarian Bumi karya Oka Rusmin. Metode penelitian yang digunakan adalah pembacaan hermenuitik, yakni pembacaan yang diharapkan dapat mencari makna yang terkandung dalam teks yang sastra dibaca. Hasil analisis data menghasilkan kesimpulan, pertama;  unsur retorika berupa pemajasan yang banyak digunkan pengarang dalam menggarap novel Tarian Bumi tersebut adalah bentuk majas hiperbola, kedua; Unsur retorika berupa penyiasatan struktur gramatikal yang banyak digunkan pengarang dalam menggarap novel Tarian Bumi tersebut adalah bentuk anafora, dan ketiga; Unsur retorika berupa bahasa pencitraan yang banyak digunkan pengarang dalam menggarap novel Tarian Bumi tersebut adalah bentuk majas citraan penglihatan. Ketiga jenis unsur retorika tersebut memiliki peran besar dalam menimbulkan efek estetis pada novel Tarian Bumi karya Oka Rusmini.   Kata kunci: unsur retorika, efek estetis, novel   Abstract: The purpose of this research is to describe the use of rheroric element in novel Tarian Bumi by Oka Rusmini. The research method is reading hermeunitic, that is the reading which can find out the meaning of the text readed. The conclusion of data analysis are, first; rheroric element is majas is used by composer in making novel Tarian Bumi is hyperbol majas, second; rheroric element is grammatical struktur investigation is used by composer is making novel Tarian Bumi is anafhora, and third; rheroric element is image projection language is used by composer in making novel Tarian Bumi is vision majas image. These three rheroric element have big contribution in rising estetic effect in novel Tarian Bumi created by Oka Rusmini.   Key word: rheroric element, estetic effect, novel.  
PENINGKATAN MENYIMAK CERITA PENDEK MENGGUNAKAN STRATEGI PEMBELAJARAN PAKEM SISWA KELAS XI IPS KUALA MANDOR F24111019, Yulianti AR; Syam, Christanto; Umar, H. Syahwani
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa Vol 3, No 1 (2014): Januari 2014
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Peningkatan Kemampuan Menyimak Pembacaan Cerita Pendek Menggunakan Strategi Pembelajaran PAKEM Pada Siswa XI IPS SMAN I Kuala Mandor B dilaksanakan untuk mengetahui penerapan pembelajan yang dilaksanakan di kelas. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perencanaan, pelaksanaan, dan hasil pembelajaran menyimak pembacaan cerita pendek dengan menggunakan strategi PAKEM. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan bentuk penelitian kualitatif. Adapun jenis penelitiannya adalah penelitian tindakan kelas. Alat penelitian yang digunakan berupa tes, lembar observasi, dan catatan lapangan. Data penelitian yang berupa temuan hasil observasi dan hasil evaluasi siswa, kemudian diolah secara kuantitatif dan kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, penggunaan pembelajaran dengan strategi PAKEM dapat meningkatkan kemampuan siswa menyimak pembacaan cerita pendek pada setiap siklus. Siklus 1 ketuntasan klasikal 21% dengan rata-rata kelas 61,6, siklus 1 meningkat menjadi 50% dengan rata-rata kelas 65,8, dan siklus 3 meningkat lagi menjadi 100% dengan rata-rata kelas 79,4. Kata Kunci: menyimak pembacaan cerita pendek, strategi PAKEM Abstract: Improving the XI Social Science of SMAN I Kuala Mandor Students' Ability of Listening to Short Story Reading by Using PAKEM Learning Strategy is implemented to know the application of teaching and learning in the class. The purpose of this research is to describe the planning, application, and the result of listening to short story reading by using PAKEM learning strategy. The method used in this research is descriptive method with qualitative form of research. The type of research is class action research. Research tools that used were tests, observation sheets, and field notes. The research findings data in the form of observations and the results of student evaluations was analyzed quantitatively and qualitatively. Based on the research' result that has been done, the used of PAKEM strategy could increase the students' ability of listening to short story reading on every cycle. Cycle 1 the classical completeness was 21% with an average grade of 61.6, cycle 2 was increased up to 50% with an average grade of 65.8, and cycle 3 was increased up to 100% with an average grade of 79.4. Keywords: Listen to reading short story, PAKEM strategy
ANALISIS GINOKRITIK NOVEL PARTIKEL KARYA DEWI ‘DEE’ LESTARI Yuswianti, Yola; Syam, Christanto; Wartiningningsih, Agus
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa Vol 5, No 8 (2016): Agustus 2016
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bentuk sumber kekuatan dan perpaduan perempuan, bentuk ekspresi pengalaman perempuan, bentuk pemaparan simbol-simbol perempuan Novel Partikel karya Dewi ‘Dee’ Lestari dan rancangan pembelajaran menulis resensi novel di kelas XI. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif, berbentuk kualitatif, dengan pendekatan ginokritik. Hasil penelitian bentuk sumber kekuatan dan perpaduan perempuan yang mendominasi ialah, menentang ketidakadilan di dalam lingkungan sekolah. Bentuk Ekspresi pengalaman perempuan yang mendominasi ialah, kebebasan perempuan menentukan pilihan hidupnya. Bentuk pemaparan simbol-simbol perempuan adalah: (1) Tokoh Zarah (2) Tokoh Aisyah. Novel Partikel karya Dewi ‘Dee’ Lestari dapat dijadikan bahan pembelajaran menulis resensi sebuah novel di jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA) pada kelas XI.Kata Kunci: Ginokritik, Novel, Partikel, Budaya PerempuanAbstract: This study aims to describe the form of women’s source of strength and unity, the form of expression of women’s experience, the form of presentation of women’s symbols of the Novel Particle by Dewi 'Dee' Lestari and a learning design of writing a novel review in class XI. This research is useful theoretically and practically. This is qualitative research using a descriptive method with a gynocritical approach. The results of the research form a source of strength and colaboration are female dominated, against injustice in the school environment. Form of expression experiences of woman who dominated is, the freedom of woman to  determine his life choice. Forms exposure female symbols are : (1) Figures Zarah (2) Figures Aisyah . The Particle Novel by Dewi ' Dee ' Lestari can be used as learning materials reviewer wrote a novel at the level of high school (SMA) in class XI.Keywords: Gynocriticism, Novel, Particle, Women's Culture
Co-Authors . Anita . Fitriningsih . Idayana, . . Mardian, . . Suardi A Totok Priyadi a. totok priyadi A. Totok Priyadi A.R. Muzzammil, A.R. Abdu, Wamaungo Juma Adek Cerah Kurnia Azis Adrianus Andika Richardo Agus Syahrani Agus Wartiningsih Agus Wartiningsih Agus Wartiningsih Agustina Agustina Agustina Ahadi Sulissusiawan aloysius mering Anggi Putri Pratiwi Anggraeni, Dewi Putri Anisawati Anisawati Anjani, Fitri Anna Yuniarti Antonius Totok Priyadi Antonius Totok, Antonius Apdanil Syukri Aprima Tirsa, Aprima Apriyanti, Mariana Asriah Nurdini M. Aswandi Aswandi, Aswandi Azis, Adek Cerah Kurnia Chairil Effendi Chairil Effendy Deden Ramdani Dewantara, Jagad Aditya DEWI SARTIKA Dian Miranda Diana, Santi Dirna, Fitrah Cyntha Djon Lasmono Dwi Astuti Dwi Riyanti Dyoty Auliya Vilda Ghasya Effiyadi, Effiyadi eli fitriani Elofhia, Loriya Elpalina, Srimutia Evanirmala, Sanggar Faisal, Imam Agus Fatmawati, Fatmawati Fauzanna, Sekar Harum Fibrianus, Yuvensius Fitrah Cyntha Dirna Fitriana, Asih Fuji Alfira Fur Shintari, Fur Gagah Prakasa, Wira Catur Garagasi, Albedhmake Vandaras Gunawan Gunawan Gunta Wirawan H. Martono . H. Syahwani Umar H.M. Asrori Henny Sanulita Hera Mudita Hetty Susanti Holyness Nurdin Singadimedja Imam Ghozali Indah Wulandari Indrapraja, Diecky K. Isti Dwi Puspitawati Jaya, Hilarius Frendi Jesika, Jesika Juliyansah, . Jumanus, . Juniarti, Putri Kusnawati, . Larasaty, Indah Laurensius Salem Lily Thamrin Liza Elisabeth, Liza Lubna, Syarifah Maria Oktavianey Anti Maridjo A.H Maridjo AH Martono . Martono Martono Martono Martono Martono Martono Martono Martono Mastiah Mastiah, Mastiah Mastri Dihita Sagala Meliana Lestari Meriyanti, Meriyanti Mitha Mitha, Mitha Muhammad Iqbal Muhammad Thamimi, Muhammad Muplihun, Endra Musyarrofah, Musyarrofah Nanang Heryana Natalia Rosi Heavenlim Novi Utami Nurhasanah Nurhasanah Nurul Fahmi Nurul Hidayati Parlindungan Nadeak Patriantoro . Pebriyandi Pebriyandi Pebriyandi, Pebriyandi Permana, Norma Febianti Priyadi, Anto Totok Putra, Muhammad Ananda Putri Tipa Anasi Ramadani Fitria Ramadhan, Hutama Hari Ratna Sari Widianti, Ratna Sari Rejeki Situmorang, Rolah Sri Rio Pranata RISKA WAHYUNI Rusi, Cita Rusifa Aini Safitri, Eni Sagita, Dian Samhudi, Obi Savitri, Veronika One Seftiani, Seftiani Seli, Sesillia Serapina, Serapina Sesilia Seli Setiana, Aslinda Hadi Setiasih Korniyati Sisilya Saman Sri Astuti F24110001 Sri Mulyani Srimutia Elpalina Suciati, Voni Sugiyono F11110055 Sutrini Sutrini Syambasril . Syambasril, Syambasril Syamsul Arifin Syarmila, Syarmila Syukri, Apdanil Teguh Trisanto Thomas Kuslin Totok Priyadi Turnip, Lamria Tuti, Anggela Ummi Kalsum Uray Gustian Utama, Indra Verdiana, Tri Apria Wamaungo Juma Abdu Wartiningningsih, Agus Wiwin Yulianti Y. Touvan Juni Samodra Yesi, Yesi Yoga Mandala Yudhistira Oscar Olendo Yulianti AR F24111019 Yulianto, Dedi Yulira, Bernicha Sita Sherlina Yuniastuti, Erik Yuniyarti, Yuniyarti Yuswianti, Yola Zakarias Aria Widyatama Putra Zulfahita, .