p-Index From 2021 - 2026
9.139
P-Index
This Author published in this journals
All Journal DE JURE Al-Risalah : Jurnal Imu Syariah dan Hukum Jurnal Diskursus Islam Laa Maisyir Jurnal Ekonomi Islam Jurnal Al-Qadau: Peradilan dan Hukum Keluarga Islam DIKTUM: Jurnal Syariah dan Hukum SAMARAH: Jurnal Hukum Keluarga dan Hukum Islam Journal Of Nursing Practice Jurnal Ilmiah Al-Syir'ah Al-Amwal : Journal of Islamic Economic Law BUSTANUL FUQAHA: Jurnal Bidang Hukum Islam Alauddin Law Development Journal (ALDEV) Siyasatuna Jurnal Ilmiyah Mahasiswa Siyasah Syariyyah Al-Syakhshiyyah : Jurnal Hukum Keluarga Islam dan Kemanusiaan Shar-E: Jurnal Kajian Ekonomi Hukum Syariah Qadauna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Hukum Keluarga Islam El-Iqtishady Jurnal Andi Djemma I Jurnal Pendidikan Iqtishaduna : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Hukum Ekonomi Syariah Jurnal Studi Islam Lintas Negara (Journal of Cross-Border Islamic Studies) TASAMUH: Jurnal Studi Islam Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Jurnal Kolaboratif Sains Shautuna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Perbandingan Mazhab ISTIQRA: JURNAL HASIL PENELITIAN Journal of Law, Poliitic and Humanities DIKTUM: JURNAL SYARIAH DAN HUKUM Madani: Multidisciplinary Scientific Journal Journal of Modern Islamic Studies and Civilization Gudang Jurnal Multidisiplin Ilmu Socius: Social Sciences Research Journal Anayasa International Journal of Islamic Studies Media Hukum Indonesia (MHI) HISABUNA: Jurnal Ilmu Falak Complex : Jurnal Multidisiplin Ilmu Nasional Jurnal Gawat Darurat Multidisciplinary Indonesian Center Journal Jurnal Cendekia Ilmiah PESHUM Jurnal Government of Archipelago Jurnal To Ciung : Jurnal Ilmu Hukum Parewa Saraq: Journal of Islamic Law and Fatwa Review Lentera: Journal of Islamic Studies Bayt Al Hikmah (Jurnal Pendidikan dan Pengembangan Masyarakat Islam)
Claim Missing Document
Check
Articles

Pertimbangan Penggunaan Shopee Paylater Dalam Pengaruhnya Terhadap Unsur Kebatilan Andi Airiza Rezki Syafaat; Misbahuddin M; Muhammad Saleh Ridwan
Madani: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol 1, No 9 (2023): Oktober
Publisher : Penerbit Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.10063077

Abstract

Tujuan penelitian ini bertujuan untuk mengungkap fakta penggunaan Shopee Paylater dan dampaknya terhadap unsur-unsur kebāṭilan atau transaksi yang diharamkan dalam Islam sehingga masyarakat Indonesia dapat lebih mempertimbangkan untuk menggunakan metode pembayaran Shopee Paylater. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, jenis penelitian adalah kepustakaan. Metode pengumpulan data  yang digunakan adalah studi literatur. Hasil penelitian menunjukan bahwa; terdapat pada metode pembayaran Shopee Paylater terindikasi adanya riba karena sejak awal perjanjian Shopee menetapkan bunga cicilan dan denda untuk kompensasi keterlambatan membayar.
THE MAPPAJE TRADITION OF THE COMMUNITY OF PARENRENG VILLAGE, SEGERI DISTRICT, PANGKEP REGENCY Abd. Rahim; M. Saleh Ridwan; Zulhas’ari Mustafa
International Journal of Islamic Studies Vol 2 No 2 (2022): December
Publisher : Pascasarjana UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/ijis.v2i2.35010

Abstract

The type of research used in this study is descriptive qualitative research, regarding the Mappaje tradition in wedding parties in the Bugis-Makassar community, especially in Parenreng Village, Segeri District, Pangkep Regency by taking field data (Field Research). The data obtained in the form of descriptive data with the form of spoken or written words from informants and actors that can be considered. The Mappaje' tradition is contrary to Islamic law regarding the issue of faith where they believe when doing Mappaje' to obtain salvation and prevent evil while in Islamic values ​​and teachings it requires Muslims to only depend on Allah SWT and nothing can bring good or bad, even badness except by the power of Allah SWT.
DINAMIKA PENENTUAN ARAH KIBLAT MENGGUNAKAN ALAT KLASIK DAN MODEREN DI MASJID SULTAN ALAUDDIN MADANI Saitul Mahtir; Muhammad Saleh Ridwan
HISABUNA: Jurnal Ilmu Falak Vol 1 No 1 (2020): Maret 2020
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/hisabuna.v1i1.13072

Abstract

Qibla direction is the direction in which all Muslims in all corners of the world look up and turn their faces to His Rab as the servant should be as a condition for the validity of prayer. The Qibla is in Mecca Al-Mukarramah which is in the form of a cube (Ka'bah). The direction of the Kaaba can be determined from any point or place on the surface of the earth with calculations and measurements. Therefore, calculating the Qibla direction is basically a calculation to find out in what direction the Kaaba in Mecca is seen from the surface of the earth. From this study discuss and test the accuracy of the Qibla direction at the Sultan Alauddin Madani Mosque using the classic and modern tools, the istiwa stick 'using the ball triangle method then juxtaposed with the shadow of the sun or the shadow of the Qibla direction. Then with a digital compass using the method of calculating the difference between Mecca and region (SBMD). Where istiwa 'is known as a tool that is not too urjen in society (traditional), while a digital compass maybe everyone already has it in an increasingly modern and sophisticated era like those in Android smartphones and other digital devices.
URGENSI KEMENTERIAN AGAMA KABUPATEN BARRU DALAM MENENTUKAN STANDAR DAN VALIDASI ARAH KIBLAT Tasliyah Erlina; Saleh Ridwan; Kurniati
HISABUNA: Jurnal Ilmu Falak Vol 3 No 2 (2022): Juni
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/hisabuna.v3i2.22912

Abstract

This study examines the role of the government in this case the Ministry of Religion of Barru Regency in overcoming problems related to religious affairs, one of which is the difference in the direction of Qibla in the community. Qibla direction is very important to know because it greatly affects the quality of worship (acceptance of prayer or not) that is done. In determining the Qibla direction, various methods are used, including using a istiwaini, compass, Qibla arc, and Qibla tracker. This research is classified as field research, with a normative (syar'i) and juridical theological research approach where the data that is considered relevant in the object of this research is studied in depth and then poured into a discussion in accordance with the existing problems, including those related to its existence in determining the Qibla direction and the implementation process in measuring the Qibla direction. Keywords: Ministry of Religion, Qibla Direction and Method
UJI VALIDASI ARAH KIBLAT MASJID MELALUI PERAN KEMENTERIAN AGAMA DI KABUPATEN SOPPENG Nurul Adawia; Nur Aisyah; Muhammad Saleh Ridwan
HISABUNA: Jurnal Ilmu Falak Vol 3 No 1 (2022): Maret 2022
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/hisabuna.v3i1.27034

Abstract

Kementerian Agama sebagai sub sistem pemerintahan Republik Indonesia, mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas pemerintah di bidang agama melaksanakan pengukuran dan validasi arah kiblat Mesjid di kabupaten Soppeng. Penelitian ini tergolong dalam penelitian lapangan (field research) kualitatif. Dengan pendekatan penelitian yang digunakan adalah: pendekatan teologi normatif dan pendekatan sosiologis. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dengan memperoleh hasil wawancara dan observasi yang dilaksanakan di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Soppeng dan data sekunder data penelitian yang diambil dari kepustakaan dan dokumen yang sudah disediakan berkaitan dengan kasus yang diteliti. Dari hasil penelitian, penulis menemukan bahwa Peran Kementerian Agama Kabupaten Soppeng dalam Uji validasi Arah Kiblat Masjid di Kabupaten Soppeng yaitu Kantor Kementerian Agama berperan aktif dalam pengukuran dan uji validasi arah kiblat di Kabupaten Soppeng dan kebijakannya sesuai dengan KMA (Keputusan Menteri Agama) Nomor 373 tahun 2002 tentang organisasi dan tata kerja Kantor wilayah Departemen Agama Kabupaten/Kota yang telah diubah dengan keputusan Menteri Agama RI Nomor 480 tahun 2003, Pelaksanaan Uji Validasi arah Kiblat Kantor Kementerian Agama Kabupaten Soppeng Menggunakan Metode tongkat Istiwa’ (Klasik), Qiblat Tracker (Modern), dan Aplikasi Planet Droid, Upaya Kantor Kementerian Agama Kabupaten Soppeng telah berperan secara efektif dalam uji validasi arah kiblat di Kabupaten Soppeng dengan melibatkan para penyuluh agama dan penghulu dalam sosialisasi urgensi arah kiblat serta implementasi lapangan sesuai dengan permohonan masyarakat dan kebutuhan validasi dan kalibrasi. Kata kunci: Arah Kiblat, Qiblat tracker, tongkat Istiwa,
Sikap dan Pemahaman Masyarakat Desa Nirannuang Kecamatan Bontomarannu Terhadap Arah Kiblat Sebagai Kesempurnaan Ibadah Fachrul Salam Baharuddin; Rahmatiah,HL; Muh. Saleh Ridwan
HISABUNA: Jurnal Ilmu Falak Vol 4 No 1 (2023): Maret 2023
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/hisabuna.v4i1.36116

Abstract

The main problem in this study is how are the attitudes and understanding of the community regarding the Qibla direction, especially the people who are in Nirannuang Village, Bontomarannu District, Gowa Regency. This research is classified as a simple quantitative research type with a syar'i approach and a social approach. This research uses population and sample. The population taken is the people of Nirannuang Village and the sample is 30 people from 9 mosques. Furthermore, the data collection method used in this study is observation, closed interviews with instruments that have been prepared by researchers, and documentation. The results of this study indicate that the attitude of the people of Nirannuang Village towards the Qibla direction is quite good, the majority of respondents who the researchers took as a sample assume that the Qibla direction is the direction of the Kaaba, so when praying they must face the Kaaba as a form of obedience in carrying out obligatory prayers or sunnah. Meanwhile, the understanding of the people of Nirannuang Village towards the Qibla direction is still lacking. This is because the majority of respondents understand how important knowledge of the Qibla direction is, but there are still many people who think that the Qibla direction is west. Keywords: Attitude, Understanding,Qibla Direction and Nirannuang Village
Lowering Blood Pressure Through Family Assistance on the Implementation of Self-Management of Hypertension Elderly Rasmawati Rasmawati; Eny Sutria; Ani Auli Ilmi; Rasdiyanah Rasdiyanah; Aidah Fitriani; Muhammad Saleh Ridwan
Jurnal Gawat Darurat Vol. 4 No. 2 (2022): Jurnal Gawat Darurat: Desember 2022
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/jgd.v4i2.666

Abstract

Hypertension is one health problem that continues to increase in the elderly age group. The increasing prevalence of hypertension from year to year requires treatment efforts, one of which is through hypertension care management. Treatment of hypertension by the family involves knowledge and skills, so there is a need for assistance from health workers to caregivers who care for the elderly with hypertension. This study aimed to provide an understanding of the family and direct application to care for the elderly with hypertension. The research is a case study involving six families and elderly clients with hypertension. Respondents are elderly who have hypertension and still live with their families as caregivers. Interventions are carried out in the form of assistance to families in implementing control of taking hypertension medication, stress management, physical exercise, and regulation of eating patterns. Results: all of the elderly experienced a decrease in blood pressure on the 3rd weekend. Family assistance in the implementation of self-management of the elderly effectively reduced the blood pressure of the hypertensive elderly. Health center staff are expected to be able to increase motivation and family participation in assisting the elderly with hypertension.
Perspectives from Islamic Law on the Muhammadiyah Central Leadership's Tarjih Council and Its Significance for Religious Moderation Umar, Marzuki; Sultan, Lomba; L, Sudirman; Ridwan, Muhammad Saleh; Syamsuddin, Darussalam; Idrus, Achmad Musyahid
Journal of Modern Islamic Studies and Civilization Том 2 № 01 (2024): Journal of Modern Islamic Studies and Civilization
Publisher : PT. Riset Press International

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59653/jmisc.v2i01.517

Abstract

The research aims to explain and analyse the views of the Muhammadiyah central leadership assembly and its relevance to religious moderation. The method used in this research is a literature study that examines legal products produced by the Tarjih Council and in-depth interviews with Muhammadiyah's central and regional leaders regarding their views on religious moderation. This research shows that the Muhammadiyah central leadership tarjih council has provided moderate and flexible legal thinking. The legal products produced by the tarjih assembly have provided much knowledge to the public about how to act pretty, not easily blame others for differing opinions, be open to giving input, live side by side, be non-violent and prioritise the power of reason in looking at problems. This research concludes that the Muhammadiyah Tarjih Council's views align with the concept of moderation currently being developed by the Ministry of Religion.
STATUS PERNIKAHAN SETELAH SUMPAH LIAN (Studi Komparatif antara Pandangan Mazhab Hanafi dan Kompilasi Hukum Islam) Ekayanti, Sri; Saleh Ridwan, Muhammad
Shautuna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Perbandingan Mazhab Vol. 1, No. 3, September 2020
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/shautuna.v1i3.14914

Abstract

Abstrak Li’an berasal dari kata la’ana yang berarti menuduh atau melaknat. Menurut istilah li’an berarti tuduhan suami bahwa istrinya telah berbuat zina atau ia mengingkari bayi yang ada dalam kandungan istrinyabukan dari benihnya, tetapi dia tidak dapat mennghadirkan empat orang saksi, maka ia harus bersumpah dengan nama Allah sebanyak empat kali bahwa ia benar dalam tuduhannnya serta rela mendapatkan laknat oleh Allah bila tuduhan tersebut tidak benar. Bila ia tidakdapat mendatangkan empat orang saksi dan tidak pula bersedia melakukan li’an maka dia akan dikenai sanksi tuduhan berzina, yaitu didera delapan puluh kali pukulan. Status pernikahan setelah terjadi li’an adalah haram untuk selama-lamanya ini menurut Kompilasi Hukum Islam. Atas dasar itu penulis menganalisis pendapat dari mazhab Imam Hanafi dikomparasikan dengan Kompilasi Hukum Islam. Adapun pokok permasalahan dijabarkan dalam dua sub masalah permasalahan, yaitu: 1) bagiamana akibat yang ditimbulkan setelah terjadi li’an? 2) bagaimana pendapat Imam Hanafi dan Kompilasi Hukum Islam mengenai status pernikhan setelah terjadi li’an. Dalam menjawab permasalahan tersebut peneliti menggunakan metode normatif. Penelitian ini  meruapakan penelitian kepustakaan (library researchi) . selanjutnya mentode pengumpulan data yang penulis gunakan yaitu kutipan lansung yaitu peneliti mengutip seara lansung pendapat atau tulisan seseorang sesuai dengan aslinya tanpa merubahnya dan kutipan tidak langsung yaitu mengutip tulisan, data dan pendapat orang lain dengan cara memformulasikan dengan susunan yang baru, tetapi dengan maksud yang sama. Setelah melakukan penelitian terhadap status pernikahan setelah terjadi li’an studi komparatif imam Hanafi dan Kompilasi Hukum Islam, peneliti menunjukkan bahwa terdapat letak persamaan dan perbedaan pendapat dalam memahami status penikahan setelah terjadi li’an tersebut. Adapun implikasi dari penelitian tersebut agar kiranya dapat menjadi bahan pembelajaran bagi peneliti berikutnya serta bagi mahasiswa hukum dalam memahami li’an sehingga tidak terjadi kesalahpahaman dalam memahami li’an.Kata kunci: Status Pernikahan; Sumpah; Li’an.  AbstractLi'an comes from the word la'ana which means to accuse or curse. In the term li'an means the husband's accusation that his wife has committed adultery or he is denying the baby in his wife's womb, not from his seed, but he cannot present four witnesses, so he must swear by the name of Allah four times that he is right in his accusation and willing to get damned by God if the accusation is not true. If he cannot bring four witnesses and is not willing to commit li'an then he will be subject to sanctions for adultery, namely beaten eighty times. Marital status after li'an is forbidden for ever according to the Compilation of Islamic Law. On that basis the authors analyze the opinions of the Imam Hanafi school compared to the Compilation of Islamic Law. The main problem is described in two sub-problems, namely: 1) how are the consequences caused after the li'an occur? 2) what is the opinion of Imam Hanafi and the Compilation of Islamic Law regarding marital status after a li'an. In answering these problems researchers used the normative method. This research is a library research (library research). then the data collection method used by the writer is direct quotation, that is, the researcher quotes someone's opinion or writing according to the original without changing it and the indirect quote is quoting the writings, data and opinions of others by formulating with a new arrangement, but with the same purpose . After conducting research on marital status after the li'an comparative study of Hanafi priests and the Compilation of Islamic Law, the researcher shows that there are similarities and differences of opinion in understanding marital status after the li'an occurs. As for the implications of the research so that it can be used as learning material for future researchers and for law students in understanding li'an so there is no misunderstanding in understanding li'an.Keywords: Status of Marriage; Oath; Lian.
Analisis Sosiologis Terhadap Kewajiban Pandai Baca Al-Qur’an Bagi Calon Pengantin: Studi Kasus Desa Datara Kecamatan Tompobulu Kabupaten Gowa Bahrul, Syahdan; Ridwan, M. Saleh
Shautuna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Perbandingan Mazhab VOLUME 3 ISSUE 2, MAY 2022
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/shautuna.vi.25796

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisa terkait penggantian nama anak untuk kesehatan, dilihat dari perspektif hukum Islam dan hukum adat yang kemudian dikaitkan dengan yang terjadi di Kel. Bontoparang, Kec. Parangloe, Kab. Gowa, Sulawesi Selatan. Dalam menjawab problematika diatas, penulis menggunakan Penelitian Lapangan (Field Research) yaitu penelitian yang mengangkat data dan permasalahan yang ada di lapangan (lokasi peneltian). Adapun sumber data yang didapatkan diantaranya data primer dan data sekunder. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitiatif dengan menggunakan pendekatan yuridis empiris yaitu untuk mengetahui bagaimana suatu hukum itu dilaksanakan serta bagaimana proses penegakannya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa di Desa Datara , Kec. Tompobulu, Kab. Gowa, Sulawesi Selatan terdapat suatu kepercayaan masyarakat dimana apabilah anak sering sakit-sakitan maka akan diganti namanya. Para ulama bersilang pendapat perihal nama baik yang paling dicintai Allah swt., sebagian berpendapat: nama para nabi sementara jumhur ulama sepakat menyatakan, bahwa nama yang paling dicintai Allah swt adalah nama yang di sandarkan (iḍāfaāt) kepada asmā al-ḥusnā. Mitos atau sebuah kepercayaan terhadap suatu yang diluar nalar akal merupakan hal yang sudah lama ada pada masyarakat Indonesia khususnya di Sulawesi Selatan. Dalam wawancara yang dilakukan oleh peneliti hampir mayoritas responden menyatakan dan memahami bahwa mereka tidak terlalu memikirkan apakah mengganti nama karena kesehatan itu mitos atau tidak. Karena mereka beranggapan bahwa selama itu baik maka sah-sah saja untuk dilakukan dan diamalkan. Dengan maksud dan tujuan yang baik, mereka berinisiatif untuk merubah nama mereka atau anak mereka agar supaya lebih baik dari sebelumnya. Yang sebelumnya sakit supaya sehat. Implikasi dari penelitian tersebut: Kunci utama dalam pelaksanaan ibadah dari setiap muslim adalah mampu dalam membaca dan melantungkan ayat-ayat suci al-Qur’an. Ketika seorang muslim tidak mampu untuk membaca kitab suci al-Qur’an maka itu akan menjadi penghambat dalam beribadah dan terapkanya aturan baca al-qur’an yaitu agar warga desa Datara mampu membina anak-anaknya agar menjadi keluarga yang sakina mawaddah dan mampu menjelaskan sebagai hamba Allah swt. Pembinaan akalnya, jiwanya, kesucian dan etika, sedangkan pembinaan jasmaninya menghasilkan keterampilan dengan menggabungkan unsur-unsur tersebut terciptalah makhluk dua dimensi dalam satu keseimbangan dunia dan akhirat, ilmu dan iman. Dalam analisis sosioligis terhadap kewajiban pandai baca al-Qur’an bagi calon pengantin di Desa Datara kecamatan Tompobulu kabupaten Gowa dalam keterlibatan masyarakat dalam tahap peraturan yang hendak dibentuk oleh kepala desa adalah sebuah upaya kerjasama yang dibangun dalam sebuah sistem pemerintahan antara pemerintah desa dengan masyarakatnya. Dengan tujuan membangun Desa ke arah yang lebih baik.
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W Abd. Rahim Abdillah Abdillah Abdul Fattah Abdul Halim Talli Abdul Mujib Sawihi Abdul Qayyum, Abdul Rahman Hi. Abdul Wahab abdullah, muh ruslan ABDULLAH, MUH. RUSLAN Achmad Musyahid Idrus Ahmad Fajril Ahmad Musyahid Ahmad Qurais Wahid Akmal, Andi Muhammad Amrullah, Muhammad Salam Amrullah, Salam Andi Abdul Hamzah Andi Airiza Rezki Syafaat Andi Intan Cahyani Andi Sumardin, Andi Andi Takdir Djufri Andriany, Mita Annisa, Thahirah Ardiansyah, Bimas Asni Asni Asni Azzochrah, Nurul Azizah Bahrul, Syahdan Bakence, Lutfi Bakri, Muammar Darussalam Desrianti, Desrianti Dwi Harjana Ekayanti, Sri Eny Sutria Erni Erni Fachrul Salam Baharuddin fahlevi, Andi Fairuz Elisya Fasiha Fasiha, Fasiha Fatimah, Siti Nurul Fatma Firdaus Firdaus Firman Fitri Wulandari Fitriani, Aidah Gunawan Gunawan Hamzah Hasan Handayani, Nurilma Hariani, Nur Fitri Harjana, Dwi Hartini Tahir Hasri Hasri Herlina Herman, Muhammad Akbar Hisbullah Hisbullah HL, Rahmatia HM. Kafrawi, Try Sa’adurrahman Idham Idham Ilham Rissingg Ilmi, Ani Auli Imran Anwar Kuba Irayanti Nur Jamin, Awaluddin Karunia, Khaerunnisa Kasjim Salenda Kaunar, Abdullah Kemhay, Hardi Khaerul Rasyidi Khaerunnisa Karunia Kurniati Kurniati Kurniati Kusnadi Umar Laela Mutmainnah Latif, Fandi Hi. Lomba Sultan Lutfi, Muhtar Maghudi, Muhammad Imam Mapuna, Hadi Daeng Marilang Misbahuddin Misbahuddin Muh Fiqram Muh Ruslan Abdullah Muh. Jamal Jamil Muhammad Akbar Herman Muhammad Furqanul Ikram MUHAMMAD ILHAM Muhammad Shuhufi Muhammadiyah Amin Mukhbit, Ahmad Faiz Mukhtar Lutfi Musrianaa Mustaufiq, Mustaufiq N. Nazaruddin Nerli Citra Lestary Nur Ahmad Nur Aisyah Nur, Irayanti Nur, Muhammad Imran Nurfaika Ishak Nurjannah N, Nurjannah Nurman Said Nurul Adawia Nurul Azizah Azzochrah Nusair, Abuyamen Osman, Zaiton Patawari, Andi Yusri Patimah Patimah Patimah Patimah Pora, Rasid Pratiwi, Haerani Putra, Wiyari Dwi Qayyum, Rahman Qorina, Ulfa Rahim, Irawati Rahma Amir, Rahma Rahmatiah HL Rahmatiah Rahmatiah Rahmawati, St. Rahmiati Rahmiati Ramadan, Nur Hikmah Anugrah Rasdiyanah, Andi Rasdiyanah, Rasdiyanah Rasmawati Rian Hidayat Risnah, Risnah Rohim, M. Yusuf Nur Rusman Rusman Rusni Rusni Sabani, Akbar Saitul Mahtir Sakina Siswahyudianto Siti Aisyah Sohrah Sudirman L, Sudirman Sulastryani, Sulastryani Syamsuddin, Arman Syamsuddin, Darussalam Tahir Maloko Tarmizi Tasliyah Erlina Umar Laila Umar, Marzuki Ummu Awaliah Usman Jafar Wahdaniah Wahidah Abdullah Zulfadli Zulfadli Zulfahmi Alwi Zulfajri H Zulhas’ari Mustafa