Claim Missing Document
Check
Articles

Filsafat Pendidikan Ibnu Khaldun; Relevansi dalam Konteks Pendidikan Modern Ridwan Saleh; Ibrah Safirah; Herlini Puspika Sari
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 2 No. 4 (2024): 2024
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v2i4.359

Abstract

Pandangan Ibnu Khaldun yang mendalam tentang sejarah, masyarakat, dan manusia, telah merumuskan filsafat pendidikan yang komprehensif. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji relevansi filsafat pendidikan Ibnu Khaldun dalam konteks pendidikan modern. Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan penelitian kepustakaan, penelitian kepustakaan merupakan suatu penelusuran dan penelitian dengan metode membaca dan menelaah berbagai jurnal, buku, dan berbagai naskah terbitan lainnya yang berkaitan dengan topik penelitian. Pada penelitian ini tidak terdapat lokasi penelitian, karena seluruh data diambil dari jurnal, buku, dan proseding ilmiah. Hasil penelitian ini dapat diutarakan bahwa di era modern ini, para guru dituntut untuk melakukan variasi terhadap metode pembelajarannya. Sedangkan metode yang digagas oleh Ibnu Khaldun masih sangat relevan bila diterapkan pada pendidikan era modern karena metode yang digagas beliau tidak hanya berorientasi pada teori saja, namun ada penekanan lebih terhadap praktik, sehingga akan lebih baik jika keduanya seimbang. Ibnu Khaldun menawarkan berbagai konsep terkait tujuan, metode, kurikulum, serta peran pendidik dan peserta didik yang dapat menjadi landasan yang kokoh bagi pengembangan sistem pendidikan nasional. Konsep tersebut menekankan pentingnya integrasi antara nilai-nilai agama dan realitas kehidupan sehari-hari, serta pemecahan masalah yang dihadapi umat Muslim.
Peran Pendidikan Islam dalam Pembentukan Karakter Masyarakat Berbasis Nilai-Nilai Al-Qur'an dan Hadis Sri Hafizatul Wahyuni Zain; Erna Wilis; Syarkani; Herlini Puspika Sari
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 2 No. 4 (2024): 2024
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v2i4.365

Abstract

Pendidikan Islam yang berlandaskan nilai-nilai Al-Qur'an dan Hadis berperan krusial dalam membentuk karakter masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis dan mendeskripsikan peran pendidikan islam dalam pembentukan karakter masyarakat berbasis nilai-nilai alquran dan hadis. Metode penelitian ini menggunakan studi pustaka yang meliputi pengumpulan dan analisis kritis dari berbagai literatur untuk mendukung proposisi yang diajukan. Hasil penelitianini dapat diutarakan bahwa karakter, yang mencakup pola pikir dan perilaku individu, dapat dibentuk melalui pendidikan karakter yang bertujuan menanamkan nilai-nilai moral dan etika, sehingga menciptakan individu yang bertanggung jawab dan berkontribusi positif dalam masyarakat. Nilai-nilai Al-Qur'an dan Hadis berperan krusial dalam pembentukan karakter moral individu dengan memberikan pedoman etika dan teladan perilaku, sehingga memungkinkan pengembangan pribadi yang berakhlak mulia dan mampu berkontribusi positif dalam masyarakat. Implementasi nilai-nilai Qur'ani dalam kehidupan sehari-hari, melalui pendidikan Islam, keluarga, dan masyarakat, sangat penting untuk membentuk karakter individu yang beretika, harmonis, dan bertanggung jawab dalam menghadapi tantangan zaman modern. Lembaga pendidikan Islam di Indonesia, melalui integrasi nilai-nilai keislaman dalam kurikulum dan kolaborasi antara pesantren, madrasah, dan keluarga, memainkan peran krusial dalam membentuk generasi yang berkualitas dan berkarakter Islami, meskipun menghadapi tantangan globalisasi dan media sosial.
Pandangan Filsafat Islam Terhadap Pendidikan Ilmu Pengetahuan; Analisis Pemikiran Ibnu Sina dan Al-Farabi Intan Rosetya Viera P; Widya Lestari; Rahmi Alya; Herlini Puspika Sari
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 2 No. 3 (2024): 2024
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v2i3.367

Abstract

Pendidikan perspektif Islam tidak hanya bertujuan mengembangkan intelektualitas, tapi juga membentuk karakter dan moral. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan pandangan filsafat islam terhadap pendidikan ilmu pengetahuan; analisis pemikiran ibnu sina dan al-farabi. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kepustakaan, dimana seluruh data diambil melalui buku dan jurnal ilmiah, teknik pengumpulan data menggunakan dokumentasi, dengan teknik analisis data dengan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemikiran Ibnu Sina dan Al-Farabi memiliki implikasi besar terhadap pengembangan pendidikan Islam saat ini. Dengan pendekatan integratif ini, diharapkan dapat menghasilkan individu yang tidak hanya berilmu tetapi juga berakhlak mulia. Pendidikan dalam konteks ini tidak hanya bertujuan untuk menghasilkan individu yang berilmu, tetapi juga yang memiliki akhlak yang baik, selaras dengan prinsip-prinsip Islam. Dengan demikian, pendidikan Islam dapat berkontribusi pada kemajuan peradaban umat manusia secara keseluruhan.
Epistemology in Islamic Philosophy of Education: Exploring the Sources of Knowledge and Truth in the Qur'an and Hadith Anggie Ardilla Tari; Mardatul Hasanah; Herlini Puspika Sari
Aslim: Journal of Education and Islamic Studies Vol. 1 No. 2 (2024)
Publisher : Konsultan Jurnal Ilmiah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Epistemology in the philosophy of Islamic religious education focuses on the nature, sources and validation of knowledge, including empirical and revealed knowledge. In the context of Islamic religious education, epistemology plays an important role as a basis for understanding and internalizing Islamic teachings. This research uses literature study methods to explore the concept of Islamic epistemology, especially those related to the Al-Qur'an and Hadith as the main sources of knowledge. The findings show that Islamic education combines naqli (textual) knowledge with aqli (rational) knowledge to shape the spiritual and intellectual character of students. Islamic epistemology not only emphasizes mastery of knowledge, but also the process of moral and spiritual transformation. Through ijtihad, knowledge can develop in accordance with the challenges of the times without sacrificing the core values of Islam. Islamic education prepares students as caliphs on earth, who are not only intellectually intelligent but also have moral integrity. Islamic epistemology is relevant in responding to the challenges of globalization, emphasizing the importance of etiquette in learning, and offering holistic solutions that integrate spirituality and modern science. Knowledge in Islam is not only a tool to achieve worldly success, but also a means of getting closer to Allah.
Pemikiran Filsafat Pendidikan Islam Terhadap Peran Guru Secara Komperehensif Ahmad Afandi Hasan; Ahmad Ridwan Fauzi; Fiqi Refianada Putra; Herlini Puspika Sari
An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) Vol. 3 No. 6: November 2024
Publisher : Najah Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian kami terhadap pemikiran filsafat pemikiran islam terhadap peran guru , menegaskan Kembali peran seorang guru yang baik didalam dunia pendiidkan, terlepas dari peran guru juga memilikki tanggung jawap penuh terhadap hasil dari Pendidikan. Guru yang mengerti peran dalam pendiidkan dan melaksanakannya secara sistematik tentu akan menciptakan hal yang baik dalam dunia pendiidkan, menjelaskan peran guru dengan mengungkapkan dengan pemikiran filsafat Pendidikan bertujuan menjelaskan Kembali hakekat hakekat dari peran peran guru di dalam Pendidikan
PENGEMBANGAN PROFESIONALISME GURU PAI: TANTANGAN DAN INOVASI STRATEGIS Annisaul Fitri; Miftahul Jannah; Herlini Puspika Sari
An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) Vol. 4 No. 2: Maret 2025
Publisher : Najah Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Profesionalisme guru Pendidikan Agama Islam (PAI) penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan membentuk karakter peserta didik. Namun, keterbatasan pelatihan, perkembangan teknologi, dan perubahan kurikulum menjadi tantangan. Penelitian ini mengkaji tantangan tersebut dan mengeksplorasi inovasi strategis dengan metode studi kepustakaan. Hasilnya menunjukkan bahwa integrasi teknologi, kolaborasi profesional, dan pelatihan digital berkelanjutan efektif meningkatkan profesionalisme guru. Strategi ini membekali guru untuk memenuhi tuntutan pendidikan modern. Pendekatan adaptif dan inovatif diperlukan guna memastikan pendidikan agama yang berkualitas dan pembentukan karakter.
INKLUSI DALAM PENDIDIKAN ISLAM : MEMBANGUN KOMUNITAS BELAJAR YANG RAMAH DAN MENGHARGAI PERBEDAAN Attiqa Nazira; Linda Astria; Yenny Siregar; Herlini Puspika Sari
An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) Vol. 4 No. 2: Maret 2025
Publisher : Najah Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan inklusif merupakan pendekatan yang menekankan pada penerimaan dan penghargaan terhadap keberagaman peserta didik, termasuk mereka yang memiliki kebutuhan khusus maupun berasal dari latar belakang sosial-budaya yang berbeda. Dalam perspektif Islam, inklusi bukan sekadar pendekatan pedagogis, melainkan manifestasi dari nilai-nilai dasar seperti keadilan, kasih sayang, dan penghormatan terhadap martabat manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep pendidikan inklusif dalam Islam dan strategi implementasinya dalam membangun komunitas belajar yang ramah serta menghargai perbedaan. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan pendekatan deskriptif-analitis. Hasil kajian menunjukkan bahwa ajaran Islam secara tegas mengakomodasi prinsip-prinsip inklusivitas, baik secara teologis maupun pedagogis. Nilai-nilai seperti kesetaraan, empati, dan tanggung jawab sosial menjadi landasan penting dalam pembentukan lingkungan pendidikan yang inklusif. Implementasi pendidikan inklusif dalam konteks Islam dapat diwujudkan melalui pelatihan guru, pengembangan kurikulum responsif, dan penyediaan fasilitas yang ramah bagi semua peserta didik. Kesimpulannya, pendidikan inklusif dalam Islam bukan hanya memungkinkan, tetapi merupakan keharusan untuk membentuk masyarakat yang adil, harmonis, dan berkeadaban.
FILSAFAT PROGRESIVISME DAN IMPLIKASINYA BAGI PENDIDIKAN ISLAM Syarifah Aini; Rika Lestari; Syarifah Alfiah Nabilah; Herlini Puspika Sari
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 1 No. 8 (2024): Oktober 2024
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jurnal ini membahas konsep progresivisme dan implikasinya bagi pendidikan Islam. Progresivisme menekankan pengalaman belajar yang aktif, kolaboratif, dan relevan dengan kehidupan nyata siswa. Melalui pendekatan kualitatif library research ini, pendidikan tidak hanya bertujuan untuk mentransfer pengetahuan, tetapi juga untuk mengembangkan keterampilan kritis dan kemampuan beradaptasi di dunia yang terus berubah. Dalam konteks pendidikan Islam, progresivisme menawarkan cara untuk mengintegrasikan nilai-nilai spiritual dengan praktik pendidikan modern, sehingga mendorong siswa untuk berpikir kritis terhadap ajaran agama dan menerapkannya dalam konteks sosial. Artikel ini mengeksplorasi berbagai strategi implementasi progresivisme dalam kurikulum pendidikan Islam, serta tantangan dan peluang yang dihadapi. Dengan mengadopsi pendekatan progresivis, pendidikan Islam diharapkan dapat lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat dan menciptakan generasi yang tidak hanya berpengetahuan, tetapi juga berkarakter dan berdaya saing.
Esensialisme Dalam Filsafat Pendidikan Islam : Integrasi Konsep Pendidikan dan Implikasinya Dalam Kurikulum Delingga Nugraha; Varisha Qurratul Syaraini; Khairunnisa, Wenny; Herlini Puspika Sari
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 1 No. 10 (2024): Desember 2024
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Esensialisme dalam filsafat pendidikan Islam memiliki peran penting dalam mengintegrasikan konsep dasar pendidikan dengan kebutuhan pengembangan kurikulum. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana prinsip-prinsip esensialisme dapat diterapkan dalam pendidikan Islam untuk menciptakan kurikulum yang relevan dan berakar pada nilai-nilai inti. Metodologi yang digunakan adalah studi kepustakaan, dengan pendekatan analisis kritis terhadap literatur terkait konsep esensialisme, filsafat pendidikan Islam, dan kurikulum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa esensialisme menekankan pentingnya pendidikan berbasis nilai-nilai universal, seperti moralitas, akhlak, dan spiritualitas, yang selaras dengan tujuan pendidikan Islam. Integrasi konsep esensialisme dalam kurikulum membantu memperkuat identitas peserta didik sekaligus membekali mereka dengan keterampilan abad ke-21. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan esensialisme dalam pendidikan Islam tidak hanya memperkaya landasan filosofis kurikulum, tetapi juga memastikan relevansi pendidikan dalam konteks modern tanpa kehilangan esensinya. 
TANTANGAN LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM DALAM MENGHADAPI ERA DIGITAL Intan Probowati; Nova Mulyani; Rizky Azzahra; Herlini Puspika Sari
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 4 (2025): APRIL 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan era digital membawa perubahan signifikan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam dunia pendidikan. Lembaga pendidikan Islam menghadapi tantangan besar dalam beradaptasi dengan kemajuan teknologi agar tetap relevan dan kompetitif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tantangan yang dihadapi lembaga pendidikan Islam dalam menghadapi era digital serta strategi yang dapat diterapkan untuk mengatasinya. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif, melalui studi literatur dan wawancara dengan para pendidik di lembaga pendidikan Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tantangan utama yang dihadapi meliputi kesiapan infrastruktur teknologi, keterampilan digital tenaga pendidik, serta penyelarasan kurikulum dengan kebutuhan zaman. Selain itu, terdapat kekhawatiran terhadap dampak negatif digitalisasi terhadap nilai-nilai keislaman dalam pembelajaran. Untuk mengatasi tantangan ini, lembaga pendidikan Islam perlu mengadopsi teknologi secara bijak, meningkatkan literasi digital bagi pendidik dan peserta didik, serta mengembangkan kurikulum yang mengintegrasikan teknologi dengan nilai-nilai Islam. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa meskipun era digital membawa tantangan, dengan strategi yang tepat, lembaga pendidikan Islam dapat memanfaatkannya untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan memperluas jangkauan dakwah Islam.
Co-Authors ABDUL HAMID Adelia Putri Adrian Saputra Ahmad Afandi Hasan Ahmad Ridwan Fauzi Ahmad Taufiq Ahmad Zidan Alfaruqi Aldi Zainal Alvia Zackia Syabrina Alya Nur Affifah Alya Rizanda Amelia Sofia Putri Ana Susiana Anggie Ardilla Tari Anggrayni Annisaul Fitri Ardina Rasiani Ari Supriadi ARIF HIDAYAT Aryuna Amalia Harahap Atom Suhendra Attiqa Nazira Aulia Herawati Aulia Putri Azkiyah, Naila Azzura Arum Ningtias A’isy Alya Febriani Cici Wulandari Daniel Happy Putra Darma Sari Lubis Dela Andriani Delingga Nugraha Dera Adila Putri Deri Wanhar Sarputra Desi Gustiara Doni Afrialdi Dori Omas Hasibuan Eka Alzahra Erna Wilis Fadly Hady Lingga Fatimah Azzahra Salim b Fauzan, Khizna Kholiq Femas Dwi Andhika Fhina Ardini Fika Heriyati Finna Rahmatia Fiqi Refianada Putra Firza Alkhoiri Fitri Handayani Fitri Handayani Fitria Azura Gema Adhari Gema Adhari Sutrisno Gilang Irhamsyah Hadi Kurniawan Heldeyely Windri Hilwa Nurul Fikriyah Ibrah Safirah Igo Fadhli Sa’bani Ikhwan Maulana Indriayu Ramadhani Intan Probowati Intan Rosetya Viera P Irhamullah Irma Nur Rahmawati Irusmaini Isratul Husna Jefri Jefri Kamilatul Hayati Khairunnisa Tazkia Khairunnisa, Wenny Khoirul Umam Lubis KHOIRUNNISA Khoirunnisa Khoirunnisa Kurniawan Laila Sari Rambe Lely Amelia Aryani Lilis Gusliyah Linda Astria Liza Ananda Putri M. Rafi Alfazri M. Sahrial Efendi Lubis M. Wahyu Fahrizal M.Khairul Mahatri Awalia Mahfidzul Amal Maisy Afriliany Mardatul Hasanah Mariza Zurma Audina AR Maulana Ismail Maysi Adriani MIFTAHUL JANNAH Miftha Hulladuni Riandi Muhammad Bukhari Tambunan Muhammad Farhan Muhammad Hisyam Muhammad Idris Muhammad Iqbal Muhammad Irfan Rizaldi Muhammad Raihan Ramadhan Muhammad Rizki MUHAMMAD SYAFIQ Muharrani, Muharrani Mukharomah Musthafa Rahman Nanda Mulyani Pratiwi Nandika Dwi Pratama Nazifah Fitri Annisa Nia Ramadhani Niesa Amalia Nova Mulyani Novelia Angely Novita Dyah Islamiyyah Nur Aini Nur Annisa Nur Ikhsaniyah Lubis Nur Rahmadani Fitri Nur Sa'adah Nurhasanah Chan Nurlita Ekasari Nurshafitri NURUL HIKMAH Nuryana Purwasi Oktadilla Fauzana Paras Rindwianto Putri Dewi Sinta Putri Nabilah Putri Nurhidayah PUTRI WULANDARI RAHMALIA, RENNY Rahmi Alya Rahnia Mutari Anli Rani Jutia Anggraini Ridwan Saleh Rika Lestari Rika Lestari Hasibuan Rini Andriani Riri Novia Sari Riri Novia Sari Hasibuan Ririanti Riska Nabela Risma Indriana Riu Anugerah Neoldi Poetra Rizky Ananda Putra Rizky Azzahra Robiatul Adawiyah Romadon Ronal Ramadhan Rosnita Siregar Safira Laila Wulandari Salsa Bila Ivanda Salsa Nurhabibah Salsabila Afifah Riswana SALSABILA, ANNISA Samarotul Silmi Sari Primayeni Satria Parwira Sendi Sendi SITI FATIMAH Siti Khoriah Fitriani Siti Najla P Siti Nurhidayatul Marati Siti Sri Wahyuni Sitti Hawa Sri Hafizatul Wahyuni Zain Sri Widyahati Suci Rahmi Syarifah Aini Syarifah Alfiah Nabilah Syarkani Syuhadatul Husna Ulfa Faizah Ulil Devia Ningrum Umi Kalsum Urai Setiawarni Varisha Qurratul Syaraini Varisha Qurratul Syar’aini Viona Putri Ramadhan Wahyu Hidayat Wenny Khairunnisa Widya Lestari Windi Lestari Yenny Siregar Yesha Arista Sulistiawati Yuli Angraeni Yusriyah Zahra Khairunnisa Zaleha, Siti Zikri Dwi Marpendra