p-Index From 2021 - 2026
7.703
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jambi Medical Journal : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Archive of Community Health Jurnal Kesehatan Lingkungan indonesia JURNAL PROMOSI KESEHATAN INDONESIA Jurnal Kesehatan JURNAL KESEHATAN LINGKUNGAN (Journal of Environmental Health) JPSriwijaya JURNAL KESEHATAN LINGKUNGAN: Jurnal dan Aplikasi Teknik Kesehatan Lingkungan HIGIENE: Jurnal Kesehatan Lingkungan Jurnal Gizi Klinik Indonesia SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Hearty : Jurnal Kesehatan Masyarakat Seminar Nasional Lahan Suboptimal Health Information : Jurnal Penelitian Jurnal EnviScience (Environment Science) Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat Jurnal Ners Journal of Telenursing (JOTING) Jurnal Berdaya Mandiri Science Midwifery Journal of Nursing and Public Health (JNPH) Indonesian Journal of Global Health research Jurnal Penelitian Pendidikan, Psikologi Dan Kesehatan (J-P3K) Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Mitra Raflesia (Journal of Health Science) Jurnal Pengabdian Masyarakat: Humanity and Medicine JOURNAL LA MEDIHEALTICO Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Journal of Social Research Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat JURNAL SANITASI LINGKUNGAN JUKEJ: Jurnal Kesehatan Jompa Majority Science Journal Environmental Science Journal (esjo) Journal of Multidisciplinary Academic and Practice Studies Kesmas: Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional (National Public Health Journal) Jurnal Pengabdian Masyarakat Inovasi Indonesia
Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Faktor Risiko Kualitas Bakteriologis Air Minum Isi Ulang di Kabupaten Ogan Ilir Inoy Trisnaini; Elvi Sunarsih; Dwi Septiawati
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 9 No. 1 (2018): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Association of Public Health Scholars based in Faculty of Public Health, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (468.25 KB) | DOI: 10.26553/jikm.2018.9.1.28-40

Abstract

Latar Belakang: Kontaminasi bakteri dan virus pada air minum menjadi permasalahan utamapencemaran air di negara sedang berkembang sampai dengan saat ini. Penelitian oleh InstitutePertanian Bogor dan Badan Pengawas Obat dan Makanan menyatakan bahwa sebagian besarproduk air minum dihasilkan oleh DAMIU dinilai belum memenuhi standar industri air minumdalam kemasan. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk memperoleh faktor-faktor apa saja yangmempengaruhi adanya kandungan bakteri coliform pada air minum isi ulang yang berasal daridepot air minum isi ulang.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan menggunakan metodecross sectional. Sampel pada penelitian ini ialah 40 DAMIU yang ada di Kabupaten Ogan Ilir. Datadianalisis secara univariat dan bivariat, serta dilakukan uji laboratorium kandungan bakteri coliformpada sampel air.Hasil penelitian: Berdasarkan pemeriksaan laboratorium ditemukan 13DAMIU (32,5%) yangsampel airnya positif mengandung bakteri koliform. Hasil analisis bivariat diperoleh bahwavariabel izin operasi, alat sterilisasi, sumber air baku, ruang pengisian, kebersihan DAMIU, tempatsampah, pemeriksaan bakteriologis, pakaian kerja, pelatihan penajmah makanan, pengawasanberkala, higiene personal, kebersihan diri dan fasilitas cuci tangan tidak memiliki hubungan yangbermakna dengan kualitas bakteriologis air.Kesimpulan: Higiene dan sanitasi Depot Air Minum Isi Ulang (DAMIU) di Kabupaten Ogan Ilirmasih tergolong ke dalam kategori buruk. Sehingga peningkatan pengetahuan dan kesadarankaryawan DAMIU mengenai hygiene sanitasi serta pengawasan dari dinas kesehatan danmemfasilitas pemeriksaan bakteriologis air perlu dilakukan.
Analisis Determinan Perilaku Petugas dalam Pengelolaan Limbah Cair Sistem PET di PT Pusri Palembang Okky Assetya Pratiwi; Hamzah Hasyim; Elvi Sunarsih
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2013): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Association of Public Health Scholars based in Faculty of Public Health, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (254.789 KB)

Abstract

Latar Belakang : Kandungan ammonia dan urea dalam limbah cair PT. PUSRI yang cukup tinggi membuat berbagai pihak khawatir akan dampaknya pada kesehatan lingkungan maupun kesehatan masyarakat, jika limbah cair tersebut tidak dikelola dengan baik. Petugas seringkali berangggapan bahwa pengelolaan limbah cairnya telah didesain dengan baik. Keadaan ini seringkali terlupakan oleh petugas yang mengelola limbah cair pada sistem Pusri Effluent Treatment dikarenakan petugas beranggapan bahwa sistem pengelolaan limbah cair PT. PUSRI telah didesain dengan baik.Metode : Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi adalah seluruh petugas dengan status kepegawaian tetap yang terlibat dalam pengelolaan limbah cair sistem PET berjumlah 40 orang. Analisis data dilakukan dengan analisis univariat dan bivariat dengan uji chi-square.Hasil Penelitian : Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara statistik variabel yang berhubungan secara signifikan terhadap perilaku petugas pengelolaan limbah cair yaitu variabel pendidikan (ρvalue = 0,027), pengetahuan (ρvalue = 0,025), sikap (ρvalue = 0,004), tindakan (ρvalue = 0,010), peraturan (ρvalue = 0,013), dan pengawasan (ρvalue = 0,018), sedangkan yang tidak berhubungan yaitu variabel umur (ρvalue = 0,527), masa kerja (ρvalue = 0,507), ketersediaan sarana (ρvalue = 0,744), dan ketersediaan prasarana (ρvalue = 0,490).Kesimpulan : Kesimpulan bahwa proporsi perilaku petugas dalam pengelolaan limbah cair pada sistem PET antara berperilaku baik dan tidak baik adalah sama, sebesar 50%. Pada penelitian ini, terdapat hubungan bermakna antara pendidikan, pengetahuan, sikap, tindakan, peraturan, dan pengawasan dengan perilaku petugas. Saran dalam penelitian ini adalah meningkatkan faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku petugas seperti memberikan pelatihan dan pembinaan rutin, meningkatkan pengawasan, monitoring atau pemantauan berkala dan evaluasi kegiatan terkait pengelolaan limbah cair pada sistem PET.Kata Kunci : Perilaku Petugas, Pengelolaan Limbah Cair, Pusri Effluent Treatment
Koordinasi Pencatatan dan Pelaporan Kesehatan Ibu dan Anak di Puskesmas Wilayah Kerja Dinas Kesehatan Kota Padang Yossi Melya Fitri; Iwan Stia Budi; Elvi Sunarsih
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2013): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Association of Public Health Scholars based in Faculty of Public Health, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (152.017 KB)

Abstract

Latar Belakang : Pencatatan dan pelaporan kesehatan ibu dan anak bertujuan untuk mencatat dan melaporkan semua hasil kegiatan pelayanan kesehatan ibu dan anak di puskesmas guna menunjang pengelolaan upaya kesehatan masyarakat. Lambatnya pengiriman data kesehatan ke dinas kesehatan mengakibatkan pengambil keputusan/pemangku kepentingan mengambil keputusan dan kebijakan kesehatan tidak berdasarkan data yang akurat. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk menganalisis koordinasi dalam pencatatan dan pelaporan kesehatan ibu dan anak di puskesmas wilayah Kerja Dinas Kesehatan Kota Padang.Metode : Penelitian ini bersifat deskriptif dengan metode kuantitatif. Unit analisis dalam penelitian ini adalah puskesmas wilayah kerja Dinas Kesehatan Kota Padang sedangkan yang menjadi sampelnya terdiri dari 6 puskesmas dengan responden koordinator SP2TP, koordinator KIA, petugas puskesmas pembantu, dan petugas pos kesehatan kelurahan dari masing-masing puskesmas yang berjumlah 20 orang. Teknik pengambilan sampel puskesmas dan unit kerja adalah purposive sampling.Hasil Penelitian : Menunjukkan bahwa 66,7% puskesmas dengan pengetahuan petugas baik. Aspek kelengkapan sarana dari 6 puskesmas belum memiliki sarana yang lengkap. Aspek pembagian tugas dari 6 puskesmas masih terdapat petugas yang tidak memiliki kesesuaian antara implementasi tugas dengan uraian tugas standar masing-masing unit kerja. Selain itu juga diketahui bahwa 66,7% puskesmas dengan pengawasan kurang baik, 66,7% puskesmas dengan komunikasi baik, sedangkan 66,7% puskesmas dengan supervisi tidak baik. Aspek standarisasi mayoritas tidak ada standarisasi proses kerja dan jenis koordinasi adalah reciprocal interdependence dan sequential interdependence. Kesimpulan : Meningkatkan pemahaman petugas tentang koordinasi dan peningkatan pelaksanaan mekanisme koordinasi pencatatan dan pelaporan kesehatan ibu dan anak.Kata Kunci : Koordinasi, Pencatatan dan Pelaporan, Puskesmas
Hubungan Karakteristik Pejamu, Lingkungan Fisik dan Pelayanan Kesehatan dengan Kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD) di Wilayah Kerja Puskesmas Talang Ubi Pendopo Tahun 2012 Rizza Umaya; Ahmad Fickry Faisya; Elvi Sunarsih
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2013): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Association of Public Health Scholars based in Faculty of Public Health, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (69.425 KB)

Abstract

Latar Belakang : DBD di Indonesia masuk kategori “A” dalam stratifikasi WHO yang mengindikasikan tingginya angka perawatan dan kematian akibat DBD. Dari survei awal di wilayah kerja Puskesmas kasus DBD tergolong tinggi, yaitu sebanyak 51 kasus selama 2011. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan karakteristik pejamu, lingkungan fisik, dan pelayanan kesehatan terhadap kejadian DBD di wilayah kerja Puskesmas Talang Ubi tahun 2012.Metode : Menggunakan penelitian survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan observasi menggunakan kuisioner dan lembar observasi. Data dianalisis dengan metode univariat dan bivariat dengan uji analisa chi-square. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 85 KK di wilayah kerja Puskesmas Talang Ubi Pendopo dengan teknik sampel yang digunakan adalah Teknik Simple Random Sampling.Hasil Penelitian : Dari 6 variabel terdapat 3 variabel yang memiliki hubungan terhadap kejadian DBD, yaitu umur (p-value=0.002, PR=4.383), lingkungan fisik (p-value=0.001, PR=4.750), dan pelayanan kesehatan (p- value=0.022, PR=2.936), sedangkan jenis kelamin (p-value=0.996, PR=1.002), pendidikan (p-value=0.093, PR=2.182), dan pekerjaan (p-value=0.216, PR=1.766) tidak memiliki hubungan terhadap kejadian DBD.Kesimpulan : Puskesmas Talang Ubi perlu meningkatkan pelayanan kesehatan melalui promotif dan preventif guna menanggulangi penularan maupun kasus DBD, meningkatkan dukungan petugas kesehatan agar melaksanakan program-program DBD dengan baik dan masyarakat harus ikut mendukung dengan memperbaiki lingkungan di sekitar rumah agar tidak menjadi tempat bersarangnya nyamuk Aedes dan melaksanakan kegiatan PSN-Aedes aegypti dengan baik.Kata Kunci : Karakteristik Pejamu, Lingkungan Fisik, Pelayanan Kesehatan, DBD
Health Risks of Nitrogen Dioxide Exposure Among Primary School Children in Ogan Ilir, South Sumatra, Indonesia: Effect on Lung Function Elvi Sunarsih; Harun Alrasid; Imelda Gernauli Purba; Inoy Trisnaini
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 11 No. 01 (2020): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM)
Publisher : Association of Public Health Scholars based in Faculty of Public Health, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (578.796 KB) | DOI: 10.26553//jikm.2020.11.1.31-42

Abstract

Nitrogen dioxide (NO2) is one of the most dangerous air pollutants as regards human health. Increased traffic volumes on the east-lane roadside of South Sumatra have led to increased NO2 concentrations. In terms of age and NO2, children are the greatest risk group. The aim of this research was to estimate health risks of NO2 and analyze the correlation between exposure and lung capacity. This was an analytical study, with a cross-sectional design and risk analysis. The study group consisted of 100 children of primary school age. The results showed that the noncancer hazard index (HI)for NO2 exposure based on real-time data was 1.138. In the study population, as shown by the noncancer HI, 22% of students in OganIlir were classified as not at risk (HI < 1), whereas 78% were classified as at risk (HI ≥ 1). According to the results of simple linear regression, FEV1 (Pearson’s test: 0.0001) and FVC (Pearson’s test: 0.0001) showed a significant correlation with noncancer NO2 risk. The results of simulations suggested that a value of 0.176 mg/m3 can be used as a quality standard recommendation (health advisory) for NO2 exposure in roadside schools, especially schools abutting inter-provincial roads in South Sumatra
Kejadian Stunting pada Balita Terpajan Pestisida di Daerah Pertanian Imelda Gernauli Purba; Elvi Sunarsih; Yuliarti Yuliarti
Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia Vol 21, No 3 (2022): Oktober 2022
Publisher : Master Program of Environmental Health, Faculty of Public Health, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jkli.21.3.320-328

Abstract

Latar belakang: Pestisida memiliki sifat Thyroid Disrupting Chemical yang dapat mengganggu struktur dan fungsi kelenjar Tyroid yang berdampak pada terjadinya hipotiroidisme, sehingga terjadi gangguan reproduksi pada wanita usia subur. Gangguan reproduksi pada wanita usia subur berakibat buruk pada janin yang dilahirkan. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan pajanan pestisida dengan kejadian stunting pada balita di daerah pertanian.Metode: Jenis penelitian ini adalah analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel sebanyak 136 orang ibu balita terpajan pestisida di Kecamatan Sekayu Desa Lumpaatan 1 dan Desa Lumpatan 2 yang diambil secara cluster sampling. Pengumpulan data  melalui wawancara menggunakan kuesioner dan observasi menggunakan checklist. Pengolahan dan analisis data dilakukan dengan bantuan software, data dianalisis dengan uji statistik Chi-Square.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pajanan pestisida pada ibu balita yang meliputi menyiapkan pestisida, menyemprot, menyiangi tanaman, memanen, frekuensi menyiapkan pestisida, frekuensi menyemprot, frekuensi menyiangi tanaman, frekuensi memanen dengan kejadian stunting pada balita. Pajanan pestisida pada balita juga tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dengan kejadian stunting.Simpulan: Disimpulkan bahwa pajanan pestisida baik pada ibu balita maupun pada balita tidak menunjukkan hubungan yang signifikan.    ABSTRACTTitle : Incidence of Stunting  in Toddlers Exposed to Pesticides in Agricultural AreasBackground : Pesticides are Thyroid Disrupting Chemical that can disrupt the structure and function of the thyroid gland, which results in hypothyroidism, resulting in reproductive disorders at childbearing age. Reproductive disorders in women of childbearing age have a negative effect on the fetus being born. The purpose of this study was to analyze the relationship between pesticide exposure and the incidence of stunting in children under five in agricultural areasMethod : Design of research was analytic with a cross sectional approach. A sample of 136 toddler mother who were exposed to pesticides in Sekayu Subdistrict, Lumpaatan 1  and Lumpatan 2 were taken by cluster sampling. Collecting data through interviews using a questionnaire and observation using a checklist. Data processing and analysis was carried out with software, the data were analyzed by Chi-Square statistical test.Result : The results showed that there was no significant relationship between pesticide exposure to mothers of toddlers who prepared pesticides, sprayed, weeded plants, harvested, frequency of pesticide preparation, frequency of spraying, frequency of weeding plants, frequency of harvesting and stunting in toddlers. Pesticide exposure to toddler also did not show a significant relationship with the incidence of stunting.Conclusion : It was concluded that pesticide exposure both to mothers of toddler and to toddler did not show a significant relationship. 
Faktor Risiko Sanitasi terhadap Infeksi Soil-Transmitted Helminth di Pemukiman Lahan Basah AS Clarissa Putri Aulia; Hamzah Hasyim; Elvi Sunarsih
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 13 No 3 (2023): Jurnal Ilmiah Permas: jurnal Ilmiah STIKES Kendal: Juli 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/pskm.v13i3.978

Abstract

Lingkungan lahan basah erat kaitanya dengan sanitasi lingkungan. Penyakit malaria, demam kuning, demam berdarah, filariasis, encephalitia, dan infeksi Soil Transmitted Helminth dapat terjadi di lingkungan lahan basah. Infeksi soil transmitted helminth merupakan penyakit terkait lingkungan dimana 24% dari populasi penduduk dunia terinfeksi. Prevalensi infeksi soil transmitted helminth di Indonesia berada di rentang 2,5%-62% terutama pada golongan penduduk kurang mampu dengan sanitasi yang buruk. Tujuan dari penulisan artikel ini untuk menganalisis faktor risiko sanitasi terhadap infeksi soil transmitted helminth di pemukiman lahan basah. Penulisan artikel ini menggunakan metode literature review. Artikel diperoleh dari database Google Scholar, PubMed, ScienceDirect, dan Directory of Open Access Journals. Seleksi bahan yang dipakai merupakan kajian penting mengenai kejadian infeksi soil transmitted helminth di pemukiman lahan basah. Artikel yang disertakan terbatas pada artikel yang diterbitkan pada tahun 2018-2023. Hasil penelitian mendapatkan total 884 artikel, setelah dilakukan screening didapatkan 6 artikel untuk dianalisis. Faktor risiko sanitasi terhadap infeksi soil transmitted helminth di pemukiman lahan basah dapat dipengaruhi oleh faktor risiko sanitasi, antara lain ketersediaan air bersih, pembuangan tinja dan pengelolaan sampah.
Resistensi Insektisida Malation, DDT, Piretreoid, dan Cypermetrin terhadap Nyamuk A.E Aegypti dan A.E Albopictus: Study Literature Haerul Latif; Elvi Sunarsih; Yuanita Windusari
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 13 No 3 (2023): Jurnal Ilmiah Permas: jurnal Ilmiah STIKES Kendal: Juli 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/pskm.v13i3.1000

Abstract

Sekitar 3,9 miliar manusia rentan terhadap demam berdarah,96 juta kasus demam berdarah setiap tahun di 128 lokasi internasional.vektor potensial Ae.Aegypty dan Ae.Albopictus menyebabkan penyakit yang terkait dengan arbovirus seperti demam kuning,demam berdarah,demam chikungunya,dan virus zika.frekuensi penyemprotan insektisida berakhir dengan paparan berlebih,diikuti pertumbuhan di dalam tingkat resistensi insektisida.Tujuan untuk memberikan gambaran tentang faktor risiko kejadian demam berdarah dan resistensi insektisida yang dibahas dalam kajian pustaka berdasarkan sumber literatur. Metode Tinjauan sistematis mengikuti objek pelaporan untuk tinjauan Sistematis meninjau penelitian yang diterbitkan prevalensi resistensi insektisida pada Ae. Aegypti dan Ae.Albopictus.Hasil jenis insektisida kelompok malathion dan deltamethrin adalah 31,25%, sedangkan resistensi insektisida terendah terhadap nyamuk Ae.Aegepty dan Ae.Albopictus berasal dari kelompok karbamat dengan persentase 0%. Kesimpulan Penelitian kami merangkum pola resistensi insektisida Ae.Aegypti dan Ae.Albopictus yang mewakili setiap amerika serikat dari Eropa, Asia, Afrika, terutama berpusat pada malathion, DDT, permethrin, pestisida deltametrin yang paling lazim digunakan untuk pengendalian vektor.malathion insektisida terbaik terhadap Ae.Aegypti di Asia, permetrin bermanfaat dalam mengendalikan Ae.Albopictus.malathion insektisida terbaik Ae.Aegypti di Asia, bahkan sebagai permetrin tetap bermanfaat mengendalikan Ae.Albopictus.  
Epidemiologi, Biologi, Patogenesis, Manifestasi Klinis, dan Diagnosis Infeksi Virus Dengue di Indonesia: Kajian Literatur Komprehensif Novita Eva Santi; Chairil Anwar; Elvi Sunarsih
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 13 No 4 (2023): Jurnal Ilmiah Permas: jurnal Ilmiah STIKES Kendal: Oktober 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/pskm.v13i4.1235

Abstract

Demam berdarah (DF), penyakit yang ditularkan melalui virus yang disebarkan oleh nyamuk, mempengaruhi antara 100 dan 400 juta orang setiap tahun selama 20 tahun terakhir, jumlah ini meningkat dari 505.430 kasus dan 960 kematian pada tahun 2000 menjadi 5,2 juta kasus dan 4032 kematian pada tahun 2019. Bertujuan melihat bahwa ada ruang untuk perbaikan dalam pengendalian vektor DBD untuk pemerintah dan masyarakat, pemangku kepentingan utama.Bagaimana pemerintah mengawasi pengelolaan vektor DBD Pelaporan Terpilih untuk Tinjauan Sistematis dan Meta-Analisis (PRISMA) digunakan untuk mempublikasikan hasil tinjauan sistematis ini, yang dilakukan antara 2019 dan 2023 menggunakan tujuh set data dan empat sumber onlineSecara total, 646 publikasi diekstraksi dari databes. Tiga Artikel tambahan direkrut dari sumber lain. Setelah menghapus duplikat dan artikel yang tidak memenuhi syarat, 38 artikel memenuhi kriteria inklusi kami untuk sintesis kualitatifSampel DENV-4 yang diperoleh dari pemantauan kami sebelumnya di Jember, Jawa Timur, pada tahun 2019 mengungkapkan prevalensi DENV-4 selama wabah demam berdarah, Sebanyak 55 pasien diidentifikasi sebagai pasien dengue probable berdasarkan hasil IgM dengue positif dan/atau IgG ELISA. Enam puluh persen dari 132 orang dengan demam berdarah memiliki infeksi primer, dan empat puluh persen memiliki infeksi.
Literature Review: Analysis of Exposure of Vehicle Emission Gases (Co, No2, So2, Pm2.5, and Pm10) to Public Health Risks Jhon Wesly Sitanggang; Elvi Sunarsih; Hamzah Hasyim
Journal of Social Research Vol. 2 No. 7 (2023): Journal of Social Research
Publisher : International Journal Labs

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55324/josr.v2i7.1142

Abstract

Exhaust emissions are pollutants that pollute the air created by vehicle exhaust gases. Vehicle exhaust gas is defined as the residual gas of the combustion process which is released into the free air through the vehicle exhaust duct. People can be at risk of air pollution from various pollutants, namely people who use roads, people who live on the roadside, and people who work on highways such as traffic police, street vendors, hawkers, and street children who busk at crossroads. The purpose of this study is to discuss and analyze the stages and procedures in the process of conducting an environmental health risk analysis of pollutant pollution in the air. This writing uses the Literature Review method and selection criteria for including carried out from 2018-2023. Calculation of the amount of health risk using the Environmental Health Risk Analysis (ARKL) method. Based on the literature review of these articles, there are still several risk agents (CO, NO2, SO2, PM2.5, and PM10) sources of air pollution that have values above the specified quality standards (RQ1). This is a risk to health both carcinogenic and non-carcinogenic. The impact can occur respiratory disorders and other body systems both in realtime and lifetime. Based on the calculation of the RQ?1 value, exposure to air pollutants in the community will be continued at the risk control and risk communication stages.
Co-Authors A. Fickry Faisya A. Fickry Faisya A.Fickry Faisya Abelia Anggraini Achmad Fickry Faisya, Achmad Fickry adelina irmayani lubis Ahmad Fickry Faisya Alam Fajar, Nur Alexander Alexander, Alexander Ambari, Ambari Ambarsari, Ambarsari Amri Anwar Sanusi Amrina Rosyada Amrina Rosyada Amrina Rosyada Ananingsih, Esti Sri Anggun Budiastuti Anggun Budiastuti Anggun Wafiq Nurhaliza Ani Nidia Listianti Ani Nidia Listianti, Ani Nidia Anita Camelia Anita Camelia Anita Camelia Anita Rahmiwati Anita, Anita Riantina Apriliani, Ferenadia Ardila, Yustini Arista Putri, Dini Arista, Dini Arisusanto, Wahyu Puput Arum Setiawan AS Clarissa Putri Aulia Asmaripa Ainy Astuti, Syurmi Ayu Tri Darmawati Ayu Tri Darmawati, Ayu Tri Aziatri, Suci Wulanda Azzarah, Nurahma Dania Budiastusti, Anggun Cahyono, Rahman Tri Cerah Puspinarti Chairil Anwar Chairil Anwar Daniel, Risyad Aldian Desheil Andarini Desheila Andarini, Desheila Desri Maulina Sari Dessy Widiyaristi Desy Indah Permatasari Desy Indah Permatasari, Desy Indah Dhita Herlyana Dini Arista Putri Dwi Fitriani Dwi Septiawati Dwi Septiawati Dwi Septiawati Dwi Septiawati, Dwi Egit, Khaifagita Fitriand Erman, Ery Etrawati, Feny Fadilah, Nani Ummi Fakhriyatiningrum, Fakhriyatiningrum Fatmalina Febry Fickry Faisya, Fickry Firdaus, Qonita Rizqina Fitriansyah, Aidil Garmini, Rahmi Gita Arista Gita Arista, Gita H, Swara Mega H. A Fickry Faisya H.A Fickry Faisya H.A. Fickry Faisya Hade Septiad Haerul Latif Hamzah Hasyim Hanifah, Arindi Dinda Harun Alrasid Hasanah, Swara Mega Herlyana, Dhita Dhita Hervilanti, Putri Hisar M Manalu Iche Andriyani Liberty, Iche Andriyani Imelda Gernauli Purba, Imelda Gernauli Indah Yuliana Inoy Trisnaini Inoy Trisnaini Inoy Trisnaini Inoy Trisnaini intan permata sari Intan Permatasari Iwan Stia Budi Januarsi, Riska Jhon Wesly Sitanggang Junisa Anggraini Kartika, Tarisa Putri Kiki Sulaningsi Kirana, Tharisya Ayu Ladyka Viola Aulia Armawan Lara Sat Lara Sati, Lara Laura Dwi Pratiwi Legiran Legiran Lestari Permata Putri, Rizki Lestari, Peggy Ayu Lewinsc, Maurend Yayank Lewinsca, Maurend Yayank Lidyasari Sitindaon, Silvy Dwi Lionita, Widya Liveona, Nise Melanie Boursnell Minarti Minarti MINARTI, MISNA Misnaniarti Misnaniarti Mohammad Zulkarnain Mufazoh Muntaha, Amar MUSTIKA FATIMAH Nabila, Sri Aisyah Nabilla, Intan Najmah, Najmah Nani Ummi Fadilah Naqida, Naqida Rahma Fery Navianti, Diah Novita Eva Santi Novitrie, Ayu Novrikasari Novrikasari Novrikasari, Novrikasari Nur Alam Fajar Nur Alam Fajar Nur Alam Fajar Nurhayati Nurhayati Nurjazuli Nurjazuli Nurmalia Ermi Nurul Fitriani Octaviana, Sinta Okky Assetya Pratiwi Okky Assetya Pratiwi, Okky Assetya Oktari, Vivi Oktariani, Dhea Tri Oktivaningrum, Rafika P, Widya Ayu Poppy Fujianti Poppy Fujianti, Poppy Priyadi Priyadi Putri, Dini Arista Putri, Dini Arista Putri, Refanisa R, Inas Tri Rahayona, Detrilice Rahayu Hasti Komaria Rahayu Hasti Komaria, Rahayu Hasti Rahma Sari, Indah Rahmadina, Frisca Rahmah, Silvi Aulia Rahmat Izwan Heroza Rahmatillah Razak, Rahmatillah Rahmi Garmini Ramadhanti, Inas Tri Ramadhona, Syifa Aulia Ranti Ekasari, Ranti Razak, Rahmatiilah Retno Sundari Rico Januar Sitorus Rico Januar Sitorus Rini Mutahar Rizka Eka Putri Rizza Umaya Rostika Flora Rostika Flora Rostika Flora Rosyada, Amrina S, Yoerdy Agusmal Saputra, Yoerdy Agusmal Sari, Rini Maya Sari, Siti Nabila Seni Pusyani Serly Santiyah, Serly Santiyah Sitanggang, Jhon Wesly Sonlimar mangunsong Sopianti, Maya Sri, Dwi Irma Mayang Sthevani Eka Purnama Sthevani Eka Purnama, Sthevani Eka Sugiharti, Tri Suheryanto Suheryanto Suheyanto Suheryanto Syafhira, Adinda Syafitri, Novida Syafran Arrazy Taufik Kurrohman Tri Sugiharti Veni Selviyati Veni Selviyati, Veni Vera Utami Vera Utami, Vera Vradonal, Herzi Widia Eka Susanti Widia Eka Susanti, Widia Eka Wulandari, Wiwiet Yossi Melya Fitri Yuanita Windusari Yuanita Windusari Yuanita Windusari Yuanita Windusari Yuliarti Yuliarti Yundari, Yundari Yunindyawati Yunindyawati Yustini Ardillah Yustini Ardillah Yustini Ardillah, Yustini Zein, Rahma Mulya Zulkarnain, Mohammad