p-Index From 2021 - 2026
13.688
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Pedagogi: Jurnal Ilmu Pendidikan Jurnal Profesi Kependidikan Publikasi Pendidikan Jurnal Imajinasi Indonesian Journal of Educational Studies Harmonia: Journal of Research and Education Jurnal Penelitian Pendidikan Tadbir: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Catharsis Pendas mahakam : jurnal pendidikan dan pembelajaran Sekolah Dasar Nuansa Journal of Arts and Design Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Pendas : Jurnah Ilmiah Pendidikan Dasar Jambura Journal of Educational Management JIKAP PGSD: Jurnal Ilmiah Ilmu Kependidikan JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Journal of Innovation in Educational and Cultural Research MURHUM : JURNAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI International Journal of Engineering, Science and Information Technology Nusantara Hasana Journal EduLine: Journal of Education and Learning Innovation ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Action Research Literate (ARL) Empowerment: Jurnal Pengabdian Masyarakat EDUSTUDENT: Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Pembelajaran JURNAL ADMINISTRASI, KEBIJAKAN, DAN KEPEMIMPINAN PENDIDIKAN (JAK2P) Ar-Rosikhun: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Pengabdian Mandiri Sureq: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berbasis Seni dan Desain JOEL: Journal of Educational and Language Research Venn: Journal of Sustainable Innovation on Education, Mathematics and Natural Sciences INSIGHT: Indonesian Journal of Social Studies and Humanities JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KEBUDAYAAN DAN AGAMA Proceeding of International Conference on Science, Education, and Technology Seminar Nasional Hasil Penelitian LP2M UNM International Journal of Multidisciplinary Approach Research and Science Semar : Jurnal Sosial dan Pengabdian Masyarakat Journal of Education Method and Learning Strategy Pancasila International Journal of Applied Social Science Journal of Health Science and Medical Therapy Jurnal Riset Multidisiplin dan Inovasi Teknologi Intisari: Jurnal Inovasi Pengabdian Masyarakat INDOPEDIA (Inovasi Pembelajaran dan Pendidikan) GEMBIRA (Pengabdian Kepada Masyarakat) PEDAMAS (Pengabdian Kepada Masyarakat) Journal of Humanities and Social Studies Jurnal Pustaka Indonesia JPAP (Jurnal Praktisi Administrasi Pendidikan) Indonesian Journal of Community Empowerment Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Jurnal Intelek Insan Cendikia Jurnal Penelitian Multidisiplin Bangsa Pinisi Journal of Social Science International Journal of Technology and Education Research International Journal of Education, Vocational and Social Science International Journal of Economics, Accounting, and Management Journal of Social Sciences and Economics IJAE Journal of Educational Development and Learning (JEDAL) GENIUS: Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pembelajaran EDUSOS: Jurnal Edukasi dan Ilmu Sosial Jurnal Pemikiran dan Pengembangan Pembelajaran Journal of Public Policy and Regional Government (JPPLG) Abdurrauf Journal of Education and Islamic Studies Jurnal Riset dan Pengabdian Interdisipliner Variable Research Journal Inovasi Kurikulum Optimal: Jurnal Ekonomi dan Manajemen
Claim Missing Document
Check
Articles

Implementasi Model Pembelajaran Inovatif dalam Pengembangan Jiwa Kewirausahaan Peserta Didik di Lingkungan Pendidikan Wahira Wahira; Andi Ratu Ayuashari
Abdurrauf Journal of Education and Islamic Studies Vol. 2 No. 3 (2026): Abdurrauf Journal of Education and Islamic Studies
Publisher : Yayasan Abdurrauf Cendekia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70742/arjeis.v2i3.1059

Abstract

The rapid development of globalization and technology has encouraged educational institutions to develop students’ entrepreneurial competencies through innovative learning approaches. Conventional teacher-centered learning is considered less effective in fostering creativity, critical thinking, and problem-solving skills needed in entrepreneurship education. This study aims to analyze the implementation of innovative learning models in developing students’ entrepreneurial spirit within educational environments. The study employed a qualitative descriptive approach through literature review and analysis of various innovative learning models applied in entrepreneurship education. The discussion focused on the implementation of Problem Based Learning (PBL), Project Based Learning (PjBL), Flipped Classroom, Blended Learning, Cooperative Learning, and Collaborative Learning in supporting entrepreneurial learning processes. The findings revealed that innovative learning models provide positive contributions to increasing students’ motivation, creativity, independence, collaboration skills, and entrepreneurial problem-solving abilities. Furthermore, the implementation of these models enables students to gain direct learning experiences through practical and contextual activities aligned with real-world challenges. This study contributes to the development of entrepreneurship education literature by providing a comprehensive understanding of how innovative learning models enhance students’ entrepreneurial competencies, including creativity, critical thinking, problem-solving, collaboration, and business opportunity recognition. Furthermore, the findings offer practical implications for educators and educational institutions in designing student-centered entrepreneurship learning environments that foster entrepreneurial mindsets and skills. The study also serves as a reference for policymakers in developing educational strategies that align with the demands of the twenty-first century and the evolving world of work [Perkembangan globalisasi dan teknologi yang sangat pesat mendorong lembaga pendidikan untuk mengembangkan kompetensi kewirausahaan peserta didik melalui pendekatan pembelajaran yang inovatif. Pembelajaran konvensional yang berpusat pada guru dinilai kurang efektif dalam menumbuhkan kreativitas, kemampuan berpikir kritis, dan keterampilan pemecahan masalah yang dibutuhkan dalam pendidikan kewirausahaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi model-model pembelajaran inovatif dalam mengembangkan jiwa kewirausahaan peserta didik di lingkungan pendidikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui studi literatur dan analisis berbagai model pembelajaran inovatif yang diterapkan dalam pendidikan kewirausahaan. Pembahasan difokuskan pada implementasi Problem Based Learning (PBL), Project Based Learning (PjBL), Flipped Classroom, Blended Learning, Cooperative Learning, dan Collaborative Learning dalam mendukung proses pembelajaran kewirausahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model-model pembelajaran inovatif memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan motivasi, kreativitas, kemandirian, kemampuan kolaborasi, serta keterampilan pemecahan masalah kewirausahaan peserta didik. Selain itu, penerapan model-model tersebut memungkinkan peserta didik memperoleh pengalaman belajar secara langsung melalui kegiatan praktis dan kontekstual yang sesuai dengan tantangan dunia nyata. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan literatur pendidikan kewirausahaan dengan memberikan pemahaman yang komprehensif mengenai bagaimana model pembelajaran inovatif dapat meningkatkan kompetensi kewirausahaan peserta didik, termasuk kreativitas, berpikir kritis, pemecahan masalah, kolaborasi, dan kemampuan mengenali peluang usaha. Lebih lanjut, temuan penelitian ini memberikan implikasi praktis bagi pendidik dan institusi pendidikan dalam merancang lingkungan pembelajaran kewirausahaan yang berpusat pada peserta didik guna menumbuhkan pola pikir dan keterampilan kewirausahaan. Penelitian ini juga dapat menjadi referensi bagi para pengambil kebijakan dalam mengembangkan strategi pendidikan yang selaras dengan tuntutan abad ke-21 dan dinamika dunia kerja yang terus berkembang.]
Strategies For Implementing Activity Priority Analysis (APK) To Achieve Good Governance In Indonesia Ihwan Arifuddin; Jumadi; Muhammad Yamin; Wahira; Andi Kasmawati
International Journal of Economics Accounting and Management Vol. 2 No. 2 (2025): IJEAM - July 2025
Publisher : PT. INOVASI TEKNOLOGI KOMPUTER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60076/ijeam.v2i2.1283

Abstract

Local government budgets in Indonesia often fail to translate planned development objectives into actual outcomes. This study investigates how entrenched budget politics – the interplay of political interests, corrupt networks, and weak fiscal rules – creates a persistent gap between planned and actual budgets. A review of recent studies shows that pervasive “budget leakage” and interest-group capture divert public funds away from priority services and misallocate scarce resources. We articulate the research gap: while public financial management is well studied, few analyses focus on the political dynamics of local budgeting or why reforms fail to curb corruption. Using Dunn’s policy evaluation framework (with criteria such as effectiveness, efficiency, adequacy, responsiveness, and appropriateness), we propose a systematic evaluation of local budgets. We empirically analyze Indonesian subnational deficits (exceeding statutory caps) to illustrate flawed fiscal policies. We then explore the causes of misaligned programs: incumbent leaders exploit loopholes (e.g., padded grants in election years) and finance deficits for votes. We demonstrate how the current planning system allows for political capture by citing examples of inflated project lists and unimplemented “ghost” programs. As a solution, we describe an Activity Priority Analysis (APK) – a multi-stakeholder, evidence-based budgeting process where government, academia, and civil society collaboratively vet and rank programs. We outline the evaluation steps using Dunn’s criteria to judge budget outcomes. The diagrams illustrate the proposed APK workflow.
PERMAINAN KARTU HURUF TERHADAP PERMULAAN MEMBACA AWAL ANAK USIA DINI Andi Evagustia; Herlina; Azizah; Wahira
INDOPEDIA (Jurnal Inovasi Pembelajaran dan Pendidikan) Vol. 4 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permainan kartu huruf membantu anak belajar dengan cara yang menyenangkan. Anak tidak hanya duduk mendengarkan, tetapi aktif memegang kartu, mencocokkan gambar dan huruf, serta mengucapkan bunyi huruf yang dikenalnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap gambaran kemampuan membaca, bahasa, dan pengaruh penerapan permainana kartu huruf terhadap kemampuan membaca permulaan pada anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif eksperimen semu (quasi experiment). Desain penelitian yang digunakan adalah Nonequivalent Control Group Design, yaitu melibatkan dua kelompok: kelompok eksperimen yang diberikan perlakuan menggunakan permainan kartu huruf, dan kelompok kontrol yang mengikuti pembelajaran dengan metode konvensional. bahwa kemampuan membaca permulaan anak usia dini pada kedua kelompok awalnya rendah–sedang dan relatif sebanding (eksperimen 1.47 vs. kontrol 1.52). Setelah intervensi, kelompok eksperimen yang menggunakan permainan kartu huruf mengalami peningkatan drastis menjadi 3.05 (kategori baik–sangat baik), jauh lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol (1.95, masih sedang). Peningkatan paling menonjol pada pencocokan huruf–gambar dan kata awal (+1.7 poin), didukung uji statistik yang signifikan. Temuan ini menegaskan efektivitas permainan kartu huruf sebagai media berbasis permainan multisensori yang selaras dengan teori ZPD Vygotsky dan prinsip belajar bermain di PAUD.
MODEL PEMBELAJARAN INKLUSI PADA ANAK Alfiya Syahli Indiyanto; Arismunandar Arismunandar; Rusmayadi Rusmayadi; Herlina Herlina; Wahira Wahira
INDOPEDIA (Jurnal Inovasi Pembelajaran dan Pendidikan) Vol. 4 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PAUD inklusi perlu mengintegrasikan berbagai strategi pembelajaran yang adaptif. Guru dapat menerapkan pendekatan yang bervariasi, mulai dari kegiatan bermain edukatif, penggunaan media pembelajaran yang ramah anak, hingga penyesuaian kurikulum sesuai kebutuhan perkembangan individu. Tujuan penelitian ini untuk memberikan gambaran model pembelajaran inklusi serta mengetahui fakto-faktor pendukung pendidikan inklusi. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif deskriptif. Sumber data dalam penulisan ini meliputi data primer dan data sekunder. Tahapan penelitian kualitatif menyajikan 3 tahapan yaitu Tahap pralapangan, tahap pekerjaan lapangan, dan tahapan analisis data. teknik atau metode yang digunakan peneliti dalam pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. menggunakan teknik analisa model Miles dan Huberman yang menganalisa data dengan cara membagi kedalam empat langkah; pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran inklusi di TKIT Permata Hati Jayapura mengadopsi siklus terstruktur asesmen awal, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi, yang disesuaikan dengan kebutuhan ABK seperti gangguan fokus, bicara, perilaku, serta slow learner. Faktor pendukung utama mencakup komitmen kepala sekolah dalam menyediakan SDM berkualitas (termasuk GPK), kemitraan orang tua melalui konseling rutin dan terapi rumah, lingkungan sekolah ramah (ruang luas, sudut tenang), serta pelatihan guru modular (kompetensi dasar hingga diferensiasi, durasi 3-10 bulan). Model ini meminimalkan hambatan partisipasi ABK, meningkatkan kecakapan guru hingga 98% via pelatihan, dan mendukung generalisasi bahwa inklusi sukses bergantung pada koordinasi tim, adaptasi kurikulum, dan infrastruktur ramah.
Kreativitas dan Inovasi sebagai Strategi Penguatan Manajemen Kewirausahaan di Sekolah Andi Ratu Ayuashari Anwar; Wahira Wahira
Jurnal Penelitian Multidisiplin Bangsa Vol. 3 No. 2 (2026): Juli
Publisher : Amirul Bangun Bangsa Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpnmb.v3i2.863

Abstract

Kajian ini bertujuan untuk menelaah kontribusi kreativitas dan inovasi sebagai strategi pengembangan manajemen kewirausahaan di lingkungan sekolah serta pengaruhnya terhadap peningkatan kompetensi wirausaha peserta didik. Metode yang diterapkan adalah kualitatif dengan desain studi kepustakaan (library research). Data diperoleh dari berbagai jurnal ilmiah, buku teks, dan hasil riset terdahulu yang relevan dengan kreativitas, inovasi, dan pengelolaan kewirausahaan sekolah. Pengumpulan data dilakukan melalui telaah dokumentasi dan penelusuran sumber ilmiah, sedangkan analisis data menggunakan teknik deskriptif kualitatif mencakup tahapan pemilahan data, pemaparan data, dan penyimpulan. Variabel inti dalam kajian ini meliputi kreativitas, inovasi, dan pengelolaan kewirausahaan sekolah. Temuan kajian mengungkapkan bahwa kreativitas dan inovasi memegang peranan krusial dalam membentuk ekosistem sekolah yang kondusif bagi pengembangan jiwa wirausaha, mempertajam kemampuan berpikir kreatif peserta didik, membangun iklim sekolah yang inovatif, serta mendorong terwujudnya program pembelajaran berbasis kewirausahaan yang lebih optimal. Di samping itu, kepala sekolah berperan sebagai agen inovasi dan motor penggerak dalam menanamkan budaya wirausaha melalui kebijakan dan program sekolah yang bersifat kreatif. Simpulan kajian ini menegaskan bahwa penerapan kreativitas dan inovasi secara konsisten dan berkesinambungan mampu memperkokoh pengelolaan kewirausahaan sekolah dan meningkatkan mutu pendidikan yang responsif terhadap dinamika zaman.
Development of hypercontent-based teaching materialsfor screen printing course at FIP UNM Asrul Burhan; Pattaufi Pattaufi; Nurhikmah H; Farida Febriati; Abdul Hakim; Citra Rosalyn Anwar; Wahira Wahira
Inovasi Kurikulum Vol. 21 No. 3 (2024): Inovasi Kurikulum, August 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i3.71289

Abstract

This research was conducted to meet the need for hypercontent-based digital teaching materials in the Screen Printing Techniques course in the Educational Technology Study Program, FIP UNM. The existing materials are less interactive and lack media such as text, images, and videos, essential for enhancing student understanding. The main goals are identifying these needs, designing hypercontent-based digital teaching materials, and measuring their validity, practicality, and effectiveness. The Research and Development (R&D) method follows the M. Alessi and Stanley R. Trollip model, including the stages of planning, design, and development. The research subjects included 20 students, one lecturer, and two validators (1 content/material expert and one design/media expert). Data collection techniques involved needs identification questionnaires, expert validation questionnaires, lecturer response questionnaires, and small and large group trial questionnaires. Descriptive quantitative analysis was used to evaluate the data. The findings indicate that the need for digital modules among students is very high, expert validation shows good qualifications, trials demonstrate the modules’ good practicality, and pre-test and post-test results reveal improved student learning outcomes with effective to very effective qualifications. Consequently, the screen printing technique digital module is deemed valid, practical, and effective.   Abstrak Penelitian ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan akan bahan ajar digital berbasis hypercontent pada mata kuliah Teknik Sablon di Prodi Teknologi Pendidikan FIP UNM, karena bahan ajar yang ada saat ini kurang interaktif dan tidak menyediakan berbagai media seperti teks, gambar, dan video yang dapat meningkatkan pemahaman mahasiswa. Tujuan utamanya adalah mengidentifikasi kebutuhan tersebut, merancang bahan ajar digital berbasis hypercontent, serta mengukur tingkat validitas, kepraktisan, dan efektivitasnya. Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model M. Alessi dan Stanley R. Trollip, mencakup tahap perencanaan, desain, dan pengembangan. Subjek penelitian terdiri dari 20 mahasiswa, 1 dosen pengampu, dan 2 validator (1 ahli isi/materi dan 1 ahli desain/media). Teknik pengumpulan data meliputi angket identifikasi kebutuhan, angket validasi ahli, angket tanggapan dosen, serta angket uji coba kelompok kecil dan besar. Analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif. Temuan menunjukkan bahwa kebutuhan mahasiswa terhadap modul digital sangat tinggi, validasi ahli menunjukkan kualifikasi baik hingga sangat baik, uji coba menunjukkan kepraktisan modul yang baik, dan hasil pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan hasil belajar mahasiswa dengan kualifikasi efektif hingga sangat efektif. Modul digital Teknik Sablon dinyatakan valid, praktis, dan efektif. Kata Kunci: Modul digital; teknologi pendidikan; pengembangan bahan belajar; teknik sablon
A Collaborative Peer-Based Model for Elementary Teacher ‎Pedagogical Knowledge: Evidence from Luwu Regency, ‎Indonesia Darnianti Masau; Arismunandar Arismunandar; Wahira Wahira; Abdul Hakim
JPI: Jurnal Pustaka Indonesia Vol. 6 No. 3 (2026): In Press
Publisher : Yayasan Darussalam Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62159/jpi.v6i3.2797

Abstract

Pedagogical competence remains a persistent challenge for public elementary school teachers in geographically diverse regions of Indonesia, where access to sustained, high-quality professional development is often limited by distance and resource constraints. This study developed and validated a collaborative peer-based training model to strengthen the pedagogical competence of public elementary school teachers in LuwuRegency, South Sulawesi, where prior competency assessments had consistently placed teachers below adequate performance thresholds. Using a Research and Development approach structured around the ADDIE framework (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation), the study drew on a purposively selected sample of 32 teachers from public elementary schools spanning both urban and remote sub-districts, each with at least three years of teaching experience and active involvement in teacher working groups. Data were gathered through expert validation, practicality questionnaires, and paired pre- and post-training competency tests. The training model, comprising modules, facilitator guidebooks, and assessment instruments, was judged highly valid in terms of media suitability, language clarity, and content accuracy. Practicality testing confirmed the model as an efficient and readily adoptable alternative to conventional top-down training formats. Effectiveness testing showed a statistically significant improvement in teachers' pedagogical competence scores following the intervention. These findings suggest that structured peer collaboration, when embedded within a systematic instructional design process, offers a viable and scalable pathway for strengthening teaching quality in resource-constrained elementary school settings.
Creating a Sustainable Entrepreneurship Ecosystem Through Innovation in Education Herlina Herlina; Wahira Wahira
International Journal of Engineering, Science and Information Technology Vol 4, No 4 (2024)
Publisher : Malikussaleh University, Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52088/ijesty.v4i4.647

Abstract

People increasingly recognize entrepreneurship as a critical strategy for driving economic growth, reducing unemployment, and fostering innovation across sectors. However, entrepreneurship's sustainability relies heavily on supporting a robust ecosystem, with education serving as its foundation. Innovations in education, such as project-based learning (PBL), business simulations, and collaborations between educational institutions, industry, and government, are essential for shaping resilient, innovative, and sustainable entrepreneurs. Research has demonstrated that ecosystem-based entrepreneurship education enhances critical thinking skills, creativity, adaptability, and entrepreneurial readiness to tackle global challenges. Multi-stakeholder collaborations between education, industry, and government strengthen this ecosystem by providing resources, networks, and knowledge that support business sustainability. Additionally, challenge-based learning approaches such as Challenge-Based Learning (CBL) and the integration of business simulations effectively increase entrepreneurial confidence and learning performance through real-world experiences. This strategy has the potential to significantly and sustainably influence economic development through the ecosystem of entrepreneurship education. This study takes a qualitative approach, analyzing books, policy papers, case studies, and scientific articles on entrepreneurship education from different higher education institutions using a literature review method. We perform the analysis using a descriptive methodology to find trends, themes, and successful tactics in entrepreneurship education. Building a healthy entrepreneurial ecosystem requires innovation in entrepreneurship education. Approaches such as project-based learning and business simulations provide students with relevant practical experiences, helping them develop skills such as decision-making, risk management, and innovation needed to navigate the dynamics of modern business. Furthermore, collaboration between the education sector, industry, and government is critical in creating an ecosystem that supports innovative and resilient entrepreneurs. Studies show that innovation-based education, supported by multi-stakeholder collaboration, improves students' readiness for business challenges and contributes to sustainable economic and social growth.
PENGELOLAAN SARANA DAN PRASARANA DI SMP MUHAMMADIYAH WALATTASI KABUPATEN SOPPENG A.Tryfamanda; Wahira; Ahmad Restani Syukron Thayyib
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 3 (2026): Volume 11 No. 3, September 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i3.56725

Abstract

This study examines the management of educational facilities and infrastructure (sarana and prasarana) at SMP Muhammadiyah Walattasi, Soppeng Regency, focusing on procurement and maintenance processes and the supporting and inhibiting factors. This research employed a descriptive qualitative approach with data collected through observation, interviews, and documentation involving the school principal, teachers, and administrative staff. The results indicate that facility procurement has been carried out systematically through needs analysis, priority determination, and budget planning integrated into the School Activity and Budget Plan (RKAS). Maintenance activities are conducted routinely through daily and weekly cleaning, periodic inspection, and minor repairs. Supporting factors include effective leadership by the principal, collaborative school community, adequate planning, and funding from BOSP grants and Muhammadiyah organizational support. Inhibiting factors include budget limitations, aging facilities, lack of technology infrastructure, insufficient user awareness, and the absence of dedicated facility management personnel. The study concludes that despite these constraints, the school manages its facilities functionally to support learning activities, though improvements are needed in equalization of resources, technology integration, and the appointment of specialist facility management staff.
PENERAPAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN MENDALAM DALAM PENDIDIKAN DASAR: BUKTI DARI STUDI MULTILOKASI DI KABUPATEN ENREKANG, INDONESIA Nur Asia Jufri; Wahira; Hasan Usman
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i4.13944

Abstract

ABSTRACT The implementation of the deep learning approach in elementary education is important for developing students’ critical thinking, creativity, collaboration, communication, and character. However, its implementation continues to vary across schools due to differences in readiness and contextual conditions. This study aims to describe the implementation of the deep learning approach in elementary schools in Enrekang District and to identify the supporting and inhibiting factors affecting its implementation. A qualitative approach with a multisite study design was employed. Data were collected through interviews, observations, and documentation from selected elementary schools and analyzed through within-site and cross-site analyses to identify common patterns across the research sites. The findings indicate that the implementation of deep learning consists of three main stages: planning, learning implementation, and assessment. The planning stage emphasizes alignment among learning objectives, instructional components, and deep learning principles. The learning implementation stage applies three core principles: mindful, meaningful, and joyful learning. The assessment stage focuses on developing students’ critical thinking, problem-solving, creativity, collaboration, communication, character, and reflective abilities through various assessment methods, including technology-based assessment and reflective rubrics. Supporting factors include teacher competence, school resources, and institutional support, while resource limitations and varying levels of readiness remain major challenges. Therefore, effective implementation of deep learning requires strengthening teacher competence, providing adequate resources, and developing context-responsive strategies to improve the quality of elementary education. ABSTRAK Penerapan pendekatan pembelajaran mendalam di sekolah dasar penting untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, komunikasi, serta karakter siswa. Namun, implementasinya masih menghadapi perbedaan kesiapan dan kondisi kontekstual sekolah. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi pendekatan pembelajaran mendalam di sekolah dasar di Distrik Enrekang serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambatnya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi multisitus. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi pada beberapa sekolah dasar terpilih, kemudian dianalisis melalui analisis dalam situs dan analisis lintas situs untuk menemukan pola dan karakteristik umum antarlokasi penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pembelajaran mendalam berlangsung melalui tiga tahap utama, yaitu perencanaan, pelaksanaan pembelajaran, dan penilaian. Perencanaan menekankan keselarasan tujuan pembelajaran, komponen pembelajaran, dan prinsip pembelajaran mendalam. Pelaksanaan pembelajaran menerapkan prinsip pembelajaran penuh perhatian, bermakna, dan menyenangkan. Penilaian diarahkan pada pengembangan berpikir kritis, pemecahan masalah, kreativitas, kolaborasi, komunikasi, karakter, dan kemampuan reflektif siswa melalui berbagai teknik penilaian, termasuk pemanfaatan teknologi dan rubrik reflektif. Faktor pendukung meliputi kompetensi guru, ketersediaan sumber daya sekolah, dan dukungan kelembagaan, sedangkan keterbatasan sumber daya dan kesiapan menjadi faktor penghambat. Dengan demikian, implementasi pembelajaran mendalam memerlukan penguatan kompetensi guru, dukungan sumber daya, dan strategi yang adaptif terhadap konteks sekolah untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.
Co-Authors A. Alfiani Damayanti A.Tryfamanda Abd Hamid Abd Hamid Abd. Hamid Abdul Hakim Abdul Hamid Abdul Hamid Abdul Hamid Abdul Hamid Abdul Hamid Abdul Hamid Abdullah Pandang Afra Nurul Ramadhani Ahmad Restani Syukron Thayyib Ahmad Yusuf Akhiruddin Akhiruddin Aldi Pratama Alfiya Syahli Indiyanto Alim Ikmal Jamal Amir Pada, Amir Andi Evagustia Andi Haryanti Andi Kasmawati Andi Mappincara Andi Ratu Ayu Ashari Andi Ratu Ayuashari Andi Ratu Ayuashari Anwar Andi Sadriani Andi Wahed Annisa Ramadhani Ansar Ansar Ansar Ansar Ansar Anwar, Andi Ratu ayuashari Ardiansyah Muh Ardiansyah, Muh Ardy Abraham Arimi Yulianengsi Arismunandar Arismunandar Ariyani, Ida Safitri Ashari, Ratu Ayu Asmiaty, Asmiaty Asrifan, Andi Asrul Burhan Atirah Ahdal Azizah B, A. Sriwahyuni Bahar, Haryani Bau Salawati Cinna, Paramidhita Buana Citra Rosalyn Anwar Darmayanti, Resty Rahayu Darnianti Masau Darwis, Assidiq Dimrayani, Dimrayani Dira Tri Andini Dwi Fitriana Ramawati Ananda Eliamah Eliamah Empon Tatawati Farida Febriati Faridah Fitria, Adilah Wina Hadidja, Sitti Hamzah Upu Hamzah Upu Hardianti Rukmana Hasan Hasan Hasan Usman Hasmiati Hasmiati Hasnawati Hasnawati Hasnawati, Hasnawati HB, Lukman Herliin, Herlina Herliina, Herlina Herlina Herlina Herlina Herlina, Resky Herman Herman Ibadurrahman Ibadurrahman Ihwan Arifuddin Ima Ismail Indrawati Indrawati Irwan, Arianto Ismail Tolla Jamal, Alim Ikmal jamila Jamila Julia Julia Jumadi Jumaedah, Jumaedah Jumiati Jumiati Kahrul Alam Kahrul Alam Kahrul Alam Kahrul Alam Kamaruddin, Syamsu Kartina Kartina Khaerani Khaerani, Khaerani Kurniati, Asma Kurniati, Asma Lidiya, Lidiya Lukman HB Lukman HB Lukman HB Luluk Sugiarsih M, Mahadir M., Rahma Machmudatul Chasanah Madong, Salma Mardiana Mardiana Muhammad Ardiansyah Muhammad Faisal Muhammad Yamin Muhammad Yusri Bachtiar, Muhammad Yusri Muliana, Andi Multasam, Dewi Mustafa Mustafa Nopri Hidayat Nur Asia Jufri Nur Baladina Nur Ismi Nur Lisyah Fitaloka Syahrir Nur ‘Azah Nurasiah Nurasiah Nurasri Mulyani Nurhikmah H Nuryani Nuryani Oktavia, Meliza P. Pattaufi Pattaufi, Pattaufi Prusdianto, Prusdianto Putri Sasqia Rahmi Nurul Najma Riska Nurul Maulida Rivaldy Ermansyah Romansyah Romansyah Romansyah Sahabuddin Rusbiaty Rusbiaty Rusmayadi Rusmayadi Rusmayadi Sapia, Sapia Sayidiman Sayidiman Seprianto, Virgo Siti Aminah Sitti Habibah Sitti Hajar Yusuf Sitti Rahma Mutmainna Sri Hastuti Sulastini Sulastini Sumandar, Suriani Sumarlin Mus Sumarni Jabir Suriani Suriani Suriani Suriani Surya Syam, Sriwidayani Syamsuardi Saodi Syamsuardi Syamsuardi Syamsuarni K Syamsuarni K Syamsurijal Usman, Nurmala Waddi Fatimah Wahyuni yanti, Irdayanti Yuliasih, Titis