p-Index From 2021 - 2026
13.854
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Fisika Unand Jurnal Riset Kimia REKAYASA Jurnal Zarah Al-Wijdan : Journal of Islamic Education Studies Nyimak: Journal of Communication SAMARAH: Jurnal Hukum Keluarga dan Hukum Islam Jurnal Kimia Terapan Indonesia Indonesian Journal of Chemistry Jurnal Agroqua: Media Informasi Agronomi dan Budidaya Perairan Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam SHAHIH : Jurnal Ilmu Kewahyuan JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI Kalam: Jurnal Agama dan Sosial Humaniora HIKMAH : JURNAL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Jurnal Agrotek Lestari Jambura Journal of Electrical and Electronics Engineering Jurnal Ilmu Pertanian Tirtayasa Vocatech : Vocational Education and Technology Journal Jurnal Teknik Elektro dan Komputasi (ELKOM) Jurnal Komunikasi dan Organisasi (J-KO) Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Fitrah: Jurnal Studi Pendidikan Mitra PGMI: Jurnal Kependidikan MI Community Empowerment Uti Possidetis: Journal of International Law Warta Pengabdian Andalas: Jurnal Ilmiah Pengembangan Dan Penerapan Ipteks Hydrogen: Jurnal Kependidikan Kimia Studia Sosia Religia: Jurnal Studi Agama-Agama Jurnal Pemikiran Islam (JPI) Empiricism Journal INVENTION: Journal Research and Education Studies Jurnal Transparansi Publik (JTP) Dulang: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat ANWARUL: Jurnal Pendidikan dan Dakwah Gema Wisata Unisia Jurnal Pendidikan Islam Journal of Public Representative and Society Provision Innovative: Journal Of Social Science Research Journal Of Computer Science And Technology Journal of Social Knowledge Education (JSKE) Tasyri' Aceh Journal of Electrical Engineering and Technology Transnational Business Law Journal Journal Innovation In Education JISH (Jurnal Ilmu Syariah dan Hukum) Jurnal Ilmiah Nusantara Champions: Education Journal of Sport, Health, and Recreation Tumbuhan : Publikasi Ilmu Sosiologi Pertanian dan Ilmu Kehutanan Mikroba: Jurnal Ilmu Tanaman, Sains dan Teknologi Pertanian Akhlak: Jurnal Pendidikan Agama Islam Dan Filsafat Kajian Ilmiah Mahasiswa Administrasi Publik (KIMAP) Journal of Mechanical Engineering and Fabrication Jurnal Sipil Sains Terapan Sinov : Media Informasi Penelitian Kabupaten Semarang
Claim Missing Document
Check
Articles

PERENCANAAN BOX GIRDER PADA JEMBATAN KRUENG CUT KOTA BANDA ACEH Chairiyah, Cut; Syukri, Syukri; Miswar, Khairul
Jurnal Sipil Sains Terapan Vol 3, No 01 (2020): JURNAL SIPIL SAINS TERAPAN
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P2M)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jembatan Krueng Cut yang terletak di Kota Banda Aceh adalah sebuah jembatan ganda dengan menggunakan gelagar sistem prategang. Jembatan ini memiliki panjang bentang total309.8 m. Dalam skripsi ini akan direncanakan gelagar profil box girder dengan panjang bentangnya adalah 31.1 m dan lebar 10 m dengan pemberian prategang sistem pasca tarik(post tensioning). Tujuan dari skripsi ini adalah untuk merencanakan dimensi box girder dan jumlah tendon yang aman dan mampu menahan beban bekerja. Perencanaan ini meliputi pendimensian, perhitungan beban, jumlah tendon, kehilangan gaya prategang, kontrol lendutan dan penggambaran. Pada tahap perencanaan digunakan SNI 1725 : 2016 untuk peraturan pembebanan dan SNI 2833 : 2008 untuk pembebanan gempa. Mutu beton gelagar fc’ = 49.8 MPa, kuat leleh baja tulangan fy = 390 MPa dan mutu baja tulanggan sengkang fy = 320 MPa. Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh tinggi box girder jembatan yang mampu menahan beban bekerja yaitu 1.8 m dengan jumlah tendon sebanyak 29 buah tendon dan  580 strand,  kehilangan gaya prategang sebesar  373.215 MPa atau 20.07 %, nilai lendutan terbesar yang timbul akibat pembebanan adalah 0.00848 m dan gelagar dinyatakan aman terhadap kehilangan tegangan dan lendutan yang timbul terhadap  nilai batas yang diijinkan. Kata kunci :  jembatan, box girder, prategang
PERENCANAAN GELAGAR PRATEGANG JEMBATAN TANJUNG BEURIDI KABUPATEN BIREUN Nabila, Talitha; Syukri, Syukri; Bahri, Syamsul
Jurnal Sipil Sains Terapan Vol 7, No 01 (2024): JURNAL SIPIL SAINS TERAPAN
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P2M)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jembatan Tanjung Beuridi adalah jembatan yang terletak di Kecamatan Peusangan Selatan, Kabupaten Bireun, Aceh. Jembatan Tanjung Beuridi memiliki panjang bentang 60 m dengan dua segmen, masing-masing segmen sepanjang 30 m dan lebar 9 m, bentuk dan dimensi ukuran balok girder dengan profil PC I menggunakan standar PT. Wijaya Karya Beton. Penelitian ini bertujuan untuk mendesain ulang gelagar jembatan yang sebelumnya jenis material rangka baja menjadi material beton prategang dengan standar peraturan pembebanan untuk jembatan mengacu pada SNI 1725:2016. Perencanaan ini meliputi pemilihan dimensi gelagar dengan profil PC I H-160, perhitungan beban, perencanaan tendon, perhitungan tegangan, kontrol lendutan, dan penulangan gelagar. Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh tinggi gelagar 1,60 m, tegangan yang timbul lebih kecil dari besaran tegangan yang diizinkan -20543 kPa. Kehilangan gaya prategang total yang terjadi sebesar 490,87 Mpa dengan persentase 26,38% lebih kecil dari total kehilangan gaya prategang yang diizinkan yaitu sebesar 30%. Hasil perhitungan terhadap besarnya gaya prategang yang bekerja pada penampang gelagar, diperoleh 3 tendon dengan 50 strands yang diperlukan. Tendon yang digunakan adalah tendon VSL dengan jenis strands yaitu Uncoated 7 wire super strands ASTM A-416 grade 270 diameter 12,7 yang memiliki kuat tarik minimum fpu = 1860 Mpa, 12 strand untuk tendon 1, 19 strand untuk masing-masing tendon 2 dan 3. Lendutan yang timbul akibat pembebanan sebesar 0,0241 m lebih kecil dari lendutan yang diizinkan sebesar 0,083 m. Hasil perhitungan gelagar dengan data sebagaimana disebutkan diatas dinyatakan aman untuk digunakan. Kata kunci: girder, pra-tegang, strand, tendon 
PERENCANAAN ULANG GELAGAR PRATEGANG JEMBATAN SEUNEUBOK PAYA KECAMATAN PEUDADA KABUPATEN BIREUEN Ghufran, Ghufran; Syukri, Syukri; Mahyar, Herri
Jurnal Sipil Sains Terapan Vol 2, No 02 (2019): JURNAL SIPIL SAINS TERAPAN
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P2M)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Jembatan Seuneubok Paya terletak di Kecamatan Peudada, Bireuen, Aceh, Indonesia, dimana panjang bentang sebesar 20,8 m dan lebar keseluruhan 7 m. Skripsi ini bertujuan untuk mendesain jembatan sebelumnya yaitu jembatan Seuneubok Paya dari jenis gelagar beton prategang dengan standar peraturan pembebanan mengacu pada SNI 1725:2016. Perencanaan ini meliputi pemilihan dimensi gelagar, perhitungan beban, perencanaan tendon, perhitungan tegangan, lendutan, dan penulangan gelagar. Berdasarkan hasil dari perhitungan pembebanan didapatkan hasil perhitungan tinggi gelagar jembatan sebesar 1,25 m dengan jumlah 33 strands untuk 3 tendon. 9 strands untuk tendon 1 dan 12 strands untuk masing-masing tendon 2 dan 3. Kehilangan gaya prategan yang timbul pada gelagar sebesar 25,34% dan lendutan terbesar yang timbul akibat pembebanan sebesar 0,024 m. Kata kunci : gelagar, prategang, strands, tendon
Konfigurasi Seri Paralel dan Honey Combination Pada Kondisi Mismatch I-V Modul Surya Amna, Nurlaila; murisal; Muliadi, Muliadi; Syukri, Syukri
Aceh Journal of Electrical Engineering and Technology Vol. 5 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Program Studi Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Iskandarmuda Jl. Kampus Unida No.15, Surien, Kec. Meuraxa, Kota Banda Aceh, Aceh 23234 Propinsi Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55616/ajeetech.v5i2.1118

Abstract

Dalam kondisi ini, sistem pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) masih menggunakan jenis modul surya yang memiliki karakteristik arus dan tegangan yang sama. Namun, situasi ini dapat berubah apabila modul yang digunakan tidak lagi tersedia untuk dibeli. Saat terjadi kerusakan atau gangguan pada sistem, seperti retakan pada lempengan modul, penggantian akan memakan waktu yang lama. Dalam situasi seperti ini, penyaluran daya ke beban yang dilayani oleh modul surya dapat terhambat. Untuk memastikan sistem modul surya tetap berfungsi sepenuhnya, diperlukan alternatif atau metode untuk menemukan modul pengganti yang serupa. Modul pengganti diharapkan memiliki karakteristik arus dan tegangan yang sebanding dengan modul sebelumnya, sehingga dapat membantu mempertahankan kelangsungan kesediaan energi sistem modul surya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari bagaimana ketidakseragaman karakteristik arus (I) dan tegangan (V) yang terjadi selama instalasi modul surya mempengaruhi daya output. Sistem modul surya yang akan dirancang akan menggunakan dua puluh modul surya yang masing-masing memiliki kapasitas daya 250 W dan disimulasikan menggunakan Simulink. Metode yang digunakan adalah menggabungkan modul surya dengan berbagai karakteristik arus (I) dan tegangan (V) dalam konfigurasi seri paralel (SP) dan kombinasi madu (HC). Ini dilakukan dengan menggantikan modul surya utama dengan modul surya pengganti dari 5% hingga 100% jumlah modul. Arus Isc yang dipilih dianggap sebanding dengan arus yang mengalir pada rangkaian seri paralel. Hasil simulasi menunjukkan bahwa sistem modul surya tetap dapat beroperasi dalam kondisi mismatch dan menghasilkan jumlah daya tertinggi. Di kondisi STC, konfigurasi seri paralel (SP) menghasilkan jumlah daya tertinggi dan 40% dari modul yang digantikan dapat dipertahankan oleh konfigurasi ini.
Romantisme, Ideologi, dan Perkawinan dalam Organisasi IMM Nusa Tenggara Barat Fikran, Fikran; Syukri, Syukri
Empiricism Journal Vol. 6 No. 4: December 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/26nvew87

Abstract

Artikel ini mengkaji praktik romantisme dan pernikahan dalam lingkungan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) NTB sebagai fenomena sosial yang sarat nilai ideologis. Melalui pendekatan deskriptif-kualitatif, untuk menjawab pertanyaan penelitian Pertama, bagaimana Ideologi antara kader IMM Nusa Tenggara barat membentuk relasi romantasisme, Kedua bagaimana tantangan hubungan romantisisme sama kader IMM di Nusa Tenggara Barat. Tulisan ini mengeksplorasi bagaimana relasi antar anggota, khususnya antara immawan dan immawati, dipandu oleh semangat dakwah, ideologi Islam berkemajuan, serta komitmen terhadap nilai-nilai keorganisasian Muhammadiyah. Romantisme dalam IMM NTB tidak dilihat sebagai relasi emosional bebas, melainkan sebagai alat untuk memperkuat solidaritas gerakan dan proses kaderisasi. Pernikahan diposisikan sebagai puncak kematangan ideologis, simbol regenerasi nilai, dan perwujudan dakwah dalam ruang domestik. Namun, dinamika ini juga menghadapi tantangan seperti benturan antara idealisme dan realita sosial, serta risiko eksklusivisme internal. Artikel ini menunjukkan bahwa relasi personal dalam IMM NTB merupakan refleksi dari dialektika antara ideologi, budaya, dan pengalaman individu, serta menjadi medan penting pembentukan identitas kader sebagai agen perubahan sosial. Kata Kunci: IMM, Dakwah, Ideologi, Kaderisasi, Pernikahan, Romantisme. Romanticism, Ideology, and Marriage within the IMM Organization of West Nusa Tenggara Abstract   This article examines the practices of romantic relationships and marriage within the Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) of West Nusa Tenggara (NTB) as a social phenomenon imbued with ideological values. Using a descriptive qualitative approach, this study seeks to address two main research questions: first, how the ideology embraced by IMM cadres in West Nusa Tenggara shapes romantic relationships; and second, what challenges are encountered in romantic relationships among IMM cadres in the region. The article explores how interpersonal relations among members particularly between immawan and immawati are guided by the spirit of dakwah, the ideology of Progressive Islam (Islam Berkemajuan), and a commitment to Muhammadiyah’s organizational values. Romantic relationships within IMM NTB are not perceived as free or purely emotional engagements but rather as instruments for strengthening movement solidarity and the cadre formation process. Marriage is positioned as the culmination of ideological maturity, a symbol of value regeneration, and the manifestation of dakwah within the domestic sphere. However, these dynamics also face challenges, including tensions between ideological idealism and social realities, as well as the risk of internal exclusivism. This article demonstrates that personal relationships within IMM NTB reflect a dialectical interaction between ideology, organizational culture, and individual experience, and constitute an important arena for shaping cadres’ identities as agents of social change.  
Geographic, Economic, and Political Determinants of Military Emergency Rule in Aceh, 1998–2005 Murliana, Murliana; Saputra, Dian; Jumi Adela Wardiansyah; Istantiani, Meinita; Syukri, Syukri
Unisia Vol. 43 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/unisia.vol43.iss2.art16

Abstract

This study examines the factors behind the imposition of Military Emergency Status in Aceh between 1998 and 2005, a period marked by prolonged armed conflict between the Government of Indonesia and the Free Aceh Movement. The article aims to explain why the state ultimately resorted to military emergency rule by analyzing the interaction of geographic, economic, and political conditions that shaped the conflict. Using a qualitative library-based research design, the study relies on historical analysis of books, academic articles, official regulations, and credible reports related to the Aceh conflict. The collected materials are critically reviewed, categorized, and interpreted to reconstruct the policy context and conflict dynamics leading to the declaration of military emergency. The findings show that Aceh’s strategic geography, particularly in Aceh Timur and surrounding areas, facilitated mobility, logistical access, and cross-regional connections that strengthened armed resistance. Economically, despite abundant natural resources, local communities experienced marginalization, limited participation in resource management, and persistent inequality, which intensified social grievances. Politically, unresolved human rights violations during the previous Military Operations Area period, weak law enforcement, and declining public trust in civilian governance contributed to growing support for the Free Aceh Movement. The failure of peace negotiations and the escalation of violence further reinforced the state’s preference for a security-based approach. In conclusion, the study argues that the Military Emergency Status in Aceh was not a sudden policy choice but the result of accumulated geographic vulnerabilities, economic injustice, and political dissatisfaction. These findings highlight the importance of addressing structural inequalities and political accountability as essential lessons for conflict resolution and sustainable peacebuilding in post-conflict regions.
Aktualisasi Nilai Historis & Teoritis dalam Pemberlakuan Hukum Islam di Indonesia Azzahra, Fatimah; Mutawali, Muhammad; Syukri, Syukri
Tasyri' : Journal of Islamic Law Vol. 4 No. 1 (2025): Tasyri'
Publisher : STAINI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53038/tsyr.v4i1.173

Abstract

Islamic law is a set of Islamic rules and norms sourced from the Quran and Hadith, coupled with the sources of Islamic law in the form of Ijma' and Qiyas, and the sources of ijtihad that are still debated by scholars in their use in the form of Istihsan, Istislah, Istishab, Maslahah Mursalah, 'Urf, Sar'u Man Qablana, and so on. The history of the birth of Islamic law began with the appointment of Muhammad as the last Prophet and Apostle, and was sent to this earth as the recipient of divine revelation that must be disseminated to his people until the Day of Resurrection arrives. The revelations collected into the Qur'an contain all the rules that are allowed and not allowed to be done as believers. The Quran and Hadith are final even though they can still be interpreted according to the development of the times until now. With the spread of Islam to all corners of the world, Islamic law is also included in it. Islam reached Indonesia at a time when the Hindu-Buddhist kingdoms still ruled Indonesia. Islam was brought peacefully by Arab and Indian traders so that it could be well received by the indigenous people at that time. The implementation of Islamic law in Indonesia has occurred since the birth of Islamic kingdoms until the current modern Indonesian era. This is evidenced by the use of Islamic law as the basis / source of various rules in Indonesia
Problematika Keluarga Buruh Migran di Kecamatan Praya Barat Kabupaten Lombok Tengah Budiana, Nur Afni; Syukri, Syukri
Empiricism Journal Vol. 7 No. 1: March 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/9fvs2q36

Abstract

Dalam perspektif Hukum Keluarga Islam, keluarga merupakan unit dasar pembentukan masyarakat yang harmonis, dengan suami sebagai pemimpin dan penanggung jawab utama keluarga. Namun, realitas keluarga buruh migran sering kali menunjukkan ketidaksesuaian antara konstruksi normatif tersebut dan praktik kehidupan sehari-hari akibat jarak dan keterpisahan fisik yang berkepanjangan. Kondisi ini menimbulkan berbagai persoalan sosial, psikologis, dan hukum yang belum sepenuhnya terakomodasi dalam kajian hukum keluarga Islam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis problematika keluarga buruh migran, khususnya terkait pergeseran peran istri, pola pengasuhan anak, pembinaan keagamaan dalam keluarga, pemenuhan nafkah, serta potensi konflik rumah tangga dan implikasi hukumnya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek istri buruh migran, pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, serta analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa migrasi suami ke luar negeri menyebabkan istri menjalankan peran ganda sebagai pengelola rumah tangga, pengasuh utama anak, sekaligus pengambil keputusan keluarga. Kondisi ini menimbulkan tekanan psikologis yang tidak ringan, tantangan dalam pembinaan keagamaan anak, serta ketergantungan ekonomi keluarga terhadap remitansi suami. Dalam jangka panjang, situasi tersebut meningkatkan potensi konflik rumah tangga dan membuka ruang terjadinya pelanggaran terhadap norma-norma Hukum Keluarga Islam. Sebagai bentuk respons terhadap kondisi tersebut, keluarga buruh migran mengembangkan berbagai upaya adaptasi, antara lain melalui komunikasi jarak jauh yang rutin, keterlibatan keluarga besar dalam pengasuhan anak, serta penguatan nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari. Strategi adaptasi ini menjadi penting untuk menjaga keharmonisan keluarga, stabilitas ekonomi, serta keberlanjutan penerapan prinsip-prinsip Hukum Keluarga Islam dalam konteks keluarga buruh migran. Problems Faced by Migrant Worker Families in Praya Barat District, Central Lombok Regency Abstract From the perspective of Islamic Family Law, the family is considered the basic unit for forming a harmonious society, with the husband as the leader and primary responsible party of the family. However, the reality of migrant workers' families often shows a discrepancy between this normative construction and everyday life practices due to prolonged physical distance and separation. This situation gives rise to various social, psychological, and legal issues that have not been fully addressed in studies on Islamic family law. This research aims to analyze the problems faced by migrant workers' families, particularly concerning the shifting roles of wives, patterns of child-rearing, religious education within the family, the fulfillment of livelihood needs, as well as potential household conflicts and their legal implications.The study used a descriptive qualitative approach with the subjects being wives of migrant workers. Data was collected through in-depth interviews, observation, and documentation, and data analysis was conducted using the Miles and Huberman interactive model. The results of the study indicate that the husband's migration abroad causes the wife to take on dual roles as household manager, primary caregiver for the children, and family decision-maker. This situation creates significant psychological pressure, challenges in fostering the children's religious education, as well as the family's economic dependence on the husband's remittances. In the long term, this situation increases the potential for domestic conflicts and creates opportunities for violations of Islamic Family Law norms. As a response to these conditions, migrant worker families develop various adaptation efforts, including regular long-distance communication, involvement of extended family members in child-rearing, and strengthening religious values in daily life. These adaptation strategies become important to maintain family harmony, economic stability, and the continued application of Islamic Family Law principles within the context of migrant worker families.
Internalization of Local Cultural Values Through Ethnosport Learning in Physical Education at Elementary and Secondary Schools Salahudin, Salahudin; Syukri, Syukri
Champions: Education Journal of Sport, Health, and Recreation Vol. 4 No. 1 (2026): Champions March Edition
Publisher : Yayasan Insan Mulia Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59923/champions.v4i1.631

Abstract

The limited understanding of students toward local cultural values and the lack of integration of cultural elements in physical education learning have become important issues in elementary and secondary schools. This study aims to analyze the process of internalizing local cultural values through ethnosport-based learning within the context of physical education. The research employed a descriptive qualitative approach, with data collected through classroom observations, interviews with Physical Education (PJOK) teachers, and documentation studies of learning activities that utilized traditional games as learning media. The findings indicate that ethnosport-based learning is able to foster character values such as sportsmanship, cooperation, responsibility, and respect for local culture. The integration of ethnosport in physical education not only increases students’ participation in physical activities but also serves as an effective medium for instilling cultural and moral values. The implications of this study suggest that ethnosport-based physical education can become an effective learning strategy to enhance students’ active participation while strengthening cultural identity and character development, thereby supporting the implementation of the Pancasila Student Profile and the reinforcement of national character in the era of globalization.  
Menakar Ulang Konsep Poligami dalam Perspektif Hadis : Antara Keadilan dan Kemaslahatan Syukri, Syukri; Ismail Ahmad , La Ode; Rahman Sakka, Abdul
JISH: Jurnal Ilmu Syariah dan Hukum Vol. 6 No. 1 (2026): JISH (Jurnal Ilmu Syariah dan Hukum)
Publisher : Universitas Islam DDI AG.H. Abdurrahman Ambo Dalle

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36915/jish.v6i1.489

Abstract

This article reexamines the concept of polygamy in Islam through the perspective of hadith, focusing on the principles of justice and public welfare (maṣlaḥah). Polygamy is often understood in a legalistic manner as a male privilege, yet in practice it frequently generates gender injustice and social problems within the family. This study employs a qualitative library research method using a thematic (mawḍūʿī) approach to hadiths related to polygamy and justice in family relations. The data are analyzed through content analysis by considering both normative religious texts and contemporary social realities. The findings reveal that the hadiths of the Prophet Muhammad (peace be upon him) consistently emphasize justice and compassion as the fundamental requirements of polygamy, encompassing both outward responsibilities and moral-spiritual dimensions. Polygamy, therefore, is not an absolute right but a serious trust that can only be justified when it truly realizes justice and welfare. This study concludes that polygamous practices leading to injustice contradict the objectives of Islamic law (maqāṣid al-sharīʿah), and thus the interpretation of polygamy should shift from mere legal permissibility toward an ethical framework grounded in justice and mercy.
Co-Authors ., Haerana Abd, Misswar Abdi Abdi, Abdi Abdul Majid Adi Saputra Saragih Adilah,EM, Rieskha Tri Adinda, Zulya Adlis Santoni Admi Admi Admi Admi Admin Alif Adnan Adnan Adnir, Farid Adriansyah Adriansyah Ahmad Syarif Ahmad Zuhri Akmal, M. Ali Djamhuri Almas, Almas Amanda, Syahrila Amir Fauzi Amir Husin, Amir Amir, Sulaiman Muhammad Amirullah, Tri Yupi Ammar, Faisal Amna, Nurlaila Angellika, Florencia Tri Annisa Khairiyah Anwar Parawangi, Anwar Apriani, Siti Apriliani, Indri Arda Arda Arni Arni Asmaningsih, Yuyun Asmarika, Asmarika Asyadi, Teuku Murisal Aulia Nanda, Hafidz Aulia, Ivan azhari, mohd fikri Azni Aisyah Azra, Aulia Badri Badri Bainar Bainar Budi, Arief Setya Budiana, Nur Afni Burhanuddin Burhanuddin BUSTANUL ARIFIN Caniago, Sintia Chairiyah, Cut Chairul Fahmi Chandra Risdian Chatarina Umbul Wahyuni Dahyunir Dahlan Daili, Cut Damanik, Nurliana Dermawan, Muhammad Zuhri Desi Yana Deswati Deswati Diana Handayani, Diana Dilla Safdia Dwi Syukur Phameswari Elida Mardiah Emil Salim Emriadi - Faisal Faisal Fajarandi, Nabiel Fajri Fajri Falah, A.Ilah Nurul Famella Azhara Fatimah Azzahra Fauzi Fauzi Febrian, Muhammad Fidhia Aruni Fikran, Fikran fitri, yona Fitria, Renny Fitriani Fitriani Geliz Luh Titisari Ghifari, Zarril Ghufran, Ghufran Guntur Maha Putra Hamna, Dian Muhtadiah Hardi, Amelina Dwika Hasan, Huriah Ali Hasanuddin, Nediya Syafitri Hassan, Mohd Sufiean Hayanuddin, Hendra Herianti, Herianti Herman Fithra Hermansyah Aziz Herri Mahyar Hidayanty, Dian Nur Hidayat Hidayat Ibnu Irawan Ihyani Malik Ilahi, Fitratul Imelda Imelda Indriyanti Indriyanti, Indriyanti Ismail Ahmad , La Ode Ismawati Ismawati Isnaini, Delvi Istantiani, Meinita Iswahyudi Iswahyudi Jaelan Usman, Jaelan Joni, Rahma Jumi Adela Wardiansyah Kamarullah Kamarullah Kasmawan, Kasmawan Katimin, Katimin Khoiriah, Dewi Khofifatul Kurniati Kurniati Laela, Musyarifatul Laila Qadriah Libra, Poppi Darmila Lukman Hakim Lutfiah, Andi Qonita Maghfirah, Aisyah Milsya Mai Efdi Mai Efdi Manggaga, Indah Pratiwi Mappagiling, Muh Ihsan Mardhiah Mardhiah Marniati Salim Marnita, Yenni Martunis - Matlal Fajri Alif Mauliza, Agustina Mega Fatimah Rosana Mega Mustika Miswar, Khairul Mudiyawati, Andita Muhaddis Muhaddis Muhamad Nasir Muhammad Ikhsan Muhammad Ilham Muhammad Sayuthi Muhammad Yahya Muhazir, Ahmad Muldarisnur, Mulda Muliadi Mulyadi Mulyadi Muna, Nailul Murliana, Murliana Musbar Musbar, Musbar Mutawali, Muhammad Mutia, Sri Nabila, Talitha Nasution, Hasnah Nelsyah, Arwinda Nengsih, Zarnida Widia Norman Ferdinal Novesar Jamarun Novrian Ramadhan Novriza, Ferdiansyah Nurfadila Nurfadila, Nurfadila Nurul Afifah Olly Norita Tetra Paisal Zikri Pane, Sarmalina Prasejati, Arika Prita Amalia, Prita Putra, Syahrial Putri Arwanda Qanita, Rafifah Rabiatul Adawiyah Rahayu Rahayu Rahim, Samsir Rahman, Malahayati Rahmayeni Rahmayeni Rahmayeni Rahmiana Zein Raihan Hanif Aulia Refilda Refilda Refinel - Retno Kusniati Ridha, Rizky Rina Rina Rinah Rinah Rinaldho Rinaldho Rizal, Faisal Robi Agus Pratama Roni Kurniawan Putra Rosalinda Rosalinda Rosmaiti Rosmaiti Rusyda, Rusyda S.Pd. M Kes I Ketut Sudiana . Sabariah Sabariah Sabri, Muhammad Fachrully Sabriani, Sabriani Safni Safni Saiful Bahri Sakka, Abdul Rahman Salahudin Salahudin Saputra, Iwan Selly Pitia Shabarullah, Shabarullah Siregar, Isropil Siregar, Muhammad Andryansyah Siregar, Paisal Siswahyudianto Siti Latifah Somalia, Somalia Stoll, Peter-Tobias Subhan Subhan Sulhijah, Sulhijah Suprianto, Nanang Suriyani, Erma Suryadi Suryadi Suryati Suryati Syafrizayanti Syafrizayanti Syamsul Bahri Syukri Arief T. M. Azis Pandria Tahir, Nurbiah Tawakkal Baharuddin, Tawakkal Teguh Yaman Telaumbanua Teuku Mizan Sya'rani Denk Tina, Sulfa Rana Tio Putra Wendari Tricahyani, Nabiila Ayyu Ulandari, Devi Ulfa, Mutiah Upita Septiani Wellia, Diana Vanda Widyaningsih, Putri Wismanto Wismanto Wulandari Wulandari Yefrida - Yelfira Sari Yeni Kartika Yeni Stiadi Yetria Rilda Yohana Dwi Putri Yola Azli Perdana Yuli Yetri Yulia Eka Putri, Yulia Eka Yulizar Yusuf Zakir, Supratman Zeni, Ebriyen Zilfa Zilfa