p-Index From 2021 - 2026
7.538
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

Acceptability and Content Test of Nastar Cake Modified with Red Bean Flour (Phaseolus Vulgaris L) as A High Protein Food Siregar, Indah Risky; Salianto, Salianto; Suraya, Rani
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 6 No 3 (2024): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v6i3.3383

Abstract

Nastar cake is one of the pastries made from wheat flour. Nastar cake is one of the pastries that is small round, shiny surface, made of flour, margarine, refined sugar, egg yolk and filled with pineapple jam. Nastar cake with the addition of red bean flour can be put to good use as a high-protein food. This study aims to determine the effect of adding red bean flour on the test of acceptability (hedonic) and protein content in pineapple cake. This research method uses an experimental method using Complete Randomized Design (RAL), with independent variables, namely formulas with the addition of red bean flour at 0%, 50%, 75%. Variables are tied in the form of color, texture, aroma, and taste of pineapple cake. Hedonic test data was obtained from 25 untrained panelists, namely students of the UINSU Faculty of Public Health. Data analysis for the acceptability test was carried out using the ANOVA method and Duncan's follow-up test. The results of this study found that the acceptability of pineapple cake based on the assessment of color, texture, aroma, and taste that was preferred by panelists was F0 without the addition of red bean flour (control) with an average result of 4.09 (likes), while F1 with an average of 3.23 (less likes), and F2 with an average of 2.78 (dislikes). It is known based on the test results of the highest protein content found in F2 (10.03%), F1 (9.89%), and the lowest F0 (9.72%). As a high-protein food with the addition of red bean flour, it is expected to be an alternative food that is high in protein to prevent stunting.
Analysis of Factors Related to Work Productivity in Workers in the Nutrition and Special Food Division Harahap, Ramayani Anwar; Suraya, Rani; Harahap, Reni Agustina
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 6 No 3 (2024): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v6i3.3439

Abstract

The problem of productivity in an organization is an important study, especially in relation to human resources as one of the inputs to productivity. Therefore, the productivity of human resources (employees) is absolutely considered. To achieve maximum work productivity, organizations must ensure the selection of the right people with the right jobs and conditions that allow them to work optimally. The purpose of this study was to determine the factors related to work productivity in workers. This study used quantitative methods with a cross sectional design. The sampling technique is Total Sampling. The population and sample in this study were all 40 workers in the Nutrition and Special Food Division. Data collection using questionnaires and variables studied include Nutritional Status, Work Motivation, and Workload. The results of this study show that there is a relationship between Nutritional Status and Work Productivity (p value = 0.025), there is a relationship between Work Motivation and Work Productivity (p value = 0.024), and there is a relationship between Workload and Work Productivity (p value = 0.013). The results of research on factors related to low work productivity, nutritional status, low work motivation and risky workload that can cause losses to the company.
Penyuluhan Pola Hidup Sehat Tanpa Asam Lambung (Gerd) dan Asam Urat di Desa Bah Joga Kab. Simalungun Halijah, Siti; Suraya, Rani; Asnawi, Azi; Audiansyah, Wanda; Hairul, Hairul
Al-Hayat: Natural Sciences, Health & Environment Journal Vol. 1 No. 1 (2023): Al-Hayat: Natural Sciences, Health & Environment Journal 
Publisher : Institut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/alhayat.v1i1.190

Abstract

Aging is a natural stage in human life accompanied by physical and health changes. In Bahjoga Village, Indonesia, people face specific health challenges as they age, including digestive disorders (GERD) and gout. This extension aims to provide practical guidance on healthy living and integrate scientific knowledge with local values. The focus includes a healthy diet, regular physical activity, stress management and the use of traditional herbs. Through counseling, the community is expected to adopt practical steps to live a healthy life without digestive disorders and gout. The research method involved counseling, outreach, and measuring knowledge before and after the counseling and the health seminar participants totaled 29 people. The results showed a significant increase in people's understanding of GERD and gout after counseling. The implication is that counseling plays an important role in providing information and encouraging healthy lifestyles. This research underscores the important role of counseling in raising awareness and preventive action on certain health problems, as well as providing a strong basis for continuing extension efforts.
GAMBARAN PENGETAHUAN REMAJA PUTRI TENTANG ANEMIA GIZI DI SMP NEGERI 30 MEDAN Anggita, Dwi; Suraya, Rani; Maharani, Aulia; Ahmadi, Dela Andika; Witriani, Eca; Hannari, Marysha Ikmaniar; Rizqi, Puan Maulida Syifa; Refiana, Revail; Annisa, Rifa; Dewi, Sentia; Hasanah, Uswatul
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 1 (2024): MARET 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i1.23199

Abstract

Masa remaja merupakan masa di mana tubuh mengalami perubahan yang signifikan. Perubahan ini dapat dilihat dari perubahan fisiologis dan psikologis yang cepat serta stabilitas perkembangan tubuh. Peralihan dari masa anak-anak menuju masa dewasa dikenal sebagai usia remaja, yang mana melibatkan perubahan signifikan dalam hal fisik dan hormonal. Remaja putri mempunyai risiko terkena anemia dua kali lebih tinggi dibandingkan laki-laki, hal ini disebabkan adanya pendarahan  atau menstruasi bulanan yang terjadi pada wanita. Kurangnya pengetahuan dan kesadaran membuat remaja putri rentan mengalami anemia. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan desain penelitian deskriptif. Penelitian dilakukan di SMP Negeri 30 Medan pada bulan November 2023, dengan populasi seluruh remaja putri di SMP Negeri 30 Medan dengan 131 responden sebagai sampel, dan menggunakan teknik pengambilan sampel metode total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner mengenai anemia gizi dan dianalisis secara univariat. Pada penelitian ini didapatkan distribusi frekuensi usia pada responden yang mendominasi yakni usia 14 tahun sebanyak 74 responden (56,5%). Dan distribusi frekuensi tingkat kategori pengetahuan responden yang mendominasi yakni kategori pengetahuan baik sebanyak 91 responden (69,5%). Simpulan: Dari hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa pengetahuan pada remaja putri di SMP Negeri 30 Medan mayoritas baik yakni sebanyak 91 responden (69,5%). Selain itu, tingkat pengetahuan juga mempengaruhi kejadian anemia pada remaja putri, selain faktor pengetahuan, anemia juga dapat di pengaruhi oleh faktor usia remaja putri yang sedang dalam masa pertumbuhan dan perkembangan.
PENGARUH EDUKASI GIZI SEIMBANG TERHADAP PENGETAHUAN REMAJA DI SMP YAYASAN PERGURUAN EL HIDAYAH Siahaan, Dyva Patricia; Suraya, Rani; Siregar, Nur Hairini
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 1 (2024): MARET 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i1.23496

Abstract

Masa Remaja Menurut Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 25 tahun 2014 adalah penduduk dalam rentang usia 10 – 18 tahun. Pada masa remaja, kebutuhan energi dan protein meningkat untuk memenuhi kebutuhan untuk pertumbuhan cepat. Kebutuhan protein mengalami peningkatan selama masa remaja karena proses tumbuh kembang berlangsung cepat. Protein akan menggantikan energi sebagai sumber energi jika asupan energi kurang dari kebutuhan. Tidak terpenuhinya gizi pada masa ini dapat menyebabkan gangguan dan hambatan dalam pertumbuhan remaja. Remaja yang berstatus gizi baik menjadi salah satu upaya pencegahan stunting dan penurunan angka kematian ibu dan anak.  Maka diperlukan konsep gizi seimbang agar menghindari dampak yang timbul akibat gizi buruk. Untuk memperbaiki asupan gizi perlu upaya peningkatan pengetahuan gizi melalui edukasi gizi. Adapun tujuan dilakukan penelitian ini untuk meningkatkan pengetahuan dalam menerapkan kebutuhan gizi seimbang pada masa remaja. Penelitian ini menggunakan metode penelitian analitik dengan jenis data kuantitatif. Penelitian dilakukan dengan memberikan kuesioner pre test dan post test. Dengan jumlah responden dalam penyuluhan ini terdiri dari 20 siswa SMP Yayasan Perguruan El Hidayah. Adapun hasil dari penelitian ini yaitu Hasil pre-test menunjukkan bahwa 5% siswa memiliki pengetahuan kurang, 85% memiliki pengetahuan cukup, dan 10% memiliki pengetahuan baik. Setelah intervensi (post-test), dari 20 siswa didapatkan seluruh siswa tersebut memiliki pengetahuan baik 100%. Simpulan dari penelitian didapatkan bahwa melalui penyuluhan “Gizi Seimbang” menunjukkan bahwa pengetahuan remaja di SMP Yayasan Perguruan El-Hidayah Jl. Binjai K.M 9,1 Desa Lalang, Kecamataan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang, meningkat secara signifikan.
The relationship of sleep quality, work stress, nutritional status with work fatigue of employees in the process part of the palm factory Azizi, Hilda Aprilia; Suraya, Rani; Harahap, Reni Agustina
Science Midwifery Vol 12 No 2 (2024): June: Health Sciences and related fields
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/midwifery.v12i2.1571

Abstract

Work fatigue is one of the occupational health and safety problems which can be a risk factor for accidents while working. Fatigue can be caused by several factors, both internal and external factors. Internal factors include age, anemia status, length of service, sleep quality, and workload, while external factors include work shifts and hot work climate. The aim of this research is to analyze factors related to work fatigue in employees of the production section of PTPN IV Kebun Pabatu Tebing Tinggi. This research uses quantitative methods with a cross sectional design. The sampling technique is Stratified random sampling. The population and sample in this study were all 60 workers at PTPN IV Kebun Pabatu. Data was collected using a questionnaire and the variables studied included Nutritional Status, Environmental Quality, and Work Stress. The data was processed using the chi-square test using the SPSS version 20 application. The results of this study showed that there was a relationship between Nutritional Status and Work Fatigue (p value = 0.001), there was a relationship between Sleep Quality and Work Fatigue (p value = 0.004), and there was a relationship between Job Stress and Job Fatigue (p value = 0.003). It was concluded that the P-value <0.05 means that all variables have a significant relationship between nutritional status, work stress, and sleep quality and work fatigue. So it can be interpreted that all variables have a significant relationship between nutritional status, work stress, and sleep quality with work fatigue.
COUNSELING ON A HEALTHY LIFESTYLE WITHOUT STOMACH ACID (GERD) AND URIC ACID IN BAH JOGA VILLAGE, SIMALUNGUN REGENCY Halijah, Siti; Suraya, Rani; Asnawi, Azi; Audiansyah, Wanda; Hairul, Hairul
Abdi Dosen : Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 7 No. 4 (2023): DESEMBER
Publisher : LPPM Univ. Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/abdidos.v7i4.2015

Abstract

Aging is a natural stage in human life accompanied by physical and health changes. In Bahjoga Village, Indonesia, people face specific health challenges as they age, including digestive disorders (GERD) and gout. This extension aims to provide practical guidance on healthy living and integrate scientific knowledge with local values. The focus includes a healthy diet, regular physical activity, stress management, and the use of traditional herbs. Through counseling, the community is expected to adopt practical steps to live a healthy life without digestive disorders and gout. The research method involved counseling, outreach, and measuring knowledge before and after the counseling, and the health seminar participants totaled 29 people. The results showed a significant increase in people's understanding of GERD and gout after counseling. The implication is that counseling plays an important role in providing information and encouraging healthy lifestyles. This research underscores the important role of counseling in raising awareness and preventive action on certain health problems, as well as providing a strong basis for continuing extension efforts.
Peran Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dalam Penguatan Nilai Keagamaan di Desa Pangkalan Dodek Baru Kecamatan Medang Deras Kabupaten Batu Bara Nurhayati, Nurhayati; Suraya, Rani; Tantri, Dinda Agus; Rahmanda, Lily; Mendriani, Putri; Parapat, Ruqayah Salsabila
PubHealth Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2025): Edisi Oktober
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/pubhealth.v4i2.1224

Abstract

Pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Pangkalan Dodek Baru bertujuan memperkuat nilai keagamaan masyarakat melalui peran aktif mahasiswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif Participatory Action Research (PAR) yang diterapkan secara spesifik dengan melibatkan mahasiswa dan masyarakat secara kolaboratif dalam lima siklus: mengamati kondisi awal (to know), memahami masalah (to understand), merencanakan solusi (to plan), melaksanakan program belajar mengaji dan praktik sholat secara partisipatif (to action), serta melakukan evaluasi bersama (to reflection). Melalui proses ini, mahasiswa berperan sebagai fasilitator yang mengajak masyarakat aktif turut serta. Program ini menyasar anak-anak dan remaja dengan dukungan tokoh agama setempat. Hasilnya menunjukkan peningkatan kemampuan baca Al-Qur’an, pemahaman praktik ibadah, serta tumbuhnya kesadaran beragama yang disiplin, toleran, dan bertanggung jawab. Pendekatan PAR juga berhasil memperkuat partisipasi masyarakat dan ikatan sosial antarwarga. Dengan demikian, KKN berbasis PAR efektif membangun generasi muda berakhlak mulia dan kehidupan beragama yang harmonis di tingkat desa.
GAMBARAN TINGKAT PEMAHAMAN DAN PENGELOLAAN GEJALA PREMENSTRUAL SYNDROME (PMS) PADA REMAJA PUTRI DI MTSN 1 RANTAU SELATAN MELALUI PROGRAM PENYULUHAN KESEHATAN Marito, Lily Putri; Deli Syaputri; Rani Suraya
Jurnal Mal el Hayat Vol. 1 No. 2 (2023): Juli
Publisher : STIKes Malahayati Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Premenstrual Syndrome (PMS) merupakan kumpulan gejala fisik dan emosional yang dialami perempuan menjelang menstruasi. Pengetahuan dan kemampuan remaja dalam mengelola PMS secara tepat sangat penting untuk menjaga kualitas hidup dan prestasi belajar. Namun, literasi kesehatan reproduksi di kalangan remaja masih tergolong rendah, khususnya di lingkungan sekolah menengah pertama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pemahaman dan strategi pengelolaan gejala PMS pada remaja putri di MTsN 1 Rantau Selatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan desain potong lintang. Sampel penelitian sebanyak 60 siswi yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui kuesioner tertutup yang mencakup aspek pengetahuan dan cara mengelola gejala PMS. Analisis data dilakukan secara univariat menggunakan distribusi frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 56,7% responden memiliki tingkat pemahaman yang baik, 33,3% cukup, dan 10,0% kurang. Dalam pengelolaan PMS, 78,3% responden memilih istirahat cukup, 73,3% mengonsumsi makanan sehat, 63,3% menggunakan kompres hangat, dan hanya 41,7% yang melakukan olahraga ringan. Sementara itu, 20,0% responden menggunakan obat pereda nyeri. Mayoritas remaja memiliki pemahaman yang baik terhadap PMS dan memilih strategi pengelolaan non-farmakologis. Namun, partisipasi dalam pengelolaan aktif seperti olahraga masih rendah. Intervensi edukatif yang terstruktur diperlukan untuk meningkatkan literasi dan praktik pengelolaan PMS di kalangan remaja.
Environmental Health Overview on Amaliun Street, Medan Area Rani Suraya; Abid Farhan; Sakira Nabila Utami Siregar; Mely Febriani; Rabiatul Chazali; Iqbal Fathur Rifqy
KOLABORASI: Journal of Multidisciplinary Vol. 2 No. 2 (2025): July
Publisher : Academic Solution Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70489/hbdmt303

Abstract

This research aims to explore behavioral patterns and environmental conditions of households related to waste management, sanitation and cleanliness in a community. The research method was carried out using a questionnaire which was distributed directly to households, asking about activities such as waste disposal, sanitation of toddler feces, organic waste management, and disease prevention practices such as fighting mosquito bites. Apart from that, the questionnaire also evaluates the condition of the bedroom, kitchen, family room, and the main water source used. The research results show that although most households have systems for collecting waste water and adequate sanitation, there is still a tendency to dispose of waste directly into sewers or rivers. Even though the majority of households have a closed waste collection system, there are also those who still use open areas. Waste management is generally carried out by transporting it by officers or burning it, although there are still those who throw it in prohibited places. Prevention of diseases transmitted through mosquito bites is generally done by using anti-mosquito medication and regularly draining water reservoirs. Ventilation and lighting conditions in the house vary, but most are considered adequate. The majority of households rely on refillable water and drilled wells as the main water source, with an average water consumption of between 200 and 350 liters per day. This research provides a clear picture of household habits and environmental conditions, which is an important basis for developing sanitation and environmental improvement programs in the communities concerned.
Co-Authors Abellia Putri Abid Farhan Adelia Mazidah Lubis Afriani Harahap Agustin, Ira Ahmadi, Dela Andika Ahsan, Abdillah Ainun Jawahir Al-Anshary, Aisyah Sholeh Alfikri Syahtua Siregar Alya Suwayya Amanda Dwika Amanda Husnatul Nazli An'nas Tasya Ramadhani Anggina Cucu Khetri Sianturi Anggita, Dwi Anggraini Siregar, Widya Annisa, Rifa Annisya Dwi Putri BR Daulay Arifah Rkt, Azkyatul Ashela Risa Asnawi, Azi Assyifa, Rumaisha Audiansyah, Wanda Aulia, Dinda Zalfa Auzi, Shopiah Avio Andhra P Putra Ayu Sekar Wangi Azizi, Hilda Aprilia Bertha Nurlina Napitupulu Br Said, Nurhazizah Darmansyah, Rendi Dea Febrina Dea Febrina Dea Purnama Sari Sir Dea DELI SYAPUTRI Delina Yanti Dessy Nurfiani Dewi, Sentia Dina, Nirwana May Dinda Mutiara Dita Wahyuni Diva Nada Rizki Nuzlan Dwika, Amanda Eka Cahyani Eliska, Eliska Elsa Yoreina Purba Elvida Wati Hasibuan Errisya, Muthia Khanza Eva Damayanti Eva Damayanti, Eva Fahmi Ardiansyah Siregar Fahrica, Fharcha Faiza Adinda Faiza Adinda Faradilla Diwanta Fatimah Azzahra Fika Ayu Cahaya Hsb Fitria Ulfah Hairul Hairul Hannari, Marysha Ikmaniar Harahap, Ramayani Anwar Harahap, Reni Agustina Harianja, Leoni Safitri Hasibuan , Ade Degisqi Maharani Hasibuan, Hilwa Azkiya Hasibuan, Seri Rosidah Herviana Herviana Hilwa Azkiya Hasibuan Hotmatua Peralihan Hubban Fathani Manik Iman Kurnia Murni Laoli Imelita Rahyuni Ritonga Iqbal Fathur Rifqy Ira Agustin Izmi Raditya Putri Jairani, Eka Nenni Jelita Suryani Siregar Jelita Suryani Siregar Junaisa Intan Farashati Khairunisa, Jeny Khairunnisa Khairunnisa Khoirunnisa Khoirunnisa Larasati, Siti Suci Latipah Siahaan, Nur Leoni Safitri Harianja Lika, Natasya Putri Lily Putri Marito Lubis, Adelia Mazidah Lutfiah Ramadhani Lutfiah Ramadhani, Mughni Muizza M Hadin Zakwan M. Iqbal Firdaus Matondang M. Iqbal Haqiqi Zein Maharani, Aulia Mahira, Clarissa Bunga Maimunah, Putri Mami Azzahra Lubis Manik, Hubban Fathani Manurung, Jahrani Marcella Permata Sari Maulana Randi Septian Melva Rinawati Butar-Butar Mely Febriani Mendriani, Putri Mila Zahara Moh. Adenan Moon, Lisa Mughni Muizza Muhammad Amru Siddiq Muhammad Ancha Sitorus Muhammad Riyan Ramadhan Muhammad, Aditya Muthia Faith Salsabilla Bainun Nababan, Agnes Sry Vera Nabilah, Nanda Nadia Hafifah Siregar Nahar, Syamsu Najla Fazila Windra Nasution , Muhammad Shofwan Rusdy Ninis Lestari Nofi Susanti Nona Adilla Syafitri Zein Novi, Salwa Luthfiyyah Nur Atifah Nur Hanisah Nur Indah Rahma Dilla Nuraisyah Wulandari Panjaitan Nurfadhilah, Apnisa Nurhayati Nurhayati Nurhayati Nurhayati Nurhayati Nurhayati Nurhayati Nurul Hidayah Octavia, Rizka Parapat, Ruqayah Salsabila Prof. Dr. Ir Albiner Siagian M.Si Putra Apriadi Siregar Putra, Avio Andhra P Putri Maimunah Putri Suci Ramadiah Putri Suci Ramadiah Putri, Dinda Natasya Rabiatul Chazali Rahma Dilla, Nur Indah Rahmanda, Lily Ramadan, Novrizal Ramadhanu, Suhada Rambe, Siska Rahmadani Rangkuty , Meisa Putri Rani Ramadani Refiana, Revail Rendi Darmansyah Rika Halimah Rini Alvionita Rizka Octavia Rizky Nanda Pratama Rizqi, Puan Maulida Syifa Romiza Arika Sabila Pratiwi Sakira Nabila Utami Siregar Salamuddin, Salamuddin Salamudin Salamudin Salianto Salianto Salianto Salianto, Salianto Salsabila, Assyifa Azzahra Salsabila, Salsabila Salsabilla, Fahra Septian, Maulana Randi Sheila Megarani Sheila Megarani Shopiah Auzi Siahaan, Dyva Patricia Sianturi, Anggina Cucu Khetri Siregar, Indah Risky Siregar, Nadia Hafifah Siregar, Nur hairini Siregar, Putra Apriadi Siti Halijah Situmorang, Irsyad Baihaqi Sopiah, Leli Sultan Faqih Muhammad Lubis Susilawati Susilawati Syafran Arrazy Syafran Arrazy Syafran Arrazy Syafran Arrazy Syahla, Aufaa Syam, Abdi Mubarrak Syamsu Rizal Lubis Tanjung, Nadya Ulfa Tantri, Dinda Agus Tasha Nabila Ramadhani Tri Anggraini Tuty Hertati Purba Uswatul Hasanah, Uswatul Vazira Nurul Assyfa Wan Yara Yasmin Wanda Lestari Wanda Lestari Wanda Lestari, Wanda Wardani, Alya Warina, Yunita Wasiyem, Wasiyem Widya Sabila Widya Sari Witriani, Eca Yeni Sabariah Nasution Yulita Yulita, Yulita Yulita, Yulita Yuskaini Hadijah Rambe Zahrani Nabilah Zakwan, M Hadin Zuhrina Aidha Zulhaida Lubis