This Author published in this journals
All Journal Masalah-Masalah Hukum Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako KONSELI: Jurnal Bimbingan dan Konseling (E-Journal) Pharmauho: Jurnal Farmasi, Sains, dan Kesehatan Prosiding Seminar Nasional INDOCOMPAC Kopasta: Jurnal Program Studi Bimbingan Konseling JURNAL KEPEMIMPINAN DAN PENGURUSAN SEKOLAH Jurnal Selat JURNAL KONSELING GUSJIGANG Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia Kemudi SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan JSiI (Jurnal Sistem Informasi) JURNAL MAHASISWA BK AN-NUR : BERBEDA, BERMAKNA, MULIA FONDATIA JOURNAL OF GOVERNMENT (Kajian Manajemen Pemerintahan dan Otonomi Daerah) Psikologi Konseling: Jurnal Kajian Psikologi dan Konseling Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran (JRPP) Turast: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Al-Qalb : Jurnal Psikologi Islam Jurnal Ilmu Administrasi: Media Pengembangan Ilmu dan Praktek Administrasi Bikotetik (Bimbingan dan Konseling: Teori dan Praktik) Jurnal Abdi Insani Istinarah: Riset Keagamaan, Sosial dan Budaya At-Tajdid : Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam Jurnal Bimbingan Penyuluhan Islam Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Mendapo: Journal of Administrative Law MAHESA : Malahayati Health Student Journal Jurnal Momen : Teknik Sipil Suryakancana Action Research Literate (ARL) Journal of Indonesian Islamic Studies JURIS (Jurnal Ilmiah Syariah) ELIT JOURNAL Electrotechnics And Information Technology Counselia: Jurnal Bimbingan Konseling Pendidikan Islam Literasi: Jurnal Pendidikan Guru Indonesia Analisis Gender dan Agama Peradaban Journal of Law and Society Innovative: Journal Of Social Science Research Journal of Career Development Journal of Teaching and Education TOFEDU: The Future of Education Journal TERAPUTIK: Jurnal Bimbingan dan Konseling JURNAL PENDIDIKAN OLAHRAGA ILTEK : Jurnal Teknologi Jurmas Azam Insan Cendikia Jurnal Masyarakat Religius dan Berwawasan Journal of Islamic Education Students Journal of Community Service and Society Empowerment Karya Kesehatan Siwalima Jurnal Teknologi Manufaktur dan Industri Jurnal Hukum dan Pembangunan BIODIVERS - BIOTROP Scientific Magazine Journal of Teaching and Education COSMOS International Journal of Research in Counseling Batanang : Jurnal Psikologi
Claim Missing Document
Check
Articles

Usaha Guru Untuk Meningkatkan Kreatifitas Anak TK Meldawanti, Meldawanti; Irman, Irman; Dasril, Dasril
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 5 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i5.15405

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui usaha guru dalam meningkatkan kreativitas anak. Peneliti ingin mendalami usaha guru tersebut dalam sebuah Riset kualitatif. penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan wawancara, dokumentasi, dan observasi. Sumber data terdiri dari kepala sekolah dan guru. Teknik analisis  data, terdiri dari tahapan  reduksi data, penyajian data,  dan verification data,  untuk menguji keabsahan data  menggukan Triangulasi. Hasil penelitian ditemukan 1) Perencanaan awal untuk meningkatkan kreatifitas kreativitas anak di TK Sijunjung  dimulai dari penentuan tujuan dan pembuatan program 2) Pelasanaan Program  mengembangkan kreativitas anak di TK Sijunjung Pelaksanaan program dilakukan dalam bentuk sentra. 3) Evaluasi   untuk meningkatkan  kreatifitas anak di TK Sijunjung.4) Faktor pendukung dan penghambat  untuk meningkatkan  kreatifitas anak di TK Sijunjung adalah  dukungan dari kepala sekolah, motivasi dari guru. Dari hasil temuan tersebut ternyata guru TK di Sijunjung memiliki perhatian yang sangat besar dalam peningkatan kreativitas anak yang dikembangkan oleh para guru TK, dan mereka umumnya mengembangkannya melalui berbagai kegiatan, kemudian dalam perencanaan pembelajran, guru mengembangkan kreativitas dengan menggunakan pembelajaran yang mendukung dalam pengembangan kreativitas.  
Songkabala: Tradisi Menolak Bencana Masyarakat Islam Desa Minasa Upa Kabupaten Maros Sulawesi Selatan Irman, Irman
Action Research Literate Vol. 5 No. 2 (2021): Action Research Literate
Publisher : Ridwan Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (413.413 KB) | DOI: 10.46799/arl.v5i2.87

Abstract

Tradisi Songkabala merupakan tradisi masyarakat Islam Desa Minasa Upa, Kabupaten Maros, Provinsi Sulawesi Selatan untuk menolak bala bencana, musibah, dan malapetaka. Dengan Meminta keselamatan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Tradisi ini masih tetap dijaga karena memiliki makna dan arti  yang penting bagi masyarakat yang menyelenggarakannya. Tulisan ini merupakan hasil penelitian yang bertujuan selain menguraikan awal munculnya tradisi Songkabala, tradisi Songkabala juga untuk mengungkap nilai-nilai budaya yang terkandung di dalamnya. Beserta fungsi yang ada pada tradisi Songkabala tersebut. Penelitian ini bersifat kualitatif deskriptif menggunakan teknik pengumpulan data berupa pengamatan dan wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa awal mula dilaksanakannya tradisi Songkabala sudah merupakan warisan leluhur yang sudah ada sejak dulu, yang dipercaya dapat menghindarkan bencana dan musibah. Dengan melakukan doa kepada Allah SWT, untuk meminta dijauhkan dari segala malapetaka. Pelaksanaan tradisi Songkabala  secara garis besar terdiri atas tiga fungsi, yakni: mendekatkan diri kepada tuhan, bentuk pelestarian kearifan lokal, dan mencerminkan hubungan kekeluargaan dalam masyarakat. Ada beberapa nilai budaya yang terkandung dalam pelaksanaan tradisi Songkabala, yakni nilai gotong royong, nilai agama/religi, nilai musyawarah, nilai sosialisasi, nilai pengetahuan lokal, dan nilai keindahan/estetika
Analisis Penerapan Intervensi Latihan Berjalan Cepat dalam Menurunkan Hipertensi pada Lansia: Systematic Review Irman, Irman; Mataputun, Donny Richard; Tamrin, Tamrin
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 4, No 10 (2024): Volume 4 Nomor 10 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v4i10.15375

Abstract

ABSTRACT This study aims to investigate the effects of interventions related to brisk walking and lowering blood pressure in elderly patients with hypertension. The search strategy using the PubMed, ProQuest, and Google Scholar databases was limited to the years 2018 to 2024. Based on the results of database identification using PRISMA Literature Review, 522 articles were obtained, then limited to title, last 6 years, abstract (n=169), and eligibility for full-text articles (n=34) so that five (5) articles were analyzed. These five articles were included in the systematic review. Conclusion: Brisk walking exercise can significantly reduce blood pressure in elderly people with hypertension. Keywords: Blood Pressure, Brisk Walking Exercise, Hypertension  ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk untuk menyelidiki efek intervensi terkait jalan cepat dan penurunan tekanan darah pada pasien lansia dengan hipertensi. Strategi pencarian melalui database PubMed, ProQuest, dan Google Scholar terbatas pada tahun 2018 hingga 2024.  Berdasarkan hasil identifikasi database menggunakan PRISMA Literature Review diperoleh 522 artikel, kemudian dibatasi judul, 6 tahun terakhir, abstrak (n=169), dan kelayakan artikel full-text (n=34) sehingga diperoleh lima (5) artikel yang dianalisis. Kelima artikel tersebut dimasukkan dalam tinjauan sistematis. Kesimpulan: Latihan jalan cepat secara signifikan dapat menurunkan tekanan darah pada lansia penderita hipertensi. Kata Kunci: Tekanan Darah, Latihan Jalan Cepat, Hipertensi
Penerapan Therapeutic Positions terhadap Parameter Vital Signs Pasien Stroke di Rumah Sakit Pusat Otak Nasional Prof. Dr. Dr. Mahar Mardjono Jakarta Irman, Irman; Kariasa, I Made; Nova, Prima Agustia; Mulyatsih, MG Enny
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 4, No 5 (2024): Volume 4 Nomor 5 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v4i5.14389

Abstract

ABSTRACT This study aims to determine the application of therapeutic positions to the vital signs parameters of stroke patients at the Prof. Dr. National Brain Center Hospital. Dr. Mahar Mardjono Jakarta. This research is an application of Evidence-Based Nursing which was applied to 12 respondents. Each patient in the study group was positioned in various therapeutic positions every 2 hours following a semi-fowler's rotating schedule, lying on their side to the healthy side (Unaffected Side Position), lying on their back (Supine Position), and lying on their side to the side with hemiparesis or hemiplegia (Affected Side Position). Based on the results, the average systolic blood pressure decreased on the second post-intervention day (day 2) with a mean of 124.08 and a standard deviation of 3,147, while the diastolic mean was not much different from the first day, namely 83.17 and a standard deviation of 2,657. The average heart rate on the second-day post-intervention decreased with a mean of 84.92 and a standard deviation of 0.900. In the respiration rate variable, the decrease in the mean value post-intervention on the second day was 15.33 (standard deviation 0.888). The mean value for oxygen saturation levels (SPO2) with the mean post-test value on the second day was 99.75 (standard deviation 0.452). So it can be concluded that providing therapeutic positions intervention can reduce blood pressure, heart rate, and respiration rate and increase oxygen saturation. Keywords: Therapeutic Positions, Vital Signs  ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Penerapan Therapeutic Positions Terhadap Parameter Vital Signs Pasien Stroke Di Rumah Sakit Pusat Otak Nasional Prof Dr. dr. Mahar Mardjono Jakarta. Penelitian ini merupakan Penerapan Evidence-Based Nursing yang diterapkan pada 12 responden. Setiap pasien dalam kelompok studi diposisikan pada berbagai posisi terapeutik setiap 2 jam dengan mengikuti jadwal berputar seperti semi fowler's, berbaring miring ke sisi yang sehat (Unaffected Side Position), berbaring terlentang (Supine Position) dan berbaring miring ke sisi yang hemiparesis atau hemiplegia (Affected Side Position). Berdasarkan hasil bahwa rata-rata tekanan darah sistole terjadi penurunan pada post intervensi hari kedua (day 2) dengan mean 124.08 dan standar deviasi 3.147, sedangkan diastole diperoleh mean yang tidak berbeda jauh dengan hari pertama yaitu 83.17 dan standar deviasi 2.657. Rata-rata heart rate post intervensi hari kedua terjadi penurunan dengan mean 84.92 dan standar deviasi 0.900. Pada variabel respiration rate diperoleh penurunan untuk nilai mean post intervensi hari kedua adalah 15.33 (standar deviasi 0.888). Nilai mean pada kadar saturasi oksigen (SPO2) dengan nilai mean post-test hari kedua 99.75 (standar deviasi 0.452). Pemberian intervensi therapeutic positions dapat menurunkan tekanan darah, heart rate, respiration rate dan meningkatkan saturasi oksigen. Kata Kunci: Posisi Terapeutik, Tanda-Tanda Vital
Penerapan Panduan Nurse-Led Early Mobilization Pada Pasien yang Menjalani Pembedahan Elektif Tulang Belakang Irman, Irman; Pitaloka, Rika Diah; Rakhman, Isnawan Risqi; Kariasa, I Made; Nova, Prima Agustia; Mulyatsih, MG Enny
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 4, No 9 (2024): Volume 4 Nomor 9 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v4i9.14889

Abstract

ABSTRACT This study aims to determine the implementation of the Nurse-LED Early Mobilization Guide in patients undergoing elective spinal surgery. This research is an implementation of an Innovation Project which was applied to 10 respondents. Each patient in the study group was mobilized in a sequence starting from right lateral/supine/left, sitting 45o, sitting upright 90o, and dangling sitting mobilization according to the specified time. Post intervention results were evaluated where pain started from the first 24 hours (POD-1) to the third day (POD-3) while functional status after 72 hours post surgery (POD-3). Based on the results, the average Barthel Index in the post-intervention group evaluated on the third day (POD-3) was 15.30 with a standard deviation of 3.40. Meanwhile, the average pain score in the first day post-intervention group (POD-1) was 4.50 with a standard deviation of 0.97. The mean pain score on the second day (POD-2) was 3.60 with a standard deviation of 0.69. Meanwhile, the average pain score on the third day was 2.50 with a standard deviation of 0.70. Conclusion: Nurse-LED early mobilization intervention can be carried out in degenerative disc disease patients undergoing elective spine surgery to improve the patient's clinical outcomes, especially functional status and decreased pain. Keywords: Decreased Pain, Functional Status, Nurse-LED Early Mobilization  ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Penerapan Panduan Nurse-LED Early Mobilization pada pasien yang Menjalani pembedahan elektif tulang belakang. Penelitian ini merupakan Penerapan Proyek Inovasi yang diterapkan pada 10 responden. Setiap pasien dalam kelompok studi dimobilisasikan dengan urutan mulai dari lateral kanan/supine/kiri, duduk 45o, duduk tegak 90o, dan mobiliasi duduk berjuntai sesuai dengan waktu yang telah ditentukan. Hasil post intervensi dievaluasi dimana nyeri mulai dari 24 jam pertama (POD-1) sampai dengan hari ketiga (POD-3) sedangkan status fungsional setelah 72 jam post operasi (POD-3).  Berdasarkan hasil bahwa rata-rata Barthel Index pada kelompok post intervensi yang dievaluasi pada hari ketiga (POD-3) adalah 15,30 dengan standar deviasi 3,40. Sedangkan rata-rata skor nyeri pada kelompok post intervensi hari pertama (POD-1) adalah 4.50 dengan standar deviasi 0.97. Mean skor nyeri pada hari kedua (POD-2) adalah 3,60 dengan standar deviasi 0,69. Sedangkan rerata skor nyeri pada hari ketiga adalah 2,50 dengan standar deviasi 0,70. Kesimpulan : intervensi Nurse-LED Early mobilization dapat dilakukan pada pasien-pasien degenerative disc disease yang menjalani pembadahan elektif tulang belakang untuk meningkatkan outcome klinis pasien khususnya adalah status fungsional dan penurunan nyeri. Kata Kunci: Penurunan Nyeri, Status Fungsional, Nurse-LED Early Mobilization
Pengaruh Blended Learning terhadap Self Eficacy Perawatan Kaki untuk Mencegah Luka Kaki Diabetik pada Penderita Diabetes Melitus Tipe II Wahyuni, Emmi; Irman, Irman
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 4, No 10 (2024): Volume 4 Nomor 10 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v4i10.15129

Abstract

ABSTRACT Diabetes is a metabolic disease characterized by increased levels of glucose in the blood. The number of people suffering from type 2 DM is in­creasing every year, accompanied by complications from diabetic foot wounds. One of the problems that occurs is low self-efficacy regarding foot care to pre­vent diabetic foot wounds. This study aims to determine the effect of the blended learning method on foot care self-efficacy for preventing diabetic foot wounds in people with type 2 diabetes mellitus at the Kapasa Makassar Community Health Center. The research design used was quasi-experimental with pre-post with control group. The total sample was 32 respondents. The statistical tests used are the Wilcoxon and Mann-Withney tests. The instrument used to measure self-efficacy is the general self-efficacy scale questionnaire. This study obtained results with a ρ value of 0.000 which means <0.05 so it can be interpreted that there is an effect of the blended learning method on foot care self-efficacy to prevent diabetic foot wounds in type 2 DM patients. The blended learning method for diabetic foot care can increase self-efficacy in preventing diabetic foot wounds in type 2 DM sufferers. Keywords: Blended Learning, Self Efficacy, Diabetic Foot Wound, Diabetic Foot Care, Type 2 Diabetes Mellitus  ABSTRAK Diabetes merupakan penyakit metabolik yang ditandai dengan ke­naikan kadar glukosa dalam darah. Jumlah penderita DM tipe 2 semakin mening­kat setiap tahunnya, disertai dengan komplikasi luka kaki diabetik. Salah satu permasalahan yang terjadi adalah rendahnya efikasi diri mengenai perawatan kaki untuk mencegah luka kaki diabetik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode blended learning terhadap efikasi diri perawatan kaki untuk mencegah luka kaki diabetik pada penderita diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas Kapasa Makassar. Penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimen dengan pre-post with control group. Jumlah sampel sebanyak 32 responden. Uji statistik yang digunakan adalah uji Wilcoxon dan Mann-Withney. Instrumen yang digunakan untuk mengukur efikasi diri adalah kuesioner skala efikasi diri secara umum. Penelitian ini memperoleh hasil dengan nilai ρ sebesar 0,000 yang berarti <0.05 sehingga dapat diartikan bahwa terdapat pengaruh blended learning ter­hadap efikasi diri perawatan kaki untuk mencegah luka kaki diabetik pada pasien DM tipe 2. Metode blended learning perawatan kaki diabetik dapat mening­katkan efikasi diri mencegah luka kaki diabetik pada penderita DM tipe 2. Kata Kunci: Blended Learning, Efikasi Diri, Luka Kaki Diabetik, Perawatan Kaki Diabetik, Diabetes Melitus Tipe 2  
A Multimodal Approach to the Management of Diverticular Abscess with Paraesophageal Hernia Complication Pauliana, Pauliana; Koncoro, Hendra; Prawidiyanto, Albertus Ardian; Gora, Cosmas; Irman, Irman; Tambun, Renaningtyas
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v9i10.16411

Abstract

This study aims to evaluate the management of acute diverticulitis complicated by hernia and the role of electroacupuncture in managing postoperative ileus. The case involved a 51-year-old male patient who presented with left lower abdominal pain, fever, and defecation disorder. Physical examination showed signs of infection with localized peritonitis, while laboratory tests revealed neutrophilia. CT scan showed diverticulitis with abscesses in the descending and sigmoid colon, as well as free air around the colon and perihepatic region, and paraesophageal hernia. The patient underwent left hemicolectomy with Hartmann's procedure. Postoperatively, the patient developed ileus which was treated using electroacupuncture. The results showed that the relationship between diverticulosis and hernia is due to connective tissue changes. Approximately 10-20% of diverticulosis cases progress to acute diverticulitis. CT scan is the gold standard for diagnosis, staging and management of diverticulitis. In cases of Hinchey III diverticulitis, laparoscopic washing does not give better results compared to colonic resection. The Hartmann procedure is recommended for patients with multiple comorbidities. Electroacupuncture proved to be an effective adjunctive therapy in managing postoperative ileus. The conclusion of this study is that a multimodal approach, including surgery and complementary therapies such as electroacupuncture, is essential in the management of diverticulitis and its complications. The implication of this study is the need for a holistic approach in managing patients with acute diverticulitis, especially in cases with multiple comorbidities and risk of postoperative complications.
EVALUASI EFEKTIVITAS PROGRAM PEMBERANTASAN PENYAKIT MENULAR DALAM MASYARAKAT Vierdiana , Dyah; Subroto, Desty Endrawati; Febrianti, Nur; Nabillah , Lily; Irman, Irman; Wahidin, Wahidin
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 7 No. 1 (2024): Volume 7 No 1 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v7i1.26103

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas program pemberantasan penyakit menular dalam masyarakat melalui metode studi literatur. Dengan fokus pada upaya-upaya pencegahan dan intervensi, penelitian ini mengidentifikasi faktor-faktor kunci yang memengaruhi keberhasilan program, seperti vaksinasi, promosi perilaku hidup bersih, dan aksesibilitas layanan kesehatan. Hasil analisis literatur juga menggambarkan ketidaksetaraan dalam akses terhadap layanan kesehatan, kurangnya partisipasi masyarakat, dan perubahan perilaku sebagai tantangan utama. Evaluasi program perlu mempertimbangkan dinamika sosial dan lingkungan, sementara pemberdayaan masyarakat dan kampanye penyuluhan menjadi kunci untuk meningkatkan partisipasi masyarakat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa upaya pemberantasan penyakit menular memerlukan pendekatan holistik dan inklusif yang melibatkan berbagai pihak.
Pengobatan massal gratis bagi masyarakat Kp.Legok Serang Provinsi Banten Mataputun, Donny Richard; Rimbun, Lenny Rosbi; Marisi, Esther Lenny Dorlan; Tamrin, Tamrin; Rahayu, Cicielia Ernawati; irman, Irman; Anggereni, Kustia; Aprilya, Dea; Karyatin, Karyatin; Juairiah, Juairiah; Atlantic, Mia
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 2 (2024): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i2.23329

Abstract

Abstrak Pengobatan gratis secara massal merupakan strategi penting dalam meningkatkan akses terhadap layanan kesehatan bagi masyarakat dalam skala besar. Program-program ini melibatkan pemberian layanan kesehatan secara luas, seperti pemeriksaan kesehatan, distribusi obat-obatan, dan penyuluhan kesehatan, dengan tujuan utama untuk mengurangi beban penyakit dan meningkatkan kesehatan populasi secara keseluruhan. Melalui partisipasi aktif masyarakat serta kolaborasi antara berbagai pihak, termasuk pemerintah, lembaga swadaya masyarakat, dan sektor swasta, program pengobatan massal dapat menjadi efektif dalam merespons keadaan darurat kesehatan masyarakat dan memperkuat sistem kesehatan secara keseluruhan. Sebagai bagian dari upaya ini, perguruan tinggi memiliki peran krusial dalam mengorganisir dan melaksanakan program-program pengobatan massal, dengan fokus pada partisipasi masyarakat dan penguatan sistem kesehatan. Tujuan kegiatan ini adalah mningkatkan akses terhadap layanan kesehatan, pencegahan dan pengobatan penyakit.Target dalam pelaksanaan pengabdian masyarakat ini adalah Masyarakat Kp.Legok Serang Banten dengan jumlah 272 dengan berbagai penyakit seperti Hipetensi, rheumatik, infeksi saluran pernafasan, Diabetes melitus, alergi, asma, dan penyakit lainnya . Kegiatan dimulai dengan pendaftaran, pemeriksaan tanda-tanda vital, pemeriksaan dokter dan pemberian obat-obatan. Kesimpulan dari pelaksanaan kegiatan abdimas secara umum berjalan dengan lancar dan Masyarakat sangat puas, selain mendapatkan pengobatan juga mendapatkan edukasi terkait permasalahan Kesehatan yang dihadapi. Peran KIE (Komunikasi Informasi Edukasi) yang dijalankan tenaga Kesehatan dalam hal ini Dosen dan mahasiswa keperawatan. Oleh karena itu diharapkan melalui kegiatan abdimas ini kesadaran masyarakat tentang kesehatan dapat meningkat agar tetap terjaga derajat kesehatan Masyarakat yang optimal. Kata kunci: pengobatan gratis; pengabdian masyarakat Abstract Mass free treatment is an important strategy in increasing access to health services for the community on a large scale. These programs involve the delivery of a wide range of health services, such as health screenings, distribution of medicines, and health education, with the primary goal of reducing the burden of disease and improving the overall health of the population. Through active community participation and collaboration between various parties, including the government, non-governmental organizations, and the private sector, mass treatment programs can be effective in responding to public health emergencies and strengthening the health system as a whole. As part of this effort, universities have a crucial role in organizing and implementing mass treatment programs, with a focus on community participation and strengthening the health system. The aim of this activity is to increase access to health services, prevention and treatment of disease. The target for implementing this community service is the 272 Kp. Legok Serang Banten community with various diseases such as hypertension, rheumatism, respiratory tract infections, diabetes mellitus, allergies, asthma, and other diseases. Activities begin with registration, checking vital signs, doctor's examination and administering medication. The conclusion is that the implementation of community service activities generally ran smoothly and the community was very satisfied, apart from receiving treatment they also received education regarding the health problems they faced. The role of KIE (Educational Information Communication) is carried out by health workers, in this case lecturers and nursing students. Therefore, it is hoped that through this community service activity, public awareness about health can increase so that optimal levels of public health are maintained. Keywords: free treatment; community service
Dinamika Kesejahteraan Psikologis Tahanan Pendamping Di Rumah Tahanan Kelas Iib Batusangkar Mairoza, Vivi; Irman, Irman
Batanang : Jurnal Psikologi Vol 1 No 1 (2022)
Publisher : Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31958/jps.v1i1.6714

Abstract

The purpose of this study was to determine the dynamics of the psychological well-being of accompanying prisoners in the Batusangkar Class IIB detention house. The method that the researcher uses is descriptive qualitative. The technique in collecting data that researchers used in this study was interviews. Based on the results of the study, it is known that the dynamics of psychological well-being of accompanying prisoners can be seen when they become escort prisoners, respondents can accept themselves well, establish close and warm relationships with other people, but there are also other respondents who have not been able to establish warm and intimate relationships with other people. , has independence in solving problems, is able to adapt to the current environment, has a purpose in life even though he is in punishment, and feels positive changes when he is a companion prisoner. Keywords: psychological well-being, companion prisoner
Co-Authors Aditya Taufan Nugraha, Aditya Taufan Aini, Lita Zahratul Akbar, Raden Habib Alvis, Zonny Anggereni, Kustia Aodiyana, Baiq Sarah Nova Aprian, Faijal Youdan Aprilya, Dea Ardimen Arham, Muhammad Arjuna, Hendra Asmaul Husna Atlantic, Mia Aulia Rahmi, Aulia Carol, Tuomi Chesy, Mias Lailuh Darimis Darimis Dasril Dasril Deni Rahman Desmita Desmita Dessyta Gumanti Detman Dewi Putri Dhani Akbar Dian Mustika Intan Diovani, Serli Eka Suswaini Eki Darmawan Erlindawati, Erlindawati Fari, Deo Permata Alge Fauziah Fauziah Fauziyyah, Nabila Febrianti, Nur Fikri , Aulia Frestina Nazara, Elga Gora, Cosmas Hadi Sugiarto, Hadi Hadiarni, Hadiarni Handrisal Hanum, Athiifa Hanum, Atiikah HAPNI, ELIDA Harahap, Jumli Sabrial Hardi, Emeliya Hasan Hasan Hasan Zaini Hendra Koncoro Heni Widiyani Hermayesi, Hermayesi Hertasmaldi, Hertasmaldi Hidayat, Lalu Rian HS, Haslindah Husniah, Hafizatul Husnul Hadi I Made Kariasa Ilgana, Ilham Alif Irma Oktavia Iwan Setiawan Jabbar, Asriullah Jaeng, Maxinus Juairiah Juairiah, Juairiah Jumiarti, Desri Justine, Köse Kamaluddin Kamaluddin Karniman, Tegoeh S Karniman, Tegoeh S. Karyatin Karyatin, Karyatin Khairat, Annisaul Kis, M. Koswara, Fridameka Latifah Latifah Leif, Forsblom Lena, Roy Lo, Caterina Mairoza, Vivi Mardianto Mardianto Marisi, Esther Lenny Dorlan Mar’atussholikhah, Kamala Masril Masril Maswar, Rezi Mataputun, Donny Richard Megawati - Meldawanti, Meldawanti Meliana, Sherly Miftahurrahmah Miftahurrahmah, Miftahurrahmah Mohamed, Yassine muaidi123 Muhammad Ilyas Yusuf Muhammad, Adji Suradji Mulyatsih, MG Enny Mulyono, Ana Muntoro, Muntoro Musafir, Musafir Nabila, Nabila Nabillah , Lily Nasution, Irma Suryani nelisma, yulia Nova, Prima Agustia Nur, M Ilham Nur, M. Ilham Nurhasanah Nurhasanah Nurhasanah, Ratu Oksep Adhayanto Optimal, Optimal Parawansa, Parawansa Paresa, Dende Kalia Pauliana, Pauliana Permatasari, Nilam Pery Rehendra Sucipta Prawidiyanto, Albertus Ardian Prestika, Widia Pristianto, Hendrik Puspitaria Gulo, Septi Putra, Abdullah Avif Putri, Indri Rahayu, Cicielia Ernawati Rakhman, Isnawan Risqi Reni Respita Reza Fahmi Rida, Rida Hayati Ridwal Trisoni Rika Diah Pitaloka, Rika Diah Rimbun, Lenny Rosbi Rizal, Deri Rizal, Masri Rokhman, Rokhman Rosalinda, Veri Roza, Selvina Elia Rustianti, Nora Salman M. Noer Salsabila, Dhea Saputri, Endang Sari, Rany Kartika sasnita, aydha fifi Selvia, Maya Sihombing, Sebastian Alboen Silva, Ferro Silvianetri, Silvianetri Sisrazeni, Sisrazeni Siti Khodijah, Nyayu siti maftuhah Subroto, Desty Endrawati Suci Rahmawati, Suci Sulastri, Vani Suryadi Suryadi susanti, Hariah Syafwar, Fadhillah Tambun, Renaningtyas Tamrin Tamrin Tas’adi, Rafsel Thahira, Atika Tri Cahyo Purnomo, Armando Vania Vania Vierdiana , Dyah Wahidah Fitriani Wahidin Wahidin Wahyuni, Emmi Widiyatmoko, Fajar Ari widya astuti Wira, Winata Yeni, Putri Yiying, Yiying Yosarma, Hesty Nandika Yoselisa, Dani Yuli, Asri Yulitri, Rina Yusefri, Yusefri Yustiloviani, Yustiloviani Zakia, Rhahima Zubaidah R, Zubaidah