p-Index From 2021 - 2026
14.244
P-Index
This Author published in this journals
All Journal International Journal of Public Health Science (IJPHS) INOTEKS : Jurnal Inovasi Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni Jurnal Keperawatan Indonesia Nurse Media Journal of Nursing Media Statistika Jurnal Keperawatan Soedirman (The Soedirman Journal of Nursing) Jurnal Keperawatan Jurnal NERS JURNAL PENDIDIKAN KEPERAWATAN INDONESIA JKG (Jurnal Keperawatan Global) IJNP (Indonesian Journal of Nursing Practices) Universa Medicina Jurnal Penelitian Kesehatan Suara Forikes NurseLine Journal Jurnal Kesehatan Vokasional Belitung Nursing Journal Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia AcTion: Aceh Nutrition Journal JURNAL WACANA KESEHATAN Jurnal Kesehatan Medika Saintika Indonesian Contemporary Nursing Journal (ICON Journal) Jurnal Keperawatan Silampari Indonesian Journal of Nursing Health Science Nursing Current : Jurnal Keperawatan Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing) Jurnal Keperawatan Abdurrab Media Keperawatan Indonesia Journal of Islamic Nursing Holistik Jurnal Kesehatan Jurnal Keperawatan Komprehensif (Comprehensive Nursing Journal) International Journal of Nursing and Health Services (IJNHS) Faletehan Health Journal INTERNATIONAL JOURNAL OF NURSING AND MIDWIFERY SCIENCE (IJNMS) JIKP Jurnal Ilmiah Kesehatan PENCERAH Jurnal Keperawatan Widya Gantari Indonesia Jurnal JKFT Jurnal Keperawatan (JKEP) Jurnal Ilmiah Keperawatan Imelda Jurnal Riset Kesehatan Nasional Jurnal Ners Jurnal Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI) Journal of Telenursing (JOTING) Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesian Journal of Global Health research Jurnal Kesehatan Jurnal Menara Medika Jurnal Keperawatan Muhammadiyah Bengkulu Caring : Indonesian Journal of Nursing Science MAHESA : Malahayati Health Student Journal Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Window of Nursing Journal Lentera Perawat Jurnal Kesehatan JRKN JHeS (Journal of Health Studies) Indonesian Nursing Journal of Education and Clinic (Jurnal Pendidikan dan Praktik Keperawatan Indonesia) DUNIA KEPERAWATAN: JURNAL KEPERAWATAN DAN KESEHATAN Eduvest - Journal of Universal Studies Jurnal Keperawatan Jurnal Keperawatan Merdeka Jurnal Vokasi Kesehatan Physical Therapy Journal of Indonesia Holistik Jurnal Kesehatan Indonesian Jurnal of Nursing Sciences and Practice Malahayati International Journal of Nursing and Health Science Holistik Jurnal Kesehatan Jurnal Abdimas Sains Strada Jurnal Ilmiah Kesehatan (SJIK) Jurnal Medika Usada
Claim Missing Document
Check
Articles

Pemahaman pengobatan antiretroviral dan kendala kepatuhan terhadap terapi antiretroviral pasien HIV/AIDS Nunu Harison; Agung Waluyo; Wati Jumaiyah
JHeS (Journal of Health Studies) Vol 4, No 1: Maret 2020
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (957.985 KB) | DOI: 10.31101/jhes.1008

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh informasi mendalam tentang pemahaman pengobatan dan kendala kepatuhan terapi ARV pasien HIV/AIDS. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling, dengan jumlah sampel sebanyak sembilan orang. Hasil penelitian menujukan pemahaman pasien tentang pengobatan ARV masih kurang dan kendala kepatuhan terapi ARV diantaranya adalah jadwal konsultasi dokter, biaya, dukungan keluarga dan kendala efek samping obat.
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Terjadinya Fatigue Pada Pasien Hemodialisis Maesaroh, Maesaroh; Waluyo, Agung; Jumaiyah, Wati
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : CV. Ridwan Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (388.069 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v5i4.1074

Abstract

Hemodialisis adalah terapi penggantian ginjal untuk pasien dengan gagal ginjal kronis. Dampak negatif paling menonjol pada pasien yang menjalani hemodialisis adalah kelelahan. Ada beberapa faktor yang bisa memengaruhi kelelahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan terjadinya kelelahan pada pasien hemodialisis dan faktor yang paling dominan menyebabkan kelelahan pada pasien hemodialisis. Desain penelitian menggunakan cross sectional, analisis bivariat menggunakan chi-square, analisis multivariat menggunakan regresi logistik dengan sampel 119 responden. Nilai tingkat kelelahan dengan menggunakan skala FACIT. Hasil penelitian ini, faktor-faktor yang terkait dengan terjadinya kelelahan adalah usia, pendidikan, pekerjaan, jenis dukungan, dan anemia. Faktor-faktor yang tidak berhubungan dengan kelelahan adalah jenis kelamin, durasi hemodialisis, riwayat penyakit. Rekomendasi: layanan keperawatan dalam memberikan pendidikan harus melibatkan peran keluarga sebagai sistem pendukung bagi pasien yang menjalani hemodialisis untuk mengurangi kelelahan pasien. Kata kunci: Hemodialisis, Kelelahan, Kegagalan Ginjal Kronis.
Use of Mobile Health on Adherence among HIV Positives Person: A Literature Review Anung Widi Armunanto; Rr. Tutik Sri Hariyati; Agung Waluyo
Jurnal Keperawatan Komprehensif (Comprehensive Nursing Journal) Vol. 9 No. 1 (2023): JURNAL KEPERAWATAN KOMPREHENSIF (COMPREHENSIVE NURSING JOURNAL)
Publisher : STIKep PPNI Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33755/jkk.v9i1.462

Abstract

Aim: Antiretroviral is the main key to improving the quality of life and among ways to prevent the transmission of diseases due to HIV. In the use of drugs in the long term, psychosocial problems that arise often become barriers to patient adherence. This paper aims to show various forms of application and see the benefits derived from the use of mobile health (m-Health) in increasing the adherence of HIV positive patients. Method: The method used is a review of journals from Pubmed published no more than the last five years about the use of mobile health in those infected with HIV. Result: The result is that all existing articles provide explanations about the application of mobile health and positive result in supporting adherence, but there is a note regarding the consideration of its implementation goals and the services provided as well as the retention rate after using after several time. Conclusion: The conclusion is that mobile health provides benefits to increase adherence and help overcome the patient’s psychosocial problems.
Self-Efficacy and Feeling of Security Associated with Risky Sexual Behavior among Commercial Sex Workers Living with HIV Anki Tias Yolanda; Agung Waluyo; Lestari Sukmarini
Jurnal Keperawatan Indonesia Vol 23 No 1 (2020): March
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7454/jki.v23i1.537

Abstract

Commercial sex workers (CSWs) represent a key population for HIV transmission. CSWs continue to thrive because of the development of the tourism sector and the acceptance of communities. This study aimed to identify the factors associated with risky sexual behavior among CSWs living with HIV. A cross-sectional design was adopted. The sample size was set to 80 CSWs living with HIV in the Special Region of Yogyakarta and Central Java. Chi-square and multiple logistic regression were used in the data analysis. Results showed the significant relationship of self-efficacy (p < 0.001; OR = 9.365) and feeling secure (p= 0.033; OR= 2.762) with risky sexual behavior. No significant relationship was noted between income (p= 0.244), knowledge (p= 0.110), attitude (p= 0.978), drug use (p= 0.150), alcohol consumption (p= 0.642), and sexual violence (p= 0.968) and risky sexual behavior. Nursing practices are expected to focus on promotive and preventative efforts by involving communities in enhancing the feeling of security and self-efficacy of CSWs through health programs and improvement of health facilities. Abstrak Efikasi Diri dan Perasaan Aman Berhubungan dengan Perilaku Seksual Berisiko pada Pekerja Seks Komersial dengan HIV. Pekerja Seks Komersial (PSK) menjadi populasi kunci penularan HIV. Perkembangan sektor pariwisata dan penerimaan masyarakat menjadikan PSK tetap bertahan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi perilaku seksual berisiko pada PSK dengan HIV positif. Desain penelitian ini adalah cross-sectional dengan jumlah sampel 80 Orang Dengan HIV AIDS (ODHA) PSK di Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah. Analisis data menggunakan Chi-Square dan regresi logistik ganda. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara efikasi diri (p< 0,001; OR= 9,365) dan perasaan aman (p= 0,033; OR= 2,762) dengan perilaku seksual berisiko. Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara penghasilan (p= 0,244), pengetahuan (p= 0,110), sikap (p= 0,978), pemakaian narkoba (p= 0,150), konsumsi alkohol (p= 0,642), dan kekerasan seksual (p= 0,968) dengan perilaku seksual berisiko. Pelayanan keperawatan diharapkan lebih berfokus pada upaya promotif dan preventif dengan melibatkan masyarakat dalam meningkatkan rasa aman dan efikasi diri PSK melalui program-program kesehatan dan peningkatan fasilitas kesehatan. Kata Kunci: HIV, pekerja seks komersial, perilaku seksual berisiko
Adaptation to Sexual Dysfunction in Patients with Chronic Renal Failure Akhyarul Anam; Lestari Sukmarini; Agung Waluyo
Jurnal Keperawatan Indonesia Vol 23 No 2 (2020): July
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7454/jki.v23i2.582

Abstract

The prevalence of chronic renal failure in Indonesia tends to increase in the lower age group (45–54 years). Chronic renal failure may lead to impaired sexual function. A descriptive phenomenology study with in-depth interviews was carried out with 12 participants, and thematic content analysis was applied. Six themes were revealed, as follows: 1) adaptation process to sexual dysfunction experienced, 2) sexual dysfunction experience, 3) importance of fulfilling sexuality needs, 4) behavior in dealing with sexual dysfunction, 5) perception of the cause of sexual dysfunction, and 6) participants’ expectation of health service related to sexual function. The experience of adapting to sexual dysfunction became a meaningful process through partner involvement. Similar research involving more heterogeneous samples would benefit further discourse. Abstrak Adaptasi Terhadap Disfungsi Seksual Pada Pasien Gagal Ginjal Kronis. Prevalensi gagal ginjal kronis di Indonesia cenderung meningkat pada kelompok usia lebih muda (45–54 tahun). Gagal ginjal kronis sering menyebabkan gangguan fungsi seksualitas (disfungsi seksual). Penelitian ini bertujuan mendapatkan gambaran mendalam tentang pengalaman proses adaptasi pasien gagal ginjal kronis yang mengalami disfungsi seksual. Desain penelitian menggunakan deskriptif fenomenologi dengan wawancara mendalam. Dua belas partisipan diperoleh dengan teknik purposive sampling. Hasil penelitian ini teridentifikasi enam tema yaitu 1) proses adaptasi terhadap disfungsi seksual yang dialami partisipan, 2) disfungsi seksual yang dialami, 3) makna pentingnya pemenuhan kebutuhan seksualitas, 4) perilaku dalam menghadapi disfungsi seksual, 5) persepsi tentang penyebab disfungsi seksual, dan 6) harapan partisipan terhadap pelayanan kesehatan terkait fungsi seksualitas. Proses adaptasi yang dialami partisipan merupakan pengalaman yang sangat bermakna karena melibatkan dirinya sendiri dan hubungan interpersonal dengan pasangannya. Penelitian sejenis dengan sampel lebih heterogen diperlukan untuk memperkaya keilmuan. Kata kunci: disfungsi seksual, gagal ginjal kronis, pengalaman proses adaptasi pasien
Correlation between Disclosure Status and Stress in Men who Have Sex with Men with HIV Edianto Edianto; Agung Waluyo; Sri Yona; Ina Martiana
Jurnal Keperawatan Indonesia Vol 23 No 3 (2020): November
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7454/jki.v23i3.1101

Abstract

Men who have Sex with Men Living with HIV (MSM-LWH) experience psychological and social problems including depression, anxiety, fear of infecting others, frustration, and social isolation. In addition there are also problems in relationships due to fear of social stigma such as problems in marriage, conflict in the family, lack of family support, economic difficulties, and social rejection by the family. This research aims to assess the relationship between HIV status disclosure with stress in Men who have Sex with Men (MSM) living with HIV in Medan, Indonesia. This a cross-sectional study with convenience sampling technique were used. 176 respondents were MSM, HIV positive, and live in Medan city area. Data was collected by means of HIV Status Disclosure Questionnaires, and Perceived Stress Scale (PSS). In this research find that few 70.9% respondents had disclosed their status and about half reported stress. The disclosure of HIV status was significantly associated with Stress (P= 0,025). This study conclusions were HIV status disclosure can give negative effect for MSM living with HIV and becomes barrier to medical treatment and grow toward internal stress. Abstrak Hubungan antara Status Disclosure dengan Stres pada Lelaki yang Berhubungan Seks dengan Lelaki dengan HIV di Medan, Indonesia. Lelaki yang berhubungan seks dengan lelaki (LSL) yang hidup dengan HIV mengalami masalah psikologis dan sosial termasuk depresi, kecemasan, ketakutan menulari orang lain, frustasi dan isolasi sosial. Selain itu juga mengalami masalah dalam hubungan sosial karena takut akan stigma, konflik dalam keluarga, kurangnya dukungan keluarga, kesulitan ekonomi dan penolakan oleh keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara status disclosure HIV dengan stress pada LSL yang hidup dengan HIV di Medan, Indonesia. Metode yang digunakan adalah cross-sectional dengan menggunakan teknik convenience sampling. Sebanyak 176 responden LSL dengan HIV positif dan tinggal di wilayah kota Medan. Data dikumpulkan dengan menggunakan HIV Status Disclosure Questionare dan Perceived Stress Scale (PSS). Hasil penelitian menemukan bahwa sebanyak 70,9% responden memiliki status disclosure HIV rendah, sementara itu sebanyak 55,1% resonden mengalami stress yang tinggi. Status disclosure HIV secara bermakna dikaitkan dengan stress (p= 0,025; α= 0,05). Dapat disimpulkan bahwa status disclosure HIV dapat memberikan efek negatif pada LSL yang hidup dengan HIV dan menjadi penghalang untuk perawatan medis dan meningkatkan stress internal. Kata Kunci: HIV, status disclosure, lelaki yeng berhubungan seks dengan lelaki, stres
A Secondary Analysis of Peer Support and Family Acceptance Among Homosexual Living with HIV and Antiretroviral Therapy: Quality of Life Perspectives Ina Martiana; Agung Waluyo; Sri Yona; Edianto Edianto
Jurnal Keperawatan Indonesia Vol 24 No 1 (2021): March
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7454/jki.v24i1.1095

Abstract

Men who have sex with men (MSM) comprise a population at risk for HIV infection. Assessing the Quality of Life (QOL) in MSM might be different than other populations. This study showed a secondary analysis from our previous research. It was needed to understand whether peer support and family acceptance had an impact on QOL of MSM living with HIV and ART (Antiretroviral Therapy). A total of 175 respondents were involved in this cross-sectional study that was carried out with purposive sampling. The questionnaires were translated to Bahasa and tested for validity and reliability. Data questionnaires completed were analyzed. Results showed that peer support was positively correlated with QOL (p= 0.023; OR= 2.070), and also, family acceptance was significantly related to QOL (p= 0.001; OR= 2.766). Thus, peer support and family acceptance are important factors affecting the well-being and QOL of MSM living with HIV and ART. This finding can be used for the improvement of QOL in people living with HIV. Abstrak Dukungan Sebaya dan Penerimaan Keluarga terhadap Kualitas Hidup Homoseksual dengan HIV dan Terapi Antiretroviral. Laki-laki yang berhubungan seks dengan laki-laki (LSL) merupakan populasi yang berisiko terinfeksi HIV. Menilai kualitas hidup (QOL) pada LSL mungkin berbeda dari populasi lainnya. Penelitian ini merupakan analisis sekunder dari penelitian sebelumnya. Kami menguji apakah dukungan sebaya dan penerimaan keluarga berdampak pada kualitas hidup pada LSL dengan HIV dan ART (terapi antiretroviral). Sebanyak 175 responden dilibatkan dalam studi cross-sectional yang dilakukan melalui purposive sampling. Data kuesioner yang sudah terisi komplit, akan dilakukan analisa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dukungan sebaya berhubungan positif dengan kualitas hidup (p= 0,023; OR= 2,070) dan juga penerimaan keluarga secara signifikan berhubungan dengan kualitas hidup (p= 0,001; OR= 2,766). Dengan demikian, dukungan sebaya dan penerimaan keluarga merupakan variabel penting yang mempengaruhi kesejahteraan dan kualitas hidup LSL yang hidup dengan HIV dan ART. Temuan ini dapat digunakan untuk peningkatan QOL pada orang dengan HIV. Kata Kunci: dukungan sebaya, HIV, kualitas hidup, penerimaan keluarga
Developing Karo Culture-Based Spiritual Intervention Model to Reduce HIV/AIDS Stigma Elysabeth Sinulingga; Agung Waluyo; Sri Yona; Tris Yonado
Eduvest - Journal of Universal Studies Vol. 2 No. 6 (2022): Journal Eduvest - Journal of Universal Studies
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2749.962 KB) | DOI: 10.59188/eduvest.v2i6.483

Abstract

Introduction: People living with HIV/AIDS (PLWHA) experience various problems after being diagnosed with HIV, both physically and psychosocially. These problems cause PLWHA to close themselves so that they are not known to others because they feel stigmatised. This problem can cause PLWHA to continue stigmatising themselves and transmit HIV again to their partners or other people. This study aimed to develop a Karo culture-sensitive spiritual intervention model to prevent HIV stigma. Methods: Developing an intervention using the PATH (Problem – Analysis – Test – Help) method proposed by Buunk and Vugt (2008). Result: This model was developed based on cultural care theory and input from experts. Before the model development, the researcher had conducted preliminary studies both in qualitative and quantitative studies. The qualitative research established 14 themes, while the multivariant analysis found religiosity prevent HIV prevention dominantly. Conclusion: Developing a Karo culture-sensitive spiritual intervention model produces models, modules and pocketbooks in Karo culture-sensitive spiritual intervention to prevent HIV stigma.
Efektifitas Aerobik dan Yoga dalam Meningkatkan Kualitas Hidup pada ODHA Oky Octaviani; Agung Waluyo; Etty Rekawati
Jurnal Keperawatan Vol 15 No 2 (2023): Jurnal Keperawatan: Juni 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/keperawatan.v15i2.933

Abstract

Kualitas hidup pada ODHA sangat penting karena sangat berpengaruh terhadap proses pembentukan imun. Infeksi HIV tidak hanya mempengaruhi sistem kekebalan tubuh saja tetapi terdapat dampak pada sistem muskuloskeletal. Masalah otot seperti myalgia terjadi dua kali lebih sering pada ODHA dengan atau tanpa pengobatan. Tujuan sistematik review ini adalah untuk melihat bagaimana efektifitas aerobik dan yoga sebagai suatu upaya untuk meningkatkan kualitas hidup pada ODHA.  Metode yang digunakan yaitu menggunakan electronic data base dari jurnal yang telah dipublikasikan melalui SAGE Journals, SpringerLink, ResearchGate dan Taylor & Francis.  Kriteria inklusi ditetapkan yaitu artikel berbahasa inggris atau bahasa indonesia pada populasi ODHA usia dewasa. Total artikel yang didapatkan awal dari seluruh database adalah 2.767 artikel, setelah dilakukan skrining sesuai kriteria inklusi didapatkan enam artikel dengan berbagai jenis desain penelitian yang diterbitkan antara tahun 2018 sampai 2023. Hasil review dari enam artikel menyatakan bahwa aerobik maupun yoga sama-sama dapat meningkatkan kualitas hidup pada ODHA namun keduanya memiliki manfaat yang berbeda. Bagi ODHA yang tidak dapat mengikuti aerobik karena detak jantung yang tidak mempuni, maka yoga adalah opsi yang dapat dilakukan untuk tetap meningkatkan kualitas hidup. Kesimpulan, aerobik dan yoga merupakan upaya yang dapat dilakukan para ODHA dalam meningkatkan kualitas hidupnya pada masa kini. Aerobik berfokus pada olah gerak serta latihan kekuatan dan mempertahankan komposisi tubuh sehingga ODHA dapat memiliki kesehatan yang maksimal, sedangkan yoga merupakan kegiatan positif yang didasari dalam berfikir serta mengolah pernafasan dan ternyata berfungsi juga dalam memperbaiki postur tubuh. Latihan aerobik maupun yoga dapat dilakukan secara kontinyu dan minimal dilakukan dalam 4 minggu untuk menghasilkan peningkatan kualitas hidup pada ODHA.
Hubungan Antara Religiusitas dengan Perilaku Mencegah HIV Pada Warga Jemaat GBKP di Kabupaten Karo Elysabeth Sinulingga; Agung Waluyo; Sri Yona; Tris Eryando
JKM : Jurnal Keperawatan Merdeka Vol 2 No 1 (2022): Jurnal Keperawatan Merdeka
Publisher : Jurusan Keperawatan, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (475.003 KB) | DOI: 10.36086/jkm.v2i1.1245

Abstract

HIV dan AIDS sampai saat ini angka yang positif selalu meningkat, vaksin AIDS juga belum ada, obat yang diminum hanya mengurangi virus, belum ada obatnya. Oleh karena itu perlu mencegah penyebaran HIV/AIDS pada komunitas warga GBKP di Kabupaten Karo. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui adakah hubungan antara tingkat religiusitas dengan perilaku pencegahan HIV/AIDS di Komunitas Warga GBKP Metode: Desain penelitian ini adalah korelasi dengan cross sectional. Populasinya komunitas gereja GBKP yang memenuhi kriteria inklusi, besar sampel 420 responden yang diambil dengan accending sample. Variabel independent adalah tingkat religiusitas dan variable dependennya perilaku pencegahan HIV/AIDS. Instrumen pada penelitian ini menggunakan kuesioner dan dianalisa dengan uji korelasi chi Square. Hasil: Dari hasil uji korelasi diperoleh nilai p=0,0005. Kesimpulan: Hasil uji statistik didapatkan ada hubungan yang signifikan antara religiusitas dengan perilaku pencegahan HIV/AIDS.
Co-Authors Abd Rahman, La Ode Aby Yazid Al Busthomy Rofi&#039;i Achir Yani S. Hamid Adam, Muhamad Adelia Pradita Adelia Pradita Ainur & Moch.Achwandi, Ika Aisyiyah, Umi Akhyarul Anam Allenidekania Allenidekania Amelia , Amelia Amelia Amelia Amir, Haeril Amirudin, Ikhwan Anatha C Selaindoong Andi Sudrajat Andrian Waluya Adi Andriani, Zilya Anggri Noorana Zahra Anki Tias Yolanda Anki Tias Yolanda Anung Widi Armunanto Arief Andriyanto Arif Rahman Arisdiani, Triiana Arisdiani, Triiana Aryani, Denissa Faradita Asep Novi Taufiq Firdaus Astuti Yuni Nursasi Bahrul Hayat, Bahrul Bambang Budi Siswanto Bambang Wispriyono Besral . Butarbutar, Sonang Veronika Carolina, Erisca Chairul Huda Chaterina Janes Pratiwi Dahlia, Debie - Dameria Ginting Dasna Dasna Dede Wirdah Budiastuti Dewi Atika Sari Dewi Gayatri DEWI IRAWATI Dewi Irawati Dhea Nastashia Dhea Natashia Dian Ayubi Dikha Ayu Kurnia Ede Surya Darmawan Ede Surya Darmawan Edianto Edianto Edianto Edianto Efitra Efri Widianti Eliana Sinaga Elly Nurachmah Elteria Sianturi Elysabeth Sinulingga Elysabeth Sinulingga Endang Murwaningsih Enny Virda Yuniarti Etty Rekawati Eusabius Separera Niron Faljeki Kurniawan Faradilla Miftah Suranata Faradita, Denissa Fatma, Endah Panca Lydia Fatriani Fatriani Fatriani, Fatriani Fuadah, Samrotul Gatra Satria Gayatri, Dewi Gayatri Giri Widakdo Hafan Sutawardana, Jon Hana Dodik Pramiasti Hanny Handiyani Happy Hayati Hapsari, Tutut Riana Harison, Nunu Hasmi Hasmi Hening Pujasari Herlina Herlina Hermin Esti Dianingtyas Hesti Rahayu Hilman Syarif Hilman, Syarif Hulu, Soni Roy Kurniawan I Gd. Nym Ardi Supartha I Ketut Suada I Made Kariasa I Made Sumaharianta Radin Idramsyah Idramsyah Imam Ghozali Imami Nur Rachmawati Ina Martiana Indah Indreani Sari Irawati, Diana Irman Irman irmayati, noverita Isnaeni Nur Khayati Jaemi Jaemi Jaemi, Jaemi Jaya, Irvantri Aji Josua Edison Mangole, Josua Edison Juli Andri Juliana GEP Massie Jumaiyah, Wati Jumaiyah, Wati Jumari Jumari Kapriana Tanty Natalia Kartikaningtyas Kusumastuti Khairunisa, Prima Khamarudin, Khamarudin Krisna Yetti Krisna Yetti Krisna Yetti Kristina Lisum Kuntarti Kurnia, Pasti Kurniati, Amelia Kusumastuti, Kartikaningtyas Laili Fitriana Legu, Ermelinda Toyo Lestari Sukmarini Lisum, Kristina Liya Arista Lussy Afriyanti Maesaroh Maesaroh Mansyur4, Muchtarudin Margaret I Fitch Maria Pele Maria Syelvrida Tumina Maria, Riri Maria, Riri Maria, Riri Masfuri - Massie, Juliana G.E.P Mayasari Mayasari Melly Rahmayani Mey Nurrohmah Mislan Mislan Mislan Moch. Abdul Mukid monika rini puspitasari Muchtaruddin Mansyur Muchtaruddin Mansyur Muhamad Adam Muhamad Adam Muhammad Putra Ramadhan Mukhlish Hidayat Mulyadi, Budhi Murwaningsih, Endang Mustikasari - Neli Mariani Netty Herawati Ni Nyoman Budi Indrayanti Nila Fitri Nirwanto K. Rahim Nisa Utami Nisaa, Mariani Noor Diani noverita irmayati Novi Pampalia Novi Pampalia Nugroho, Rico Maulana Nunu Harison Nunung Nurhayati Nur Afni Wulandari Arifin Nuraidah Nuraidah Nurlelasari Harahap Nurmayanti Nurmayanti Nyayu Nina Putri Calisanie Oky Octaviani Opan Sukiman Orpa Diana Suek Parman, Dewy Haryanti Pasaribu, Jesika Pasaribu, Yengsi Mei Karmita Br Pele, Maria Prima Agustia Nova Primayanthi, Anak Agung Ayu Emi Purba, Sariaman Putra, Kharisma Adytama Putri, Arvianty Shafira QURRATA AINI Qurratu Iffoura Qurratu Iffoura Raden Mohamad Herdian Bhakti Rahmat Kurniawan Rahmi Rahmi Ramal Saputra Ramdhani Ramlah Ramlah Ratna Esmayanti Ratna Fithriyah Sholihany Ratna Sitorus Ratna Sitorus Ratna Sitorus Ratna Sitorus Ratna Sitorus Reineldis Gerans Retnowati Retnowati Rica Fitria Rika Srywahyuni Rima Novia Putri Riri Maria Rita Fitri Yulita Rizany, Ichsan Rizka Amelia Rofi'i, Aby Yazid Al Busthomy Rohman Azzam Rohman Azzam Rohman Azzam Rosakawati Rosakawati Rr. Tutik Sri Hariyati Rumiati, Rumiati - Rusdian, Uti S., Chiyar Edison Sahrudi Sahrudi Sali Rahadi Asih Samon, Bergita Olivia Hali Santi Wahyuningsih Sapto Haryatmo Sapto Haryatmo Sari, Indah Indreani Sari, Katarina Windhi Anggita Sekarsari, Rita Sembiring, Rinawati Sepang, Gledis Merry Septa Permana Setiawan, Arief Dwi Setyowati Setyowati Siti - Aisah Siti Nurlaelah Siti Utami Dewi, Siti Utami Sitti Shoimatul A Sonang Veronika Butarbutar Sopiah, Siti Herlina Ali Sri Yona Suanda Saputra Sudibyo Supardi Supartha, I Gede Nyoman Ardi Supriadin Supriadin Suryaman, Agus Susiladewi, Ida Ayu Md. Vera Susy Puspasari Sutarni , Nani Tintin Sukartini Sukartini, Tintin Sukartini Tri Hapsari Retno Agustiyowati Tri Hapsari Retno Agustiyowati Triastuti Wuryandari Triensya, Rafiana Tris Eryando Tris Yonado Tulangow, Indri Winny Tumina, Maria Syelvrida Tuti Herawati Tuti Nuraini Umi Aisyiyah Usman Barus Ohorella Uswatun Hasanah Uti Rusdian Vika Endria Wahyuni, Azriwi Wanda , Dessie Wasal Desrial Siregar Wati Jumaiyah Wibawa, Shinta Restu Widaningsih, Widaningsih Yati Afiyanti Yeni Rumyani Yossie Susanti Eka Putri Yowel Kambu Yudi Elyas Yulia Yulia Yulia Yulia Yuliasih Yuliasih Yuniarti, Irmina Ika Yunisar Gultom Yunisar Gultom Yunita Devianti