Claim Missing Document
Check
Articles

Peran Pendidikan Al-Qur’an dan Hadis Terhadap Pembentukan Kebudayaan Islam Maulana Ismail; Miftahul Jannah; Finna Rahmatia; Herlini Puspika Sari
La-Tahzan: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 17 No. 1 (2025): La-Tahzan: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Institut Agama Islam Bakti Negara Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62490/latahzan.v17i1.1053

Abstract

This study aims to analyze the influence of Qur'anic and Hadith education on the formation of Islamic culture in the historical trajectory. By using a qualitative approach and literature study, this study traces how the values of revelation were internalized through the educational process since the time of the Prophet Muhammad until the development of Islamic educational institutions such as madrasah and pesantren. The research approach used is qualitative with a library research method. This means that this research relies entirely on existing data and does not involve data collection in the field. The data collection technique is done through documentation, namely identifying, reviewing, and analyzing various relevant literatures. The main data sources include books of Qur'anic commentaries, Hadith commentaries, books on Islamic history, works on Islamic civilization, scientific journals, and research articles related to Islamic education, the Qur'an, Hadith, and Islamic culture. The data analysis technique applied is content analysis with a descriptive-interpretative approach. The collected data are classified, organized, and then interpreted to find patterns, themes, and causal relationships between Qur'anic and Hadith education and the characteristics of Islamic culture. Qur'anic and Hadith education not only creates religious understanding, but also shapes the culture of knowledge, social morality, and artistic expression that is unique to Islamic society. The culture of calligraphy, mosque architecture, and Islamic literature are tangible manifestations of the influence of Islamic education on the lives of the people. The results show that Islamic education plays an important role in building a civilization rooted in spiritual and intellectual values. In the modern era, these values remain relevant as a solution to global challenges, such as identity crisis and moral degradation. Thus, Qur'anic and Hadith education needs to be continuously revitalized so that Islamic culture can develop contextually and sustainably. Kata Kunci: Pendidikan Islam, Al-Qur’an, Hadis, Kebudayaan Islam, Nilai-Nilai.
Pemikiran Filsafat Progresivisme John Dewey dalam Pendidikan Maisy Afriliany; Siti Najla P; Umi Kalsum; Herlini Puspika Sari
Karakter : Jurnal Riset Ilmu Pendidikan Islam Vol. 1 No. 4 (2024): November : Karakter : Jurnal Riset Ilmu Pendidikan Islam
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/karakter.v1i4.187

Abstract

Education aims to help students become more independent and critical in the process of discovering their own identity. Participatory education is a relevant approach that allows students to actively participate in the thinking process. The philosophy of educational progressivism pioneered by John Dewey reflects much of this approach. According to progressivism, education should be student-centered by emphasizing hands-on experience to teach and build critical thinking skills. Relevant works on progressivism and Dewey's concept of education are investigated in this qualitative research. The results show that the idea of progressivism is strongly related to Indonesia's national education goal, which is to create innovative, independent, and flexible students. A student-centered curriculum and a supportive education system are needed to implement this theory.
Filsafat Pendidikan Islam dalam Membangun Masyarakat Berkarakter Islami: Pendekatan Nilai dan Moral Nazifah Fitri Annisa; M. Wahyu Fahrizal; Herlini Puspika Sari
Karakter : Jurnal Riset Ilmu Pendidikan Islam Vol. 2 No. 2 (2025): Mei : Karakter : Jurnal Riset Ilmu Pendidikan Islam
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/karakter.v2i2.540

Abstract

This article discusses the role of Islamic educational philosophy in shaping an Islamic-character society through values and moral approaches. Islamic education emphasizes not only knowledge transfer but also character building based on religious values. The integration of Islamic values and morals in education is expected to foster a generation that is knowledgeable and morally upright, contributing positively to society. This article also highlights the importance of the roles of educators, families, and communities in creating an environment that supports Islamic character education. This synergy is hoped to develop individuals capable of facing modern challenges grounded in solid religious values.
Perenialisme Dalam Pandangan Filsafat Pendidikan Islam Fadly Hady Lingga; Liza Ananda Putri; Sri Widyahati; Herlini Puspika Sari
QAZI: Journal of Islamic Studies Vol 1 No 1 (2024): 2024
Publisher : PT.Hassan Group Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/qazi.v1i1.17

Abstract

Perenialisme dianggap relevan dalam pendidikan modern, khususnya dalam membentuk karakter dan moralitas peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan filsafat pendidikan Islam dengan pendekatan perenialisme yang menekankan nilai-nilai abadi dan kebenaran universal. Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian pustaka, dimana selurug data diambil melalui buku, jurnal dan dokumen yang berkaitan dengan tema penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa filsafat perenialisme memainkan peran penting dalam pendidikan modern dengan menekankan nilai-nilai abadi dan kebenaran universal yang berguna dalam membentuk karakter peserta didik. Filsafat ini menunjukkan bahwa nilai-nilai dari masa lalu, khususnya dalam konteks pendidikan Islam, masih relevan dan dapat diintegrasikan untuk mengatasi tantangan moral di era sekarang. Perenialisme, dengan pendekatan yang mendasar pada etika dan spiritualitas, membantu pendidikan Islam dalam menanamkan moralitas yang kuat dan mendukung pengembangan individu yang berkarakter baik, serta mampu menemukan arah hidup yang bermakna di tengah tantangan zaman.
Pandangan Filsafat Islam Tentang Pengetahuan Dan Implikasinya Terhadap Pendidikan Islam Linda Astria; Putri Nabilah; Salsabila Afifah Riswana; Herlini Puspika Sari
QAZI: Journal of Islamic Studies Vol 1 No 1 (2024): 2024
Publisher : PT.Hassan Group Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/qazi.v1i1.129

Abstract

Pandangan Filosofis Islam tentang Pengetahuan dan Implikasinya terhadap Pendidikan Islam. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pandangan filsafat Islam mengenai pengetahuan dan implikasinya terhadap pendidikan Islam. Masalahnya termasuk bagaimana perspektif filosofis Islam mendefinisikan pengetahuan dan bagaimana hal ini dapat diterapkan dalam konteks pendidikan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan fokus pada penelitian kepustakaan. Pendekatan ini memungkinkan pengumpulan informasi melalui analisis dan ringkasan teks yang relevan dengan konsep filsafat pendidikan Islam dalam kerangka sistem pendidikan nasional. Sumber data yang digunakan meliputi buku, jurnal, dan materi relevan lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa filsafat Islam memandang pengetahuan sebagai bentuk cahaya yang menghubungkan manusia dengan kebenaran ilahi. Pengetahuan dalam konteks ini tidak hanya teoritis, tetapi juga praktis dan etis. Implikasi bagi pendidikan Islam antara lain pentingnya mengintegrasikan nilai-nilai spiritual dalam kurikulum serta mengembangkan karakter siswa yang berorientasi pada kebijaksanaan. Diharapkan penelitian ini dapat berkontribusi dalam pengembangan pendidikan Islam yang lebih holistik dan berlandaskan prinsip-prinsip filsafat Islam.
Peran Filsafat Pendidikan Al-Ghazali Dalam Pembentukan Akhlak Dan Etika Peserta Didik Ahmad Taufiq; Fitri Handayani; Khoirul Umam Lubis; Herlini Puspika Sari
QAZI: Journal of Islamic Studies Vol 1 No 1 (2024): 2024
Publisher : PT.Hassan Group Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/qazi.v1i1.132

Abstract

Filsafat pendidikan Al Ghazali fokus pada pembentukan akhlak dan etika peserta didik melalui integrasi nilai-nilai spiritual dan moral. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendiskusikan kontribusi pemikiran Al Ghazali dalam pembentukan karakter dan etika peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, yang menjadi informan kunci dalam penelitian ini adalah guru agama islam, sedangkan kepala sekolah dan peserta didik dijadikan sebagai informan tambahan. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa peran filsafat Pendidikan itu sangatlah penting untuk pembentukan akhlak dan etika peserta didik, mengingat semakin menghilangnya akhlak dan etika pada diri generasi-generasi baru sekarang. Al-Ghazali menekankan pentingnya integrasi antara ilmu pengetahuan dan moralitas. Ia meyakini bahwa pendidikan tidak hanya berfokus pada aspek intelektualnya saja, namun juga harus membentuk karakter dan akhlak yang baik. Melalui pendekatan holistik ini, peserta didik diharapkan dapat mengembangkan nilai-nilai etika yang kuat sepert kejujuran, keadilan, dan rasa taggung jawab yang tinggi
Membangun Pendidikan Karakter Melalui Filosofi Muhammad Iqbal Tentang Insan Kamil Irma Nur Rahmawati; Nur Rahmadani Fitri; Herlini Puspika Sari
Quoba: Jurnal Pendidikan Vol 1 No 1 (2024): 2024
Publisher : PT.Hassan Group Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/qouba.v1i1.138

Abstract

Dalam kehidupan bermasyarakat, individu harus mengembangkan diri untuk meningkatkan kualitas hidup, di mana pendidikan berperan penting dalam pembentukan karakter sesuai dengan norma agama dan masyarakat. Penelitian ini mengkaji konsep insan kamil yang dikemukakan oleh Muhammad Iqbal, dengan menekankan pentingnya pendidikan karakter dalam membentuk individu yang bermoral dan beretika. Penelitian ini berargumen bahwa pendidikan tidak hanya bertujuan mentransmisikan pengetahuan, tetapi juga membangun karakter yang selaras dengan nilai-nilai Islam. Dengan menggunakan metode studi pustaka, penelitian ini menganalisis gagasan Iqbal tentang pengembangan manusia ideal dan relevansinya dengan pendidikan karakter modern. Sumber data meliputi buku, artikel ilmiah, dan sumber daring yang kredibel. Temuan menunjukkan bahwa konsep Insan Kamil dari Iqbal mencakup keseimbangan dimensi spiritual, intelektual, dan sosial, yang mendorong kebebasan bertanggung jawab dan kreativitas. Pendidikan karakter berbasis Insan Kamil bertujuan untuk menghasilkan individu yang kompeten secara intelektual, bermoral, dan bertanggung jawab secara sosial. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan nilai-nilai Insan Kamil dalam pendidikan karakter akan membentuk individu yang mampu menjalankan peran sosial mereka dengan integritas etika.
Humanisasi Pendidikan Islam: Rekonstruksi Konsep Guru dan Murid Berdasarkan Pemikiran Tokoh Humanis Muslim Indriayu Ramadhani; Samarotul Silmi; Herlini Puspika Sari; Gilang Irhamsyah
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 3 No. 4 (2025): 2025
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v3i4.2540

Abstract

Pendidikan Islam kontemporer menghadapi krisis dehumanisasi akibat dominasi model pengajaran yang kognitif-reduksionistik dan otoriter. Penelitian ini bertujuan merekonstruksi konsep guru dan murid dalam perspektif humanisme Islam. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan pendekatan analisis konten filosofis terhadap pemikiran Al-Ghazali, Rumi, dan Ibnu Khaldun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru seharusnya berperan sebagai murabbi al-ruh dan sahabat dialogis (murshid) yang membimbing dengan cinta dan keteladanan moral, bukan sekadar penyampai materi. Murid diposisikan sebagai salik (penempuh jalan) yang aktif, otonom, dan berorientasi pada pencarian makna serta kontribusi sosial. Rekonstruksi ini juga menuntut reformasi kurikulum berbasis nilai humanistik, metode pembelajaran dialogis-partisipatif, serta evaluasi yang menekankan pertumbuhan karakter dan otonomi berpikir. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendidikan Islam perlu dibangun di atas paradigma humanis-holistik agar mampu membebaskan, memanusiakan, dan memberdayakan peserta didik secara utuh
Perenialisme di Era Digital: Membentuk Manusia Unggul, Bukan Sekadar Cerdas Salsabila, Annisa; Viona Putri Ramadhan; Herlini Puspika Sari
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 3 No. 4 (2025): 2025
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v3i4.2549

Abstract

Masalah utama yang diangkat adalah pergeseran fokus pendidikan di era digital yang cenderung memprioritaskan keterampilan teknis dan pengetahuan faktual jangka pendek, mengabaikan pengembangan nilai-nilai fundamental dan kearifan abadi yang menjadi esensi perenialisme. Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan relevansi dan implementasi filosofi pendidikan perenialisme di tengah pesatnya perkembangan era digital serta perannya dalam membentuk manusia unggul yang tidak hanya cerdas secara kognitif. Metode yang digunakan adalah studi literatur filosofis-analitis, yang melibatkan penelaahan kritis terhadap teks-teks klasik perenialisme, literatur pendidikan digital, dan konsep human excellence. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perenialisme menawarkan landasan filosofis yang kuat untuk mengatasi tantangan superficialitas digital dengan menekankan pada pendidikan kebijaksanaan, nilai moral universal, dan pemahaman akan kebenaran abadi. Implementasinya di era digital dapat dilakukan melalui kurikulum yang berpusat pada karya-karya klasik lintas disiplin, dialog Sokratik yang difasilitasi teknologi, dan penekanan pada pengembangan karakter otentik
PENDIDIKAN ISLAM BUKAN SEKADAR ILMU: MENELAAH FONDASI AKSIOLOGIS SEBAGAI DASAR PEMBENTUKAN AKHLAK Fika Heriyati; Nurhasanah Chan; Herlini Puspika Sari
An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) Vol. 4 No. 6: November 2025
Publisher : Najah Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aksiologis merupakan fondasi penting dalam pendidikan Islam sebagai dasar pembentukan akhlak peserta didik. Pendidikan Islam tidak hanya berfokus pada penyampaian ilmu, tetapi juga pada penanaman nilai-nilai moral dan spiritual yang bersumber dari Al-Qur’an dan Sunnah. Melalui pendekatan kualitatif dengan metode kajian kepustakaan, penelitian ini menelaah konsep aksiologi sebagai landasan nilai dalam proses pendidikan, serta hubungannya dengan pembentukan karakter dan perilaku manusia. Hasil kajian menunjukkan bahwa aksiologi berperan penting dalam menentukan arah, tujuan, dan metode pendidikan agar berpijak pada nilai-nilai kejujuran, keadilan, amanah, dan tanggung jawab. Ilmu dan akhlak dipahami sebagai dua dimensi yang tidak dapat dipisahkan dalam membentuk manusia seutuhnya. Guru dan lembaga pendidikan menjadi agen utama internalisasi nilai melalui keteladanan dan penciptaan ekosistem pendidikan yang berorientasi moral. Namun, implementasi nilai aksiologis menghadapi tantangan di era modern seperti pengaruh sekularisme, globalisasi budaya, dan media digital. Oleh karena itu, strategi pembelajaran berbasis nilai harus bersifat reflektif, kontekstual, serta terintegrasi dalam kurikulum agar pendidikan Islam mampu melahirkan generasi yang berilmu, berakhlak, dan berkarakter kuat.
Co-Authors ABDUL HAMID Adelia Putri Adrian Saputra Ahmad Afandi Hasan Ahmad Ridwan Fauzi Ahmad Taufiq Ahmad Zidan Alfaruqi Aldi Zainal Alvia Zackia Syabrina Alya Nur Affifah Alya Rizanda Amelia Sofia Putri Ana Susiana Anggie Ardilla Tari Anggrayni Annisaul Fitri Ardina Rasiani Ari Supriadi ARIF HIDAYAT Aryuna Amalia Harahap Atom Suhendra Attiqa Nazira Aulia Herawati Aulia Putri Azkiyah, Naila Azzura Arum Ningtias A’isy Alya Febriani Cici Wulandari Daniel Happy Putra Darma Sari Lubis Dela Andriani Delingga Nugraha Dera Adila Putri Deri Wanhar Sarputra Desi Gustiara Doni Afrialdi Dori Omas Hasibuan Eka Alzahra Erna Wilis Fadly Hady Lingga Fatimah Azzahra Salim b Fauzan, Khizna Kholiq Femas Dwi Andhika Fhina Ardini Fika Heriyati Finna Rahmatia Fiqi Refianada Putra Firza Alkhoiri Fitri Handayani Fitri Handayani Fitria Azura Gema Adhari Gema Adhari Sutrisno Gilang Irhamsyah Hadi Kurniawan Heldeyely Windri Hilwa Nurul Fikriyah Ibrah Safirah Igo Fadhli Sa’bani Ikhwan Maulana Indriayu Ramadhani Intan Probowati Intan Rosetya Viera P Irhamullah Irma Nur Rahmawati Irusmaini Isratul Husna Jefri Jefri Kamilatul Hayati Khairunnisa Tazkia Khairunnisa, Wenny Khoirul Umam Lubis KHOIRUNNISA Khoirunnisa Khoirunnisa Kurniawan Laila Sari Rambe Lely Amelia Aryani Lilis Gusliyah Linda Astria Liza Ananda Putri M. Rafi Alfazri M. Sahrial Efendi Lubis M. Wahyu Fahrizal M.Khairul Mahatri Awalia Mahfidzul Amal Maisy Afriliany Mardatul Hasanah Mariza Zurma Audina AR Maulana Ismail Maysi Adriani MIFTAHUL JANNAH Miftha Hulladuni Riandi Muhammad Bukhari Tambunan Muhammad Farhan Muhammad Hisyam Muhammad Idris Muhammad Iqbal Muhammad Irfan Rizaldi Muhammad Raihan Ramadhan Muhammad Rizki MUHAMMAD SYAFIQ Muharrani, Muharrani Mukharomah Musthafa Rahman Nanda Mulyani Pratiwi Nandika Dwi Pratama Nazifah Fitri Annisa Nia Ramadhani Niesa Amalia Nova Mulyani Novelia Angely Novita Dyah Islamiyyah Nur Aini Nur Annisa Nur Ikhsaniyah Lubis Nur Rahmadani Fitri Nur Sa'adah Nurhasanah Chan Nurlita Ekasari Nurshafitri NURUL HIKMAH Nuryana Purwasi Oktadilla Fauzana Paras Rindwianto Putri Dewi Sinta Putri Nabilah Putri Nurhidayah PUTRI WULANDARI RAHMALIA, RENNY Rahmi Alya Rahnia Mutari Anli Rani Jutia Anggraini Ridwan Saleh Rika Lestari Rika Lestari Hasibuan Rini Andriani Riri Novia Sari Riri Novia Sari Hasibuan Ririanti Riska Nabela Risma Indriana Riu Anugerah Neoldi Poetra Rizky Ananda Putra Rizky Azzahra Robiatul Adawiyah Romadon Ronal Ramadhan Rosnita Siregar Safira Laila Wulandari Salsa Bila Ivanda Salsa Nurhabibah Salsabila Afifah Riswana SALSABILA, ANNISA Samarotul Silmi Sari Primayeni Satria Parwira Sendi Sendi SITI FATIMAH Siti Khoriah Fitriani Siti Najla P Siti Nurhidayatul Marati Siti Sri Wahyuni Sitti Hawa Sri Hafizatul Wahyuni Zain Sri Widyahati Suci Rahmi Syarifah Aini Syarifah Alfiah Nabilah Syarkani Syuhadatul Husna Ulfa Faizah Ulil Devia Ningrum Umi Kalsum Urai Setiawarni Varisha Qurratul Syaraini Varisha Qurratul Syar’aini Viona Putri Ramadhan Wahyu Hidayat Wenny Khairunnisa Widya Lestari Windi Lestari Yenny Siregar Yesha Arista Sulistiawati Yuli Angraeni Yusriyah Zahra Khairunnisa Zaleha, Siti Zikri Dwi Marpendra