Claim Missing Document
Check
Articles

Peran Pendidikan Agama Islam Berbasis Rekonstruksionisme dalam Membentuk Generasi yang Berakhlak dan Adaptif Dela Andriani; Putri Nurhidayah; Herlini Puspika Sari
Dialektika : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 4 No 1 (2025): Vol 4 No 1 (2025): Dialektika : Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35905/dialektika.v4i1.15271

Abstract

Conventional Islamic Religious Education (PAI), with its strong emphasis on normative and ritual aspects, often struggles to address contemporary social challenges and global transformation, resulting in a gap between religious values and social engagement (Nata, 2014; Muhaimin, 2004). This study aims to conceptually examine and develop a theoretical model of Reconstructionism-based PAI that connects Islamic ethical principles with social action. Using a Library Research method supported by Concept Analysis and Theory Synthesis, the study analyzes primary works of Reconstructionist philosophy (Brameld, 1956) and literature on transformative PAI through Content Analysis and Comparative–Synthesis techniques, with data credibility strengthened through Source Triangulation (Lincoln & Guba, 1985). The theoretical synthesis indicates that integrating Reconstructionism offers a coherent framework for restructuring PAI toward issue-centered learning, critical inquiry, and socially oriented action. This model conceptually supports the development of Transformative Ethics (Gusau, 2021) and adaptive socio-religious skills, positioning PAI as a more responsive and action-oriented educational approach. The novelty of this study lies in formulating a philosophical model that aligns Islamic values with Reconstructionist principles, providing a conceptual basis for future empirical development and curriculum reform. Keywords: Islamic Religious Education, Reconstructionism, Transformative Ethics, Social Action.
Dari Wahyu ke Akal: Menemukan Kebenaran Ilmu dalam Perspektif Filsafat Pendidikan Islam Abdul hamid; Muhammad Idris; Herlini Puspika Sari
Dialektika : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 4 No 1 (2025): Vol 4 No 1 (2025): Dialektika : Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35905/dialektika.v4i1.15317

Abstract

ABSTRAK Penelitian iini ibertujuan iuntuk imengungkap ihubungan iintegral iantara iwahyu idan iakal idalam imenemukan ikebenaran iilmu idari iperspektif ifilsafat ipendidikan iIslam. iKajian iini idibatasi ipada ianalisis ikonseptual idan iteoritis iyang iberfokus ipada iperan iwahyu isebagai isumber ikebenaran iabsolut idan iakal isebagai iinstrumen iinterpretatif idalam ikonteks ipendidikan. iMetode iyang idigunakan iadalah ipenelitian ikepustakaan i(library iresearch) idengan imenelaah iliteratur iklasik idan ikontemporer iyang irelevan idengan itema iepistemologi iIslam. iHasil ikajian imenunjukkan ibahwa iwahyu iberfungsi isebagai ifondasi inilai idan iarah imoral ibagi ipengembangan iilmu, isedangkan iakal imenjadi isarana iuntuk imemahami, imenafsirkan, idan imengimplementasikan inilai-nilai iwahyu idalam ikehidupan iilmiah idan ipendidikan. iIntegrasi ikeduanya imenghasilkan iparadigma iilmu iyang iholistik, iyang imenolak idikotomi iantara iilmu iagama idan iilmu iumum. iKesimpulan iutama ipenelitian iini iadalah ibahwa ikebenaran iilmu idalam iIslam itidak ihanya ibersifat iempiris iatau irasional, itetapi ijuga itransendental dan etis, karena berpangkal pada kesatuan antara akal dan wahyu dalam bingkai tauhid. Dengan demikian, filsafat pendidikan Islam berperan membangun manusia berilmu, beriman, dan berakhlak, yang mampu menyeimbangkan rasionalitas dengan spiritualitas dalam pencarian kebenaran sejati. Kata Kunci : wahyu dan akal; epistemologi Islam; filsafat pendidikan Islam; integrasi ilmu; kebenaran ilmu
Back to the Great Ideas: Perennialisme sebagai Solusi Krisis Moral di Dunia Pendidikan Adrian Saputra; Arif Hidayat; Herlini Puspika Sari
Dialektika : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 4 No 1 (2025): Vol 4 No 1 (2025): Dialektika : Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35905/dialektika.v4i1.15470

Abstract

This study examines the moral crisis occurring within contemporary educational settings, marked by declining honesty, responsibility, and respect among students. The purpose of this research is to analyze the relevance of perennialism as a philosophical foundation for strengthening moral and character education in the modern era. The study employs a library research method by reviewing books, scientific articles, and authoritative documents related to perennialism, morality, and Islamic education. Data were analyzed using content analysis through three stages: data reduction, thematic classification, and conceptual synthesis. The results indicate that perennialism emphasizes universal and timeless values, character formation through intellectual discipline, and the central role of teachers as moral guides. These principles align closely with the aims of Islamic education, which prioritizes the development of noble character. The study concludes that perennialism holds strong relevance in addressing moral degradation among students and recommends its integration into character-based curricula, teacher competence development, and Islamic educational practices. Keywords: perennialism, moral crisis, character education, Islamic education
KEBIJAKAN PENDIDIKAN ISLAM DI BELANDA: TANTANGAN DAN PELUANG DALAM MULTIKULTURALISME Muharrani, Muharrani; Herlini Puspika Sari; Rahmalia, Renny; Zaleha, Siti
Kreatifitas Jurnal Ilmiah Pendidikan Islam Vol 14 No 2 (2025): Kreatifitas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Islam
Publisher : Pendidikan Agama Islam Institut Agama Islam Diniyyah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46781/kreatifitas.v14i2.1877

Abstract

Abstrak Penelitian ini berfokus pada tantangan serta peluang kebijakan pendidikan Islam di tengah masyarakat multikultural Belanda. Metode penelitian yang digunakan adalah tinjauan pustaka (literature review) dengan mengulas beberapa artikel yang ditemukan. Pendekatan yang digunakan yaitu kriteria inklusi dan eksklusi melalui pengamatan secara sistematis dalam artikel yang telah ditentukan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kebijakan pendidikan Islam di Belanda harus mampu menjembatani nilai-nilai agama dengan masyarakat yang multikulturalisme. Salah satu tantangan utama adalah ketiadaan standar kurikulum yang konsisten dan banyak guru Islam di Belanda yang kurang memiliki kualifikasi khusus dalam pendidikan Islam sehingga mempengaruhi kualitas pengajaran dan transmisi nilai-nilai agama. Namun demikian, pendidikan Islam di Belanda juga menawarkan peluang signifikan. Pengayaan budaya melalui pendidikan Islam dapat meningkatkan komunikasi antarbudaya, mengurangi prasangka, dan membangun toleransi di antara komunitas yang berbeda. Kebebasan dalam mengatur kurikulum membuka peluang untuk inovasi pendidikan yang dapat mengintegrasikan nilai-nilai Islam dengan keterampilan hidup yang relevan dalam masyarakat modern. Kolaborasi antar komunitas dan pengembangan karakter multikultural melalui pendidikan Islam dapat memperkuat ikatan sosial dan membentuk generasi muda yang inklusif, toleran, dan siap berkontribusi positif dalam masyarakat global. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun menghadapi berbagai tantangan, pendidikan Islam di Belanda memiliki potensi besar untuk beradaptasi dan berkembang dalam lingkungan multikultural.
Peran Pendidikan Islam dalam Menghadapi Globalisasi dan Mengatasi Krisis Moral Herlini Puspika Sari; Muhammad Farhan; Nanda Mulyani Pratiwi; Risma Indriana
Jurnal QOSIM : Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora Vol 3 No 4 (2025): 2025
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/jq.v3i4.2586

Abstract

Penelitian ini mengkaji peran pendidikan Islam dalam menghadapi tantangan globalisasi dan krisis moral yang semakin nyata. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi bagaimana nilai dan prinsip pendidikan Islam dapat memberikan solusi konstruktif dalam memperkuat kesadaran etis dan integritas moral di tengah perubahan budaya global. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif melalui studi pustaka, dengan menganalisis karya ilmiah dan dokumen yang relevan terkait pendidikan Islam, globalisasi, serta pembinaan moral. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan Islam memiliki peran yang sangat penting dalam memperkuat nilai spiritual, menumbuhkan kesadaran etis, dan mempersiapkan peserta didik menghadapi pengaruh hegemoni budaya global. Selain itu, pendidikan Islam berkontribusi pada pengembangan kemampuan berpikir kritis, sikap adaptif, dan tanggung jawab moral yang diperlukan untuk menyeimbangkan modernitas dengan nilai keagamaan. Penelitian ini menegaskan bahwa pendidikan Islam bukan hanya sekadar proses transfer ilmu agama, tetapi juga kerangka holistik dalam pembentukan karakter, standar etika, dan ketahanan menghadapi perubahan global yang cepat. Dengan demikian, penguatan pendidikan Islam baik secara formal maupun nonformal sangat diperlukan untuk mencetak generasi yang mampu menjaga integritas moral sekaligus aktif berperan dalam dunia global.
Guru dan Murid dalam Bingkai Etika: Menyongsong Pendidikan Berkarakter di Era Modern Jefri Jefri; Sendi Sendi; Herlini puspika sari
Jurnal Manajemen dan Pendidikan Agama Islam Vol. 3 No. 5 (2025): September: Jurnal Manajemen dan Pendidikan Agama Islam
Publisher : Asosiasi Riset Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/jmpai.v3i5.1606

Abstract

Modern education focuses not only on sharing knowledge but also plays a crucial role in shaping students' character and ethics. This study explores the role of ethics as the foundation of teacher-student relationships, the moral challenges of the digital age, and character education strategies as solutions. Using literature review and conceptual analysis, the study found that values ​​such as honesty, responsibility, politeness, and mutual respect are key to creating harmonious interactions in the learning environment. On the other hand, technological advances and cultural changes present challenges in the form of decreased empathy and the misuse of social media. Therefore, character education based on teacher role models, collaboration, and humanistic discipline needs to be developed. The study's findings emphasize the importance of balancing digital advancements with moral development in realizing ethical and civilized education. The study also reveals that, despite significant challenges facing educators in the digital age, they can utilize technology to support better character formation through an educational model that emphasizes ethics. The role of families and communities is also crucial in supporting this character education, fostering synergy between all parties in creating a generation with noble character.
PEMIKIRAN MARYAM JAMEELAH DALAM PERSPEKTIF TOKOH KONTEMPORER ISLAM Cici Wulandari; Lilis Gusliyah; Mahfidzul Amal; Herlini Puspika Sari
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 6 (2025): Desember 2025 - Januari 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji pemikiran Maryam Jameelah yang dikenal kritis terhadap modernitas dan westernisasi dalam Islam, khususnya penolakannya terhadap sekularisme, nasionalisme, dan feminisme yang dianggap merusak keaslian ajaran Islam. Dengan menggunakan metode kualitatif dan analisis isi tematik, penelitian ini mengeksplorasi relevansi kritik Maryam Jameelah dalam konteks tokoh kontemporer Islam dan praktik bisnis toko Islam modern. Hasil studi menunjukkan bahwa Maryam Jameelah menegaskan perlunya kembalinya umat Islam kepada nilai-nilai Al-Qur’an dan Sunnah untuk menjaga moralitas dan keutuhan identitas Islam, sekaligus mengajak pengembangan pendekatan yang selektif dan kontekstual dalam menghadapi pengaruh modernitas. Kajian ini memberikan kontribusi baru dalam memahami dinamika interaksi antara tradisi Islam dan dunia modern, serta implikasinya dalam bidang sosial-ekonomi umat Islam
Relevansi Filsafat Pendidikan Islam dalam Menjawab Tantangan Pendidikan Multikultural di Indonesia Miftha Hulladuni Riandi; Eka Alzahra; Herlini Puspika Sari; Muhammad Iqbal
QAZI: Journal of Islamic Studies Vol 2 No 2 (2025): 2025
Publisher : PT.Hassan Group Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/qz.v2i2.402

Abstract

Indonesia merupakan negara yang memiliki tingkat kemajemukan tinggi dalam hal budaya, etnis, bahasa, dan agama. Kondisi ini membawa tantangan tersendiri bagi dunia pendidikan, terutama dalam mewujudkan suasana belajar yang menghargai perbedaan. Pendidikan multikultural hadir sebagai upaya untuk menumbuhkan kesadaran, toleransi, dan empati antarindividu di tengah pluralitas masyarakat. Sementara itu, filsafat pendidikan Islam mengandung nilai-nilai universal seperti tauhid, keadilan, ukhuwah, dan rahmah yang sejalan dengan prinsip multikulturalisme. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis relevansi filsafat pendidikan Islam dalam menjawab tantangan pendidikan multikultural di Indonesia, dengan menelaah prinsip-prinsip filosofis Islam serta penerapannya dalam konteks pendidikan yang majemuk. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research), dengan sumber data berupa literatur ilmiah yang relevan, baik buku maupun jurnal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai dalam filsafat pendidikan Islam tidak hanya memberikan dasar moral dan spiritual, tetapi juga dapat menjadi pedoman etis dalam membangun sistem pendidikan yang inklusif dan berkeadaban. Penerapan nilai-nilai tersebut dapat diwujudkan melalui integrasi kurikulum berbasis nilai Islam, pelatihan guru tentang kesadaran multikultural, serta pembentukan budaya sekolah yang menghargai perbedaan. Temuan ini menegaskan bahwa filsafat pendidikan Islam memiliki relevansi yang signifikan dalam membentuk peserta didik yang toleran, adil, dan berjiwa kemanusiaan universal. Implikasi penelitian ini diharapkan dapat memperkaya wacana pendidikan Islam kontemporer sekaligus menjadi acuan dalam pengembangan kebijakan dan praktik pendidikan multikultural di Indonesia.
Rahmah El Yunusiyyah: Srikandi Pendidikan dari Minangkabau yang Menggugat Patriarki Melalui Kurikulum Aini, Nur; Khairunnisa Tazkia; Siti Khoriah Fitriani; Herlini Puspika Sari
QAZI: Journal of Islamic Studies Vol 2 No 2 (2025): 2025
Publisher : PT.Hassan Group Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/qz.v2i2.416

Abstract

  Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perjuangan Rahmah El Yunusiyyah dalam memperjuangkan pendidikan Islam bagi perempuan di tengah sistem patriarki masyarakat Minangkabau. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pemikiran Rahmah El Yunusiyyah melalui kurikulum Madrasah Diniyah Putri sebagai bentuk resistensi terhadap dominasi patriarki dalam pendidikan Islam. Metode penelitian yang digunakan ialah library research dengan pendekatan kualitatif-deskriptif melalui analisis isi terhadap berbagai literatur primer dan sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurikulum Diniyah Putri dirancang secara integratif dengan memadukan ilmu agama, ilmu umum, dan keterampilan hidup (life skills) sebagai upaya pemberdayaan perempuan. Nilai-nilai keislaman dan humanisme dalam kurikulum ini tidak hanya membentuk karakter religius, tetapi juga mendorong kemandirian dan kepemimpinan perempuan di ruang publik. Selain itu, gagasan Rahmah menegaskan pentingnya pendidikan sebagai sarana perubahan sosial yang menegakkan kesetaraan dan keadilan gender. Penelitian ini menyimpulkan bahwa model pendidikan Rahmah El Yunusiyyah relevan untuk dijadikan inspirasi dalam pengembangan kurikulum Islam yang inklusif, humanis, dan berkeadilan gender di era modern.
Khilafah Lingkungan: Peran Manusia Sebagai Khalifah dalam Menjaga Bumi Irhamullah; Wahyu Hidayat; Herlini Puspika Sari
QAZI: Journal of Islamic Studies Vol 2 No 2 (2025): 2025
Publisher : PT.Hassan Group Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/qz.v2i2.465

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami makna dan implementasi peran manusia sebagai khalifah dalam melindungi lingkungan menurut Al-Qur'an serta relevansinya dengan pendidikan dan kebijakan ekologi. Dengan menggunakan metode studi literatur kualitatif yang disertai analisis deskriptif-tematik terhadap literatur dan interpretasi, penelitian ini menemukan bahwa konsep khilafah menempatkan manusia sebagai penjaga amanah Allah dengan tanggung jawab moral dan spiritual terhadap alam. Nilai-nilai tawhid, amanah, 'adl, dan ihsan membentuk etika ekologi Islam yang mempromosikan keseimbangan dan keberlanjutan. Disimpulkan bahwa revitalisasi nilai khilafah dalam pendidikan dan kebijakan publik berpotensi memperkuat kesadaran ekologi masyarakat dan menawarkan paradigma pembangunan yang adil secara lingkungan.
Co-Authors ABDUL HAMID Adelia Putri Adrian Saputra Ahmad Afandi Hasan Ahmad Ridwan Fauzi Ahmad Taufiq Ahmad Zidan Alfaruqi Aldi Zainal Alvia Zackia Syabrina Alya Nur Affifah Alya Rizanda Amelia Sofia Putri Ana Susiana Anggie Ardilla Tari Anggrayni Annisaul Fitri Ardina Rasiani Ari Supriadi ARIF HIDAYAT Aryuna Amalia Harahap Atom Suhendra Attiqa Nazira Aulia Herawati Aulia Putri Azkiyah, Naila Azzura Arum Ningtias A’isy Alya Febriani Cici Wulandari Daniel Happy Putra Darma Sari Lubis Dela Andriani Delingga Nugraha Dera Adila Putri Deri Wanhar Sarputra Desi Gustiara Doni Afrialdi Dori Omas Hasibuan Eka Alzahra Erna Wilis Fadly Hady Lingga Fatimah Azzahra Salim b Fauzan, Khizna Kholiq Femas Dwi Andhika Fhina Ardini Fika Heriyati Finna Rahmatia Fiqi Refianada Putra Firza Alkhoiri Fitri Handayani Fitri Handayani Fitria Azura Gema Adhari Gema Adhari Sutrisno Gilang Irhamsyah Hadi Kurniawan Heldeyely Windri Hilwa Nurul Fikriyah Ibrah Safirah Igo Fadhli Sa’bani Ikhwan Maulana Indriayu Ramadhani Intan Probowati Intan Rosetya Viera P Irhamullah Irma Nur Rahmawati Irusmaini Isratul Husna Jefri Jefri Kamilatul Hayati Khairunnisa Tazkia Khairunnisa, Wenny Khoirul Umam Lubis KHOIRUNNISA Khoirunnisa Khoirunnisa Kurniawan Laila Sari Rambe Lely Amelia Aryani Lilis Gusliyah Linda Astria Liza Ananda Putri M. Rafi Alfazri M. Sahrial Efendi Lubis M. Wahyu Fahrizal M.Khairul Mahatri Awalia Mahfidzul Amal Maisy Afriliany Mardatul Hasanah Mariza Zurma Audina AR Maulana Ismail Maysi Adriani MIFTAHUL JANNAH Miftha Hulladuni Riandi Muhammad Bukhari Tambunan Muhammad Farhan Muhammad Hisyam Muhammad Idris Muhammad Iqbal Muhammad Irfan Rizaldi Muhammad Raihan Ramadhan Muhammad Rizki MUHAMMAD SYAFIQ Muharrani, Muharrani Mukharomah Musthafa Rahman Nanda Mulyani Pratiwi Nandika Dwi Pratama Nazifah Fitri Annisa Nia Ramadhani Niesa Amalia Nova Mulyani Novelia Angely Novita Dyah Islamiyyah Nur Aini Nur Annisa Nur Ikhsaniyah Lubis Nur Rahmadani Fitri Nur Sa'adah Nurhasanah Chan Nurlita Ekasari Nurshafitri NURUL HIKMAH Nuryana Purwasi Oktadilla Fauzana Paras Rindwianto Putri Dewi Sinta Putri Nabilah Putri Nurhidayah PUTRI WULANDARI RAHMALIA, RENNY Rahmi Alya Rahnia Mutari Anli Rani Jutia Anggraini Ridwan Saleh Rika Lestari Rika Lestari Hasibuan Rini Andriani Riri Novia Sari Riri Novia Sari Hasibuan Ririanti Riska Nabela Risma Indriana Riu Anugerah Neoldi Poetra Rizky Ananda Putra Rizky Azzahra Robiatul Adawiyah Romadon Ronal Ramadhan Rosnita Siregar Safira Laila Wulandari Salsa Bila Ivanda Salsa Nurhabibah Salsabila Afifah Riswana SALSABILA, ANNISA Samarotul Silmi Sari Primayeni Satria Parwira Sendi Sendi SITI FATIMAH Siti Khoriah Fitriani Siti Najla P Siti Nurhidayatul Marati Siti Sri Wahyuni Sitti Hawa Sri Hafizatul Wahyuni Zain Sri Widyahati Suci Rahmi Syarifah Aini Syarifah Alfiah Nabilah Syarkani Syuhadatul Husna Ulfa Faizah Ulil Devia Ningrum Umi Kalsum Urai Setiawarni Varisha Qurratul Syaraini Varisha Qurratul Syar’aini Viona Putri Ramadhan Wahyu Hidayat Wenny Khairunnisa Widya Lestari Windi Lestari Yenny Siregar Yesha Arista Sulistiawati Yuli Angraeni Yusriyah Zahra Khairunnisa Zaleha, Siti Zikri Dwi Marpendra