Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Pengaruh Filsafat Eksistensialisme Dalam Kurikulum Pendidikan Modern Attiqa Nazira; Rini Andriani; Herlini Puspika Sari
Jurnal QOSIM : Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora Vol 2 No 2 (2024): 2024
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/jq.v2i2.442

Abstract

Filsafat eksistensialisme menekankan kebebasan, tanggung jawab pribadi, dan keaslian, yang memainkan peran penting dalam mendefinisikan pendidikan  modern. Tujuan penelitian ini untuk mengkaji pengaruh filsafat eksistensialis dalam kurikulum kontemporer dengan mengidentifikasi bagaimana nilai-nilai eksistensialis mempengaruhi pendekatan pendidikan, pembelajaran, dan tujuan pendidikan. Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan studi kepustakaan. Hasil tersebut menunjukkan bahwa penerapan nilai-nilai filsafat eksistensialisme dalam kurikulum pendidikan modern terbukti memberikan dampak positif, terutama dalam mengembangkan kurikulum yang lebih inklusif, personal, dan berorientasi pada pengembangan individu. Meskipun tantangan implementasi masih ada, hasil ini menunjukkan bahwa filsafat eksistensialisme dapat menjadi dasar yang kuat untuk menciptakan pendidikan yang lebih manusiawi dan adaptif. Untuk masa depan, disarankan agar penelitian lebih lanjut difokuskan pada studi kasus penerapan filsafat eksistensialisme di berbagai institusi pendidikan, serta pengembangan model kurikulum yang dapat menyeimbangkan kebebasan siswa dengan kebutuhan sistemik dalam pendidikan.
Relevansi Pemikiran Filsafat Pendidikan Al-Ghazali Dalam Konteks Pendidikan Modern Ardina Rasiani; Darma Sari Lubis; Herlini Puspika Sari
Jurnal QOSIM : Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora Vol 2 No 2 (2024): 2024
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/jq.v2i2.443

Abstract

Al-Ghazali sebagai salah satu tokoh intelektual muslim terkemuka, menekankan pentingnya integrasi antara ilmu pengetahuan, moralitas, dan spiritualitas dalam pendidikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis prinsip-prinsip dasar dari filsafat pendidikan Al-Ghazali. Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan studi kepustakaan, dengan seluruh data diambil melaui buku, jurnal ilmiah dan dokumen-dokumen yang berkaitan dengan tema penelitian. Hasil penelitian ini ditemukan bahwa konsep pendidikan Al-Ghazali menyatakan bahwa sentral dalam pendidikan adalah hati sebab hati adalah esensi dari manusia, dimana substansi manusia bukanlah terletak pada unsur-unsur yang ada pada fisiknya, melainkan berada pada hatinya dan memandang manusia bersifat teosentris sehingga konsep tentang pendidikannya lebih diarahkan pada pembentukan akhlak yang mulia. Keberhasilan seorang guru dalam mengajar ditentukan oleh banyak faktor, diantaranya adalah guru, tujuan pendidikan yang ingin dicapai, subjek didik, kurikulum, lingkungan, materi dan metodenya. Semua faktor ini tidak dapat berdiri sendiri, tetapi saling mempengaruhi serta adanya saling ketergantungan.
Pendidikan Islam Sebagai Benteng Moral Ditengah Tantangan Globalisasi Alvia Zackia Syabrina; Fitri Handayani; Herlini Puspika Sari
Jurnal QOSIM : Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora Vol 3 No 2 (2025): 2025
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/jq.v3i2.930

Abstract

Globalisasi yang semakin meluas saat ini menuntut pendidikan Islam untuk berperan aktif dalam menjaga moralitas generasi muda. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan peran pendidikan Islam sebagai benteng moral dalam menghadapi tantangan globalisasi, khususnya dalam menjaga nilai-nilai keislaman di tengah arus budaya dan informasi yang cepat. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kepustakaan, di mana seluruh data dikumpulkan melalui buku dan jurnal ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan Islam memiliki peran strategis dalam membentuk karakter dan akhlak melalui pembelajaran nilai-nilai spiritual, keteladanan, serta pembiasaan ibadah di lingkungan sekolah. Di sisi lain, globalisasi juga membawa tantangan besar, seperti krisis identitas, pengaruh budaya barat, serta meningkatnya individualisme di kalangan remaja. Strategi yang disarankan meliputi integrasi nilai moral dalam kurikulum, penguatan peran guru sebagai teladan, dan kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat.  Pendidikan Islam perlu berinovasi agar mampu menjadi benteng moral yang tangguh di tengah derasnya arus globalisasi.
Peran Pendidikan Islam dalam Mempromosikan Kesetaraan Gender: Perspektif Tradisional dan Kontemporer Darma Sari Lubis; Muhammad Syafiq; Rika Lestari Hasibuan; Herlini Puspika Sari
Jurnal QOSIM : Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora Vol 3 No 2 (2025): 2025
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/jq.v3i2.933

Abstract

Pendidikan Islam memiliki peran penting dalam membentuk perspektif masyarakat terhadap kesetaraan gender. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana pendidikan Islam mempromosikan kesetaraan gender melalui pendekatan tradisional dan kontemporer. Metode penelitian yang digunakan bersifat kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis melalui studi pustaka dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan tradisional dalam pendidikan Islam cenderung mempertahankan peran gender yang berbeda antara laki-laki dan perempuan, yang dipengaruhi oleh budaya patriarki. Sementara itu, pendekatan kontemporer berusaha mereformasi pemahaman keislaman melalui tafsir yang lebih kontekstual dan inklusif, menekankan bahwa Islam mendukung kesetaraan dalam pendidikan, sosial, dan kepemimpinan. Studi juga menemukan bahwa pendidikan Islam memiliki potensi besar dalam menciptakan transformasi sosial melalui kurikulum yang ramah gender, peran aktif pesantren, dan peningkatan keterlibatan perempuan dalam ruang publik. Implikasinya, pendidikan Islam diharapkan mampu menjadi alat transformatif untuk menciptakan masyarakat yang adil dan setara gender.
Pendidikan Inklusif Sebagai Wujud Ajaran Islam Dalam Membentuk Karakter Dan Keberagaman di Kelas Ririanti; Mahatri Awalia; Herlini Puspika Sari
Jurnal QOSIM : Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora Vol 3 No 2 (2025): 2025
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/jq.v3i2.936

Abstract

Pendidikan inklusif merupakan pendekatan yang menekankan pentingnya penerimaan terhadap keberagaman dan pemberian kesempatan belajar yang setara bagi semua peserta didik tanpa diskriminasi. Dalam konteks ajaran Islam, prinsip keadilan, kasih sayang, dan penghormatan terhadap sesama menjadi landasan yang kuat dalam mendukung implementasi pendidikan inklusif. penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pendidikan inklusif sebagai perwujudan nilai-nilai Islam dalam membentuk karakter peserta didik serta menciptakan lingkungan kelas yang menghargai keberagaman. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui studi kepustakaan dan observasi pada institusi pendidikan inklusif berbasis Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi nilai-nilai Islam dalam praktik pendidikan inklusif berkontribusi terhadap penguatan karakter seperti empati, toleransi, tanggung jawab, dan sikap saling menghargai. Guru memegang peran strategis sebagai teladan dan fasilitator dalam menanamkan nilai-nilai tersebut secara kontekstual melalui interaksi sosial di kelas. Selain itu, penerapan pendidikan inklusif mampu menciptakan suasana pembelajaran yang kondusif, kolaboratif, dan berkeadilan. Dengan demikian, pendidikan inklusif yang berlandaskan ajaran Islam memiliki implikasi positif dalam membentuk karakter peserta didik serta memperkuat harmoni sosial di lingkungan kelas.
Peran Pendidikan Islam dalam Mengatasi Dampak Negatif Globalisasi terhadap Karakter Generasi Z Khoirunnisa; Herlini Puspika Sari; Syuhadatul Husna; Rosnita Siregar
Jurnal QOSIM : Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora Vol 3 No 2 (2025): 2025
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/jq.v3i2.1143

Abstract

Globalisasi memberikan dampak signifikan terhadap cara pandang, perilaku, dan karakter generasi muda, khususnya Generasi Z yang tumbuh dalam era digital. Nilai-nilai keislaman seringkali tergerus oleh pengaruh budaya asing, individualisme, dan gaya hidup permisif yang menyebar melalui media sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran strategis pendidikan Islam dalam membentuk karakter Generasi Z agar tetap berpegang pada nilai-nilai keislaman di tengah tantangan globalisasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan metode studi pustaka, data dikumpulkan dari literatur relevan dalam sepuluh tahun terakhir dan dianalisis secara deskriptif-analitis. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendidikan Islam memiliki kontribusi penting dalam memperkuat karakter generasi muda melalui strategi integrasi nilai Islam dalam kurikulum, keteladanan guru, penciptaan lingkungan pendidikan yang religius, serta pemanfaatan teknologi sebagai media dakwah. Pendidikan Islam juga mendorong kesalehan sosial, literasi digital, dan identitas kultural yang kuat. untuk itu pendidikan Islam perlu melakukan transformasi adaptif yang menyeluruh agar mampu mencetak generasi tangguh secara spiritual, intelektual, dan sosial tanpa kehilangan jati diri keislamannya di era global.
INTEGRASI ARTIFICIAL INTELLIGENCE (AI) DALAM PENDIDIKAN ISLAM: TELAAH FILSAFAT DAN ETIKA DALAM ERA DISRUPSI DIGITAL Femas Dwi Andhika; Suci Rahmi; Herlini Puspika Sari
An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) Vol. 4 No. 6: November 2025
Publisher : Najah Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji perspektif filsafat Islam terhadap teknologi dan Artificial Intelligence (AI) dalam pendidikan dengan menekankan keseimbangan antara inovasi teknologi dan tanggung jawab moral-spiritual. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif jenis kajian pustaka, penelitian ini menganalisis literatur klasik dan kontemporer Islam yang membahas epistemologi, etika, dan nilai-nilai pendidikan. Hasil kajian menunjukkan bahwa dalam pandangan filsafat Islam, AI tidak sekadar berfungsi sebagai alat efisiensi, tetapi merupakan perpanjangan dari potensi akal (‘aql) yang dianugerahkan Allah untuk mencapai maslahah (kemaslahatan) bagi manusia. Oleh karena itu, penerapan AI dalam pendidikan harus sejalan dengan nilai-nilai dasar Islam seperti tauhid (keesaan Allah), ‘adl (keadilan), ihsan (kebaikan), dan amanah (tanggung jawab). Integrasi AI dalam pendidikan Islam diharapkan mampu meningkatkan kualitas pembelajaran tanpa mengabaikan dimensi etika dan spiritual. Dengan kerangka filsafat Islam, AI dapat menjadi sarana pengembangan intelektual, moral, dan spiritual yang mengantarkan pada tujuan utama pendidikan Islam, yaitu membentuk insān kāmil manusia sempurna yang berilmu dan berakhlak.
Pendidikan Rasa Al-Ghazali: “Gak Cuma Pintar, Hati Juga Kena!” Fhina Ardini; Niesa Amalia; Herlini Puspika Sari
Ikhlas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Islam Vol. 2 No. 4 (2025): Oktober: Ikhlas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Islam
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/ikhlas.v2i4.1345

Abstract

This research responds to the contemporary educational crisis dominated by cognitive intelligence ('aql) resulting in the phenomenon of "smart but dry," by proposing Al-Ghazali's concept of "Education of Feelings" as a solution. The aim is to explore the concept, methods, and relevance of "Education of Feelings" to balance the intellectual and spiritual dimensions. This descriptive qualitative research uses library research on Al-Ghazali's works. The results show that "Education of Feelings" is a transformative effort that emphasizes the integration of knowledge through reason and intuition (dzawq), with the qalb (spiritual heart) as the center of knowledge reception. Its pedagogical core is the process of purifying the soul (Tazkiyatun Nafs) so that knowledge is beneficial (Ilm Nafi') and culminates in ma'rifah (true knowledge) and moral perfection (al-insan al-kamil). Practically, relevant methods include teacher role models (uswah hasanah) and learning based on deep reflection. This concept is relevant in the digital age because it serves as a spiritual bulwark, offering peace of mind (sakinah) and an ethical filter (dzawq) to counter individualism and information disruption. Consequently, Islamic Religious Education (PAI) education is advised to reconstruct its curriculum and evaluation to include a portfolio assessment of morals, in order to shape a cognitively intelligent and spiritually mature generation.
Epistemologi Pendidikan Islam dalam Kurikulum Merdeka Belajar Firza Alkhoiri; Zikri Dwi Marpendra; Herlini Puspika Sari
Hikmah : Jurnal Studi Pendidikan Agama Islam Vol. 2 No. 4 (2025): Hikmah : Jurnal Studi Pendidikan Agama Islam
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/hikmah.v2i4.1346

Abstract

This study explores the epistemological foundation of Islamic education in the context of the Merdeka Curriculum implementation in Indonesia. The research aims to analyze how Islamic epistemology—which integrates revelation, reason, and experience—can be harmonized with the principles of independent learning that emphasize flexibility, contextual understanding, and character development. Using a qualitative descriptive approach, this study collects data through literature review and content analysis of relevant academic works and policy documents. The findings show that the integration of Islamic epistemology provides a philosophical framework that strengthens the spiritual and moral dimensions of education while maintaining academic autonomy. The implications highlight the importance of teachers’ capacity, curriculum adaptation, and policy support to ensure that the Merdeka Curriculum remains grounded in Islamic educational values. This study contributes to the discourse on contemporary Islamic education by proposing an integrative model that aligns faith-based knowledge with modern educational paradigms.
Menginternalisasi Pendidikan Karakter Ala Ibnu Khaldun untuk Generasi Z Azkiyah, Naila; Sitti Hawa; Herlini Puspika Sari
Jurnal Manajemen dan Pendidikan Agama Islam Vol. 3 No. 6 (2025): November: Jurnal Manajemen dan Pendidikan Agama Islam
Publisher : Asosiasi Riset Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/jmpai.v3i6.1540

Abstract

This study aims to examine Ibn Khaldun’s concept of character education and its relevance in shaping the personality of Generation Z in the digital era. The background of this research stems from the growing moral and social challenges faced by young people due to rapid technological advancement and the influence of globalization. This research employs a qualitative method using a library research approach by analyzing Ibn Khaldun’s works and related literature on Islamic character education. The findings reveal that Ibn Khaldun’s perspective on character education emphasizes the balance between ‘ilm (knowledge), adab (morality and ethics), and ‘ashabiyyah (social solidarity) as the foundation for forming a civilized individual. These values are highly relevant to be applied in modern education through teacher role modeling, habituation of positive behavior, and the integration of moral values into the curriculum. The implication of this study highlights that internalizing Ibn Khaldun’s principles of character education can serve as an effective strategy to develop a knowledgeable, ethical, and resilient generation capable of facing contemporary challenges.
Co-Authors ABDUL HAMID Adelia Putri Adrian Saputra Ahmad Afandi Hasan Ahmad Ridwan Fauzi Ahmad Taufiq Ahmad Zidan Alfaruqi Aldi Zainal Alvia Zackia Syabrina Alya Nur Affifah Alya Rizanda Amelia Sofia Putri Ana Susiana Anggie Ardilla Tari Anggrayni Annisaul Fitri Ardina Rasiani Ari Supriadi ARIF HIDAYAT Aryuna Amalia Harahap Atom Suhendra Attiqa Nazira Aulia Herawati Aulia Putri Azkiyah, Naila Azzura Arum Ningtias A’isy Alya Febriani Cici Wulandari Daniel Happy Putra Darma Sari Lubis Dela Andriani Delingga Nugraha Dera Adila Putri Deri Wanhar Sarputra Desi Gustiara Doni Afrialdi Dori Omas Hasibuan Eka Alzahra Erna Wilis Fadly Hady Lingga Fatimah Azzahra Salim b Fauzan, Khizna Kholiq Femas Dwi Andhika Fhina Ardini Fika Heriyati Finna Rahmatia Fiqi Refianada Putra Firza Alkhoiri Fitri Handayani Fitri Handayani Fitria Azura Gema Adhari Gema Adhari Sutrisno Gilang Irhamsyah Hadi Kurniawan Heldeyely Windri Hilwa Nurul Fikriyah Ibrah Safirah Igo Fadhli Sa’bani Ikhwan Maulana Indriayu Ramadhani Intan Probowati Intan Rosetya Viera P Irhamullah Irma Nur Rahmawati Irusmaini Isratul Husna Jefri Jefri Kamilatul Hayati Khairunnisa Tazkia Khairunnisa, Wenny Khoirul Umam Lubis KHOIRUNNISA Khoirunnisa Khoirunnisa Kurniawan Laila Sari Rambe Lely Amelia Aryani Lilis Gusliyah Linda Astria Liza Ananda Putri M. Rafi Alfazri M. Sahrial Efendi Lubis M. Wahyu Fahrizal M.Khairul Mahatri Awalia Mahfidzul Amal Maisy Afriliany Mardatul Hasanah Mariza Zurma Audina AR Maulana Ismail Maysi Adriani MIFTAHUL JANNAH Miftha Hulladuni Riandi Muhammad Bukhari Tambunan Muhammad Farhan Muhammad Hisyam Muhammad Idris Muhammad Iqbal Muhammad Irfan Rizaldi Muhammad Raihan Ramadhan Muhammad Rizki MUHAMMAD SYAFIQ Muharrani, Muharrani Mukharomah Musthafa Rahman Nanda Mulyani Pratiwi Nandika Dwi Pratama Nazifah Fitri Annisa Nia Ramadhani Niesa Amalia Nova Mulyani Novelia Angely Novita Dyah Islamiyyah Nur Aini Nur Annisa Nur Ikhsaniyah Lubis Nur Rahmadani Fitri Nur Sa'adah Nurhasanah Chan Nurlita Ekasari Nurshafitri NURUL HIKMAH Nuryana Purwasi Oktadilla Fauzana Paras Rindwianto Putri Dewi Sinta Putri Nabilah Putri Nurhidayah PUTRI WULANDARI RAHMALIA, RENNY Rahmi Alya Rahnia Mutari Anli Rani Jutia Anggraini Ridwan Saleh Rika Lestari Rika Lestari Hasibuan Rini Andriani Riri Novia Sari Riri Novia Sari Hasibuan Ririanti Riska Nabela Risma Indriana Riu Anugerah Neoldi Poetra Rizky Ananda Putra Rizky Azzahra Robiatul Adawiyah Romadon Ronal Ramadhan Rosnita Siregar Safira Laila Wulandari Salsa Bila Ivanda Salsa Nurhabibah Salsabila Afifah Riswana SALSABILA, ANNISA Samarotul Silmi Sari Primayeni Satria Parwira Sendi Sendi SITI FATIMAH Siti Khoriah Fitriani Siti Najla P Siti Nurhidayatul Marati Siti Sri Wahyuni Sitti Hawa Sri Hafizatul Wahyuni Zain Sri Widyahati Suci Rahmi Syarifah Aini Syarifah Alfiah Nabilah Syarkani Syuhadatul Husna Ulfa Faizah Ulil Devia Ningrum Umi Kalsum Urai Setiawarni Varisha Qurratul Syaraini Varisha Qurratul Syar’aini Viona Putri Ramadhan Wahyu Hidayat Wenny Khairunnisa Widya Lestari Windi Lestari Yenny Siregar Yesha Arista Sulistiawati Yuli Angraeni Yusriyah Zahra Khairunnisa Zaleha, Siti Zikri Dwi Marpendra