Claim Missing Document
Check
Articles

Inovasi Pendidikan Islam Kontemporer: Kajian Literatur tentang Kurikulum, Pedagogi, Teknologi, dan Pendidikan Karakter Nurchalis Aziz; Syahruddin Usman; Muljono Damopolii
IQRO: Journal of Islamic Education Vol. 8 No. 3 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam FTIK IAIN Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/iqro.v8i3.9419

Abstract

Pendidikan Islam dihadapkan pada berbagai tantangan global yang menuntut adanya pembaruan dan inovasi agar tetap relevan dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan nilai-nilai fundamental keislaman. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji secara komprehensif berbagai bentuk inovasi dalam pendidikan Islam yang berkembang dalam ranah konsep, kurikulum, metode pembelajaran, pemanfaatan teknologi, serta penguatan nilai dan karakter peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan library research dengan menjadikan sumber-sumber kepustakaan berupa buku, artikel jurnal ilmiah, prosiding, dan dokumen kebijakan pendidikan sebagai bahan utama kajian. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui penelusuran literatur yang relevan, sedangkan analisis data menggunakan teknik analisis isi (content analysis) dengan cara mengidentifikasi, mengklasifikasi, dan mensintesis gagasan-gagasan inovatif yang terdapat dalam literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inovasi pendidikan Islam tidak hanya berorientasi pada penggunaan teknologi digital, tetapi juga mencakup pengembangan kurikulum integratif, pembelajaran berbasis nilai dan karakter, pendekatan pedagogis yang berpusat pada peserta didik, serta penguatan peran pendidik sebagai fasilitator dan teladan. Temuan penelitian ini menegaskan bahwa inovasi dalam pendidikan Islam harus bersifat adaptif, kontekstual, dan berlandaskan nilai-nilai ajaran Islam agar mampu menjawab kebutuhan masyarakat modern. Implikasi penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan konseptual bagi pendidik, pengelola lembaga pendidikan Islam, dan peneliti dalam merancang dan mengimplementasikan inovasi pendidikan Islam yang berkelanjutan.
Problema Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di Perguruan Tinggi Hartinawanti H; Maria Ulfah Ashar; Syarifuddin Ondeng; Syahruddin Usman
Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial Vol 3, No 8 (2026): March
Publisher : Penerbit Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.21318924

Abstract

Islamic Religious Education (PAI) learning at General Higher Education Institutions (PTU) has a strategic role in shaping the character, moral, and spiritual of students amid the development of science and technology. However, its implementation still faces various problems, both in terms of learning methods, curriculum, lecturer competence, and digitalization development. This article aims to analyze various problems of PAI learning at PTU and offer strategic solutions to improve learning effectiveness. The method used is a literature study with a descriptive analytical approach through the review of various scientific literature and related research results. The results of the study indicate that PAI learning is still dominated by conventional approaches centered on lecturers, a curriculum that is less contextual, low utilization of digital technology, and a weak religious academic culture on campus. In addition, the development of social media and the flow of globalization also affect students' motivation to learn religion. Therefore, curriculum reform, innovation in student-centered learning methods, improvement of lecturer competence, integration of digital technology, and strengthening of a religious campus environment are needed so that PAI learning becomes relevant, interactive, and able to shape students who are characterized and have integrity in the modern era.
Pendidikan Islam Sebagai Benteng Moral: Kajian Konseptual Tentang Peran Pendidikan Islam dalam Pencegahan Penyakit Sosial Ana Dhiqfaini Sultan; Syarifuddin Ondeng; Syahruddin Usman
Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial Vol 3, No 9 (2026): April 2026
Publisher : Penerbit Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.21307650

Abstract

Social pathologies, including drug abuse, juvenile delinquency, free association, and digital violence are spreading rapidly in Indonesia and posing serious threats to the moral resilience of the younger generation. This study aims to conceptually examine the role of Islamic education in preventing and addressing contemporary social pathologies, by analysing the normative foundations of the Qur'an and Hadith, causal factors from an Islamic educational perspective, and effective implementation strategies. A library research method with a descriptive-analytical approach was applied to relevant primary and secondary sources. Findings indicate that: (1) contemporary social pathologies fundamentally constitute violations of maqashid al-shari'ah; (2) root causes include weak faith, family dysfunction, social peer pressure, and limited digital-religious literacy; (3) optimally functioning Islamic education through the internalisation of tawhid, character formation, and family-school-community synergy, serves as an effective protective factor. The study concludes that Islamic education must undergo methodological transformation to address the complexity of digital-era social pathologies, while remaining grounded in the normative foundations of the Qur'an and Sunnah.
Rekonstruksi Kurikulum Pendidikan Islam dalam Menjawab Tantangan Modernitas dan Globalisasi Basri B; Syarifuddin Ondeng; Syahruddin Usman
Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial Vol 3, No 9 (2026): April 2026
Publisher : Penerbit Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.21335503

Abstract

The development of modernity and the forces of globalization have fundamentally transformed the landscape of human life, including the ways in which people acquire, produce, and utilize knowledge. These changes require Islamic educational institutions to reconstruct their curricula in order to remain relevant while preserving their Islamic identity. This study aims to examine the theoretical and philosophical foundations, curriculum content, as well as the teaching, learning, and assessment methods necessary for reconstructing the Islamic education curriculum in the contemporary era. This research employs a qualitative approach using the library research method. Data were collected from relevant books and national scholarly journals and analyzed descriptively and analytically through content analysis techniques. The findings indicate that the reconstruction of the Islamic education curriculum should be grounded in the principle of tawhid (Islamic monotheism) as an integrative paradigm while remaining open to advances in modern science through an integration–interconnection model that bridges Islamic and secular sciences. Furthermore, teaching and learning methods should shift from teacher-centered approaches to active learning strategies based on problem-based and project-based learning, accompanied by authentic assessment systems that measure twenty-first-century competencies such as critical thinking, creativity, collaboration, and communication, without neglecting students' spiritual and moral development. This study recommends that Islamic educational institutions develop curricula that are dynamic, adaptive, and responsive to contemporary needs while maintaining the authenticity of Islamic values.
MADRASAH DALAM PUSARAN TANTANGAN ZAMAN: UPAYA STRATEGIS MEMPERKUAT INSTITUSI PENDIDIKAN ISLAM Muhammad Jusman Rivay Rumra; Rusmiaty Rusmiaty; Syahruddin Usman; Syarifuddin Ondeng
Al-Irsyad: Journal of Education Science Vol 4 No 2 (2025): Al-Irsyad: Journal of Education Science
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Darud Da'wah Wal Irsyad Pinrang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58917/aijes.v4i2.266

Abstract

Madrasah sebagai institusi pendidikan Islam memiliki posisi strategis dalam membentuk generasi beriman dan berilmu. Namun, madrasah kini menghadapi tantangan besar, baik internal maupun eksternal. Tantangan internal mencakup rendahnya kompetensi guru, manajemen kelembagaan yang lemah, ketidakseimbangan kurikulum antara ilmu agama dan umum, serta minimnya inovasi pembelajaran. Sementara itu, tantangan eksternal mencakup stigma sosial, tekanan globalisasi, persaingan dengan sekolah Islam modern, serta tantangan ideologis seperti radikalisme dan krisis identitas keislaman. Artikel ini menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi literatur untuk mengidentifikasi tantangan tersebut dan menawarkan strategi penguatan madrasah melalui reformasi kurikulum integratif, digitalisasi pembelajaran, pelatihan profesional berkelanjutan, serta penguatan kolaborasi dan branding kelembagaan.
PARENT AND TEACHER CHALLENGES IN NAVIGATING THE DIGITAL ERA Trisnawaty Trisnawaty; Fatimah HS; Syarifuddin Ondeng; Syahruddin Usman
Al-Irsyad: Journal of Education Science Vol 4 No 2 (2025): Al-Irsyad: Journal of Education Science
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Darud Da'wah Wal Irsyad Pinrang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58917/aijes.v4i2.334

Abstract

The rapid advancement of digital technology in the era of Industrial Revolution 4.0 and Society 5.0 has fundamentally transformed the way families and schools’ function in educating children. Parents and teachers are increasingly confronted with complex challenges in guiding children amidst the influx of information, digital content, and internet-based learning. This article aims to analyze the roles of parents and teachers in responding to digital challenges, particularly in the context of Islamic education. Employing a qualitative approach through library research, the study synthesizes findings from academic literature, national surveys, and recent statistical data (2015–2024). The discussion is framed by Bronfenbrenner's Ecological Systems Theory and the Islamic framework of Maqāṣid al-Sharīʿah. Findings indicate a significant gap in digital literacy among parents and teachers, limited institutional readiness for digital pedagogy, and increasing exposure of children to harmful digital content. The article argues that current research often isolates the roles of parents and teachers, overlooking their synergistic potential in shaping children's character through a values-based framework. As a novelty, this study proposes a four-pillar tarbiyah model—parents, teachers, community, and the state—rooted in Islamic principles to promote digital ethics, character education, and spiritual development. This integrative approach is expected to serve as a practical and conceptual guide in constructing a holistic digital education ecosystem that aligns with Islamic values.
Mastery of Arabic Grammar (Qawaʿid) Among Grade XI Students of Madrasah Aliyah Negeri 1 Majene Fauziah Jufri; Syahruddin Usman; Azizul Hakim
Abjadia : International Journal of Education Vol 11, No 1 (2026): Abjadia
Publisher : Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/abj.v11i1.36077

Abstract

Mastery of qawāʿid (Arabic grammar) is a fundamental aspect of Arabic language learning, particularly in mubtada’-khabar and fiʻil-fāʻil, which form the core structure of nominal and verbal sentences. However, in practice, not all students are able to master these two aspects optimally. This study aims to describe the mastery level of mubtada’-khabar and fiʻil-fāʻil among Grade XI students at MAN 1 Majene. This research employed a quantitative approach with a descriptive design. The sample consisted of 57 students selected using purposive sampling. Data were collected through a validated written test administered to 57 Grade XI students and analyzed using descriptive statistics and a One Sample t-test. The results showed that the average mastery score for mubtada’-khabar was 61.05 and for fiʻil-fāʻil was 64.74, both falling below the minimum mastery criterion (KKM) of 75. Although fiʻil-fāʻil was generally better mastered than mubtada’-khabar, the distribution of mastery was not uniform across students. In conclusion, mastery of both aspects needs to be improved through more contextual, interactive, and varied learning, supported by gradual practice and the use of media that can visualize sentence structures effectively.
Pendidikan Islam di Tengah Masyarakat Multikultural Suardi Suardi; Syahruddin Usman; Syarifuddin Ondeng
Religion : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya Vol. 5 No. 4 (2026): Religion: Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya (Juli - Agustus 2026)
Publisher : CV. Maryam Sejahtera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.68352/religion.v5i4.1519

Abstract

Indonesia merupakan negara yang memiliki keragaman suku, budaya, bahasa, agama, dan tradisi yang sangat kompleks. Kondisi tersebut menuntut sistem pendidikan yang mampu menanamkan nilai toleransi, keadilan, dan penghormatan terhadap perbedaan. Pendidikan Islam memiliki peran strategis dalam membentuk karakter peserta didik agar mampu hidup harmonis di tengah masyarakat multikultural. Artikel ini bertujuan mengkaji peran pendidikan Islam dalam menghadapi realitas masyarakat multikultural serta strategi implementasinya dalam lembaga pendidikan. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan (library research) dengan menganalisis berbagai literatur, buku, dan artikel ilmiah yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendidikan Islam memiliki landasan teologis yang kuat dalam menghargai keberagaman melalui nilai-nilai rahmatan lil ‘alamin, tasamuh (toleransi), ta'awun (kerjasama), dan keadilan. Implementasi pendidikan Islam berbasis multikultural dapat dilakukan melalui pengembangan kurikulum, metode pembelajaran dialogis, serta pembiasaan sikap moderat dalam kehidupan sosial. Dengan demikian, pendidikan Islam berkontribusi dalam menciptakan masyarakat yang damai, inklusif, dan harmonis.
Problematika Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di Perguruan Tinggi Umum pada Era Digital Suardi Suardi; Syarifuddin Ondeng; Syahruddin Usman
Islamic Education Vol. 5 No. 3 (2026): Juli - September: Journal Islamic Education
Publisher : CV. Maryam Sejahtera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.68352/education.v5i3.1520

Abstract

Pendidikan Agama Islam (PAI) di Perguruan Tinggi Umum (PTU) memiliki peran strategis dalam membentuk karakter, moral, dan spiritual mahasiswa di tengah perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin pesat. Namun, implementasi pembelajaran PAI di PTU masih menghadapi berbagai problematika yang berdampak pada efektivitas pencapaian tujuan pendidikan Islam. Artikel ini bertujuan menganalisis berbagai problema pembelajaran Pendidikan Islam di PTU meliputi aspek kurikulum, metode pembelajaran, kompetensi dosen, motivasi mahasiswa, alokasi waktu, serta pengaruh perkembangan teknologi dan globalisasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi kepustakaan (library research) dengan menganalisis berbagai literatur, hasil penelitian, dan regulasi terkait pembelajaran PAI di perguruan tinggi. Hasil kajian menunjukkan bahwa pembelajaran PAI di PTU masih cenderung bersifat teoritis, minim integrasi dengan disiplin ilmu mahasiswa, kurang inovatif dalam metode pembelajaran, serta menghadapi tantangan rendahnya minat belajar mahasiswa. Oleh karena itu, diperlukan rekonstruksi pembelajaran PAI yang lebih kontekstual, integratif, dan berbasis penguatan karakter agar mampu menjawab kebutuhan mahasiswa di era digital.
Co-Authors Abd Mutthalib Abdullah Abubakar, Achmad Achruh, Andi Afia, selfa Ahmad Hakim Alam, Nur Alamsyah Amaliah, Nur Amrah Kasim Ana Dhiqfaini Sultan Andera, La Kaisar Andi Halimah Andi Halimah Andi Kamal Ahmad Andi Mardiana Ardian Ardian Arief Halim Arifuddin ., Arifuddin Asriyah Asriyah, Asriyah Azizul Hakim Bahaking Rama Baharuddin Baharuddin Bakar, Abd Syukur Abu Basri B Caska - Darnanengsih Darnanengsih Dian Asri Unga Mega Erwin Erwin Erwin Hafid Faruk, Majida Fatimah HS Fauziah Jufri Fitri Susanti Haniah Haniah Haniah Harbani Pasolong Hartinawanti H Hasta, Muharrida Husain, Ernawati IBRAHIM A IRFAN IDRIS irviana, ira Juliani D, Devi Riska Kamal Kamal Kamaluddin Abunawas kamaluddin, Munawir Kamaluddin, Munawir Kamaluddin Kasmir, Elly Kharisman, Muh Laila Sahar Mania, Siti Mardhati Maria Ulfah Ashar Marjuni, H. Marzuki, Asgar Mei, Reski Mildawati, Titi MISYKAT MALIK IBRAHIM Muflih Naufal Muhammad Firdaus Muhammad Hanafi Rumatiga Muhammad Ikhsan Muhammad Jusman Rivay Rumra Muhammad Khalifah Mustami Muhammad Nur Korompot Muhammad Nur Korompot Muhammad Safei Muhammad Wahyuddin Abdullah Muhammad Yahdi Muhammad Yahdi, Muhammad Muhammad Yusuf Muhammad Yusuf Muljono Damopolii Munawir K. Munir Munir Munir, Munir Muslimin, Rika Rahayu Muzakkir Najam Ahmad, Fitratun Nasra L Agel Nur Aisyah Nur Fajrin Aslam Nur Yamin Nurchalis Aziz Ondeng, Syahruddin Pasolong, Harbani Pratiwi, Madys Rahman, Danial Rahmatia. R Ramadhani, Dian Islamiati Rappe Ridwan Ridwan Idris Rofia Masrifah Rofiqah Al Munawwarah Rosdiana Roswati Roswati Rumatiga, Muhammad Hanafi Rusmiaty Rusmiaty Saprin Saprin Saprin, Saprin Setiawan, Syarif Agus Siddik, Jaelani Sileuw, Marwan Sri Mulyani St Syamsudduha Suardi Suardi Syahril Syahril Syahrir Syahrir Syahruddin Syahruddin Syahrum Syahrum Syahrum, Syahrum Syamsuddin Syamsuddin Syarifuddin Ondeng Syarifuddin Ondeng Trisnawaty Trisnawaty Tuti, Hastuti U, Muhammad Shabir Ulfiani Rahman Ulfiani Rahman Umar Sulaiman Ummul Amanah Usman, Syarifuddin Wahyuni, Andi Eki Dwi Yamin, Nur ‘Aima, Nur