p-Index From 2021 - 2026
12.278
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Al Fikra : Jurnal Ilmiah Keislaman Jurnal Pendidikan Agama Islam Al-Thariqah Jurnal Pendidikan UNIGA Al-Hasanah : Jurnal Pendidikan Agama Islam Journal of Creative Student Research El-Fata: Journal of Sharia Economics and Islamic Education Jurnal Pendidikan Agama Islam IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam DZURRIYAT : Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Ihsanika : Jurnal Pendidikan Agama Islam Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial & Hukum QOSIM: Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora Dhabit : Jurnal Pendidikan Islam La-Tahzan: Jurnal Pendidikan Islam Jurnal Manajemen dan Pendidikan Agama Islam Jurnal Budi Pekerti Agama Islam SURAU : Journal of Islamic Education Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Pengertian: Jurnal Pendidikan Indonesia (PJPI) Symfonia: Jurnal Pendidikan Agama Islam Jurnal Intelek Insan Cendikia AL-ABSHOR : Jurnal Pendidikan Agama Islam Akhlak: Jurnal Pendidikan Agama Islam Dan Filsafat Karakter: Jurnal Riset Ilmu Pendidikan Islam Ikhlas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Islam Reflection: Islamic Education Journal Moral : Jurnal Kajian Pendidikan Islam Hikmah: Jurnal Studi Pendidikan Agama Islam ROBBAYANA: Jurnal Pendidikan Agama Islam Dialektika : Jurnal Pendidikan Agama Islam QAZI : Journal of Islamic Studies QOUBA : Jurnal Pendidikan AL-Ikhtiar : Jurnal Studi Islam Azkia : Jurnal Aktualisasi Pendidikan Islam An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) Hidayah : Cendekia Pendidikan Islam dan Hukum Syariah Aslim: Journal of Education and Islamic Studies Jurnal Studi Islam Indonesia (JSII) Jurnal Merah Putih Sekolah Dasar
Claim Missing Document
Check
Articles

Menginternalisasi Pendidikan Karakter Ala Ibnu Khaldun untuk Generasi Z Azkiyah, Naila; Sitti Hawa; Herlini Puspika Sari
Jurnal Manajemen dan Pendidikan Agama Islam Vol. 3 No. 6 (2025): November: Jurnal Manajemen dan Pendidikan Agama Islam
Publisher : Asosiasi Riset Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/jmpai.v3i6.1540

Abstract

This study aims to examine Ibn Khaldun’s concept of character education and its relevance in shaping the personality of Generation Z in the digital era. The background of this research stems from the growing moral and social challenges faced by young people due to rapid technological advancement and the influence of globalization. This research employs a qualitative method using a library research approach by analyzing Ibn Khaldun’s works and related literature on Islamic character education. The findings reveal that Ibn Khaldun’s perspective on character education emphasizes the balance between ‘ilm (knowledge), adab (morality and ethics), and ‘ashabiyyah (social solidarity) as the foundation for forming a civilized individual. These values are highly relevant to be applied in modern education through teacher role modeling, habituation of positive behavior, and the integration of moral values into the curriculum. The implication of this study highlights that internalizing Ibn Khaldun’s principles of character education can serve as an effective strategy to develop a knowledgeable, ethical, and resilient generation capable of facing contemporary challenges.
Peran Pendidikan Agama Islam Berbasis Rekonstruksionisme dalam Membentuk Generasi yang Berakhlak dan Adaptif Dela Andriani; Putri Nurhidayah; Herlini Puspika Sari
Dialektika : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 4 No 1 (2025): Vol 4 No 1 (2025): Dialektika : Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35905/dialektika.v4i1.15271

Abstract

Conventional Islamic Religious Education (PAI), with its strong emphasis on normative and ritual aspects, often struggles to address contemporary social challenges and global transformation, resulting in a gap between religious values and social engagement (Nata, 2014; Muhaimin, 2004). This study aims to conceptually examine and develop a theoretical model of Reconstructionism-based PAI that connects Islamic ethical principles with social action. Using a Library Research method supported by Concept Analysis and Theory Synthesis, the study analyzes primary works of Reconstructionist philosophy (Brameld, 1956) and literature on transformative PAI through Content Analysis and Comparative–Synthesis techniques, with data credibility strengthened through Source Triangulation (Lincoln & Guba, 1985). The theoretical synthesis indicates that integrating Reconstructionism offers a coherent framework for restructuring PAI toward issue-centered learning, critical inquiry, and socially oriented action. This model conceptually supports the development of Transformative Ethics (Gusau, 2021) and adaptive socio-religious skills, positioning PAI as a more responsive and action-oriented educational approach. The novelty of this study lies in formulating a philosophical model that aligns Islamic values with Reconstructionist principles, providing a conceptual basis for future empirical development and curriculum reform. Keywords: Islamic Religious Education, Reconstructionism, Transformative Ethics, Social Action.
Dari Wahyu ke Akal: Menemukan Kebenaran Ilmu dalam Perspektif Filsafat Pendidikan Islam Abdul hamid; Muhammad Idris; Herlini Puspika Sari
Dialektika : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 4 No 1 (2025): Vol 4 No 1 (2025): Dialektika : Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35905/dialektika.v4i1.15317

Abstract

ABSTRAK Penelitian iini ibertujuan iuntuk imengungkap ihubungan iintegral iantara iwahyu idan iakal idalam imenemukan ikebenaran iilmu idari iperspektif ifilsafat ipendidikan iIslam. iKajian iini idibatasi ipada ianalisis ikonseptual idan iteoritis iyang iberfokus ipada iperan iwahyu isebagai isumber ikebenaran iabsolut idan iakal isebagai iinstrumen iinterpretatif idalam ikonteks ipendidikan. iMetode iyang idigunakan iadalah ipenelitian ikepustakaan i(library iresearch) idengan imenelaah iliteratur iklasik idan ikontemporer iyang irelevan idengan itema iepistemologi iIslam. iHasil ikajian imenunjukkan ibahwa iwahyu iberfungsi isebagai ifondasi inilai idan iarah imoral ibagi ipengembangan iilmu, isedangkan iakal imenjadi isarana iuntuk imemahami, imenafsirkan, idan imengimplementasikan inilai-nilai iwahyu idalam ikehidupan iilmiah idan ipendidikan. iIntegrasi ikeduanya imenghasilkan iparadigma iilmu iyang iholistik, iyang imenolak idikotomi iantara iilmu iagama idan iilmu iumum. iKesimpulan iutama ipenelitian iini iadalah ibahwa ikebenaran iilmu idalam iIslam itidak ihanya ibersifat iempiris iatau irasional, itetapi ijuga itransendental dan etis, karena berpangkal pada kesatuan antara akal dan wahyu dalam bingkai tauhid. Dengan demikian, filsafat pendidikan Islam berperan membangun manusia berilmu, beriman, dan berakhlak, yang mampu menyeimbangkan rasionalitas dengan spiritualitas dalam pencarian kebenaran sejati. Kata Kunci : wahyu dan akal; epistemologi Islam; filsafat pendidikan Islam; integrasi ilmu; kebenaran ilmu
Back to the Great Ideas: Perennialisme sebagai Solusi Krisis Moral di Dunia Pendidikan Adrian Saputra; Arif Hidayat; Herlini Puspika Sari
Dialektika : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 4 No 1 (2025): Vol 4 No 1 (2025): Dialektika : Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35905/dialektika.v4i1.15470

Abstract

This study examines the moral crisis occurring within contemporary educational settings, marked by declining honesty, responsibility, and respect among students. The purpose of this research is to analyze the relevance of perennialism as a philosophical foundation for strengthening moral and character education in the modern era. The study employs a library research method by reviewing books, scientific articles, and authoritative documents related to perennialism, morality, and Islamic education. Data were analyzed using content analysis through three stages: data reduction, thematic classification, and conceptual synthesis. The results indicate that perennialism emphasizes universal and timeless values, character formation through intellectual discipline, and the central role of teachers as moral guides. These principles align closely with the aims of Islamic education, which prioritizes the development of noble character. The study concludes that perennialism holds strong relevance in addressing moral degradation among students and recommends its integration into character-based curricula, teacher competence development, and Islamic educational practices. Keywords: perennialism, moral crisis, character education, Islamic education
Peran Pendidikan Islam dalam Menghadapi Globalisasi dan Mengatasi Krisis Moral Herlini Puspika Sari; Muhammad Farhan; Nanda Mulyani Pratiwi; Risma Indriana
Jurnal QOSIM : Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora Vol 3 No 4 (2025): 2025
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/jq.v3i4.2586

Abstract

Penelitian ini mengkaji peran pendidikan Islam dalam menghadapi tantangan globalisasi dan krisis moral yang semakin nyata. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi bagaimana nilai dan prinsip pendidikan Islam dapat memberikan solusi konstruktif dalam memperkuat kesadaran etis dan integritas moral di tengah perubahan budaya global. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif melalui studi pustaka, dengan menganalisis karya ilmiah dan dokumen yang relevan terkait pendidikan Islam, globalisasi, serta pembinaan moral. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan Islam memiliki peran yang sangat penting dalam memperkuat nilai spiritual, menumbuhkan kesadaran etis, dan mempersiapkan peserta didik menghadapi pengaruh hegemoni budaya global. Selain itu, pendidikan Islam berkontribusi pada pengembangan kemampuan berpikir kritis, sikap adaptif, dan tanggung jawab moral yang diperlukan untuk menyeimbangkan modernitas dengan nilai keagamaan. Penelitian ini menegaskan bahwa pendidikan Islam bukan hanya sekadar proses transfer ilmu agama, tetapi juga kerangka holistik dalam pembentukan karakter, standar etika, dan ketahanan menghadapi perubahan global yang cepat. Dengan demikian, penguatan pendidikan Islam baik secara formal maupun nonformal sangat diperlukan untuk mencetak generasi yang mampu menjaga integritas moral sekaligus aktif berperan dalam dunia global.
Guru dan Murid dalam Bingkai Etika: Menyongsong Pendidikan Berkarakter di Era Modern Jefri Jefri; Sendi Sendi; Herlini puspika sari
Jurnal Manajemen dan Pendidikan Agama Islam Vol. 3 No. 5 (2025): September: Jurnal Manajemen dan Pendidikan Agama Islam
Publisher : Asosiasi Riset Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/jmpai.v3i5.1606

Abstract

Modern education focuses not only on sharing knowledge but also plays a crucial role in shaping students' character and ethics. This study explores the role of ethics as the foundation of teacher-student relationships, the moral challenges of the digital age, and character education strategies as solutions. Using literature review and conceptual analysis, the study found that values ​​such as honesty, responsibility, politeness, and mutual respect are key to creating harmonious interactions in the learning environment. On the other hand, technological advances and cultural changes present challenges in the form of decreased empathy and the misuse of social media. Therefore, character education based on teacher role models, collaboration, and humanistic discipline needs to be developed. The study's findings emphasize the importance of balancing digital advancements with moral development in realizing ethical and civilized education. The study also reveals that, despite significant challenges facing educators in the digital age, they can utilize technology to support better character formation through an educational model that emphasizes ethics. The role of families and communities is also crucial in supporting this character education, fostering synergy between all parties in creating a generation with noble character.
PEMIKIRAN MARYAM JAMEELAH DALAM PERSPEKTIF TOKOH KONTEMPORER ISLAM Cici Wulandari; Lilis Gusliyah; Mahfidzul Amal; Herlini Puspika Sari
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 6 (2025): Desember 2025 - Januari 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji pemikiran Maryam Jameelah yang dikenal kritis terhadap modernitas dan westernisasi dalam Islam, khususnya penolakannya terhadap sekularisme, nasionalisme, dan feminisme yang dianggap merusak keaslian ajaran Islam. Dengan menggunakan metode kualitatif dan analisis isi tematik, penelitian ini mengeksplorasi relevansi kritik Maryam Jameelah dalam konteks tokoh kontemporer Islam dan praktik bisnis toko Islam modern. Hasil studi menunjukkan bahwa Maryam Jameelah menegaskan perlunya kembalinya umat Islam kepada nilai-nilai Al-Qur’an dan Sunnah untuk menjaga moralitas dan keutuhan identitas Islam, sekaligus mengajak pengembangan pendekatan yang selektif dan kontekstual dalam menghadapi pengaruh modernitas. Kajian ini memberikan kontribusi baru dalam memahami dinamika interaksi antara tradisi Islam dan dunia modern, serta implikasinya dalam bidang sosial-ekonomi umat Islam
Relevansi Filsafat Pendidikan Islam dalam Menjawab Tantangan Pendidikan Multikultural di Indonesia Miftha Hulladuni Riandi; Eka Alzahra; Herlini Puspika Sari; Muhammad Iqbal
QAZI: Journal of Islamic Studies Vol 2 No 2 (2025): 2025
Publisher : PT.Hassan Group Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/qz.v2i2.402

Abstract

Indonesia merupakan negara yang memiliki tingkat kemajemukan tinggi dalam hal budaya, etnis, bahasa, dan agama. Kondisi ini membawa tantangan tersendiri bagi dunia pendidikan, terutama dalam mewujudkan suasana belajar yang menghargai perbedaan. Pendidikan multikultural hadir sebagai upaya untuk menumbuhkan kesadaran, toleransi, dan empati antarindividu di tengah pluralitas masyarakat. Sementara itu, filsafat pendidikan Islam mengandung nilai-nilai universal seperti tauhid, keadilan, ukhuwah, dan rahmah yang sejalan dengan prinsip multikulturalisme. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis relevansi filsafat pendidikan Islam dalam menjawab tantangan pendidikan multikultural di Indonesia, dengan menelaah prinsip-prinsip filosofis Islam serta penerapannya dalam konteks pendidikan yang majemuk. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research), dengan sumber data berupa literatur ilmiah yang relevan, baik buku maupun jurnal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai dalam filsafat pendidikan Islam tidak hanya memberikan dasar moral dan spiritual, tetapi juga dapat menjadi pedoman etis dalam membangun sistem pendidikan yang inklusif dan berkeadaban. Penerapan nilai-nilai tersebut dapat diwujudkan melalui integrasi kurikulum berbasis nilai Islam, pelatihan guru tentang kesadaran multikultural, serta pembentukan budaya sekolah yang menghargai perbedaan. Temuan ini menegaskan bahwa filsafat pendidikan Islam memiliki relevansi yang signifikan dalam membentuk peserta didik yang toleran, adil, dan berjiwa kemanusiaan universal. Implikasi penelitian ini diharapkan dapat memperkaya wacana pendidikan Islam kontemporer sekaligus menjadi acuan dalam pengembangan kebijakan dan praktik pendidikan multikultural di Indonesia.
Rahmah El Yunusiyyah: Srikandi Pendidikan dari Minangkabau yang Menggugat Patriarki Melalui Kurikulum Aini, Nur; Khairunnisa Tazkia; Siti Khoriah Fitriani; Herlini Puspika Sari
QAZI: Journal of Islamic Studies Vol 2 No 2 (2025): 2025
Publisher : PT.Hassan Group Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/qz.v2i2.416

Abstract

  Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perjuangan Rahmah El Yunusiyyah dalam memperjuangkan pendidikan Islam bagi perempuan di tengah sistem patriarki masyarakat Minangkabau. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pemikiran Rahmah El Yunusiyyah melalui kurikulum Madrasah Diniyah Putri sebagai bentuk resistensi terhadap dominasi patriarki dalam pendidikan Islam. Metode penelitian yang digunakan ialah library research dengan pendekatan kualitatif-deskriptif melalui analisis isi terhadap berbagai literatur primer dan sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurikulum Diniyah Putri dirancang secara integratif dengan memadukan ilmu agama, ilmu umum, dan keterampilan hidup (life skills) sebagai upaya pemberdayaan perempuan. Nilai-nilai keislaman dan humanisme dalam kurikulum ini tidak hanya membentuk karakter religius, tetapi juga mendorong kemandirian dan kepemimpinan perempuan di ruang publik. Selain itu, gagasan Rahmah menegaskan pentingnya pendidikan sebagai sarana perubahan sosial yang menegakkan kesetaraan dan keadilan gender. Penelitian ini menyimpulkan bahwa model pendidikan Rahmah El Yunusiyyah relevan untuk dijadikan inspirasi dalam pengembangan kurikulum Islam yang inklusif, humanis, dan berkeadilan gender di era modern.
Khilafah Lingkungan: Peran Manusia Sebagai Khalifah dalam Menjaga Bumi Irhamullah; Wahyu Hidayat; Herlini Puspika Sari
QAZI: Journal of Islamic Studies Vol 2 No 2 (2025): 2025
Publisher : PT.Hassan Group Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/qz.v2i2.465

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami makna dan implementasi peran manusia sebagai khalifah dalam melindungi lingkungan menurut Al-Qur'an serta relevansinya dengan pendidikan dan kebijakan ekologi. Dengan menggunakan metode studi literatur kualitatif yang disertai analisis deskriptif-tematik terhadap literatur dan interpretasi, penelitian ini menemukan bahwa konsep khilafah menempatkan manusia sebagai penjaga amanah Allah dengan tanggung jawab moral dan spiritual terhadap alam. Nilai-nilai tawhid, amanah, 'adl, dan ihsan membentuk etika ekologi Islam yang mempromosikan keseimbangan dan keberlanjutan. Disimpulkan bahwa revitalisasi nilai khilafah dalam pendidikan dan kebijakan publik berpotensi memperkuat kesadaran ekologi masyarakat dan menawarkan paradigma pembangunan yang adil secara lingkungan.
Co-Authors ABDUL HAMID Adelia Putri Adrian Saputra Ahmad Afandi Hasan Ahmad Fauzi Hasibuan Ahmad Ridwan Fauzi Ahmad Taufiq Ahmad Zidan Alfaruqi Ainur Rafiq Aldi Zainal Alfaza Rizky Alfaza Rizky Alif Akmal Al Irsyad Alima, Chayara Alvia Zackia Syabrina Alya Nur Affifah Alya Rizanda Amelia Sofia Putri Ana Susiana Anggie Ardilla Tari Anggrayni Annisaul Fitri Apriani Putri Fajtriansyah Ardina Rasiani Ari Supriadi ARIF HIDAYAT Aryuna Amalia Harahap Atom Suhendra Attiqa Nazira Aulia Herawati Aulia Herawati Aulia Putri Azkiyah, Naila Azzura Arum Ningtias Azzura Arum Ningtias Cici Wulandari Daniel Happy Putra Darma Sari Lubis Dela Andriani Delingga Nugraha Dera Adila Putri Desi Gustiara Dinda Pratiwi Doni Afrialdi Dori Omas Hasibuan Eka Alzahra Erna Wilis Fadhli Alfayyadh Fadillah Julya Putri Fadly Hady Lingga Fatimah Azzahra Salim b Fauzan, Khizna Kholiq Femas Dwi Andhika Fhina Ardini Fika Heriyati Finna Rahmatia Fiqi Refianada Putra Firza Alkhoiri Fitri Handayani Fitri Handayani Fitria Azura Gema Adhari Gema Adhari Sutrisno Gilang Irhamsyah Gladicya Amanda Br. Purba Hadi Kurniawan Hilwa Nurul Fikriyah Ibrah Safirah Igo Fadhli Sa’bani Ikhwan Maulana Indra Mulhim Hidayat Nasution Indra Wandi Ritonga Indriayu Ramadhani Intan Probowati Intan Rosetya Viera P Irhamullah Irma Nur Rahmawati Irusmaini Isratul Husna Jefri Jefri Kamilatul Hayati Khairil Hidayat Khairunnisa Tazkia Khairunnisa, Wenny Khoirul Umam Lubis KHOIRUNNISA Khoirunnisa Khoirunnisa Kurniawan Laila Sari Rambe Lely Amelia Aryani Lilis Gusliyah Linda Astria Liza Ananda Putri M. Rafi Alfazri M. Sahrial Efendi Lubis M. Thoriq Syahdan M. Wahyu Fahrizal Mahatri Awalia Mahfidzul Amal Maisy Afriliany Manda Apta Firanti Mardatul Hasanah Mariza Zurma Audina AR Maulana Ismail Maysi Adriani Mhd Khairi Azhar MIFTAHUL JANNAH Miftha Hulladuni Riandi Muhammad Bukhari Tambunan Muhammad Fajar Muhammad Farhan Muhammad Hisyam Muhammad Idris Muhammad Iqbal Muhammad Irfan Rizaldi Muhammad Raihan Ramadhan Muhammad Rizki MUHAMMAD SYAFIQ Muhammad Syari Arip Mukharomah Mulia Sopiandi Harahap Musthafa Rahman Nanda Mulyani Pratiwi Nandika Dwi Pratama Nazifah Fitri Annisa Nia Ramadhani Niesa Amalia Noval Khairul Ihsan Novelia Angely Novita Dyah Islamiyyah Nur Aini Nur Annisa Nur Ikhsaniyah Lubis Nur Khairani Nur Rahmadani Fitri Nur Sa'adah Nurhasanah Chan Nurlita Ekasari Nurshafitri Nurshafitri Nurul Azwa NURUL HIKMAH Nuryana Purwasi Oktadilla Fauzana Panigoran Rangkuti Paras Rindwianto Putri Dewi Sinta Putri Nabilah Putri Nurhidayah PUTRI WULANDARI Rahma Alya Rahmi Alya Rahnia Mutari Anli Rani Jutia Anggraini Ridwan Saleh Rika Lestari Rika Lestari Hasibuan Rini Andriani Riri Novia Sari Hasibuan Ririanti Riska Nabela Risma Indriana Riu Anugerah Neoldi Poetra Rizky Ananda Putra Rizky Azzahra Robiatul Adawiyah Romadon Ronal Ramadhan Rosnita Siregar Safira Laila Wulandari Salsa Bila Ivanda Salsa Nurhabibah Salsabila Afifah Riswana SALSABILA, ANNISA Samarotul Silmi Sari Primayeni Sari Primayeni Satria Parwira Sendi Sendi Siti Arimbi Riyandi Putri SITI FATIMAH Siti Khoriah Fitriani Siti Najla P Siti Nurhidayatul Marati Siti Sri Wahyuni Sitti Hawa Sri Hafizatul Wahyuni Zain Sri Widyahati Suci Rahmi Syarifah Aini Syarifah Alfiah Nabilah Syarkani Syuhadatul Husna Tiana Atika Tyeva Agil Nadiansyah Ulfa Faizah Ulil Devia Ningrum Ulil Devia Ningrum Umi Kalsum Urai Setiawarni Varisha Qurratul Syaraini Varisha Qurratul Syar’aini Viona Putri Ramadhan Wahyu Hidayat Wenny Khairunnisa Widya Lestari Yenny Siregar Yesha Arista Sulistiawati Yesha Arista Sulistiawati Yogi Arrohman Yuli Angraeni Yusriyah Zahra Khairunnisa Zikri Dwi Marpendra