p-Index From 2021 - 2026
12.278
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Al Fikra : Jurnal Ilmiah Keislaman Jurnal Pendidikan Agama Islam Al-Thariqah Jurnal Pendidikan UNIGA Al-Hasanah : Jurnal Pendidikan Agama Islam Journal of Creative Student Research El-Fata: Journal of Sharia Economics and Islamic Education Jurnal Pendidikan Agama Islam IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam DZURRIYAT : Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Ihsanika : Jurnal Pendidikan Agama Islam Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial & Hukum QOSIM: Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora Dhabit : Jurnal Pendidikan Islam La-Tahzan: Jurnal Pendidikan Islam Jurnal Manajemen dan Pendidikan Agama Islam Jurnal Budi Pekerti Agama Islam SURAU : Journal of Islamic Education Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Pengertian: Jurnal Pendidikan Indonesia (PJPI) Symfonia: Jurnal Pendidikan Agama Islam Jurnal Intelek Insan Cendikia AL-ABSHOR : Jurnal Pendidikan Agama Islam Akhlak: Jurnal Pendidikan Agama Islam Dan Filsafat Karakter: Jurnal Riset Ilmu Pendidikan Islam Ikhlas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Islam Reflection: Islamic Education Journal Moral : Jurnal Kajian Pendidikan Islam Hikmah: Jurnal Studi Pendidikan Agama Islam ROBBAYANA: Jurnal Pendidikan Agama Islam Dialektika : Jurnal Pendidikan Agama Islam QAZI : Journal of Islamic Studies QOUBA : Jurnal Pendidikan AL-Ikhtiar : Jurnal Studi Islam Azkia : Jurnal Aktualisasi Pendidikan Islam An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) Hidayah : Cendekia Pendidikan Islam dan Hukum Syariah Aslim: Journal of Education and Islamic Studies Jurnal Studi Islam Indonesia (JSII) Jurnal Merah Putih Sekolah Dasar
Claim Missing Document
Check
Articles

Wahyu Sebagai Sumber Utama Kebenaran dalam Pendidikan Islam : Kajian Kritis Terhadap Implementasinya di Era Modern Aulia Herawati; Ulil Devia Ningrum; Herlini Puspika Sari
SURAU : Journal of Islamic Education Vol. 2 No. 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/surau.v2i2.8713

Abstract

This research examines the role of revelation as the main source of truth in Islamic education and the challenges of its implementation in the modern era. Revelation, which consists of the Qur'an and Sunnah, provides fundamental guidance for the formation of moral values, ethics, and the main goal of Islamic education, namely to produce people who not only have intellectual intelligence, but also have noble character. However, along with the rapid development of science and technology, the application of revealed values in education faces various challenges. Globalization, popular culture, and materialistic orientation in modern education often conflict with the principles of revelation, so new approaches that are relevant and adaptive are needed. Revelation as the main source of truth in Islamic education remains relevant, but faces challenges in its implementation in the modern era which is marked by the development of science, technology and the globalization of values. In this context, recent research shows that a critical approach to the implementation of revelation in Islamic education is needed to bridge traditional needs and the demands of modernity.Through critical studies, this research highlights the importance of integrating revealed values with modern science as well as learning methods based on real practice, in order to strengthen Islamic identity amidst the challenges of the times. The results of this study show that Islamic education can remain relevant if it is able to combine the essence of revelation as a guide to truth with modern approaches, thereby forming a generation that is intelligent, has morals, and is able to face global challenges wisely. The methodology used can be a qualitative approach with critical and descriptive analysis methods. Data can be obtained through literature studies of primary sources such as the Al-Qur'an and Hadith, as well as secondary sources such as books, journal articles and previous research. In-depth interviews with Islamic education experts, teachers and clerics can provide additional insight into the implementation of revealed values in various educational contexts. AbstrakPenelitian ini mengkaji peran wahyu sebagai sumber utama kebenaran dalam pendidikan Islam serta tantangan implementasinya di era modern. Wahyu, yang terdiri dari Al-Qur’an dan Sunnah, memberikan panduan mendasar bagi pembentukan nilai moral, etika, dan tujuan utama pendidikan Islam, yaitu menghasilkan insan yang tidak hanya memiliki kecerdasan intelektual, tetapi juga berakhlak mulia. Namun, seiring perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang pesat, penerapan nilai-nilai wahyu dalam pendidikan menghadapi berbagai tantangan. Globalisasi, budaya populer, dan orientasi materialistik dalam pendidikan modern sering kali bertentangan dengan prinsip-prinsip wahyu, sehingga diperlukan pendekatan baru yang relevan dan adaptif . Wahyu sebagai sumber utama kebenaran dalam pendidikan Islam tetap relevan, namun menghadapi tantangan dalam implementasinya di era modern yang ditandai dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan globalisasi nilai. Dalam konteks ini, penelitian-penelitian terkini menunjukkan bahwa pendekatan kritis terhadap implementasi wahyu dalam pendidikan Islam diperlukan untuk menjembatani kebutuhan tradisional dan tuntutan modernitas. Melalui kajian kritis, penelitian ini menyoroti pentingnya integrasi antara nilai-nilai wahyu dengan ilmu pengetahuan modern serta metode pembelajaran yang berbasis pada praktik nyata, guna memperkuat jati diri Islam di tengah tantangan zaman. Hasil kajian ini menunjukkan bahwa pendidikan Islam dapat tetap relevan jika mampu menggabungkan esensi wahyu sebagai panduan kebenaran dengan pendekatan-pendekatan modern, sehingga membentuk generasi yang cerdas, berakhlak, dan mampu menghadapi tantangan global secara bijaksana. Metodologi yang digunakan dapat berupa pendekatan kualitatif dengan metode analisis kritis dan deskriptif. Data dapat diperoleh melalui studi literatur terhadap sumber-sumber primer seperti Al-Qur’an dan Hadis, serta sumber sekunder seperti buku, artikel jurnal, dan penelitian terdahulu. Wawancara mendalam dengan pakar pendidikan Islam, guru, dan ulama dapat memberikan wawasan tambahan mengenai implementasi nilai-nilai wahyu di berbagai konteks pendidikan.
Pendidikan Perempuan Modern Dalam Pemikiran Rahmah El Yunusiyyah: Studi Atas Lembaga Diniyyah Putri Padang Panjang Ana Susiana; Aulia Putri; Herlini Puspika sari; Rahnia Mutari Anli
AL-Ikhtiar : Jurnal Studi Islam Vol. 2 No. 4 (2025): AL-Ikhtiar : Jurnal Studi Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/tkhrrh19

Abstract

This study examines Rahmah El Yunusiyyah’s thoughts on modern women’s education through an analysis of the Diniyyah Putri Padang Panjang institution. The main issue explored is how Rahmah’s educational concept and its implementation integrate Islamic values with modern educational principles. The purpose of this research is to analyze Rahmah’s ideas in realizing educational equality, women’s empowerment, and their relevance to contemporary Islamic education. This study employs a qualitative approach with library research methods through content analysis of related works, documents, and academic literature. The results show that Rahmah El Yunusiyyah viewed education as a means of forming knowledgeable, faithful, and independent Muslim women. Through Diniyyah Putri, she implemented an integrative education system combining religious and general sciences while instilling moral and self-reliance values. The study concludes that Rahmah El Yunusiyyah’s educational ideas remain highly relevant for modern Islamic education systems that emphasize gender equality, character formation, and spirituality. Abstrak Penelitian ini membahas pemikiran Rahmah El Yunusiyyah tentang pendidikan perempuan modern melalui kajian atas Lembaga Diniyyah Putri Padang Panjang. Permasalahan utama yang dikaji adalah bagaimana konsep dan implementasi pendidikan perempuan menurut Rahmah mampu mengintegrasikan nilai-nilai Islam dengan prinsip pendidikan modern. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis gagasan Rahmah dalam mewujudkan kesetaraan pendidikan, pemberdayaan perempuan, serta relevansinya terhadap pendidikan Islam kontemporer. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan kepustakaan melalui analisis isi terhadap karya, dokumen, dan literatur ilmiah terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Rahmah El Yunusiyyah memandang pendidikan sebagai sarana pembentukan perempuan muslimah yang berilmu, beriman, dan mandiri. Melalui Diniyyah Putri, ia menerapkan sistem pendidikan integratif antara ilmu agama dan ilmu umum, serta menanamkan nilai akhlak dan kemandirian. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa pemikiran Rahmah El Yunusiyyah relevan untuk diterapkan dalam sistem pendidikan Islam modern yang berorientasi pada kesetaraan gender, karakter, dan spiritualitas
Filsafat Pendidikan Ibnu Khaldun; Relevansi dalam Konteks Pendidikan Modern Ridwan Saleh; Ibrah Safirah; Herlini Puspika Sari
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 2 No. 4 (2024): 2024
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v2i4.359

Abstract

Pandangan Ibnu Khaldun yang mendalam tentang sejarah, masyarakat, dan manusia, telah merumuskan filsafat pendidikan yang komprehensif. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji relevansi filsafat pendidikan Ibnu Khaldun dalam konteks pendidikan modern. Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan penelitian kepustakaan, penelitian kepustakaan merupakan suatu penelusuran dan penelitian dengan metode membaca dan menelaah berbagai jurnal, buku, dan berbagai naskah terbitan lainnya yang berkaitan dengan topik penelitian. Pada penelitian ini tidak terdapat lokasi penelitian, karena seluruh data diambil dari jurnal, buku, dan proseding ilmiah. Hasil penelitian ini dapat diutarakan bahwa di era modern ini, para guru dituntut untuk melakukan variasi terhadap metode pembelajarannya. Sedangkan metode yang digagas oleh Ibnu Khaldun masih sangat relevan bila diterapkan pada pendidikan era modern karena metode yang digagas beliau tidak hanya berorientasi pada teori saja, namun ada penekanan lebih terhadap praktik, sehingga akan lebih baik jika keduanya seimbang. Ibnu Khaldun menawarkan berbagai konsep terkait tujuan, metode, kurikulum, serta peran pendidik dan peserta didik yang dapat menjadi landasan yang kokoh bagi pengembangan sistem pendidikan nasional. Konsep tersebut menekankan pentingnya integrasi antara nilai-nilai agama dan realitas kehidupan sehari-hari, serta pemecahan masalah yang dihadapi umat Muslim.
Peran Pendidikan Islam dalam Pembentukan Karakter Masyarakat Berbasis Nilai-Nilai Al-Qur'an dan Hadis Sri Hafizatul Wahyuni Zain; Erna Wilis; Syarkani; Herlini Puspika Sari
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 2 No. 4 (2024): 2024
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v2i4.365

Abstract

Pendidikan Islam yang berlandaskan nilai-nilai Al-Qur'an dan Hadis berperan krusial dalam membentuk karakter masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis dan mendeskripsikan peran pendidikan islam dalam pembentukan karakter masyarakat berbasis nilai-nilai alquran dan hadis. Metode penelitian ini menggunakan studi pustaka yang meliputi pengumpulan dan analisis kritis dari berbagai literatur untuk mendukung proposisi yang diajukan. Hasil penelitianini dapat diutarakan bahwa karakter, yang mencakup pola pikir dan perilaku individu, dapat dibentuk melalui pendidikan karakter yang bertujuan menanamkan nilai-nilai moral dan etika, sehingga menciptakan individu yang bertanggung jawab dan berkontribusi positif dalam masyarakat. Nilai-nilai Al-Qur'an dan Hadis berperan krusial dalam pembentukan karakter moral individu dengan memberikan pedoman etika dan teladan perilaku, sehingga memungkinkan pengembangan pribadi yang berakhlak mulia dan mampu berkontribusi positif dalam masyarakat. Implementasi nilai-nilai Qur'ani dalam kehidupan sehari-hari, melalui pendidikan Islam, keluarga, dan masyarakat, sangat penting untuk membentuk karakter individu yang beretika, harmonis, dan bertanggung jawab dalam menghadapi tantangan zaman modern. Lembaga pendidikan Islam di Indonesia, melalui integrasi nilai-nilai keislaman dalam kurikulum dan kolaborasi antara pesantren, madrasah, dan keluarga, memainkan peran krusial dalam membentuk generasi yang berkualitas dan berkarakter Islami, meskipun menghadapi tantangan globalisasi dan media sosial.
Pandangan Filsafat Islam Terhadap Pendidikan Ilmu Pengetahuan; Analisis Pemikiran Ibnu Sina dan Al-Farabi Intan Rosetya Viera P; Widya Lestari; Rahmi Alya; Herlini Puspika Sari
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 2 No. 3 (2024): 2024
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v2i3.367

Abstract

Pendidikan perspektif Islam tidak hanya bertujuan mengembangkan intelektualitas, tapi juga membentuk karakter dan moral. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan pandangan filsafat islam terhadap pendidikan ilmu pengetahuan; analisis pemikiran ibnu sina dan al-farabi. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kepustakaan, dimana seluruh data diambil melalui buku dan jurnal ilmiah, teknik pengumpulan data menggunakan dokumentasi, dengan teknik analisis data dengan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemikiran Ibnu Sina dan Al-Farabi memiliki implikasi besar terhadap pengembangan pendidikan Islam saat ini. Dengan pendekatan integratif ini, diharapkan dapat menghasilkan individu yang tidak hanya berilmu tetapi juga berakhlak mulia. Pendidikan dalam konteks ini tidak hanya bertujuan untuk menghasilkan individu yang berilmu, tetapi juga yang memiliki akhlak yang baik, selaras dengan prinsip-prinsip Islam. Dengan demikian, pendidikan Islam dapat berkontribusi pada kemajuan peradaban umat manusia secara keseluruhan.
Epistemology in Islamic Philosophy of Education: Exploring the Sources of Knowledge and Truth in the Qur'an and Hadith Anggie Ardilla Tari; Mardatul Hasanah; Herlini Puspika Sari
Aslim: Journal of Education and Islamic Studies Vol. 1 No. 2 (2024)
Publisher : Konsultan Jurnal Ilmiah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Epistemology in the philosophy of Islamic religious education focuses on the nature, sources and validation of knowledge, including empirical and revealed knowledge. In the context of Islamic religious education, epistemology plays an important role as a basis for understanding and internalizing Islamic teachings. This research uses literature study methods to explore the concept of Islamic epistemology, especially those related to the Al-Qur'an and Hadith as the main sources of knowledge. The findings show that Islamic education combines naqli (textual) knowledge with aqli (rational) knowledge to shape the spiritual and intellectual character of students. Islamic epistemology not only emphasizes mastery of knowledge, but also the process of moral and spiritual transformation. Through ijtihad, knowledge can develop in accordance with the challenges of the times without sacrificing the core values of Islam. Islamic education prepares students as caliphs on earth, who are not only intellectually intelligent but also have moral integrity. Islamic epistemology is relevant in responding to the challenges of globalization, emphasizing the importance of etiquette in learning, and offering holistic solutions that integrate spirituality and modern science. Knowledge in Islam is not only a tool to achieve worldly success, but also a means of getting closer to Allah.
Pemikiran Filsafat Pendidikan Islam Terhadap Peran Guru Secara Komperehensif Ahmad Afandi Hasan; Ahmad Ridwan Fauzi; Fiqi Refianada Putra; Herlini Puspika Sari
An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) Vol. 3 No. 6: November 2024
Publisher : Najah Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian kami terhadap pemikiran filsafat pemikiran islam terhadap peran guru , menegaskan Kembali peran seorang guru yang baik didalam dunia pendiidkan, terlepas dari peran guru juga memilikki tanggung jawap penuh terhadap hasil dari Pendidikan. Guru yang mengerti peran dalam pendiidkan dan melaksanakannya secara sistematik tentu akan menciptakan hal yang baik dalam dunia pendiidkan, menjelaskan peran guru dengan mengungkapkan dengan pemikiran filsafat Pendidikan bertujuan menjelaskan Kembali hakekat hakekat dari peran peran guru di dalam Pendidikan
PENGEMBANGAN PROFESIONALISME GURU PAI: TANTANGAN DAN INOVASI STRATEGIS Annisaul Fitri; Miftahul Jannah; Herlini Puspika Sari
An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) Vol. 4 No. 2: Maret 2025
Publisher : Najah Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Profesionalisme guru Pendidikan Agama Islam (PAI) penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan membentuk karakter peserta didik. Namun, keterbatasan pelatihan, perkembangan teknologi, dan perubahan kurikulum menjadi tantangan. Penelitian ini mengkaji tantangan tersebut dan mengeksplorasi inovasi strategis dengan metode studi kepustakaan. Hasilnya menunjukkan bahwa integrasi teknologi, kolaborasi profesional, dan pelatihan digital berkelanjutan efektif meningkatkan profesionalisme guru. Strategi ini membekali guru untuk memenuhi tuntutan pendidikan modern. Pendekatan adaptif dan inovatif diperlukan guna memastikan pendidikan agama yang berkualitas dan pembentukan karakter.
INKLUSI DALAM PENDIDIKAN ISLAM : MEMBANGUN KOMUNITAS BELAJAR YANG RAMAH DAN MENGHARGAI PERBEDAAN Attiqa Nazira; Linda Astria; Yenny Siregar; Herlini Puspika Sari
An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) Vol. 4 No. 2: Maret 2025
Publisher : Najah Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan inklusif merupakan pendekatan yang menekankan pada penerimaan dan penghargaan terhadap keberagaman peserta didik, termasuk mereka yang memiliki kebutuhan khusus maupun berasal dari latar belakang sosial-budaya yang berbeda. Dalam perspektif Islam, inklusi bukan sekadar pendekatan pedagogis, melainkan manifestasi dari nilai-nilai dasar seperti keadilan, kasih sayang, dan penghormatan terhadap martabat manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep pendidikan inklusif dalam Islam dan strategi implementasinya dalam membangun komunitas belajar yang ramah serta menghargai perbedaan. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan pendekatan deskriptif-analitis. Hasil kajian menunjukkan bahwa ajaran Islam secara tegas mengakomodasi prinsip-prinsip inklusivitas, baik secara teologis maupun pedagogis. Nilai-nilai seperti kesetaraan, empati, dan tanggung jawab sosial menjadi landasan penting dalam pembentukan lingkungan pendidikan yang inklusif. Implementasi pendidikan inklusif dalam konteks Islam dapat diwujudkan melalui pelatihan guru, pengembangan kurikulum responsif, dan penyediaan fasilitas yang ramah bagi semua peserta didik. Kesimpulannya, pendidikan inklusif dalam Islam bukan hanya memungkinkan, tetapi merupakan keharusan untuk membentuk masyarakat yang adil, harmonis, dan berkeadaban.
FILSAFAT PROGRESIVISME DAN IMPLIKASINYA BAGI PENDIDIKAN ISLAM Syarifah Aini; Rika Lestari; Syarifah Alfiah Nabilah; Herlini Puspika Sari
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 1 No. 8 (2024): Oktober 2024
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jurnal ini membahas konsep progresivisme dan implikasinya bagi pendidikan Islam. Progresivisme menekankan pengalaman belajar yang aktif, kolaboratif, dan relevan dengan kehidupan nyata siswa. Melalui pendekatan kualitatif library research ini, pendidikan tidak hanya bertujuan untuk mentransfer pengetahuan, tetapi juga untuk mengembangkan keterampilan kritis dan kemampuan beradaptasi di dunia yang terus berubah. Dalam konteks pendidikan Islam, progresivisme menawarkan cara untuk mengintegrasikan nilai-nilai spiritual dengan praktik pendidikan modern, sehingga mendorong siswa untuk berpikir kritis terhadap ajaran agama dan menerapkannya dalam konteks sosial. Artikel ini mengeksplorasi berbagai strategi implementasi progresivisme dalam kurikulum pendidikan Islam, serta tantangan dan peluang yang dihadapi. Dengan mengadopsi pendekatan progresivis, pendidikan Islam diharapkan dapat lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat dan menciptakan generasi yang tidak hanya berpengetahuan, tetapi juga berkarakter dan berdaya saing.
Co-Authors ABDUL HAMID Adelia Putri Adrian Saputra Ahmad Afandi Hasan Ahmad Fauzi Hasibuan Ahmad Ridwan Fauzi Ahmad Taufiq Ahmad Zidan Alfaruqi Ainur Rafiq Aldi Zainal Alfaza Rizky Alfaza Rizky Alif Akmal Al Irsyad Alima, Chayara Alvia Zackia Syabrina Alya Nur Affifah Alya Rizanda Amelia Sofia Putri Ana Susiana Anggie Ardilla Tari Anggrayni Annisaul Fitri Apriani Putri Fajtriansyah Ardina Rasiani Ari Supriadi ARIF HIDAYAT Aryuna Amalia Harahap Atom Suhendra Attiqa Nazira Aulia Herawati Aulia Herawati Aulia Putri Azkiyah, Naila Azzura Arum Ningtias Azzura Arum Ningtias Cici Wulandari Daniel Happy Putra Darma Sari Lubis Dela Andriani Delingga Nugraha Dera Adila Putri Desi Gustiara Dinda Pratiwi Doni Afrialdi Dori Omas Hasibuan Eka Alzahra Erna Wilis Fadhli Alfayyadh Fadillah Julya Putri Fadly Hady Lingga Fatimah Azzahra Salim b Fauzan, Khizna Kholiq Femas Dwi Andhika Fhina Ardini Fika Heriyati Finna Rahmatia Fiqi Refianada Putra Firza Alkhoiri Fitri Handayani Fitri Handayani Fitria Azura Gema Adhari Gema Adhari Sutrisno Gilang Irhamsyah Gladicya Amanda Br. Purba Hadi Kurniawan Hilwa Nurul Fikriyah Ibrah Safirah Igo Fadhli Sa’bani Ikhwan Maulana Indra Mulhim Hidayat Nasution Indra Wandi Ritonga Indriayu Ramadhani Intan Probowati Intan Rosetya Viera P Irhamullah Irma Nur Rahmawati Irusmaini Isratul Husna Jefri Jefri Kamilatul Hayati Khairil Hidayat Khairunnisa Tazkia Khairunnisa, Wenny Khoirul Umam Lubis KHOIRUNNISA Khoirunnisa Khoirunnisa Kurniawan Laila Sari Rambe Lely Amelia Aryani Lilis Gusliyah Linda Astria Liza Ananda Putri M. Rafi Alfazri M. Sahrial Efendi Lubis M. Thoriq Syahdan M. Wahyu Fahrizal Mahatri Awalia Mahfidzul Amal Maisy Afriliany Manda Apta Firanti Mardatul Hasanah Mariza Zurma Audina AR Maulana Ismail Maysi Adriani Mhd Khairi Azhar MIFTAHUL JANNAH Miftha Hulladuni Riandi Muhammad Bukhari Tambunan Muhammad Fajar Muhammad Farhan Muhammad Hisyam Muhammad Idris Muhammad Iqbal Muhammad Irfan Rizaldi Muhammad Raihan Ramadhan Muhammad Rizki MUHAMMAD SYAFIQ Muhammad Syari Arip Mukharomah Mulia Sopiandi Harahap Musthafa Rahman Nanda Mulyani Pratiwi Nandika Dwi Pratama Nazifah Fitri Annisa Nia Ramadhani Niesa Amalia Noval Khairul Ihsan Novelia Angely Novita Dyah Islamiyyah Nur Aini Nur Annisa Nur Ikhsaniyah Lubis Nur Khairani Nur Rahmadani Fitri Nur Sa'adah Nurhasanah Chan Nurlita Ekasari Nurshafitri Nurshafitri Nurul Azwa NURUL HIKMAH Nuryana Purwasi Oktadilla Fauzana Panigoran Rangkuti Paras Rindwianto Putri Dewi Sinta Putri Nabilah Putri Nurhidayah PUTRI WULANDARI Rahma Alya Rahmi Alya Rahnia Mutari Anli Rani Jutia Anggraini Ridwan Saleh Rika Lestari Rika Lestari Hasibuan Rini Andriani Riri Novia Sari Hasibuan Ririanti Riska Nabela Risma Indriana Riu Anugerah Neoldi Poetra Rizky Ananda Putra Rizky Azzahra Robiatul Adawiyah Romadon Ronal Ramadhan Rosnita Siregar Safira Laila Wulandari Salsa Bila Ivanda Salsa Nurhabibah Salsabila Afifah Riswana SALSABILA, ANNISA Samarotul Silmi Sari Primayeni Sari Primayeni Satria Parwira Sendi Sendi Siti Arimbi Riyandi Putri SITI FATIMAH Siti Khoriah Fitriani Siti Najla P Siti Nurhidayatul Marati Siti Sri Wahyuni Sitti Hawa Sri Hafizatul Wahyuni Zain Sri Widyahati Suci Rahmi Syarifah Aini Syarifah Alfiah Nabilah Syarkani Syuhadatul Husna Tiana Atika Tyeva Agil Nadiansyah Ulfa Faizah Ulil Devia Ningrum Ulil Devia Ningrum Umi Kalsum Urai Setiawarni Varisha Qurratul Syaraini Varisha Qurratul Syar’aini Viona Putri Ramadhan Wahyu Hidayat Wenny Khairunnisa Widya Lestari Yenny Siregar Yesha Arista Sulistiawati Yesha Arista Sulistiawati Yogi Arrohman Yuli Angraeni Yusriyah Zahra Khairunnisa Zikri Dwi Marpendra